In a Small Place in Daegu

In a Small Place in Daegu

Author : Putri (SockoJinki)

Main Cast: Onkey

Support Cast: Tokoh khayalan

Length : Oneshot

Genre : Fluff, romance

Rating : General / PG-13. (I’m not sure..XP)

Daegu adalah kota Metropolitan ke empat di Korea Selatan. Orang-orang yang berada didalamnya harus bertahan untuk hidup dari maraknya persaingan ekonomi. Cukup banyak orang yang sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Termasuk seorang pemuda bernama Kim Kibum yang hanya bekerja di sebuah restoran sederhana dan tidak terlalu terkenal di sebuah daerah di Daegu. Kim Kibum yang pekerjaannya hanya sebagai seorang juru masak di restoran kenalan keluarganya itu, hanya mendapatkan penghasilan 37500 won. Itu hanya cukup untuk kebutuhan makannya saja. Sedangkan bagaimana dengan pembayaran rumah yang disewanya? bagaimana dengan tagihan listrik, air, dan tetek bengeknya?

Kibum yang hanya sebatang kara di Daegu, hanya ditinggalkan secarik kertas berisi nomor telepon ketika orangtuanya pergi entah kemana untuk meninggalkan Kibum. Itulah saat terakhir kalinya Kibum melihat orangtuanya. Dan kini dia tinggal dalam kesendirian tanpa sanak saudara. Namun tentu saja Kibum merasa harus bangkit dan tak boleh jadi lelaki lemah. Kibum pun menelepon ke nomor di atas secarik kertas yang ditinggalkan oleh orangtuanya tersebut. Ternyata nomor itu adalah nomor kenalan orangtuanya, yang ternyata adalah seorang paman baik hati yang mau memberikan Kibum tempat tinggal untuk sementara. Dengan hanya berbekal kemampuan memasak, Kibum pun mendapatkan pekerjaannya sebagai juru masak di restoran tersebut. Yah…memang walaupun pendapatannya jauh dari pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.

Maka itu ketika Kibum merasa dalam satu titik terlelahnya, datanglah pemuda itu. Pemuda yang kebetulan saat itu lewat dengan mobiln mewahnya untuk sekedar mampir ke restoran itu untuk makan siang karena sudah terlanjur lapar. Pemuda dengan wajah uniknya yang khas dan cara berpakaiannya yang casual namun setiap orang yang melihatnya akan yakin bahwa pemuda tersebut memang orang yang kaya.

“Aku baru tau kalau disini ada restoran. Sederhana tapi nyaman ya…” gumam pemuda tersebut sambil duduk di kursi. Karena restoran yang didirikan memang sederhana dan paman yang baik hati itu belum mampu untuk menggaji orang lebih banyak, terkadang Kibum pun harus merangkap pekerjaan menjadi waiter sambil membawa-bawa spatulanya dan sambil memakai seragam masaknya. Sedangkan si paman yang baik hati menjadi kasirnya.

“Ya… disini memang daerah yang cukup sepi dari keramaian.. yang datang kesini juga hanya beberapa orang..” Kibum tersenyum

“Ah, begitu ya…”

“Oh ya, mau pesan apa? tinggal dilihat saja menunya..” kata Kibum tetap ramah pada pemuda tersebut.

“wah disini macam-macam ya menunya dari khas korea, jepang, dan beberapa makanan eropa. Aku jadi ingin mencicipinya satu persatu, hahaha… tapi apa yang terkenal disini? Kebetulan aku bukan orang Daegu asli…aku hanya kesini untuk liburan..” kata pemuda itu jujur.

“Hmmm…ramen dari Jepang dengan rasa khas Kimchi juga enak…dan untuk minumannya coba saja jus apael..karena Daegu terkenal dengan apelnya..”

“Ya, ide bagus..itu saja..wah disini panas ya…”

“Ya, Daegu memang kota terpanas jika sedang musim panas…mau diambilkan kipas? Maaf ya…karena kebetulan kipas anginnya rusak..” aku Kibum menyesal.

“Ah tidak usah…” pemuda itu tersenyum tulus.

“Baiklah kalau begitu.. 10 menit lagi pesanan akan diantar..”

“Ya…” Kibum pun segera pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan dan minuman yang telah dipesan.

Selang sepuluh menit kemudian, Kibum pun kembali lagi. Kini tanpa spatula ditangannya, karena kedua tangannya memegang baki yang di atasnya terdapat hidangan yang pemuda tadi telah pesan.

“Ini pesanannya…” tutur Kibum ramah.

