Please Don’t Go!

Title  : Please Don’t Go!
Author : yashifa
maincast : yashifa, jinki
support cast : jonghyunminho
genre: sad, romance, friendship

cold  heart baby, cold eyes baby.. LETS GO!

kusandarkan punggungku pada pohon yang rindang yang penuh akan ketenangan.. sambil mendengarkan lagu, aku mulai berandai andai. aku mempunyai sahabat bernama jonghyun dan minho, mereka sering mendengarkan curhat ku. jika aku sedih mereka menghiburku dengan segala yang mereka bisa, tetapi aku tetap saja aku. seorang yeoja yang tidak memiliki keahlian apa apa. aku hanya pasrah dengan keadaan.

@@@@@

di sekolah ini, aku mulai suka dengan seorang namja, namanya jinki. menurutku, dia pengertian dan ramah. aku hanya bisa berharap tentang diri nya. langkah kaki menghampiriku, aku melihat ke atas. ternyata itu jonghyun. “ada apa?” “ah tidak apa apa.. aku hanya ingin menenangkan diri saja disini” “oh..” jonghyun duduk disampingku.
—-
PRANG! kudengar suara kaca pecah dari arah kelas jinki. aku pun segera menghampirinya. “hah?!” kulihat jinki dengan darah yang mengucur di kepala nya. aku langsung memanggil jjong untuk membawa nya ke ruang UKS.
—-
-setiba di UKS-

