Shout Out With Love – Part 4

Shout Out With Love…

Part 4

Author: Annisa Nisa a.k.a SHINvisble Nisaa~

Main Cast: Kim Jong Hyun, Choi Min Ho, Nam Hee Ra

Cast: Han Seung Hee, Choi Ji Ah, Lee Jin Ki, Lee Tae Min, Kim Jae Ra, and many more

Length: Sequel

Genre: Friendship, romance

Rating: General

Disclaimer:

I don’t own SHINee, they are belong to SMEnt and their family, but i do own this story. And I do own some of the cast (Nam Hee Ra, Choi Ji Ah, Kim Jae Ra).

Beberapa tahun kemudian…

Hee Ra POV

“Hee Ra, nanti segera kumpulkan kertas-kertas kemarin ya. Kalau sudah selesai, kutunggu di taman kampus. Oke?” Seung Hee melambaikan tangannya. Ia segera menghampiri Jin Ki-oppa yang sedang menunggunya.

Aku mendengus. Seung Hee dan Jin Ki-oppa itu lagaknya seperti orang pacaran. Tapi, mereka tidak pernah mengaku. Huuh…kekanakan.

“Perlu kubantu?” terdengar suara khas seorang namja yang dulu selalu menggangguku.

Aku menoleh kearahnya lalu menggeleng, “Tidak usah, aku bisa sendiri, Jong Hyun. gomawo.”

“Baiklah. Aku pulang dulu ya.” Jong Hyun berlalu dari hadapanku.

Aish…kenapa aku malah berharap ia akan mendesakku lalu membantuku. Aigoo…aku sudah gilaaaa…!

Sekarang aku sudah menjadi mahasiswi. Aku sudah menemukan cita-citaku. Aku akan menjadi seorang fashion designer. Kedengarannya saja keren. Huehehe… (author norak :P) Sudah 2 tahun aku resmi jadi mahasiswi. Dan sudah 2,5 tahun Min Ho berangkat ke London. Aku sering merasa kesepian. Ditambah lagi Key, Ji dan Tae Min yang sama-sama kuliah di Incheon. Tapi, untunglah ada Jin Ki-oppa, Seung Hee dan Jong Hyun. err…nama yang terakhir itu… yaaah… kurasa aku tidak perlu menjelaskannya.

Harus dijelaskan ya? haah…baiklah…aku tidak tau sejak kapan perasaan ini menyergapku. Aku sering berfikir apa aku sudah gila ya? tapi, yah…wajar saja sih. Sejak ia tidak menggangguku lagi, aku sering merasa ada yang kurang dalam hidupku dan sejak ia tidak menggangguku lagi, dia terlihat cool dan mmm… keren. Yah… betul.

“YA!!!” terdengar teriakan seorang yeoja.

“Ah, mianhamnida.” Ujarku begitu menyadari apa yang terjadi.

Ternyata yang kutabrak adalah sunbae ku. aish! Jae Ra-sunbae yang paling menyebalkan di kampus ini!

“YA! KALAU JALAN, GUNAKAN MATAMU!!! KAU TIDAK LIHAT APA??”

‘Sunbae pabo… mana ada orang jalan menggunakan mata. Dimana-mana, orang jalan menggunakan kaki’ rutukku kesal.

“Ne, mianhamnida, sunbae..!” aku membungkuk di depannya.
Jae Ra-sunbae menatapku sinis.

“Sunbae, mianhamnida. Temanku tidak sengaja. Ia pasti sedang terburu-buru. Mianhamnida.” Terdengar suara seorang namja disebelahku.

Ku tolehkan pandanganku kearah namja itu.

“Jong Hyun…?” desisku.

Jong Hyun meraih tanganku. Digenggamnya. Mungkin menyuruhku diam.

“Ah, ne…gwenchana, Jong Hyun.” sunbae tadi langsung tersenyum manis. Ehm…sok manis maksudku.

“Baiklah, aku pergi dulu. Dadaah, Jong Hyun.” ia melambaikan tangannya centil.

