Like a Guardian, Always Near You (1.2)

Tittle                : Like a Guardian, Always Near You (part 1 of 2)

Author             : Chanchan a.k.a Chandra Shinoda

Cast                 : Choi Minho, Lee Jinki, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Lee Taemin,

Lee Hyo Ra, Park Young Jin, Kang Hye Sun

Length             : Sequel

Genre              : Friendship, action, mystery, romance

Rating             : PG-15

Anneyong semua… ^^, akhirnya aku bisa buat ff lagi. Karena ulangan umum aku jadi sibuk banget, huh… ini ff keduaku setelah Save The Best for Last. Mian kalau ff ini ceritanya jelek and aneh, coz aku buatnya buru-buru,,, (T.T)

Yukz… langsung aja kita baca.. Enjoy.. hohoho………..

Hyo Ra POV

Gelap, gelap sekali, di mana ini? Kenapa aku bisa ada di sini? Apakah aku masih hidup? Jemariku terasa lemah dan kaku. Saraf-sarafku terasa mati. Aku tak bisa merasakan apapun. Kenapa? Kenapa aku?

“Anneyong, Hyo Ra,” telingaku menangkap suara di kejauhan. Dengan susah payah aku membuka mataku. Secerah sinar putih mengitariku. Sinar itu mendekat ke arahku. Entah kenapa aku tak bisa menghindar.

Tidurlah, Hyo Ra, aku akan selalu bersamamu,” sekali lagi aku mendengar suara, seperti suara seorang namja yang ramah dan lembut.

***

“Hyo Ra-ya, bangun!” aku mendengar seseorang menghardikku. Dengan malas aku membuka mata dan menghempaskan selimutku. Aku mengucek-ngucek mataku untuk memulihkan indra pengelihatanku. Aku duduk dengan setengah hati sambil menahan kantuk.

Aku menatap lantai kamarku. Ada sepasang sepatu. Aku melihat sepatu itu lebih detail. Perlahan-lahan kuangkat kepalaku. Itu bukan sekedar sepatu, tapi orang yang memakai sepatu dan berdiri di depanku sambil berkacak pinggang. “Ayo bangun, Hyo Ra-ya, ppali!”

Ne, Jinki oppa, aku bangun. Memang sudah jam berapa sekarang?” tanyaku dengan nada malas.

Jinki oppa mendecakkan lidah. “Jam enam pagi. Cepatlah bergegas kutunggu di meja makan. Kita berangkat ke sekolah sama-sama,”

Aku mendesah. “Ne, oppa, dasar kakak sepupu cerewet!”

“Apa katamu?” Jinki oppa menjewer telingaku. “Dasar pemalas, kau mau aku mengembalikanmu pada orang tuamu?”

“Aduh!” seruku. “Kembalikan saja, kalau oppa berani tinggal di rumah besar ini sendiri bersama puluhan pelayan,” jawabku asal.

Jinki oppa melepaskan tangannya dari telingaku. “Dasar, kau ini,” gerutunya lalu pergi meninggalkanku.

Aku tersenyum. Jinki oppa memang galak. Tapi, aku tahu dia sayang padaku. Orang tuanya bertugas di luar negeri selama tiga tahun. Aku tak mungkin meninggalkannya sendiri di sini. Dia pasti kesepian. Lagipula aku juga menyayanginya. Karena dia satu-satunya kakak sepupu yang kumiliki. Oppa terbaik yang pernah kukenal.

***

Aku berjalan ke kelasku. Masih pukul 06.55, tak ada seorang pun di kelas. Aku meletakkan tas di bangkuku lalu ke luar kelas untuk menghirup udara segar. Aku berjalan-jalan mengelilingi taman sekolah. Semuanya terlihat segar. Aku berjingkrak seperti anak kecil mengelilingi taman. Bukk.. “Kyaa,” kakiku menyenggol sesuatu.

Aku memejamkan mata bersiap-siap untuk mencium tanah yang keras. Tapi, hey, ada yang menyangga tubuhku. Ini, seperti tangan. Aku membuka mata. Benar dugaanku, ada seseorang yang menyangga kedua lenganku. Dan kepalaku sedang bersandar di dada orang itu. Aku mengangkat kepalaku dan melihat siapakah orang itu.

