FAT IS PROBLEM

FAT IS PROBLEM

Title :  FAT IS PROBLEM.

Cast : Kim Narra, Lee Jinki, Soora.

Length : drabble / ficlet (???)

Genre : friendship, romance. ??

AN: ini ff oneshot pertama saya. Jadi kalau gak jelas, gak bagus atau apapun itu silahkan demo di depan rumah saya *??. *Oh yya kalau ada yg gak setuju juga ama judulnya silahkan protes ama admin. Wkwkwk *digepuk admin. Tapi kebutuhan utama akan komen and like tetep wajib. Oke, selamat membaca.^^

NARRA POV

Aku suka seseorang. Dia adalah namja yang tampan, pintar, dan populer. Dia pemain basket, dia banyak disukai wanita, dia juga murid kesayangan guru-guru. Jinki. Lee Jinki namanya.

Aku sudah sangat menyukainya mulai dari dulu. Dan sampai sekarang perasaan ini masih kupendam. Aku tak punya nyali untuk mengatakan padanya. Aku sudah puas dengan hanya melihatnya dari kejauhan. Menyorakinya saat dia sedang bermain basket. Ikut senang jika dia mendapatkan juara dalam lomba matematika. Dan apapun itu, jika dia senang aku ikut senang. Dan jika dia sedih, ingin sekali aku menghiburnya.

Aku sadar, walaupun wajahku juga tak terlalu jelek mungkin bisa dibilang cantik tapi badanku yg sebesar kingkong ini akan menjadi penghalang yg kuat antara aku dan dia. Pabbo, narra. SADAR!! Kau bukan siapa-siapa.

Pukk. Tiba tiba ada yg menepuk pundakku.

“Jangan melamun saja, song saenim mau datang tuh. “ ucap Soora. Dia teman sebangku.ku.

“Eh, nee” jawabku.

“Kau, memikirkan dia ya?” Tanya nya tiba-tiba.

“Heh? Siapa?” Aku pura-pura tak tahu, walaupun aku tahu siapa yg dimaksudnya,

“Haduuuh jangan pura-pura bego’. Ituuu, Jinki”  Aku hanya terdiam. Soora pun tersenyum.

“Kau harus menyatakan perasaan mu padanya. Mumpung dia masih single niih.” Dia tertawa menggoda.Pipiku memerah.

Benar. Yang dikatakan Soora benar. Aku harus  menyatakan perasaanku padanya.Tapi aku tak punya keberanian. Aku takut jika dia menolakku. Aku takut jika dia tidak mempunyai perasaan juga denganku.

Tapi jika aku tak menyatakan perasaan ku itu juga sama saja. Heft….

“HWAITING” ucap Soora dengan semangat. Terima kasih Soora, kau teman yg terbaik.

“Gomawo, Soora” Aku tersenyum kecil.

Tak lama kemudian songsaenim pun datang dan memulai pelajaran.

Saat,  waktu istirahat aku dan Soora menuju ke kantin. Aku mencari tempat duduk sedangkan Soora membeli makanan.

Saat memperoleh tempat duduk, aku duduk menunggu Soora sambil mengotak-atik hapeku. Tak sengaja aku mendengar  percakapan antara 2 orang yeoja tepat di belakangku.

“Eh, bagaimana apa diterima ama Jjong?” Tanya salah satu yeoja tersebut.

“Waaa, aku sangat senang. Dia langsung menerimaku. Aku tak percaya dia juga menyukaiku dari dulu. Dan nanti malam aku diajak Jjong oppa nonton bioskop, waah, pasti romantic?” ujar yeoja yg satunya lagi

“Tuh, kaan . Apa kubilang, untung saja kau menyatakan perasaanmu kepadanya, nyatanya, kau diterima kan. Coba saja kalau kau tidak menyatakannya pasti sudah diembat ama si nenek sihir Krystal itu.”

“Hehehe. Kau benar, aku memang beruntung punya teman sepertimu.”

