Love or Friends – Part 8

Title: Love or Friends –part 8-

Author: Yoora a.k.a Niniez

Cast:

SHINee

Kim Yoora

Lee Sun hi

Kim Soo Yun

Kim Sera (Lia eunnie)

Choi Minna (Nina eunnie)

Genre: (still) Friendship and Romance

Rating: G

Summary: “Keberangkatanmu ke Amerika dipercepat. Tiga hari lagi. Bersiaplah.” (gini bukan? Aku gatau.. mianh)

A/N: Maaf lanjutannya lama .. Soalnya, File-nya sempet ilang, terus langsung ga ada mood buat nulis.. Pas ada mood buat nulis, akunya malah down #ditampar bolak-balik#.. Aku sempet ngerasa kalo FF-ku tuh jelek banget L

OK. Sekian curcolnya. Mari dilihat ceritanya ^^

“AAAAAAAA”

GDEBUK

PRANG

KOMPRYANG KOMPRYANG

o.O

“Nah lho? Setannya bawa apaan tuh sampe ribut gitu?” tanya Sera polos.

“Barang pecah belah, kali.” Jawab Minna ga kalah polos.

“Duh~ Kalian kenapa sih?” tanya si ‘setan’ tersebut. Minna menoleh. Ia langsung kaget. Mana ada hantu seindah ini? Kalau ada, Tuhan baiiiiiik banget >_<

“Kalian itu siapa? Kok ada di depan apartemen Yoora?” tanya ‘setan’ yang satunya lagi. Wuidiih~ yang ini mah kesukaannya Sera atuh~ XD

“Emm.. Aku.. Aku Sera, unnienya Yoora :]” kata Sera sambil mengulurkan tangannya. ‘setan’ yang ternyata adalah Choi Minho dan Kim Kibum ini langsung mengernyit heran.

“Sera? Bukannya kita udah kenalan ya?” sahut Key. Dahinya masih berkerut samar, namun wajah imut nan gantengnya itu masih tetap terlihat.

“Eh? Kapan?” tanya Sera kaget. Sedangkan Minna masih kesengsem sama wajah sang pangeran Minho.

“Hmm.. lima tahun yang lalu bukan?” kata Minho memastikan. Key menjentikkan jari. Sera mengangguk paham tanda baru ingat. Sera sudah pernah berkenalan dengan sahabat-sahabat Yoora 5 tahun yang lalu, ternyata.

“A~ benerrr~ Tumben Minho pinteeeer~” kata Key sambil mencubit pipi Minho.

Minna melongo.

Sera apalagi.. Melongonya udah kayak gua hantu.. Gedeeee banget..

Di pikiran Sera sama Minna Cuma satu ~> YAOI MOMENT (?)

“Eh.. Hehe.. Mianh.. Kalian mau ketemu Yoora kan? Masuk aja gih..” kata Key sambil membawa piring –yang jatuh tadi- dan langsung membuka pintu apartemen Yoora.

JADI ?? Pintunya ga dikunci ???

Entah sudah keberapa kalinya Jonghyun mencoba menghubungi Yoora, sekedar ingin tau keadaannya saja. Tapi, anehnya, semua SMS nya ga dibales, telpon ga diangkat, YM-an malah offline. Anehhh banget~

“Yoora.. Kamu kenapa sih?” gumam Jonghyun yang pada akhirnya membanting HP nya ke kasur.

“Aku bisa gila tau..” kata Jonghyun lagi sambil merebahkan dirinya ke atas kasur lalu pandangannya menerawang ke langit-langit kamar.

“Yoora.. Kamu lagi hibernasi atau apaan sih? Dari tadi ditelpon ga diangkat, SMS ga dibales, aku pencet bel apartemenmu yang ga berdosa itu sampe tanganku kram tauuuuk..” cerocos Sera di kamar Yoora. Minna cuma geleng-geleng kepala sambil ngelus-elus piring  pemberian Key dan Minho. Padahal, Yoora sama sekali ga berminat sama yang namanya piring yang konon katanya mahal itu. Tapi, si Key yang hobinya nyerocos ga jelas –mirip Sera- itu maksa to the max, jadinya Yoora terpaksa mengiyakan keberadaan piring itu di apartemennya.