Aku sedikit terkejut menyadari orang yang menolongku seorang namja. Tampan, manis, dan kuat. Aku melepaskan diri dari namja itu. “Mianhae,” ujarku sambil membungkuk.

Gwenchana,” balas namja itu polos.

Gamsa hamnida,” ucapku sekali lagi.

Ne,” jawab namja itu sambil tersenyum lembut.

Aku menunduk. Malu juga rasanya ditolong oleh orang yang tidak kukenal. Ehm, siapa ya dia? Aku baru pertama kali melihatnya. “Hei, kalau boleh tahu siapa…” aku menoleh sekelilingku, tak ada siapapun. Tak ada tanda-tanda ke mana namja itu pergi. Sayang, padahal aku baru saja mau menanyakan namanya.

Aku mengangkat bahu. “Ya sudahlah,”

***

Author POV

Yeoja itu melahap makan siangnya dengan lamban. Pikirannya terlalu jauh berkelana dan hampir membuatnya lupa dengan apa yang sedang dilakukannya. Siapa namja tadi? Aku baru pertama kali melihatnya, pikir Hyo Ra.

Anneyong, Hyo Ra-ya!” terdengar suara menyapa Hyo Ra.

Hyo Ra mendongakkan kepalanya dan menatap tiga orang namja yang bergabung bersamanya. Hyo Ra tersenyum. “Anneyong, Kibum-ah, Minho-ya, Taemin-ah,”

“Kenapa kau terlihat aneh?” tanya Kibum heran.

Alis Hyo Ra terangkat heran. “Mwo? Jincca?

Kibum mendecakkan lidah. “Ne, apa yang sedang kau pikirkan? Ini bukan tentang Young Jin, kan?”

Hyo Ra menggeleng. “Anni, tadi aku bertemu dengan seorang namja, sepertinya murid baru. Aku belum pernah melihat dia sebelumnya,” tukas Hyo Ra tersenyum.

Jincca? Jangan katakan kau jatuh cinta padanya,” goda Taemin.

“Uhuk.. uhuk..” Hyo Ra tersedak. “Mwo? Anni, mana mungkin aku jatuh cinta pada orang yang baru kutemui,”

Taemin tersenyum misterius. “Jangan bohong, buktinya kau senyum-senyum seperti itu,”

BLETAKK.. Hyo Ra memukul kepala Taemin. “Diam! Pabo!”

Taemin meringis sambil memegang kepalanya yang hampir benjol. “Mian, aku kan hanya bercanda,”

Hyo Ra hanya mendengus tanpa menanggapi kata-kata Taemin.

Minho POV

Telingaku agak bising mendengar perdebatan mereka. Aku tak berminat mengatakan apapun. Aku malas bergabung dalam perdebatan yang mereka lakuan hampir setiap hari. Tak sengaja aku melihat dua orang mendekat ke arah kami. Seorang namja dan seorang yeoja. Mereka duduk tepat di meja sebelah. Mendadak perutku melilit. Selera makanku hilang. Bahkan rasanya aku ingin muntah sekarang.

Aku menghentakkan kursiku. Aku menarik lengan Hyo Ra. “Hyo Ra-ya, ayo kita pergi dari sini,”

Hyo Ra menoleh heran. “Ke mana, Minho-ya?”

Aku mengontrol nafasku. “Ikut saja denganku dan jangan menoleh ke belakang!”

Aku merasakan kebingungan di mata Hyo Ra. Meski begitu, dia tak mengeluh biarpun lengannya kutarik dengan agak kasar. Sekilas aku melihat kepalanya bergerak ke belakang ingin mengetahui apa maksud dari perkataanku. Namun, sebelum Hyo Ra sempat melihat ke belakang, secepat kilat aku merengkuh pundaknya. “Kubilang jangan lihat!”

Hyo Ra terkejut dan menatapku bingung. Dia menghembuskan nafas panjang dan pasrah saat aku membimbingnya. Aku memicingkan sebelah mataku pada Kibum dan Taemin. Aku merasakan raut wajah mereka berubah saat menerima isyarat dariku. Terlebih lagi saat mereka melihat namja dan yeoja yang duduk di meja sebelah. Mereka mendorong kursi dengan kasar lalu menyusulku.

Kau tak boleh melihatnya, Hyo Ra. Young Jin, namja tak tau terima kasih sekaligus orang yang paling mengecewakanmu. Aku tak mau melihatmu sakit hati lagi. Jadi tetaplah seperti ini. Aku akan melindungimu.

