Real Love – Part 4 (END)

Real love part 4

Main cast         :           -Lee Taemin

-Song Sarang

– Choi Minho

– Shin Minyoung à desi fitriana,

Other cast        :           – SHINee MEMBER

–          Park Rin chan

–          Yang lain cari sendiri

Rating                         :           PG15

Genre             :           Romance, Friendship

©2010 SF3SI, Freelance Author.

Bel sudah berbunyi pertanda jam sekolah sudah selesai. Aku memutuskan mengikuti sarang, aku ingin tahu dimana rumahnya, siapa tahu aku bisa main sekaligus bertanya apa yang ingin ku tanyakan. Kulihat dia sedang keluar gerbang lalu bertemu dengan seorang siswa laki. Tunggu itukan minho hyung, rasa penasaranku bertambah besar kulihat sarang berjalan beriringan sambil bersenda gurau, tumben minho hyung tidak membawa motornya. Baru kali ini kulihat sarang menunjukan bernagai ekspresi dan aku benci karena tidak pernah sedikitpun dia memperlihatkan ekspresinya terhadapku, sekalinya aku melihat ekspresi tertawanya saat monyet dan ikan (baca : eunhyuk dan donghae) membuatku bonyok.

Kulihat dia memasuki sabuah apartemen yang cukup berada. Ku ikuti dia masuk dan anehnya minho hyung malah ikut masuk ke dalam apartemennya, apa mereka tinggal bersama? Sebenarnya sejauh mana hubungan mereka?

Ku tunggu minho hyung didepan pintu apartemen sarang namun sudah menjelang malam dia tidak keluar juga kuputuskan untuk mengetuk pintu apatemen itu.

Kemudian ada suara dari dalam dank u yakin itu sarang.

“oppa tolong bukakan pintu” ucapnya. Oppa? Apa mereka pacaran? Kemuadian kulihat pintu bergeser sedikit dan kulihat minho hyung keluar dengan menyembulkan wajahnya kulirik sedikit badannya dan dia shirtsless, omo badannya begitu bagus dan membuatku bernafsu, aku sangat kaget melihatnya.

“ohh kau taemin-ah, ada apa?” tanyanya tidak mempersilahkan masuk

‘a.. a.. apppaa yang kau lakukan hyung?” tanyaku terbata-bata, kulihat dia tersenyum jahil.

“hanya sedikit main-main” ucapnya dan membuatku syok sekaligus cemburu, padahal minho hyung tidak pernah melakukannya terhadapku *lho?*

“siapa oppa?” ku dengar suara sarang mendekat lalu melebarkan pintu itu, dan kulihat ia hanya memakai kimono untuk mandi, apa mereka benar-benar melakukan ‘itu’? batinku yang sudah tidak karuan.

Sarang POV

‘kenapa minho oppa lama sekali?’ batinku, aku yang hanya memakai tanktop biru dan celana sepaha memutuskan untuk melihat keluar, tapi tunggu kalau itu orang yang tidak aku kenal bagaimana? Apa yang mereka katakana kalau aku hanya memakai baju minim seperti ini dan minho oppa yang shirtsless, MWO?! SHIRTLESS!??!! Omoo dasar oppa bodoh, karena terburu-buru aku hanya memakai kimono mandiku, yang tergantung di dekat kamar mandi.

“siapa oppa?” tanyaku sambil melebarkan pintu masuk agar lebih melihat jelas siapa orang di depan sana “taemin ssi?” tanyaku terbata-bata, hatiku berdetak kencang, aku sangat gugup. Tapi apa yang dia lakukan sudah semalam ini di depan apartemenku dan masih memakaibaju sekolah pula. Apa dia diusir dari rumah? Tapi wajahnya tidak menunjukan dia di usir malah wajahnya lebih menunjukan rasa terkejutnya. Kupersilahkan dia masuk.

“kau mau minum apa taemin ssi?” Tanya sarang dengan suara gugupnya.

“apa saja” ucapnya sambil duduk disofa depan tv dan minho oppa dia malah melanjutkan bermain winning elevennya haahh dasar aku tidak menyangka dia kerumahku hanya untuk bermain game ku kira dia mau apa.

