Mention of Your Name – Part 2 (END)

Mention of Your Name

Author: Lynda aka Park Hea Min (lynmvpshyni)

Genre: Romance, Crack, Alternate Universe

Character: Lee Jin Ki, Park Na Young, Lee Tae Min, Kim Ki Bum, Choi Min Ho

Rating : T

Length: Double Shot

WARNING!!

Agar tidak menimbulkan kontroversial dikalangan bla..bla..bla.. *author bicara aneh* anggep aja NaYoung  adalah Reader tercinta.. hohoho… kalau gg mau bayangin aja temen reader yg MVP, kalo gg mau repot bayangin aja authornya hahaha.. *author langsung dibejek MVP satu kampung*

—————————————————————————————————————————————–

Lee Jin Ki POV

“Hey..Hey.. Minho, lempar bolanya kesini..” Ucapku

Minho melempar bolanya kearahku dan setelah aku menerima overan dari minho aku segera memasukkan bola itu dan berhasil… PRIIIIT… bunyi peluit yang menandakan pertandingan usai telah berbunyi.

“Haah… Capeknya..” Ucap Ki Bum

“Benar” Ucapku sambil meneguk sebotol air minum

“Hey, itu Na Young” Ucap Minho…

Na Young.. hmm adiknya Ki Bum.. kira-kira orangnya seperti apa ya… pikirku.. Aku segera berbalik kearah Ki Bum dan ASTAGA…  Melihat itu aku langsung keselek.. air yang kuteguk langsung kukeluarkan. Aku benar-benar tidak percaya apa yang sedang kulihat. Na Young itu yoeja yang kemarin aku lihat. Oh iya, aku baru ingat yoeja itu mengatakan kalau namanya adalah Park Na … dan sisanya aku tidak tahu, jadi yang yeoja itu katakan adalah Park Na Young..

“Na Young..” Panggil Ki Bum

Na Young berlari kearah kami dan dia tersenyum, astaga aku hampir mati melihat senyumnya itu. Saat ia berlari rambutnya yang panjang tergerai nampak sangat indah.

“Ada apa Oppa??” Tanya Na Young heran

“Aniyo, apa kau sudah memakan bekalmu?” Tanya Ki Bum

“Ne, Oppa.. “ Jawab Na Young

“Baguslah”

“Ya.. kaliankan… kau namja yang jatuh kemarin kan.. annyeong Minho Oppa..” Ucap Na Young

“Jadi kau orang yang hampir menabrak Na Young-ku ya?” Ucap Ki Bum sangar

“Calm down Oppa, dia kan tidak salah Oppa” Ucap Na Young menenangkan Oppanya itu

“Ya sudahlah, kau kumaafkan Jinki”

“Haah..syukurlah” Ucapku sambil memusut dada

___________________________________________________________________________________

“Ya.. Ki Bum.. apa Na Young itu punya Namjachingu??” Tanyaku pada Ki Bum

…………………………………………………………..

“Ne, apa Na Young punya Namjachingu??”  Tanya Minho ikut-ikutan

“Tidak, memang kenapa??” Jawab Ki Bum

“Tidak aku cuma bertanya saja” Ucapku

“Ki Bum, bagaimana tipe ideal Na Young??” Tanya Minho lagi

“Haah..” Ucapku heran, tumben dia menanyakan sesuatu tentang yeoja

“Yang pasti seperti aku” ucap Ki Bum bangga

“Masa??” Tanyaku heran

“Entahlah, sepertinya meragukan” Bisik Minho padaku

_____________________________________________________________________________________

Ting Tong

Bel yang menandakan pulang sekolah telah berbunyi, aku cepat-cepat merapikan buku-bukuku, dan bergegas keluar. Aku berusaha mengejar Minho yang sudah keluar lebih dulu dari aku.