***

Hyo Ra POV

Aku menghempaskan badanku di atas tempat tidur. Sudah pukul 23.00 mataku sudah terasa berat. Hari ini benar benar melelahkan. Kualihkan pandangan ke atas meja belajar. Jinki oppa masih sibuk berkutat dengan setumpuk buku. Aku mengernyitkan alisku. “Mau belajar sampai jam berapa, oppa?” tanyaku.

Jinki oppa menatapku sambil tersenyum lembut. “Sebentar lagi, aku kan mau ujian jadi harus lebih giat belajar. Kalau kau mengantuk, tidur saja duluan,”

Aku terkejut. “Haiisshh! Bagaimana aku bisa tidur kalau oppa masih di kamarku?”

“Hahahaha,” Jinki oppa tertawa. “Tenang saja, aku tak akan macam-macam pada anak ingusan macam kau, tidur saja aku malas kalau besok harus membangunkanmu lagi,”

Aku tersenyum kecut. “Ne, oppa,” aku membenamkan wajahku di atas bantal dan segera menerobos ke alam mimpi.

***

Hyo Ra,”  kudengar seorang namja berbisik memanggilku. Aku membuka mataku. Aku tak mempedulikan suara tadi. Mungkin saja aku mengigau.

Aku melirik jam dinding. Masih pukul tiga dini hari. Lampu di atas meja belajarku masih menyala. Astaga, Jinki oppa tertidur di sana. Aku bangkit dan mendekatinya. Awalnya aku ingin membangunkannya, tapi melihat wajahnya yang tenang, aku jadi tak tega. Aku mengambil selimut dan mendekati Jinki oppa. Aku menyelimuti badannya. Aku mengusap lembut kepalanya dan mengecup pipinya. “Mimpi indah, oppa,

Aku berjalan ke dapur. kerongkonganku terasa kering. Dengan malas aku menghidupkan lampu. Aku meneguk segelas air putih. Aku membiarkannya menjalar dan membasahi setiap lekukan kerongkonganku. Aku mematikan lampu dan kembali ke kamar. Aku mengabaikan ruang tamu yang gelap. Aku memang penakut, tapi urusannya lain sekarang. Aku mengantuk, dan aku tak peduli walau ada hantu yang mencegatku.

Zrash.. angin dingin melintasi tengkukku. Aku bergidik. Samar-samar kulihat seseorang berdiri di depanku. Siapa dia? Sepertinya aku pernah melihatnya. Aku tak bisa melihat wajahnya. Mataku berkunang-kunang dan terasa berat. Aku mengerjapkan mata dan kembali melihat sosok itu. “Astaga, hilang?” pekikku.

Aku mendesah. “Mungkin aku salah lihat,” gumamku lalu kembali ke kamar dan berbaring di atas tempat tidur.

Tap.. tap.. tap.. aku mendengar suara langkah kaki.

Hyo Ra,” suara namja itu terdengar lagi.

Tubuhku kaku dan berat. Aku tak bisa membuka mata. Bahkan suaraku juga tak bisa keluar.

Tenanglah, Hyo Ra, kau tak perlu takut. Aku hanya ingin memberi tahu satu hal padamu. Besok kau akan mendapat sebuah tantangan. Bersiaplah, aku akan membantumu,” Suara itu terdengar lembut. Semakin lama semakin jauh lalu menghilang.

***

Author POV

Hyo Ra sibuk membaca buku di ruang perpustakaan. Punggungnya bersandar di dinding, sementara mulutnya berkomat-kamit tak jelas. Hyo Ra mengangkat dagunya. Matanya terbelalak melihat namja tampan yang kemarin menolongnya di taman kini berdiri di depannya. “Kau?” gumam Hyo Ra heran. Dia bahkan tak mendengar suara langkah kaki namja itu mendekat ke arahnya.

“Awas!” seru namja itu sembari merengkuh tubuh Hyo Ra dan menariknya ke sisi dinding yang lain.

Hyo Ra mendongakkan kepala memandang namja yang kini memeluknya. “Hei, kau kenapa tiba-tiba…”

Belum selesai Hyo Ra berbicara namja itu menekan bibir Hyo Ra dengan ujung jarinya. “Ssstt, lihat apa yang menancap di sebelahmu!”

