Shout Out With Love – Part 2

Shout Out With Love…

Part 2

Author: Annisa Nisa a.k.a SHINvisble Nisaa~

Main Cast: Kim Jong Hyun, Choi Min Ho, Nam Hee Ra

Cast: Han Seung Hee, Choi Ji Ah, Lee Jin Ki, Lee Tae Min, Im Ju Hwan, and many more

Length: Sequel

Genre: Friendship, romance

Rating: General

Disclaimer:

I don’t own SHINee, they are belong to SMEnt and their family, but i do own this story. And I do own some of the cast (Nam Hee Ra, Choi Ji Ah).

Hee Ra POV

Kudongakkan kepalaku perlahan. Min Ho tersenyum.

“Gomawo, Min Ho…” kutatap matanya.

Min Ho mengangguk. Diangkatnya daguku pelan, “Tidak apa, Hee Ra. Kalau mau menangis, menangislah. Jangan ditahan seperti di sekolah tadi.”

Aku mengangguk. Kuelap sisa airmata di pipiku. Min Ho tersenyum. Tadi siang, aku memang mengeluarkan airmataku. Tapi, kurasa aku tidak benar-benar menangis.

Kutatap wajah Min Ho, “Min Ho-ya… Mianhae, bajumu jadi basah..”

Min Ho tersenyum, “Gwenchana, lagipula..kau jauh lebih penting daripada baju ini, Hee Ra.”

Aku tersenyum. Min Ho begitu baik terhadapku.

“Jangan pikirkan tentang Jong Hyun lagi, Hee Ra.”

Aku mengangguk, “Aku tidak akan memikirkannya lagi.”

Min Ho hanya mengangguk.

“Min Ho…” panggilku.

“Ne..”

“Gomawo..untuk semuanya.” aku tersenyum.

“Ne.. Sama-sama, Hee Ra.” Min Ho tersenyum manis. Dielusnya rambutku lembut, “Kita pulang sekarang, yuk. Sudah semakin dingin disini. Kau tidak mungkin sakit besok, kan..”

Aku tersenyum, “Baiklaaah..”

Min Ho berdiri dari duduknya, tanganku masih digenggamnya, “Kkaja..”

Aku tersenyum lalu berdiri dari dudukku. Min Ho tersenyum. Dirangkulnya tubuhku menuju ke motornya.

“Kau merasa pusing, Hee Ra?” tanya Min Ho sambil menyerahkan helm untukku.

Aku menggeleng, “Rasanya lega sekali, Min Ho.. Gomawo..”

Min Ho tersenyum, “Sudahlah, Hee Ra. Jangan berterimakasih terus. Memangnya apa yang kulakukan?”

Aku menggeleng, “Tapi aku benar-benar berterimakasih, Min Ho. Kau sudah banyak membantuku.”

Min Ho menghela nafas panjang, “Baiklah. Sama-sama, Hee Ra. Yah, walaupun aku tidak tau apa yang telah kulakukan untukmu.”

Aku tersenyum.

Min Ho membalas senyumku. Ia naik keatas motornya, “Ayo naik.. Kita mampir beli makanan dulu untuk Jin Ki-hyung.”

Aku naik keatas motor Min Ho, “Jin Ki-oppa? Bukan untuk semuanya?”

Min Ho tertawa kecil, “Aku hanya bercanda, tentu saja untuk semuanya.”

***

Key POV

“Hee Ra sedang pergi bersama Min Ho.” ujar Seung Hee.

Aku mengangguk, “Mereka pergi menjilid makalah Hee Ra dari jam 7 tadi.”

Jin Ki-hyung sedang berada di dalam ruang belajar Hee Ra. Sepertinya ia masih emosi atau ia malas bertemu dengan Jong Hyun. Sebenarnya aku juga sedikit marah dengan namja ini. Tapi, ia sudah capek-capek datang kemari, tidak mungkin aku marah-marah padanya disini. Lagipula, iaa kan temanku juga.

“Haah.. Jin Ki-oppa hanya diam saja.” Ji duduk disebelahku.

“Ya sudah, biarkan Jin Ki-hyung tenang dulu.” sahut Seung Hee.

Aku mengangguk, “Ne.. Jin Ki-hyung memang seperti itu kalau punya masalah dengan seseorang.”

Jong Hyun menghela nafas panjang, “Mianhae..”

Ji menggeleng, “Sudahlah, Jong Hyun..”

