It’s All About Love [1.2]

It’s All About Love  [ Part 1 of 2]

By: Litha_Nisa/Lita_cs/ Lim Jin Ji

Cast     : Lee Taemin , Lee Jinki, Lim Jinji

Genre  : romance (?) *sorry, I dunno*

Aku kembali!!! Hoola cemuanya!!! Apo kabarnyo??? Baikkah? Baiklah,,, kali ini litha_nisa menampilkan *jiahh,* ff baru. Huwe,,, setelah membaca kembali WJGA dari part 1- abis. Gaya tulisan saiya ini semena-mena*précis orangnya* jadi saya akan memperbaiki sedikit disini. Kalo ada yang kurang berkenan, katakana saja. Tak apalah!!! Hahaha, saya bukan hanya butuh respon baik *tetep butuh loch,penting!* namun juga kritik dan saran. Ha-ah. Saya bahagia WJGH lumayan bagus responnya. Jadi saya harap ini lebih dari itu. Jangan lupa comment okey? Hope u like this!!!

~ ~ ~ START ~ ~ ~

Annyoung,namaku Lim Jin Ji, umurku 19 tahun. Aku sedang kabur dari rumahku di Indonesia . Daddyku orang Indonesia ,pemilik perusahaan besar cabang dari korea . Mommyku orang korea , jadi aku blasteran indo-korea. Aku kabur dari rumah karna akhir-akhir ini daddy dan mommy selalu bertengkar,klimaksnya adalah saat mereka memutuskan akan bercerai,aku tidak terima,lalu aku kabur ke Korea,namun aku tidak mungkin berada di Seoul atau daerah kota besar seperti itu. Jadi aku memilih Mokpo ,yak,dan mencari daerah mokpo yang agak kepinggir gitu(yang jauh dari keramaian). Karna aku tahu daddy pasti gampang sekali menemukanku jika aku berada di kota-kota besar.

Dan,sekarang aku sudah ada di Mokpo ,tepatnya di sebuah halte yang sepi dan entah-dimana-ini. Dan,,,aku mau tinggal di mana nantinya?

Wah,ada halmoni turun dari sebuah bus dengan banyak belanjaan di tangannya. Umm,aku Tanya aja deh!

“excusme,eh,ah, anyyoung halmoni, boleh saya tanya,hotel terdekat dari sini dimana ya?” tanyaku dengan nada seramah mungkin.

“hah?” halmoni itu melihatku dengan tatapan aneh, “siapa namamu?” tanyanya.

“ah,mian, joneun Lim Jin Ji imnida halmoni,” kataku sambil tersenyum ramah.

“oh,,,JinJi-ssi, apa kau sedang berlibur?” tanyanya lagi.

“anny, saya, saya hanya,,,” jawabku ragu.

“waeyo? Apa kau sedang ada masalah?” tanyanya menyelidik. Lalu aku mengangguk lesu,dia duduk di halte. “mari duduk, ceritakan padaku,siapa tahu aku bisa membantumu,”ucapnya. Aku ragu sih, namun dia terlihat baik walau agak dingin. Yah, kuceritakanlah semuanya.

~ ~ ~ lll ~ ~ ~

“ohh,bagitu, jadi kau kabur ya, kau blasteran, dan kau bersembunyi untuk menenangkan dirimu sesaat begitu?” jelasnya panjang lebar.

“yaah,begitulah halmoni,”ucapku pasrah.

“bagaimana kalau kau tinggal bersamaku?”

“wmo?’ aku terkejut dengan apa yang halmoni itu katakana barusan.

“ya,kau adalah yeoja yang pabo. Di sini mana ada hotel, dan kau bisa untuk sementara membantuku membersihkan rumah. Aku punya kedai kecil disini,kau juga bisa membantuku disana. Bagaimana?” tawarnya.

“jincayo halmoni?” tanyaku penuh harap.

“nthe,” jawabnya sambil menganggukkan kepala.

“ huwaa,,,gomawo halmoni,” ucapku riang “aku mau, aku akan membantu halmoni dengan sekuat tenaga!” jawabku bersemangat.

