Kids Become Teens? -Part 1-

Kids Become Teens?  [1]

Main Cast :

Kim Hye Sa

Kim Hye San

Lee Jin Ki

Lee Tae Min

And Other Cast that you will find in here 😉

P.S : Haiiiiiiiiiiiiiiii pembaca setia SF3SI yang budiman dan budiwoman *krik* kayaknya makin hari makin banyak reader SF3SI yang gak aku kenal ya…. *author payah* oke buat reader baru, enjoy this part okeyyy 😉 buat yang udah pernah baca ff aku sebelumnya alias fans berat aku *gampar* kali ini aku comeback, kangen kan? 😉 *plak* Oke deh happy reading all 😀

————————————————————————————————————————————————————————————

HyeSa lalu masuk kedalam rumahnya, bersama dengan JinKi. Ia masih berusaha bersikap ‘anggun’ padahal kenyataannya dia pengen banget langsung masuk ke kamarnya, main boneka, tidur siang atau apa gitu kek. Tapi… Rasanya HyeSa pernah melihat JinKi. Dimana ya? Apa JinKi itu adalah ahjusshi penjual es krim langganannya? Bukan, kalau begitu apakah JinKi ahjusshi penjual gulali kesukaannya? Bukan juga, lalu siapa JinKi? HyeSa lalu menggelengkan kepalanya, ia tersenyum kepada JinKi.

“Silahkan duduk”, ujar HyeSa ramah. JinKi lalu duduk dengan tampang datarnya.

“Ternyata kau sudah melupakanku ya?”, ujar JinKi tiba-tiba, membuat HyeSa mengerutkan keningnya.

“Lupa? Memangnya kamu siapa?”, tanya HyeSa, kikuk.

“Kau habis terbentur dimana sih?”, ujar JinKi sambil menjitak kepala HyeSa pelan.

“Yaaaa!!! Siapa kau? Beraninya!!”, ujar HyeSa marah.

“Yaampun Kim HyeSan, ini aku! Lee JinKi! Namjachingumu dulu! Jahat ya kamu ngelupain aku!”, protes JinKi. Tunggu, tadi dia bilang HyeSan?

“Waaaaaaah!!! Ternyata kau JinKi oppa yang suka ngegigitin antena handphone ya?”, teriak HyeSa sambil menunjuk-nunjuk JinKi. Ia tertawa puas sekali.

“HyeSan? Dulu kau tidak begini, kenapa sekarang…”, tanya JinKi heran. Tawa HyeSa semakin meledak.

“Ini aku oppa, HyeSa. Bukan HyeSan onnie!”, jelas HyeSa. JinKi hanya melongo seakan tidak percaya.

“Aish… Tunggulah, aku mau ganti baju dulu!”, ujar HyeSa sambil berlari ke kamarnya.

Siapa itu HyeSan? Jadi begini…

HyeSan, adalah kakak kandung HyeSa. Mereka berdua adalah anak kembar. HyeSan lebih tua dari HyeSa 5 menit. Dan HyeSan ini adalah mantan yeojachingunya JinKi oppa, ya setidaknya sih begitu…

[FlashBack]

HyeSan, adalah kakak kandung HyeSa. Meskipun mereka berdua kembar, namun kenyataannya mereka mempunyai sifat yang berbanding terbalik. HyeSa adalah gadis remaja yang berusia 14 tahun namun tingkahnya seperti anak kecil, sedangkan HyeSan yang juga berumur sama dengannya mempunyai sifat dewasa, cool dan terkesan cuek. Kesamaannya, mereka populer disekolahnya. Bedanya…


Jika ada namja yang menyatakan cintanya :

– HyeSa :

Cowok : HyeSa, aku suka sama kamu. Mau ga kamu jadi yeojachingu aku? *mata berbinar*

HyeSa : Mianhaeee, aku cuma suka sama TaeMin *lirik-lirik TaeMin yang lagi makan di kantin* hihihi