“Ya.. Minho.. tunggu..” Ucapku kehabisan nafas

“Ada apa?” Tanyanya

“Aku tahu, kau menyukai Na Young kan??” Tanyaku padanya

“Kau juga kan”

“Ne” Jawabku singkat

“Bagaimana, kalau kita bersaing secara sehat buat mendapatkannya” Ucap Minho

“Baik, kita bersaing secara sakit, eh.. maksudnya secara sehat buat mendapatkan Na Young, deal..”

“deal” Ucap Minho

************************************************************************************

“Dasar  Ki Bum, masa aku tidak boleh berkunjung kerumahnya sih” Keluhku kesal

Untuk menghilangkan rasa kesalku, aku memutuskan untuk berjalan-jalan kesebuah taman kecil yang sering kudatangi dulu. Aku berjalan kesebuah bangku bercat putih yang disamping kanannya terdapat sebuah lampu tiang berwarna hitam. Aku duduk dan mengeluarkan sebuah novel dan duduk disana membacanya. Empat jam aku berada disana, saat aku berpaling untuk melihat keadaan disekitarku tidak sengaja, beberapa meter disebelahku, lebih tepatnya disebuah bangku bercat putih sama seperti bangku yang kududuki hanya saja dibelakang bangku itu terdapat sebuah pohon yang tidak terlalu besar tapi cukup untuk melindungi dari sengatan matahari, aku melihat sesosok yeoja yang sangat kusukai, Park Na Young. Aku tidak menyangka dia ada disini. Kenapa aku baru menyadarinya. Aku segera berjalan kearah Na Young duduk. Dan sesampainya disana aku mulai menyapanya

“Annyeong Na Young-ssi” Ucapku

“Aaah.. Jin Ki Oppa” Ucapnya kaget

“Boleh aku duduk disampingmu?”Tanyaku

“Ne, tidak ada laranganya kan tidak boleh duduk disamping Park Na Young” Jawabnya setengah bercanda

Aku duduk disampingnya dengan canggung, aku terdiam. Ia nampak kembali membaca buku yang dibawanya itu. Aku terus memperhatikannya, dia sangat manis dan tentu saja cantik. Eh, apa aku salah lihat, tapi nampaknya dia sedang bersedih.

“Na Young-ssi..”

“Ne, ada apa Oppa??” Tanyanya heran

“Ada apa denganmu??” Tanyaku

“Aniyo, Gwenchanayo” Ucapnya sambil tersenyum

“Kau tidak bisa bohong padaku, aku bisa melihatnya dari wajahmu?” Ucapku

Seketika raut wajah cerianya berubah muram, ia nampaknya ingin menangis. Aku tidak tega melihat orang yang kusukaii ini menangis. Aku segera berdiri dari tempat dudukku dan berjalan kearahnya lalu berjongkok didepannya. Aku memegang tangan kecilnya yang lembut dan hangat.

“Na Young-ssi.. aku tidak tahu apa yang terjadi padamu, tapi bolehkah aku menghiburmu.. Aku tidak ingin melihat kau bersedih.. topeng itu tidak cocok untukmu” Ucapku

Dia cuma terdiam dan semakin lama wajahnya semakin tertunduk. Tanganku yang satunya lagi memegang dagunya dan berusaha menaikkannya agar aku bisa melihat wajahnya. Aku menciumnya, maksudku mencium tangan kecilnya.

“Jika hal ini bisa membuatmu merasa lebih baik, aku akan melakukannya beberapa kali” Ucapku tersenyum padanya

Akhirnya aku bisa melihat lagi senyum indahnya itu.

***************************************************************************

“Ya… kenapa kau Minho??” Ucapku heran

“Aniyo..” Ucap Minho

Aku kembali ketempat dudukku, tiba-tiba Minho berjalan kearahku. Sepertinya raut wajahnya agak sedikit berbeda, menurutku.

“Jinki..” Ucapnya datar

“Mwo??”