“Aku benar-benar tidak bermaksud membuat Hee Ra menangis.” ujar Jong Hyun lirih, “Sebenarnya selama ini pun, aku tidak benar-benar bermaksud untuk mengganggunya.”

Seung Hee tampak tertegun mendengarkan apa yang diucapkan Jong Hyun.

“Hee Ra sering bilang, kau membencinya. Karena kau selalu mengganggunya.” ujarku pelan.

Jong Hyun tertunduk lemas, “Apa Hee Ra benar-benar berfikiran seperti itu?”

Aku mengangguk pelan, “Ne…”

Jong Hyun terdiam cukup lama. Aku, Seung Hee dan Ji hanya ikut terdiam. Tenggelam dalam pikiran masing-masing. Jujur, aku terkejut sekali melihat Hee Ra tadi. Kurasa itu pertama kalinya aku melihat Hee Ra menangis. Yah, bukan menangis sih.. Lebih tepatnya mengeluarkan airmata. Ia hanya terdiam, sementara airmatanya terus keluar. Ia sama sekali tidak terisak.

Dan masalah namja di depanku ini, Kim Jong Hyun. Namja ini sering sekali mengganggu Hee Ra. Mengejeknya, mengganggu nya, dan segala hal yang dilakukannya terhadap Hee Ra. Aku tidak mengerti apa yang ada dipikirannya. Hee Ra itu seorang yeoja yang baik dan kurasa dia tidak pernah berbuat kesalahan yang sedemikian fatalnya terhadap Jong Hyun.

“Key, Seung Hee, Ji..sudah malam. Aku permisi pulang dulu.” ujar Jong Hyun memecah keheningan.

Seung Hee POV

“Key, Seung Hee, Ji..sudah malam. Aku permisi pulang dulu.” suara Jong Hyun.

Aku tersadar dari lamunanku.

“Kau akan pulang, Jong Hyun? Tidak mau menunggu..”

Jong Hyun buru-buru menggeleng sebelum Ji menyelesaikan kata-katanya.

“Besok saja.” Jong Hyun tersenyum. Senyum paksa.

Key tersenyum, “Baiklah. Hati-hati di jalan ya, Jong Hyun.”

Jong Hyun mengangguk. Ia mulai beranjak keluar pintu.

“Jong Hyun..biar kuantar sampai pagar. Kau bawa motor kan?”

Jong Hyun mengangguk.

“Hati-hati di jalan, Jong Hyun.” sahut Ji.

Kami berjalan menuju pagar rumah Hee Ra.

“Jong Hyun, aku mau bicara sebentar denganmu.” ujarku pelan.

Jong Hyun menoleh kearahku, “Ada apa, Seung Hee?”

Aku tetegun sejenak, “Kau menyukai Hee Ra, Jong Hyun?”

Jong Hyun tampak sedikit terkejut.

“Aku tau, kau bukan tipe namja romantis yang bisa menyatakan perasaanmu langsung pada seorang yeoja, Jong Hyun.”

Jong Hyun terdiam. Sepertinya ia tidak berniat membantah.

“Kau terus mengganggunya karena kau ingin selalu bersamanya. Tapi, apa yang kau lakukan selama ini, membuat Hee Ra merasa terganggu Kim Jong Hyun. Ia selalu merasa bahwa kau membencinya.”

Jong Hyun tertunduk.

“Seharusnya kau bisa bersikap baik padanya.”

“Aku tidak tau Hee Ra merasa aku membencinya. Aku tidak membencinya.. Sama sekali tidak, Seung Hee..” lirih Jong Hyun.

Kusentuh bahu Jong Hyun pelan. Jong Hyun mendongakkan kepalanya.

“Seung Hee, mianhae.. Aku sudah membuat Hee Ra menangis..”

Aku menggeleng, “Annyio, Jong Hyun.”

“Tidak, aku yang salah. Aku tau betapa berharganya disk itu untuk Hee Ra. Tapi aku malah merusaknya.”

“Jong Hyun, sudahlah. Jangan terus-terusan menyalahkan dirimu. Kau tidak sengaja menginjaknya. Aku tau itu. Lagipula, Changmin-sonsaengnim sudah mengirimnya kembali lewat email. Tadi, Ji langsung menelpon Changmin-sonsaengnim dan meminta sonsaengnim mengirim softcopy dari draft emailnya. Jadi masalahnya sudah selesai, Jong Hyun.”

“Jinca? Jadi makalahnya sudah selesai?” Jong Hyun tampak senang.

Aku mengangguk.

