What If – Part IV

Author             : Storm

Casts               : Yoora, Minho, Jonghyun, Yesung

Genre              : Romance, Friendship

Length             : Sequel

Rating             : General

Summary         : “…….Pilihlah siapa Juliette mu. Jika sudah tau siapa Juliettemu. Matilah bersamanya. Walau salah satu Juliette itu terbangun. Dan mencegahmu meminum racun itu. tetaplah mati bersama Juliette pilihanmu.”

What If – Part IV Continue reading What If – Part IV

Is It What You Want? – Part 1

Title                 : Is It What You Want?

Genre              : Romance. Friendship

Main Cast        :  –     Lee Taemin

–          Choi  MinGi

Other Cast       : SHINee

Rating              : PG 15

Author             : chitaemtaem aka chika

©2010 SF3SI, Freelance Author.

~Someone POV~

Padahal tinggal sedikit lagi. tinggal 10 menit lagi dan aku akan bisa memelukmu erat. Aku tak dapat mempercayai mataku. aku berharap ini semua hanya mimpi. sesuatu yang aku harapkan, sesuatu yang aku mohon sampai aku menangis tiap malam… semuanya hilang dalam sekejab. Semua ingatan berkelebat di dalam ingatan. seandainya aku tidak memintamu untuk menemuiku, mungkin aku akan bisa memelukmu suatu hari nanti…

~Someone POV End~

~Author POV~

Semua anggota SHINee baru saja memasuki dorm-nya dan langsung duduk di sofa. Semuanya terlihat sangat kelelahan. Terlihat Jinki yang menyunggingkan senyum sambil menutup mata.

“Akhirnyaaaaaaaaa !!!!” seru Jinki sambil mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi dan meregangkan tubuhnya di sofa, “masa promosi Hello kita selesai juga! aahh, Hello liburan!!”

Semua tertawa mendengar perkataan Jinki. Ya, baru saja mereka menyelesaikan rangka promosi lagu terbaru mereka, “Hello” di acara Inkigayo tadi. Sebuah Good Bye Stage yang sangat mengesankan. Dengan stage yang sangat imut, sesuai dengan tema lagu mereka dan juga remix choreo dance-nya. Para shawol terlihat sangat antusias dan senang serta sedih pada GoodBye Stage ini. Mengapa sedih?  tentu saja, karena setelah goodbye ini, mereka akan libur panjang dari segala kegiatan mereka. dan mungkin setelah itu baru mereka akan menyiapkan album/mini album terbaru mereka :3

“Ya, setelah ini kalian punya waktu selama satu minggu untuk menikmati liburan kalian. Kalian bebas pergi kemana saja dan dengan siapa saja. Tapi tentu saja, ingatlah kalian masih seorang idola yang harus selalu menjaga sikap kalian di luar nanti” nasihat Manajer hyung, “sekarang aku harus pergi untuk membicarakan proyek selanjutnya untuk SHINee. Selamat berlibur!” Manajer hyung bangkit dari duduknya dan menggunakan jaket tebalnya lalu berjalan menuju pintu.

“Yeaaahhh!!! Ayo kita pesta!!” seru Jonghyun yang langsung bangkit dari duduknya dengan semangat. Baru saja Jonghyun akan menarik Kibum bangkit dari duduknya, Manajer Hyung kembali lagi masuk ke dalam dorm. “Yah, kalian, jangan lupa untuk memberitahuku jadwal liburan kalian serta tujuan dan dengan siapa tanggal berapa dimana blab la blablabla *macem-macem deh pokonya* melalui telepon atau sms ya! Jangan lupa!” serunya yang setelah itu keluar lagi dari dorm.

“Aish.. kenapa manager hyung begitu cerewet….” Taemin mengambil bantal dan membenamkan wajahnya ke dalam bantal besar berbentuk bintang warna hitam yang lucu banget *author pengen bgt -__-*

“Ah sudahlah lupakan!! yang penting kita pesta hari ini!!!!” Jonghyun menarik bantal dari muka Taemin lalu menarik Kibum. “Yah, Kibum! Ayo masak yang banyaaakkk. Party Party!!” seru Jonghyun sambil menari-nari geje.

“Iya iya….” sahut Kibum malas. “Kenapa selalu aku yang masak sih?” omelnya sambil berjalan ke dapur.

Lalu beberapa saat kemudian, dimulainya pesta makan-makan mereka dengan berbagai hidangan super lezat yang dimasak oleh Kibum, umma-nya SHINee *w* (umma~~~)

“Kalian sudah ada rencana berlibur kemana?” Tanya Jinki kepada semua member SHINee sambil makan.