Hyo Ra melepaskan diri dari pelukan namja itu dan menoleh. Matanya terbelalak. “Panah kecil dan gulungan kertas,” gumam Hyo Ra.

Hyo Ra mencabut panah itu dan membuka gulungan kertas yang tertempel di panah itu.

Lee Hyo Ra, aku mendengarmu mengadukan sesuatu yang buruk tentangku pada Young Jin saat di perpustakaan lima hari lalu. Sepertinya kau belum jera. Tunggu saja, sebentar lagi aku akan membuat perhitungan denganmu.

Kang Hye Sun

Hyo Ra mengatupkan bibirnya. Tangannya bergetar meremas surat yang ada dalam genggamannya dan mencampakannya ke tong sampah tanpa belas kasihan. Hyo Ra mendongakkan kepala. “Untuk yang tadi..” kata- katanya terputus. Baru saja dia ingin mengucapkan terima kasih dia sudah hilang. Dasar namja aneh.

Hyo Ra kembali menyandarkan punggungnya di dinding. Lima hari lalu, benar saat itu dia berada di perpustakaan bersama Young Jin. Hyo Ra menatap langit-langit perpustakaan. “Apakah salah kalau aku ingin membantu sahabatku?” Hyo Ra meremas tangannya. “Tuhan, apakah aku salah jika aku ingin membuat Young Jin kehilangan cintanya? Cinta buta yang mungkin menghancurkannya?”

Minho POV

Aku melihatnya keluar tergesa-gesa.  Kenapa dia? Dia menunduk dan berjalan ke arahku. Bukk.. dia menabrakku. “Hey, Hyo Ra-ya, kenapa kau menabrakku? Apa kau tak sadar dari tadi aku berdiri di sini?”

Hyo Ra membungkuk. “Mian, Minho-ya,” aku mendengar suaranya agak serak.

Aku memegang kedua pundaknya dan memaksanya menatapku. “Apa kau mendapat surat ancaman lagi?”

Hyo Ra mengangguk. Kekecewaan tergambar di raut wajahnya. “Pabo, tak usah kau pedulikan,” ucapku. Aku menarik tangannya dan membenamkan wajahnya di dadaku.

“Minho-ya, kenapa aku merasa sangat kehilangan?” Hyo Ra terisak dalam pelukanku.

Kata-katanya menusuk hatiku. “Tenanglah Hyo Ra-ya, kau harus kuat, biarkan waktu yang menjawab,”

Hyo Ra melepaskan pelukanku. Tangan mungilnya menghapus bulir-bulir air matanya yang masih menetes. “Gomawo, mian, Minho-ya, aku harus pergi,” dia berlalu meninggalkanku.

Aku menatap punggung mungilnya yang berlalu menjauh. Sakit sekali hatiku melihatnya seperti itu. Entah sejak kapan perasaanku menjadi sedalam ini padanya. Kau pasti bisa, Hyo Ra, aku yakin itu.

Aku masih setia memperhatikan Hyo Ra. Aku merasakan sesuatu yang aneh. Aku melihat sesuatu mengikuti Hyo Ra. Astaga, sixth senseku bangkit lagi. Yeoja itu tak sendiri. Ada sesuatu di dekatnya. Seorang namja, ah bukan, memang mirip namja, hanya saja ada sesuatu yang melekat di tubuhnya. Mungkinkah?

***

Author POV

Hyo Ra membuka mata. Gelap, gelap sekali tempat di mana dia berada sekarang. Hyo Ra duduk memeluk kedua lututnya. Sepertinya dia sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini. “Hey, apa kau ada di sini?” tanyanya.

Iya aku selalu di sini, di dekatmu,” Hyo Ra mendengar suara namja yang sering di dengarnya di alam mimpi.

Hyo Ra melihat namja itu duduk membelakanginya. Hyo Ra sama sekali tak berminat menghampirinya. “Boleh aku menanyakan sesuatu padamu?” tanya Hyo Ra tanpa berpindah dari posisinya.

Tanyakan saja,” kata namja itu datar tanpa membalikkan tubuhnya.

Hyo Ra menghela nafas berat. “Kenapa sakit sekali rasanya kehilangan sahabat?”