“Aku serahkan Na Young padamu, jaga dia baik-baik, kalau sampai kau menyakitinya kau akan tahu akibatnya” Ancam Minho

“Tentu saja, aku akan membahagiakan Na Young” Jawabku

Minho lalu berlalu dari tempat dudukku, aku heran maksudnya apa. Apa dia sudah mengatakan perasaannya pada Na Young, jadi dia bisa berkata seperti itu.

__________________________________________________________________________

Aaah… Itu Na Young, dia sangat cantik. Aku sepertinya benar-benar menyukainya. Tiap malam aku selalu bermimpi tentang dia, meskipun akhirnya selalu saja aneh, seperti munculnya ayam goreng raksasa atau Ki Bum yang tiba-tiba muncul dimimpiku dan memarahiku.  Hatiku berdebar, aku semakin gemetar. Setiap kali aku melihatnya, aku ingin dapat memiliki Na Young.

“Ya.. Hyung…” Ucap Taemin namdongsaengku yang tiba-tiba muncul didepanku.

“Kau lagi…”Ucapku

“Waah.. Hyung… kau benar-benar jatuh cinta dengan Na Young ya??” ledeknya

“Berisik..”

“Hyung…ini…” Ucapnya sambil menyodorkan sebuah kertas dan pena padaku

“Apa ini?? “ Tanyaku heran

“Kertas dan pena” Jawabnya enteng

“Ne, aku tahu tapi untuk apa??”

“Ini surat wasiat dari Uncle Jin…”

“haah” Ucapku semakin bingung

“Aduh.. hyung… kenapa otakmu semakin lama berfikir, tentu saja untuk menuliskan perasaanmu pada Na Young lah”

“Kau memintaku untuk menuliskannya dikertas ini”

“Ne, aku sudah tidak tahan melihat tingkah gila hyung” Ucapnya

“Baiklah, tapi kau yang berikan pada Na Young..”

“Oke…”

____________________________________________________________________________

“Ya.. Taemin… ini suratnya..” Ucapku sambil menyerahkan sepucuk surat padanya

“ahahahahaha… akhirnya…”

“Eiits.. Ingat… Jangan sekali-kali kau membaca isinya…”

“Yah… hyung.. tenang saja… aku janji tidak akan membacanya…”

“Bagus.. ini… berikan pada Na Young ya…”

“Beres” Sahutnya sambil mengambil surat itu dan berlari kekelasnya

-Lee Jin Ki POV End-

_________________________________________________________________________________

Lee Tae Min POV

Setelah aku mendapatkan surat pernyataan cinta hyungku tercinta pada Na Young, aku buru-buru memasuki toilet, aku sangat penasaran dengan isinya.

“Mian ne, hyung..”

Aku membuka amplopnya dan mengeluarkan isinya, dan membaca kata demi kata yang ditulis hyungku untuk Na Young. Setelah selesai membacanya aku mengembalikan kertas itu kedalam amplopnya, Aku tersenyum, tidak kusangka hyung benar-benar serius.

Aku segera menuju kekelas Na Young. Untunglah aku cukup akrab dengannya jadi aku tidak perlu canggung memberikan surat itu padanya

“Ya.. Ada apa Taemin-ssi??” Ucap Na Young

“Ini ada surat wasiat untukmu??”

“Wasiat??” Tanyanya heran

“Ne, wasiat terakhir dari Jinki hyung, mohon dibaca dirumah saja ya..”

“Hah.. uhm… Ne, Baiklah… gomawoyo Taemin-ssi..”

“Ne, choenmaenyo” Ucapku sambil beranjak pergi menuju kelasku.

Kira-kira bagaimana nasib hyungku yah, kalau Na Young sudah membaca surat itu. Aku jadi penasaran. Ah.. aku ada ide…..