“Tidak ada sih hyung…” jawab Minho sambil terus mengambil makanan yang ada di dalam meja. “Bagaimana dengan kalian, Jonghyun hyung, Taemin-ah?”

“Aku tidak ada. Kalaupun ada paling Cuma pergi ke rumah umma sebentar. habis itu nganggur deh” jawab Jonghyun hyung cepat. Sumpitnya beradu dengan sumpit Minho, merebutkan lauk kesukaan mereka berdua yang tinggal satu-satunya.

“Aku tidak tahu… Tapi sepetinya tidak ada hyung. Lagipula sekolah juga libur. Memangnya kenapa?” Tanya Taemin sambil mengambil nasi lagi. ini sudah piring ke 3-nya . LOL Maklum, napsu makan Taemin memang paling besar diantara para hyung-nya itu.

“Aku dan Jinki hyung tadi baru saja merencanakan rencana untuk berlibur bersama,” Key menjawab sambil membawa seloyang puding coklat yang terlihat sangat lezat, dengan fla putih dan hiasan potongan buah stroberi diatasnya :9 “kita bisa menggunakan villa ku yang ada di _________ . Sudah lama kita tidak berlibur bersama.” jelasnya sambil meletakkan pudding di atas meja. “Yah !Jong hyung ! Minho ! Jangan berebut makanan dengan sumpit!!!”

Minho dan Jonghyun lalu meletakan sumpitnya di atas meja dan menggunakan pisau sebagai gantinya (?) Akhirnya Jonghyun menyerah karena Minho lebih pandai memainkan pisau dibandingkan dengan dirinya (emang mau bunuh-bunuhan???) dan langsung menyambar pudding coklat menggiurkan tersebut.

“Itu ide bagus hyung! Aku sangat suka dengan pemandangan alam di villa hyung itu!Kita berangkat kapan? besok yuk !” Taemin terlihat sangat bersemangat. Tentu saja, kalau sudha menyangkut berpergian, Taemin sangat bersemangat layaknya anak TK. Apalagi ini liburan bersama dengan para hyung-nya.

“Boleh-boleh..” jawab Jinki hyung sambil menikmati pudding.  *aduh author laper banget* *reader: ga da yang nanyaaaa* “yang lain gimana? Setuju?”

“ Setuju…!!!” jawab Jonghyun, Key dan Minho bersamaan.

“Yes!! Kalu begitu aku packing dulu ya hyung!” Taemin bangkit dari meja makan dan berlari menuju kamarnya.

“Dasar bocah.” ucap Jonghyun sambil menggelengkan kepalanya.

“Yah.. itulah mengapa aku sangat menyayanginya…” ungkap Minho pelan. Semua melirik Minho dengan pandangan what-did-you-say??? “YAH ! Dia dongsaeng-ku, tentu saja aku menyayanginya! Memangnya kalian tidak?!” Tanya Minho yang sewot sekaligus malu *cie 2Min*

“hahahahahahaha tentu saja kita semua sayang Taemin.” jawab Jinki sambil tertawa sampai matanya tidak terlihat (cielah) “ayo ah, habiskan makanannya! Sebelum Taemin datang lagi! hahaha”

~ Author POV End~

~Taemin POV~

Perutku lapar sekali. Aish, hyung-hyungku itu.. mereka sama sekali tidak menyisakan makanan untukku kemarin malam. 3 piring tidak cukup untukku yang sedang dalam masa pertumbuhan ini lah! Aku melihat jam dinding di kamarku. Jam 06.10 pagi. Kami berangkat jam 07.30. Sebaiknya aku ke bawah, mungkin Kibum hyung sedang menyiapkan sarapan.

Aku menuruni tangga, tercium aroma lezat dari dapur. yayayayay~~ masak apa ya Kibum hyung hari ini?? Aku buru-buru turun dan berlari kecil ke dapur. Tapi, betapa kagetnya aku sampai hampir terjatuh karena tersandung sesuatu yang tak ada (?) saat melihat siapa yang ada di meja makan.

Onew hyung, Jonghyun hyung, Minho hyung. Ya, mereka memang selalu disana. Tebak siapa yang ada diantara mereka, Lee Taesun, kakak kandungku dan Umma-ku!!!

“Eomma !! Hyung!!” aku berjalan pelan menghampiri mereka, lalu memeluk mereka satu persatu. “Sejak kapan kalian datang?? Mengapa tidak memberitahuku terlebih dahulu??”