“yaya, panggil saja aku Lee halmoni dan ayo cepat pulang!”

“okey,let’s go!”

“ dasar anak muda!”
”hehe, halmoni,,,”

~ ~ ~ lll ~ ~ ~

Sudah beberapa hari aku tinggal bersama Lee halmoni. Sangatlah menyenangkan! Namun ada yang beda sejak hari ini,.

“halmoni,,, Lee halmoni,,, where are uuuu???” teriakku,.

“yak! Aku disini pabo yeoja!” Jawabnya.

“woo!!!” aku cemberut, “ aku tidak pabo halmoni! Ya! Kenapa halmoni masak? Bukankah kedai hari ini tutup ya?” tanyaku ingin tahu.

“cucuku akan datang,” jawabnya santai.

“WMO? Cucu? Nugu halmoni?” tanyaku lagi.

“Lee Tae Min, cucu kesayanganku, mungkin sebentar lagi akan datang. Tolong kau Bantu aku beres-beres, arasso?”

“ye,,, halmoni,”

~ ~ ~  lll ~ ~ ~

“annyoung haseyo halmoni! Aku datang! “ seseorang berkata.

Aku melihat ke depan ada seorang namja dengan tas ransel di punggungnya. Pasti cucunya halmoni. “ya, halmoni kemana ya?” Tanyaku mencari-cari keberadaan lee halmoni.

“yak! Kau siapa?” tanynya kaget melihatku.

“ah,annyoung. Joneun lim jinji imnida. Kau pasti cucu halmon kan ? Silahkan duduk, akan kupanggilkan halmoni dan kubuatkan teh,” ucapku sopan.

“ah,kamsha hamnida” katanya seraya membungkukkan badan.

Lalu aku masuk ke dalam, “Lee Halmoni, itu cucu halmoni sudah datang, “ kataku

“ya,,gomawo,” jawab halmoni.

~ ~ ~ lll ~ ~ ~

“ha, kau sudah datang taemin,”

“ya, halmoni apa kabar?”

“baik, bagaimana denganmu?”

“tentu baik, ah, siapa itu halmoni?”

“oh, dia, dia jinji, bekerja untukku,”

“oh,”

“silahkan tehnya,”

“ kamsha hamnida”

~ ~ ~ lll ~ ~ ~

Setelah itu, kami berkenalan. Dia sangat baik dan sopan. Aku juga sudah menceritakan kenapa aku ada disini. Umurnya 2 tahun lebih tua dariku. Dan, pssst, dia itu,, lumayan juga, hehehe…

“ ha? Jadi mereka akan datang hari ini?”

“ siapa halmoni?” tanyaku setelah mendengar halmoni begitu terkejut.

“appa,umma dan dongsaengku,” jawab taemin.

“oh,,, MWO? Dongsaeng? Kau tak cerita kau punya adik! Haa, Lee Tae Min bagaimana kau ini!” ucapku kesal.

“mian,mian,” ucapnya sambil tertawa “ adikku masih di sekolah dasar, 10 tahun namanya Lee Jin Ki,” lanjutnya.

“ha? Wii,,, beda 11 tahun. Waah, kapan datang?” tanyaku.

“ nanti siang mungkin,” jawabnya,

“ohh,”

~ ~ ~ lll ~ ~ ~

“yaa, taemin, ini sudah sore,,, mereka belum datang juga?” tanyaku kesal. Aku dan taemin sudah lama menunggu di teras depan.

“araa, tadi katanya macet. Eh, halmoni mana?” tanyanya.

“ lagi di dapur, masak,” jawabku ketus.

Dia memandangku dengan tatapan aneh, “kenapa gak kamu aja yang masak? Kamu bisa kan ?”

“nee,” jawabku kesal,”tapi kata halmoni, masakanku biasa aja, apalagi makanan korea , aku gak begitu mahir. Kata Lee halmoni, dia mau masak yang special, jadi, aku diusir tadi dari dapur, dan disuruh menunggu bersamamu disini, huh!”