Namja itu terdiam sejenak lalu berkata, “Karena mereka berarti bagimu. Segalanya bisa kau dapatkan dari mereka, kebahagiaan ataupun ketenangan. Ketika mereka berhenti mempercayaimu, rasanya lebih sakit dari apapun. Karena mereka tak tergantikan meski kau menciptakan cloning mereka dengan sempurna,”

Hyo Ra memeluk lututnya semakin kuat. “Kenapa kau bisa yakin? Siapa kau sebenarnya?”

Namja itu tertawa kecil. “Tenanglah, sebentar lagi kau akan tahu siapa aku, dan ingatlah, aku akan selalu menjagamu dan melindungimu,”

Hyo Ra tersentak dari tidurnya. “Mimpi itu lagi,” gumamnya. Ada sesuatu yang lembut di genggaman tangannya. Hyo Ra mengangkat tangannya untuk memastikan apa yang sedang dipegangnya. “Astaga, ini kan?”

***

Hyo Ra menghabiskan jam istirahat dengan termenung di halaman belakang sekolah. Dia membiarkan angin menerbangkan rambut lembutnya. Pikirannya berkelana entah ke mana. Bukk.. tiba-tiba seseorang mendorongnya. Hyo Ra tersungkur ke tanah. “Untuk apa kau mendekati Young Jin?” seseorang membentaknya.

Hyo Ra meringis dan berusaha bangkit. “Kau rupanya, Hye Sun,” lirih Hyo Ra. Hyo Ra menyeringai. “Untuk apa? Aku hanya ingin membantu sahabatku lepas dari yeoja pabo sepertimu,”

Plakk.. Hye Sun menampar Hyo Ra. “Kenapa malah kau yang sibuk? Young Jin mangsa yang tepat untukku,”

Telinga Hyo Ra menjadi panas. Pandangan matanya berubah tajam. Kedua tangannya terkepal menahan emosi. Seketika itu Hyo Ra bangkit dan menjambak rambut Hye Sun. “Kalau kau berani melakukan sesuatu lebih dari ini, kau tak akan selamat,”

Hye Sun menghempaskan tangan Hyo Ra. “Memang yeoja lemah sepertimu bisa apa?”

“Semuanya,” balas Hyo Ra dengan yakin.

Dari balik semak-semak seorang namja memperhatikan perdebatan mereka. Namja itu terlihat serius. Sesekali Ia mendesah menahan emosi. Tangannya memegang sesuatu. Sesuatu yang kecil, tapi berguna.

Hyo Ra mengepalkan kedua tangannya. nafasnya memburu menahan emosi yang berkecamuk. “Pabo! Aku rasa kita perlu membuat perhitungan. Kutunggu kau di gudang belakang sekolah pulang sekolah nanti, kita selesaikan semuanya,”

Hye Sun terkekeh. “Ne, kita lihat siapa yang akan tertawa terakhir,”

Cklek, namja tadi menekan sebuah tombol pada alat yang dipegangnya begitu Hyo Ra dan Hye Sun berlalu. “Sempurna. Tunggulah Hyo Ra, penderitaanmu akan segera berakhir,”

***

Hyo Ra menyesap segelas the hangat. Pikirannya benar-benar kalut. Jam pelajaran yang kosong bahkan tak bisa menghiburnya sama sekali. “Sepuluh menit lagi,” lirih Hyo Ra. Hyo Ra bangkit dari tempat duduknya. “Aku harus pergi sekarang,” Hyo Ra berkonsentrasi dengan langkahnya, bahkan ia tak sadar ketika Minho dan Kibum menyapanya.

Kriett.. Hyo Ra membuka pintu. Gudang belakang sekolah, tempat itu kotor, pengap, dan gelap. Untuk sesaat ada hawa dingin di dalam gudang itu. Hyo Ra menghembuskan nafas panjang. Emosinya menggebu-gebu. Otaknya dipenuhi dengan Young Jin, hanya Young Jin. “Datang juga kau,” suara nyaring menyapa Hyo Ra.

Hyo Ra menghentikan langkahnya. Dia mengernyitkan kedua alisnya. Lampu di gudang itu menyala. Hyo Ra mengepalkan kedua tangannya. Pemandangan di depannya benar-benar membuatnya muak. “Hye Sun, ternyata kau memang pengecut. Untuk apa kau membawa banyak bodyguard?”