“Aku sudah meneleponmu berpuluh-puluh kali, tapi tidak kau angkat juga…” jawab Taesun hyung dengan tampang yang sedikit sebal. Aku mencari handphone-ku. Ya ampun 24 missed calls !!! (lebay amat -_-)

“Maaf hyung, hape-nya aku silent. hehehe” ucapku sambil nyengir kuda. “Memangnya ada apa? Sampai datang kesini segala.. Padahal aku kan bisa ke rumah eomma..” tanyaku pada eomma.

“Hari ini kamu langsung ikut eomma dan kakakmu ya ke tempat teman eomma di ……” jelas eomma sambil memakan sarapan yang sudah disiapkan Kibum hyung.

“Mwo ???!!! ……. ?! Jauh sekali! untuk apa??! Aku tidak mau! Lagipula aku sudah janji mau pergi!! SHINee mau berlibur eomma sayaaaannnggg” kataku setengah memohon kepada eomma. Aih, …. ??!! Ada-ada saja. Itu jauh sekali ! Bisa sampai 6 jam menggunakan mobil. dan.. desa banget >< tidaaakk.

“TIdak, kamu akan pergi dengan eomma, para hyung-mu itu sudah bilang kalau kau tidak akan ikut kok. Mereka akan pergi berempat saja” jawab eomma sambil meminum segelas susu. yah ampun itu susu milikku dong -_-

“Mwo ??!!! Tapi…..” aku menoleh ke sebelah. Ternyata semuanya sudha pergi dari meja makan. Jonghyun hyung dan Taesun hyung sedang menonton TV bersama. Minho hyung sibuk dengan PSp-nya sambil duduk di sofa. Jinki hyung sibuk berkutat denga laptop-nya. Dan Kibum hyung (pura-pura) sibuk di dapur , mencuci semua piring kotor. Aaaahhh mereka teganya….

“Ayo, kita berangkat sekarang,” kata eomma sambil bangkit dari meja makan. Meninggalkan aku yang masih bengong. “ya, ppali Taemin-ah~ ! Taesun, ayo kita pergi sekarang!”

Taesun hyun bangkit dari duduknya. Menepuk pundak Jonghyun hyung dan mengucapkan pamit pada semua orang. Begitu pula eomma. Aku masih duduk di meja makan memandangi para hyung-ku dengan pandangan murka sekarang.

Minho menghampiriku sambil membawa koperku yang sudah aku persiapakan kemarin untuk pejalanan hari ini. “Maaf Taemin-ah… Kami terpaksa meng-iya-kan perkataan ibumu… Dia mengancam kami dengan pandangannya yang mengerikan.” jelas Minho hyung sambil berbisik, takut terdengar Taesun Hyung dan Eomma yang masih di depan pintu, menungguku.

“Ah, gatau ah. Kalian jahat.” aku merebut koperku dari tangan Minho hyung sambil cemberut. Aku tau eomma-ku sangat menyeramkan kalau sudah mengancam.. Tapi… “kita kan sudah lama tidak berlibur bersama…” kataku sambil memasang wajah sedih sekarang.

“uduh uduuhh..” Kibum hyung mendekatiku dan merangkulku. “Jangan sedih, kita masih bisa berlibur lagi lain kali. Sedangkan dengan ibumu? Bertemu pun jarang, iya kan!”

“hmmm…” aku tidak tahu harus berkata apa. Kata-kata Kibum Hyung memang benar. aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal. “ Ya sudahlah, aku berangkat yak.” pamitku pada mereka semua.

“Ya! Tenanglah Taemin! Aku akan memberikanmu hadiah cangkang kerang yang banyak!” seru Jonghyun hyung saat aku sudah mau masuk mobil.

“ga perluuuuuuuuuuuu!!!!!!!!!!” seruku balik sambil menjulurkan lidahku pada Jonghyun hyung. “byeeeeeee!!!!!!!!” aku melambaikan tanganku pada mereka semua sambil masuk ke dalam mobil.

Mobil pun melaju. Taesun hyung yang menyetir . Aku mengambil iPodku dan memasang headset.

“Sebenarnya disana ada siapa sih eomma? Dan kenapa juga appa tidak ikut?” tanyaku sambil memilih-milih lagu.

“Kita ke rumah teman lama eomma. Sewaktu kecil kalian juga pernah ke sana kok. Kau masih ingat kan Taesun?” Tanya eomma pada Taesun hyung.

“hemmm. iya aku masih ingat kok…” jawab Taesun hyung.

“kok aku tidak ingat ?” tanyaku tanpa mengalihkan pandanganku dari layar iPod. “memangnya waktu kita umur berapa?”

