JUST CALL ME ‘ANGEL’ – Part 8

JUST CALL ME ‘ANGEL’–Part 8

Author :           Dhini

Genre :           Romance

Main Cast       :

Kang Jin Yeong (imaginary),Key (SHINee),Minho (SHINee)

Support Cast   :

Kim Kyu Jong (SS501),Luna (imaginary),Jonghyun (SHINee),Onew (SHINee),Taemin (SHINee),etc….

Jin Yeong POV

Malam ini dingin sekali.Minho malah mengajakku keluar rumah.Tapi aku tak bisa menolaknya,ini kan hari ulang tahunku,aku tak boleh mengecewakan orang,apalagi Minho.

Kami duduk di bangku taman.Minho membelikanku kopi untuk menghangatkan badan.Tak lama dia muncul.Memberikanku satu dari tangannya.

Aku menyeruput kopi itu.Rasanya berbeda dari yang kuminum dengan Key.Lebih manis.

“Ini apa?”tanyaku pada Minho.

“Kopi..”ujarnya.

“Aishh…Aku juga tahu.Maksudku jenisnya.”

“Moccacino.”

Entah kenapa aku lebih suka cappuccino yang kuminum tadi.Rasanya tidak terlalu manis,pas dilidahku.Tapi mau tak mau aku meminumnya lagi,udara di sekitarku dingin sekali…

“Aku mau bicara sesuatu…”ujar Minho tiba-tiba serius.Dia menarik gelas kopi dari tanganku,dan meletakkannya.

“Jin Yeong…”dia menatapku lekat-lekat,”Apa kau mau jadi pacarku?”

Jeb!Jantungku berhenti berdetak sejenak,kemudian berdetak lagi makin lama makin cepat.Minho kau bercanda….aku tahu ini jebakan.

“Aku tahu kau pasti berpikir aku mengerjaimu karena kau ulang tahun,tapi…”Dia menggapai tanganku,”Aku serius tentang hal ini.Aku menyukaimu sebelum aku tahu namamu.Aku memperhatikanmu dari jendela rumahku semenjak pertama kali aku pindah.Aku yang tak punya teman disini hanya berharap kau bisa menjadi temanku.Tapi aku tak pernah mencoba mendekatimu,hanya memandangimu dari jauh.”

Aku terdiam mendengar kisahnya tanpa berkomentar.

“Aku sayang padamu…lebih dari teman.Aku ingin menjagamu.Kalau bisa setiap waktu ada untukmu.”ujarnya,lalu terdiam.

“Minho…”

“Kalau kau tak bisa menjawabnya sekarang,aku bisa menunggu.”ujarnya,kemudian dia melepaskan genggamannya.

Kemudian tanganku meraih kalung yang ada di leherku.

“Jangan dilepas!”sergah Minho.”Kalung itu tidak ada hubungannya dengan pernyataanku.Itu kado untukmu.Jangan dilepas!”

Aku menurunkan tanganku.

“Itu saja yang ingin aku ucapkan.Kita pulang sekarang,sepertinya kau mulai kedinginan.”ujarnya.Kamipun mengayuh sepeda beriringan dalam diam.

Key POV

Hari ini aku merasa bahagia sekali.Begitu indahkah menjadi manusia?Menurutku indah sekali.Kenapa banyak manusia yang mencoba mengakhiri hidupnya?

Aku mengingat kejadian-kejadian tadi.Ingin rasanya aku mengulangnya.Aku menggandengnya,bahkan mencium bibirnya dan dia mencium pipiku,itu semua benar-benar moment yang berharga bagiku.Aku meraba bibirku sambil menatap wajahnya yang tertidur.Seharusnya aku menciumnya lagi saat berpisah.Aku malah pergi begitu saja karena langsung mendapat sinyal tugas.Maafkan aku Jin Yeong…kau pasti bingung.

Saat berubah menjadi malaikat lagi,rasa lapar dan hausku hilang.Tapi kenapa perasaan yang tak bisa kusebut namanya tidak hilang?Perasaan ingin selalu berada disisinya,menjaganya,bahkan boleh dibilang keinginan menciumnya lagi walapun sedikit,sama sekali tidak hilang.Apa ini efek dari berubah menjadi manusia?Ya mungkin juga,dan mungkin perasaan ini akan hilang sebentar lagi.