Cowok : *pingsan ditempat*

Catatan : HyeSa gapernah pacaran karena dia pengennya TaeMin yang jadi first love dia *lebe sumpah* -___-

– HyeSan

Cowok : HyeSan, aku suka sama kamu. Mau ga kamu jadi yeojachingu aku? *mata berbinar*

HyeSan : Mian, aku sibuk *pergi*

Cowok : *nangis darah*

Catatan : HyeSan pernah pacaran 1 kali doang, ya cuma sama JinKi-__-


Bingung? Kenapa HyeSa ngebet sama TaeMin? Kenapa HyeSan cuma mau nerima JinKi dari sekian banyaknya namja yang nembak dia? Kenapa HyeSan putus sama JinKi? Semuanya akan dikupas secara tajam, setajam, JARUM!!!!!! *bletak*


Gini ya, HyeSa itu naksir TaeMin bangetttttt banget bangettt!! Seengganya kalo disuruh pilih antara coklat sama TaeMin, pasti dia milih TaeMin. Kenapa? Kata HyeSa, dia itu suka cowok yang punya sifat sama kayak onnienya. Ganteng, cool, pinter, berbakat, aaaah semuanya deh!! Sayangnya, TaeMin gapernah ngedeketin HyeSa. TaeMin cenderung lebih suka sama cewek dewasa seperti HyeSan. HyeSa tau kalau TaeMin lebih suka cewek yang kayak onnienya. Tapi HyeSa yakin, suatu saat nanti first lovenya dia itu TaeMin! Bukan mang ujan, mang ujang atau siapapun!

HyeSa sendiri naksir TaeMin gara-gara dia itu orangnya friendly banget, ramah walaupun sedikit cuek (?), baik hati dan tidak sombong serta rajin menabung:> HyeSa hapal semua kegiatan TaeMin. Pagi udah jelas pasti dia kesekolah, pulang sekolah pasti TaeMin ada di kedai es krim langganan HyeSa, sorenya TaeMin ada di taman bermain dan malamnya TaeMin pasti suka main gitar atau ngedance di kamarnya.

Darimana HyeSa tau? HyeSa itu suka ngeliatin TaeMin setiap saat, kecuali saat TaeMin mandi-___- HyeSa ngeliatin TaeMin dari jendela kamarnya. Kebetulan, rumah TaeMin sebelahan sama rumahnya dan kamarnya pun sebelahan. Tapi… Kok HyeSa segitunya sih? Yah, namanya juga cinta.

Maka percayalah, orang yang jatuh cinta secara diam-diam hanya bisa mengamati orang yang ia cintai secara diam-diam.

Bagaimana dengan HyeSan dan JinKi?

HyeSan pertama kali kenal dengan JinKi, sebuah pertemuan yang ‘garing’ abis. Masa iya sih, HyeSan disapa sama JinKi, cowok paling keren di sekolah cuma ngomong “Oh, hai”. Dasar cewek aneh.

Tapi, diluar dugaan, HyeSan sangat menyukai JinKi. Makanya karena gugup pas disapa JinKi, ia cuma berani bilang “Oh, hai”. Ckck dasar abege labil-__-

Apa yang disukai HyeSan dari JinKi? HyeSan adalah tipe cewek yang keras diluar tapi lembut didalam. Ia bersifat keras karena didikan appanya yang menginginkan HyeSan menjadi pewaris semua kekayaan keluarganya yang berlimpah. Dan HyeSan yang keras, pun luluh saat mendengar suara indah JinKi saat JinKi menyatakan cintanya kepada HyeSan dengan lagu yang dinyanyikannya *lebe nih lebe*

Maka percayalah, tak ada batu yang tak berlubang ketika batu tersebut ditetesi oleh air hujan yang lembut secara terus-menerus.


