Love Without A Name – Part 6

Author : flaming tezqia

Main Cast : Lee Jinki, Kim Nara, Choi Minho, Kim Kibum, Lee taemin, Kim Jonghyun

Support cast : Cho HyeRa

length : sequel

genre :mistery, romance.

rating: NC 17

©2010 SF3SI, Freelance Author.

Author POV~

Loverholic..robotronic..loverholic..robotronic..

Nara terbangun dari tidurnya yang nyenyak karena handphonenya berbunyi.

“taeminnie, kau menelpon pagi sekali.” Nara mengangkat telpon.

“mianhae, sepertinya hari ini tidak bisa.”

“ku mohon kau jangan marah. Sekali lagi mianhae..”

Tanpa disadari, Jinki juga terbangun karena suara handphone Nara tadi. Ia masih tiduran disofa. Dia mendengar pembicaraan Nara dan Taemin.

“Kau sudah bangun.” Tanya Jinki berbasa-basi begitu melihat Nara berjalan ke kamar mandi.

“ne” jawab Nara singkat.

“taemin yang menelponmu tadi?”tanya Jinki lagi

“ne” jawab Nara lagi.

“kamu kenapa? Taemin marah? Dia mengajakmu keluar hari ini?”

“ne, dia mengajakku keluar. Tapi sepertinya aku tidak bisa. Bukankah baru nanti siang kita akan pulang ke rumah?” ucap Nara dengan wajah lesu.

“ah, ya. Benar juga. Lebih baik kau mandi saja sekarang.” Kata Jinki. “tapi tunggu. Setelah mandi kau mau pakai apa?” sambungnya.

“pakai apa? Omo, tak ada baju sama sekali? Lalu aku harus pakai baju apa?” Nara mulai kelabakan.

“aku sudah sering kesini.” Jawab Jinki singkat. Nara hanya mengangguk. Jinki kemudian mengganti bajunya dengan kemeja yang dikenakannya pada pernikahan kemarin, lalu keluar kamar hotel.

~end Author POV

***

Jinki POV~

Siapa sih yang menyiapkan ini semua? Masa tidak ada baju sama sekali untuk kami pakai?

Ciiiiiitt….

Sebuah mobil hampir saja menabrakku. Sekarang mobil itu hanya beberapa centi didepanku.

“yah, kau buta apa? Tidak  lihat ada orang mau nyebrang?” teriakku pada pengemudi mobil itu. Pengemudi mobil itu lalu keluar.

“mianhaeyo, Jinki. Kau saja yang meyebrang jalan sambil melamun.”

“kibum? Untuk apa kau kesini?” tanyaku padanya. Dia adalah kibum, sepupuku.

“ummamu menyuruhku mengantarkan pakaian ini…”

Tit tiiiiiitt….

Klakson dari pengemudi lain berbunyi. Kami tak menyadari bahwa kami berada ditengah jalan raya. Kibum langsung masuk ke dalam mobilnya dan aku mengikutinya. Dia kemudian memakirkan mobilnya di halaman parkir hotel.

“selamat atas pernikahanmu” katanya. “malam tadi aku baru sampai di Nan Yuan jadi tak bisa datang.”

“ne, tidak apa-apa. Kau kesini Cuma untuk mengantarkan pakaian?”

“ah, ya juga untuk menjemput kalian pulang. Dan juga, kalau kau bersedia memperkenalkanku pada istrimu, aku juga tidak keberatan.”

“ah,  ya sudahlah. Lebih baik kamu masuk dulu.”

Kami kemudian masuk ke lobby hotel, menaiki lift dan tiba didepan kamarku. Aku menekan bel. Tak lama kemudian Nara membukakan pintunya. Wajahnya belepotan coklat.

“cepat sekali. Kau beli baju apa saja?” tanya dengan mulut penuh makanan.

“tidak jadi beli baju. Kibum sudah membawakannya.” Jawabku singkat sambil memberikan bungkusan berisi baju padanya.

“Kibum?” tanyanya.

“anneyong haseyo, kim kibum imnida. Wah kau ternyata cantik sekali. Beruntung jinki hyung bisa mendapatkanmu.” Kibum memperkenalkan dirinya tanpa diminta.