Dia terkekeh kecil, “halmoni memang hebat!” katanya mantap.

“yak! LEE TAEMIN!!!” ucapku kesal.

“mian,mian,” katanya sambil mengatupkan kedua tangannya didepanku.

“huh!!!”

“yak,,, taeminn,, jinji,,, kemari,,, ppali!” tariak halmoni dari arah dapur.

“yaa,,halmoni,” jawab kami bersamaan.

~ ~ ~ lll ~ ~ ~

Tok,tok,tok. Kudengar suara pintu diketuk beberapa kali.

“ah, umma, appa, jinki-ah, akhirnya datang juga,,, lama sekali,” kudengar taemin berbicara. Oh, keluarganya sudah datang, pikirku.

“iya,,tadi jalanan macet sekali,,, entahlah,,, apa yang terjadi.” Jawab seorang laki-laki yang kuperkirakan sebagai appa-nya taemin. Lalu aku berjalan ke arah mereka. Lalu membungkuk sambil tersenyum.

“anyyoung, ajussi, ahjumma,,, Lee Jinki,,, joneun Lim Jin Jii imnida~” kataku memperkenalkan diri.

“hah,, dari mana noona tahu namaku?” tanya jinki,,, wajahnya yang kaget bercampur penasaran itu sangat imut…

“dari hyungmu-,” jawabku sambil menunjuk taemin. Taemin hanya tersenyum kepada kami.

“oh,,, noona,,” katanya antusias. Taemin mendekatiku, aku berjongkok agar dapat menyamakan tingginya denganku. “nama kita mirip ya,,, jin bersaudara,,,” katanya polos,,, aku melongo.. jin? OMG. Aku geleng-geleng kepala dan yang lain hanya tertawa mendengar kami. Menyenangkan sekali keluarga ini. Harmonis.

~ ~ ~ lll ~ ~ ~

“yak! Jinji! Kukira jinki hilang” tiba-tiba taemin datang sambil mengacung-acungkan telunjuknya padaku dan jinki yang terlelap dipangkuanku.

“malam-malam bikin rusuh, gak liat ya jinki udah tidur? Pabo,” kataku

Dahinya mengkerut,,, lalu memanyumkan bibirnya. Aku ingin tertawa melihatnya. “keliatannya dongsaengku yang satu ini care banget ya sama kamu,”

“ya dong! Dan,,, kayaknya dia suka banget sama aku.” Jawabku antusias. Dan mendapat jawaban berupa senyuman manis dari taemin. “taemin,, “ kataku.

Wajahnya berubah masam,” kamu tuh! Aku ini lebih tua 2 tahun darimu tahu! Kenapa sih gak manggil aku oppa? Gak sopan!”

“umm,, kenapa ya???” aku berfikir sebentar. “gak enak,” itulah jawabanku,,, gak ada alasan lain sih.

“mwo?” 0.o “aish! Sudahlah,,, kamu tadi mau ngomong apa?”

“kenapa,,, kamu,,, gak,,, suka pantai?” tanyaku. Dia memandang ku aneh. “umm,,, selama kamu disini,,, kamu gak pernah ke pantai. Padahal berapa langkah saja sudah sampai. Menginjak pasirpun sepertinya kau enggan.”

Dia tertawa garing, “kamu perhatian juga ya?” katanya. Aku gelagapan “eh,, itu,,,”” gak papa,,, aku emang. Apa ya? Benci laut,” wajahnya berubah mendung. “bahkan pantaipun tidak. Makanya, sebenarnya aku ingin cepat pergi dari sini.”

“wae?” tanyaku heran.

Dia hanya tersenyum “ ada hal-hal yang perlu kamu tahu dan ada pula hal-hal yang gak perlu kamu tahu. Dan mungkin,,, ini salah satu yang tidak,”

“ah, baiklah, kalau begitu cepatlah masuk dan tidur. Aku akan bawa jinki masuk dan tidur,”

“ya, duluanlah,” katanya sambil mendorongku masuk, dengan lembut pastinya. Aku tidur dengan banyak pertanyaan. Aku tidak ingin memaksanya, yasudah deh.