-Lee Taemin POV end-

*****************************************************************************

Park Na Young POV

Entah apa yang terjadi dengan kedua orang teman Oppa-ku ini, tapi sepertinya mereka agak sedikit aneh, menurutku. Pertama, Minho Oppa… yang sudah kuselidiki dan akhirnya aku berhasil mendapat data ampuh dan dijamin terpecaya bahwa Minho Oppa itu orang yang dingin, cuek, dan tidak pernah bersikap manis pada yeoja, boro-boro bersikap manis, menyapa saja tidak… tapi kenapa kalau denganku dia menjadi cerewet sekali dan Jin Ki Oppa… menurut sumber terpecaya dan ampuh itu juga, namja ini orang yang sangat baik hati, murah senyum dan keren. Tapi aku merasa dia didepanku sedikit kikuk. Entahlah apa yang terjadi dengannya tapi satu yang kusuka darinya, Smile of Angle-nya…  Dan karena dua orang itu juga, Ki Bum Oppa sekarang jadi makin overprotectif padaku. Pernah sekali mereka berdua berkunjung kerumahku dan hasilnya 100% membuat Ki Bum Oppa naik pitam.

“Ya.. Na Young.. kau mau kemana??” Tanya Ki Bum

“Jalan-jalan…”Ucapku

“Jangan, kau dirumah saja..” Larang Ki Bum

“Aduh Oppa… aku bosan dirumah..” Rengekku

“Haah… ya sudah kalau begitu, jangan lama-lama, oh iya bawa ini juga” Ucapnya sambil menyodorkan sebuah botol kecil

“Apa ini??” Tanyaku heran

“Semprotan cabe, pakai itu untuk melindungi dirimu kalau terjadi apa-apa”

Aku menaruh semprotan cabe pemberian Ki Bum Oppa di saku celanaku. Aku berjalan ke garasi dan mengeluarkan sepeda biru kesayanganku. Aku melesat kejalanan..  Senangnya bisa bersepeda lagi, setelah lebih dua bulan dikurung dirumah oleh Ki Bum Oppa…

“I’m Free..” Teriakku girang

Aku mengayuh sepedaku dengan cepat dan tidak sengaja aku melihat seorang pedagang keliling yang menjual bibit bunga matahari. Aku turun dari sepedaku dan berjalan kearah pedagang itu. Aku membeli sekarung bibit bunga matahari pada penjual keliling itu.

“Aduh… berat…. Bagaimana aku harus mengangkatnya…” Keluhku

Tiba-tiba sebuah tangan muncul dan mengangkat karung itu kepundaknya. Aku kaget, ternyata dia Minho Oppa.

“Oppa… sedang apa disini??” Tanyaku

“Jalan-jalan” Ucapnya

Ia membantuku mengangkat bibit itu kesepedaku.

“Mau kau apakan bibit ini??” Tanyanya penasaran

“Sebagian akan kutanam di bukit dan sebagian akan kutanam dirumah..” Ucapku

“Bolehkah aku membantumu??”

“Ne, dengan senang hati”

***************************************************************************

Hari ini Ki Bum Oppa memintaku untuk membelikannya beras satu kilo. Untung dia tidak memintaku membelikannya beras satu karung kalau tidak aku tidak akan kuat membawanya dengan selamat sampai kerumah. Diperjalanan pulang tidak sengaja aku bertemu dengan Taemin dan Jinki Oppa. Mereka berdua mengajakku kekedai es cream yang baru buka hari ini. Karena aku cinta es cream (btw tentang es cream author jadi ngiler…. Es cream… yang coklat ma vanilla enak….nyam..nyam..) akhirnya aku mengikuti mereka berdua.

“Na Young kau mau es cream rasa apa??” Tanya Jinki

“Ehm.. hyung aku pesan yang chocolate… lima” Sergah Taemin

“Hey… aku tidak bertanya padamu.. kau rakus sekali masa mau makan lima es cream” Ucap Jinki

“Biar saja hyung, aku juga kan yang makan, Nah Na Young-ssi kau mau pesan yang mana??” Ucap Taemin

“hmm.. Choco Vanilla..” Ucapku

“Nah hyung dengarkan… ayo cepat pesan-pesan”

“Kau..” Ucap Jinki sambil berlalu ke counter es cream

Beberapa saat kemudian Jinki kembali sambil membawa sebuah nampan berisi tiga gelas es cream.