“ne, Nara imnida. Ah, kau terlalu berlebihan. Oh ya, kau siapanya Jinki-ssi?” tanya Nara pada Kibum.

“Jinki-ssi? Ah kalian tidak mesra sekali. Apa malu karena ada aku?”

“kami saudara sepupu.” Jawabku singkat. Kibum terlalu banyak basa-basi.

“oh begitu, ayo masuk. Kenapa terus di depan pintu.” Nara mempersilahkan Kibum masuk. Diatas meja makan terlihat 2 buah roti panggang dengan coklat dan keju. Juga dua gelas susu murni. Aku mengambil segelas dan langsung meminumnya sampai habis.

“ah, aku yang memesannya tadi. Tapi cuma 2, apa kibum oppa sudah sarapan?” tanya Nara pada Kibum. Kenapa dia memanggilnya Kibum oppa? Sedangkan memanggilku Jinki-ssi?

“jangan khawatir, aku tidak suka minum susu. Oh ya, apa malam tadi membahagiakan?”

“malam tadi? Membahagiakan?” Nara kebingungan. Apa dia tidak mengerti apa yang dimaksud Kibum.

“Kibum, kamu terlalu berlebihan. Lebih baik kau pulang saja.” Kataku pada Kibum.

“kenapa kau marah? Tidak ada yang salah dengan pertanyaanku kan? Kalau aku pulang, siapa yang akan mengantarkan kalian pulang?” ah, ya Kibum benar juga.

“argh..ya sudahlah. Kau duduk saja disana.” Kataku sambil menujuk sofa. “kami akan siap-siapa pulang.” Kibum hanya mengangguk-angguk sambil tersenyum jahil.

***

“Jinki…sayang. Akhirnya kau datang juga. Bagaimana malam tadi?” umma menyambutku begitu ku dan Nara keluar dari mobil.

“umma apa-apaan sih. Tidak ada apa-apa malam tadi.”

“ah, sayang kenapa wajahmu muram begitu? Kau capek? Lebih kau cepat mandi dan ganti baju, Nara juga. Hari ini kita akan pesta makan-makan sampai malam.”

“ne.. umma.” Nara tersipu malu.

Seluruh keluargaku melihat kearah kami berdua. Aku segera ke lantai atas menuju kamarku. Nara mengikutiku dari belakang.

“ya, kenapa kamu mengikutiku?” tanya ku padanya. Dia kaget ketika aku tiba-tiba berbalik menhadapnya.

“wae? Aku tak punya kamar disini. Dan aku tak tau kamarku dimana? Jadi aku mengikutimu.” Jawabnya polos.

“baiklah, tunggu sebentar disini.”

Aku menuruni tangga, mencari-cari umma ku. Aku menemukannya ditaman belakang sedang mempersiapkan panggangan untuk perta barbeque nanti malam.

“umma, kamar Nara dimana?” tanyaku padanya.

“kamar Nara?” umma heran dengan pertanyaanku. “ya tentu saja dikamarmu. Mau dimana lagi?”

“apa? Kamarku? Tidak salah?”

“tidak ada yang salah Jinki sayang. Umma juga sudah merapikan pakaiannya dilemarimu.”

“(&@#$%&**^%##@%^$&$@!#((&~$&%$`$^&*”

***

Nara POV~

Ahh..tubuh serasa mau remuk. Pesta keluarga tadi benar-benar menguras tenagaku. Tapi pesta tadi sangat seru. Melihat seluruh keluarga Jinki yang datang, mereka baik sekali padaku, apalagi Kibum. Perutku juga sudah kenyang. Aku terlalu banyak makan tadi.

“kau belum tidur?” tiba-tiba Jinki masuk kedalam kamar.

“belum oppa.” Jawabku.

“apa kau merasa nyaman disini?” tanyanya padaku.

“ne, keluargamu baik semua.”

“baguslah.oh ya, aku sebenarnya sudah menyarankan kepada appa agar kita tidak perlu tidur satu kamar, bukankah kau juga masuih sekolah? Hanya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.” Jinki berkata dengan wajah yang serius sekali.

“ne, tidak apa-apa.” Aku lega mendengar ucapannya. Jujur, aku tidak masih tidak sanggup jika harus sekamar dengannya.

