We Walk [Part IV] – Almighty Key’s Birthday Party

Author
: diyawonnie

Title
: We Walk [Part IV] – Almighty Key’s Birthday Party

Cast
: Kim Jira (imaginary cast), SHINee, Manajer, and JongKey’s girlfriends
(imaginary casts).

Genre
: Friendship, Romance, and Life.

©2010 SF3SI, Freelance Author.

SELURUH penonton melakukan
standing applause saat acara berakhir. Kulihat Jinki tertawa puas sambil duduk
berlutut menengadahkan kepala dan merentangkan kedua tangannya penuh semangat.
Pertunjukan Rock of Ages Musical untuk hari ini selesai.

Kini aku duduk di lobi gedung. Menunggu Jinki menyelesaikan
‘pesta kecilnya’ bersama para pemain di backstage. Karena setelah ini kami akan
pergi ke sebuah café untuk merayakan ulang tahun Kibum. Tadi Jjong
menghubungiku kalau ia dan Minho sudah
membooking tempat di sebuah café di daerah Hongdae. Ck, mereka memang nekat
memilih tempat di wilayah ‘padat’ seperti itu. Masalahnya, banyak sekali anak
muda yang masih berkeliaran di sana pada pukul seperti ini.

“Mian lama. Kaja!” ajak Jinki. Ia mengenakan hoodie, yang
terlihat hanya hidungnya, bahkan aku tak dapat melihat bibirnya bergerak ketika
ia berbicara.

Manajer-oppa memilih jalan belakang karena fans di sini lebih
sedikit ketimbang mereka yang menunggu di depan. Mereka semua mengacungkan
kamera ponsel. Aku yakin tak lama lagi ratusan fancam tersebut akan segera tersebar
di dunia maya.

Aku berjalan duluan bersama seorang eonni berperawakan tinggi
besar. Sampai saat ini aku tak tahu ia menjabat sebagai apa. Ia selalu bersama
manajer-oppa. Kudengar ia manajer juga. Tapi, entahlah…

Saat aku sudah masuk mobil, kulihat Jinki sempat melambai pada
para penggemarnya. Membuat mereka menjerit memekakkan telinga.

“Hyung, kau akan ikut kami juga, kan?” tanya Jinki saat mobil sudah setengah
jalan.

“Entahlah. Aku ingin, tapi perusahaan memintaku untuk ke sana sekarang. Sampaikan
maafku pada Kibum. Dan jangan pulang terlalu larut! Lagipula ini sudah pukul 11
malam.”

“Hm…,” Jinki mengangguk. “Hyung, istirahat yang cukup!”

“Well, seharusnya aku pemilik kalimat itu, Jinki-ya.”

“Yeah… Hahaha~”

+++++++

SATU jam kemudian kami
tiba di Hongdae. Aku dan Jinki diturunkan di sana, lalu masuk ke dalam sebuah café.
Seorang waitress mengantar kami ke sebuah ruangan khusus. Sebelum kami masuk,
pelayan itu meminta Jinki menandatangani agendanya. Jinki menurunkan hoodie, ia
tersenyum dan menandatanganinya, sedangkan aku memilih untuk masuk lebih dulu.

Baru setengah pintu terbuka dan melongokkan kepala, Taem sudah
berteriak memanggilku. Aku tersenyum, menyambut pelukan hangat si bayi raksasa.
Ia lantas menarikku duduk. Ruangan ini besar, bahkan terlalu besar untuk kami.
Dan yeah ada mesin karaoke di sini. Café mewah, mahal, dan berkelas, tapi pada
akhirnya yang kita lakukan hanya karaoke dan minum-minum.

“Noona, bagaimana musikalnya?” tanya Minho.

Kuacungkan dua jempolku. Jinki yang baru masuk dan duduk di
samping Taem berteriak sambil menggeliat. “Yeah… Party!!!”

“Ah, iri sekali. Aku, Taemin, dan Kibum bahkan belum sempat
menonton.”

Minho tersenyum dan menyodorkanku segelas red wine.

“Gomawo.”