Tapi, gara-gara si Yoora ga mau keluar kamar, jadinya Key sama Minho undur diri deh. Katanya sih mau ngerjain tugas sekolah yang numpuk.

“MINNAAAAAA~ SINIIIII~ CEPEETTT!!” teriak Sera dari dalam kamar. Minna langsung tergopoh-gopoh menuju kamar.

“Ada apaan sih? Kayak mau ngelahirin aja.. Air ketubannya udah pecah?” tanya Minna ngasal.

“BUKAAAAAN~ INIIII SI YOORAAAAAAA~”  teriak Sera lagi, padahal Minna udah pasti denger suara nya yang berfrekuensi tinggi itu tanpa perlu teriak.

“Kenapa sih?”

“Haduhh~ Gimana dong? Dia demam, Na.. Badannya panas banget~” kata Sera khawatir. Minna langsung nyari obat di P3K.

Tapi, sayangnya ga ada sepeser pun obat disana.

“Ra, aku ke apotek dulu. Jagain Yoora..” kata Sera yang lalu melesat kluar pintu apartemen.

Sooyun senyum senyum sendiri dari tadi. Matanya ga lepas memandang lekat-lekat tangan kirinya yang tadi dipegang Taemin. Hangaaat banget serasa terbang ke langit ke tujuh ^^

“Kapan ya kayak gini lagi?” gumam Sooyun penuh harap. Tapi, secepatnya ia menepis impian itu.

“Sooyun pabo! Dia itu milik Sun Hi! Aish~” ucap Sooyun sambil memukul mukul kepalanya.

2 HARI KEMUDIAN …

“Nyunyuuuuu~” panggil Sun Hi dengan semangat kemerdekaan yang tinggi (?). Onew yang sedang mencurahkan pikiran untuk kegiatan perpisahan minggu depan langsung menoleh ke arah Sun Hi. “Kenapa?” tanya Onew singkat, lalu memfokuskan diri kembali ke kertas corat-coretnya tentang perpisahan tersebut.

“Yoora mana? Sooyun mana?” tanya Sun Hi bertubi-tubi dengan senyum selebar mungkin.

“Yang penting yang mana?” tanya Onew kilat.

“Dua-duanya.” Jawab Sun Hi sambil memandang Onew heran. Ketus banget sih, Onew!

“Yoora atau Sooyun?” tanya Onew lagi.

“Tau ah! Ribet ngomong sama kamu!” teriak Sun Hi sambil meninggalkan Onew. Sebenarnya, Sun Hi sedang dalam kondisi badmood, tapi ia berusaha ceria untuk hari-hari terakhir ia di Seoul ini. Sayangnya, Onew malah membuat ia lebih badmood lagi.

“Aku tak suka senyummu kali ini. Terlalu dipaksakan.” Gumam Onew yang kemudian melanjutkan mencorat-coret kertas.

“Taemiiiiiin~” panggil Sun Hi riang gembira. Taemin yang sedang bermain basket menoleh ke arah Sun Hi dengan tatapan tak percaya. Sun Hi menyuruh Taemin pergi ke arahnya dengan isyarat tangan.

“Sun Hi?” tanya Taemin memastikan setelah berada tepat di hadapan Sun Hi. Sun Hi mengangguk ceria.

“Iya.. Ini aku :)” jawab Sun Hi polos.

“Kamu ga marah sama aku?” tanya Taemin lagi. Sun Hi memiringkan kepalanya. “Awalnya sih iya.. Tapi ya buat apa aku marah? Ga ada gunanya kan?” kata Sun Hi bijak. Ini adalah salah satu sifat yang Taemin sukai dati Sun Hi, bijaksana dan pintar.

“Baguslah.. Ku kira kau akan marah sampai mati..” canda Taemin.

“Haha.. ga mungkin lah.. Aku masih punya perasaan juga, kali..”

“Terus? Kamu mau apa kesini?” tanya Taemin penasaran.

“Ga boleh yaaa?” tanya Sun Hi sambil memasang wajah cemberut. “Eh.. Boleh kok. Boleh banget..” kata Taemin meralat ucapannya tadi.

