Love and Remorse

Tittle : Love and remorse-

Main cast : Park chimi , her family (jungsu a.k.a appa, gyesun a.k.a umma, hanbyul) , dan keybum SHINee

Support cast: other member SHINee , Lee donghae , Lee sungmin 🙂

Genre : sad

Rating : PG-15?

Length : OneShot

Author : CKbumbuvShiwo

note : ini aku persembahkan untuk sahabatku : meti vivid didis citra and tasha dan temen baru nan baik : indahwon(minho) mbaghina(ontaem) putrinyuuu(onew) ghematiminnn(hehe ghema taemin) dan SEPATU.

Park chimi Pov

“appa, lihat nilaiku ‘A’ , aku mendapatkannya agar appa tidak jutek, menatapku sinis, dan marah padaku lagi. Bagaimana appa?” seru ku bahagia mengembangkan kertas yg berisi nilai ujianku didepan appa.

Hening…

“KAU TAHU, ‘PERCUMA’lebih baik pergi dari hadapanku..” bentak appa dingin padaku. wajahku yang tadinya senyum sumringah, langsung memudar. aku tahu, seberapa pun nyaliku untuk mendekati appa, berbicara pada nya, tetap saja hasilnya NIHIL. Appa tidak akan mebalasku bahagia saat aku bahagia dan membalasku prihatin saat aku sedih. Appa memang tidak berubah. Memangnya apa salahku didunia ini? Kenapa aku diperlakukannya seperti ini? Kenapa aku selalu dibentak oleh nya, diusir dari hadapan nya seolah olah aku ini bukan anaknya,. Tiba tiba pintu rumah terbuka,

“appa, umma, chimi onnie… lihat ini.. kali ini nilaiku A” seru hanbyul tak kalah bahagianya langsung memelukku dan appa, adik ku satu satunya itu berhasil membuatku cemburu. Begitu mudah bagi hanbyul mendapat senyuman tulus dari appa. Appa yang mendengar ucapan hanbyul tadi tersenyum bahagia dan mengelus elus kepala hanbyul penuh kasih sayang. “Kenapa berbeda dengan ku?” gumam ku dalam hati, dan meremas kertas nilai ujainku dengan wajah kesal.

“oia, appa.. umma dimana?” Tanya hanbyul pada appa. Aku menatap appa dari kejauhan.

“wanita itu pergi membeli makanan hangat didepan sana” jawab appa kembali dingin dan terlihat santai, dia begitu tidak peduli dengan aku dan umma . Seenaknya saja mengucapkan kata wanita itu dari mulutnya. Kenapa dia tidak pernah menghargaiku dan umma? “Aku ini anak mu appa” tuturku sedih

“oh kalau begitu, nanti aku akan sampaikan berita bahagia ini pada umma. Bagaimana kita adakan pesta kecil dihalaman? Sudah lamakan kita tidak pernah merayakan pesta kecil. Oia,Appa… seharusnya juga bangga pada chimi onnie.. dia mendapat nilai A jga. Bahkan kali ini dia juara umum di sekolah. Aaah appa. Kau memang appa yang beruntung” ucap hanbyul diiringi tawa kecilnya. Appa hanya menatap hanbyul tajam, “hanbyul.. aku tidak peduli dengan nya,” tutur appa tetap dingin.

Betapa sakitnya hatiku mendengar kata kata itu, sedikit tapi menyakitkan. Walaupun sulit untuk ku menerima kenyataan, tapi ya begitulah sikap appa padaku. dia selalu bersikap dingin, benci, bahkan marah padaku. bahkan aku bisa merasakan dia tidak menganggapku ada. Cukup dia menganggapku seperti itu, tapi jangan bawa bawa umma. Aku jadi sakit hati melihat umma selalu bersedih dan sok tegar menanggapi semua sikap dingin appa itu. Kenapa dia tidak pernah memanggil umma dengan ucapan sayang? Kenapa dia selalu menggunakan “wanita itu.” Kenapa? Aku tahu dia memberikan alasan umma pergi membeli makanan itu bohong. Aku yakin umma sedang pergi menenangkan dirinya sebentar, lalu akan kembali kerumah dengan mata sembab dan lesu. Beli makanan dari mana coba? Makanan saja jelas jelas ada dilemari dapur. Kalian semua harus tahu, Semua ini sudah jadi makanan sehari hari bagiku dan umma. Aku sudah merasakan ini berbelas belas tahun lamanya. Semuanya persis sama, tak akan berubah. Keluarga ku tidak akan berubah menjadi keluarga harmonis….