Aku menatap kalung yang dipakai Jin yeong.Andai aku bisa melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan pemuda itu.Membelikannya kalung,memakaikannya,lalu mengungkapkan perasaan cintanya.Minho…mungkin dia orang yang tepat untuk Jin Yeong.Mereka mempunyai dunia yang sama,dan waktu yang sama.Aku…aku hanya malaikat maut yang tak mengerti apa itu cinta,bagaimana aku bisa mengungkapkan cinta,rasanya saja aku tidak tahu.Tapi mereka merasakannya.Sama-sama merasakannya.Dan dihati kecilku aku merasa sedih,kenapa aku tak bisa merasakan seperti yang mereka rasakan.

Jin Yeong…kenapa kau tidak berkata ‘ya’ atas pengakuan Minho tadi.Bukankah kau bilang kau menyukainya dan tak ingin kehilangannya?Kalian pasti akan bahagia kalau bersama.Tapi…mungkin sebaiknya kau tak menjawab ‘ya’,karena sepertinya aku lebih mengharapkanmu menjawab ‘tidak’.

Tiba-tiba aku teringat kado yang harus kuberikan untuknya.

“Jong!!!”seruku.Sedetik kemudian,malaikat mimpi itu sudah ada di sampingku.

“Dimana ini?Kenapa kau memanggilku?”tanyanya bingung.

Aku menunjuk Jin Yeong.Dia terperangah.

“Inikah gadis yang kau maksud?”

“Ya,cantik kan?”

“Ya,auranya terang.Lalu untuk apa kau memanggilku?”

“Berikanlah dia mimpi yang paling indah Jong,sebagai kado ulang tahun.”

“Ha?Kado ulang tahun?Yang benar saja…”dia tertawa kecil.

“Ayolah….”

“Baik-baik,aku periksa dulu.”Dia menatap sebentar Jin Yeong.

“Energinya cukup.Mimpi apa?”

“Hadirkan saja kedua orang tuanya di mimpinya sepanjang malam ini.”

“Cuma itu?”tanya Jong.Aku mengangguk.

Dia mendekati Jin Yeong,memainkan tangannya di ubun-ubunnya.

“Selesai…”seru Jong.

“Terimakasih!Ayo kita pulang,”ajakku.Sebelum pergi aku memandangi wajah Jin Yeong lagi.

“Semoga kau suka dengan kadoku…”ujarku,lalu benar-benar pergi.

***

Jin Yeong POV

Pagi ini aku bangun dengan segar.Bagaimana tidak,aku bermimpi indah sekali.Rasanya puas sekali aku merayakan ulang tahunku dengan kedua orang tuaku walaupun hanya dalam mimpi.Aku bersiap-siap berangkat sekolah.Setelah pamit pada bibi dan paman,aku mengeluarkan sepedaku.

Aku melihat Minho sudah bertengger di sepedanya,di depan rumahku.

“Kau ceria sekali,”serunya.

“Aku mimpi indah,”sahutku tersenyum lebar.

Sepanjang jalan kami hanya terdiam.Mungkin karena pengakuan Minho kemarin membuatku agak canggung berbicara dengannya.

“Maaf pernyataanku kemarin,kau tidak usah terlalu memikirkannya.Aku harap tidak membebanimu,dan kau tidak menghindariku.”ujar Minho.

“Tidak…Aku mengerti kok.”ujarku.Kamipun terdiam lagi.

Kami mempersiapkan diri untuk ujian semester akhir.Dan jam-jam pelajaran dirombak sedemikian rupa,sehingga beberapa mata pelajaran dikurangi jamnya menurut tingkat kesusahan.Heo seonsaengnim memberikan soal-soal matematika yang harus kami jawab dalam waktu setengah jam.Yang benar saja,aku kan lemah dalam pelajaran ini.Hyun Ji yang memang ahli dalam pelajaran ini,membantuku menyelesaikan soal.Dia mengajariku cara singkat dan rumus-rumus yang lebih mudah.Aku bersyukur mempunyai teman seperti dia.

“Hah!Otakku sepertinya sudah konslet gara-gara soal tadi.”ujarku sambil menarik bangku di kantin.

“Memangnya pernah otakmu beres,”ejek Hyun Ji.Aku merengut.

“Eh,kalungmu bagus sekali.Dari siapa?”tanyanya padaku.

“Dari…saudaraku.”ujarku berbohong.Tak mungkin kubilang dari Minho,”Ya!!!Kau tak ingat ya?Kemarin aku ulang tahun!”

“Ya ampun!”Dia menepuk keningnya,”Aku lupa,kemarin aku sibuk membantu umma di kafe.Ya sudah,hari ini aku yang traktir,OK?”