“Tapi tetap saja, masalahku dengan Hee Ra belum selesai, Seung Hee..” suara Jong Hyun memelan.

Aku menghela nafas panjang, “Kurasa kau harus bicara berdua dengannya dan mengatakan yang sebenarnya.”

Jong Hyun dan aku terdiam beberapa lama.

“Baiklah, Seung Hee… Aku akan menjelaskan semuanya padanya. Tapi aku harus pulang dulu sekarang.”

“Kau tidak mau menunggu Hee Ra dulu?” tanyaku pelan.

Jong Hyun tersenyum. Lagi-lagi senyum paksa. Ia menggeleng, “Sudah terlalu malam, Seung Hee.”

“Ya sudah… Mmm.. Jong Hyun, apa kau.. mmm… maksudku, apa kau tidak mau memberikan surat itu pada Hee Ra?” tanyaku perlahan.

Jong Hyun menatapku heran. Aku tersenyum. Kutunjuk saku jaketnya. Sehelai kertas bewarna kuning terlipat rapi di sakunya itu.

“Itu untuk Hee Ra kan?” tanyaku lagi.

Jong Hyun tampak ragu.

“Ah, mianhae…” ujarku.

Jong Hyun menggeleng. Dikeluarkannya surat itu dari kantung jaketnya.

“Seung Hee, apa boleh aku minta tolong untuk memberikan surat ini? Aku tau, aku yang harus menyerahkannya.”

“Gwenchana, Jong Hyun. baiklah… akan kuserahkan ini untuknya.” Aku tersenyum.

Jong Hyun mengangguk, “Gomawo, Seung Hee. Jongmal gomawo.”

Aku mengangguk.

“Baiklah, aku harus permisi dulu, Seung Hee. Selamat malam…” Jong Hyun naik ke motornya lalu mengenakan helmnya. Kupandangi terus motornya hingga hilang di belokan jalan.

***

Hee Ra POV

“Gamsahamnida. Pengumumannya bulan depan.” Jelas ajussi yang menerima makalahku.

Aku mengangguk, “Gamsahamnida, ajussi. Aku permisi dulu.”

Ajussi itu mengangguk. Aku berlalu dari ruangan itu. aku melangkah menuju tempat Kim Tae Yeon-sonsaengnim menungguku bersama Min Ho, Seung Hee dan Tae Min.

“Bagaimana, Hee Ra?” Taeyeon-sonsaengnim langsung berdiri menghampiriku.

Aku tersenyum, “Sudah, sonsaengnim. Aku sudah menyerahkan makalahku. Pengumumannya bulan depan.”

Taeyeon-sonsaengnim merangkulku, “Makalahmu pasti menang, Hee Ra. Hwaiting!”

Seung Hee dan Tae Min yang sudah ada di sebelahku tertawa. Aku juga tertawa kecil.

“Gamsahamnida, sonsaengnim. Semoga saja.”

“Sonsaengnim bersemangat sekali ya..” sahut Tae Min.

Taeyeon-sonsaengnim mengangguk, “Tentu saja. Ah ya, sepertinya sonsaengnim harus pulang dulu ya.”

Seung Hee dan aku sama-sama mengangguk.

“Kalian bisa pulang sendiri kan?”

“Sonsaengnim meledek kami ya?” Tae Min mengerucutkan bibirnya.

Taeyeon-sonsaengnim melepas rangkulannya, “Haha…aku lupa, kalian sudah besar ya?”

Seung Hee tertawa kecil.

“Baiklah, sonsaengnim pulang dulu ya. Kalian hati-hati di jalan.” Sonsaengnim tersenyum.

“Ne, sonsaengnim!” ujar aku an Tae Min serempak.

Taeyeon tersenyum sebelum akhirnya pergi meninggalkan gedung ini.

“Baiklah, ayo kita pulaaang!!” ujar Tae Min, “Ya, Min Ho-hyung! sampai kapan mau main pmp terus??”

Min Ho tidak bergeming. Tae Min menggeleng-gelengkan kepalanya kemudian menarik tangan Min Ho menuju parkiran.

“Kkaja, hyuuuuung!!”

“Ne…ne…” Min Ho memasukkan pmp nya kedalam kantung jaketnya.

Aku dan Seung Hee hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah mereka berdua sambil mengikuti mereka dari belakang.

“Hee Ra…” panggil Seung Hee.

Aku menoleh ke samping, “Ne, Seung Hee…?”

Seung Hee mengeluarkan sesuatu dari kantung jaketnya. Sebuah surat. Disodorkannya surat itu padaku.