“chimi onnie, ayo kita rayakan semuanya bersama sama dengan appa dan umma” seru hanbyul menghampiriku di ayunan depan rumah sedang menangis. Aku menyeringai kecil. Aku menatapnya penuh kebencian “kau TULLI HA? Kau tidak dengar, Appa itu tidak akan peduli dengan ku. Umma? Dia juga akan sama. Sebaiknya, kau saja yang merayakan pesta itu dengan appa dan umma. AKU BISA MERAYAKAN nya SENDIRI. TANPA KALIAN” bentakku kasar pada hanbyul dan langsung meninggalkannya.

Sekarang aku sedang berjalan menuju taman kota, aku memilih kursi taman panjang dibawah pohon rindang itu untuk menenangkan diri sejenak.

“hah pemandangan yang jauh lebih indah dibanding dirumah yang tampak seperti neraka bagiku.” Gerutuku kesal sambil memegang minuman kaleng yang ku beli tadi.

Sekarang tanpa ku sadari kini ke2 tanganku asyik meremas kaleng minuman ini sekuat tenaga ku. Penuh emosi. Dan tanpa sengaja aku melukai diriku “ARRRGHHHH –“ rintihku kesakitan. kulit kaleng yang terbuat dari bahan seperti seng itu berhasil membuat sobekan lebar ditanganku. kini tanganku berlumuran darah merah segar. Aku sendiri ngeri melihatnya…. “ya tuhaan apa yang aku lakukan?” gumamku menahan rasa perihku dalam hati tanpa sadar menangis menahan perihnya luka ditanganku.

Key pov

Aku merasakan handphone ku bergetar. Dengan sigap aku mengeluarkannya dari saku celanaku berharap telponya belum mati.

“yeoboseyo..”

“chimi, wae? Aa.. benarkah? Chukae-o! Ayo kita merayakannya.siswa berprestasi. YAA!!! Wae? Suaramu berubah begitu.. kenapa tiba tiba menangis? Chimi.. berhentilah menangis. Baik aku akan menemuimu nanti di taman seperti biasa.. annyeong chimi..”

Aku tidak mau kau Menangis lagi chimi..

Kini aku sudah tiba ditaman tempat aku membuat janji bersama chimi. Aku mencari cari sosoknya. Dan sekarang aku menemukan nya berjongkok didepan kursi panjang itu. Tanpa pikir panjang aku langsung berlari menghampirinya “yaa. Chimi apa yang kau lakukan..” Tanya ku dengan cemas.

“key.. sakiitt…” dia pucat sekali. Banyak darah keluar dari sobekan ditangannya. Aku bergegas mengeluarkan kotak P3k di dalam tasku mengambil gunting, alcohol, kapas, dan perban untuk mengobati lukanya. “tahan ya chimi..” aku mulai meneteskan alcohol itu ketangannya. Dia menggigit bibir bawahnya menahan sakit.. Kini aku membalutkan perban itu ketangannya. “nah sudah siaap..” aku mengangkat bahunya untuk kembali duduk di bangku panjang didepan kami.

“bagaimana kau bisa melakukan ini chimi? Kau ini, kalau kau terus begini kau bisa stress, atau gila.” Tuturku menasehatinya. Dia malah membalas ku dengan seringaian kecil “cih,aku tidak akan peduli. Tidak ada orang didunia ini yang peduli padaku.. seberapa peentingnya memangnya diriku ini? Key, appa tidak peduli padaku. siapa yg peduli padaku ha? TIDAK ADA KAN? Aku mati sekarang pun tidak akan ada yang menangis menatapi ku saat masuk ke liang lahat.” Kenapa dengannya? Nada bicara tinggi dan tampak menahan tangis.

“aku! Aku yang peduli pdamu. Appamu ummamu dan hanbyul peduli padamu. Kami menyangimu. Mereka yang akan menangis menatapimu nanti jika kau mati.yaa, chimi kenapa kau jadi berubah jadi wanita putus asa begini …” ucapku memegangi bahu chimi.

“itu tidak benar key. Appa tidak sayang padaku. mana mungkin dia akan peduli padaku.. umma tidak menyayangi ku key. Dia sama dengan appa yang juga membenciku, CIH.. hanbyul tolol itu SOK PEDULI” tuturnya memutar bola matanya sejenak lalu menundukkan kepalanya, dan kini aku melihat titik air mata itu perlahan jatuh dari matanya.