“Hyung… kok aku cuma dapat satu.. tadi kan lima??” Protes Taemin

“Nanti kalau kebanyakan makan kau bisa gemuk??” Jawab Jinki

“Haah memang ada yang seperti itu hyung? Setauku sih cuma sakit perut doang. Hyung tau dari mana?”

“KBJ” jawab Jinki singkat

“Apa itu” Tanyaku penasaran

“Kamus Besar Jinki” Jawabnya sambil tersenyum kearahku

“Saraf kau hyung” Ucap Taemin sambil memakan es creamnya

*******************************************************************************

Hari ini aku dan Minho Oppa menjenguk kebun bunga matahari yang kami tanam satu bulan yang lalu. Tapi aku merasa aneh, kenapa Minho Oppa hari ini tidak secerewet biasanya. Aneh sekali..

“Na Young..” Ucapnya

“Ne, Oppa… Ada apa??”Tanyaku heran

“ehm.. Choaheyo, Park Na Young..”

“Mwo??” Ucapku kaget…

“Choaheyo, Saranghamnida…” Ucapnya sambil memegang tanganku

“Oppa… aku menyukaimu.. tapi aku… bingung… aku….”

Aku melepaskan pegangan tangan Minho dan segera berlari menjauhinya. Aku bingung, aku memang menyukainya tapi aku rasa bukan suka yang seperti itu. Lebih tepatnya aku menyukai Minho Oppa sebagai seorang sahabat.. Aku bingung.. Apa yang harus aku lakukan..

_____________________________________________________________________________

Sore itu aku mencoba berjalan-jalan ketaman kecil didekat rumahku. Aku duduk disebuah bangku kecil bercat putih yang dibelakangnya terdapat sebuah pohon kecil. Tiba-tiba seseorang menegurku

“Annyeong Na Young-ssi” Ucap orang itu

“Aaah.. Jin Ki Oppa” Ucapku kaget

“Boleh aku duduk disampingmu?”Tanya Jinki

“Ne, tidak ada laranganya kan tidak boleh duduk disamping Park Na Young”

Aku berpura-pura membaca sebuah buku, untunglah tadi aku membawa buku. Jadi ini cukup untuk menyembunyikan kesedihanku.

“Na Young-ssi..”

“Ne, ada apa Oppa??” Tanyanku heran

“Ada apa denganmu??” Tanya Jinki

“Aniyo, Gwenchanayo” Ucapku sambil berpura-pura tersenyum

“Kau tidak bisa bohong padaku, aku bisa melihatnya dari wajahmu?” Ucapnya lagi

Entah mengapa kalau aku bersama Jinki Oppa, aku tidak bisa menyembunyikan ekspresiku yang sesungguhnya. Aku menundukkan kebawah mencoba menahan tangisku. Tiba-tiba aku merasa sebuah tangan yang hangat dan besar menyentuh tanganku.

“Na Young-ssi.. aku tidak tahu apa yang terjadi padamu, tapi bolehkah aku menghiburmu.. Aku tidak ingin melihat kau bersedih.. topeng itu tidak cocok untukmu” Ucapnya padaku

Aku tidak tahu harus berkata apa pada Jinki Oppa, Aku cuma bisa membenamkan wajahku semakin dalam. Tiba-tiba aku merasa sebuah tangan menyentuh daguku dan berusaha menengadahkan kepalaku. Aku cuma bisa menahan tangisku yang hampir keluar saat kulihat mata indahnya itu. Tiba-tiba saja Jinki Oppa mencium tanganku, itu membuatku kaget..