Aku menerimanya dengan pandangan heran.

“Tadi malam Jong Hyun datang kerumahmu. Dia ingin minta maaf padamu sepertinya.” Ujar Seung Hee.

“Lalu, ini apa?” tanyaku.

“Surat untukmu dari Jong Hyun. Jangan dibuang sebelum kau baca, Hee Ra.” Ujar Seung Hee pelan.

***

Nam Hee Ra… Sebelumnya, aku mau minta maaf dulu padamu. Selama ini aku selalu mengganggumu. Aku tidak tau apa yang telah kulakukan tadi. Membuatmu menangis begitu. Maafkan aku, Hee Ra.

Mungkin selama ini kau bertanya kenapa aku selalu mengganggu atau mengejekmu. Aku tau itu hal yang kekanakan sekali. Tapi,,, aku melakukannya karena sebuah alasan… aku selalu ingin berada disampingmu… aku menyukaimu, Nam Hee Ra. Sejak dulu. Mianhae, aku tau, aku seperti seorang pengecut. Menjelaskan sekaligus menyatakan semuanya melalui sebuah surat. Percayalah, aku hanya tidak ingin membuat diriku berbohong lagi dihadapanmu. Semoga kau bisa memaafkan aku, Hee Ra.

Kim Jong Hyun.

Aku kembali merenungi isi surat itu.

“AISH!!! KIM JONG HYUN SUDAAH GILAAA!!” seruku sambil menghempaskan diriku keatas kasur.

Jadi ini alasan kenapa ia selalu menggangguku? Aissh!!! Dia pikir dia masih anak-anak?!! Haaah… aku benar-benar tidk habis pikir.

Aku sudah memaafkannya dan berharap dia tidak mengganggu hidupku lagi. Tapi apa yang kudapat sekaraaang? Malah masalah baru…

Masalah? Ne, tentu saja! Aku tidak menyukainya. Aigooo!!! Ottokhe…???

“ddrrt…I miss the catch if they through me the ball…I’m the last kid standing up against the wall…dddrrrt…Keep up, falling, these heels they keep me boring…Getting glammed up and sitting on the fence now…dddrrrtt…”
Terdengar alunan pop rock-nya Katie White dan De Martino mengalun dari hpku. Sms?

Sender: Seung Hee ^o^

Jong Hyun bukan tipe namja romantis yang bisa menyatakan perasaannya dengan gampangnya. Hee Ra, tolong berfikir yang jernih yaa… ^^

***

Jong Hyun POV

Yeoja itu hanya menatapku sebentar lalu melengos kembali ke tempat duduknya di dekat jendela. Kutarik tangannya. Aku tidak peduli dengan ancaman Min Ho tempo hari. Aku bahkan tidak menghiraukan dadaku yang daritadi berdegup kencang melihatnya.

“Hee Ra, aku mau bicara sebentar…” ujarku pelan.

“Mian, Jong Hyun…”

Kutarik tangannya menuju pojok ruangan.

“Hee Ra, aku sudah,”

Ia langsung memotong pembicaraanku, “Gwenchana, Kim Jong Hyun. Aku sudah memaafkanmu. Aku tau itu bukan spenuhnya salahmu.”

Aku menghela nafas panjang, “Jadi,”

“Ne. mian, aku harus kembali ke bangkuku.” Ia segera beranjank ke tempat duduknya.

Aku kembali menahan tangannya, “Hee Ra, kau bahkan tidak memberiku kesempatan untuk bicara.”

Ia membalikkan badannya dan menatapku, “Kau mau bicara apa?”

Kuraih kedua bahunya menghadapku. Kugenggam tangan kanannya. Dadaku makin berdegup tidak karuan.

“Aku mau minta maaf karena selama ini aku sering mengganggumu. Aku menyukaimu, Nam Hee Ra. Apa kau mau jadi yeojachinguku?” kata-kata itu langsung keluar dari mulutku. Spontan. Refleks. Atau apalah itu namanya!

Hee Ra terdiam terpaku. Sementara seisi kelas mulai memperhatikan kami. Aissh… bahaan gosiiip!!!!!

“Hee Ra…” panggilku pelan.

“Yaaa! Kim Jong Hyuuun, kau tidak salaaaaah???” terdengar suara Ju Hwan.

“Ne, kau selalu mengganggu…bbbfttt…” terdengar suara Miho Akatsuka yang segera dibekap oleh Hanna Meulensteen.