“ya chimi, kenapa kau bicara begitu. Tolong hentikan keputusasaan mu itu chimi, kau lupa? Kau punya aku. Aku menyayangimu” tuturku mendekatkan wajahku kehadapannya

“key, kau tidak merasakan kan berada diposisiku. Berada sebagai chimi yang selalu teraniaya. Key aku tidak tahan lagi key. Tolong bunuh aku! Biarkan aku mati key! BUNUH AKU KEY!!!!! Tolong”

“sadarlah chimi. Kau tahu aku sudah mengenalmu lama. Kenapa kau jadi putus asa begini ha? KAU TAHU, MENTALMU BISA RUSAK HANYA KARENA INI.” Aku membentaknya sejenak, lalu mendengus menatapnya “kau, KENAPA JADI GAMPANG MENYERAH? kenapa kau bisa bilang appa, umma hanbyul itu tidak sayang padamu. Itu tidak mungkin chimi. Kau itu harus tahu apa yang menyebabkan mereka seperti itu. Bukan nya bicara seperti itu. KAU MENGERTI HA?”

“iih. Sudah sana pergi. aku muak melihatmu. Memangnya apa hakmu membentakku seperti itu ha? Kau itu gilaaa… sana… jangan sok menasehatiku Key… kau itu harus malu, KEY SHINee bergaul dengan orang kacau seperti ku? SAANNA. Kehidupanmu begitu berbeda dengan ku. Sudah sana pergi..” aku merasakan tubuhku didorong oleh keduatanganya. Kini aku meraih tangan nya dan mendekapnya dipelukanku. Aku tidak peduli dia memberontak. “sekarang, kau menangislah! Bagaimanapun aku tidak akan malu mendekatimu chimi. tidak ada yang perlu untuk dimalukan. Aku itu MENCINTAIMU CHIMI. Kau harus tau itu,, walaupun kehidupan kita itu berbeda, tapi aku tidak akan mencintai sesaorang memandang dari status keluarganya. Aku tidak ingin seperti itu. Cinta itu masalah perasaan. Aku tidak akan main main dengan perasaan ku sendri” aku semakin mengeratkan pelukanku. Aku ingin membiarkan dia merasakan kehangatan didekapanku.. aku ingin dia tahu, aku tidak ingin dia menangis lagi karena aku mencintainya, aku yang akan melindunginya, kau salah chimi.. aku sangat menyayangimu. Mencintaimu.

Tidak ada yg mengeluarkan suaranya..

Hening..

“keey…” chimi memulai pembicaraan, dia menatap ku.. “aku… nado saranghae key.., terima kasih telah mencintaiku apa adanya. Aku tidak mau kehilangan mu key. Tolong tetaplah berada disisiku.. tolong, kau harus memberiku kekuatan untuk mengahadapi kehidupanku key” ucap chimi pelan masih dalam dekapanku

“nde, chimi-ah aku akan selalu memberikan mu kekuatan. Aku akan selalu berada disisimu, kalau perlu.. jika sudah saat yang tepat nanti, aku akan mengeluarkanmu dari rumah itu dan kita hidup bersama sebagai pasangan suami istri. Kau harus menjadi istriku.. dengan begitu kau akan berada didekatku”

“jika umurku panjang, memang kau lah yang ku minta pada tuhan untuk menjadi suamiku” seketika kemudian aku mengelus kepalanya lembut, kini air mata itu sudah mulai menghilang. Ntah kenapa aku jadi tidak ingin kehilangan mu chimi. Aku ingin secepatnya menikah denganmu, ntah kenapa perasaan ini muncul. Ingin rasanya membahagiakanmu secepatnya. Aku, benar benar merasakan perasaan cinta yang dahsyat padamu chimi. Perasaan cinta yang tak kan tergantikan oleh yeoja siapapun.

“kau tidak mau menciumku?” candaku sambil melonggarkan pelukanku. Aa, aku melihat tangannya bergerak ingin menjitak kepalaku. “adaaaww” rintihku sambil mengusap usap kepalaku itu. Rasanya nyut nyutan sekali.. “kau ini… apa kata fans mu nanti.. nanti bukannya menyelesaikan masalahku dengan cepat. Aku malah meninggal duluan dibash fansmu” jawabnya dan tidak tahan membuatku tertawa kecil mendengarnya..

*key pov end*

narrator pov:

Sejak berhubungannya chimi dan key, kini perasaan chimi jauh lebih lega. Karena chimi selalu mebagi semua masalahnya pada key. Tadinya, chimi tidak tega membaginya bersama key, namum key terus memaksa nya untuk menceritakan pada nya. Yasudah, tanpa harus berpikir 2 kali chimi menerima tawaran itu dan menceritakan semuanya sedetail detailnya tanpa ada yang ditutup tutupi.. dan semuanya tidak sia sia, key benar benar telah memberikan kekuatan itu. Kini chimi sedikit segar.

*narrator pov end*

Chimi pov

Kali ini aku punya janji dengan key, katanya dia ingin bertemu dengan ku. Ya, ditempat yang sama. Ditaman kota itu lagi.