Jong Hyun tersenyum manis dan membalas lambaian Jae Ra-sunbae. Huuh…bisa-bisanya bersikap manis didepan Jong Hyun. Dasar siluman rubah!!!!

“Aiish!” desahku.

Jong Hyun melepas tangannya dan memunguti kertas yang berserakan di depanku. Aku tertegun melihat apa yang dilakukannya. Aku tak sadar jantungku berdegup kencang.

“Jong Hyun…” gumamku perlahan.

Jong Hyun berdiri, diserahkannya kertas-kertas tersebut padaku.

“Ini…lain kali hati-hati, Hee Ra.” Jong Hyun tersenyum.

Aku mengangguk pelan, “Gomawo, Jong Hyun.”

Jong Hyun mengangguk, “Kertas-kertas itu tidak perlu dikumpulkan, dosen Jang sudah pulang daritadi.”

“Jinca?” ulangku. Darimana namja ini tau aku akan mengumpulkan kertas-kertas itu ke dosen Jang?

“Ne. Kau mau pulang?”

Aku mengangguk, “Aku tidak tau mau kemana lagi.”

Jong Hyun terdiam sejenak, “Aku antar ya.”

“Tidak usah, Jong Hyun. Aku mau menunggu Jin Ki-oppa dan Seung Hee.” Tolakku.

“Mereka baru kembali nanti jam 3. Kau mau menuggu selama itu?”

Kulirik jam tanganku. Masih jam 1.

“Aku janji akan mengantarmu selamat sampai di rumah.”

“Mmm…baiklah, Jong Hyun. Gomawo…”

Jong Hyun tersenyum.

***

Jin Ki POV

“Jadi kau diantar pulang oleh Jong Hyun?” ulangku.

Hee Ra mengangguk. Seung Hee tertawa.

“Ehem…” goda Seung Hee.

“Aish!! Seung Heeeeee!!!” Hee Ra langsung melempar bantal dihadapannya ke arah Seung Hee. Tapi Seung Hee dengan sigap menghindar.

“Sudahlaah…kau menyukai Jong Hyun, Hee Ra. Aku tau itu.” ujar Seung Hee.

Hee Ra mengerucutkan bibirnya, “Annyio!”

Aku tertegun. Hee Ra benar-benar menyukai Jong Hyun. Apa dia tidak pernah menyadari perasaan Min Ho?

“Oppa…kau tidak mendukung Seung Hee kan?!” tuding Hee Ra.

Aku menarik nafas panjang, “Entahlaah.”

Seung Hee tertegun mendengar jawabanku. Hee Ra membulatkan matanya.

“Waeyo?” tanya Seung Hee.

Hee Ra menatapku heran, “Kenapa entah?”

“Hee Ra…” panggilku.

“Ne…” ditatapnya aku.

“Kau mau jujur padaku tentang perasaanmu terhadap Jong Hyun?” tanyaku serius.

Hee Ra terdiam.

“Yah… aku hanya ingin kau jujur padaku, Hee Ra.”

Hening. Semua terdiam.

“Oppa…” terdengar suara pelan Hee Ra.

“Ne?”

“Aku sendiri bingung.” Hee Ra mengerucutkan bibirnya.

Seung Hee merangkul bahu Hee Ra, “Kau tau jawabannya, Hee Ra. Aku yakin.”

Hee Ra terdiam.

Aku tersenyum kecil, “Aku sudah tau jawabannya.. Gwenchana, Hee Ra. Kau tidak perlu malu. Itu hal yang wajar.”

***

Jong Hyun POV

“ddrrt…ddrrt… cham geudaen areumdapjyo… ddrrt…cham geudael saranghaetjyo… ichyeojindan geon geojitmal geojitmal… ddrrt…geojitmarineyo… ddrrt…jebal gajima gajima… ddrrt…dorawa dorawa… ddrrt… ddrrt…”

Hpku berdering.

“Yoboseyo?” jawabku.

“Yoboseyo, Kim Jong Hyun.”

Suaranya terdengar tidak asing, “Mmmm… mianhamnida, nuguseyo?”

