Shout Out With Love – Part 3

Shout Out With Love…

Part 3

Author: Annisa Nisa a.k.a SHINvisble Nisaa~

Main Cast: Kim Jong Hyun, Choi Min Ho, Nam Hee Ra

Cast: Han Seung Hee, Choi Ji Ah, Lee Jin Ki, Lee Tae Min, Im Ju Hwan, Lee Min Ji, Nam Jong Woon and many more

Length: Sequel

Genre: Friendship, romance

Rating: General

Disclaimer:

I don’t own SHINee, they are belong to SMEnt and their family, but i do own this story. And I do own some of the cast (Nam Hee Ra, Choi Ji Ah, Im Ju Hwan).

Kim Jong Hyun POV

“Ne, setengah jam.” Aku menganggukkan kepalaku dan beranjak keluar ruangan.

Aku berjalan menuju ke toilet, kulihat banyak yang berlalu lalang. Tentu saja. Hari ini adalah hari persiapan perpisahan.

“Sudah selesai latihan ya, Jong Hyun?” suara seorang yeoja.

Ternyata Ji. Aku tersenyum kearahnya, “Belum. Aku sedang istirahat.”

“Baiklah, aku juga akan berlatih keras!” Ji tersenyum, “Daah, Jong Hyun.”

Aku tertawa kecil. Ah, daripada ke toilet, lebih baik aku ke aula saja. Pasti ramai disana.

Langkahku terhenti di depan pintu aula yang terbuka lebar. Benar, ramai. Semuanya tampak sibuk menempel, menggunting kertas dan dekorasi lainnya. Tiba-tiba mataku tertuju pada seorang yeoja berambut hitam sepunggung yang sedang sibuk menggunting kertas-kertas yang ada dihadapannya, sendiri. Hee Ra.

Selama dua bulan ini, aku berusaha untuk tidak mengganggunya lagi. aku mencoba menjadi seorang namja yang pendiam dan cool. Kurasa sedikit banyak aku berhasil melakukannya. Tapi, tetap saja… perasaanku tidak pernah berubah untuk yeoja itu…

Kuhampiri yeoja itu, “Aku bantu ya.”

Nam Hee Ra POV

Kutolehkan kepalaku kearah suara. Seorang namja berambut coklat. Ia tersenyum kecil kearahku lalu mengambil kursi dan duduk diatasnya.

Kim Jong Hyun. Ne… Kim Jong Hyun.

“Warna apa yang harus kuselesaikan?” tanyanya.

Aku mengalihkan pandanganku kembali ke kertas-kertas yang ada di depanku. Aish…kenapa jadi takut salting?

“Mmm…warna merah saja.” Aku menyodorkannya padanya.

Jong Hyun menerimanya dari tanganku. Ia tersenyum, “Baiklah.”

Jantungku jadi berdegup tidak karuan. Aissh!!! Nam Hee Ra!!! Kau kenapa??!!! namja disebelahmu ini adalah KIM JONG HYUN!! kenapa kau malah begini??!!!

“Kenapa kau ada di sini? Bukannya kau latihan dance?” tanyaku pelan. Berusaha menyingkirkan kecanggungan dan keanehanku.

Ia menoleh kearahku lalu menggeser kursinya tepat ke depanku.

“Kau sendiri, kenapa ada disini? Seharusnya kau di ruangan musik kan?” tanyanya.

Aku menyernitkan alisku.

“Maksudku, bersama gitarmu.” Ujarnya.

Aku menggeleng, “Tanganku sakit. Aku tidak jadi tampil besok. Miho yang menggantikanku. Lalu, kau sendiri?”

“Annyio, aku hanya lelah latihan.” Jawabnya singkat.

Hening.

“Hee Ra!” panggil seseorang di belakangku.

“Ne…” sahutku.

Ternyata Tae Min dan Goo In Ho.

“Kertasnya habis. Yang warna hijau masih ada tidak?” tanya In Ho.

Aku menggeleng. Kuedarkan pandanganku, “Hmm… coba tanya pada Yoo Mi. kalau tidak ada, mungkin ada sama Jung Eun. Tadi, kulihat ada sama Jung Eun.”

