Seoul I’m In Love – Part 1

Author : Nadia Qurotha 

Ya. Disinilah aku. Di seoul. Setelah sekian lama aku kuliah di Amerika akhirnya aku dapat kembali ke kampung halamanku. Kenalkan namaku Lee Eun Soo. Aku mendapat beasiswa untuk kuliah di Luar Negri. Lantas aku memutuskan untuk kuliah di Amerika dan belajar berbahasa inggris.

Sebenarnya, aku tidak mau mendapat beasiswa. Karena, aku tidak rela jika harus berpisah dengan sahabatku, Minho. Yah tapi apa boleh buat.

Aku ke seoul untuk bertemu dia. Aku ingin lihat bagaimana wajahnya setelah 7 tahun tidak bertemu. Aku dapat kabar kalau dia sekarang sudah menjadi artis terkenal yang mempunyai milyaran penggemar dari berbagai penjuru dunia. Mudah-mudahan saja minho tidak melupakan aku.

Aku memutuskan untuk tinggal di sebuah apartment. Orang tuaku memutuskan untuk menetap di Amerika. Mungkin sesekali aku akan kesana.

Malam ini malam yang sangat dingin. Aku memakai sweater coklatku yang kubeli di Amerika. Kau tahu, senang sekali rasanya jika umur 17 tahun sudah bisa tinggal sendiri tanpa orang tua ataupun saudara. Menurutku, itulah artinya hidup yang bahagia.

Aku menatap langit seoul pada malam hari dari jendela apartmentku. Begitu indah. Begitu damai. Sehingga mengingatkanku pada masa lalu. Masa dimana aku dan minho bermain dihalaman belakang rumahku.

—–Flashback——

“Maukah kau menikah denganku, noona?” Ucap minho sambil menggenggam tanganku.

“Mau kok” Jawabku malu. Aku tidak tahu, yang pasti saat itu mukaku merah padam.

Saat itu aku dan minho sedang berpura-pura menjadi pasangan yang sedang menikah. Minho memakaikanku mahkota dari kertas yang dibuatnya sendiri.

Yah walaupun kami sering sekali bertengkar, tetapi kami saling menyayangi. Ya, kami saling menyayangi sebagai sahabat.

——End of Flashback——

Aku senyum-senyum sendiri jika mengingat tentang hal itu. Aku tersadar, pasti dia juga akan mengingat diriku disetiap aku mengingatnya.

Drrttt Drrtt. Ponselku bergetar. Ternyata ada telefon masuk dari temanku Kyungmin.

“annyeonghaseo. ada apa kyungmin-shii?” Sapaku datar.

“annyeonghaseo EunSoo-shii! Bagaimana kabarmu? Sudah sampai di seoul?” Serunya dengan suara keras.

“Sudah. Memangnya kenapa?” Jawabku.

“Wah! Bagus dong. Kau tinggal di apartment mana?” Tanyanya. Kali ini suaranya lebih keras. Sehingga aku merasa gendang telingaku mau pecah.

“mau tau saja kau. Sudah ya! Aku ngantuk. Annyeong” Kataku sambil mengakhiri pembicaraan itu.

Aku memutuskan untuk tidur saja. Akupun belum tahu apa yang akan kulakukan besok. Yang jelas saat ini aku sangat lelah.

—–Minho POV—-

Hari ini sangat melelahkan karena aku ada acara di sana-sini. Aku memutuskan untuk berdiam diri di kamar. Beristirahat sejenak.

Aku memandang langit. Membuatku teringat pada EunSoo. Bagaimana ya dia? Apa kabarnya sekarang? Batinku. Aku rindu sekali padanya. EunSoo, dimana kau?

—End of Minho POV—

Sinar matahari pagi menembus jendela apartmentku dan aku mulai merasakan panasnya menusuk kulitku. Aku segera bangkit dan melihat keluar jendela. Hari sudah siang.

Aku mandi dan bersiap-siap untuk pergi. Entah kemana tapi aku ingin berjalan-jalan menghilangkan penatku. Aku memasang earphone ku dan memutar lagu JoJo. Ya, aku adalah Shawol. Fans dari boyband yang salah satu dari membernya adalah sahabatku. Aku suka lagu mereka yang satu ini.

Aku berjalan sambil bersenandung. Aku tidak peduli jika orang memperhatikanku. Tetapi karena terlalu asik bersenandung, aku tidak melihat ada orang di depanku.