“berapa ya.. kalau ga salah sih waktu aku umur 4 tahunan…”

GUBRAK! “Ya iyalah aku ga ingat !!! aku masih bayi gitu mana ingeeeeetttt!!!”

“Ah udahlah Taemin. Toh nanti juga kamu kesana dan bakalan tahu tempat kayak apa itu!” eomma memotong pembicaraanku dengan Taesun hyung. “Lagipula nanti disana kau akan bertemu dengan anak teman eomma itu, dia seumuran denganmu.”

Ah tau deh,aku gamau dengar lagi. aku langsung menyetel lagu Romantic, salah satu dari lagu favoritku dan menaikan volumenya sampai 100%. (kebayang dah kuping pasti sakit banget lol ) Lalu aku segera menutup mataku.

“Anaknya itu yeoja loh. Kamu harus baik-baik padanya.” lanjut eomma, yang tidak aku dengarkan.

~Taemin POV End~

~MinGi POV~

“Aaaaahhhhhh” aku menghela napas panjang. Lalu berguling-guling di karpet. “Malaaaaaaaaaaaasssssssssssssssssssssssssssssssssss” aku mengerang panjang.

“Ya ! MinGi!!!” terdengar suara eomma cerewet menghampiriku. aku mengambil bantal dan mnutupi kepalaku dengan bantal tersebut. “Mandi! Mandi! Mandi! Jangan mentang-mentang liburan terus kamu libur juga! Ayo bangun!” eomma menarik bantal dari kepalaku.

“Aish eomma… ini kan libur!!!!!” aku mengomel sambil merangkak dan mennyalakan TV.

“Teman eomma dan anaknya mau datang kesini nanti siang ! Jangan bikin malu !”

“Yah.. mereka kan datangnya nanti siang.. Mandinya nanti aja siang deh… Dingin..” jawabku sambil memindah-mindahkan channel TV. Tiba-tiba eomma mematikan TV. “Ah!”

“Kalau begitu libur semuanya! Libur nonton TV, libur makan, libur minum, libur pergi, libur internetan…” mendengar kata terakhir aku langsung bangun.

“gyaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!! iya iya eomma aku mandi sekaraaannnggggg!!!” aku langsung berjalan cepat ke kamar mandi. aaahh mana bisa eomma meliburkanku dari internet?! tidak! >< Tanpa internet aku akan ketinggalan berbagai berita mengenai SHINee ! lol iya, aku penggemar SHINee xD aku Shawol~~

Karena kotaku , hem bukan, desa ini sangat jauh dari Seoul, satu-satunya cara untuk tetap update ya internet. hhhh…. kapan ya aku ketemu SHINee?? ah ! Kenapa jadi kepikiran itu? Sudahlah , aku mandi saja dulu..

Selesai mandi, aku langsung membuka laptopku dan mulai mencari-cari berita tentang SHINee. Oh.. jadi mereka sekarang sedang berlibur ke villa-nya Key ya.. hem, villa Key ada di Barat sedangkan daerah ini ada di timur ==. Kenapa sih mereka tidak berlibur ke sini saja? Kebanyakan artis pasti selalu ingin ke tempat panas dibandingkan tempat dingin.

“MinGi!!!!” eomma memanggilku dari dapur.

“Ne eomma!!! apaaaaaa ???!!!!” tanyaku sambil berseru tanpa meninggalkan laptop.

“Kaldu habis nih! Belikan dong!” seru eomma dari dapur.

“bentar… kagok…”

“SEKARAAANNNGGG!!!!!!!!!!!!!” teriak eomma dari dapur.

“aish!! iyaaa!!” aku bangkit dan memakai jaketku. “mana toh uangnyaaa ?”

“ambil di dompet eomma!”

aku mengambil beberapa lembar uang ribuan secukupnya. Tapi tunggu. Siapa tahu aku lapar di jalan heheheheehe. Aku pun mengambil beberapa ribu lagi dari dompet eomma dan pergi. lalalalala~~ (jangan dicontoh yak anak-anak lol )

Aku pun melangkah keluar. Dan mulai berjalan pelan. Uuuuhhh cuaca hari ini dingin sekali… Aku lupa memakai syal dan topi.. Untung aku sudah terbiasa.. hmmm..brrrr >< aku menoleh ke arah kanan. Telaga di dekat rumahku membeku. yay xD aku bisa bermain ice skating nanti~ aku tetap memandangi keindahan telaga yang membeku itu sampai tidak sadar ada orang di hadapanku. BRUK!!!