“Ini aku, Key.”

“Key?”

“Ne…”

“Tumben kau menelponku, Key. Ada apa?”

“Annyio, aku sedang ingin menelponmu. Ah ya, bagaimana kabarmu?”

Aku tertawa kecil, “Baik. Kau sendiri pasti baik kan?”

“Annyio, aku sangat menderita berada disini bersama 2 bocah ingusan itu.”
Aku tertawa, “Apa maksudnya itu? Kalau Ji dan Tae Min dengar, kau pasti sudah habis dibunuh.”

Key tertawa, “Hahaha…tidak mungkin. Kalau aku dibunuh, mereka pasti mati kelaparan. Kan aku yang masak untuk mereka. Jadi, mereka tidak bisa macam-macam terhadapku.”

“Hahaha…kau ini…”

“Hehehe… Ah ya, bagaimana hubunganmu dengan Hee Ra?” tanya Key.

Aku terdiam.

“Jooong Hyuuun…” sahut Key.

“Mian, Key.”

Terdengar Key menghela nafas panjang, “Berarti kau belum mengungkapkannya lagi pada Hee Ra ya? Aigoo…Jong Hyun, kau mau menunggu sampai kapan? Sampai dinosaurus hidup kembali atau sampai aku bisa melahirkan?”

Aku tertawa kecil mendengar pertanyaan Key yang terakhir. Tapi, Key ada benarnya juga.

“Kau tidak bisa begini terus, Jong. Berjuanglaah… mungkin saja Hee Ra menyukaimu. Hwaiting, Jong Hyuuuun!”

***

Hee Ra POV

Jin Ki-oppa benar-benar membuatku maluuuuu. Aku kan tidak bilang aku menyukainyaaaa!! Eh, tapi… aku kan memang menyukai Jong Hyun. aigoo…kenapa aku jadi plin-plan dan aneh begini sih? Kepalaku kebentur ya?

“ddrrt…I miss the catch if they through me the ball…I’m the last kid standing up against the wall…dddrrrt…Keep up, falling, these heels they keep me boring…Getting glammed up and sitting on the fence now…dddrrrtt…”

Kim Jong Hyun?

“Yoboseyo?” jawabku.

“Yoboseyo. Hee Ra, kau sudah selesai kuliah?” tanya Jong Hyun.

Aku mengangguk. Hal bodoh. Mana mungkin Jong Hyun bisa lihat.

“Ne. sudah. Ada apa, Jong Hyun?”

“Bisa ikut aku ke namsan? Aku ingin bicara sedikit. Mmm…kutraktir eskrim deh.”

Haaaah?? Jong Hyun mengajakku?? Apa ini kencaaaan? Kenapa jadi tidak karuan begini? Seharusnya aku senang kan?

“Hee Ra…”

“Baiklah, Jong Hyun.”

“Ok. Kutunggu di parkiran sekarang ya. Gomawo, Hee Ra.”

***

“Ini eskrim mu, Hee Ra.” Jong Hyun menyerahkan eskrim kepadaku.

Rasa mint? Kenapa ia tau? Mint kan bukan rasa yang banyak disukai yeoja. Apa ia masih menyukaiku? Aish! Hee Ra!

“Mmm…kenapa rasa mint?” kuberanikan diri untuk bertanya.

Jong Hyun tersenyum, “Bukannya itu rasa kesukaanmu?”

Aku mengangguk pelan, “Gomawo, Jong Hyun.”

“Ne. Chonmaneyo, Hee Ra.” Ujar Jong Hyun lembut.

Detik berikutnya, kami sibuk dengan eskrim masing-masing. Suasana nya terasa canggung sekali. Jantungku terus berdegup tidak karuan. Detaknya terasa tidak beraturan tapi tak terlalu kencang… Aigo…berhentilaaaah!!!

“Hee Ra…” panggil Jong Hyun.

“Ne?” kupandang wajahnya.

“Mianhae…”

“Waeyo?”

“Annyio, aku hanya merasa tidak bisa melenyapkannya.” Ujarnya pelan.