Untungnya aku sempat berhenti sebelum aku menabraknya. Kulihat sosok itu. Tinggi, tegap dan penuh karisma. Perlahan kulihat wajahnya. Dia sedang menatapku! Dan oh! Ternyata orang itu adalah Minho. Sahabat kecilku, sahabat yang ku rindukan.

—-Minho POV——

Aku memutuskan untuk keluar sebentar, meminta izin kepada onew-hyung untuk berjalan-jalan. Aku ingin membelikan hadiah untuk jonghyun-hyung. Hari ini dia berulang tahun!

Aku berjalan menuju toko hadiah terdekat. Hingga seorang gadis hampir menabraku karena dia berjalan sambil bernyanyi sedangkan dia tidak melihat ada aku didepannya.

Gadis itu cepat menghentikan langkahnya. Dia berhenti dihadapanku. Aku menatapnya. Seperti aku pernah kenal wajah ini. Tapi siapa? Perlahan-lahan dia memperlihatkan wajahnya. Dia menatapku. Aku tersentak kaget!

Gadis ini ternyata EunSoo!! Sahabatku yang amat sangat ku rindukan.

—End of Minho POV—

Aku tersentak kaget. “Minho-shii!!” Kataku hampir berteriak. “EunSoo-shii!!” Serunya. Kami berdua kegirangan. “kau sudah pulang dari amerika? Kenapa kau tidak menghubungiku?” Tanyanya. “Aku tidak tahu nomermu sama sekali” Jawabku memanyunkan bibirku.

Minho mengacak-ngacak rambutku dan tersenyum. “Temani aku!” Katanya. “kemana?” Tanyaku. “aku ingin membeli kado untuk jonghyun-hyung” Jawabnya sambil menggenggam tanganku dan menarikku.

Astaga! Aku hampir lupa kalo dia adalah member SHINee! Aku sangat senang, dan merasa menjadi gadis yang paling beruntung di dunia ini. Aku kenal minho. Otomatis aku akan kenal member SHINee yang lainnya. Rasanya seperti di Surga saja.

Aku dan minho berjalan bergandengan tangan ke toko hadiah. Tokonya tidak cukup besar, tetapi bagus dan bersih.

Aku menyarankan agar minho membeli hadiah boneka saja. Dia pun setuju dan membelikan jonghyun-hyung sebuah teddy bear. Tidak cukup besar tetapi aku serius, boneka ini sangat lucu!

Setelah membeli kado, minho mengajakku ke SHINee’s dorm. Entah mengapa aku agak ragu tetapi memangnya kenapa? Minho kan sahabatku.

—Minho POV—

Aku memintanya untuk menemaniku ke toko hadiah membeli hadiah untuk jonghun-hyung. Aku menggenggam dan menarik tangannya. Sepanjang jalan ke toko hadiah, aku menggandeng tangannya dan tak akan ku biarkan lepas dari gandengan ku.

Dia menyarankanku membeli boneka teddy bear. Ide itu cukup bagus. Setelah membeli hadiah, aku mengajaknya ke SHINee’s dorm. Kulihat raut wajahnya agak ragu ketika ku ajak tetapi memangnya kenapa? Dia kan sahabatku.

—End of Minho POV—

Aku dan minho sampai di SHINee’s dorm. Apartment yang sangat mewah dan juga bersih! Aku tidak menyangka anak-anak cowok ini bisa bersih juga ya hehe

Sesampainya disana, kulihat key sedang membersihkan rak sepatu, Taemin sedang menonton TV bersama onew-hyung, sedangkan jonghyun-hyung sedang mandi.

Minho memperkenalkan aku dengan mereka. “Annyeonghaseo, namaku taemin!” Kata taemin sambil melambaikan tangannya ke arahku dan tersenyum. “Annyeonghaseo, aku Key” Ucap key melempar senyum ke arahku. “Annyeong, aku onew” Sapa onew ramah. “annyeonghaeo, Aku Lee Eun Soo” Jawabku berusaha terlihat sesopan mungkin.

“Ehem, kalian ini pacaran ya? Minho-shii kenapa kau tidak bilang padaku?” Ujar onew-hyung tiba-tiba. Apa?! Pacar? Aku ini sahabatnya minho. Aku heran apa yang membuat onew-hyung bertanya begitu. Sesaat aku tersadar. Aku masih bergandengan tangan dengan minho!! Astaga aku malu sekali.

Minho dan aku hanya diam terpaku. Sesaat ruangan itu menjadi hening. “Apakah itu hadiah untukku?” Kata Taemin tiba-tiba memecah keheningan. “Enak saja! Ini hadiah untuk jonghyun-hyung” Ucap minho setengah berbisik karena takut jonghyun-hyung mendengarnnya. “oh..ku kira untukku” Kata taemin sedih. “jangan khawatir, jika kau ulang tahun, aku juga akan memberimu hadiah taem” kata minho.