“Bagus! Aku mau bilang sesuatu! Ayo ikut aku !” ajak Sun Hi sambil menyeret Taemin ke kantin yang lumayan sepi.

Mereka tidak tau, di tempat yang berbeda, seorang lelaki dan seorang perempuan memperhatikan segala kelakuan mereka dengan sangat jelas. Jelas sekali, sampai sampai membuat kedua orang tersebut menitikkan air mata putus asa.

Jonghyun menggedor-gedor ruangan OSIS dengan kekuatan super (?). Onew yang sama sekali tidak mau tanggung jawab akan kerusakan pintu langsung bangkit dan membuka pintu.

“ADA APAAN SIH? GA BISA LIAT SIKON YA? AKU LAGI FRUSTASI SEKALIGUS PATAH HATI TAUK!” bentak Onew pada Jonghyun. Satu persatu, anak OSIS lainnya meninggalkan ruangan tersebut seakan tidak mau terlibat adu mulut atau bahkan adu fisik kedua namja tersebut.

“He? KALO AKU PERAMAL, AKU PASTI GA BAKAL MASUK SINI! NYESEL BANGET AKU! KAMU PIKIR CUMA KAMU DOANG YANG FRUSTASI? AKU JUGA! NI RAMBUT UDAH  GA RAPI LAGI GARA-GARA AKU JAMBAK DARI TADI!” bentak Jonghyun balik. Jonghyun benar, rambutnya yang rapi malah bermetamorfosis menjadi landak sekarang.

“TAPI KAN KAMU CUMA FRUSTASI, LHA AKU DITAMBAH SAMA PATAH HATI! PARAHAN MANA?”

“GA ADA BEDANYA! SAMA-SAMA BIKIN ORANG MAU BUNUH DIRI TAUK!”

“BEDA!”

“NGGAK!”

“BEDA!”

“NGGAK!”

“ARGH~ PERGI DARI SINIIIIIIIII!!!!!” usir Onew pada akhirnya.

“OK! AKU PERGI DARI SINI! NYESEL KE SINI TAPI MALAH KETEMU KAMU YANG LAGI HAID..” kata Jonghyun sambil berlalu.

PLETAK

Onew berhasil melempar sebuah buku tulis ke kepala seorang Kim Jonghyun.

“AKU GA LAGI HAID! KAMU TUH YANG LAGI SENSI!”

“IYA, AKU SENSI.. BERARTI KAMU LAGI HAID KAN?”

“Enak aja! Aku cowok normal! Masih suka cewek..”

“Terus kenapa marah-marah ga jelas kayak gitu? Kamu lagi hari pertama menstruasi?” tanya Jonghyun dengan watados.

“Yadong amat, lu! Pikirannya Cuma menstruasi mulu! Mau ngerasain juga gimana menstruasi yang dialamin cewek?” goda Onew. Kini emosinya lumayan menurun.

“Kagak!” jawab Jonghyun ketus. Onew terkekeh.

“Mana Yoora?” tanya Jonghyun.

“Kan ga masuk.” Jawab Onew heran. “Ga masuk? Sejak kapan?” tanya Jonghyun cemas. “Sejak dua hari yang lalu..”

“Kenapa?” tanya Jonghyun lagi.

“Kamu Kim Jonghyun kan? Pacarnya Yoora kan?” tanya Onew memastikan. Ia takut, kalau ternyata makhluk di depannya ini adalah alien yang menyamar menjadi Kim Jonghyun (= =’)

“Ya iyalah.. Emang kenapa sih?” tanya Jonghyun bingung.

“Kamu pacarnya tapi kamu ga tau alasan Yoora ga masuk?” tanya Onew lagi. Jonghyun mengangguk.

“Parah. Dia itu sakit, o’on” jawab Onew sambil menoyor kepala Jonghyun.

“Mwo? Sakit? Sakit apa?”

“He? Aku jadi makin ga percaya kalo kamu Kim Jonghyun = =a” kata Onew dengan tatapan was-was.