dokter memeriksa jinki. aku menunggu di luar sambil terus berdoa agar jinki di beri keselamatan. “hm” “ah dokter, bagaimana keadaan nya? dia baik baik saja kan?” “hm..ayo ikut bapak” aku pun di antar ke ruangan dokter. aku diberi penjelasan tentang keadaan jinki. “mwo?jinki menderita kanker paru paru?” aku shock tak percaya.
—-
“ne..sebenarnya sejak dulu jinki sudah mengendap penyakit itu. kalau boleh tau, kamu ini siapa nya jinki?” “aku.. emm aku pacarnya jinki” kataku asal ngomong “kira kira jinki bisa bertahan sampai kapan,dok?”
“hmm kira kira setengah tahun lagi” hah? Setengah tahun lagi?? Itu terlalu sebentar… tuhan,izinkan aku mendampingi sisa hidup nya…
—–
setelah beberapa menit berlalu, jinki mulai sadar.. -jinki pov- “ah aku dimana? mengapa banyak sekali darah di kepalaku?siapa yang membawa ku kesini? ” tanyaku bingung. “tadi, pacar mu bilang bahwa kamu terkena kaca pecah…” “mwo?pacar? mian dokter, bisa kah dokter panggilkan yeoja itu?” aku heran. sejak kapan aku mempunyai pacar? ah lupakan saja -end of jinki pov-
—–
“ehm..” “ah iya kenapa dokter? jinki gimana?” “dia ingin bertemu dengan mu..” “oh ne baiklah” aku memasuki ruangan. “annyeong jinki..” sapaku ramah “he? ini pacarku?” “eh.. ne” kataku sambil menggaruk kepalaku. “yasudah dokter, tolong izinkan aku berbicara bedua.” dokter meninggalkan ruangan
——
“annyeong..gomawo ya sudah mengantarku ke UKS” “ah cheon.. sebenarnya yang mengantarmu jjong, aku meminta bantuan nya dia” “oh, dimana jjong?” “dia sedang di kelas..” “oh iya, siapa namamu?” tanya jinki ramah “eh? namaku? namaku yashifa..” jinki tersenyum. ah manis sekali senyum dia andaikan saja aku bisa memilikinya.
——
keesokan harinya… “aah siapa si tu pagi pagi sudah mengganggu orang tidur saja” aku turun ke lantai 1 kemudian kubuka pintu. “ah jinki! masuk masuk” aku mempersilahkannya masuk. but, bagaimana dia tau rumah ku? aku saja tidak pernah memberitahunya. “hm jinki, tunggu sebentar ya..” aku menyiapkan hidangan kecil untuk tamu spesialku. “nah… silahkan di minum” “oh kamsahamnida..” jinki meminum jus buatan ku. “ngomong ngomong, ada apa kamu kesini?” “ah iya, aku hanya ingin memberimu…ini” jinki menyerahkan kotak besar berwarna kuning.
—-
“apa ini?” “itu..tanda terimakasih ku karena kamu sudah menolongku kemarin.” “oh,..boleh aku buka sekarang?” “ah jangan jangan! nanti saja…” “ok” aku melihat jinki.. dia tampak pucat. aku takut jika dia pingsan tiba tiba. “jinki, kamu gpp kan?” “iya, memangnya kenapa?” “oh tidak.. bagaimana kalau kamu pulang saja? bukannya aku bermaksud untuk—” kata kata ku terputus akan keadaan jinki. “jinki oppa, bangun!” ah bagaimana ini sudah kukira jinki akan pingsan.
—–
aku menelfon rumah sakit untuk membawakan ambulans. jinki di gotong, aku pun ikut. setelah keadaannya pulih, aku berbicara kepada jinki “oppa, sebaiknya kamu jangan beraktifitas dulu ya.. aku khawatir kalau kamu pingsan lagi. istirahatlah disini, aku akan menunggu mu.” “memangnya, sewaktu aku di UKS, dokter bilang apa sama kamu?” “ah.. tidak, dokter tidak bilang apa apa kok dia hanya mengatakan bahwa kamu tidak boleh terlalu aktif..” aku sms ke minho “minho, kemana saja kamu? sejak kemarin tidak kelihatan.. aku sedang di rumah sakit, menemani jinki.” aku mengantongi hp ku di kantong celana ku.
—-
♪ hello hello… ♫ ponsel ku berbunyi, ku angkat telfon nya. “ya, yobosseo? ah ne.. ok” “siapa itu?” “itu.tadi minho, katanya dia ingin kesini, menjengukmu. gwencana kan?” “gwencana kok” onew tersenyum lirih. minho datang sambil membawa buah buahan.
——
“annyeong jinki, yashifa..” “annyeong” sahut kami berbarengan. “oh iya aku bawakan buah buahan buat kamu hyung, dimakan ya..” “gomawo..” suara onew sudah tak secerah lagi yang dulu. kali ini suara nya serak.. muka nya pucat. aku tidak mau ia ternjadi apa apa. aku ingin dia tetap di sisiku,selamanya… aku memotong jambu pemberian dari minho oppa. “oppa, mau aku suapi?” “ani, aku bisa sendiri kok..” aku pun memberikan buah jambu itu. tes.. tak sadar ku meneteskan air mata
—–
. “yashifa, mengapa kau menangis?” tanya minho. jinki langsung melihat ke arahku. “ani kok.. aku hanya kelilipan” aku segera mengusap air mataku. “disini tidak ada debu.. kenapa kau menangis?” tanya jinki tiba tiba. “ah…” aku buru buru ke kamar mandi. aku tak sanggup melihat keadaan jinki seperti ini. aku terus menangis di sana. “yashifa? kamu tidak apa apa?” kata minho dari luar. “gwencana kok…” aku masih sesak.aku pun keluar dari toilet. “yashifa..kamu kenapa? sini..” jinki memanggilku. aku pun menghampirinya. Jinki memelukku sebentar, kemudian melepas pelukan nya.
Jinki .. andaikan kamu bias hidup lebih lama lagi… dokter pernah memfonis sisa hidup mu tinggal setengah tahun lagi. Aku ingin membahagiakannya… “yashifa, kayaknya aku harus pulang deh.. dari tadi umma ku sms terus.. annyeong ya..” “ne, annyeonggi gaseyo” ucapku