Tepat pukul 12 siang aku tiba di tempat yang dijanjikan.. aku masih belum melihat key datang. Sebaiknya aku menunggunya di kursi panjang, seperti biasanya.

Saat terduduk di kursi itu aku jadi ingat kejadian sebelum pergi meninggalkan rumah.

“onnie, ada apa dengan tangan mu? Ada apa?” Tanya hanbyul berjalan mendekatiku memegang tangan ku yang di perban itu.

“pergilah dari hadapan ku hanbyul tolong lepaskan tangan mu itu..” jawabku dingin

“tapi—-”

Aku memotong perkataan hanbyul , “SUDAH KU BILANGKAN.. PERGILAH DARI HADAPANKU.. DAN JANGAN SENTUH TANGANKU“ betakku kasar dan menggoncang tangan ku agar bisa lepas dari pegangan hanbyul. Dia tampak menangis menatapku membentaknya .Tapi aku tak merespon nya. Aku mengalihkan padanganku. Mebalikkan badanku tidak mau menatapnya. dasar cengeng . “onnie,… memangnya aku salah apa? Kenapa kau begitu membenciku? Aku menyayangi mu onnie… maafkan aku jika aku salah onnie. Onnie, aku ingin seperti temanku yang lain, temanku yang begitu akrab dengan onnienya. Aku mau kita seperti itu onnie.” tutur hanbyul lembut dan menangis langsung memelukku dari belakang. Aku melepaskan rangkulannya itu pelan, “aku sedang tidak mau menyakitimu hanbyul. Jadi, tolong turuti saja apa yang aku katakan..” tuturku pelan, tidak seharusnya aku bicara seperti itu. Tapi, aku tidak bisa seperti onnie temanmu itu hanbyul.

Aku tidak menatapnya dibelakangku. Aku membiarkannya tetap menangis membeku dibelakangku. Dan sedetik kemudian aku mendengar pintuku terbuka dan kembali ditutup pelan. “baiklah cukup sudah.. jangan dekati aku hanbyul. Kalau kau tidak mau aku sakiti memang sebaiknya kau jangan dekati aku” gumamku dalam hati dan seketika tanpa perintah dariku air mataku kini mengalir.

Saat hendak berjalan menuruni tangga, aku dapat lihat tatapan kebencian itu lagi.. “jika kau tidak suka denganku, tidak sebaiknya kau seperti itu pada hanbyul ha! Apa yang kau lakukan padanya ha? AKU TEGASKAN PADAMU.. JANGAN MENYAKITI ANAK KU ITU.” Seru appa yang berhasil membuatku ternganga mendengarnya. Baiklah aku harus bersikap biasa, aku tidak boleh merespon itu. Entah mengapa perasaanku sedang tidak ingin cari ribut.

“aku pergi dulu” ucapku berjalan menuju pintu dan sekarang aku berhasil keluar dari neraka itu..

Lagi lagi aku menangis mengingatnya mengatakan “annakku” untuk hanbyul? Memangnya aku apa? Bukan kah anakku itu berarti tunggal. Berarti dia hanya menganggap hanbyul sebagai anak nya? “aaaarhhhh” pekikku dalam hati.

“annyeong park chimi, apa aku membuatmu menunggu lama?” dengan refleks aku langsung menyapu air mata ku itu. Aku tidak ingin key melihatku menangis. Aku tidak ingin menangis Karena ini dihadapan key. “ Ah, tidak key.. sama sekali tidak..” jawabku berusaha sebiasa mungkin

“syukurlaah, aku kira aku membuatmu menunggu lama.. tadi jadwal tampil di music bank sedikit bermasalah, jadi mianhae..” jawabnya lembut dengan senyum. “arraso,, gwenchana key” balasku dengan senyum.

“chimi.. kau sudah makan ?” aku mengangguk “ne. aku sudah makan. bagaimana dengan mu?” tanyaku balik. Dia menggeleng lemah padaku. “belum.. aku belum makan.” aku tertawa kecil mendengarnya, hal yang lucu dari key itu saja sudah membuahkan kekuatan untukku. “yasudah tunggu apa lagi? Ayo aku temani makan..” aku menarik tangannya dan membawanya ketempat makan terdekat.

Pukul 5 sore aku sudah kembali pulang. Setelah bertemu dengan key sepertinya aku baru saja mendapat tenaga baru. Aku jadi tidak ingin ditinggal olehnya untuk kembali lagi masuk ke rumah. Tapi aku tidak mungkin merepotkan key. Dia terlihat lelah, menjadi artis itu kan butuh istirahat yg banyak. Ditambah lagi, nanti dia juga ada acara. Yasudahlah aku tidak boleh mengurangi waktu untuk nya beristirahat. Sebelum akhirnya masuk rumah, key mengingatkan ku untuk meberanikan diri bertanya tentang sifat dingin appa yang timbul begitu saja. “Sepertinya dia punya rahasia” turur key tadi.