~ ~ ~ lll ~ ~ ~

“yak! Sudah kubilang kamu jangan terlalu jauh mainnya, nanti kalau ada apa-apa bagaimana? Aish,kau ini!” kudengar sayup-sayup suara seseorang sedang marah. Kubuka kedua mataku dan mengumpulkan kembali nyawa-nyawaku yang tadi hilang entah kemana. Suara siapa ya tadi? Sepertinya taemin.

“tapi hyung, ak”

“tak ada tapi-tapian. Pokoknya jangan main jauh-jauh lagi, arasso?” benar suara taemin. Dan yang dimarahi,,,jinki kah? Aku beranjak bangun, kubuka pintu kamar dan aku dapat melihat taemin sedang berkacak pinggang dihadapan jinki.

“aish, ada apa sih? Pagi-pagi kalian sudah ribut. Gak tahu orang lagi tidur apa?” omelku. Taemin menatapku sejenak,lalu berlalu tanpa bicara. Hanya sedikit,,, mendesah panjang? “ada apa jinki-ah?”

“ani,” katanya sambil menggelengkan kepala “aniyo noona,” kulihat dia hanya memakai kaos u-can-see sama celana pendek. Kakinya berlumuran pasir pantai. “maaf mengganggu tidur noona,” katanya dengan wajah memelas.

Kukibaskan tanganku,”tidak, hanya saja aku agak kesal karna mimpiku diganggu,” jawabku seadanya.

“mimpi apa noona?” tanyanya penasaran. Aku berfikir sejenak.

“mimpi menjadi orang terakhir di bumi,” jawabku.

“aku ada di mimpi noona kah?” tanyanya  interest.

“umm,,, ada” jawabku. Dia langsung memasang wajah berharap. “tapi sudah membusuk,” kataku santai.

“NOONA!!!” dia langsung cemberut dan membuatku ingin tertawa, untung dia tidak bilang ‘yah,gapapalah, yang penting aku ada di mimpi noona,’ khehehe, “noona jahat!” ucapnya lagi.

“hehe,,, just kidding boy!” jawabku dan meninggalkannya dengan tatapan bingung. Ngerti gakya,dia?

~ ~ ~ lll ~ ~ ~

“huu,,,, hyung jahat!” aku mendengar suara itu lagi. Lee Jin Ki. Tapi sekarang sedang menangis, ada apa lagi sih?

“kamu bandel sekali jinki! Sudah kubilangin, kamu masih saja membangkang!” sekarang lee taemin sedang marah-marah. Dia lagi? Ya,ampun.

“sudahlah taeminnie, Cuma main aja kan ? Lagipula sudah tidak apa-apa.” Kini wanita, suaranya halus. Ibunya, Lee ahjuma.

“ah, terserahlah!” kini kudengar derap langkah meninggalkan ruangan itu. Taeminkah yang pergi?

Suara isak tangis jinki masih terdengar, “ada apa sih ini?” tanyaku memandang pada halmoni yang sedang berdiri. Lalu appa-nya taemin-jinki sedang duduk dipojok sofa dan umma-nya taemin-jinki sedang memeluk jinki, mungkin agar anak itu berhenti menangis.

“huu,,, noona,,, hyung,, hiks,,, jahattt!!!” taemin bicara terbata-bata dari sela-sela tangan umma-nya yang sedang mendekapnya.

“ha? Wae jinki-ah?” tanyaku heran. Lagi? Tsemin menggeleng pelan sambil menghapus air mata yang mengalir cukup deras dipipinya.

“tadi dia main air di laut. Dia berjalan hampir sampai ke daerah yang agak dalam dan hampir terbawa ombak, tapi gak papa. Kamu dari mana jinji?” lee halmoni menjelaskannya. Aku hanya bisa menghela nafas. Laut?