Semenjak kejadian itu perasaanku mulai berubah kepada minho. Aku menjadi takut kehilangan dia. Aku merasa ingin selalu dekat dengannya. Apakah aku suka padanya? Tapi apakah minho juga menyukaiku? Entahlah. Tidak ada satu katapun yang bisa menggambarkan perasaanku saat ini. Yang jelas aku sangat senang! Minho menyuruhku untuk menginap di SHINee’s dorm. Dia bilang, aku bisa tidur di kamarnya.

Aku ragu. Tetapi aku juga akan merasa tidak enak jika menolaknya. Lagipula aku kan sudah kenal dengan para hyung yang baik-baik itu. Akhirnya aku menyetujuinya, aku menginap disitu.

“Selamat malam semua!” Ujar Jonghyun-hyung. Dia menguap sangat lebar. Aku pun ikut-ikutan menguap begitu juga yang lainnya.

Aku masuk ke kamar minho. Kamarnya wangi sekali, oh yaampun bersih dan sangat rapi. Aku melihat berbagai macam poster SHINee tertempel ditembok kamarnya itu.

Aku duduk di pojok kasur sambil melihat ponselku. Diam-diam selama ini aku menyimpan gambar-gambar minho yang ku download dari internet. Aku melihat-lihat sampai aku tertidur.

—Minho POV—

Aku ingin ke kamarku memastikan apakah EunSoo sudah tidur. Aku melihatnya sedang tidur di pojok kasur dengan ponsel digenggamannya.

Aku penasaran dengan ponselnya. Kulihat ponselnya ternyata dia tadi sedang melihat-lihat gambar. Dan aku terkejut saat aku menemukan banyak sekali gambarku di ponselnya. Aku tersenyum senang. Entah mengapa tapi aku sangat senang.

Semenjak kejadian tadi siang entah mengapa aku merasa berbeda. Aku merasa tidak ingin jauh dari EunSoo. Apakah aku jatuh cinta kepadanya? Apakah dia juga cinta kepadaku? Entahlah.

Kurasa malam mini lebih dingin daripada malam kemarin. Aku menyelimutinya dengan selimutku. ‘Dia tambah imut kalau sedang tidur’ pikirku dalam hati. “Selamat malam” Bisikku pelan. Aku pun segera meninggalkan kamarku. Ya, hari ini aku tidur di kamar taemin. Walaupun dia tidak mau berbagi tempat tidur denganku tapi aku paksa saja dan akhirnya dia mau.

—End of Minho POV—

Pagi-pagi sekali aku bangun. Aku keluar kamar dan ternyata mereka sama sekali belum bangun. Aku turun kebawah dan kedapur untuk memasak sarapan untuk mereka. Jujur, aku tidak bakat dalam hal memasak. Tetapi ummaku selalu bilang padaku “Kau ini harus pintar memasak..bla..bla..jadi kalau sudah punya suami..bla..bla..” Entah kenapa jika teringat suara umma, aku mulai merasa pusing.

Aku membuatkan mereka mie instan. Itu satu-satunya yang bisa kumasak selain telur mata sapi. Aku menaruhnya dimangkuk yang besar jadi mereka bisa memakannya bersama-sama. ‘huhh bagus! Sekarang aku mengacaukan mie ku. Memasak mi saja tidak bisa apalagi kimichi’ gumamku dalam hati.

Ya memang mienya tidak terlalu kelihatan enak tapi kan belum dicoba. Tiba-tiba ada yang menyentuh pundakku dari belakang. Aku kaget setengah mati. Ternyata  Taemin! “Hey noona, sudah bangun? Waaah wangi sekali! Kau yang masak?” Katanya sambil mengendus aroma mie buatanku. “Astaga taemin-shii kau membuatku kaget. Ya, itu buatanku” Jawabku setengah tersenyum.

“Aku makan sekarang ya?” Tanyanya. Dia sudah  bersiap mengambil sumpit. “he? Bangunkan yang lain dulu!” Kataku. “Yaaahh baiklah” Desahnya. Dia berlari menaiki tangga dan membangunkan para hyungnya.

Akhirnya mereka semua bangun dan memakan mie buatanku. Mereka semua bilang mie buatanku sangat enak. Terutama jonghyun-hyung. Aku hanya tertawa mendengarnya berkata begitu.