“Ini minumnya” ucapku sambil menaruh minum itu di depan taemin dan duduk disampingnya, ‘deg’ jantungku kembali bergemuruh padahal aku hanya duduk di dekatnya tidak sampai bersentuhan. Ya aku yakin ini cinta, aku sadar aku mulai mencintai taemin, tapi bagaimana jika dia sepeti ayahku? Bagaimana jika dia meninggalkanku begitu saja tanpa alas an yang jelas.

“ taemin, ayo kita bertanding” ajak minho oppa, sepertinya dia mengerti dengan keadaanku, wajahku sudah mulai memerah. Taemin mengangguk dan duduk di bawah bersama minho oppa, kulihat permainan mereka sangat seru tanpa terasa mata ini tertutup lalu aku tertidur di sofa.

Minho POV

Kulihat sarang tertidur di sofa, aku melihat taemin dia sedang serius mengalahkanku, ku pause gamenya

“taemin kalau aku bisa mengalahkanmu kau harus jujur dan menuruti perintahku” tantangku, dia menoleh kearahku lalu mengangguk semangat.

Sudah satu setengah jam aku bertanding dan kulihat selisih skornya dia tertinggal 3 di belakangu – 5-2 – dan waktunya habis, dia kalah ini saatnya.

“kau kalah taemin!!” seruku penuh kemenangan

“aaahhh neee” jawabnya pasrah, aku berbalik kearahnya kutatap wajahnya lekat-lekat

“\aku akan memeberi mu pertanyaan dan kau harus menjawabnya dengan jujur” ucapku kulihat wajahnya menunjukan kepasrahan.

“pertama, apa kau menyukai ku?” Tanya ku

“ah, hyuung” ucapnya tersipu malu, jangan-jangan dia menyukaiku, aish aku jadi ikutan malu jadinya.

“abaikan, kedua, kau menyukai sarang?” tanyaku setelah tersipu-sipu malu, wajahku mulai serius, lalu dia mengangguk dengan wajahnya yang memerah.

“jika aku menyukai sarang, apa yang kau lakukan?” tanyaku dengan serius wajahnya menatap mataku lekat, ada sedikit kemarahan disana

“aku akan membunuhmu hyung” ucapnya dengan wajah seriusnya dan membuatku bergidik ngeri

“bagaimana dengan minyoung?” tanyaku lagi kemudian wajahnya berubah menjadi ragu “ceritakan padaku” lanjutku

“dulu dia pacarku hyung, dan dia meninggalkan ku begitu saja” ucapnya dengan raut wajah sedihnya “aku masih menyukainya tapi pada saat sarang datang aku merasa tertarik dengan sarang, aku pikir aku menyukainya” ucapnya lagi, aku terdiam mencari pertanyaan lagi.

“apa kau yakin dengan pernyataanmu itu?” tanyaku kembali menatap wajahnya

“aku yakin hyung” ucapnya penuh keyakinan

“sarang atau minyoung?” tanyaku dia kembali mengernyit bingung

“sarang” ucapnya yakin

“baiklah, kalau kau menyukainya kejar dia dan rebut dia dariku dan dapatkan dia seutuhnya” ujarku menatap tajam wajahnya, aku memang menyukai sarang namun rasa sayangku terhadap taemin mengalahkan rasa tak mau kalahku.

“BAIK HYUNG, AKU AKAN MENDAPATKAN CINTANYA” teriaknya semangat dan membuat sarang terbangun, lalu tertidur lagi ‘dasar kebo mati’ ucapku dalam hati.

“dan satu lagi pertanyaan untukmu” ucapku

“apa hyung?”

“jika sarang lebih bahagia denganku, apa kau akan merelakan dia untukku?” tanyaku, wajahnya terlihat sedih bingung marah pokoknya bercampur lah, kemudian dia menatapku yakin.

“ne, karena mencintai tidak harus memiliki dan akan behagia melihat pasangannya bahagia walaupun itu dengan lelaki lain” ucapnya sangat yakin, aku salut dan aku benar-benar mempercayakan sarang dengannya, rasa sayangku melebihi rasa cintaku pada sarang.