Namun, dimana ada Amira dan Rizky, pasti disitu ada Veli (?) Eh ya intinya sih dimana ada kebaikan, pasti ada kejahatan:>

Ada seorang gadis yang sangat menyukai JinKi dan sangat membenci HyeSan. Namanya SeoJin. SeoJin benci saat ia mengetahui bahwa JinKi dan HyeSan tengah berpacaran. Ia mencari cara agar dapat memisahkan keduanya dan menguasai harta Rizky. Oh salah ya? Maksudnya, SeoJin mencari cara agar ia dapat memisahkan HyeSan dan JinKi agar mendapatkan JinKi. Setelah berpikir panjang, ia pun menemukan cara yang dapat membuat HyeSan meninggalkan JinKi.

SeoJin menemui JinKi yang sedang membaca di kursi taman belakang sekolah. JinKi sendirian! ‘Baguslah’, batinnya sambil tersenyum licik. Ia pun mendekati JinKi.

“Hai JinKi!”, sapa SeoJin. JinKi hanya menoleh sebentar ke arah SeoJin, lalu ia mengalihkan pandangannya kembali ke buku yang dibacanya. SeoJin pun tersenyum kecut.

“JinKi! Hei hei hei!!”, panggil SeoJin sambil melambai-lambaikan tangannya ke depan muka JinKi. SeoJin pun berpura-pura jatuh dan menubruk tubuh JinKi. Saat itulah HyeSan datang, dan… Melihat semuanya. Ia menggigit bibirnya sambil menahan tangis. Ia ingin pergi dari situ, namun kakinya terasa sulit digerakkan.


JinKi pun mendorong tubuh SeoJin dan tanpa sengaja ia melihat HyeSan yang tengah berdiri terpaku melihatnya. HyeSan lalu berlari meninggalkannya. Kaget, JinKi lalu mengejar HyeSan. Sementara SeoJin tersenyum puas. *sinetron beut*

“HyeSan! HyeSan! Tunggu!!”, panggil JinKi sambil terengah-engah. HyeSan menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah JinKi. Ia mencengkram kerah baju JinKi dan menahannya ke tembok. JinKi jelas takut. Bagaimana tidak, HyeSan adalah atlit taekwondo di sekolahnya.

“Aku, sudah cukup percaya padamu tapi kau yang membuat semua kepercayaanku hilang!! Aku sudah cukup mencintaimu tetapi kaulah yang membuat cintaku hilang JinKi!! Kau mengecewakanku!!”, teriak HyeSan sambil menangis. Ia melepaskan kerah baju JinKi dan mengusap air matanya,

“HyeSan, aku mohon dengar… Yang tadi itu tidak seperti yang kamu lihat”, jelas JinKi berusaha membujuk HyeSan.

“Hah? Tidak seperti apa yang aku lihat? Bodoh kau JinKi, bodoh!!!!! Jelas-jelas aku melihat semuanya!!”, teriak HyeSan dengan penuh amarah. Ia lalu pergi meninggalkan tempat tersebut.

JinKi berusaha mengejar HyeSan, namun terlambat. HyeSan sudah terlebih dahulu masuk ke mobil mewahnya. Mobil mewah tersebut pergi melaju keluar dari sekolah tersebut. Sementara JinKi yang sudah tidak mampu mengejar mobil tersebut hanya mampu meratapi kepergian HyeSan.

“BODOH!!!!!!!!”, teriak JinKi.

[Flashback End]


“Jadi, dimana HyeSan?”, tanya JinKi kepada HyeSa sekembalinya HyeSa dari kamarnya.

“HyeSan onnie kan udah pergi”, jawab HyeSa, enteng.

“Mwo? Kemana?”, tanya JinKi panik.

“Inggris”, jawab HyeSa, santai.

“Dari kapan?”, tanya JinKi lagi.

“2 tahun yang lalu”, jawab HyeSa, datar.

“MWOOOOOOOOOOO???????? Kenapa gak bilang????????”, tanya JinKi histeris.