Aku tak lagi mendengarkan percakapan mereka. Aku tenggelam dengan pikiranku. Apa yg dikatakan 2 orang yeoja tadi memberiku sedikit api dalam diriku. Aku harus segera menyatakan perasaan ku, aku harus punya keberanian. Harus.

=====================================================================================

SEPULANG SEKOLAH.

Aku dan Soora berpisah saat keluar dari kelas. Aku menuju toilet wanita dulu.

Aku melihat wajahku di kaca. Rmabutku yg hitam panjang terurai lurus.Mataku yg kecoklatan lebar keturunan dari ummaku, dan kulitku putih bersih Tapi, pemandangan itu dirusak oleh sepasang lengan besar . Yaa, aku terlalu gendut.

Aku menghampirinya, Jinki. Dia sedang bersama teman-temannya se tim basket.

“Jinki, aku mau bicara” ucapku agak malu-malu.

“Eh, ?” Dia berhenti bicara dengan teman-temannya dan menoleh ke arahku.

“Kalian duluan saja, sepertinya aku masih ada urusan” ucapnya. Lalu teman-temannya pun pergi pulang lebih dulu.

“Jadi ada apa, eh?” dia membaca tag namaku “ Kim Narra”

“Ehm, Lee Jinki, aku, aaku” ya ampuun, aku tak mampu. Aku terlalu takut.

“Ne??”

Berusaha Narra, berusaha.

“Aku ,,, aku sangat,,,ehm, sangat. Menyukaimu. Ehm, Jinki. Aku benar-benar menyukaimu. Sungguh, aku tak bohong. Emm, a..apa kau mau jadi namjachinguku?” akhirnya keluar juga kata-kata yg kupendam selama ini.

Dia memperhatikanku dari bawah ke atas, atas ke bawah. Awalnya dia diam tanpa ekspresi, lalu dia tersenyum. Senyum paksaan.

“Mian, Kim Narra. Aku tak bisa menerima mu. Aku tak suka dirimu. Aku sudah menyukai. Pokoknya mian. “ucapnya. Dia kembali tersenyum “Eh, aku duluan, Bye” Dia pun berlalu.

Jadi,aku ditolak. Aku ditolak. Aku ditolak. Hanya itulah yg ada dalam pikiranku

Aku pulang kerumah dengan lesu. Kejadian tadi, seharusnya aku sudah tahu. Sangat tidak mungkin dia menerimaku.  Dan mungkin saja tidak hanya aku saja yg ditolaknya, banyak yeoja yg ditolaknya.

Tapi aku mencintainya dan sudah lama rasa itu ada dalam diriku. Hingga terpendam sampai sekarang.

Sampai rumah, aku langsung masuk kamar, kukunci pintunya. Dan menangis sepuas-puasnya sampai aku tertidur.

=====================================================================================

KEESOKAN HARINYA

Aku bangun dengan mata sembab setelah semalaman menangis. Aku menuju kamar mandi dan membersihkan diri. Setelah siap aku berangkat ke sekolah. Sebenarnya aku malas ke sekolah untuk sekarang ini. Tapi apa boleh buat.

Setibanya dikelas, ada beberapa yeoja berkumpul termasuk Soora.

“Ada apa?” tanyaku padanya.

“Ada berita. Jinki. Dia, berpacaran dengan Krystal. “

Mendengar itu, dadaku seperti terasa sesak. Aku tak percaya ini, dia menolakku lalu dia sekarang berpacaran dengan  Krystal. Apaka seperti itu tipe mu Jinki? Cantik, langsing, berambut panjang.

Aku berlari menuju ke taman belakang sekolah yg sepi, aku menangis sepuasnya disana. Sambil menenangkan diri aku duduk di bawah pohon. Tak sengaja aku mendengar obrolan beberapa orang namja di balik tembok taman belakang sekolah.

“Hahahaha, pabo nya dia. Dia pikir dia pantas apa?” ucapa salah satu namja.