“Ngomong-ngomong di mana Kibum? Bukankah dia pemeran utamanya
hari ini?” tanya Jjong dan aku baru sadar kalau ia tak sendiri. Di sampingnya
ada seorang gadis.

“Mungkin sedang menunggu kau-tahu-siapa,” sahut Minho.

“Yeah, Lord Voldemort?” canda Jjong dan mereka tertawa.

Jadi Kibum akan membawa pacarnya kemari? Baguslah, dia masih
berhutang cerita padaku. Dan jika ia kemari dengan ‘barang bukti’, itu lebih
dari cukup.

“Wow, daebak. Kim-line mengkhianatiku,” ujarku sengit.

Jonghyun membelalakkan matanya, hal biasa yang selalu ia
lakukan. “Mwo?”

“Kau dan Kibum memiliki pacar dan sama sekali tak
memberitahuku. How great!”

“Yaaa, hanya Kibum. Aku tidak, mmm… belum!” Dia buru-buru
meralat ucapannya.

“Belum? Jadi dia yang selalu membuatmu tersenyum sendiri saat
menatap layar ponsel, Jjong-ah?” tembakku.

Wajah Jjong seketika memerah. Minho
tertawa dan mengajakku high-five. “Woaaa, noona, aku menyukaimu!”

Kulihat gadis itu pun merunduk. Oke, ini akan menjadi malam
yang menyenangkan bagiku. “Jjong, Jjongie, kenalkan kami!” pintaku.

Dia mengangguk. “Ini teman SMA-ku, Shin Hyebin.”

Kami berjabat tangan dan saling memperkenalkan diri.

“Nama yang cantik,” pujiku. “Pemiliknya pun tak kalah cantik.
Benar, Jjongie?”

“A-apa?” sahutnya gugup sambil menggaruk bagian belakang kepalanya.

“Sudah berapa lama kalian berkencan?” aku mulai menggoda mereka.

“MWO?!” sahut Jjong. “Belum sampai tahap itu!”

“Oh, kalau begitu akan
ada tahap itu, benar?”

Jjong diam, menunduk. Telinganya memerah.

“Yaaa, Jira-ya, aku menyukaimu!” teriak Jinki tiba-tiba.
Memangnya belum pernah ada yang menggoda Jonghyun seperti ini? Berarti aku
orang pertama? Mati kau Jonghyun. Ini pembalasan dariku.

“Oke, cheers!” ajak Minho
seraya mengangkat gelasnya.

“Yeah,” sahutku, Jinki, Jjong, dan Taem.

“Taeminnie, apa yang kau minum?” tanyaku was-was.

“Cola, Noona. Jangan khawatir!” terdengar ada nada kesal dalam
suaranya. Ya, aku paham bagaimana perasaannya. Dialah satu-satunya member yang
paling terisolasi karena masalah umur.

“Kau akan mendapat kebebasan beberapa tahun lagi, Minnie-ya.
Sabarlah!”

“Aniyo, Noona. Tahun depan aku genap sembilan belas. Yeah, aku
tak sabar.”

“Jincha? Tapi kau tak terlihat seperti akan sembilan belas,”
candaku dan dia merengut menggembungkan pipinya. Kyeopta!

Pintu terbuka. Kibum masuk dengan seseorang. Ia menggandengnya
dan duduk di ujung sofa. “Mian telat. Aku menunggunya selesai latihan.”

“Wow, Steven!*” teriak Jinki seraya mengacungkan kedua
jempolnya pada Kibum. Yeah, dapat dipastikan sekarang kalau dia mulai mabuk.

“Noona, ini yang kujanjikan. Hutangku lunas, oke?”

Aku mengangguk dan meneguk wine-ku lagi. Kulihat Kibum berbisik
pada gadis itu. Tak lama kemudian ia memperkenalkan diri. “Annyeong haseyo,
Jung Mikka imnida. Bangapseumnida.”

Aku tersenyum, menjabat tangannya dan memperkenalkan diri.
Gadis ini cute sekali, tubuhnya tak terlalu tinggi, wajahnya juga sangat manis
dengan mata yang besar. Dan yang terpenting, tak ada kesan feminin sama sekali
padanya. Benar-benar tipe Kibum.