“Kenapa gak nanya coba?”, tanya HyeSa balik dengan nada menantang. Jelas, JinKi tidak bisa berkata apapun.


“Hah….. Sudahlah oppa. Ia butuh waktu sendiri disana”, hibur HyeSa.

“2 tahun itu waktu yang cukup lama, HyeSa. Apa dia tidak tau dan tidak mengerti bahwa aku masih menginginkannya?”, sesal JinKi.

“Sudahlah, istirahat sana! Kamarnya sudah aku siapkan. Mulai hari ini kita berpura-pura bertunangan ya oppa, nanti aku akan bantu oppa supaya oppa bisa bersatu dengan HyeSan onnie”, jelas HyeSa. Mata sipit JinKi tiba-tiba membelalak saat HyeSan mengatakan hal tersebut.

“Benarkah? Gomawo dongsaeng iparkuuuuuuuuuu~~~~”, ujar JinKi girang. Ia memeluk HyeSa yang sudah ia anggap seperti adik kandungnya sendiri.

‘Andai kau tau oppa, HyeSan onnie masih mencintaimu’, ujar HyeSa dalam hati kecilnya.

—————————————————————————————————————————-

Sore pun beranjak malam. JinKi tengah merenung di kamarnya. HyeSa sudah tidur di kamar sebelah. Sedangkan JinKi masih luntang-lantung memikirkan HyeSan, gadis yang dicintainya yang sekarang entah dimana keberadaannya.


Ketika kurasakan sudah…

Ada ruang dihatiku yang kau sentuh
Dan ketika kusadari sudah
Tak selalu indah cinta yang ada
Mungkin memang ku yang harus mengerti
Bilaku bukan yang ingin kau miliki

Salahkah ku bila
Kaulah yang ada dihatiku
Adakah ku singgah dihatiku
M
ungkinkah kau rindukan adaku
Adakah ku sedikit dihatimu

Bilakah ku menggangu harimu
Mungkinkah kau tak inginkan adaku
Adakah ku sedikit dihatimu
Bila memang ku yang harus mengerti

Mengapa cintamu tak dapat kumiliki?

Salahkah ku bila… Kaulah yang ada dihatiku?

—————————————————————————————————————————

England, January, 22nd 2010


Deggg!!!!

Tiba-tiba jantungku berdetak kencang. Aku terbangun dari tidurku. Sinar matahari yang hangat di England merasuk kedalam kamarku melalui jendela. Aku, merasa ada seseorang yang menyanyikan lagu itu, lagu tersebut…

Haaaah! Yang penting sekarang aku harus kesekolah. Aku bangkit dari tempat tidurku dan berjalan keluar kamarku. Mandi, ganti baju dan sarapan. Setelah itu aku keluar dari rumahku dan menyetop taksi menuju bandara.

Aku, HyeSan. Mungkin kalian sudah mengetahuiku. Disinilah aku tinggal sekarang. England, kota yang sangat indah dan menakjubkan untukku. Banyak hal menarik yang dapat aku jadikan objek kameraku. Ya, sejak smp aku memang sangat menyukai fotografi.

Kau tau? Aku merindukan Korea. Ya, aku merindukan keluargaku, chico dan choco kucing kecilku dan HyeSa, masakan bibi Wang, diantar jemput oleh paman Lee, dan… JinKi. Ya, aku tidak munafik. Aku memang merindukannya juga. Tapi entah kenapa egoku sulit untuk dikalahkan. Aku membencinya, tapi aku merindukannya.


Sesampainya di bandara, aku langsung mengantre membeli tiket. Hari ini, adalah hari liburku. Sekolahku sudah memasuki semester kedua dan sekarang sedang libur selama 1 bulan lebih. Jujur, aku ingin cepat-cepat naik pesawat, dan sampai di tujuan untuk liburan. Prancis? Paris? Jerman? Atau Eropa? Ah aku benar-benar sudah tidak sabar 😀


Drrtttttt……..

