Incomplete – Part 3

Incomplete – Part 3

Author: Choi Minra a.k.a tikwaang

Main Casts: SHINee, Choi Minra, Choi Minhyo, Choi Siwon

Support Casts: Lee Junho, Jung Min Gi, Jung Krystal, Jung Jessica, Kim Heechul

Length: Sequel

Genre: Family, Romance, Friendship

Rating: PG – 15

Minra’s PoV

Tidak terasa hari ini merupakan hari terakhir masa orientasi. Aku dan Min Gi yang baru ingat akan hal itu langsung kegirangan di bis. Mulai besok kami akan menjalani kehidupan mahasiswa sesungguhnya, tidak ada keliling-keliling kampus, tidak ada pidato membosankan, dan tidak ada lagi anggota senat yang selalu mengikuti kami kemanapun. Akhirnya aku bisa juga terbebas dari laki-laki gila itu besok. Aku sangat senang jika mengingat hal itu, sudah pasti kami akan jarang bertemu setelah masa orientasi selesai. Dia setahun di atasku dan dia memasuki jurusan hukum, sama seperti Minho sedangkan aku memasuki jurusan design grafis.

“Minra-ya, aku dengar hari ini pemiliki Seoul University akan datang menemui kita. Dan menurut gosip yang beredar, pemilik kampus kita ini masih sangat muda dan ia sangat tampan! Aku jadi tidak sabar untuk bertemu~”

“Di otakmu itu hanya ada pria tampan ya? Aku tidak mengerti denganmu yang selalu bisa up to date soal seperti itu.” Min Gi memanyunkan bibirnya pura-pura kesal. Aku pun tertawa melihat ekspresinya yang aneh dan lucu itu.

“Bicara soal pria tampan, kemarin aku bertemu dengan Sunbae kita yang sangat tampan. Ia sangat tinggi, bermata bulat dan memiliki postur tubuh yang pas. Sepertinya ia anak basket deh.” Cerita Min Gi padaku dengan mata berbinar. Rasanya aku mengenal ‘pria tampan’ yang ia maksud.. Siapa lagi kalau bukan Choi Minho?

“Sudahlah, paling pria tampan seperti itu sudah memiliki pacar. Eh, kita sudah sampai. Kkaja!” aku langsung menarik Min Gi keluar dari bis dan bergegas menuju gedung pertemuan. Di tengah perjalanan, tiba-tiba aku ingin sekali ke kamar kecil untuk buang air kecil. Akhirnya aku menyuruh Min Gi untuk pergi duluan karena aku akan ke kamar kecil sebentar. Untung saja letak kamar kecil tidak begitu jauh dengan gedung pertemuan, jadi aku tidak perlu capek berjalan jauh lagi nanti. Aku hendak membuka pintu kamar kecil setelah selesai tapi tiba-tiba pintu itu terkunci! Aku yang panik pun langsung menggedor-gedor pintu tersebut tapi hasilnya nihil. Tidak ada seorang pun yang mendengar teriakanku ini. Ah Minra babo! Kenapa tidak menghubungi Min Gi saja daritadi? Aku kan mempunyai ponsel, ah babo (-.-) segera ku buka tas selempangku dan mencoba mencari-cari benda berwarna merah itu tapi aku tidak bisa menemukannya. Ku coba mengobrak-abrik isi tasku lagi tapi hasilnya tetap sama.

“Jangan bilang aku meninggalkannya di meja rias…… AAAARRRRRGGGHHH!”

“Agasshi.. Gwaenchanayo? Aku mendengar suara teriakanmu dari luar, jadi aku pikir…”

“Astaga! Tolong keluarkan aku dari sini! Aku terkunci di sini Tuan!” teriakku cukup kencang. Tak lama setelah itu, pintu kamar kecil terbuka dan akhirnya aku bisa keluar dari sana. Betapa kagetnya aku saat melihat sosok pria yang menolongku tadi. Ia sangat tinggi dan tampan. Pria itu memakai kemeja putih yang di balut dengan jas tetapi bentuk tubuhnya masih sangat terlihat. Sepertinya mulutku membuka saat melihat pria itu.

“Agasshi! Apa ada yang terluka? Mengapa wajahmu seperti itu?”