“Hahaha, bagaimana ekspresinya saat kau tolak?” tanya salah satu namja yg lain.

“Dia terlihat sangat terpukul. Tapi itu juga resikonya, seharusnya dia tahu diri sebelum menyatakan perasaanyya padaku. Betul gak?” jjawab namja itu dan diiringi tawa yg lain.

Aku penasaran siapa namja yg tega berkata seperti itu. Aku naiik ke atas dahan pohon terendah dan melihat dibalik tembok itu. Dan namja itu adalah, JINKI. JINKI!!!.

Tega-teganya dia berkata seperti itu, dan aku tahu siapa yg mereka bicarakan aku. AKU. !!!

Aku berlari ke kelas dengan bercucuran air mata. Rasa cinta kepadanya sekarang tergantikan dengan rasa marah. Seharusnya aku juga tahu diri. Ya ampun dadaku rasanya sesak.

“Kau tak apa-apa, Narra?” Tanya Soora. Aku menghapus air mata ku.

“Aku, aku taka apa-apa Soora. “ aku diam sejenak dan meneruskan  “ Soora, aku Cuma mau bilang. Selamat tinggal, aku akan kembali”

“Eh, apa maksud mu Narra, NARRA?” Dia memanggilku tapi tak kuhiraukan

Aku mengambil tasku dan berlari pulang.

FLASHBACK

“Narra, ikutlah dengan appa ke Amerika bulan depan. Kau mau?” Tanya appa ku.

“Eh, buat apa ppa?” aku malah bertanya balik.

“Appa ada tugas ke Amerika. Tugas ini hanya untuk sementara. Tak akan terlalu lama”

“Eh, mian appa. Aku sudah kerasan disini.Sulit untuk meninggalkan tempat ini.”

“Ayolah Narra, hanya setahun” tawar appa lagi.

Setahun. Bagi ku sperti berabad-abad. Aku tak bisa sehari saja tak melihat ‘dia’. Aku tak akan tahan.

“Tak bisa appa. Aku disini saja, untuk sementara aku bisa tinggal denga haraboji. Semenjak umma meninggal tak ada yg merawatnya” ucapku sambil tersenyum

“Baiklah, appa tak akan memaksa. Tapi tawaran appa tetap berlaku sampai bulan depan”

“Ne, appa” ucapku kepadanya.

FLASBACK END.

Aku menyiapkan baju-baju yg diperlukan. Aku memutuskan untuk menerima tawaran appa untuk pergi ke Amerika. Semoga dengan pindah ketempat lain ini, bisa menyembuhkan hatiku yg terluka.

“Sudah siap?” Tanya appa ku.

“Ne” jawabku sambil mengangguk

“Kajja, kita tak mau ketinggalan pesawat kan?”

Kami menuju mobil yg sudah terparkir rapi di depan rumah. Setelah memasukkan koper dan tas-tas ke dalam bagasi, kami pun berangkat ke Bandara untuk pergi ke Amerika.

Selamat tinggal Seoul. Sampai bertemu setahun lagi. Dan pada saat itu, aku sudah berubah.

=====================================================================================

SETAHUN KEMUDIAN

Aku kembali Seoul. Aku menghirup udara yg sudah sangat kurindukan. Aku merangkul haraboji yg sudah menunggu kedatanganku dan appa dirumah.

“Waah, kau sangat berubah Narra” ucapa haraboji.

“Heheh, bagaimana menurut haraboji?” Haraboji tersenyum.

“Kau yg dulu sudah cantik, sekarang makin cantik.”

Aku balik tersenyum.”Gomawo haraboji.”

‘Appa? Apa aku sekolah di sekolah yg dulu?”

“Ne.” jawab appa.

Baiklah aku kembali. Soora, kau harus melihat perubahanku kali ini. Aku tersenyum-senyum sendiri.

2 hari kemudian aku sudah bisa masuk sekolah. Sekarang aku sudah dibangku XII.