Aku tercekat. Menunggu lanjutan kata-katanya.

“Ah, apa sih yang kubicarakan?” Jong Hyun tertawa kecil. Dialihkannya pandangannya kearah lain.

“Jong Hyun…” gumamku.

Jong Hyun POV

“Annyio, aku hanya merasa tidak bisa melenyapkannya.” Ujarku perlahan.

Hee Ra terdiam. Kuperhatikan raut wajah lonjongnya. Kenapa rasanya keberanianku menguap ketika melihat wajah yeoja ini?

Aku mengalihkan pandanganku kearah lain, “Ah, apa sih yang kubicarakan?”

Aku tertawa kecil. Berusaha menghilangkan kecanggungan yang kubuat barusan.

“Jong Hyun…” gumamnya pelan.

Aku berusaha memutar otakku mencari topik lain untuk dibicarakan.

“Ah… rasanya ssudah lama tidak duduk berdua seperti ini.” ucapku akhirnya.

Hee Ra tersenyum, “Ne… benar.”

“Dulu ketika SMA, kita kan sering duduk berdua begini di depan Uhm-sonsaengnim di ruang kesiswaan.” Aku tertawa kecil.

Hee Ra mengangguk, “Itu kan karena kau sering menggangguku, Kim Jong Hyun.”

“Dan kita tidak akan duduk di depan meja Uhm-sonsaengnim kalau Ji tidak bocor didepan Uhm-sonsaengnim.” Ujarku tak mau kalah.

“Ah, kalau dipikir-pikir benar juga ya. Ji yang sering keceplosan didepan Uhm-sonsaengnim. Tapi, yaaah… itu kan masa lalu.” Hee Ra menjilat eskrimnya.

Aku mengangguk.

“Itu sebelum kau berubah jadi namja yang cool yang tidak pernah menggangguku lagi.” Hee Ra tertawa kecil.

Aku tertegun. Hee Ra bahagia ya jika aku tidak menggangunya?

“Menyenangkan sekali rasanya. Di akhir tahun ketika kelas 3 kau tidak menggangguku, Jong Hyun. Aku jadi bisa melewatkan festival akhir tahun tanpa ada yang mengusili hanbok-ku.” Hee Ra menatap lurus kearah pepohonan didepannya, “Hidupku terasa lebih ringan sejak kau tidak menggangguku.”

Aku tercekat mendengar semua ucapan Hee Ra. Apa itu benar? Hee Ra, apa kau benar-benar bahagia jika aku tidak mengganggumu? Apa aku sejahat itu terhadapmu?

Tiba-tiba perasaan bersalah itu menyergap diriku lagi. Aku bahkan merasa tidak pantas duduk disamping yeoja ini.

“Hee Ra…apa kau bisa menghubungi Jin Ki untuk menjemputmu?”

***

Hee Ra POV

“Apa yang terjadi pada Jong Hyun? Kenapa ia minta tolong aku untuk menjemputmu?” tanya Jin Ki-oppa.

Aku menggeleng lemas, ‘apa yang kukatakan tadi? Apa ada yang salah?’

“Ya sudah. Ah ya, Min Ho sudah hampir menyelesaikan kuliah.” Ujar Jin Ki-oppa.

Mendadak lemasku hilang, “Jincaaa???”

Jin Ki-oppa tertawa kecil, “Kenapa langsung semangat begitu?”

Aku tersenyum, entah kenapa rasanya gembira sekali. Sejenak pikiranku beralih ke Min Ho. Aigo…rasanya senang sekali.

“Kapan ia pulang?” tanyaku.

“Hmmm… wisudanya 2 bulan lagi. eh…aku kelepasaaaaaan!!” Jin Ki-oppa menepuk kepalanya pelan.

Aku memukul kepala Jin Ki-oppa yang sedang menyetir

“YAAA!! HEE RAAA!!”

“Aish…oppa sih!! Oppa sekongkol dengan Min Ho? Kalian sengaja mau menyembunyikannya darikuuu??” tanyaku sadis.