Aku tersenyum sambil menunjukkan satu ibu jariku.Dia beranjak untuk memesan makanan.Tiba-tiba seseorang muncul di depanku.

“KYAA!!!”pekikku.Key melayang di atas meja.Semua melihat ke arahku.Aku meminta maaf.

“Kau kenapa muncul tiba-tiba?”bisikku,sambil melihat sekitarku.

“Aku mau minta maaf,kemarin aku meninggalkanmu begitu saja,saat aku berubah menjadi malaikat,langsung saja muncul sinyal tugas,”ujarnya.

“Iya.Aku maafkan.Sana pergi,disini terlalu ramai.”

“Baiklah aku pergi dulu…”Dia tersenyum,lalu berubah menjadi kabut.

Dalam hati aku senang Key mengunjungiku.Apalagi mengingat kejadian kemarin.Dia berubah menjadi Key…yang romantis.

“Kau kenapa senyum-senyum sendiri?”Tanya Hyun Ji yang membawa dua mangkok sup ayam.

Aku menggeleng sambil tersenyum misterius.

“Gadis aneh!”ujarnya.

Seseorang masuk ke kantin,Luna.Benar kata Minho,penampilannya memang nyentrik.Dia melewati  meja kami,mata kami beradu.Kemudian dia membuang muka.Apa dia masih juga membenciku?

***

“Key…key…key…”

Tapi tidak ada yang muncul.

“Key…key…key…”ulangku.Aneh.

Tiba-tiba kabut putih muncul disampingku.Key!Dia muncul juga.

“Kau datang dengan anggun,”seruku tak percaya.

“Maaf,tadi aku sedang tugas,”ujarnya.Lalu duduk di meja belajarku.

“Rambutmu berubah lagi!”pekikku saat melihat rambut asimetrisnya kembali.

“Entahlah…saat aku menjadi malaikat lagi,rambutku kembali ke asal,”ujarnya sambil memilin rambutnya.“Kalungmu bagus,”pujinya.

Aku tersenyum,“Dari Minho.Katanya sebagai kado ulang tahun,tapi aku merasa aneh saat memakainya.”

“Kau suka dengannya kan?”

“Entahlah…aku tidak tahu.”ujarku,”Ini terlalu tiba-tiba.”

“Kau hanya perlu waktu…”

“Mungkin,”aku setuju.

“Jin Yeong-ah…perasaan seperti…ingin selalu bersama seseorang,ingin menjaganya,ingin menyentuhnya dan hal-hal seperti itu…kau sebut apa?”

Dia menatapku dengan tatapan sedih.Aku menatapnya penuh tanda tanya karena melihat wajahnya yang tak biasa.

“Mungkin…cinta.”ujarku menebak.

Dia menghela nafas,lalu menatap kosong,”Jadi itu cinta…”

“Kenapa ?Apa kau merasakannya?”candaku,disertai tawa kecil.

“Sepertinya begitu…”sahutnya masih menatap kosong.

Tawaku terhenti.Ada yang aneh,dia kan malaikat,apa bisa merasakan hal-hal semacam itu?

“Apa kau percaya malaikat bisa jatuh cinta?”tanyanya lirih.

Aku menggeleng pelan.

“Kau tidak percaya aku merasakannya?”tanyanya lagi.

Kali ini aku mengangguk pelan.

Dia tersenyum,senyum kesedihan.

“Kau bahkan tak percaya aku bisa merasakannya.Tapi aku  merasakannya setiap melihatmu…”

Aku tercekat.Bibirku tiba-tiba membisu.

Kulihat dia merentangkan sayapnya,”Sudahlah…jangan dipikirkan,aku sendiri tak mengerti,apalagi kau.Aku pergi dulu.”Diapun terbang keluar jendela.Tapi kali ini dia terbang pelan sekali.Ada apa dengan Key?Dan kenapa perasaanku berubah tak keruan saat mendengar kata-katanya.

***

Key POV

Aku terbang perlahan ke tempat tinggalku.Tenaga malaikatku seperti habis,digantikan oleh tenaga manusia yang sering kelelahan.Ya,aku tiba-tiba merasa lelah.Lelah karena tak mengerti kenapa perasaan itu bisa kurasakan.Cinta.Benarkah tebakan Jin Yeong kalau itu cinta?

Aku duduk di awan menatap dunia dari atas.Menatap kosong.Jin Yeong tak percaya aku memiliki perasaan ini.Tentu saja bodoh!Ini semua tak masuk akal!Aku semakin sedih saat perasaan ini tak ada gunanya jika aku utarakan kepadanya,karena dia sudah bilang dia tak percaya.