Aku dan orang yang aku tabrak sama-sama terjatuh. Masalahnya jalanan lumayan licin, jadi saja mudah sekali untuk jatuh terpeleset. Aku mengusap-usap pantatku. Haduh emak, sakitnyaaa. “eemm.. mianhae~ kamu tidak apa-apa?” tanyaku. tanpa berkata apa-apa, orang tersebut langsung berdiri dan pergi sambil menyeret kopernya. Omona… sombongnya… bahkan menatapku pun tidak. (=3=) huh apaan tuh. Padahal telapak tangannya terlihat berdarah tadi karena menahan tubuhnya yang terjatuh.

Lagipula ya ampun penampilannya… Jaket tebal sepanjang lutut dengan sweater tebal didalamnya, syal rajutan tebal dan masker, serta kupluk abu-abu yang terlihat hangat sekali. Tidak lupa sentuhan kacamata hitam besar yang betengger di batang hidungnya. Ckckckckcck baru sekali ini ketemu udara dingin atau gimana tuh.. nona? tuan? aku tidak tau. rambutnya tidak terlihat dari balik kupluknya.. sepertinya dia laki-laki. Dan aku bisa lihat sedikit kalau warna rambutnya.. blonde. wow 😮 . heeemmm tapi kakinya ramping sekali seperti perempuan.. Aku melihat kakiku. ah, kakiku juga seramping itu kok lalalallala~~~

Sudahlah, daripada mengurusi orang tidak dikenal lebih baik cepat-cepat membeli pesanan eomma. Sebelum dia mengamuk -_- . Tiba-tiba ponselku berdering.  Aku lihat siapa yg menelepon. ‘RADASEDENG EOMMA’ (yg nyadar maksud nama ini tolong jgn di ikuti hahahaha) . aku menepuk jidatku. “aiiihhh tuh kan beneran eomma” aku menekan tombol answer “yeoboseyo..”

“YAH ! MINGI LAMA SEKALI KAU !!! TEMAN EOMMA SUDAH DATANG TAU!!” teriak eomma dari seberang sana. Omona, aku sampai harus menjauhkan ponselku dari kuping. ckckckckck

“oke oke eomma!!! ini sudah mau pulang kok!!!” bohongku. Kalau eomma samapi tahu aku belum sampai… haduh. hari ini juga kiamat kayaknya.

“Ya udah cepet!” omel eomma yg langsung menutup teleponnya.

“aiihhh repot amat sih! Tuh tamu rese juga! Katanya dateng siang tapi kenapa jam segini udah nyampe ???!!!!” omelku sambil mengecek jam tangan. 11.00am ._. “yaahh.. masih pagi lah!” sambungku yang lalu berlari mengejar waktu sebelum kiamat datang (?)

~MinGi POV End~

~Taemin POV~

“Taemin-ah~, bangun!” sayup-sayup terdengar suara eomma menbangunkanku. hem… kulihat jam, 11.00. Lumayan, 3 jam. Eh ? Cuma 3 Jam? Bukankah perjalanan dari Seoul ke ……. paling sedikit membutuhkan waktu 6 jam? Kulihat jendela,

“aih, kenapa jendelanya membeku begini…?” tanyaku pelan sambil mengelap kaca mobil dengan lengan jaketku. Kulihat di luar. Aku belum pernah melihat daerah ini sebelumnya. “Ya, eomma, hyung, dimana ini??!!! Kata kalian kita akan pergi ke …… !!!!”

“ya, sama saja kan.” jawab eomma santai sambil memakai jaketnya. “Sama-sama desa juga kok…”

“Tapi ya dimana ini???? Aku sama sekali belum pernah melihat daerah ini….”

Taesun hyung melemparkan jaket dan syal ke arahku. “Pakai ini, di luar dingin sekali loh.” katanya lalu keluar dari mobil bersama eomma.

“tidak perlu!” ucapku kesal dan menyingkirkan jaket tersebut lalu keluar dari mobil. Namun… “YA TUHAN!!! DINGIN SEKALI !!!!!” pekikku sambil buru-buru masuk kembali ke dalam mobil. “Ya ampun, padahal tidak ada salju, bahkan matahari bersinar cerah, tapi kenapa bisa sedingin ini???!!!!”