“Sssst….!” Suara Jung Joon.

Hee Ra mulai tampak jengah diperhatikan oleh mereka semua. Mukanya tampak kebingungan.

“Mianhae, aku tidak menyukaimu, Kim Jong Hyun.” Hee Ra segera melepaskan genggaman tanganku dan berlari keluar ruangan.

Hee Ra POV

Aku terus berlari menuju toilet. Aku bahkan tidak peduli dengan lonceng sekolah yang sudah berbunyi. Kubuka pintu toilet dan aku segera masuk ke dalam.

Huufh… Kim Jong Hyun, kenapa kau muncul lagi dalam pikiranku sih???

Aku benar-benar tidak tau bagaimana caranya aku bisa menghilangkannya dari pandangan atau fikiranku. Ia memang tidak menggangguku lagi. Tapi bayang-bayang nya terus muncul. Terlebih dengan pernyataan seperti tadi.

***

Seung Hee POV

“Dia bahkan bilang tidak menyukaiku, Seung Hee…” suara Jong Hyun terdengar sangat lemah.

“Ya, bukan berarti ia tidak mau bertemu denganmu lagi, kan?” ujarku pelan.

“Dari matanya tampak sekali aku ini pengganggu untuknya. Aish…aku menyesal dengan apa yang kuperbuat selama ini, Seung Hee.”

Aku hanya bisa terdiam.

“Mungkin bagi orang lain ini sangat aneh, ya…memang… tiba-tiba aku muncul dengan anehnya dan menyatakan bahwa aku menyukainya.” Gumamnya.

“Jong Hyun sudahlaaah…”

Jong Hyun bangkit dari duduknya, “Baiklah, Seung Hee… aku sudah menyatakan apa yang selama ini mau aku katakan pada Hee Ra. Dia juga sudah memaafkanku atas insiden kemarin itu dan juga sudah menjawab pernyataanku.”

Jong Hyun POV

Baiklah, Seung Hee… aku sudah menyatakan apa yang selama ini mau aku katakan pada Hee Ra. Dia juga sudah memaafkanku atas insiden kemarin itu dan juga sudah menjawab pernyataanku.” Ujarku perlahan, “Aku akan mencoba melupakan Hee Ra dan bersikap sewajarnya saja. Aku tidak akan mengganggunya lagi. tolong sampaikan padanya ya. aku tidak mau menjadi bahan fikirannya lagi. mianhae, sudah membuatnya menderita.”

Seung Hee tertegun mendengar kata-kataku.

“Aku kembali ke kelas ya, Seung Hee.” Aku mulai meninggalkan Seung Hee dengan langkah gontai.

***

2 bulan kemudian

Hee Ra POV

Sudah 2 bulan ini, Kim Jong Hyun tidak mengganggu hidupku lagi. ia berubah 180o. Kim Jong Hyun yang sekarang adalah seorang namja cool, pendiam dan rajin. Aku tidak tau apa yang terjadi dengannya. Apa karena ujian akhir? Atau kepalanya terbentur sesuatu ya?

Yaah, sebenarnya ini sangat bagus untukku. Dengan begini, aku tidak perlu repot-repot mengeluarkan energi untuk meladeni ejekannya. Tapi, entah kenapa… rasanya ada yang hilang dari hidupku… hidupku jadi terasa biasa-biasa saja.

Masalah makalahku. Hehe… tidak buruk. Aku mendapat juara 2. Tapi tetap saja, yang akan dikirim ke Jepang kan yang juara 1.

“Ya, Nam Hee Ra. Kau sedang melamun ya?” Ji duduk disebelahku.

Aku menggeleng, “Annyio.”

“Awas… nanti jarimu kepotong, looh…” Tae Min mengambil gunting dari tanganku.

Aku tertawa kecil. Kuambil lagi gunting di tangan Tae Min, “Berlebihaaan…”

Saat ini kami sedang memotong-motong kertas untuk dekorasi acara perpisahan. Tahun ini, semua siswa SM High School lulus semua. Tapi, kami belum tau siapa juara umum dan juara kelas tahun ini.

“Ji!! Kau dipanggil Seung Hee!!! Latihan nanyi sekarang di XIIC Science!” teriak Ju Hwan dari pintu aula.

“Baiklaaaaah!!” Ji meletakkan guntingnya, “Aku pergi dulu ya, Tae Min…Hee Ra!”

“Ne, sukses yaaa!!” Tae Min tertawa.

Ji tertawa. Dianggukkannya kepalanya. Ia segera berlari keluar aula.