Jong muncul disisiku,”Kau kenapa?”

“Aku jatuh cinta.”

“Hah?”dia tercengang,kemudian tertawa,”kita tak tahu cinta,Min sendiri yang malaikat cinta tak bisa merasakannya,kau ini ngawur.”

“Tapi aku merasakannya.Aku yakin itu cinta,”ujarku agak keras.Entah kenapa aku bisa mempunyai emosi seperti ini.

“Jangan pernah kau berubah menjadi manusia lagi!”seru Jong.

“Kenapa?”

“Kau tak ingat cerita Min?Ah!Bahkan kau tak tahu akhir cerita itu…”Jong menggaruk kepalanya.

“Apa akhir ceritanya?”tanyaku penasaran.

Dia menghela nafas sejenak,”keempat kalinya dia berubah jadi manusia…malaikat itu…lenyap.Dinyelapkan Dewa.”

Aku menatapnya tak percaya.

“Ternyata saat kita menjadi manusia ,perlahan sifat manusia memenuhi diri kita,dan saat kita menjadi malaikat lagi…sifat itu tidak langsung menghilang,tapi memudar perlahan dan butuh proses.”jelasnya.Aku mendengarkannya dengan seksama.

“Mungkin tidak dalam hal kecil seperti lapar dan haus,itu bisa hilang dalam waktu singkat.Tapi perasaan seperti yang kau katakan tadi…bisa jadi butuh sekian tahun untuk menghilangkannya.”

“Kata siapa itu?”tanyaku penasaran.

“Aku.Aku pernah merasakannya.”

Aku tercengang lagi.Aku baru pertama kali mendengarnya.Aku kira hanya Onew,si malaikat waktu saja yang pernah melakukannya.

“Kau merasakan perasaan ini?”tanyaku lagi.

“Tidak sekuat kau.Hanya sebentar,dan hilang begitu saja.Makanya aku heran denganmu,kenapa berbeda dengan yang kualami.Perasaanmu terlalu dalam Key.Aku khawatir denganmu.”ujar Jong menepuk bahuku.

“Apa jadinya kalau aku berubah menjadi manusia lagi?”

“Perasaanmu akan semakin kuat dan kuat dengan manusia itu.Lebih dari tiga kali…mungkin sifat malaikatmu akan tergantikan oleh sifat manusia.Dan saat itulah,mungkin kau akan dilenyapkan.”

Aku menghela nafas.Ini terlalu rumit dan mengerikan dari yang kukira.

“Ceritakan saat kau menjadi manusia,”pintaku.

“Aku menjadi manusia 50 tahun yang lalu,untuk menemui gadis itu.Dia seorang pasien di rumah sakit.Setiap malam aku memberikannya mimpi indah.Dia berbeda dari gadismu yang bisa melihatmu.Dia sama sekali tak tahu aku.Akhirnya aku menemuinya sebentar saat malam hari.Aku bilang bahwa aku seorang perawat.Walaupun aku yakin dia tak percaya saat dia melihat pakaianku.”

“Dia menderita kanker hati stadium akhir.Dia bilang hanya tinggal menunggu waktu.Waktu kaummu datang padanya,”sindirnya.Aku tersenyum.

“2 Jam kami mengobrol.Aku jadi menyukainya.Saat aku berubah menjadi malaikat lagi,malaikat maut datang.”ujarnya,terlihat wajahnya sedih.

“Berapa lama kau menghilangkan perasaan itu?”tanyaku.

“Aku menjadi manusia selama 2 jam.5 tahun aku baru bisa menghilangkannya.”

Aku menatapnya tak percaya,bagaimana denganku yang bersama Jin yeong selama lebih dari 10 jam kemarin,dan malah setiap hari bersamanya.

“Mungkin kalau dia masih hidup,perasaanku akan seperti dirimu.Key!Kau harus berjanji padaku,jangan menjadi manusia lagi.”Dia pergi meninggalkanku.

Jong,maaf sepertinya aku tak bisa berjanji seperti itu,mendengar ceritamu…aku malah ingin menjadi manusia lagi agar aku bisa mengerti perasaan ini.

***

Jin Yeong POV

Aku berjalan menuju perpustakaan untuk mencari bahan-bahan ujian.Aku mengambil 2 buku biologi berbeda penerbit,satu untuk kusalin di sini,dan satunya ku bawa pulang,dan 1 buku fisika.Lalu mencari bangku kosong.Aku melihat Luna yang memainkan laptopnya.Disampingnya ada bangku kosong.Apa aku duduk disana saja?Ah…nanti malah jadi masalah.Tapi saat kulihat sekelilingku,tak ada lagi bangku kosong.Sepertinya Tuhan memang menakdirkanku untuk duduk disampingnya.