Aku mengambil jaket yang hyung berikan tadi. Kuperhatikan jaket dan syal tersebut tersebut. Aih, ini tidak akan cukup! Kubongkar koperku, kalau tidak salah aku membawa sweater.. ya! Ini dia, aku mengambil sweater super tebal tersebut yang tidak tahu mengapa, saat packing ya ingin saja aku membawanya. ternyata berguna. Kupakai sweater tersebut, lalu jaket dan syalnya. Tidak lupa kupakai kupluk abu-abu kesayanganku. Sayang sekali aku tidak membawa penutup telinga. Ya sudahlah, aku keluar dari mobil. Kurasakan angin dingin menerpa wajahku. uuhhhhh…. aku mengambil masker dan kacamata hitam yang selalu aku bawa di tas kecilku. Aku berkaca, apa tidak terlalu berlebihan? ._. ya sudahlah, yang penting aku tidak kedinginan!

Aku berjalan pelan sambil mengingat arah yang tadi aku lihat dilalui eomma dan hyung. Untungnya disini memang hanya ada satu jalan setapak. Jadi aku tidak akan tersesat. Huh, benar-benar desa. Aku kesulitan menyeret koperku. Aish, koper ini kenapa jadi berat sekali… Di tengah jalan kubuka sedikit resleting koper untuk melihat isinya. “Ya woloh , apaan nih??!!!!” koperku jadi penuh dengan baju hyung dan eomma-ku itu. “aishh… pantas saja berat..” omelku sambil menutup resleting koper dengan kesal dan mulai berjalan kembali.

Aku memperhatikan sekitar. Di sini sepi sekali, tidak banyak perumahan dan penduduk. Toko pun hanya beberapa saja di tempat kami parkir tadi. Set ! ups! Hampir saja aku terpeleset. Jalanan disini licin, aku harus berhati-hati saat berjalan..

Sesuatu menarik perhatianku, aku menoleh ke sebelah kiri. Telaga yang membeku.

“Omona indahnya…” belum pernah aku melihat telaga membeku sedekat ini. Mungkin saja nanti aku bisa ber ice skating ria disana dengan Taesun hyung :3 aku terus berjalan tanpa mengalihkan pandanganku dari telaga indah tersebut.

BRUK!!!!

Aku menabrak seseorang, aku jatuh berlutut dan berusaha menahan tubuhku dengan tanganku. Hasilnya? Telapak tanganku berdarah. “Ouch…” aku menggumam pelan. Aih ! Sial sekali aku hari ini! Sudah diculik sama eomma ke tempat tidak dikenal, menabrak orang, jatuh, telapak tanganku berdarah pula! Sakit sekali laaaahhh~~~

“Ah, mianhae~~ kamu tidak apa-apa?” terdengar suara seorang yeoja di depanku. Yeoja itu bertanya sambil terduduk di hadapanku. Pasti sakit sekali tuh jatuh pantatnya duluan -_- Rasakan, suruh siapa menubrukku. Aku langsung bangkit, mengambil koperku dan melewati yeoja itu tanpa menjawab pertanyaannya. Pertanyaan konyol. Sudah jelas aku kenapa-napa. Tanganku berdarah.

-__- Yeoja ya ? Untung aku memakai masker dan kacamata hitam. Kalau tidak dia pasti akan heboh melihatku, SHINee Taemin ada di sebuah desa. *author : pede amat lo Taem* *Taem : gue kan ganteng. siapa juga yg ga kenal gue!!* *author : tau deh -___-*

Aku berjalan terus. Aku dapat merasakan yeoja tersebut memandangiku dari jauh. Insting selebritiku berkata demikian (hueeekk).

“oke oke eomma!!! Ini aku sudah mau pulang kok!!” aku berbalik. Yeoja tersebut sedang menelepon seseorang. Yah, sudah pasti itu eomma-nya. Lalu yeoja tersebut menutup ponselnya dan mengomel pelan sambil melihat jam tangannya. Mukanya terlihat kesal. Hey, yeoja itu cantik juga, kulitnya putih kekuningan sehat, rambutnya hitam dengan panjang tanggung, sesuai dengan bentuk muka dan tubuhnya yang bagus… aish , apaan sih aku ini!!! Aku menggeleng-gelengkan kepalaku. “Sadar pabo.. dia hanya seorang gadis desa…” aku meneruskan perjalananku mencari rumah kerabat eomma tersebut sementara yeoja tadi terlihat berlari ke arah pertokoan.

****

Akhirnya aku sampai di rumah yang aku tuju. Yah, lagipula hanya ada satu rumah di ujung jalan ini -_- dasar desaaaaaaaaaaaa.  “Permisi…” seruku sambil masuk ke dalam rumah. Lagipula pintunya tidak di tutup kok. Aku langsung masuk saja 😛

“Taemin, kau sudah sampai!!” terlihat eomma menghampiriku. Sedangkan Taesun hyung terlihat sedang menikmati minuman hangat sambil menonton TV. “Kenapa lama sekali?”