“Dia kelahiran ’92. Sekarang masih trainee,” ujar Kibum.

“SM?” tanyaku.

“Aniya, DSP.”

“Wah, kau penjelajah, Kibum-ah!”

“Mwoya?” protesnya tertawa. “Nicole yang mengenalkanku padanya.
Oke, kita mulai partynya. Sepertinya leluhur kita yang satu ini sudah
mendahului.”

Kulirik Jinki. Ia tengah tidur sambil senyum-senyum sendiri.
Astaga… Tapi ini belum seberapa. Ia bisa jauh lebih buruk dari ini. Jinki
sangat kuat dalam minum. Ia bahkan bisa sangat kuat jika tidak bersama member.
Terkadang si Dubu ini bisa sangat mengerikan di saat-saat tertentu.

+++++++

JJONG dan Key menari
brutal. Mereka menyanyikan lagu 2NE1 – Go Away. Membuat Taem, Mikka dan Hyebin
tertawa terpingkal-pingkal. Aku juga sebenarnya sudah hampir mati menahan tawa.
Harus kutahan karena tak ingin mengganggu Minho
yang entah sejak kapan menyandarkan kepalanya di bahuku. Dia terlalu banyak
minum dan ini pasti akan membuat lehernya sakit karena aku lebih pendek
darinya.

Musik berhenti.

“Aku lelah. Noona, sekarang giliranmu…,” Kibum menoleh, “…Woaaah!”

Jjong mengikuti arah pandang Kibum yang jatuh padaku. “Wooo,
Prince and Princess.”

“Shut up!” sahutku galak.

“Yaaa~ Minho-hyung, itu milikku!” Taemin menarik-narik lengan
kemeja Minho. Aku terkekeh. Ah ya, perlu
kuluruskan, yang dimaksud Taem dengan ‘itu’ adalah bahuku.

Minho terbangun. Ia menggucek
matanya pelan lalu menoleh padaku. “Ah, noona mianhae…”

“Gwaenchana…”

“Kekekekeke~”

Aku menoleh ke sumber suara. Jjong dan Key tengah puas terkekeh
memandangi kami. Sialan!

“Ah, yeobo, ottokhae? Aku ketiduran…,” ujar Jjong pada Key,
namun matanya mutlak menatapku.

“Gwaenchana, gwaenchana… Ayo, kemari tidur lagi, Yeobo!” Key
menyandarkan kepala Jjong ke pundaknya.

Ah, benar-benar. Kapan terakhir kali aku memukul orang? Ingin
sekali mengulang momen itu.

“Aku ke toilet dulu.” Minho
keluar ruangan. Saat pintu tertutup, kulempar botol plastik kosong pada mereka.
Menyebalkan!

“Wooo, noona calm down!” Kibum duduk untuk menalikan tali
sepatunya yang terlepas. “Kami hanya ingin membantu kalian.”

“Dwaesseo (tak perlu)!”

“Oh, jadi kau mampu melakukannya sendiri? Yeah, Kim Jira
jjang!” ejek Jjong.

“Hentikan!  Tak ada yang kulakukan saat ini. Kumohon berhentilah
menggodaku! Aku ingin hidup tenang.”

“Noona akan jauh lebih tenang jika berada di sisinya. Well,
maksudku secara official, bukan noona-dongsaeng. Maka aku pun akan tenang
melepasmu.”

“Melepasku? Wah, Kim Kibum, kesannya seperti kau yang
mengasuhku selama ini. Hebat!”

“Noona, aku yakin sekali kau menginginkannya. Hanya saja kau
terlalu gengsi dengan masalah umur. Bukankah wanita lebih tua dalam sebuah
hubungan saat ini sedang menjadi tren? Lagipula kalian hanya terpaut satu
tahun. Itu bukan masalah besar, ya know?”

Yeah, aku merasa bodoh sekarang dinasihati anak bawang. Seperti
dia pula.

“Aku benar-benar menginginkan kalian bersama,” ujar Jjong,
wajahnya berubah serius.