Aku menunjuk Kim Jung Eun yang ada di pojok ruangan bersama beberapa orang yeoja.

“Oh, baiklaah…! Aku cari dulu ya, Tae Min. Kau bantu Jun Ho saja dulu.” In Ho berlari ke pojok ruangan.

Tae Min mengangguk lalu mengalihkan pandangannya kearahku.

“Hmm…” Tae Min menujuk Jong Hyun yang sedang sibuk menggunting.

Aku hanya mengangkat alisku dan menggeleng.

“Hi, Jong Hyun.” sapa Tae Min.

Jong Hyun mendongakkan kepalanya lalu tersenyum, “Hi, Tae Min.”

“Sudah selesai latihannya?” tanya Tae Min.

Jong Hyun menggeleng, “Belum. Sedang istirahat. Makanya datang ke aula.”

“Oooh…begitu. Baiklah, aku bantu Jun Ho-hyung dulu ya.” Tae Min beranjak pergi dari tempatnya.

Jong Hyun meletakkan guntingnya ke atas meja, “Sudah selesai.”

Aku menatap ke arah pekerjaannya, “Gomawo, Jong Hyun.”

Jong Hyun mengangguk, “Baiklah…sepertinya aku harus kembali ke ruangan latihan. Aku permisi dulu, Hee Ra.”

“Ne. gomawo.” Aku mengangguk.

Jong Hyun berlalu dari hadapanku. Jantungku masih berdegup tidak karuan. Aish… Nam Hee Ra, ada apa dengan dirimu??

***

Han Seung Hee POV

“Hee Ra… kau tidak benar-benar merasakan hal itu kan?” kutatap mata Hee Ra.

“Molla.”

“Molla?”

“Aku bingung, Seung Hee.”

“Kau tidak bisa begini, Hee Ra. Kau sudah menolaknya.”

“Aku kan tidak bilang aku menyukainya.”

“Tapi, jantungmu mengatakan begitu!”

Hee Ra menyernitkan alisnya, “Maksudmu?”

Aku menghela nafas panjang, “Jantungmu berdegup tidak karuan saat dia ada didekatmu kan?”

“Memangnya itu cukup?”

Aku menghempaskan tubuhku keatas kursi disebelah Hee Ra, “Sudahlah, aku tidak mau kau menyesal di kemudian hari, Hee Ra.”

“Seung Hee, aku tidak menyukainya!”

“Ya, kalian sedang apa disini?” terdengar sebuah suara. Pintu terbuka lebar.

“Jin Ki-oppa?” aku berdiri dari dudukku.

“Ayo, kita pulang. Yang lain sudah menunggu di parkiran.” Jin Ki-oppa tersenyum, “Kkaja, Seung Hee, Hee Ra.”

Hee Ra mengangguk dan segera menarik tanganku ke arah pintu.

“Dengar ya, Han Seung Hee. Aku tidak menyukai Kim Jong Hyun. jadi, jangan bicara yang macam-macam.” Bisik Hee Ra.

Aku tertawa kecil, “Aku tidak dengar!”

***

Choi Min Ho POV

“Jadi, eomma dan appa menyuruhku kuliah di London?” ujarku tertahan.

Dong Hae-hyung mengangguk.

“Waeyo?!”

“Mungkin, agar mereka bisa melihatmu setiap hari.” Dong Hae-hyung menatapku.

“Aish…” aku menggigit bibir bawahku.

“Sudahlaah… kan tidak ada salahnya kau kuliah disana, Min Ho…” sahut Dong Hae-hyung.

Aigo… apanya yang tidak slah? Eomma dan appa menyuruhku meninggalkan Seoul? Meninggalkan Korea?! Meninggalkan sahabat-sahabatku?!!! ANNYIO!!!!

“Apa ada yeoja yang membuatmu tidak ingin meninggalkan Seoul?” goda Dong Hae.

Aku tersentak. Ne, benar juga… Nam Hee Ra. Kalau aku pergi meninggalkan Seoul, itu artinya aku meninggalkan Hee Ra kan.,

“Aku tau, rasanya berat pasti. Tapi, apa kau tidak ingin kuliah disana? Kau kan bisa kuliah 2 atau 3 tahun.”