“Aku Kim Jonghyun! Aku Kim Jonghyun! Aku Kim Jonghyun! Harus diulang berapa kali lagi sih biar ngerti?! Sekarang, mana Yoora? Aku mau bicara!” kata Jonghyun lantang.

“Dasar orang sensi! Yoora tuh sakit, ya di Rumah Sakit lah, o’on!” kata Onew.

“Rumah sakit mana?”

“Rumah sakit langganan keluarga Yoora di Incheon..”

“AH! Gomawo!” kata Jonghyun yang lalu pergi dari ruangan tersebut.

“Ish~ Padahal aku lagi pengen curhat sama dia..=3=” gumam Onew sambil mebaca buku.

“Kenapa aku harus lihat adegan tadi? Bikin iri saja..” gumam Onew lagi, lalu melemparkan bukunya.

“Sooyun, pulang bareng yuk ^^” ajak Taemin semangat.

Sooyun tetap tidak bergeming. Pandangannya masih saja kosong. Taemin tau ada yang tak beres dengan sahabatnya yang satu ini. Mungkin dia ada masalah besar? Atau karena Yoora masuk Rumah sakit? Entahlah..

“Heyyy.. Sooyuuuuuun~” panggil Taemin sambil mengibas-ngibaskan tangannya ke depan wajah Sooyun.

Sooyun mengerjapkan kedua matanya.

“Taem? Ada apa?” tanya Sooyun polos. Mm.. ralat.. Polos atau kelewat bodoh ya? Wkwk.

“Pulang bareng yukkk :3” ajaknya manja. Sooyun menatap Taemin agak lama, lalu menganggukkan kepalanya.

“Nahh.. Let’s go~~~!” teriak Taemin penuh semangat.

Mungkin ini terakhir kalinya aku bisa pulang bareng dengannya. Senyumnya pasti karena Sun hi yang sudah tak marah padanya lagi. Ah~ Sooyun! Kau harus melupakan Taemin!, batin Sooyun.

“Kim Yoora?” kata salah satu karyawan di bagian informasi. Namja yang tadi menanyakan nama tersebut langsung mengangguk.

“Maaf. Tidak ada, Tuan.” Kata karyawan tersebut, matanya masih tertuju pada layar computer.

Namja tersebut memasang raut kecewa. Sudah lima kali ia menanyakan nama tersebut. Tapi, hasilnya tetap sama saja.

“Mungkin di rumah sakit yang lainnya.” Hibur karyawan tersebut seolah tau perasaan Jonghyun.

“Ah~ mungkin saja. Tapi, ini benar Rumah Sakit X (author gatau nama tempat) kan?” tanya Jonghyun memastikan. Karyawan tersebut mengangguk.

“Mungkin sudah dipindahkan ke rumah sakit lain.” Hibur karyawan tadi (lagi). Jonghyun hanya tersenyum. Tapi, senyuman jonghyun sama sekali tidak menenangkan hati karyawan itu.

“Baiklah. Gamsahamnida.” Kata Jonghyun sambil membungkukkan badan, lalu pergi dari rumah sakit itu dengan wajah lesu.

Setelah sosok Jonghyun sudah menghilang dari pandangan, karyawan tersebut langsung mengangkat telpon dan menghubungi seseorang, yang nomornya telah tercatat di notes kecil.

“Yoboseyo….. Ne, tadi ada namja berciri-ciri seperti itu tadi…..  Ne, dia kesini menanyakan tentang kamar yang ditempati oleh—- err, ne….. Semua orang yang menanyakan tentang ‘itu’? ee, tapi…. Ne, baiklah…. Cheonmaneyo… tidak merepotkan kok…”

“Sun hi, mungkin ini akan membuatmu terkejut, tapi, mianhaeyo, aku tak bisa berbuat apa-apa lagi.” Kata Key di telpon. Sun hi mengangguk dan memaksakan seulas senyum di wajahnya, meski Key pasti tak melihatnya.

“Ada apa, Key?” tanya Sun hi mencoba untuk tenang.

“Keberangkatanmu ke Amerika dipercepat. Tiga hari lagi. Bersiaplah.” Kata Key. Sun hi mendengus pelan.