Aku menuju ke sekolah dengan berjalan kaki. Sekarang, aku tak lagi gampang capek. Sekarang aku bisa berloncta-loncat ria tanpa harus kesusahan.

Sesampainya dikelasku. Ternyata kelas sudah masuk. Tapi untug saja aku dianggap murid baru, jadi masih diperbolehkan masuk.

“Annyeong,” aku memperkenalkan diri di depan kelas setelah dipersilahkan songsaenim.

“Kim Narra Imnida.” Aku membungkuk.

“Kim Narra ini pindahan dari Amerika, dulu juga murid disini. Jadi, mungkin kalian tidak asing lagi. Kim Narra, silahkan duduuk di sebelah Soora.” Songsaenim menunjuk bangku di samping Soora.

“Hai, Soora” sapaku sambil meletakkan tasku di sebelah bangkunya. Ya, aku meminta appa untuk sekelas dengannya.

Soora menatapku terpana. Dia kaget dengan perubahan yg terjadi padaku, beberapa anak juga melihatiku tak percaya. Kim Narra yg gendut dulu sekarang menjadi langsing.

“Kim Narra? Apakah ini benar kau?” Tanya Soora.

Aku tertawa kecil dan menangguk.

“Narra?? YAA, ini benar kau? Matamu, sama dengan Narra yg dulu, tapi badanmu? Kau operasi?”Tanya nya. Aku menggeleng “ Aku mengikuti progam diet di amerika.(author gak tahu progam diet kayak apa. Pokoknya diet *maksa) Selama setahun penuh, aku berusaha mengecilkan badanku ini, dan akhirnya jadilah seperti ini.”

“Waw, kau bertambah cantik Narra” puji Soora kepadaku.  “Bahkan melebihi Krystal” tambahnya.

Aku hanya tersenyum.  Songsaenim mengajarkan pelajaran, tapi entah kenapa aku kurang berkonsentrasi.

Pada saat waktu istirahat. Aku dan Soora pergi ke kantin. Banyak teman-temanku yg dulu berkata pangling dengan diriku ini. Mereka banyak yg memujiku.Yang cantiklah, yang gak gendut lagi lah.

Tapi aku agak kecewa, aku yg dulu gendut tidak dianggap, dan sekarang aku yg cantik dan langsing  di perlakukan bagai putri. Heh, dasar orang-orang munafik.

Aku dan Soora mengambil tempat duduk di kantin. Setelah memesan makanan.  Kami kembali melanjutkan cerita yg tertunda tadi.

“Kau tidak menceritakan kepadaku kalau kau pergi ke  Amerika padaku waktu itu. Tau-tau udah gak dating ke sekolah. Aku bingung Narra, bingung. Pas aku Tanya ke salah satu guru yg ngurusi siswa, eh katanya kamunya pindah sekolah. Tapi gak bilang ke amerika, baru pas aku kerumah harabojimu-karena dirumahmu kosong- haraboji mu bilang kamu ama appamu pindah ke amerika. Ck, kau tahu aku sangat kesepian.” Dia mengerucutkan bibirnya, aku hanya tertawa kecil.

“Jadi bagaimana perjalanan mu menjadi kurus ?” tanyanya lagi bersemangat.

“Kan tadi aku udah bilang, aku ikut progam diet. Ya ampun pertamanya aku kesiksa banget, aku harus nahan diri. Makan daging itu harus Cuma seminggu 2 kali (ini author ngarang ;p) Aku hamper aja sakit, tapi untung appa membelikanku obat diet juga. Jadi hasil selama setahun berbuah juga.” Kataku sambil tersenyum puas.

“Ckckck, tak heran. Kau cantik Narra” aku tersenyum bangga.

“Bagaimana dengan Jinki? Masih sama si Nenek sihir itu?” tanyaku

“Maksudmu Krystal? Yah, dia masih berpacaran sampai sekarang.” Aku mengangguk-angguk. Tak ada rasa sakit lagi. Aku sudah tak ada rasa pada Jinki, tapi rasa marah ku pada dia masih ada.