Aku menghela nafas, “Kalau aku pintar!”

Dong Hae-hyung tertawa kecil, “Kau kan tidak terlalu bodoh.”

Aku langsung menatapnya tajam, “Maksudmu, hyung?!”

“Annyiooo,” Dong Hae-hyung tertawa.

“Aku kan cuma bercanda.”

Kuhempaskan tubuhku keatas sofa.

Tawa Dong Hae-hyung mereda, “Min Ho..”

“Mmh?” jawabku tanpa mengalihkan pandanganku dari tv.

“Apa yeoja yang tidak ingin kau tinggalkan itu Nam Hee Ra??”

“Ya, aku kan tidak bilang, tidak mau meninggalkan Seoul karena seorang yeoja.” ucapku perlahan.

Hyung pabo ini kenapa bisa tau ya?

“Mata besarmu bilang begitu. Haaah.. Apapun keputusanmu, hyung akan mendukungmu. Tapi, jangan sampai kputusanmu itu salah dan membuat eomma dan appa kecewa.” Dong Hae-hyung bangkit dari duduknya, “Kalau kuliahmu sudah selesai, kau kan bisa melamarnya.”

Dong Hae-hyung menepuk pundakku lalu beranjak pergi ke kamarnya.

“Mwo? Kau gila ya, hyung?!”

“Enak sajaaaaa!” teriak Dong Hae hyung dari balik pintu kamarnya.

Haaah.. Hyung itu sudah gila. Apa kepalanya terbentur? Ummm… Tp kurasa kata-katanya itu ada benarnya. Tapi, bagaimana kalau Hee Ra sudah jadi yeojachingu namja lain? Kan tidak mungkin aku merebutnya!

***

Nam Hee Ra POV

“MWO? APPA! AKUU TIDAK MAUUU!!” teriakku kencang.

“Ya, Hee Ra..! Jangan teriak-teriak begitu.” appa menarik tanganku untuk kembali duduk.

Aku kembali duduk, “Haaah.. Appa! Jebaaaal, aku tidak mau sekolah di London!”

Appa merangkulku, “Ya, apa kau tidak ingin tinggal bersama umma?”

Aku tertegun sejenak. 3 minggu yang lalu umma kembali ke London. Mungkin kalian bertanya apa pekerjaan umma ku? Ummm.. Umma ku adalah seorang model dan perancang yang cukup terkenal di Inggris. Karena itu, umma sering menghabiskan waktu di London ketimbang di Seoul.

“Apa kau tidak ingin tinggal bersama umma di London?” ujar appa lembut, membuyarkan lamunan singkatku.

Aku menggeleng pelan, “Bukan begitu appa… aku sudah sejak lama ingin kuliah di Seoul. Aku ingin kuliah disini bersama teman-temanku.”

Appa menghela nafas panjang. Lalu tersenyum.

“Baiklah, fikirkan saja baik-baik dulu. Appa tidak mau kau menyesali keputusanmu nanti. Arasso, Nam Hee Ra?” appa membelai rambutku lembut.

Aku tersenyum, “Ne, arasso, Tuan Nam Jong Woon!! Gomawo, appa!!!”

“Kau tidak mau mencium appa-mu ini?” goda appa.

Aku tertawa, “Annyio.”

Appa tertawa.

“Ah ya, appa… jangan lupa besok!”

“Apanya yang besok?”

Aku mengerucutkan bibirku.

Appa tertawa, “Haha… appa tau, kok. Perpisahan besok jam 8 pagi. Benar?”

Aku mengangguk senang, “Gomawo, appa!!”

***

Kim Jong Hyun POV

“Jong Hyun, apa kau benar-benar sudah melupakan Hee Ra?” tanya Key tiba-tiba.

Aku menghentikan permainan piano ku.

“Mwo?”

Key menatapku, “Kau masih ada perasaan untuk Hee Ra?”

“Apa maksudmu…?” tanyaku pura-pura tidak mengerti.

Key  menghela nafas panjang, “Sudah 2 bulan ini kau tidak mengganggunya lagi. bicara dengannya seperlunya. Tapi, dari matamu aku bisa merasakan kau masih menyayanginya. Iya kan?”