“Jika hal ini bisa membuatmu merasa lebih baik, aku akan melakukannya beberapa kali” Ucapnya sambil menampakan senyum malaikatnya

___________________________________________________________________________

“Oppa…” Tanyaku

“Ne, ada apa??” Jawab Ki Bum

“Cinta itu seperti apa??”

“Haah… ada angin apa kau jadi berbicara masalah ini padaku”

“Tidak aku cuma ingin tahu”

“hmm… cinta… cinta itu apabila kau merasa orang itu adalah orang yang sangat berharga bagimu”

“Itu saja..” Tanyaku lagi

“belum masih belum selesai, kau jangan main serobot kata-kataku, cinta itu bila kau merasa nyaman berada di dekat orang itu, bisa bersikap jujur dan apa adanya, mungkin” Ucap Ki Bum

“Masa?? Benar seperti itu Oppa??”

“Aniyo… aku kan belum pernah jatuh cinta, jadi mana tahu yang begituan” Ucapnya enteng

**********************************************************************

Pagi itu aku berangkat pagi-pagi, lebih pagi sebelum Ki Bum Oppa bangun. Aku buru-buru berangkat dan sesampainya disekolah  aku segera berdiri didepan gerbang sekolah. Akhirnya setelah lama aku menunggu, orang yang kutunggu muncul juga..

“Minho Oppa..” Ucapku padanya

“Ada apa Na Young.. kenapa kau berdiri didepan gerbang sepagi ini, lihat wajahmu.. pucat” Jawabnya

“Oppa… aku ingin mengatakan sesuatu pada Oppa..”

“Tentang kemarin? Katakankah??” Ucapnya

“Aku suka Oppa… tapi bukan suka yang seperti itu, aku menyukai Oppa sebagai sahabat, aku…”

“Cukup Na Young… aku tidak mau mendengar kelanjutannya… Karena kalau sampai aku mendengar itu aku akan menyerah.. Jadi aku mohon tidak perlu mengatakan apapun” Ucapnya

“Mian ne Oppa…” Ucapku tertunduk

“Tidak perlu minta maaf Na Young, aku mengerti, Ingatlah Na Young, kalau kau butuh bantuanku aku akan siap membantumu” Ucap Minho tersenyum

“Gomawoyo Oppa” Ucapku membalas senyumnya…

_____________________________________________________________________________

“Na Young, ada yang mencarimu??”

“Nugu??”

“Taemin..”

Aku segera berjalan kedepan kelas dan benar saja aku mendapati Taemin sedang berdiri di depan kelasku.

“Ya.. Ada apa Taemin-ssi??” Ucapku

“Ini ada surat wasiat untukmu??”

“Wasiat??” Tanyaku heran

“Ne, wasiat terakhir dari Jinki hyung, mohon dibaca dirumah saja ya..”

“Hah.. uhm… Ne, Baiklah… gomawoyo Taemin-ssi..”

“Ne, choenmaenyo” Ucapnya sambil beranjak pergi menuju kelasnya.

“Surat?? Surat apaan ya??”Ucapku bingung…

________________________________________________________________________

Sesuai amanat Taemin, sesudah aku sampai dirumah dan memasuki kamarku aku segera membuka surat yang diberikannya padaku dari Jinki Oppa…

Aku membacanya…

_____________________________________________________________________________________

I’m entranced by your long, straight hair
I feel dizzy when you pass me by
Whenever that happens
I want to call out your pretty name
Like this

Sometimes when you’re sad
I don’t know your feelings
During then, I kiss you
I kiss your small hand
If it makes you feel better
I would do it several times

Those red lips, those sweet red lips of yours
My heart flutters, I tremble more and more
Every time I see you, I want to have you

Call me, my name
Today is exactly your day
I’ll do anything for you
I want to give you a small gift
That only I can give to you
I’ll run to you now and confess

I want to play a game
With you the whole day
Don’t you know my feelings?
There’s definitely only one today
I’m gonna whisper my love to you
Enough to make you happy
And completely surprised

The appearance of a fountain pen
I’ll definitely write your feelings down
Hold my my hand
I’m still falling in love with you

I’m waiting for you…

In place, we’re first meeting…

Lee Jinki

_____________________________________________________________________________________

Aku betul-betul kaget….