Handphoneku bergetar, rupanya ada satu chat baru di Blackberry Messengerku. Aku membukanya dan… Dari HyeSa? Aku membukanya, dan membaca serangkaian kata di layar handphoneku.

[HyeSa Kim] PING!!!

[HyeSa Kim] Onnie, apa kabar?

[HyeSan Kim] Baik, kamu dongsaeng? Apa kabar umma appa?

[HyeSa Kim] Kami semua baik-baik saja onnie. Onnie liburan kan?

[HyeSan Kim] Ya, tentu. Kenapa?

[HyeSa Kim] Berapa lama?

[HyeSan Kim] Sebulan… Lebih. Ada apa sih?

[HyeSa Kim] Pulang ke Korea dong onnie… Aku kangen[{}]


Pulang? Ke Korea?


[HyeSan Kim] Aku tidak janji.

[HyeSa Kim] Baiklah onnie, aku tidak memaksa. Bogoshippo onnie;))

[HyeSan Kim] Na do=D


“Miss, can I help you?”, tanya seorang penjaga loket tiket pesawat bandara ini.

“Yes, I wanna buy one ticket please”, jawabku.

“Okay, can I look your pasport please?”, tanyanya.

“Yes”, jawabku sambil menyerahkan pasportku.

“Where are you going miss?”, tanyanya lagi sambil sibuk mengetik di komputernya.

Kemana? Kemana aku harus pergi? Korea kah?

“Miss?”, tanyanya lagi.

“Euh, I’m sorry. I wanna go to….. South Korea please”, ucapku mantap.

“Okay, wait a minute please”, ucapnya.

‘Mungkin aku memang harus kembali, ke Korea.’, batinku.

—————————————————————————————————————————-

“Gimana HyeSa? Dia mau pulang?”, tanya JinKi tak sabaran.

“Dia gak janji”, ujar HyeSa lesu. Sama lesunya dengan JinKi.

“Yasudahlah. Ehm, HyeSa, aku butuh jalan-jalan diluar. Aku pergi sebentar ya?”, tanya JinKi.

“Ne oppa”, balas HyeSa tersenyum lebar. Kawat gigi warna biru tua dan biru mudanya membuat senyum giginya tampak lebih indah (warna behelnya ngikutin author nih 😀 *author curcol*).

Dan JinKi pun pergi dari rumah keluarga Kim. Ia ingin berjalan-jalan ke luar, melepaskan penatnya. Ia berkeliling di kota sejak siang sampai sore menjelang malam. Tiba-tiba ia tersenyum, dan berlari ke suatu tempat. Tempat kenangannya dengan seorang gadis yang masih ada di hatinya. Sekalipun ia tau, mungkin dirinya sudah tidak ada lagi dihati gadis tersebut.

Sungai Han. Itulah tujuan JinKi.

Ia pun berlari mendekati bangku taman favoritnya dulu dengan HyeSan, namun terlihat sosok gadis yang tengah duduk disana. Rambutnya panjang berwarna hitam kecoklatan. Ia terlihat kedinginan, ya salah sendiri kenapa keluar rumah tanpa memakai jaket. Inikan masih bulan Januari-__-

JinKi mendekati gadis itu. Jantungnya berdegup kencang, ia sendiri tak tau mengapa. Semakin ia mendekatinya, semakin cepat detak jantungnya. Begitu ia sudah hampir dekat, tiba-tiba gadis itu beranjak dari tempat duduknya. Ia tanpa sengaja melihat ke arah JinKi.

“Kau mau duduk? Duduklah”, ujar gadis itu sambil tersenyum. JinKi pun membalas senyumnya.

“Eng… Iya, kau juga duduklah”, ujar JinKi gugup.

“Anio, aku mau pergi sekarang”, ujar gadis itu sambil berlalu. JinKi mengangguk. Ia memandangi punggung gadis itu yang telah menjauh. Ia lalu duduk dan menatap sungai Han.