Aku terdiam.

“Jong Hyun…”

“Mian… tapi, aku sulit menghilangkannya dari hatiku.” Ucapku pelan.

Key mendekat kearahku. Dirangkulnya pundakku, “Jong Hyun, aku mengerti bagaimana perasaanmu terhadap Hee Ra.”

“Tunggu, kenapa…?”

Key tersenyum, “Aku kan laki-laki. Mana mungkin aku tidak sadar kau menyukai Hee Ra. Yah, walaupun banyak yang tidak sadar.”

Aku tertegun sejenak, “Apa sejelas itu?”

Key tertawa kecil, “Annyio, tidak terlalu. Tapi, aku benar-benar sadar hal itu saat kulihat kau membantu Hee Ra di aula kemarin.”

Aku terdiam mendengar kata-kata Key. Yah…dia benar. Key benar soal perasaanku itu.

“Sudahlah, Jong Hyun. Kurasa kau hanya perlu waktu untuk meluluhkan hati Hee Ra. Yeoja itu kan suka namja baik-baik.” Key tersenyum.

Kutatap Key, “Key, kenapa…?”

Key langsung memotong perkataanku, “Mendukungmu? Haaah… Jong Hyun, asalkan kau tidak menyakiti Hee Ra lagi, aku akan mendukungmu, kok. Tenang saja.”

Aku tertegun. Menyakiti? Ya… selama ini aku sudah menyakiti Hee Ra. Karena itulah… aku tidak akan pernah menyakitinya lagi. Tidak akan pernah.

***

Author POV

Esoknya.

“Baiklah, semua sudah siap!!” teriak Lee Min Ji, anggota organisasi kesiswaan.

“Jangan teriak-teriak!” balas Ju Hwan yang sibuk dengan kabel-kabel layar infokus yang masih berserak.

“Hehehe… Mianhae, Ju Hwan-sunbae! Ah, sunbae belum selesai dengan kabelnya ya? Baiklah, selamat berjuang ya, sunbae! Jam 7 sudah harus selesai. Acaranya kan mulai jam 8.”

Min Ji tertawa lalu berlari ke belakang panggung. Ju Hwan hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan hoobae nya itu.

“Ju Hwan, kau belum mengganti bajumu?” Hee Ra berjalan kearah Ju Hwan.

Ju Hwan terkekeh, “Sebentar lagi, Hee Ra. Tenang saja.”

“Aiishh… kau ini! Tidak ada sebentar-sebentar! Ppali ganti bajumu! Biar aku yang bawa kabel itu ke belakang panggung!” Hee Ra menyerobot kabel dari tangan Ju Hwan.

“Ya…! Tanggung, Hee Ra!”

“Ppali!! Kau mau diceramahi Ji?? Ppali ppaliiiii!!” seru Hee Ra.

“Ara… Ara… baiklah! Tolong ya, Hee Ra. Mianhae merepotkan.” Ju Hwan menatapnya.

Hee Ra mengangguk, “Gwenchana, Ju Hwan.”

Ju Hwan berlalu ke belakang panggung. Hee Ra segera membawa kabel itu ke belakang panggung. Di belakang panggung tampak sibuk sekali.

“Hee Ra., itu kabel infokus?” tanya Kyuhyun.

Hee Ra mengangguk, “Ne. Diletakkan dimana?”

Kyuhyun menunjuk pojok ruangan, “Disana saja, Hee Ra. Gomawo.”

Hee Ra tersenyum, “Baiklah.”

Ia segera berjalan ke pojok ruangan.

Hee Ra POV

“Min Ho?” ujarku pelan begitu melihat Min Ho yang duduk sendiri di kursi pas di pojok ruangan. Tampaknya ia sedang memikirkan sesuatu.

Ia mendongakkan kepalanya melihat kearahku, “Ah… Hee Ra?”

Aku tersenyum. Kuletakkan kabel tadi di atas meja yang ada disamping kursi Min Ho. Segera kududuk diatas kursi.

“Kenapa melamun disini?” tanyaku pelan.