“umm,,, habis mandi halmoni. Aduh jinki,,, kemari sayang. Ayo sama noona. Taemin hyung emang nakal. Ayo mandi, trus tidur ya? Kau pasti lelah.” Kataku sambil berjongkok. Dia berlari kecil ke arahku. Tangisnya sudah reda namun masih sesenggukkan.

“he’eh” jawabnya lalu aku menggendongnya.

~ ~ ~ lll ~ ~ ~

“noona,,, kenapa hyung semarah itu ya?” tanya taemin saat aku menemaninya tidur.

“molla,noona juga tidak tahu,” jawabku sambil menggelengkan kepala.

“mungkin ada hubungannya dengan donghae hyung ya?” katanya. Aku terkejut, donghae-hyung? Siapa lagi.

“donghae hyung itu siapa jinki-ah?” tanyaku sambil menatapnya.

“hyungku yang pertama. Jinki juga gak tahu noona. Tapi katanya dia meninggal di laut , noona,” jawab jinki. Donghae? Laut?

“oh,begitu,” hanya itu yang dapat kuucapkan.

“kenapa noona?” aku terkejut. Mungkin dia melihatku bengong ya?

“ah,aniyo. Yak! Sudah malam, tidur! Ayo noona temani, tidur ya?” lalu aku mengubah posisi dari tidur disampingnya menjadi tidur memeluknya.

“nthe,noona,”

~ ~ ~ lll ~ ~ ~

Jinki sudah tertidur. Lalu aku bangun dan keluar dari kamar itu,aku benar-benar butuh penjelasan. Disana masih ada Lee halmoni, ahjumma dan ahjussi. “beri tahu aku, siapa itu Lee Donghae?” tanyaku dingin pada mereka. Sungguh,aku tidak ingin bersikap seperti ini. Namun,aku menahan diri agar tidak ‘meledak’. Jujur,sesungguhnya aku adalah orang yang gampang histeris akan sesuatu. Apalagi sampai membuatku bingung seperti ini. “dan apa hubungannya dengan kejadian tadi,,, dan taemin?”

“ah,itu,,,” sejenak Lee halmoni tampak ragu. Lalu melanjutkan, “kalian saja. Aku mau tidur saja!” ucapnya  lalu berlalu meninggalkan kami. Aku masih menatap tajam kedua orang didepanku.

“begini,jinji-ah, ini,,,”

To Be Free…

Ralat

To Be Continue…

Huwa,,, responlah! Responlah!

Semuanya,,, terima kasih telah membaca ff ini dan jangan lupa commentnya!

Oiya,,, selanjutnya,,, jika saya membuat ff sequel kayaknya perannya masih kehidupan saya bareng Shineers kaya di WJGA (When Jonghyun Get Amnesia) yg part 1-8 itu loch! *promosi*.

Kalo ada yang beda,,,, paling Cuma sekali-sekali. One-shot or two-shot.

Haha,,, yang mau jadi model *jiahh,,,* pendukung di ff selanjutnya. Silakan cantumkan nama kalian *nama korea ya!*. tapi harus rela nanggung resikonya. Kaya, jadi orang yang dicampakkan,disiksa,dianiaya*kejem amat*. Jadi OB, eh,,, OG *orang gila?**office girl deng* dll yg kaya gt. Khehehe,,, bercanda, eh, serius deng. Mungkin aja kan ? Saya aja gak tahu apa yang bakal dikeluarin ma otak saiya ini. Tapi kalo beruntung, dapet kisah yang romantis deh, dari saya. Khehehe,

Thanx-thanx all!!! Please commnt! Thank you! ^_^

Bagaimana kelanjutannya tunggu part selanjutnya…

*hati-hati, part selanjutnya panjang bener~!*

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

qtl { position: absolute; border: 1px solid #cccccc; -moz-border-radius: 5px; opacity: 0.2; line-height: 100%; z-index: 999; direction: ltr; } qtl:hover,qtl.open { opacity: 1; } qtl,qtlbar { height: 22px; } qtlbar { display: block; width: 100%; background-color: #cccccc; cursor: move; } qtlbar img { border: 0; padding: 3px; height: 16px; width: 16px; cursor: pointer; } qtlbar img:hover { background-color: #aaaaff; } qtl>iframe { border: 0; height: 0; width: 0; } qtl.open { height: auto; } qtl.open>iframe { height: 200px; width: 300px; }