Aku lalu merebahkan tubuhku diranjang. Ranjang ini sangat lebar. Pasti selama ini dia puas tidur sendirian disini. Tiba-tiba Jinki menarik selimut dan berbaring disebelahku.

“tenang saja. Aku tidak akan melakukan apapun padamu.”

Aku meletakkan guling ditengah-tengah kami, bermaksud menjadikannya sebagai penghalang. Tapi, jinki malah mengambil guling itu dan memeluknya. Huh, menyebalkan sekali. Aku jadi was-was kepadanya.

~end Nara POV

***

Jinki POV~

“Nara saranghaeyo.” Aku mengecup bibir mungilnya.

“o..oppa, waeyo?” tanyanya pelan. Suaranya bagai desahan bagiku.

“Saranghae Nara, saranghae.. apa kau tidak mendengarnya? Saranghae..”aku mengatakan itu lagi, dan mengecup bibir mungilnya (lagi). Aku kemudian memeluk tubuhnya. Ku ciumi dia, dahinya, pipinya, hidungnya, bibirnya, lehernya, makin lama makin kebawah. Dia mengeliat-geliat dalam pelukanku.

“oppa..” suaranya begitu membuatku tergoda. Aku semakin mengeratkan pelukanku. Ku arahkan bibirku kebibirnya. Perlahan ku lumat pelan, selama 3 menit kami hanya melakukan itu. Ku beranikan diriku untuk memasukkan lidahku ke rongga mulutnya, dan itu berhasil. Kami bermain lidah. Tampaknya Nara juga sudah menikmatinya. Kami bertukar posisi, kini Nara yang ada diatas. Kami masih terus bermain lidah. Tanganku yang tadi ada diwajahnya, perlahan turun kebawah dan makin kebawah, menyingkap dressnya yang terang itu. Dapat ku rasakan, juniorku mulai menegang. Kami berputar lagi,  kini aku yang diatas, bibir kami masih beradu, perlahan tangan Nara membuka kancing kemejaku satu persatu. Aku semakin tidak tahan, ahhh… aku menghentikan ciuman bibir kami. “hhh…op…pa..sudah…hh.. henti..hh..kan..” katanya sambil mendesah pelan. Aku pura-pura tak mendengarnya, aku lalu kemudian menjilati lehernya, dadanya…”hhh…hhh….”..lalu…

Bbruukk..

Kurasakan kepala ku sakit akibat membentur lantai. Rupanya aku bermimpi? Ah tanggung sekali.

“Jinki-ssi… kau kenapa? Kau jatuh?” tiba-tiba Nara masuk kedalam kamar.

“ahh..sakit sekali.” Ucapku tidak menggubris pertanyaan Nara.

“ayo bangun, biar ku ambilkan obat.” Nara lalu mengambilkan obat untukku, bajunya rapi sekali spertinya dia sudah mandi, tapi mau kemana dia dengan baju serapi itu.

“kamu sudah bangun Nara?” tanyaku padanya saat dia membawakan obat dan air untukku.

“aku sudah bangun 3 jam yang lalu Jinki-ssi.”

“tapi bajumu rapi sekali. Mau kemana?”

“Taemin tadi menelponku, katanya hari ini ada latihan.”

“oh, begitu.”

Nara berjalan mendekati ranjang, ia mengambil handphonenya.

“Jinki-ssi, kenapa tempat tidurnya basah?” tanyanya padaku.

“basah?” apa? Basah? Oh my god. Apa aku mimpi basah? Aku mendekatinya.

“ah, Nara. Kau pergi saja. Biar aku yang membereskannya.”

“ne, aku berangkat dulu.”

Argh… sial. Ini pasti gara-gara malam tadi. Kenapa aku harus mengikuti Kibum nonton itu? Ah, payah sekali. Sampai terbawa mimpi. Bersama Nara pula? Astaga.

Aku segera membersihkan tempat tidur, mengganti sepreinya, dan mandi.

Drrt..drtt.. tiba-tiba saja handphoneku bergetar. Ada sms masuk, dari Hyera!

From    : Hyera

Jinki, bisakah kita bertemu hari ini? J

❤ Hyera

Hyera ingin bertemu denganku hari ini? Nara juga akan bertemu dengan Taemin. Lebih baik aku menemui Hyera saja.

~End Jinki POV

***

Nara POV~

“Nara, setelah latihan, apa kau ada acara?” tanya Taemin padaku.