“Maaf eomma, tadi aku sempat terjatuh…” jawabku sambil memperlihatkan telapak tanganku yang berdarah.

“Omona!! Taesun! Tolong panggilkan E-hyeon (nama ibunya MinGi)! Minta obat!” seru eomma pada hyung yang sedang enak-enak bersantai. Ternyata tanpa dipanggil, E-hyeon ahjumma langsung datang menghampiri kami.

“Ada apa??” tanyanya cemas.

“Ini, tanganku anakku berdarah, bisa aku minta obat?”

“Oh tentu saja, tunggu ya…” E-Hyeon ahjumma pergi lalu kembali beberapa saat kemudian membawa sebuah kotak obat dan dengan cekatan mengobati tanganku sedangkan eomma permisi ke wc sebentar . Yang aku heran…omo… kenapa telapak tanganku diperban seperti ini sih? Kesannya kayak yang patah atau gimana -_-

“Maaf ahjumma.. Mungkin tidak usah pakai perban.. Ini terlalu…”

“AH sudahlah, biar tidak terkena kuman dan infeksi. Kau kan seorang artis, gawat kalau bagian tubuhmu ada yang kenapa-napa!” aku hanya manggut-manggut pelan saja. “Ah.. em.. namamu..”

“Lee Taemin imnida…”

“iya iya, Taemin! Bagaimana bisa aku melupakannya!” katanya sambil tertawa kecil. Bagaimana ahjumma satu ini, dia tau aku seorang artis tapi namaku saja dia lupa -__- “Nanti kau tidur di kamar anakku ya, Choi MinGi. Dia seumuran denganmu. Selama disini kau bisa mengobrol atau bermain dengannya.”

Choi MinGi? Kekekekekeke aku terkekeh dalam hati. Namanya mirip sekali dengan nama Minho hyung. Choi MinHo dan Choi MinGi. Aku berjalan menghampiri Taesun hyung.

“hei, hyung”

“ha?” jawab hyung-ku itu sekenanya tanpa mengalihkan pandangannya dari TV.

“MinGi itu namja kan ya? Dia orang seperti apa? Pasti hyung sudah tau kan dia seperti apa.” tanyaku sedikit berbisik.

“Ya aku pernah bertemu dengannya waktu dia masih kecil. Baik kok,” hyung terdiam sebentar. Lalu menatapku dan menaikkan sebelah alisnya “Eh, tunggu, dia itu ……”

“Taemin-ah~ kesini sebentar!” terdengar suara E-Hyeon ahjumma memanggilku, memotong pembicaraanku dengan Taesun hyung.

“Ah, ne ahjumma.” seruku .”bentar ya hyung!” kataku pada hyung lalu pergi meninggalkannya.

Aku mengikuti E-Hyeon ahjumma sambil menenteng koperku yang isinya sudah berkurang sekarang. Baju milik eomma dan hyung sudah diambil. Ahjumma menuntunku ke sebuah kamar yang ada di lantai dua. Aku memasukinya, kamar yang lumayan besar. Hem, tidak. Ini besar untuk ukuran satu orang. Dan lumayan rapih untuk ukuran kamar namja. Yah, walaupun masih banyak pakaian bekas berserakan di lantai….

“Maaf ya, MinGi memang anak yang berantakan. Aku akan menyuruhnya membereskan kamar ini saat dia pulang nanti.” kata E-Hyeon ahjumma sambil membuka jendela kamar. “Kau istirahat dulu saja disini yak.” lanjutnya kemudian dan langsung pergi kembali ke bawah.