“sepertinya sekarang lah waktunya aku untuk menanyakan rahasia itu” aku menarik napas perlahan.. lalu menghembuskannya perlahan. Aku menatap appa dan umma yg sedang duduk berjauhan, hening. Sperti orang bisu. Mereka tampak sibuk pada kesibukan masing masing. Aku melihat umma sepertinya sedang menyulam.. sedangkan appa, Dia sedang sibuk membaca Koran.

“umma.. appa.. bisakan kalian menatapku sebentar.”

“ne. wae chimi?” hanya umma yang memberi respon padaku, sedikit ramah. ‘ramah kepalsuan’ (karena, saat chimi melindunginya dari kekasaran appa dia malah membentak chimi. Lalu, dia akan berubah jadi Sok ramah) sedangkan appa tetap diam dan tetap memandang korannya. Aku mengalihkan pandanganku pada appa, walaupun aku jadi ingat kejadian tadi. Tapi untuk saat ini aku harus melupakan itu.

“appa…” ucapku lembut… tapi appa tetap diam.. “ku mohon, kali ini saja kau meladeniku. Aku janji kali ini saja..” pintaku dengan keadaan menahan tangis.

Appa tampak sedikit menuruni korannya dan sekarang menatapku “apa aku ini bukan anak kalian?” tuturku masuk ke pokok permasalahan.

appa tampak kaget mendengarnya dan mulai mengambil ancang ancang akan mengeluarkan suaranya “jadi kau sudah tahu? Kau itu bukan anak Park jung su?”

Aku jadi menganga mendengarnya, jadi yang aku tanyakan itu benar? Aku bukan anak appa? Lalu ???

“benarkah? Jadi aku benar? Jadi selama ini appa tidak memperdulikan aku karena aku bukan anak mu? Lalu, aku ini anak siapa?”

“kenapa kau tidak menanyakan nya pada wanita itu? Setelah mendengarnya kau boleh menyimpulkan, siapa yg lebih jahat. Aku atau dia” jawab appa ketus dan menunjuk umma. Dengan sekejap, aku langsung beralih menatap umma memohon,“umma.. katakan padaku..” pintaku dan hanya diberi respon diam oleh umma . “umma, ku mohon”

“maafkan umma chimi,… kau,,,, kau benar, kau memang bukan anak park jungsu. Aku… akulah yg salah selama ini.” Umma diam sejenak,…“Aku telah selingkuh pada seorang namja saat aku sudah menikah dengan jung su. Aku benar benar khilaf.. makanya aku tidak mau kau membelaku saat aku dibentak oleh jungsu. Ini salahku, kau tidak boleh ikut campur. Aku selalu memarahimu saat kau melindungiku. Aku tidak butuh lindungan darimu chimi. Itu hanya akan menyakiti aku dan dirimu. Makanya aku tidak mau kau melakukannya. Jungsu mengetahui kau bukan anaknya saat appamu yang sebenarnya, memberanikan dirinya datang kehadapan kami ingin meminta mu. Dan sejak saat itu jungsu berubah dingin pdamu. Dan membenci ku. Kini, kau sudah tahu semuanya. Kau boleh lagi tidak menyayangi ku. Boleh.. bahkan kau boleh juga tidak memanggilku umma lagi..” ucap umma menjelaskan yang juga menjatuhkan airmatanya. “chimi, ayahmu yang sebenarnya bernama Lee Donghae. Chimi, mianhae. Pukul umma chimi, bentak umma, lakukan semuanya sekarang. Kau boleh membenci umma” seru umma menarik tanganku. Dia ingin aku melakukannya.

“TIDAAAKKK… MUNGKKIINN..” pekikk ku kuaat.. aku tidak kuat menerima kenyataan ini..

“sekarang kau tahu kan, kau berdua itu tidak perlu diberi kasih sayang. Untuk apa? Heh-..” tutur jungsu appa mendorong umma dan aku hingga jatuh ke lantai. “appa..” seru ku lirih..

“appa. Apa yang kau kataakan pada onnie?” tiba tiba hanbyul keluar dari kamarnya karena bentakan appa membuatnya terbangun dari tidurnya. “jangan dekati akuu hanbyul” aku tetap menolak bantuan hanbyul yg membantuku berdiri.

“hanbyul. Jangan bantu diia. Dia itu bukan kakak mu. Kalian itu tidak sedarah daging..”