Aku menarik bangku perlahan.Lalu meletakkan buku-bukuku.Dia menoleh sebentar.

“Bisakah kau pindah tempat?Aku tak mau kau ada di dekatku!”serunya dingin tanpa melihatku

“Tapi…tidak ada tempat lagi.Tenang saja aku tak akan mengganggumu,”ujarku,lalu duduk.

“Kau!”

Tiba-tiba dia mendorongku kasar.Aku terguling dari bangku.Orang-orang disekitar melihat ke arah kami.Tiba-tiba Minho muncul membantuku bangun.Kenapa dia bisa di sini?

“Kau tak apa-apa?”tanyanya.Aku mengangguk.”Aku mengikutimu tadi.”

Dia melirik Luna,lalu langsung menariknya keluar perpus.Aku mengikuti langkah mereka.   “Minho!Kau mau apa?”seruku.Dia tidak menjawab.Lalu menarik Luna ke dalam toilet pria.Mau tak mau aku ikut ke dalam.Minho mendorong masuk Luna ke salah satu toilet dan langsung menguncinya.

“Minho!”Aku mengedor-ngedor pintu.Tak ada jawaban.Akhirnya aku memutuskan untuk menunggu diluar,saat semua siswa yang ada di dalamnya menatapku.

***

Minho POV

Gadis ini keterlaluan sekali!Mendorong kasar Jin Yeong begitu saja.Memangnya apa sih salah Jin yeong padanya?

Aku menahan tubuhnya di dinding toilet.Dia meronta.Menatapnya penuh amarah.

“Kenapa kau melakukan itu?Apa kau tahu,itu kasar sekali!”bentakku.

“Karena aku membencinya!Kenapa sih kau selalu membelanya?”sahutnya dengan nada tinggi.

“Karena dia pantas dibela daripada dirimu!”

“Kenapa kau tidak suka denganku?Kenapa sejak pertama kali bertemu kau terlihat membenciku?”

“Pertanyaan yang sama ingin kuajukan,kenapa kau membencinya?”

Dia terdiam sejenak,”Aku punya alasan.Aku tak bisa mengatakannya.Lalu kenapa kau membenciku?”

“Karena kau membenci Jin Yeong,”jawabku tegas,”Apa kau membenciku juga karena membenci Jin Yeong?”

“A..aku tidak membencimu,sama sekali tidak.”Dia tiba-tiba tampak gugup,”Aku malah menyukaimu,sangat menyukaimu.”

Aku tercengang mendengar jawabannya.Aku melepaskan cengkramanku.

“Lalu,alasan kau membencinya?”tanyaku dengan suara rendah.

“Karena…”Dia menatapku ragu,”Sudahlah…”dia menggapai pintu,aku menahan tubuhnya lagi.

“Aku tak membiarkanmu keluar sampai kau menjawabku!”seruku.

Dia membuang muka.Tampak semakin gusar.

“Jawablah!”bentakku.

Tiba-tiba dia menarik wajahku,dan….mencium bibirku.Sepersekian detik otakku kosong.

Dia menatapku dengan muka memerah dan emosi,”Salah satunya karena aku menyukaimu,alasan yang lain tidak bisa kusebutkan.”

Dia membuka kunci dan melangkah keluar,aku bisa mendengar para siswa di toilet kaget.Sementara aku masih terdiam di tempat.Aku mendudukan diriku di atas kloset.Masih syok dengan kejadian tadi.

***

TBC…

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

15 thoughts on “JUST CALL ME ‘ANGEL’ – Part 8”

  1. Key, yg sabar ya….hehe! Ntar kalo ga bisa Jin Yeong sama Minho aja deh….^^
    Author….! Thumbs Up for u!
    Tapi koq Minho dicium sama cewek, hiks! T.T

  2. KOK LENYAP SIH ?
    jd fungsi c kibum untuk menggantikan KEY, ntar ngehidupin c kibum pke malaikat waktu ? *sotoy
    aku mau a key..gtw knapa..rasa a beda..jgn kibum or minho..pengen a key…T.T

  3. mwo??? aku kok merasa minho mendingan ama jinyeong trus key juga(?) luna?? mendingan thu cewek buang aja ke tong sampah ,,judes bgt thu jidatnya(?)

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s