Oh, boys, hentikan! Ini membuatku gila. Sekarang pipiku mulai
memanas, jantung pun berpacu dua kali lipat.

“Katakan padanya sekarang juga, Noona!” desak Kibum.

“Ini tak semudah yang kau bayangkan, Almighty Key! Hentikan,
tutup mulutmu atau kusumpal dengan ini!” ancamku seraya mengacungkan sebuah
asbak.

“Aku hanya tak ingin kau menyesal lagi,” gumamnya sembari
mengenakan jaket dan topi.

“Errr… Boleh kutahu sebenarnya apa yang kalian bicarakan
daritadi?” tanya Taem hati-hati.

Astaga, aku baru sadar kalau di sini masih ada Jinki dan Taem.
Kulirik leader, ia masih tertidur pulas. Kegiatan musikalnya tadi pasti sudah sangat
menguras energinya.

“Kau tak perlu tahu!” jawab Kibum kejam.

Taem menggembungkan pipinya kecewa. Tapi sedetik kemudian
tersenyum sambil menggelayuti pundakku. “Eomma~”

“EOMMA?!” pekik kami bersamaan. Taem mengangguk polos. Demi
Tuhan ingin sekali anak ini kubawa pulang.

Pintu terbuka. Minho masuk
dengan wajah sedikit basah. Dia menutup pintu dan kembali duduk bergabung
bersama kami.

“Aha, appa wasseo (appa datang),” ejek Kibum, membuat telingaku
memanas.

“Appa?” tanya Minho bingung
sembari menoleh ke samping kiri-kanan mencari orang yang dimaksud. “Nugu?”

Kibum mengibaskan tangannya. “Lupakan!”

“Giliranmu menyanyi, Jira-ya.” Jjong memberikan mic-nya padaku.

“Biar kupilihkan lagunya.” Key meraih remote dan asyik
mengotak-atik sendiri.

“Mwoya? Apa kebebasanku sudah lenyap? Haisss, jincha…,” aku
mendengus sebal sambil melipat tangan dan menghenyakkan diri ke sofa.

Minho mengambil kentang goreng
di atas piring, lalu meraih mic yang satunya. “Aku akan menemanimu bernyanyi…”

“Wow, perfecto!” Jjong tepuk tangan dan mengacungkan kedua
jempolnya.

“Yeah, ini dia… ‘Two Is Better Than One – Boys Like Girls Feat.
Taylor Swift’, sesuai kan
Jjong-hyung?” tanya Key. Wajahku memanas. Kibum benar-benar lihai membuatku
malu malam ini.

“Yah, I love this song…” Minho
tersenyum dan aku memergokinya mengedipkan mata pada Kibum.

Apa maksudnya?! Boys, hentikan membuatku gila malam ini!

Intro musik mulai, Minho
menyanyi lebih dulu.

“I remember what you wore
on our first day. You came into my life and I though… hey… You know this could
be something. ‘Coz everything you do and words you say, you know that it all
takes my breath away. And now I’m left with nothing…”

Kibum dan Jjong bersorak. Bahkan di lagu semellow ini pun
dengan abnormalnya Jjong memainkan tamborin. Gila! Oke, sekarang line-ku dan Minho menyanyi bersama…

“So maybe it’s true, that
I can’t live without you. And maybe two is better than one. But there’s so much
time to figure out the rest in my life. And you’ve already got me coming
undone. And I’m thinking two, is better than one…”

JjongKey kembali menggila. Mereka bersorak sambil menari-nari.
Gadis-gadis mereka hanya duduk, tetapi ikut menyumbangkan tepukan yang tak
kalah keras dari suara lelaki mereka. Taem juga ikut bersorak. Aku sanksi, apa
ia mengerti apa yang sebenarnya ia teriaki?

“Two is better than one…,”
aku dan Minho menyudahi lagu dengan sangat
apik. Minho merangkul bahuku. Seisi ruangan
semakin gencar menyoraki. Wajahku memanas, malu sekali.

“Wah, noona daebak!” puji Taem.