“apa? Appa kenapa kau berbicara begitu.. APPA MAKSUD APPA?” “ apapun itu aku akan tetap menyayangi kalian. Kau tidak boleh bicara seperti itu” Bentak hanbyul yg tidak suka dengan perkataan appa nya itu. “pergi kau.. pergii..” usir jungsu appa tanpa merespon hanbyul dan memukul mukulkan Koran yang digulungnya ke padaku. aku menutupkan mataku… “jangan..” jerit umma yang ntah kapan datangnya sudah melindungiku dari pukulan keras Koran itu. “umma…” seru ku dengan seduaan. Hanbyul juga ikut melindungiku bersama umma. “maafkan umma chimi..” appa tetap saja memukulkan gulungan Koran itu penuh dengan luapan emosinya kearah ku. “umma, tidak usah bicara seperti itu. Aku tidak marah pada umma. AKU TIDAK BISA MEMBENCI UMMA”

“YAAA. BRENGSEK KAU JUNGSU” bentak sesaorang namja menghantam pintu rumah dan berjalan mendekati appa. Tidak hanya aku yang terkejut dengan kedatangan namja itu. Appa umma dan hanbyul jugaa “KAU APAKAN ISTRIKU HA.. KAU APAKAN JUGA ANAKKU…” serunya meninju jungsu appa, menyebabkan jungsu appa tersungkur ke lantai. Lalu berdiri kembali. aku bisa melihat dengan jelas namja itu mengeluarkan benda tajam dari kantung celananya.. namja itu mempercepat langkahnya menuju Jungsu appa. Aku tidak ingin terlambat, tidak boleh. jarak mereka masih jauh. Aku berdiri dan kemudian berlari agar bisa melindungi appa, Melindungi jungsu appa.

“ap.pa..a…” ucapku dan terkejut melihat pisau itu berhasil menancap tepat diperutku.. “chimiiiii…” teriak umma dan hanbyul histeris.. waktunya tepat!! Apa ini memang takdirku? Apakah ini juga tercatat di agenda takdirku, lalu? Apa aku masih bisa hidup? Aku belum melihat key, jika aku tidak hidup lagi tolong izinkan aku melihat key dulu.. takdirku,,, kenapa berakhir begini?

“apa yang kau lakukaan chimii..” bisik jungsu appa pelann..

Aku sudah tidak sanggup lagi “appa. Sakitt… appa sakk—” ucapku pelan. Mungkin sangat pelaan hingga suaraku seperti tidak sanggup lagi keluar. Aku berubah jadi bisu mendadak.. Kini aku sudah tidak bisa lagi menahan kedua mataku terbuka. Aku sudah tidak tahan lagi membiarkannya terbuka. Dia memintaku untuk segera menutupnya. Sebelum akhirnya mataku benar benar tertutup aku tak lupa menyampaikannya “mianhae semua. Yang harus kalian tahu CHIMI menyayangi kalian” kata kata itu sukses keluar dengan lancar dari mulutku. Sekarang semua nya gelap. “CHIIIMIII… BANGUNLAH NAAK” jungsu appa mengguncang guncang tubuh ku.. kini aku berada dipangkuan appa. Hanbyul, umma bahkan namja itu berlari mendekatiku.. “bertahanlaah chimii.” Ucap umma “apa yang kau lakukan donghae-sshi… keluar dari rumahku… kau tahu.. kau sudah membuunuh darah daging mu sendiri… kau gilaaaa. PERGI..” usir umma dan mendorong tubuh namja itu kuat.. namja itu tersungkur lemah ke lantai. “kau.. dia anakku? Bagaimana bisa? ARRRGH– mianhae anakku” ucap namja itu pelan.. dia tampak menarik narik rambutnya kuat kuat…

Kini, ambulance sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit.. mengantarkan chimii.. sedangkan namja yang menancapkan pisau itu dilarikan kerumah sakit yang berbeda, ke RSJ seoul. Akibat ulahnya sendiri dia harus mengalami gangguan mental.. dia begitu shock mengetahui kenyataan, chimi adalah anaknya. Sebelumnya dia tidak tahu siapa anaknya. Dia belum pernah bertemu sebelumnya, sekarang? Yeoja mungil berlumuran darah itu anaknya?…

Key pov

“hyung ada apa denganmu? Kau baik baik saja? hyung mengantuk?” Tanya taemin menyadari perubahan sikapku

“perasaan ku tidak enak..” jawabku singkat.

“pantesan, tadi dipanggung kau bernyanyi nya banyak salah lyric dan tanpak melamun.” Kali ini onew sang leaderlah yang angkat bicara.