“Annyiooo…kau itu buruk sekali tuduhanmuuu! Aish…sebenarnya, Min Ho yang mau menyampaikannya sendiri padamu, Hee Ra.” Jin Ki-oppa mengacak rambutku.

“Ya, rambutkuuu…” kurapikan kembali rambutku, “Kenapa Min Ho mau menyampaikannya sendiri? Kan sama saja.”

Jin Ki-oppa tertegun. Tatapannya lurus kearah jalan raya.

“Oppa…”

“Hmm… kira-kira?” Jin Ki-oppa tersenyum kecil.

“Karena aku…saha…batnya…” kenapa susah mengatakannya ya?

Jin Ki-oppa menghela nafas panjang, “Hmmm…kau tanya sendiri saja ya, Hee Ra.”

Jin Ki POV

Kenapa yeoja satu ini tidak menyadari alasan Min Ho sih? Apa IQ-nya yang superrior itu tidak berkerja? Atau karena otaknya sudah dipenuhi dengan Kim Jong Hyun?

Entahlah.

***

Hee Ra POV

“ddrrt…I miss the catch if they through me the ball…I’m the last kid standing up against the wall…dddrrrt…Keep up, falling, these heels they keep me boring…Getting glammed up and sitting on the fence now…dddrrrtt…”

Hp-ku berdering. Hmmm… +44? Nomor UK? Umma kah?

“Hello…” jawabku.

“Yoboseyo, Hee Ra.. apa kabarmu?” terdengar suara hangat seorang namja.

“MIN HO??” teriakku pelan.

Terdengar tawa kecil, “Ahaha…kau merindukanku ya? Mianhae, Hee Ra…aku baru bisa menghubungimu sekarang. Bulan ini aku benar-benar sibuk.”

“Gwenchana, Min Ho. Aku tau kau pasti sibuk. Ini sudah tanggal 27 ya? Bulan lalu kau menelponku tanggal 2. Sudah lama sekali ya.” aku menghempaskan tubuku keatas kasur.

“Mianhae. Aku benar-benar minta maaf. Bagaimana keadaanmu sekarang?”

“Gwenchana. Aku sudah menerima maafmu. Keadaanku? Baik-baik saja. Sangat baik.”

Sangat baik setelah menerima teleponmu, Min Ho.

Ya! tunggu… Kenapa jadi seperti ini? Kenapa rasa senangku terasa sangat berlebihan ya?

“Baguslah kalau begitu. Ah ya, aku ingin memberitahumu. Wisudaku 2 bulan lagi. Apa kau mau datang ke wisudaku?” tanya Min Ho.

“Datang kesana? Jinca?” ulangku.

“Ne… kau mau?”

“Baiklaaah! Aku mau!! Sekalian bertemu umma. umma bilang akan berada disana 3 bulan. 2 minggu lalu umma kembali ke London.” Aku memeluk bantal yang ada disebelahku.

Min Ho tertawa kecil, “Ne. kemarin aku bertemu Ha Na-ajumma di Hyde Park.”

“Benarkah? Umma sedang apa disana?” tanya ku senang.

“Pemotretan rancangan baju musim dingin terbaru Ha Na-ajumma, Hee Ra.” Ujar Min Ho.

“Oooh… aku tau. Modelnya datang dari korea selatan kan?” aku berjalan kearah meja belajarku dan duduk diatas kursinya.

“Ne…aku sempat berbincang dengan umma mu. Ajumma bilang, kau diharapkan hadir di wisuda ku.” kelakar Min Ho.

“Tidak diharapkan pun aku akan tetap datang, Min Ho.” Aku tertawa.

“Nekat.”

“Biar saja. Ah ya, kau bilang mau cepat pulang ke Korea. Mau belajar dengan benar. Kenapa malah jalan-jalan ke Hyde?” bawelku.

Min Ho tertawa kecil, “Aku? Ooh… aku pergi kencan.”

Kenapa rasanya hatiku menolaknya ya?

“Apa-apaan itu?” suaraku terdengar aneh.

Min Ho tertawa, “Kau percaya?”