Lalu, datang soeorang namja. Dia.. Jinki. Jinki.!!!

Buat apa dia datang kemari. Mau cari gara-gara apa?

“Annyeong.”sapanya. Wajahnya sama saja. Tak ada yg berubah, mungkin dia Cuma bertambah tinggi.

“Annyeong.” Jawab Soora. Aku hanya terdiam menekuni makanan ku.

“Annyeong Narra, Lama tak bertemu. Gimana kabarnya?” tanyanya padaku tak lupa dengan seulas senyum.

“Eh, ne. I’m fine”

“Hmm, nanti malam ada acara gak?” tanyanya lagi.

“HEH? Kau bertanya padaku, “ dia mengangguk.

“Mian, aku sudah ada acara.” Jawabku ketus

“Ayolah, Narra. Memangnya kau tak kangen denganku?” tanyanya dengan percaya diri.

“KANGEN?? Kau pikir aku menyukaimu sperti dulu lagi? Tidak. Kau pikir aku masih mancintaimu? Tidak. Memangnya dulu kau pernah menganggap ku? Tidak, Jinki. Apakah sekarang aku membencimu? YA.” Seluruh kantin langsung hening. Aku berdiri dan menuju kelas, tapi sebelumnya aku menambahkan
“Aku sudah berubah, Jinki. Kembalilah ke nenek sihirmu”

Aku berlari menuju kelas diikuti oleh Soora. Aku merasa puas, beban ku seprtinya sudah hilang.

“Kau tadi, benar-benar menakjubkan.” Ucap Soora menyamai langkahku. Aku tersenyum simpul.

“Aku merasa jahat, Soora. Tapi itu lah yg sebenarnya. Aku benci dia. Dan sekarang aku merasa puas.”

“Taka pa-apa, Narra. Pasti kebencian itu kau tumpuk hingga mnejadi-jadi seperti sekarang ini. Tapi kau juga harus minta maaf kepada Jinki karena kau telah berkata kasar.”

“Yah, mungkin. Tapi aku masih butuh waktu”

“Yaaa. Itu sih terserah kau.”

Aku merasa bersyukur mempunyai teman seperti Soora, dan aku juga merasa bersyukur karena telah ditolak oleh Jinki.

Tuhan memang selalu adil.
Jika Dia tidak menyetujui perbuatanku,
itu karena Dia mempunyai rencana padaku yg lebih baik.

TBC

P.S: Maaf… aku agak bingung ini. Jadi author nulis oneshot, drabble atau sequel? Length nya di tulis drabble, note nya di bilang oneshot, eh di ending malah TBC *garuk-garuk kepala*. Lain kali atau untuk author yang lain mohon keteranganya jelas ya mau oneshot, drabble atau sequel. Terima kasih ^^

-Admin-

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF


49 thoughts on “FAT IS PROBLEM”

  1. ASIIIKKK, TBC!!!
    AKU TUNGGU AYO AKU TUNGGU SAMBUNGANNYA!!
    AYOOOOOOOOOOOOO…!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! *plak/ditempeleng karena rusuh*

  2. wah~ wah~ aku terinspirasi buat langsing jadinya nih wkwkwk. soalnya aku gendut sama kaya Narra yang dulu.
    Yaaah Jinki sih ngeliat cewek cuma dari fisik.

    Over all udah bagus, jadi one shot apa sequel nih?

    1. wah.wah
      brarti ff saya meng-inspirasikan anda yak . wkkw .
      iya tuh Onew liat dari pisik ajaah .