“perasaan ku benar benar tidak enak hyung. Mianhae aku jadi mengacaukan penampilan kali ini.” Jawabku merasa bersalah. “Tapi aku benar benar merasa ada yang buruk terjadi”.. tiba tiba handphone ku bergetar. Segera ku keluarkan ponselku itu dari saku celanaku..

“annyeong hanbyul. Kenapa menangis..? MWO??” refleks ponsel ku terjatuh begitu saja dari genggamanku. Apa yang kudengar ini? Jadii ini hal buruk yang kurasakan itu? “ada apa key?” Tanya jonghyun penasaran

“chimi.. dia sedang berada dirumah sakit sekarang dalam keadaan tak sadarkan diri..” ucapku masih dengan keadaan setengah percaya dan tidak.

“tunggu apalagi key.. ayo kita kesana…” seru minho menarik tanganku menuju parkiran..

*dirumah sakit

“mana chimii?” tanyaku pelan dengan suara serak mata sembab. Diperjalanan aku menangis sejadinya…

“chimi ada didalam oppa.” Jawab hanbyul juga terlihat habis menangis..

Aku bisa melihat pemandangan disekitarku sedang galau semua. Bahkan jungsu ahjussi. Dia yang paling terlihat panik. Berkali kali dia berjalan bolak balik didepan pintu ruang UGD itu dengan wajah dipenuhi linangan air mata.

“hanbyul-sshi. Bisakah kau menceritakan apa yang terjadi?..” hanbyul mengangguk dan menarikku menuju koridor.. dia menceritakan sedetail detail nya padaku. Kni aku bisa merasakan tubuh kuu sudah tak sanggup lagi berdiri tegak. Aku meraskan ada suatu hantaman dahsyat menghantam tubuhku kuat.. member SHINee yang ikut mendengar kan semuanya langsung memelukku. Aku begitu merasakan pelukkan kekeluargaan yang hangat “sabar hyung..” seru taemin berusaha menghiburku..

*key pov end*

Narrator pov:

Kini beralih ke ruangan tunggu UGD.. jung su langsung memberhentikan aksinya saat dokter Lee sungmin keluar dari ruangan UGD “bagaimana dok” Tanya jungsu mengguncang guncang pundak dokter lee. Dokter lee hanya menggeleng lemah “maafkan kami.. dia terlalu banyak mengeluarkan darah.. kami sudah melakukan yang terbaik untuk putri anda, tapi maafkan kami. Tuhan lah yg berkehendak” tutur dokterlee dan kemudian kembali masuk kedalam ruangan UGD itu..

“tidaak mungkinn dokk” jerit key yang mendengar tuturan dokter lee tadi.. key langsung bergegas mendahului dokter lee masuk keruanganUGD “suster… berhentii… tolong jangaan tutup duluu….” Pinta key, dan mendapat anggukan dari suster yang hendak menutupi wajah chimi yang sudah tak bernyawa itu..

Key memandangi wajah pucat itu.

”aku belum sanggup kehilangan kau chimii. Tolong bangunlaah.. bangunlahh dari tidurmu itu,, buktikan kalau kau masih bernyawa… bangun chimii. Chimi.. sekarang aku ada dihadapanmu.. jangan takutt. Bangunlaah chimii”seru key menggenggam tangan chimi kuat.

Tapi apa yang dilakukan key tetaplah sia sia.. chimi sudah tak bernyawa lagi.. dia sudah pergi…

“aku bilang bangunlah chimi.. aku, appamu, ummamu, dan hanbyul menyayangimu.. menyayangimu selamanya. Bukankah aku selalu memberimu kekuatan. Bukankah kau akan menjadi istriku? Bukankah jika umurmu panjang, kau akan meminta pada tuhan aku menjadi suamimu? AKU BERSEDIA CHIMI. Aku ingin kau bangun, aku janji jika kau bangun aku akan segera menikahimu. Aku siap chimi. Aku siap menjadi suami mu. Bangunlah chimi, kita menikah sekarang juga. Kau harus bangun. Kita akan hidup bersama.” seru key lagi dengan linangan air mata. Key begitu terpukul.

Saat selesai mengatakan semuanya key melihat dengan jelas air mata mengalir keluar dari mata chimi. “chimi…? Bangun.. banguuun..” “dokter chimii bangun” teriak key dan itu mengundang kekagetan dahsyat bagi semua orang yg berada disana. “benarkah? Biar ku periksa lagi..” dokter lee memegang lengan chimi, merasakan denyut nadinya. Seketika, dia mengangkat alisnya keatas, dahi nya membentuk kerutan.