Hye Sun menyeringai. “Aku tak akan melewatkan kesempatan bagus ini. Ucapkan pesan terakhirmu, karena aku akan membuat kakimu tak akan menginjak tanah lagi,”

“Kau,” Hyo Ra mengerang. Kedua lengannya dicengkram dengan kuat oleh seorang bodyguard Hye Sun.

Plakk.. Hye Sun mendaratkan sebuah tamparan di pipi Hyo Ra. “Itu baru permulaan, lihat apa yang aku bawa,” Hye Sun menghunuskan sebilah pisau.

“Arrgghhhh!!!”

***

Minho POV

Mendadak perasaanku tak enak. Kenapa tadi Hyo Ra melewatiku begitu saja? Aku mulai gelisah. Bahkan Kibum yang duduk di dekatku juga ikut gelisah. Aku mengatur nafasku. Ada rasa takut yang kurasakan. Aku menggigit bibirku. Detak jantungku berubah tak karuan. “Di mana kau, Hyo Ra?” bisikku.

“Gudang belakang sekolah, susul dia, dia ada di sana bersama Kang Hye Sun,” aku mendengar suara seorang namja. Perasaanku semakin tak enak. Suara itu, aku rasa miliknya.

“Apa yang terjadi padanya?” tanyaku pelan tanpa menoleh ke arah manapun.

Datanglah ke sana, kalau tidak, dia akan mati,” suara itu terdengar semakin samar. Aku terperanjat. Mati? Jangan bercanda! Andwae, andwae, Hyo Ra tak boleh mati.

Aku mengepalkan kedua tanganku. Aku bangkit dari tempat dudukku. “Kibum-ah, panggil Young Jin dan Jinki hyung lalu susul aku ke gudang belakang sekolah,”

“Untuk apa?” Kibum terlihat tak mengerti.

Aku menghela nafas. “Perasaanku tak enak tentang Hyo Ra. Aku rasa ini ada sangkut pautnya dengan Kang Hye Sun. Turuti saja kata-kataku,”

Kibum mengangguk dan pergi meninggalkanku.

***

Kibum POV

Aku berlari menaiki tangga. Aku sedikit bingung dengan perkataan Minho. Hyo Ra dalam bahaya? Tidak, aku tak boleh membiarkannya terluka. Aku berhenti di depan ruang perpustakaan. Aku menghampiri Jinki hyung yang sibuk membaca buku. “Jinki hyung!” seruku.

Jinki hyung menoleh dan tersenyum lembut. “Ada apa, Kibum-ah?”

Aku mengatur nafasku yang masih tersengal-sengal. “Hyo Ra, hyung,”

Aku melihat raut wajah Jinki hyung berubah panik. “Kenapa dia?”

“Hyo Ra dalam bahaya, hyung, Minho mengatakan dia sedang berada di gudang belakang sekolah bersama Kang Hye Sun,”

Mata Jinki hyung terbelalak. Dia menaruh buku yang dibacanya lalu bangkit dari tempat duduknya. Kekhawatiran tampak jelas di wajahnya. “Ayo kita ke sana,”

Ne,” jawabku. Aku dan Jinki hyung berlari secepat yang kami bisa. Satu sudah ketemu. Tinggal satu lagi.

Hyung, berhenti sebentar,” kataku ketika sampai di lorong.

Jinki hyung menatapku bingung. “Wae?”

Aku mendecakkan lidah. “Tunggulah sebentar, aku akan segera kembali,” aku meninggalkan Jinki hyung dan menghampiri Young Jin yang berdiri tak jauh dari posisi kami.

Anneyong, Young Jin!” sapaku seramah mungkin.

Young Jin menatapku dingin. “Kau temannya Hyo Ra, bukan? Ada urusan apa?”

Ne,” ucapku. “Ikut aku sekarang,”

Alis Young Jin berkerut samar. “Untu apa?”

Aku mendesah kesal. “Hyo Ra dan yeojachingu-mu, mereka sedang membuat perhitungan di gudang belakang sekolah.

Young Jin tersentak. “Mwo?” Wajahnya berubah tegang. “Baik, ayo kita ke sana, ppali!

Aku memberi kode pada Jinki hyung untuk berlari lagi. Saat kami bertiga berlari berdampingan, aku merasakan suatu kecanggungan. Berulang kali aku melihat Jinki hyung menatap nanar pada Young Jin. Harusnya aku tak heran dengan itu, karena Jinki hyung pasti kesal dengan Young Jin, namja yang telah mengkhianati adik sepupunya.