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tanpa sadar aku tidur di samping jinki. Jinki mengelus rambut ku.. apakah perasaan ku sama dengan nya? Aku harap sih begitu. Aku sudah menginginkannya sejak lama. Kali ini, aku ingin membahagiakannya dengan kemampuanku. Malam pun tiba. Di luar hujan deras, aku ingin pulang ke rumah ku, tetapi, aku tak ingin meninggalkan jinki sendirian.. bagaimana kalau ada apa apa? Siapa yang akan menolongnya nanti? So, aku putuskan untuk menginap semalam di sini.
——-
Makan malam pun datang. Seorang pelayan bertubuh gemuk mengantarkan makanan ke kamar jinki. “silahkan di nikmati…” “kamsahamnida suster” kataku sambil tersenyum.
—-
Aku membangunkan jinki. Jinki tak kunjung bangun. Aku mencoba nya sekali lagi. Tetap saja, tak membuahkan hasil. Aku pun berlari memanggil dokter. Dokter cepat cepat memeriksa jinki. Aku menunggu di luar dengan cemas. Bagaimana kalau ini saat terakhir yang jinki rasakan di dunia ini? Aku terus menangis. Aku menelfon minho dan jonghyun untuk segera ke sini. Tak lama mereka pun datang “ada apa?” Tanya jonghyun. “anu, jinki…jinki..” aku tak kuat untuk mengatakan karena dada ku sesak. Jonghyun pun langsung memasuki ruangan. Jonghyun dan dokter berbincang bincang di dalam ruangan, sedangkan aku di temani minho. Jonghyun keluar dari ruangan.
—–
“yashifa, tenang ya… jinki-mu tidak apa apa kok.. tenang” “ah aku ingin melihat nya sekarang!” langkahku di tahan minho. “jangan yashifa, jinki perlu istirahat..” Dokter keluar dari ruangan nya. Begitu ia melihatku, ia tak berbicara sepatah kata pun, dia hanya menggelengkan kepala nya. Aku hanya bisa melihat jinki di kaca kamar. Jinki sudah di pasang alat bernafas. Aku semakin khawatir. Aku tak mau penyakit itu melanda jinki. Lebih baik aku saja yang begitu. T.T Aku lemas. Aku tidur di pangkuan jonghyun. Nafasku sudah sesak karena sudah banyak menangis.

Begitu sadar,aku langsung memasuki ruangan. Kali ini jonghyun dan minho memperbolehkan aku memasuki ruangan jinki. Aku langsung menghampiri jinki dan menggenggam tangan nya. Aku membisikan sesuatu di telinga jinki. “oppa.. kamu harus kuat. Aku akan berada di sisimu.. kamu harus bertahan. Saranghae…” aku tak peduli jinki mendengarnya atau tidak, tetapi aku yakin, hati jinki mendengar bisikkan ku tadi.
—–
aku teringat akan kotak pemberiannya. aku pulang ke rumah, menitipkan jinki pada jonghyun dan minho. saat ku buka kotak itu.. ternyata di dalam nya ada surat dan setangkai bunga. kubaca suratnya. aku hampir nangis lagi. tapi, buat apa aku menangis? semua itu sia sia. kini, hanya ada bayangan jinki di hati ku. aku tertidur sore hari nya.. aku terbangun. di samping ku sudah ada teddy bear dan kartu kecil. kulihat pengirimnya : JINKI. sudahlah.. dia kan sudah tiada. mungkin, ini hadiah dari hati nya… untukku.. aku memandang langit yang seakan tersenyum pada ku..

——————————————————————————————————————-

ENDING~~~ mian ya kalo ff nya aneh… tapi aku bikin ff ini sambil beneran nangis.

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

30 thoughts on “Please Don’t Go!”

  1. Sediih
    Jinkinya mati
    Yashifa yang sabar yaa
    Gaada jinki masih ada minho ato jong ko
    Pilih aja salah satu
    Hehehehe

  2. iyaa gomawoyo chingudeul
    [ini author nya] hoho
    kirain aku pada ga suka soalnya kata aku ini ff nya ngebosenin hehe
    jeongmal gomawoyo ! ^^~

  3. huwaaaaaaa……. *nangis guling-guling di lantai…*
    *gaplokkk*

    miris banget sih ceritanya???
    kasian banget Jinki…..
    hikzzzz…. ga tega….

    nice ff, author… salam kenal ya…

  4. ahuaaa kenapa? kenapa jinki harus selalu mati?
    uweeeeee *mewek sambil ngudek2 pasir ==’ ekeke
    aaah beneran nih thor bikinnya sambil nangis?
    waah sangat mendalami ceritanya berarti ehue
    btw ff nya baguuus ^^ cuma mungkin dibenerin cara penulisannya biar lebih rapih aja
    pasti lebih baguuus lagi ehe. oya salam kenal yaaa ^^

  5. huaaaaaa oppa jangan mati #PLAKK
    yaaa jinki nya kok meninggal 😦

    yashifa sabar ya 😀

    kren bnget ff nya
    sedih bacnya 😦

  6. hiks.. T.T
    ceritanya sedih banget..
    dapet ide dari mana sih, thor ??

    aku masih heran, emang isi suratnya jinki tuh apa ??

    nice FF.. 🙂

  7. all: gomawo ya udah baca ff aku. makasih banget banget

    chandra: ne salam kenal jugaa :DD
    annisa: dari otak hahah aku sih ngarang ngarang sendiri aje..