“Apa maksudmu? Aah…ayo katakan, dengan siapa kau pergi kencan?”

“Dengan teman sekamarku.”

“Nugu??”

“Yeobo-ku…”

“Nuguseyoooo?!”

“Penasaran sekali kau, Hee Ra.”

“Tentu saja. Kau sekamar dengan yeoja ya?!!! Yeobo-mu?? Kau sudah menikaaaah???” Kamarku mendadak terasa panas. Apa hatiku ya?

Min Ho tertawa.

“MIN HOOOO!!!”

“Memangnya kau fikir aku sekamar dengan siapa? Yeoja??”

“Ne!”

“Hahahaha… kau fikir aku sudah menikah??” Min Ho tertawa.

“Lalu?!!”

“Lalu apanya?”

“Teman kencanmu! Teman sekamarmu!! Yeobo-muuu!!!”

Tawa Min Ho mereda, “Ya, jangan marah-marah dulu, Hee Ra…”

Kukerucutkan bibirku. Seksi tidak ya? kekekeke… XD

“Ya sudah…ayo katakaaan…” suaraku melembut.

“Kau fikir aku akan kencan dengan yeoja disini? Hah…tidak pernah dan tidak akan. Aku tidak mau menghabiskan waktuku dengan berlama-lama di negara orang. Makanya…”

“Ah…cepat katakan. Jangan bawel.” Aku berjalan mondar-mandir di depan kasurku.

“Hahaha…dengan siapa lagi? Tentu saja dengan kamera DSLR ku, Nam Hee Ra. Teman sekamarku di London.” Ujar Min Ho diselingi dengan tawanya.

“Ya!! Kau membohongikuuuu…!” kuhempaskan pantatku keatas kasurku. (bahasa gw engga banget deh,,)

“Apanya? Kan aku berkata benar. Kemarin aku ke Hyde park untuk kencan bersama kamera ku.”

Tanpa sadar, aku menghela nafas lega, “Dasar…”

“Ahaha… Mianhae… sudah lama aku tidak menggoda seseorang. Disini mana ada orang sepolosmu, Hee Ra.”

“Apa maksudmu, Min Ho???”

Min Ho tertawa, “Ah, disana sudah jam 10 malam ya. Kau tidak tidur?”

“Belum mengantuk, Min Ho. Pulsa mu sudah habis?”

“Aku isi banyak, tenang saja.”

“Baiklaah… ayo cerita lagi, Min Ho.”

“Cerita apa ya? Perjalananku ke menonton Chelsea vs Manchester United di Stamford Bridge stadium tadi malam?”

“Kau menontonnya langsung, Min Ho??????” tanyaku.

Min Ho tertawa, “Ne, tiket gratis dari teman appa. Sekalian nonton Ji Sung-hyung.”

“Curaaaaaaang!” teriakku, “Ah, sudahlaah…ayo ceritakan! Aku juga nonton di tv.”

“Hhahaha…baiklaaah………”

***

Jong Hyun POV

Sudah satu minggu aku sengaja menghindar dari Hee Ra. Aku selalu berusaha tidak lewat didepannya atau berpapasan dengannya.

“Jong Hyun…” panggil seseorang.

Kulirik siapa yang memanggilku.

“Jae Ra-sunbae? Annyonghaseo.”  Sapaku. Berusaha ramah.

“Annyong, jjong. Ehem…sudah berapa kali kukatakan. Jangan panggil aku sunbae. Beda umur kita hanya 3 bulan. Panggil Jae Ra saja.” Jae Ra-sunbae duduk disebelahku.

“Ne. mianhae. Ada apa, Jae Ra?” tanyaku malas.

“Kau tidak punya yeojachingu kan?” tanya Jae Ra-sunbae.

Aku menggeleng. Jae Ra-sunbae tersenyum.

“Memangnya kenapa?”

“Apa kau tidak punya perasaan padaku?” Jae Ra-sunbae menatapku, “Ah..mianhae…”

Sedetik kemudian aku menyadari apa maksud Jae Ra-sunbae. Yeoja ini ingin jadi yeojachingu-ku? Apa kukatakan saja ‘iya’? Aku ingin lepas dari bayang-bayang Hee Ra. Tapi…apa ini tepat?