22 thoughts on “It’s All About Love [1.2]”

  1. FirSt c0mMent, bgus thor mw lnjtn.na
    tp nie,auThorna kurang teliti dh kykna.
    Ad sbgian dialog jinki,tp dtulisna taemin.
    Nah lho? Jd bgung. Yg d0ngsaeng tU jinki atw taemin.
    Atw jgn2 tdna auThor brniat buat taemin jd doNgsaeng?tp g jd,akhrna dgnti dgn jinki. Jdna msh ad sbgian yg g trganti? *readEr byk oMoNg n s0t0y*
    pk0kna g2 dh auThor,cobA dbCa lg..

    Oia,susah ngebayangin jinki umur 10ta0n.
    Yg kebAyang ama aq malah Yoogeun yg d hello bAby T,T
    hehe

    1. mianhae,,,,mianhae,,,,
      jongmal mianhae,,,,
      lita gak lita,,
      asal kirim aja!!!

      gini deh,,,
      si taemin itu kakaknya,
      dan jinki adiknya
      dan ngebayanginnya susah? gak papa kok kalo jadi yoogeun,,
      mianhae,jongmal mianhae

  2. 1st kah ??
    Hmm….
    Crtanx asik, byangin jinki umur 10 thun pkdk tmpang pl0z jdi ceki2kan sndiri dech.
    Ech chingu da slah ktik nma yach, yg shruznx jinki k0k jdi taemin ciech*reader s0k tw*
    cba dech d cek ulang.

    Tpi bguz loe crtanx….
    Mian aq k0men
    hehehe…
    Lnjutnx jngn lma2 yach

  3. FF nya bagus ^^
    aku setuju sama yg diatas *nunjuk2* ada beberapa dialog yg namanya terbalik, jadi agak bingung sedikit, lebih teliti lagi ya thor

    Ditunggu part selanjutnyaa ^^

  4. ceritanya menarik nih! Walopun kadang bingung bagian ini dari sudut pandang siapa, dan bagian itu dari sudut pandang siapa.
    Wah wah bener2 ga kebayang onew jadi anak sd. Kirain bakal jadi hyungnya taemin ahaha. Ayo lanjut thor!

  5. whuaaaaaaaaaa…pendek bgt yg ni!!!hmmm…..dtunggu ya part selanjut’a!!!
    donghae nampang ya?huhuhuh…jinki jdi ank kcil!!pasti lcu bgt!!!

  6. hem hem hem. aku suka baca karangan author ini yang lucu gitu~ kiw
    tapi maaf banget, di ff ini aku suka bingung sama bagian kalimat siapa yang ngomong gitu. hee~

    oiya! jinki 11 tahun! awww pst imuuuttt~~

  7. ANYYOUNG,,, LIM JINJI AS LITHA AS AUTHOR FF INI COMING…

    HUEEE,,,, DENGAN SANGAT MENYESALLLL,,,,
    TERJADI GANGGUAN DENGAN OTAK SAIYA SAAT PENGETIKAN SEHINGGA KESALAHAN KECIL YANG FATAL ITU TERJADI
    JADI DENGAN SANGAT SAIYA MEMINTA MAAF DENGAN KALIAN KARENA HAL TERSEBUT,,,

    INI UDAH 2 BULAN, KALO GAK SALAH BISA KURANG- BISA LEBIH UDAH SAIYA KIRIM,,, LANJUTANNYA JUGA,,,,
    CUMA BELUM TERBITTT,,,

    MIANHAE,
    DAN GOMAWOYO SUDAH COMMENT DISINI

  8. seru bayangin onew oppa jadi onew saeng. haha. aku bayanginnya badannya kecil se-yogeun gitu, tapi kepalanya tetep onew. haha… dipikir-pikir agak kayak chibi berkepala besar. huakakak. bagus thor, lanjuuut

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s