“Yaa, Taeminnie, kau tak mau memujiku?” tuntut Minho.

Jjong tertawa. “Kau lumayan. Berlatihlah lebih keras lagi!”

Minho tersenyum malu dan
mengangguk.

“Benar-benar sayang sekali kau tak menjadi penyanyi, Jira-ya.
Suaramu daebak. Neomu neomu daebak!” puji Jjong sambil tepuk tangan.

Aku tertawa. Tiba-tiba tangan Minho
yang masih merangkul bahuku, menarikku hingga merapat ke tubuhnya. “Tak perlu menjadi
penyanyi. Karena Kim Jira-noona adalah penyanyi pribadiku.”

“Mwoya…?” sahut yang lain.

Kau tahu bagaimana reaksiku? Hanya diam dengan wajah memanas.
Masih untung tidak pingsan. Semoga dia sadar mengatakannya. Tunggu, Minho tak
mabuk ‘kan?

+++++++

AKU duduk di sofa. Kibum
membantu Mikka mengenakan jaket dan membawakan tasnya. Jjong membersihkan
celananya yang penuh remah makanan. Taem asyik meneguk cola-nya setelah
menyelesaikan tiga lagu secara solo. Sedangkan Jinki dan Minho
tewas, mereka mabuk parah.

Kibum mengecek ponselnya. “Taeminnie, driver-hyung sudah
sampai. Kau bantu Onew-hyung keluar. Jangan sampai orang melihatnya mabuk. Bisa
hancur reputasi kita. Aku pulang bersama Mikka. Jonghyun-hyung juga pasti harus
mengantar Hyebin-noona pulang. Jadi…”

“Bagaimana dengan dia?” aku menunjuk Minho.

“Kenapa masih tanya? Tentu saja dia tanggung jawabmu, Noona.”
Kibum melambaikan tangannya bodoh dengan bibir membentuk kata-kata “Goodbye”,
kemudian ia bergegas keluar.

“Yaaa! Kenapa aku?”

“Minho membawa mobil perusahaan…,” ujar Jjong. Dia merogoh tas
punggung Minho dan melemparkan kunci mobil
padaku. “Be carefull, Honey!”

Satu per satu dari mereka meninggalkan ruangan. Kulihat Kibum
mengeluarkan uang di ambang pintu untuk membayar ini semua. “Kibum-ah, saengil
cukhahamnida! Thanks for tonight…,” teriakku.

“Yeah,” sahutnya tanpa menoleh. Ia masih sibuk menghitung
uangnya. Entah berapa ratus ribu won yang harus ia keluarkan. “Noona, tolong
jaga ayah dari anakmu!” ejeknya dan buru-buru pergi. Kulempar botol plastik
kosong dan malah mengenai pintu.

“Ah, hyung, palli!”

Kudengar Taem merengek. Dia sedang berusaha mengangkat tubuh
Jinki yang benar-benar sudah mabuk berat. Hah, leader ini kacau! Taem menggeram
mencoba mengangkat hyungnya itu dan berjalan terseok-seok keluar ruangan.

“Minnie-ya, hati-hati!”

“Ne~”

Ruangan sunyi. Yang terdengar hanya suara halus dengkuran Minho. Dia tertidur di pahaku. Entah bagaimana mulainya,
tahu-tahu posisi kami sudah seperti ini. Jadi aku tak bisa bergerak banyak
sekarang.

Kupandangi wajahnya. Menyentuh bulu matanya yang panjang dan
ujung hidungnya yang runcing. Aku tak mengerti jalan pikir perusahaan yang
memaksa Minho untuk membuat hidungnya seperti
ini. Yeah, kau pasti mengerti apa maksudku. Plastic surgery! Menurutku, Minho sudah terlahir tampan dengan hidung yang sempurna.
Kenapa harus diperuncing? Inilah kejamnya industri hiburan saat ini. Aku juga
korban. Aku sebenarnya terlahir dengan mata tak sebesar ini. Masih ingat sekali
dulu aku pergi ke dokter khusus kecantikan bersama Yuri saat masih trainee. Kau
tahu dia kan?
Yah, dia member SNSD. Kami pergi bersama untuk membesarkan mata kami. Lucu
sekali, saat itu aku hampir pingsan saat dokter mencoba menyayat kelopak
mataku. Tapi hanya itu. Hidung, rahang, dan bibirku baik-baik saja. Hanya mata.