“He? Aniyo, aku hanya… Shock! Ya, aku shock akibat kejadian barusan.”

“Oh begitu… Hmm kau bukannya mahasiswa baru ya? Kenapa masih di sini? Kkaja! Sebentar lagi pemilik universitas ini akan memasuki ruangan!”

“Jinjayo?? Aish, aku pergi dulu ya err…”

“Siwon, ya sudah sana pergi. Tidak mau terlambat kan?” aku mengangguk cepat dan langsung berlari keluar kamar mandi tanpa menoleh ke belakang lagi.

“Ya! Kau ini kemana saja sih? Hampir saja tadi aku mau melaporkanmu sebagai orang hilang ke anggota senat.”

“Hahaha, mianhaeyo Mi Gi-ya. Tadi aku terkunci di kamar mandi, jadi aku datang terlambat. Untung saja tadi ada orang yang mendengar teriakanku.”

“Nugu? Apa dia pria yang tampan?” tanya Min Gi bersemangat. Aku pun mengangguk menaggapinya, sontak Min Gi langsung membulatkan matanya.

“Aigoo seperti di film film saja, siapa namanya? Ia juga mahasiswa? Kenapa dia bisa ada di wc perempuan? Jangan-jangan dia seorang maniak?!” aku tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan Min Gi yang begitu banyak padaku, akhirnya aku pun menceritakan semuanya pada temanku itu. Sesekali Min Gi tersenyum mendengar ceritaku, ia sangat senang saat aku menceritakan bagian aku berkenalan dengan pria bernama Siwon itu.

“Siwon? Rasanya aku pernah dengar nama itu, tapi dimana ya?”

“Tentu saja kau pernah dengar, aku kan juga punya Oppa bernama Siwon.”

“Tidaak, sepertinya aku pernah mendengar namanya dari orang lain tapi siapa ya?” belum sempat aku menjawab pertanyaan Min Gi, tiba-tiba kami sudah di kejutkan dengan suara tepuk tangan dari seluruh peserta orientasi. Ternyata sang pemilik Seoul University ini sudah datang dan hendak melakukan pidato. Ku pandangi wajah pria itu dengan seksama, rasanya aku pernah melihatnya…

“Itu Siwon yang kau maksud bukan? Aku baru ingat kalau pemilik universitas ini bernama Siwon.” Jadi Siwon itu pemilik universitas ini? Aigooo lalu yang tadi menolongku itu adalah seorang presiden direktur?! Aish! Malu sekali aku jika mengingat kejadian tadi… Aku mengangguk pelan untuk menjawab pertanyaan Min Gi tadi, tapi sepertinya ia tidak memperhatikan. Matanya terus tertuju pada Siwon yang memang sangat tampan pada saat itu. Pria itu mengambil mic yang di sodorkan oleh Nicole, salah satu anggota senat yang paling baik menurutku. Ia akan memulai pidatonya.

“Annyeonghaseo, ini pertemuan pertama kita bukan? Joneun Choi Siwon imnida, mohon bantuannya!” DEG. Choi Siwon? CHOI SIWON??

Author’s PoV

Suara dentingan piano memenuhi sebuah ruangan besar yang semuanya bernuansa putih dan hitam. Seorang pria yang sedang patah hati memainkan sebuah lagu cinta dengan penuh penghayatan. Gadis yang sangat ia puja baru saja kembali ke negara asalnya, seharusnya ia merasa senang akan hal itu tapi sayangnya tidak. Gadis itu kembali ke sini hanya untuk bertemu dengan sepupunya yang memang sudah ia sukai sejak kecil. Sakit rasanya melihat orang yang di cintai berdekatan bahkan memiliki perasaan dengan orang yang sudah kau anggap seperti sahabat dan adikmu sendiri, tapi apa yang bisa ia perbuat? Ia tidak mungkin meminta gadis itu menjadi pacarnya, mengingat apa hubungan mereka. Pria ini tahu kalau perasaan yang ia miliki untuk sang gadis itu terlarang, tapi ia tidak bisa mendiamkan perasaan ini begitu saja. Perasaannya terhadap sang gadis jauh lebih besar di banding dengan akal sehatnya yang memang hampir tidak berfungsi sekarang ini. Pria itu mengakhiri permainan pianonya dengan helaan napas yang panjang. Rasanya ia mau mati jika mengingat persoalan yang ia miliki saat ini.