“permintaanku, jangan pernah kau membuat sarang menangis lagi, sekali dia menangis karena mu aku tidak akan segan-segan merebutnya darimu, sudah malam aku pulang dulu yaa, kau jaga sarang disini” ucapku sambil beranjak dari duduku dan memakai pakaianku. Kulihat wajahnya bingung. “ aku percaya padamu” ucapku lagi sambil memukul pundaknya

Sarang POV

Terik matahari membuatku terbangun dari tidur nyenyakku, aku merenggangkan badanku sejenak, lalu memandang sekelilingku, aku berada di kamarku? Perasaan kemarin malam aku tidur di bangku. Aku beranjak dari tempat tidurku ke kamar mandi, kebetulan sekarang libur *libur mulu dah* aku jadi malas mandi jadi aku hanya cuci muka saja.

Kulihat ruang tvku sangat berantakan, aku berniat untuk membersihkannya dan betapa kagetnya aku melihat taemin sedang tidur di sofaku, kupandangi wajahnya terlihat seperti anak bayi sangat polos, kutelusuri wajahnya menggunakan telunjukku sambil tertawa kecil

‘GREP’ tiba-tiba dia memegang tanganku dan menjatuhkanku ke tubuhnya lalu memeluk tubuhku, hangat, itulah yang kurasakan. Lama aku dalam posisi seperti ini.

“jangan menggangguku saat sedang tidur” ucapnya, kkulihat matanya masih tertutup, aku mencoba melepaskan pelukannya, tapi bukannya terlepas dia malah semakin erat memelukku.

“OMOO!? Hehe mian aku mengganggu” ucap seseorang dibelakangku, seketika itu juga aku melepaskan pelukan taemin dengan sekuat tenaga. Kulihat minho oppa berjalan ke dapur. “hei lain kali kalau ingin berbuat seperti itu di kamar” ucapnya membuat wajahku memerah karena malu. Kulihat dia membawa 3 kantong pelastik belanjaan.

“hei hyung aku pulang dulu yah” ucap taemin pada minho oppa yang berada di dapur.

“aah nee” jawab minho oppa sambil mengeluarkan makanan dari kantong pelastik.

“jadi kau sudah mulai bersikap biasa dengan taemin?” Tanya minho oppa tanpa menoleh kearahku.

“aku mencoba membuka hatiku untuk orang lain” ucapku lirih, aku juga bingung akan perasaanku.

………..

Hari ini aku ke rumah sakit lagi untuk menengok ibuku yang sedang sakit. Aku menyusuri lorong rumah sakit ini untuk mencapai kamar oemmaku, sesampainya disana kulihat ada seorang lelaki berbadan tegap memakai jas dan terlihat sangat elegan, aku memberanikan diri untuk menghampirinya, ingin tahu siapa dia dan apa keperluannya kesini karena jujur aku belum pernah melihat ibu dekat dengan pria lain.

Kulihat ibuku terlihat sangat senang dia terus memegang tangan pria itu,aku semakin memajukan adanku dan betapa kagetnya aku ketika ku lihat wajah pria itu, dia… dia orang yang selama ini membuat hidupku menderita, membuat oemmaku gila hampir bunuh diri, membuat kehidupanku tidak pernah tenang dan dia yang membuatku trauma denga namja.

Kulihat dia tersenyum getir saat meliatku, terlihat wajahnya penuh dengan penyesalan dan melihatnya membuat perutku mual. Aku terus diam sambil memandang lantai rumah sakit, tak sedikitpun kata maaf yang keluar dari mulutnya, aku memutuskan untuk keluar dari ruangan yang membuatku sangat mual, namun saat aku beranjak keluar sebuah lengan besar yang kasar  menyentuh pergelangan tanganku, yak pria itu memgang tanganku.

“mi.. mianhe” ucanya namun aku masih pada posisiku, aku tidak kuat menghadapnya, wajah itu membuatku mual.