“Kajima (jangan pergi)!” gumam Minho,
dia mengigau.

“Minho…,” panggilku sambil
mengguncang lengannya. “Ireona (bangun)!”

“Chaesa-ya, kajima!”

Hatiku mencelos. Rasanya seperti kau melewati dua anak tangga
sekaligus secara tak sengaja saat menuruni mereka. Membuat jantung berdebar dua
kali lipat. Hati tiba-tiba seperti diremas. Ini sakit. Ternyata Chaesa masih
mendominasi pikiran Minho. Kurasa aku tak ada
di sana sedikit
pun. Ini benar-benar menyakitkan.

Dan demi Tuhan, apa ini? Kenapa air mataku meleleh seperti ini?
Mendengarnya mengucapkan nama gadis itu di tengah tidurnya saja sudah membuatku
seperti ini.

Mata Minho bergerak. Aku baru sadar kalau air mataku jatuh
tepat di atasnya. Yang bisa kulakukan hanyalah menghapus air mataku dari pipi.
Tak ingin dia melihatku dalam keadaan seperti ini.

Perlahan dia bangun sambil memegangi kepalanya. Aku masih tetap
diam, membiarkan dia memunggungiku. Namun Minho berbalik dan menggucek matanya
saat melihatku.

“Chaesa-ya?” panggilnya dengan suara yang menandakan kalau dia
masih berada dalam pengaruh alkohol. “Ka-kau kembali?”

Tak dapat kutahan. Ini terlalu menyakitkan. Air mata ini
kembali meleleh, tapi aku berusaha keras agar menangis tanpa suara. Kurasakan
Minho mulai meraih tanganku dan menuntun untuk membelai wajahnya. Aku tetap
diam dan kini tanganku diciumi olehnya.

“Tetaplah di sini! Tetaplah di sisiku!”

Minho menarik lenganku hingga
aku jatuh ke pelukannya. Dia semakin mengeratkan pelukannya di saat aku mencoba
untuk bernapas. Air mataku tak berhenti meleleh.

“Minho,” kucoba memanggilnya,
berharap ia sadar setelah mendengar suaraku.

Dia diam selama sekitar sepuluh detik dan melepaskan pelukannya
untuk menatapku. “Ne?”

“Aku bukan…”

Minho menciumku.

Sekarang apa yang harus kulakukan? Apa harus senang? Tidak! Dia
menciumku karena di pikirannya aku adalah Shim Chaesa, bukan Kim Jira. Air
mataku mengalir deras ketika Minho menciumku semakin
dalam. Aku hanya diam, seperti boneka yang bebas ia mainkan. Namun perlahan Minho melambatkan gerakannya. Sebelum akhirnya ia ambruk,
kembali tertidur.

Aku mendudukkannya, setelah itu menghenyakkan diri ke sofa
memandang layar TV, dan meneguk beberapa gelas wine. Air mata masih belum mau
berhenti. Tatapanku kosong dengan otak bergolak. Kalau saja di sini ada Jinki,
aku pasti sudah memeluknya. Dialah orang yang selalu membuatku tenang dan
menghibur. Aku sangat membutuhkannya sekarang.

Ponselku bergetar. Telepon dari Taemin. Kujawab panggilannya.

“Noo~ naaa~ Odiseyo (di
mana)?”

“Di jalan. Kami segera sampai. Kututup teleponnya, Minnie-ya.
Bye…”

Kuletakkan ponselku di paha, lalu menoleh ke samping untuk
melihat keadaan Minho. Dia masih tidur dengan
kepala terkulai. Kulirik jam tangan, sudah pukul dua dini hari sekarang. Kuhapus
air mataku dan menyambar kunci mobil yang terlempar ke sudut sofa. Kemudian
menarik Minho dalam pelukanku dan memapahnya
keluar ruangan.