“tidak.. tidak ada perubahan sama sekali.. dia memang sudah tak bernyawa lagi…”

“tapi aku melihat dengan mata kepalaku sendiri diaa menangis.. dia tidak ingin meninggalkanku dok” bentak key masih tidak mau mengakui kenyataan didepannya. “tenanglah.. lihatlah perubahan wajahnya.. dia sekarang tampak lebih pucaat. Pucat sekali dari pada tadi sebelum kau datang.. sekarang dia benar benar sudah pergi tangannya jauh lebih dingin.. dia sudah pergi dengan tenang. mungkin dia menangis karena kau orang yang ingin ditemuinya sudah datang untuk melihatnya untuk terakhir kalinya. Kau bisa mengerti maksutku bukan? Kau harus tabah key. Chimi sudah pergi..” seru dokter lee menepuk nepuk pundak key lalu berjalan meninggalkannya. Kini key memandang kain putih itu menutupi wajah chimi..

“key.. kau harus tegar..” seru jonghyun mendekat dan kembali memeluk key diikuti member lainnya. “bagaimana bisa hyung, aku ingin menikahinya! Aku belum bisa kehilangannya hyung. AKUU BELUM BISA KEHILAGANNYA” “chimi..” seru key pelan didalam rangkulan semua member SHINee

*Narrator pov end*

Dipemakaman

Key pov

Kini aku menghadiri acara pemakaman Park Chimi bersama member lain fans dan artis artis lainnya. Kami semua menyayangimu chimi..

“kau salahkan chimii? Kau salah telah mengatakan tidak ada yg menyayangimu dan peduli padamu. Skrg aku ahjumma ahjusshi dan hanbyul lah yang banyak mengeluarkan air mata melihatmu sudah diturunkan kelubang itu..”

Chimi… tenanglah disana. Sekarang kau sudah ada didunia yang abadi disana.

Kau memang tidak akan abadi didunia ini. Tapi aku akan tetap membiarkan rasa cinta ku abadi di hatiku. Takdir yang kita bayangkan ternyata salah chimi. Kau tidak menjadi istriku. Aku tidak menjadi suamimu. Aku masih belum bisa menerima ini chimi. Tapi.. aku tidak bisa membuatmu hidup kembali. Aku menyesal, kenapa aku tidak menyadari perasaanku di taman waktu itu. Seharusnya aku menikahi mu. Seharusnya aku menyatakan perasanku jauh sebelum sebelumnya. Chimi, tuhan memang sudah menuliskan takdir kita di agendanya. Ku harap ada chimi ke2 didunia ini. Chimi tenanglah disana.

#Juktorok sarangheyoo#

*key pov end*

Jungsu pov

“aku menyayangi mu chimi.. apa yang telah aku lakukan padamu selama ini? Aku benar benar merasa bersalah. Aku benar benar benci menyadari kalau aku baru menyesal disaatkau sudah tidak ada lagi.. jujur, aku merasa aku bukanlah appa yang baik, terima kasih kau sudah melindungi ku chimi. Aku ingin memelukmu chimi. Aku ingin mengatakan aku menyayangi anakku chimi dan hanbyul di depan mu. Chimi, maafkan appa nak. Jeongmal mianhae”

The end~

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

qtl { position: absolute; border: 1px solid #cccccc; -moz-border-radius: 5px; opacity: 0.2; line-height: 100%; z-index: 999; direction: ltr; } qtl:hover,qtl.open { opacity: 1; } qtl,qtlbar { height: 22px; } qtlbar { display: block; width: 100%; background-color: #cccccc; cursor: move; } qtlbar img { border: 0; padding: 3px; height: 16px; width: 16px; cursor: pointer; } qtlbar img:hover { background-color: #aaaaff; } qtl>iframe { border: 0; height: 0; width: 0; } qtl.open { height: auto; } qtl.open>iframe { height: 200px; width: 300px; }

24 thoughts on “Love and Remorse”

  1. Huaaaaa seedihhh
    Kasian keyy
    Donghaaee ko jahat banget
    Walopun seandainya bukan chimi yang mati
    Tapi kan dia ga boleh ngebunuh appanya juga
    Kereeen!!!

  2. Hwahh..
    Mewek ne jadi nya..
    Kasian bget chimi…
    Hei jungsu,kamu k0q
    jahat gitu sih..
    Key,jgan sedih lagi..
    Nikah sama aq aja
    sini..
    *dilempar kejurang sama lockets*

  3. Huaaaa sedih bgt, sumpah key nya kasian bgtttt. Kenapa harus mati sih chimi nyaaaa? Ih donghae odong sih main mainan piso segala. Tapi keren!!

  4. huwaaa huwaa hikss hikss .
    aaaa authornyaa harus tanggung jawab nih …
    ahhh sedih banget nih ceritanyaaa . DAEBAK buat ff sama authornyaaa

    kerennn !

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s