Min Ho tersenyum. Ia menggelengkan kepalanya, “Annyio. Tidak ada apa-apa.”

“Geotjimal…” sahutku.

Min Ho menarik nafas panjang.

“Tuh… benar kan! Kau punya masalah.” Kutunjuk hidungnya.

“Annyio. Bukan masalah, Hee Ra.” ujar Min Ho lembut.

“Lalu?”

“Mmm…?”

“Apa itu’Mmmm…?’.. dasar Min Ho.”

“Hah… kenapa kau bisa tau, Hee Ra?” tanya Min Ho.

Aku tersenyum, “Memangnya aku baru mengenalmu?”

“Mianhae…”

“Gwenchana, Min Ho.. lalu, apa kau mau cerita padaku?” tanyaku.

Min Ho membenarkan posisi duduknya, “Appa dan umma memintaku kuliah di London.”

Aku tertegun. Kenapa bisa sama?

“Hee Ra…” panggil Min Ho.

“Mian… sebenarnya…” kugantungkan kalimatku sejenak, “Aku juga disuruh kuliah di London, Min Ho.”

Min Ho tampak kaget, “Jinca??”

Aku mengangguk pelan, “Tapi aku sudah bilang pada appa, aku ingin melanjutkan kuliahku disini saja. Aku ingin berada di Korea saja.”

Min Ho mendesah pelan, “Jadi kau menolaknya ya?”

Aku mengangguk, “Kau sendiri bagaimana?”

“Entahlah, Hee Ra. Aku sangat bingung. Berat sekali rasanya untuk meninggalkan korea.” Min Ho tampak lesu.

Kutepuk bahunya, “Ya, jangan begitu, Min Ho. Aku yakin, ajumma dan ajussi pasti punya alasan. Lagipula itu kan cita-cita mu. Ingin kuliah di University of Art London. Sekarang kenapa malah begini?”

Min Ho tertegun.

“Aku tidak tau apa atau siapa yang membuatmu berat meninggalkan Korea. Tapi, apa kau mau dengan gampangnya mengorbankan cita-citamu itu?” tambahku, “Baiklah, aku tidak memaksamu. Tapi, sebagai sahabat yang baik, aku hanya ingin yang terbaik untukmu, Min Ho. Kudukung apapun keputusanmu.”

Aku tersenyum. Min Ho terdiam.

“Mmh?”

Min Ho menatapku. Sedetik kemudian ia tersenyum manis, “Gomawo, Hee Ra. Gomawo…”

***

Jin Ki POV

Tidak terasa, perpisahan berjalan dengan begitu cepatnya. Tidak sedikit yang tadi meneteskan airmatanya. Tentu saja. Pasti berat berpisah dengan teman-teman yang selama 3 tahun ini selalu bersama kita. Meninggalkan sebuah masa terindah dalam hidup. Haaah…tidak ada lagi seragam, tidak ada guru piket yang bawel! Tapi, aku pasti akan sangat merindukan semua itu.

“Hyung, 2 minggu lagi aku akan berangkat.” Ujar Min Ho tiba-tiba.

“Mwo? Jadi…?”

“Ne, aku sudah memutuskan akan kuliah di London.” Min Ho terduduk disebelahku.

“Hee Ra?”

Min Ho mengangguk, “Dia memberiku semangat tadi pagi. Aku merasa aku harus mengejar cita-cita ku dulu, hyung. Setelah aku jadi fotographer yang hebat, aku akan kembali ke Seoul dan menyatakannya pada Hee Ra.”

Aku tersenyum. Kurangkul bahu tegap Min Ho, “Baiklah. Aku akan selalu mendukungmu.”

“Gomawo, hyung.” Min Ho tersenyum.

“Apa kau sudah memberitahu yang lain?” tanyaku.

Min Ho menggeleng, “Ji, Seung Hee, Tae Min, Key belum.”

“Kau harus segera memberitahu mereka. Jangan sampai Ji lebih dulu merajuk mendengar keberangkatanmu dari orang lain.” Aku tertawa kecil.

“Ah..hyung benar.” Min Ho tertawa.