Sekarang kau sudah menemukan jawabannya mengapa aku begini? Ya, karena aku terlalu mencintai Choi Minho…

..to
be continued..

*
”Wow, Steven…” Onew pernah teriak kata-kata ini di Making The Muzit waktu
mereka dalam mobil perjalanan mau fansign juga di ShimShimTapa waktu comeback
Lucifer…

# I’m back. Yeah! Harusnya
momen ini bahagia, soalnya pas ultah Key. Tapi tiba-tiba aja tangan asyik
ngetik sendiri dan berakhir kayak gini. Hahaha~ Sesama cewek pasti tahu gimana
rasanya diperlakukan kayak Jira di atas. Pedih! Hehe~ Btw, mengenai plastic
surgery di atas, namanya juga fiksi. Jangan diambil pusing ya^^ Thanks buat
yang udah baca dan komen. See u next part^^/

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

36 thoughts on “We Walk [Part IV] – Almighty Key’s Birthday Party”

  1. AMPUN DEHH!!!
    INI SIH BUKAN MENGHARUKAN TAPI “MENGGIURKAN”, AUTHOR YOU KNOW??
    I’M SMILING, YEAHH!!!

    TAU GAKK??
    Ini sumpaahh, kocakkk bet!!! Si JonKey, rasanya bener2 pengen aku bunuh ih!!
    nyebelin deh mereka, buka2 “aib” org, huakakakak~

    Ada bahasa yang nyelip di bibir Jjong?? “Perfercto??” OMG!
    Akuu ngakak, tadinya sih cuma senyum-nyengir2, wktu liat “PERFECTO” huakakakakakakakak…iler ku muncrat ke monitor!!
    hahahahah…~ *knp jadi curcol?*

    Ahhahahah..lanjut : This is it….DAEBAKKK!!!
    DAEBAKKK, DAEBAKKK, DAEBAAKKK!!! Taemin masih jadi anak mami aja deh, bukannya eomma nya si KEY??? *biar deh, ah-*
    Pokoknya daebakk!!
    Aku tunggu deh, next part nya XD *di tindih author, kebanyakan ngoceh* DAEBAK!

  2. sebenarnya perasaan minho ke jira apa siih??
    pake penyanyi pribadi segala?? aku juga bisa kokk. hohoho

    JongKey moment woowww… mereka bener-bener usil..
    setuju sama ayu,ini buat aku tersenyum ..

    lanjutkan..

  3. KYAAA~
    *jerit histeris*
    JIRA KASIAN .. *tabok chaesa* enak bener sih lu chaesa bisa muncul di khayalannya mino .. *dijambak ahjumma*

    oalah si leader mabuk gila.. kasian tuh si taem sempoyonga, coba aq ada.,.. biara q yg gantikan tae bopong leader..*ngarep*

    IHH~ suka jum part ini… sudah tw jelas hati nya minho…
    udah.. si jira ama Taemin az… jangan ma Onew ya…

  4. Baca jonkey nyanyi jd inget karokean na onew,key n j0ngHyun yg nyanyi lagu2 girlband.
    Jd bs bygn dh.

    Bgus th0r,tp dkt bgd!
    Saia tdk puas T,T
    Part slnjtna agk pnjg y? *request

    1. aku malah bayangin Junho-Wooyoung pas karokean gangguin Khuntoria.
      hahah~
      segini pendek?
      aku kira dah panjang. soalnya kalo bikin FF suka 6hlmn, klo ini 9hlmn.
      keke~
      makasih ya Nysa^^

  5. aku baca part ini harus pelan2 dr awal diy… suka ketuker sm MI-nya mitmit hahaha~
    aku lebih suka jira sama jinki… tp ini kan diya, bukan mitmit… wkwkwkwk~
    like this lah part ini… masih bingung sm perasaan minho…

    ayo donk lanjutannya yg cepet… penasaran nih… 😛

  6. lagi dn lgi,,,comen w gx masuk….

    kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……akhir.a kluar juga nie part…..udh jamuran saya.a nungguin ff inie…
    kissu.a sgt sgt menyedihkn….minho tegaan nih am jira….