Siang yang sangat membosankan. Kami hanya dirumah melakukan hal biasa. Menonton TV dan makan. Tidak ada aktivitas lain! Aku bertanya-tanya, apakah SHINee tidak ada acara hari ini? Entahlah.

“Hey, eunsoo-shii!” Seru minho. Dia baru saja keluar dari kamar mandi. “Hm?” “Kau mau jalan-jalan?” Tanyanya. ‘aku mau sekali aku mau sekali!’ teriakku dalam hati. Tetapi bukan karena diajak minho, melainkan karena aku sangat bosan. “Mau! Hehe tapi antarkan aku ke apartment ku dulu ya. Aku kan harus ganti baju” Kataku. “ne.. baiklah” Kata minho sambil tersenyum. Oh tuhan senyumannya manis sekali. Rasanya aku akan pingsan.

Minho mengantarku ke apartmentku. Minho menunggu di luar, karena kubilang aku tak akan lama. Aku mencari-cari baju yang pas untukku. Akhirnya aku memakai T-Shirt polos berwarna biru muda dan jaket berwarna cokelat dengan celana jeans dan sepatu boots hitamku. Seperti biasa, aku membiarkan rambutku tergerai. Entah mengapa aku merasa diriku aneh jika aku dikuncir satu.

Aku bergegas turun dan menemuinya. “wooo cantik sekali” Serunya. “meh.. kau ini berlebihan sekali minho!” Kataku.

Minho mengajakku jalan-jalan ke mall lalu setelah itu ke taman. Minho membelikanku sebuah kalung, kalung itu berliontin cincin. Aku baru menyadari ternyata kalung itu sama dengan miliknya. Dia memaikaian kalung itu dileherku. Perasaanku saat itu bercampur menjadi satu. Lututku terasa lemas. Aku merasa tindak sanggup lagi berjalan, bahkan berdiri.  Ketika kulihat jam yang melingkar di tangan kananku, waktu sudah menunjukkan pukul 9.15.

“apakah aku harus menginap lagi?” Tanyaku kepadanya. “terserah kau” Jawabnya. Dia tidak menatapku melainkan memandang lurus kedepan sambil mengayun-ngayunkan kakinya. “Aku sih mau saja, tapi aku harus mengambil beberapa bajuku dulu” Kataku. Suaraku sangat pelan. Saat itu kami sedang duduk di kursi taman. Aku terpaku menatapnya.

Tiba-tiba aku merasakan tangan dingin minho menggenggam tanganku. Aku tidak bisa melepaskan tanganku karena genggamannya cukup kuat dan entah mengapa aku tidak berusaha menyingkirkan tangannya dari tanganku. Jantungku berdegup keras, keringat mulai mengalir dari sekujur tubuhku. Kurasakan tubuhku mulai kepanasan. Nafasku tercekat. Aku merasa mual. Seperti ada seribu kupu-kupu sedang berterbangan di perutku.

Minho mendekatkan wajahnya ke wajahku. Kudengar dia berbisik “EunSoo-shii…saranghaeyo” Nafasku semakin sesak saja. Pikiranku melayang entah kemana. Lalu minho memelukku. Pelukan yang hangat. Lalu aku berkata ditelinganya “Na do saranghae”. Dia semakin erat memelukku. Entah kapan ini akan berakhir, tetapi aku tak akan pernah mau ini semua berakhir. Aku nyaman berada didekatnnya.

Ya tuhan… tolong jangan pisahkan lagi aku dengannya.. aku mencintainya.

-tbc-

P.S: Untuk Nadia, mohon untuk part selanjutnya format FF ini di lengkapi mulai dari cast, genre, length dan lain-lainnya. Terima kasih.

-Admin-

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

16 thoughts on “Seoul I’m In Love – Part 1”

  1. AHHH! envy nyaaa~
    gak lama baru dateng ke Seoul udah langsung ketemu aja ^.^ jodoh kali yaaa wehehe

    oh iya author, just let you know
    ada pov nya Eun Soo yang bilang Onew sama Jonghyun pake Hyung 🙂 haaa aku tau itu gak penting soalnya overall bagus!!

  2. Hueeeeeeee mian ya ceritanya gaje >,< awalnya author kira gak jadi di post.
    Mian ya unnie aku sudah buat yang lengkap formatnya kok.
    Sekali lagi mianhae *bow*

    Ini ff kan aku putusin oneshoot tp ditulis part 1 disini-,- yasudah apa boleh buat, aku lanjut saja.

    All: Gomawo sudah mau baca!!^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s