“Hmmm… Jae Ra, apa kau mau jadi yeojachingu-ku?” tembakku langsung.

Tepat sasaran, Jae Ra-sunbae mengangguk senang, “Mau, Jong Hyun. Aku mau.”

“Gomawo, Jae Ra.” Kutatap matanya.

Jae Ra-sunbae tersenyum manis.

Hee Ra POV

“Ya sudaaah…kau tanyakan saja padanya. Kenapa ia menghindarimu sejak hari itu?” usul Seung Hee.

Aku meniup poniku yang terserak di dahiku, “Aku tidak melihatnya dikampus.”

Jin Ki-oppa merangkulku, “Dia ada datang, kok. Pergilah. Tanyakan padanya. Sudah 1 minggu sejak hari dimana dia mengajakmu ke namsan.”

Seung Hee mengangguk.

Aku tertegun.

“Ummm…memangnya apa yang kau lakukan pada Jong Hyun kemarin?” tanya Seung Hee.

“Melakukan apa?”

“Kau bicara apa?” tanya nya lagi.

“Aku…?”

-Flashback-

“Itu sebelum kau berubah jadi namja yang cool yang tidak pernah menggangguku lagi.” aku tertawa kecil.

Jong Hyun tak menanggapi.

“Menyenangkan sekali rasanya. Di akhir tahun ketika kelas 3 kau tidak menggangguku, Jong Hyun. Aku jadi bisa melewatkan festival akhir tahun tanpa ada yang mengusili hanbok-ku.” lanjutku, “Hidupku terasa lebih ringan sejak kau tidak menggangguku.”

Jong Hyun terdiam cukup lama.

“Hee Ra…apa kau bisa menghubungi Jin Ki untuk menjemputmu?” ucap Jong Hyun pelan.

-End of Flashback-

“Kau bicara seperti itu?” tanya Jin Ki-oppa.

Aku mengangguk. Seung Hee menghela nafas panjang.

“Aigoo…kenapa kau terlalu jujur didepannya, Hee Ra?” Seung Hee menghempaskan tubuhnya diatas kursi disebelahku.

Kutatap mereka heran, “Memangnya kenapa kalau aku jujur?”

To be continued…

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

qtl { position: absolute; border: 1px solid #cccccc; -moz-border-radius: 5px; opacity: 0.2; line-height: 100%; z-index: 999; direction: ltr; } qtl:hover,qtl.open { opacity: 1; } qtl,qtlbar { height: 22px; } qtlbar { display: block; width: 100%; background-color: #cccccc; cursor: move; } qtlbar img { border: 0; padding: 3px; height: 16px; width: 16px; cursor: pointer; } qtlbar img:hover { background-color: #aaaaff; } qtl>iframe { border: 0; height: 0; width: 0; } qtl.open { height: auto; } qtl.open>iframe { height: 200px; width: 300px; }

9 thoughts on “Shout Out With Love – Part 4”

  1. Ya ampun,kasian ny
    dirimu jjong..
    Ihh.. Hee Ra ini kelewat
    polos atau emg bego ya??
    Masa setega itu ngomong sm jonghyun ku..
    Cepet lanjutan nya deh
    author ya..

  2. yaaaaaah
    Heera gimana siiii
    Mau sama jjong apa minho
    Kalo ama jong ya minhonya buat aku
    Kalo ama minho ya jongnya buat aku
    PUTUSKAN SEKARANG!!!! hahahah *maksa banget
    Lanjuttt!!!

  3. ahkk…. lanjutkan ….

    ckckckck….. bagus……sebenernya hee ra ini suka sma siapa sih ?? bingung … ahkk yasudahlah yang penting ceritanya daebak!!!

  4. Hua!!!! Minhominho lucu bgtttt:3:3 ayo part 5 nya ditungg banget!!! Akhirnya hee ra harus sama minho aah lucu tekali:D

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s