Aku melihat Taemin berdiri di ujung koridor. Aku ingin memanggilnya. Ah, anni, dia tak akan bisa di ajak dalam kondisi seperti ini. Aku belum pernah melihatnya berkelahi. Dan setahuku dia paling benci dengan kata adu fisik.

Aku melewati Taemin tanpa menyapanya. Mian, Taemin. Aku terpaksa tak memberitahumu. Bukannya aku tak ingin kau tak membantu kami menolong Hyo Ra. Hanya saja aku tak mau melihatmu melakukan hal yang kau benci. Dan mungkin Hyo Ra akan lebih senang jika melihatmu seperti ini daripada kau terluka parah karena menolongnya.

Taemin POV

Aku melihat Jinki hyung, Kibum dan Young Jin berlari dengan panik. Pikiranku menjadi gelisah. Apa yang akan mereka lakukan? Apa yang sedang terjadi? “Hyo Ra,” sekilas Hyo Ra melintasi pikiranku.

Aku melirik jam tanganku. Aku tersenyum. “Oh iya, aku lupa,” lirihku.  Aku menggerogoh sakuku memastikan apa yang kubutuhkan sudah tersedia dengan sempurna. “Saatnya aku beraksi. Tunggulah teman-teman,”

TBC

Gimana? Jelek ya? Mian.. aku masih belum pinter-pinter banget buat ff, maklum masih pemula. Oh ya kalau kalian mau kenal aku lebih jauh boleh add aku di FB

-Chandra ‘Chanchan’ Shinoda- hehehehe…

Setelah baca jangan lupa comment ya… gomawo… hohohohoho……

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

89 thoughts on “Like a Guardian, Always Near You (1.2)”

    1. kyaaa…
      gomawo onnie.,,,,,
      yuph,,, tunggu aja…
      Nova onn:udah terbit kali,,, kamu telat balesin komennya..
      aku: mian,,, baru sempet ol nih… gomawo eonnie…

    1. omona… sabar2,,,
      ahaha gomawo,,
      part selanjutnya udah ada kok…
      udah dipublish malah…
      baca aja biar ga penasaran…
      ahihihihi

  1. Kyaaaa…..
    Chandra,,,,, *triak2 di atas geDung*
    *plakk*
    akhirnya aku nemu lagi ffmu,,
    dan seperti biasa, ffmu selalu DAEBAK!!
    Sukses 100% bikin aku penasaran!!
    LanjuT chan!!
    Aku tUngGu bAnget lanjuTannya!!

    1. wahhhh…
      kamu terlalu muji nih… *mesem2*
      gak sebagus itu kok..

      lanjutannya udah dipublish tuh…
      gomawo ya…

  2. Malem2 baca ini ff, bikin aku tegang, hampir aja ngantukku ilang saking tegangnya. . *lebayy*

    daebak ffnya, taemin childish banget!
    Kibum, cool!
    Jinki, keren banget!
    Minho, so sweet ^^
    hyo ra, bikin iri!
    Young jin ama hye sun, matiin aja thu mereka!

    LanjuT2. .
    Aku penasaran. . . . . . . . . . . . . . !!!
    Hwaiting!!

    1. masa???
      wkwkwkwk

      iya… taem childish… *mimisan*
      ahhh se7 deh semuanya ama kamu, ren…

      di matiin??
      ehhh, jangan donk,,,, mereka cuma ambisius aja kok….

      gomawo ya…

  3. Hm.. Kl dr pemikiranku, taemin yang akan ngebantu hyora, spirit yang ngejaga itu jonghyun, n jonghyun jg masih ada hubungannya sama taemin. Tp gtw apaan. Entah bener apa kaga.. Mending nunggu lanjutannya drpada spekulasi.. Ya ga chan??

    1. huwaaa… Rhy… *hug*
      *dihajar Karen* hahaha Bcanda2
      -_-,

      ya,,,,, se7 banget,,,,
      mumpung part 2 nya udah dipublish… baca aja ya…
      hihihih
      gomawo, Rhy…

  4. wooo keren thor! ^^d
    tp ntah knp aku mlh bayangin guardian angelnya si taemin -_- hahaha
    image dia angel bgt sih, ckck
    lanjut ~

    1. jangan panggil thor donk…
      emang aku motor??
      wkwkwkw *plakkk*

      taem???
      ahahahaha…
      yuph…
      itu part 2 nya udah dipublish…
      baca di sana aja yah…
      gomawo udah baca..