“Ya terimakasih… wah, tadi aku lihat di jendela menuju dapur, bukankah kau yang memasak?” pemuda itu balik bertanya dengan heran.

“Ya.. kami kekurangan orang… jadi aku merangkap dua pekerjaan. Tidak apa-apa…restoran ini memang sepi… jadi aku tidak kerepotan.”

“Tapi kamu hebat ya…aku salut..kau jago masak ya?…jarang-jarang jaman sekarang laki-laki manis sepertimu malah menjadi koki… padahal wajahmu cukup manis untuk terpampang di majalah…” kata pemuda itu lagi, terpancar kekaguman di matanya.

“Hahaha..anda bisa saja.. sudah ya aku tinggal. Panggil saja jika perlu apa-apa.. silakan menikmati makanannya…” Kibum menjawab dengan malu sebelum akhirnya meninggalkan meja si pemuda berwajah unik tersebut.

Kibum merasa dirinya aneh. Wajahnya memerah karena dikatai manis oleh pemuda itu.

“Kenapa aku deg-degan ya? Cuman dibilang manis saja…” Kibum bergumam. Tapi Kibum berpikir lagi, pemuda tadi memang wajahnya menarik dan mempunyai senyuman yang sepertinya akan membuat semua orang menjadi senang dan bahagia. Senyum lebarnya yang tulus.

“Aku kenapa sih?” Kibum menggelengkan kepalanya.

“Lebih baik aku membuat ramen juga… aku juga lapar ternyata…” gumamnya lagi dan langsung membuat ramen.

Beberapa menit setelah itu seseorang memanggil namanya. Ternyata pamannya yang baik hati itu yang memanggilnya.

“Ya Ajuhhsii?” Kibum menjawab sambil mematikan kompor.

“Ada yang ingin bicara denganmu..”

‘Siapa?… setahuku aku tidak punya kenalan…’ Kibum berpikir dalam hati.

“Siapa ajuhssii?”

“Itu, pemuda yang tadi…” jawab si paman baik hati sambil menunjuk ke arah pemuda berwajah unik tersebut yang sekarang sedang melambaikan tangan kearahnya sambil tersenyum.

Kibum pun menghampirinya.

“Ya, ada apa?…” Kibum bertanya gugup.

“Katanya jika ada perlu aku bisa panggil?”

“Oh ya, tentu saja…” Kibum lupa akan perkataannya barusan karena sempat memikirkan pemuda itu sebelumnya.

“Sedang apa?” tanya pemuda tersebut sambil memainkan ramen disumpitnya.

“Aku sedang membuat ramen juga…”

“Oh, baguslaj kalau begitu… duduk disini saja…kita ngobrol-ngobrol..”

“Ah…ya..tunggu aku mengambil ramenku dulu di dapur..” mendadak Kibum menjadi gugup kembali. Tak lama kemudian Kibum kembali sambil membawa ramennya.

“Hmmm…jus apelnya enak sekali….ramennya juga…kau jago sekali masak ya…” kata pemuda itu setelah Kibum duduk di kursi sebelahnya.

“Haha..biasa aja…” aku Kibum malu. Duduknya gelisah, karena mendadak Kibum merasa jantungnya berdegup cepat.

“Oh ya…ngomong-ngomong siapa namamu?” tanya pemuda itu.

“Kim Kibum…”

“Ah ya..kita belum berkenalan…kalau begitu salam kenal Kibum..aku Lee Jinki..”

“Ya, salam kenal..” Kibum tersenyum.

“Matamu bagus ya.. sudah kubilang, kau kenapa tidak menjadi artis saja? wajahmu bisa muncul di majalah lho…bahkan di TV!” lagi-lagi pemuda itu menyinggung hal tersebut.

“Ah… tapi..aku tidak tahu apa-apa tentang hal seperti itu…” aku Kibum, kali ini menatap wajah Jinki dengan heran. Siapa sebenarnya pemuda ini?

“Maaf, jika aku membuatmu bingung…tapi.. aku memang sedang mencari seseorang untuk ikut denganku ke Seoul untuk menjadi artis..dan kurasa kau cocok..bukan model pakaian yang berjalan diatas panggung..hanya model majalah saja…bagaimana?” bujuk Jinki yang ternyata orang Seoul.

“Apa?” Kibum merasa kaget dengan jawaban Jinki. Setelah itu Kibum membayangkan dirinya dapat hidup tenang tanpa tagihan hutang disana-sini dan biaya tunggakan rumah sewaannya yang belum sempat dibayar.