“Sudah selesai, Hee Ra? Biar ku tempel.” Tae Min berdiri dari duduknya.

Aku mengangguk, “Sudaah… Tempel yang ini di sudut ruangan ya, Tae Min.”

Tae Min mengambil lem dari tanganku lalu setengah berlari ke pojok aula. Aku kembali menekuni pekerjaanku memotong-motong kertas yang masih tersisa.

“Aku bantu ya.” terdengar suara disampingku.

To be continued…

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

qtl { position: absolute; border: 1px solid #cccccc; -moz-border-radius: 5px; opacity: 0.2; line-height: 100%; z-index: 999; direction: ltr; } qtl:hover,qtl.open { opacity: 1; } qtl,qtlbar { height: 22px; } qtlbar { display: block; width: 100%; background-color: #cccccc; cursor: move; } qtlbar img { border: 0; padding: 3px; height: 16px; width: 16px; cursor: pointer; } qtlbar img:hover { background-color: #aaaaff; } qtl>iframe { border: 0; height: 0; width: 0; } qtl.open { height: auto; } qtl.open>iframe { height: 200px; width: 300px; }

21 thoughts on “Shout Out With Love – Part 2”

  1. Nam Hee Ra!!! Aq bingung nih, sbenarnya kau suka sama siapa?!! Minho atau Jonghyun???!
    Authooorrr…jgn lama-lama ya part selanjutnya….! Penasaran aq!!

    1. heehehe… sampai sekarang itupun masih jadi misteri… kekek~~ gak nyambung yah sayaaa?
      eheheh… reader salam kenal yaaa….
      gomawo udah baca n komen…
      okeeeh, dtunggu ya??

    1. gak papa, authornya juga lebih sok tauuuu… *PLAKK*
      yayayaya… jong salah siiih… npain ganggu2 anak orang, ntar kalo ada apa2 emgnya jong mau tanggung jawab,,,? *udah gak nyambung nih orang!!!*

      ekekekeke~~ Gomawo ya udah komen and udah mau baca ff saiiia ini… heheh… salam kenaaaaaal!! ;D

    1. ahahaha… hebaaaat!! bisa tau suaranyaaa… hahahaa… tunggu part selanjutnya yaaa??
      Gomawo, mira-hyugaa!
      salam kenaaaaaaaaaaal!! ;D

    1. Hehehehe… stuju heera ma jong yaaa??
      AKU JUGAAA!!!! ;D
      *dasar author gelo*

      hahaha….agitaraka, gomawo udah bacaa and komen… tunggu part selanjutnyaaa yaaaa??
      SALAM KENAL! ^^

    1. GOMAWOOO, NIKITAEMIN!!! :*
      hehehhe…
      salam kenal..
      gomawo udah mau bca ff ini.. and gomawo udah komen yaaa?
      hope u can read the next part… tunggu ya?? gomawooo… ;D

  2. Itu siapa yg dateng!!! Minho atau jong? Aduh yang sama hee ra minho aja dong jangan jjong. Heheeh:D lanjutannya di tunggu, thor!!

    1. ehehe… dukung heera ma minho yak? kekeke~~
      gomawo ya udah komen and udah bacaaaa…
      Aulia, salam kenaaaaaaaaaaal!!
      iyaaa, dtungguin ya next part nyaaaa… ;D
      Gomawoooo!

    1. kependekan ya? minhae, mamothoooo… *sok kenal bgt gw yak?*
      iya, tungguin next part nyaa ya….

      salam kenaaal…
      Gomawo udah baca and komen… ;D

    1. mianhae… kependekan yaaah???
      miaaaaaaan… ><

      makasiiih… gomawooooooo udah suka ff iniiiiiiii….

      baca next part nya ya, chinguuuu! gomawoooo… ;D

    1. hehehe… Heera sama Key… *BLETAAKK*
      mianhaeeee… kidding kokk, chinguuu…

      hehehehe… iya, kira2 minho atau jong???

      gomawooo udah baca n komen yaaaa??
      baca next partnya yaaa… gomawooo,,, ;D

      oiia, salam kenaaal… ;D

    1. iyaa… aku juga gak rela sssiiiih sebenarnyaaaa…. ><

      ehehehe… Minho ada dihatimuuuuuu… *GAK LUCU DEH GW*

      ya udah deh, gomawo minkijaeteuk atas komennya.. gomawo udah bacaaaa… salam kenaaaaaal yaaa!!! ;D

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s