“mianhe mianhe mianhe” dia terus mengatakan kata-kata maaf kurasakan pegangannya terlepas, kulirik sedikit dia sedang duduk bersimpuh dibawah kaki ku, aku berbalik menghadapnya.

“mianhe aku telah meninggalkan kalian, mianhe aku bukan kepala keluarga yang baik, mianhe aku seorang yang tidak berguna, mian aku telah membuat ibumu seperti ini, mian aku telah membuatmu tidak pernah merasakan hangatnya kasih saying seorang ayah, mian mian mian” dia bersimpuh sambil menangis terisak, rasa mualku hilang digantikan rasa bersalah dan rasa iba.  Aku mencoba tidak perduli tapi hati ini mengatakan kalau aku harus menerima appa kembali, ‘Tuhan beri aku jawaban atas semua ini’ batinku.

“apa cukup hanya kata maaf yang kau ucapkan?” ucapku dingin, aku masih membencinya.

“entahlah tapi hanya ini yang bisa aku lakukan” ucapnya seraya mengis terisak

“kemana kau selama ini? Hhahh kemana kau saat aku diejek temanku? Hhahh kemana kau saat ibu membutuhkanmu? Hah kemana kau saat kami berdua hampir jadi gembel? Kemana??!!! Sadarkah kalau kau itu masih mempunyai satu anak dan istri? Sadarkah kau telah menelantarkan mereka!?” teriakku sambil menangis terisak-isak.

“semua temanku mencaci ku, dia bilang aku anak haram yang tak punya ayah, dia bilang aku anak orang gila, sadarkah kau itu menjadi trauma tersendiri untukku?!!” aku terus menangis dan kulihat ibuku ikut duduk bersimpuh dengan ayahku.

“taukah kau aku selalu benci dengan pria dan tidak percaya kepada mereka dan itu karena KAU!!! AKU MEMBENCIMU!!!!!!!!” aku berteriak sekencang mungkin lalu pergi dari rumah sakit itu, aku berlari-dan terus berlari tanpa arah dan tujuan sambil menangis.

‘bukk’ tiba-tiba aku menabrak seseorang kutengadahkan keplaku ‘taemin’ batiku, aku masih terus memandangnya dengan air mata yang masih mengalir dipipiku “hiks hiks hiks” perlahan aku mendekatkan diriku ke taemin lalu memluknya erat,dia membalas pelukanku dan mengajakku ke rumahnya yang memang dekat dari jalan yang kulewati..

Didalam kamarnya aku masih menangis dan masih tetap memeluknya, entahlah rasanya enggan untuk melepaskan pelukan ini, pelukan ini begitu nyaman dan hangat.

Author POV

Taemin masih tidak mengucapkan sepatah kata pun, ia takut kalau dia berbicara malah akan memperparah keadaan, jadi dia hanya mengusap-usap lembut kepala sarang sambil sesekali mencium puncak kepalanya.

Sarang yang merasa kelelahan sehabis menangis itupun tertidur di dada bidang taemin, taemin masih terus mengusap-usap kepala sarang, karena dia juga merasa capek akhirnya dia tertidur disamping sarang sambil memeuknya.

Tak terasa pagipun tiba, terasa sengat matahari mengenai wajah sarang yang suram itu, dia mencoba meregangkan tubuhya tetapi dia merasa seperti dan yang merengkuhnya dari belakang dan membuat dia sulit bergerak.

“nggghhh” taemin hanya mengerang sedikit lalu mengeratkan pelukannya ada sarang, dia masih dialam bawah sadarnya jadi dia menganggap sarang adalah gulingnya. Sarang membalikkan badannya dan betapa kagetnya dia ketika melihat wajah taemin yang hanya berjarak beberapa cm dengan mukanya. Wajah sarang merah padam dan memanas.

“ta..taem..taeminssi”ucap sarang terbata-bata karena saking gugupnya, jantungnya berdetak sangat cepat, dia berusaha melepaskan diri dari rengkuhan taemin, tapi percuma tenaga taemin jauh lebih kuat jadi dia memutuskan untuk membangunkan taemin.