“Ya…kau mau?” tanya Jinki lagi

“Tapi…” Kibum melirik pada pamannya yang sedang duduk di kasir menghitung uang. Paman yang telah sangat baik hati yang telah memberinya pekerjaan walaupun memang seadanya.

“Tak apa-apa…silakan pikirkan dulu saja..aku disini liburan selama seminggu kok..aku kebetulan menginap di hotel sekitar sini. Nanti aku akan sering kesini…”

“Ah…ya baiklah..” Kibum hanya dapat mengangguk lemah pada akhirnya.

“Ok, kalau begitu..ini kartu namaku..jika kau menerima tawaranku, aku disini akan bekerja sebagai manajermu…” tutur Jinki. Kibum mengangguk lagi dan termangu pada akhirnya, bahkan ketika pemuda itu pamit pergi ketika makanannya sudah habis.

Kibum takut disebut orang yang tidak tahu balas budi orang yang telah sangat baik padanya. Kibum tidak ingin meninggalkan pamannya begitu saja. Tapi…Kibum juga sangat ingin memiliki pekerjaan yang dapat membuatnya serba berkecukupan. Terlebih lagi dia dapat bekerja dengan pemuda itu, dengan Jinki yang telah membuatnya gugup karena jatuh cinta. Kibum pun berpikir keras, dan akhirnya lebih mengikuti kata hatinya.

“Ajuhhssii…” Kibum berkata pelan.

“Ya…Kibum-ah?”

“Bisakah aku…” Kibum menggantung kalimatnya

“Ya, ya…ajuhhssii mengerti…tentu saja ajuhhhssii mengizinkanmu untuk pergi ke Seoul…mungkin memang disanalah jalan hidupmu..ajuhhssii tidak bisa melarangmu…”

“Kenapa ajuhhssii bisa tau?”

“Ajuhhssii mendengar percakapan kalian..walaupun aku sudah tua, tapi pendengaranku masih tajam nak..” tuturnya. Kibum menunduk.

“Salahkah aku ajuhhssii?…” Kibum bertanya dengan hati-hati

“Haha..kau ini lucu.. tentu saja tidak.. lagipula kau telah menemukan cintamu kan? Kau yang sedari kecil tidak pernah merasakan cinta…ajuhhssii sangat senang ketika kau menemukan cintamu… kau harus bisa meraihnya Kibum-ah…” Kibum menitikkan air mata karena terharu, sepertinya pamannya ini mengetahui segalanya.

“Tapi paman…”

“Apa lagi??”

“bagaimana dengan orang yang bekerja disini? siapa yang akan menggantikanku bekerja?” tanya Kibum khawatir.

“Itu bukan masalah…yang jelas orangnya pasti tak sebaik kau…” Kibum hanya tersenyum dan setelah itu mengucapkan terimakasih berkali-kali pada pamannya yang baik hati itu. Setelah itu Kibum buru-buru mengambil ponselnya dan memasukkan nomor telepon yang tercantum dalam kartu nama yang diberikan oleh Jinki.

“Halo..Jinki-ssi? Ini aku Kim Kibum….”

____________________________________

END

19 thoughts on “In a Small Place in Daegu”

  1. Hmm~seru, nih.. Syang ending.a gantung.. 😦
    Gimna kalo bikin sequel.a? Psti tmbah seru! d^^b
    Eh~tapi.. gimana author.a aja, deh. Aku cuma ngasih saran.. Hehe~

  2. annyeong annyeong~ aku komenin boleh yaa hehehe
    “Haha..kau ini lucu.. tentu saja tidak.. lagipula kau telah menemukan cintamu kan? Kau yang sedari kecil tidak pernah merasakan cinta…ajuhhssii sangat senang ketika kau menemukan cintamu…

    wahaaa itu kenapa si ahjussinya malah bilang gitu
    hahaha berarti dia bilang cinta nya kibum itu jinki AWWAWWAA XD
    aah iya nih author lanjut doong sepertinya masih gantung nih *kayak ff sayah* ehuehehe xD

  3. HEH?!ini ending?kepotong ya thor?apa akunya yg ga nyambung?
    yaa..pdhal berharap onkey.huhuhu
    dicek dong thor.klo emang bener,please bgt buat lanjutannya.penasaran

  4. jinki first love-nya kibum? omigott!
    ckckckck, itu kalo dilanjutin bakalan jadi yaoi kayanya *ditendang karena sok tau*
    yap, it’s nice 🙂

  5. OMMONA .. DAEBAK 😀

    tpi ini masih ada lanjutannya kan?…

    endingnya ngegantung banget
    lanjut dong author #PLAKKK

    lanjut ya ?? XD #abaikan

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s