  5. Seruuu bgt..
    Waaahhhh , Jadii Penasaran ma Part Selanjutnyaa… 😎
    Ayoo..
    Semangat Nulis Lanjutan crta.a , Hwaiting 😛 🙂

    1. cwo misteriusnya??
      cari tahu di part selanjutnya aja yakh….

      mantan???
      ehhh, bukan,,, mereka cuma sahabatan duank kokkkkkkk

      gomawo udah baca…

  6. annyeong, aku readers baru d WP ini 🙂 *bow*
    haha kirain youngjin cewe tadi XD /plak
    namja yg nolongin hyora itu siapa? jjong ya? abisnya cuma dia yg blum k sebut, trus yg di mimpi jg sama tah? itu Taemin kyanya tau sesuatu.. Part 2 ASAP chingu 😀

    1. ehhh???
      baru???
      annyeong juga…
      welcome to SF3SI,,, jangan lupa comment di FB sama vote kita yakh…

      ahahaha
      penasarankah???
      tunggu part selanjutnya aja yakh…
      gomawo udah baca…

  7. Omo. . .
    Hyesun jahat bAnget siH?
    Aish, pengen aku gebukin itu orang!
    *plakK*

    chandra. . .
    Keren bgt ffmu 1 ini, bikin penasaran. .
    ItU suara siapa siH yg selalu jaga hyora?
    Truz ntar taemin mau ngapain?

    Penasaran. .
    Huwee. .

    1. kyaaa…
      riska onnie, mampir juga ke sini,,,,

      ya ampunnn, sabar onn,,,

      penasaran…
      baca part selanjutnya aja onnie…
      gomawo yah…

  8. huweee…. jadi pingin punya oppa kayak Jinki ney….

    itu suara siapa sih, chan onn??
    truz,,, itu taem mau ngapain??? sumpahhhh aku penasarannn eonnie,,,
    ditunggu part selanjutnya!!!

    1. aku juga pengen, Nina…

      huweee…
      aku baru sempet ol,,
      part 2 nya keburu dipublish deh…
      baca di sana aja yah…
      gomawo…

  9. mian, eonnie, aku baru baca… hehe

    widihhh… gila dah hye sun…
    hyo ra mau diapain sih??
    jahat banget thu yeoja!!!

    aduh… aku sukses penasaran nih…
    ditunggu part selanjutnya, eonnie…..

    1. iya… Lina,,, gpp kok…

      calm down… sabar2….

      yuph,,,
      udah ada kok part 2nya…
      baca aja… hehehe
      gomawo yah…

  10. uhm…
    bingung neh mau komen apa…
    semua yang mau aku bilang udah diduluin sama reader yang lain…
    jadi satu kata aja deh…
    ffmu bikan aku penasaran eonnie…
    daebak pokoknya!!!

  11. annyeong…
    authornya di sini…
    huftttt…gara2 seminggu ga ol di sini, part 2nya udah dipublish deh…
    haddehhhh…

    gomawo buat semua yang udah baca…..
    gomawo buat yang commet, kritik dan saran dari kalian aku tunggu banget!!!!
    gomawo juga buat yang udah like…

    gomawo semua… ^^

  12. aku telat baca? mian! *bow sambil nangis darah*
    banyak misterinya, aku suka ceritanya kok, jadi ikut deg-degan *halah*
    partnya uda dipublish, okelah aku lanjut dulu ya 🙂

  13. Ahh.. baru baca.. keren banget. DAEBAK! ZZANG! pokoknya misterius plus bikin penasaran abis.
    siapa guardian nagel-nya? jonghyun?
    terus si taemin nyiapin apa???
    ahhhh~ ga sabar. asli bagus banget 😀

  14. Waaaa, bulan apa sekarang?
    Baru baca ni ff. Iseng2 buka Library neh, nyari author ff paporitku*ciyyuuss*

    suka bangett,, abang Minho pny indra ke-6, *ngebayangin mirip Mr. Cullens ga ya?beda dirambut doang kayaknya*apalah/plakk*

    TBCnya itu lho, ganggu banget wkt Taemin mw beraksi,

    lanjutt part 2 dl ah….
    *annyong

Leave a Reply to rizonew Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s