    aq stuju 1.000.000.000 kali klo minho nnti am jira,,
    dtggu ya author smbungan.a…..>////////<

  7. ahahah jongkey emng daebak!! ahahah

    minho kasian itu .. nanti oemmanya marah2 gra2 nama anaknya di ganti sma kau!! *apatau*

    heheheh mian bru koment soalnya bru baca .. heheheh …

    ffnya bagus… nih …

  8. ya ampun itu jongkey, isengnya ga ketulungan amat dah.. kasian tuh jiranya sampe malu bgt kaya gitu.. lol

    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA <– reaksiku waktu membaca 'Karena Kim Jira-noona adalah penyanyi pribadiku'
    maksudnya mino apa coba dengan bilang kaya gitu?

    jira yang sabar ya, pelan2 ntar perasaan mino pasti bakal luluh juga.. :p

    (maap ya diy baru komen, ni baru bisa ol pc.. u.u)

  9. ehemmm…. si keyjjong udah pada punya cewek yaaa…. ehemmm… gapapa, aku lebih rela kalo si jjong ama org biasa daripada ama si ‘perempuan itu’ . hahahaa
    lanjoottt

  10. gubraaak !
    Minho paraaaah !
    Msh ngebahas Chaesa.
    Ckckkc.
    ksian Jira ==’

    Wiidiih.
    Kirain yg jdi pcar ny Key itu Nicole, trnyata cmn temen ny Nicole.
    LOL!

    Wokeeh,
    Daebak.xD

  11. aku suka banged part ini..
    apa lagi part terakhir..
    kayanya nyesek banged diya…
    nyesek sangat digituin m minho. dia nyium siapa.. pikiran kemana..
    aku kalo disitu pengen nabok deh nyadarin tu minho. sayang aku ga ada disitu u/ menyadarkanya. *abaikan*

    Oya, aku suka cara ngolok2 si Jjong m Key. lucu…
    udah sampai sini dulu rapelannya. nanti dilanjutin lagi.kk~

  12. Aduh si taem bener2 kaya bayi raksasa yaa!!
    Manjanyaaaa ~ ~

    Ahh si mino pake acara mabuk segala sampe ditenteng gitu wk!
    Tapi yang lebih parah malah bkn nyebut nama Jira, ehhh malah Chaesa =(
    Sabar ya Jira-ya =)

    Aku sukaa! Walau pindah scene dari Jongkey yg sumpah nyebelin ABIS, ke scene yang sedih and menyakitkan.. tapi still DAEBAK!!! likelikelike

  13. Perayaan ultah Key yang meriah. Taemin yang sabar aja. Sementara ini minum cola dulu, hehe…

    Ending part 3 yang bikin hati berasa tersayat-sayat. Pedih banget emang kalau berada di posisi Jira. Ternyata Minho belum bisa melupakan sang mantan. Dicium, tapi belum tahu tuh ciuman maksudnya karena Minho kebayang-bayangnya Chaesa atau apa.

    Minho juga nggak peka juga nih sama perasaan Jira. Padahal JongKey udah sering banget tuh mancing-mancing.

    Nice story.

  14. Dikira Minho suka Jira eh ternyata……haduuuhhhh kasian Jira jadi suka karakter Onew yang jadi pendengar keluh kesah Jira…. next chappp

  15. Moment JongKey-nya QAQ sukaaaaaaaa they’re really compact buat ngejailin Jira, dan jodoh-jodohin Jira sama Mino. But, Mino-nya kaga peka yah ;u;
    Yeah! Gabisa ngoment lagi dah sama bayi raksasa mah, he’s so cutey >///< It's so hurt, seriously huks
    Makin seru
    Lanjut baca~

  16. Ugh. Coment aku ke-cut
    Well. Aku bisa ngerasain perasaannya Jira waktu Minho nganggep kalo dia Chaesa oh dear god, maen kisseu lagi Mino-nya >///< It's so hurt, seriously huks. Mino, peka plis;;;;
    Makin seru
    Lanjut baca~

Leave a Reply to ella Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s