Aku meletakkan koperku di semabarang tempat dan langsung merebahkan tubuhku di kasur. Kamar yang nyaman. Hangat, cerah, simple dan.. yah, style aku banget deh :3 Rasanya aku dapat dekat dengan yang namanya MinGi ini. Tumben eomma tidak memberikanku (?) yeoja. Biasanya dia selalu sibuk mencarikan yeoja untukku. Huh, aku belum tertarik. Makanya sekarang aku jadi sebal sama yeoja.

~~~hai taemin ganteng~~ ada sms untukmu nih ganteng~~

Terdengar dering sms-ku *sumpah narsis abis nih si Taem*. SMS dari Taesun hyung .

Aku, eomma dan E-Hyeon ahjumma pergi ke kota sebentar.

hem. Sperti biasa, singkat padat dan kurang jelas -_- . Aku melihat sekeliling kamar. Ada laptop. Wah, di desa ada laptop juga toh? Eh, ada internetnya juga! Lumayan nih. Aku melihat layarnya. Mataku sedikit membelalak. Situs Forum Internasional SHINee (bayangin aja SFI). LOL apakah dia seorang shawol ??? A fanboy?? Gaah. Aku me-minimize Mozilla-nya dan menelusuri foldernya. Lagunya… dari album Replay kami sampai Hello ada.. Video.. penuh dengan MV dan video perform kami. Foto ? Waks, penuh dengan gambar kami!!!! Hahahahaha this is funny man~ I’ll meet a fanboy LOL. Kira-kira seperti apa ya tampangnya? Penasaran… Aku cek lagi. Sepertinya dia tidak memilih satu diantara kami. Netral. hmmm… Yah namanya juga fanboy.. Aku tertawa terbahak-bahak sampai tenggorokanku kering.

Aku langsung turun saja. Haus, siapa tau ada makanan atau minuman di kulkas sini. Aku berjalan pelan, rumah ini dipasangi penghangat. Aku melepas semua jaket dan sweaterku. Sekarang aku hanya memakai kaos v-neck belang-belang abu hitam yang kubeli kembaran dengan Minho hyung. Baju ini benar-benar memperlihatkan dadaku yang mulus ._. Tak apalah. Pamer dada dikit gapapa toh ya~~

Aku mengaduk-ngaduk isi kulkas sambil menunduk. Bahkan aku sampai memasukkan kepalaku ke dalam kulkas saking semangatnya mencari makanan dan minuman. Aku mendengar suara pintu luar terbuka. Mungkin eomma dan hyung serta ahjussi sudah pulang. Tapi kagok nih, terusin cari makanan dulu deh…. Terdengar suara langkah kaki mendekat. Tidak aku gubris. Lalu, gotcha! Aku menemukan susu strawberry lalalallala~ baru saja aku mau mengeluarkan kepalaku dari dalam kulkas, sesuatu yang dingin diletakkan diatas punggungku.

“AAAAAARRRRGGGGHHHH DINGGGGGGGIIIIIIIIIINNNNNNNNNNNN” sontak aku menjerit dan langsung menegakkan tubuhku. Alhasil, kepalaku menabrak pintu kulkas. Aish, sakit sekali. Aku berjongkok sambil mengusap kepalaku

“AAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!” terdengar suara yeoja berteriak kencang sekali. Rasanya gendang telingaku bisa pecah. Aku menoleh ke atas dan berdiri. Kenapa ada yeoja di sini??? Siapa dia??!!!!!!! Tunggu !!! Dia yeoja yang menabrakku tadi!!!!! Kenapa dia ada disini???!!!!!

“Siapa kau ???!!!!!!!!!” Tanya yeoja itu histeris. Tangannya terlihat mencari-cari sesuatu dari atas meja makan. Glek! Apa-apaan yeoja ini?!

“Hei ! Aku yang seharusnya tanya! Siapa kamu? Kenapa bisa masuk rumah ini?!!! Seenaknya saja masuk ke dalam rumah orang!!!” balasku bertanya dengan nada suara yang tidak kalah histerisnya dan dengan sedikit menyentaknya. Aku masih menunduk, kuusap bagian belakang kepalaku. Uh, sakitnya…

“YAH !!!! AKU PEMILIK RUMAH INI!!!!” bentak yeoja tersebut tidak kalah kerasnya.

Mwo???!!! Pemilik rumah??????

-TBC-

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

qtl { position: absolute; border: 1px solid #cccccc; -moz-border-radius: 5px; opacity: 0.2; line-height: 100%; z-index: 999; direction: ltr; } qtl:hover,qtl.open { opacity: 1; } qtl,qtlbar { height: 22px; } qtlbar { display: block; width: 100%; background-color: #cccccc; cursor: move; } qtlbar img { border: 0; padding: 3px; height: 16px; width: 16px; cursor: pointer; } qtlbar img:hover { background-color: #aaaaff; } qtl>iframe { border: 0; height: 0; width: 0; } qtl.open { height: auto; } qtl.open>iframe { height: 200px; width: 300px; }

Love Without A Name – Part 4

Author : flaming tazkia (tazkia amalia)

Main Cast : Lee Jinki, Kim Nara, Choi Minho, Kim Kibum, Lee taemin, Kim Jonghyun

Support cast :Cho HyeRa,
Park Yeon,  Kang Minri, Shin Jojung, Lee Hyun Byul,

length :sequel

genre : mistery, life, family, romance, friendship.

rating: pg-15

Continue reading Love Without A Name – Part 4