      .ini oneshot sayang ,
      maaf ya itu sharusnya FIN .
      Mian *bow
      btw , m\Gomawo uadha read +komen 😀

    1. keren ?
      mkasih udah sebutin ane keren . /plakk

      mian ya sayang ini tadi aku salah ketik .
      itu udah FIN alias TAMAT.
      MIAN *bow 650 DRJAT

      but, gomawo udah read +komen

  3. berhubung ini drabble jadi aku tunggu lanjutannya.hahaha
    gila!tuh pst bkn jinki gw (?).jinki gw ga sejahat itu.hohoho

    1. chotaa ,itu udah FIN . T.T
      mian yak aku salah ketik . #sujud-sujud

      Jinki kita emang gak kayak gitu kok .. :p
      iya yg di ff itu Jinki palsu , hehehe..

      gomawo udah read and komen 🙂

    1. haii hyuna-ae ..
      dilanjutin ?
      wah kalok ada ide yak .
      itu seharusnya FIN . mian yak , author ini slaha ketik .
      huh maaap yaak/

      btw , makasiih udh read + komen

  4. bahasanya ringan, gampang dimengerti
    tp aksi bls dendamnya kurang sadis *halah* dan terlalu cepet menurutku
    mending lanjut aja deh *ditendang authornya*

    1. hay amelee ,
      iya emang bahasa aku ini gk berbobot abnget , wkwk.

      kurang sadis ? wah saya gk pinter bikin yg sadis-sadis .
      lanjut ?
      iyaa kalo punya ide yaa ,

      makasih udah read+ komen

    1. Lucu ?
      makasih udah nyanjung aku lucu .
      hhehe .

      iya, banyak yg gak sukak orang yg gendut .
      kalo udha montok baru goda-godain . ckck #geleng-geleng ala project pop

      heh ,
      gomawo ya sang woo udah READ +KOMEN

    1. LANJUT ?
      hehe, iya kalok ada ide ..

      reaksi Jinki ?
      hm , dia malu sangat udah dibentak-bentak didepan umum gituu..
      mian itu sebenernya FIN .. 🙂

      hehe , btw Gomawoo udah read + komen

  5. Eng- ing eng saya datang …
    Miiaan yg termata sangat buat kaliian semuah para admin ataupun reader bingung baca ff saya .
    Itu sebenernya adalah FIN aku mungkinlagi gak konsen dan lupa gak ku cek lagii jadi salah ketik .

    but ,
    makasih udah baca FF nya . oke
    saya balesin satu persatu . habis gini .
    Gomawo sekali lagi .. *bow 360drjat

  6. Aw aw aw bagus bangeet~
    aku suka banget! XD
    hadeh si jinki sok playboy bgt -.-” *tendang2 onew*
    walaupun plotnya kecepetan, tp bagus kok. Jadi gak bertele2 ._.
    Good job author! *2 thumbs*

    btw, ini udah end kan?

    1. Claudee ,
      iya tuh si jinkii sok banget ,
      tapi sok-nya kan cumak sebatas ff ini sajaa . 🙂
      hehe .

      whuaa ,
      bagus ? makasih ya claudee #muah .
      Ini udah END kok .
      mian ya aku saLah ketik .
      btw ,
      gomawo udah read +komen 🙂

    1. Sagitaa ><
      Onew dsni emang kubikin jahadd .
      but , ni tetepp fiksi kok . hehe

      Aslinya onew itu emang baik hati dan tidak sombong kok . :p
      Btw ,
      gomawo udh read & komen

    1. ghitaa ,
      yaaa , kmu kok tau sih aslinya authornya jelek ??
      sstsst . jangan britau siapa2 yaa klo author.y jelek .
      hehe
      nanti reader ny kabur smua liat wajah anee .

      versi onew ?
      iya- kapan2 kalo ada ide . 😀

      btw , gomawo udh read and komen

  7. wah… keren… jd sadar diri…

    tp nie crita hmpir mirip ma temen qw sama2 gendut n pengen ngelangsingin diri gtu…. hehehehe *d pas2in ma crita

    1. Ichaa .
      Gak usah ngebayangiin onew deh ,
      nanti jadi sediih Lagii .
      mendingan , ngebayangin Salupii aja biar hidupmu jadi cerah . /Byoor

      gomawo icah , udah read & komen 😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s