‘Rasanya aku pernah melihat namja itu….”, pikir gadis tadi yang tak lain adalah HyeSan yang sudah kembali ke Korea. Ia menatap namja yang tengah duduk di kursi taman tadi. ‘Apa dia JinKi?’, batin HyeSan.

‘Ah tidak mungkin. JinKi kan rambutnya hitam. Nggak gondrong dan coklat kaya gitu’, batin HyeSan. Ia tersenyum dan pergi meninggalkan sungai Han.

Sementara JinKi, merasakan hal yang sama. Sepertinya ia pernah melihat gadis tadi…

—————————————————————————————————————————-

January, 23rd 2010


[HyeSa Kim] PING!!!

[HyeSan Kim] Wae?

[HyeSa Kim] Onnie dimana?

[HyeSan Kim] Di Korea. Eheheh

[HyeSa Kim] Yaaaaaa!!!!! kenapa gak bilang?? Ayo pulang sekarang!!

[HyeSan Kim] Ne ne ne, cerewet

[HyeSa Kim] Itu karena aku kangen padamu onnie. Ayo cepatlah pulang!!

[HyeSan Kim] Iyaaaaaa


Aku pun mengemasi barangku dan segera check-out dari hotel. Aku menaiki taksi yang kebetulan sudah ada di depan hotel. Setelah memberi tahukan tujuanku, taksi inipun segera melaju. Pergi dari hotel.

HyeSan telah sampai di rumahnya. Rumahnya yang ia rindukan. Rumah masa kecilnya. Ia hampir saja menangis, namun rasa rindu terhadap dongsaengnya menahan dirinya untuk menangis. Ia masuk ke rumahnya. Namun…. Sepi.

Duaaaaaaaaar!!!!!!!! *bunyi lpg meledak (?)*

“WELCOME BACK HYESAN ONNIEEEEE~~~~~~~~”, teriak HyeSa dengan semangat. Beberapa pelayan dirumahnya ada yang meniup terompet, dan lain-lain. Seperti tahun baruan, ya inilah ide HyeSa. Ide yang manis untuk menyambut onnienya:) HyeSan menangis terharu melihat sambutan yang begitu meriah untuknya.

Blekkkk!!! Tiba-tiba mata HyeSan ditutup oleh tangan seseorang. HyeSan berusaha menebak pemilik tangan yang menutup matanya ini, namun ia menyerah dan berusaha menarik tangan orang yang menutup matanya ini. Saat ia berhasil melepaskan tangan tersebut, ia membalik ke hadapan orang yang berada di belakangnya. Betapa terkejutnya HyeSan.

“Ji… JinKi? Lee JinKi?”


TBC–

24 thoughts on “Kids Become Teens? -Part 1-”

  1. bagus….bagus…bagus….. hyesa & hyesan wahh…. benar2 kembar … hahahah … ok author mian ya .. klo cuman numpang di sini .. heheh lanjut…..

  2. Seru seru. Hyesa ama hyesan. Kembar tp beda *apacoba*
    yaa authornya suka nonton sinetron nih , sampe amira rizky veli ikutan ngeksis haha *ditimpuk batu krn sotoy*
    maaf ya aku bnyk bacot. Hhe
    Ditunggu lanjutannya…

    1. bisa kali kembar tp beda.
      aku pnya kembaran dan 180 derajat beda bgt sm aku sm ky HyeSa dan HyeSan *ga ada yg nanya*

  3. apa-apaan pake ada putri yang tertukar??
    lagi demen kamu al sama riskynya?? hahaha
    tapi baguss, jadi ada lawaknya dikiit hahahaha…
    trus, kisah hyesa gimana? lanjuuuut

  4. mian telat komen… soalnya bacanya juga baru sekarang… hehehe….
    daebak author!!

    betewe… aku baru tahu kalo orang korea tahu lagunya Maliq n D’Essential juga… ^^

Leave a Reply to icusnabati Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s