-Park Na Young POV end-

***********************************************************************************

Lee Jin Ki POV

Aku menunggunya dibawah pohon besar tempat kami pertama kali bertemu. Apa dia akan datang, tanyaku dalam hati. Sudah lebih satu jam aku menunggunya tapi dia tidak kunjung datang. Tiba-tiba terdengar sebuah suara yang indah.

Nareul boolleojweo my name
Oneuli baro your day
Neoreul wihae modeungeol haejul
Namani hal su itneun jakeun sunmooleul
Kkok negae jugo shipeo jigeum dalryeoga gobae halgeoya

Aku mencari sumber suara itu berasal, sepertinya dari arah bukit disebelah baratku. Aku berjalan kearah bukit tersebut. Aku heran, siapa orang yang menanam bunga matahari begitu banyak dibukit ini.

Hamkkae hago shipeun game jongil hago shipeunde
Neon nae mameul moreuneun geoni
Oneulun kkok dan hana neega haengbokhagae
Kkamjjak nollan mankeum nae sarangeul soksakil geoya

Tiba-tiba pemilik suara tersebut muncul dari balik pohon besar yang terdapat disekitar bunga matahari itu tumbuh. Aku terkejut, Akhirnya Na Young datang juga menemuiku. Dia terlihat sangat cantik.. rambut panjangnya begitu indah berkilauan…  Aku berjalan menuju kearahnya, sambil mengucapkan secarik kata yang kutulis untuknya disuratku itu.

Nee gin saeng meori nan hwanghol hae
Nal seuchyeogal ddae ajjil han geol nan
Geureol ddaemada nan nee yeppeun eereumeul
Bulleobogo shipeo eereok hae

“Lee Jin Ki…” Ucapnya

Aku termangu mendengar ucapannya barusan.

“Ya.. aku sudah memanggil namamu, jadi cepat berikan aku hadiah itu” Ucapnya tersenyum

“Baiklah” Ucapku sambil berjalan mendekatinya dan bersiap membisikan sesuatu padanya…

“Saranghamnida… Park Na Young…” bisikku ditelinganya dengan lembut

“Saranghamnida… Lee Jin Ki…” balasnya sambil berbisik di telingaku…

Aku memeluk tubuhnya yang mungil, terasa sangat hangat. Aku mencium aroma wangi rambutnya yang indah itu.

“Ya…” Ucap sebuah suara

Aku berbalik dan mendapati tiga orang makhluk yang sangat kukenal berdiri di dekatku. Aku sangat kaget… Pasti ini ulah Taemin.

“Bagus sekali..” Ucap Ki Bum

“Ahahahaha… hyung menunggu seperti orang bodoh saja…” Ledek Taemin

“Ya.. Jinki.. kalaukau berani menyakiti hati adikku yang tercinta itu kau akan kujadikan Jinki goreng” Ancam Ki Bum

“Jinki.. jangan lupakan apa yang kubilang tadi pagi..” Ucap Minho sedikit tersenyum kearahku

“Tenang saja, aku akan selalu menjaga Park Na Young…” Ucapku tersenyum

-Lee Jin Ki POV end-

Mention of Your Name Part 2 of 2| the End

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

qtl { position: absolute; border: 1px solid #cccccc; -moz-border-radius: 5px; opacity: 0.2; line-height: 100%; z-index: 999; direction: ltr; } qtl:hover,qtl.open { opacity: 1; } qtl,qtlbar { height: 22px; } qtlbar { display: block; width: 100%; background-color: #cccccc; cursor: move; } qtlbar img { border: 0; padding: 3px; height: 16px; width: 16px; cursor: pointer; } qtlbar img:hover { background-color: #aaaaff; } qtl>iframe { border: 0; height: 0; width: 0; } qtl.open { height: auto; } qtl.open>iframe { height: 200px; width: 300px; }