“emmh.. sepertinya tidak ada. Memangnya kenapa?” aku balik bertanya.

“ah, tidak ada apa-apa….a, Nara. Bagaimana kalau kita pergi nonton?” kata Taemin. Wajahnya lucu sekali, seperti tersipu malu.

“oke.” Jawabku tanpa pikir panjang.

***

“Kau mau nonton apa jagi?” tanya Taemin padaku begitu kami tiba di bioskop.

“Jagi?” tanyaku padanya. Dia memanggilku Jagi? Apa dia salah omong?

“ahaha.. apa tidak boleh memanggilmu Jagi?” taemin tertawa.

“ah, bukan begitu. Ah, sudah lupakan.” Kami kemudian memilih film dan membeli makanan. Begitu film akan mulai kami berdua masuk kedalam studio.

Kami duduk dibagian tengah. Ketika lampu akan dipadamkan. Aku melihat seseorang yang ku kenali. Bukankah itu Jinki? Dan siapa yang bersamanya itu? Seperti… miss Hyera?

Apa benar itu miss Hyera? Tapi aku yakin sekali itu mereka berdua. Aku tak bisa memastikannya karena lampu sudah dipadamkan semua. Akhirnya aku Cuma menikmati sambil memikirkan hal itu.

Kami menonton film komedi. Filmnya lucu sekali. Aku dan Taemin untuk kesekian kalinya tertawa terbahak-bahak. Ada adegan yang lucu. Kami tertawa lagi. Tapi kemudian Taemin menghentikan tawanya. Dia diam dan menatapku ku, mau tidak mau akupun menatapnya. Pelan-pelan dia mendekatkan wajahnya kewajahku. Dia memiringkan sedikit wajahnya, semakin mendekatkan wajahnya. Aku hampir saja menutup mataku, ketika tiba-tiba aku melihat seorang namja dikursi yang lain sedang memperhatikanku. Dia Jinki! Aku tak mungkin salah lihat.

Aku baru saja ingin memalingkan mukaku, tapi terlambat. Bibir Taemin sudah mendarat dibibirku. Dia melumat bibirku pelan. Aku menutup mata. Tak tau apa yang harus kulakukan. Aku mendorong sedikit tubuh Taemin agar menghentikan ciumannya. Tapi dia malah menarik tanganku dan meletakkannya diwajahnya. Darahku berdesir, jantungku berdegup kencang. Taemin semakin liar melakukan ciumannya.

Pikiranku campur aduk. Aku memikirkan Jinki, apa dia akan marah melihat ini? Tentu saja dia akan marah, walaupun mungkin dia tidak mencintaiku. Tapi dia sudah menjadi suamiku.

Aku menjauhkan wajahku, dan berhasil melepaskan ciuman Taemin.

“Taemin, sudah. Apa kau tidak malu dilihat orang lain?” tanyaku padanya. Kemudian dia tersenyum. Dia melanjutkan menonton film seperti tadi.

Tapi aku terpaku, melihat namja itu, melihat Jinki yang sejak tadi masih saja menatapku. Aku mencoba mengalihkan pandanganku. Tapi lagi-lagi aku melihat ke arah Jinki. Dia masih memperhatikanku. Apa dia akan marah melihat ciuman Taemin tadi?

***

“Taemin, gomawo untuk hari ini.” Kataku padanya.

“ne, cheonmaneyo. Mianhae, jika aku ada berbuat salah.”katanya tulus.

“kenapa berkata seperti itu? Kau tidak punya salah padaku” kataku padanya sambil tersenyum.

“mau ku antarkan pulang?” tawarnya padaku.

“ani, tidak perlu. Kau pulang duluan saja. Tidak perlu mengantarku.”

“baiklah, aku pulang dulu. Jaga dirimu baik-baik.”

“ne” beberapamenit kemudian aku melihat mobil Taemin sudah lewat dari bioskop ini.

“ayo pulang, ini sudah terlalu sore, nanti appa dan umma mencari kita.”tiba-tiba seseorang menarik tanganku.

“Ji..Jinki… kau”

“cepat masuk ke dalam mobil.” Katanya sambil menarik tanganku dengan sedikit kasar.

~end Nara POV

***

Jinki POV~

“Jinki-ssi..”