“taeminssi” ucap sarang lagi kali ini dia lebih mengeraskan dan memperelas suaranya, tak lama kemuadian taemin mengerjap-ngerjapkan matanya, lalu dia melihat sarang persis ada didepannya dengan jarak yang sangat tipis.

Lama-kelamaan wajah taemin semakin maju, dan akhirnya bibir mereka berdua  bersentuhan, taemin mencium bibir sarang dengan hangatnya. Taemin melepaskan ciumannya dan memandang wajah sarang lekat-lekat “saranghae” ucapnya dengan nada yang sangat lmbut, terlhat raut wajah kebingungan di wajah sarang, dia seperti ingin mengucapkan satu kata namn terasa sangat sulit.

“na..nado” ucap sarang pada akhirnya, terlihat taemin sangat terkejut, lalu dia tersenyum dengan sangat lembut, lalu kembali memeluk sarang.

………………….

“MWO!? Kalian sudah jadian?” terlihat minho sangat terkejut dengan pernyataan taemin saat mereka berada di rumah sarang.

“ne, lihat kan hyung aku bisa merebut sarang darimu” ucap taemin semangat sedangkan sarang hanya terkikik geli.

“aigooo aku patah hati” ucap minho lirih sambil menundukan kepalanya, lalu dengan tiba-tiba dia menegakkan kepalanya “eh gakpapa deng aku ama minyoung aja deng haha” ucap minho kesenengan sendiri.

“nyeeehhh kaya minyoung mau aja ama hyung” ceplos taemin dan langsung mendapan keplakan di kepalanya dari minho.

“ama yang kaya kamu aja mau, apalagi yang ganteng kaya aku” ucap minho percaya diri.

“yaelah mata belo aja belagu” taemin makin menimpali, minho yang tipikal tidak mau kalah kembali mencaci taemin.

“nyeehhh bencong dasar”

“dasar rambut abstrak”

“belatung nangka”

“cacing bunting”

“ulet ninjo”

“ulet sawi”

Terlihat taemin dan minho terus2an ngatain sampe-sampe mereka gak sadar kalo sisarang udah tidur terlelap dalam mimpinya.

“DASAR KEBO MATI” ucap minho dan taemin barengan ngatain sarang, lalu mereka tertawa bersama.

………………………

Sarang sudah memaafkan appanya, dikarenakan kesembuhan ibunya yang sangat cepat, sekarang mereka bertiga tinggal di suatu rumah sederhana di pinggiran kota.

Begitu juga hubungan taemin dan sarang yang semakin mesra saja.

“hei kebo mati, bangun gak” seru taemin sambil mengguncang-guncangkan tubuh sarang yang sedari tadi belum bangun.

“yyaakk belatung nangka!!! Aku masih ngantuk” teriak sarang yang merasa terganggu.

“eh ngatain lagi, bangun gak, atau aku cium niiihhh” ucap taemin sambil memaju-majukan bibirnya.

“ANDWEEE”

*fin*

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

qtl { position: absolute; border: 1px solid #cccccc; -moz-border-radius: 5px; opacity: 0.2; line-height: 100%; z-index: 999; direction: ltr; } qtl:hover,qtl.open { opacity: 1; } qtl,qtlbar { height: 22px; } qtlbar { display: block; width: 100%; background-color: #cccccc; cursor: move; } qtlbar img { border: 0; padding: 3px; height: 16px; width: 16px; cursor: pointer; } qtlbar img:hover { background-color: #aaaaff; } qtl>iframe { border: 0; height: 0; width: 0; } qtl.open { height: auto; } qtl.open>iframe { height: 200px; width: 300px; }

15 thoughts on “Real Love – Part 4 (END)”

  1. Aaaaa gak mau maunya ama minho! Taemin mah-_- aduh minho daebak bgt sih dia baik bgt sih aaa makin cinta(?) Minho sm gue aja yak

  2. OMOOOO~ akhirnya dia bahagia bersama taemin 😀 padahal tadinya aku pikir dia sama minho trus taemin balikan sama mantannya. Ternyata dugaan ku salah hoho -_- FFnya bagus eooonnn 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s