  8. all: gomawo ya udah baca ff aku. makasih banget banget

    chandra: ne salam kenal jugaa 😀 D
    annisa: dari otak hahah aku sih ngarang ngarang sendiri aje..

  9. dalam bercerita, EYD-nya masih kacau balau. Saya yakin kamu sudah tau penggunaan huruf kapital pada nama seseorang, dan itu pun saya temukan pada beberapa paragraf akhir. sayangnya, kamu tidak konsisten dalam huruf kapital tersebut, kalau memang sudah salah pada awalnya, kenapa tidak disalahkan semua saja?

    belum lagi pemotongan adegan, saya setuju dengan pemotongan ‘___’ tapi kok mala ada yang ‘@@@’??? apa pemotongan ini terkesan beda dengan pemotongan sebelumnya?

    belum lagi dialognya, kenapa tidak memakai pengantar dialog seperti : ucapnya, sanggahnya, atau yang lainnya? kalimat-kalimatnya berdempetan sehingga terkesan berantakan

    meskipun pengaruhnya kecil, tapi mungkin bisa sebagai masukan, pada kalimat-kalimat asing, hurufnya dimiringkan saja.

    thanks. keep writing

    bdw, ceritanya bagus

  10. Ga dapet feel-nya chinguuu ~ ==a
    Bahasanya berantakan tulisaanya juga ..
    Aku aja bingung siapa yang lagi ngomong..

    Penulisan yang berantakan dan ga PAKE enter terkesan ga ada REM-nya ..
    Kalo percakapan ga mau pake penjelasan [maksud : ucapnya, ucap jinki, ia berkata seraya menggaruk kepalanya.] kalo ga mau pake gituan coba di enter aja deh chingu ^^ hehehe

    contoh yaaa ..

    Aku membangunkan jinki. NAMUN, Jinki tak kunjung bangun. Aku mencoba nya sekali lagi. AKU TERUS MENCOBANYA NAMUN Tetap saja, TIDAK membuahkan hasil. AKU TAKUT, AKU SEGERA berlari memanggil dokter.

    TAK LAMA Dokter PUN DATANG, DAN DENGAN cepat memeriksa jinki. Aku menunggu di luar dengan cemas. Bagaimana kalau ini saat terakhir jinki ? Aku terus menangis. Aku SEGERA MENGHUBUNGI minho dan jonghyun untuk segera ke sini.

    TAK PERLU WAKTU LAMA MEREKA TELAH SAMPAI DIRUMAH SAKIT.
    “ada apa?” Tanya jonghyun YANG SUDAH TIBA DIRUMAH SAKIT.
    “anu, jinki…jinki..” aku tak kuat untuk mengatakan karena dada ku sesak.

    Jonghyun YANG SUDAH SANGAT KHAWATIR SEGERA MASUK MENEMUI DOKTER. SEDANGKAN AKU MASIH TETAP DILUAR DI TEMANI MIN HO AKU TIDAK KUAT.

    Tidak lama Jong Hyun keluar..

    yang asli…

    Aku membangunkan jinki. Jinki tak kunjung bangun. Aku mencoba nya sekali lagi. Tetap saja, tak membuahkan hasil. Aku pun berlari memanggil dokter. Dokter cepat cepat memeriksa jinki. Aku menunggu di luar dengan cemas. Bagaimana kalau ini saat terakhir yang jinki rasakan di dunia ini? Aku terus menangis. Aku menelfon minho dan jonghyun untuk segera ke sini. Tak lama mereka pun datang “ada apa?” Tanya jonghyun. “anu, jinki…jinki..” aku tak kuat untuk mengatakan karena dada ku sesak. Jonghyun pun langsung memasuki ruangan. Jonghyun dan dokter berbincang bincang di dalam ruangan, sedangkan aku di temani minho. Jonghyun keluar dari ruangan.

    Enakan yang mana di bacanya ?? Heheheh ..
    Maaf ya kalo kesannya aku sok tau atau mungkin aku belagu ==a..
    Soalnya sayang banget chingu, seharusnya ini bisa menjadi FF yang MENYENTUH dan DAEBAK bgt ,,
    Alur keseluruhan cerita udah keren banget .. Tapi tata bahasa, tata kalimat, dan tata boga #abaikan -nya ga enak di baca. Kesannya buru-buru dan ga ada rem. Aku aja bacanya ampe ngosh”an ..

    Keep writing chingu !
    Ide ceritanya daebaaaaaakkkk XDDD

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s