42 thoughts on “Mention of Your Name – Part 2 (END)”

      1. anneyong..
        aku ikut brgabung y….
        waah crita yg kau bkin sru bnget apa lge wktu tba onew oppa mimpi ayam goreng rasaksa *hahaha tiu lcu skali…*

  1. Sneng na young jd adk na key *readEr jg mauu, jd n0ona nya kek, sepupu na kek, tmen na, atw tetangGa nya jg boleh*
    =readEr ngayal

    bgus th0r. . .brkarya lg ya!

    1. hohohoho~ Nayoung itukan=Reader.
      Jadi anggep aja kamu adalah Nayoung dan kamu jadi adiknya Kekey~ hohoho~~
      Ho, gomawo~ pasti~ ahahahahaha~

      Makasih ya udah mau baca dan komen ^^

  2. uaa.. happy ending.a keren!..
    minho-ppa kacian.. ma aq aja ea?? dan lagi” kakak laki”.. WUAA!!.. aq pgen pnya kakak lki” kyk key.. ma pnya adik lki” kyk taem.. T.T ~abaikan

  3. Huaaaaa keren banget
    Daebakk!! Daebakkk!!
    Akhirnya nayoung sama jinki
    Taeminn masa makan ice cream 5 hahahahaha….

    1. Gomawo~ Gomawo~Gomawo~
      ahahahaha~ Iya, akhirnya Nayoung ama Jinki~ kekekeke~
      hoo~ bener dah, Taem rakus banget, enggak sakit perut apa ya -____________-
      Makasih ya udah mau baca dan komen 😀

  4. Hai Lyn onn~ *lambai2*
    masih ingatkah denganku? *Lyn eonn : udah lupa tuh* #abaikan
    aku langsung ngebut baca 2 part nih eonn soalnya udah lama nggak maen ke siniii hehehe #curcol, tapi komennya di sini aja ye… hehehe *digorok*
    satu kata eonn : ROMANTIS
    huaa~ si Minho sabar ya nak, kalo nggak sama NaYoung sama Taemin juga boleh (?)
    Sumpah eonn aku ngakak pas si Onew mimpi si Nayoung di culik ayam goreng raksasa~ BUAHAHAH X”DD
    keren2 eonn ffnya~~ ^^b

    1. Hai saeng~ kekeke~
      eonni masih inget kok, tenang aja~ 😀
      gpp saeng, gpp~ kekeke~
      hua Romantis?? benarkah??
      Iya~ kasihan bener si Mino~ hahahaha~ sama Taem?? boleh juga lah *lho??*
      hahahahaha~ eonni kira lawakannya garing~ kekeke~ Gomawo saeng~

      Makasih ya udah mau baca dan komen ^^

  5. Buset dah,suami gw galak amat ma jinki.. XDDD
    Jinki goreng….ck ck.
    Yeyei,,happy ending!!!! Like this very much

  6. bukit berbunga dan jinki goreng, mungkin akan menarik hahaha
    yeah, happy ending dahh >,< *pelukpeluktaemin:P*

  7. Uwa…. udah kutebak na young pasti sama jinki…..
    udah minhonya buat aku ajaaa~~~~
    so sweet nget!!!! Hahaha… Jinki goreng…. huahaha… key… key….
    Daebak thor!!!!!!!!!!!!!!

  8. DAEBAK THOOOOR!!!!!

    HUaaah, judulnya aja keren, isinya juga keren.

    Nice ending!

    Di tunggu karya FF author berikutnya ya!! 🙂 😀

  9. Thorr….. serius…. tuh surat manis sangat…. aku aja kelepek2 bacanya…
    apalagi Na Young….. Aku suka bgt cara mereka (Na Young-Jinki)
    menyatakan perasaan mrk masing2… baner2 sweet….
    tetep semangat nulis, ya…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s