“Ada apa sebenarnya? Kepala sekolah tak memberi tauku kalau program beasiswanya akan dipercepat atau sebagainya.”

“Bukan karna itu. Appa-mu membutuhkanmu.”

“Appa? Bukannya Appa ada di Italia?” tanya Sun hi heran.

“Appa-mu mengadakan bisnis dengan perusahaan Amerika dan sekarang malah mengalami kerugian besar karena kasus penipuan.”

“Masih jaman ya kasus penipuan macam itu? Ga banget.. Terus kenapa harus nunggu 3 hari? Kenapa ga langsung besok aja aku berangkat?” tanya Sun hi berentet. Key tak langsung menanggapi. Terdapat jeda dalam pembicaraan ini.

“Kau harus menyelesaikan masalahmu dengan sahabat-sahabatmu sebelum ke Amerika. Aku kasih waktu 3 hari.” Jawab Key yang diakhiri helaan nafas.

“Kau juga sahabatku kan? Ada masalah apa?”

“Sahabat-sahabatmu yang terlibat cinta segi tak beraturan itu.. Aku tak mau kamu ke Amerika dengan segudang masalah atau hanya ingin melarikan diri dari masalah.” Tutur Key panjang lebar.

“Kim Kibum.. Kau tau kan kalau aku bukan tipe orang yang suka melarikan diri dari masalah?” tanya Sun hi.

“Ya. Aku tau. Tapi, setidaknya selesaikan dulu masalahnya. Tidak repot kan?”

“Baiklah. Gomawo.”

From: 08xxxxxxxxxxxxxx (kebanyakan ga sih jumlah nomernya??)

Sera, temui aku di Kafe Y . PENTING !

-key-

Sera terlonjak kaget. Dari mana Key tau nomor telponnya ? Tapi, biarlah. Itu tak penting. Yang penting, ia harus menemui Key sekarang juga.

“Hm.. enaknya masak apa ya? Tumis brokoli atau sayur manis daun ubi?” gumam Minna sambil memegang dagunya tanda berpikir. Ia masih terpaku di salah satu tempat sayuran di mall.

Tiba-tiba sebuah (?) tangan memegang pundaknya.

“Inalilahi!” sahut Minna histeris. Minna langsung menghembuskan nafas lega saat melihat seorang namja bertubuh atletis. “Choi Minho! Sudah keberapa kalinya kau akan membuatku mati karna jantungan ?” bentak Minna kesal sambil memukul lengan Minho. Minho hanya tersenyum tipis.

“Rupanya kebiasaanmu masih belum berubah ya? Haha.” Kata Minho sambil tertawa. Minna cemberut. “Aish. Menyebalkan.” Gumam Minna lalu kembali melihat tempat sayuran tersebut (gatau namanya apa).

“Choi Minna~ ada yang bisa dibantu?” tanya Minho melunak. “Anio.” Jawab Minna ketus, lalu berjalan ke arah lain. Minho mencengkeram lengan Minna. “Kalau kau tidak butuh bantuan, aku butuh bantuanmu sekarang. Penting.” Ucap Minho sambil menatap Minna tajam.

-TBC-

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

qtl { position: absolute; border: 1px solid #cccccc; -moz-border-radius: 5px; opacity: 0.2; line-height: 100%; z-index: 999; direction: ltr; } qtl:hover,qtl.open { opacity: 1; } qtl,qtlbar { height: 22px; } qtlbar { display: block; width: 100%; background-color: #cccccc; cursor: move; } qtlbar img { border: 0; padding: 3px; height: 16px; width: 16px; cursor: pointer; } qtlbar img:hover { background-color: #aaaaff; } qtl>iframe { border: 0; height: 0; width: 0; } qtl.open { height: auto; } qtl.open>iframe { height: 200px; width: 300px; }

7 thoughts on “Love or Friends – Part 8”

  1. Aq agk bgung th0r?
    Mrka shbtn kn?
    Tp k0k kesan.na kurang akraB yg namja n yeoja na?
    Pdhl d episod *ceilah* sblm.na mrka akrb.
    BuT,lnjt ya th0r.
    Mkn rumit aj mslh.na

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s