Ah…namja ini begitu menyayangi Hee Ra. Namun, sikapnya selalu netral di depan Hee Ra. Seolah tidak ada perasaan apa-apa terhadap Hee Ra. Ia selalu berusaha menutupi perasaannya. Bagaimana mungkin aku bisa memberitahunya, Hee Ra mulai menyukai Jong Hyun?

_Flashback_

Aigo…dimana sih Hee Ra dan Seung Hee. Handphone mereka sama-sama tidak aktif. Padahal yang lain sudah menunggu di parkiran. Kulangkahkan kakiku menuju ruangan ekskul musik. Terdengar suara seorang yeoja. Yang kuyakin itu suara Hee Ra dan Seung Hee.

“Hee Ra… kau tidak benar-benar merasakan hal itu kan?” terdengar suara lembut Seung Hee.

Merasakan? Merasakan apa? Kuputuskan unutuk mencuri dengar sebentar. Aku penaasaran.

“Molla.”

“Molla?”

“Aku bingung, Seung Hee.”

“Kau tidak bisa begini, Hee Ra. Kau sudah menolaknya.”

Apa yang mereka maksud itu Kim Jong Hyun? Hee Ra menyukai Jong Hyun?

“Aku kan tidak bilang aku menyukainya.”

“Tapi, jantungmu mengatakan begitu!” suara Seung Hee agak meninggi.

“Maksudmu?”

“Jantungmu berdegup tidak karuan saat dia ada didekatmu kan?”

“Memangnya itu cukup?” bantah Hee Ra.

“Sudahlah, aku tidak mau kau menyesal di kemudian hari, Hee Ra.”

“Seung Hee, aku tidak menyukainya!”

“Ya, kalian sedang apa disini?” kubuka pintu ruangannya lebar.

End of flashback

Min Ho, aku akan menjaga Hee Ra untukmu. Tapi, mana mungkin aku bisa membendung perasaannya terhadap Jong Hyun?

To be continued…

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

qtl { position: absolute; border: 1px solid #cccccc; -moz-border-radius: 5px; opacity: 0.2; line-height: 100%; z-index: 999; direction: ltr; } qtl:hover,qtl.open { opacity: 1; } qtl,qtlbar { height: 22px; } qtlbar { display: block; width: 100%; background-color: #cccccc; cursor: move; } qtlbar img { border: 0; padding: 3px; height: 16px; width: 16px; cursor: pointer; } qtlbar img:hover { background-color: #aaaaff; } qtl>iframe { border: 0; height: 0; width: 0; } qtl.open { height: auto; } qtl.open>iframe { height: 200px; width: 300px; }

10 thoughts on “Shout Out With Love – Part 3”

  1. Huaaaa
    Ternyata heera suka jonghyun
    Gapapa ko
    Jonghyyun kan udah ga mau nyakitin dia lagi
    Tapi minhonya??
    Kalo heera jadi di london pasti sama minho ehhehe
    Ditunggun kelanjutannya!!

    1. iya… suka ma Jonghyuuuuuun… hehehehe…
      kasian minho.. *BLETAKK*

      iyaaaa, jodoh deh ntar… hahaha… apa sih gw?

      okeeeeeh…. gomawo udah komen and udah baca…. salam kenal…. ;D

    1. ehehehehe…
      lbh dkung heera ma jong yaaa??
      iya, kalo gtu kasian minho nyaaa…
      hehehe…

      gomawwooooooo, agitarakaaaa!
      gomawo udah baca n komen… baca next partnya yaa? gomawo….

  2. Aaaa!!! Hee ra ikut aja umma nya ke london biar barengan ama minhooooo. Aduh sumpah nyesek bgt minhooooo:(:( part 4 ditunggggu!

    1. Iyaaaa… heera odong siiiih… *BLETAAKKK*
      kalo ikut ke london kan bisa sama2 ma minhoooo…
      hihihi…
      gomawoooooo ya auliaaa udah komen and bacaaa…

      salam kenaaaaal… ;D

  3. jadi Key di pihak Jonghyun, trus Onew di Pihaknya Minho?
    Wduuuh! Tnggal si Maknae yg Netral…
    Lanjut Thooor! Pengen tau akhirnya gimana…^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s