“panggil Jinki oppa saja” aku memotong pembicaraannya.

“ne, Jinki oppa. Apa kau melihat aku dan Taemin tadi? Mianhaeyo, aku sangat menyesal.” Katanya dengan wajah penuh penyesalan. Apa aku harus marah padanya? Atau tidak?

“tentu saja aku melihatnya, bagaimana tidak. Orang-orang disebelahmu juga melihatnya. “

“mianhae..mianhae..mianhae.. aku tak akan mengulanginya.”

“sudahlah, jangan terus-menerusminta maaf. Aku tau kau mencintainya.”

“dari mana kau tau? Oh ya, bukankah tadi kau datang bersama miss Hyera. Dimana dia?” tanyanya padaku.

“Hyera pulang lebih dulu. Tiba-tiba ada keluarga yang menelponnya, memberitahukan unnienya ada dirumah sakit, katanya akan melahirkan.” Jawabku ketus. “bukankah tadi kau bilang ada latihan?”

“ne, tapi setelah latihan Taemin mengajakku nonton.” Katanya tanpa menatapku.

“arghh.. sudahlah terserah kau saja.” Kenapa aku emosi? Aku marah padanya? Aku cemburu padanya?

Nara diam saja, tak bersuara lagi hingga kami tiba dirumahku.

***

TBC

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF


qtl { position: absolute; border: 1px solid #cccccc; -moz-border-radius: 5px; opacity: 0.2; line-height: 100%; z-index: 999; direction: ltr; } qtl:hover,qtl.open { opacity: 1; } qtl,qtlbar { height: 22px; } qtlbar { display: block; width: 100%; background-color: #cccccc; cursor: move; } qtlbar img { border: 0; padding: 3px; height: 16px; width: 16px; cursor: pointer; } qtlbar img:hover { background-color: #aaaaff; } qtl>iframe { border: 0; height: 0; width: 0; } qtl.open { height: auto; } qtl.open>iframe { height: 200px; width: 300px; }

31 thoughts on “Love Without A Name – Part 6”

  1. Cie…cie… Jinki cemburu….
    Nice ff….

    Tapi,,, kog dikit bgd sich thoorr..??
    *sksd*
    Lanjutan.a jgn lama2 y….
    🙂

  2. Wahh keren tapi sayang nya TBC
    padahal lagi seru-serunya tuh..
    wah jinki udah cemburu yah…hehehe
    Part selanjutnya dong….
    Ditunggu…

  3. awkwkw 😀
    berasa pendek banget yah? *ngrasa sendiri*
    itu sebenernya ada yg kepotong pas jinki mau beli baju :3

    gomawo udh baca + komen

  4. aduhh..endnya ampe ep brp ya?bisa kering nih nunggu lanjutannya.hehehe
    don’t forget endingnya ama jinki yaa…*author:lah suka’ gw endingnya ama siapa.*

      1. Menyedihkanx jgn antara pasangan Nara-Jinki ya, author..
        Pokoknya mereka berdua harus bahagia..!

        *reader maksa..*
        hehe..
        🙂

        FF-nya bagus..

  5. wah,, keren,, suka banget,,,
    ku baru disini,,
    hehe,, lgsug baca dari part I, mpe [puyeng,,
    tapi seruuuuuuuuu,, lanjut ya, mga g lama,,
    hehe,,
    n_n

  6. marathon baca ff ini….
    penasaran sama yang membalaskan dendam neneknya?
    miss hyera kaaaah???
    ayooo lanjutkaaaaaaaaaaaaan

  7. Eh??
    Br nemu FF yg begini…..masa ada adegan mimpi basah pula?kekeke….
    Key nakal!masa ngajakin jinki nonton gtuan?(gtuan?gtuan apa?)
    ok…segitu dulu commentnya…d tunggu next part…^^

  8. penasaran siapa cucu Pin Gi?
    kira2 sampe part brapa ya ni ff?
    endingnya jangan sad ending dong 😦 *author: suka2 gue lah org gue yg bkin
    ayo thor dtunggu lanjutanya jgn lama2 ya ^^v

  9. author, lanjutanx mana?
    aq udah nunggu laamaaa.. penasaran, penasaran, penasaran.. 😦
    cepetan yach..

    *reader maksa.. hehe.. :D*

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s