“Kenapa berhenti? Lagunya kan belum selesai Jjong.” Suara cempreng seorang gadis mengagetkan pria itu. Ia tidak menyangka gadis yang sedang ia pikirkan sedari tadi itu kini hanya berjarak beberapa meter saja dari tubuhnya. Pria itu beranjak dari depan grand piano kesayangannya lalu merentangkan kedua tangannya, meminta gadis itu untuk memeluknya. Tanpa sungkan-sungkan gadis itu langsung memeluk tubuh sang pria yang lebih besar darinya itu.

“Ah~ bogoshipta… Apa kabarmu Dongsaeng? Pasti kau sedang senang kan karena bertemu dengan Kibum tadi?”

“Ah kau tahu saja kalau aku senang.. I miss you too Jjong!” ucap gadis itu sambil mempererat pelukannya dengan Jonghyun yang hanya bisa terdiam mendengarnya. Hatinya sakit mendengar ucapan rindu dari gadis ini karena ia tahu kalau ucapan rindu itu tidak memiliki arti lebih dari seorang adik yang merindukan kakaknya. Ya, Jonghyun dan gadis itu memiliki hubungan persaudaraan. Ia merupakan kakak dari gadis pujaannya dan itu membuat ia frustasi. Memang mereka berdua tidak memiliki hubungan darah sama sekali, tapi tetap saja perasaan itu terlarang.

“Yang lain pada kemana? Kenapa kau hanya sendirian saja?”

“Mereka semua pergi ke kampus, kau tahu kan hari ini hari terakhir masa orientasi? Kibum sebagai senat lalu Heechul Oppa dan Siwon Oppa sebagai pemilik universitas juga harus datang.” Jonghyun melepaskan pelukannya pada gadis itu lalu mengacak-acak rambut sang gadis dengan brutal (?). Gadis itu protes terhadap jonghyun, tapi ia sama sekali tidak menanggapi protes gadis pujaannya. Ia duduk kembali ke kursi pianonya dan mengajak serta adiknya untuk duduk di sampingnya.

“Aku ingin kau menyanyikan ulang lagu yang tadi Jjong. Sambil bernyanyi tentunya.”

“Aish, bahasa inggrisku tidak sebagus dirimu Minhyo-ya! Jangan meminta lebih ah.”

“Untukku Jjong, jebaaal.” Rengek gadis bernama Minhyo itu sambil bergelayut manja di lengan Jonghyun. Ia tidak pernah bisa menolak permintaan adiknya yang sangat manja jika sudah bergelayut di lengannya.

The nights grow cold

I’m growing older

Everyday you’re gone

is more lonesome than the last one

I’ve spent all this time

without you in my life

and you’re still on my mind

nothing ever feels alright

I’m tired of being alone

why dont you just come home

because i miss you so

and i want you to know

if you could see me now

we could move on somehow

if you could travel all the miles again

if you could just see me now

you wouldnt have a doubt

we could just start this love all over

and forget all the things we know

if you could see me now

somehow

Teriknya matahari siang ini tidak menyurutkan niatnya untuk menghampiri pria itu di ruang senat. Minra merasa kesal dengan perbuatan pria gila itu yang selalu saja menyusahkannya. Gadis bertubuh tinggi itu baru saja mendapatkan sepucuk surat yang bertuliskan kata-kata gombal di tas tangannya. Wooyoung yang saat itu sedang berada di dekatnya, langsung mengambil surat itu dan membacakannya di lorong kampus. Hal itu membuat Minra mendapatkan tatapan sinis dari para Sunbae dan teman-teman seangkatannya yang suka dengan pria itu. Sesampainya di depan ruang senat, Minra langsung membuka pintunya tanpa mempedulikan para anggota senat yang sedang rapat di dalam. Matanya hanya tertuju pada pria bertubuh tinggi kurus yang sedang memainkan pulpennya di kursi. Pria itu terlihat kaget saat melihat gadis yang ia sukai berada di ruangan senat dengan wajah masamnya.

“Ya! Ige mwoya?” tanya Minra sambil melemparkan kertas berwarna merah muda yang sudah berbentuk bulat karena ia kepal. Pria yang di tanya hanya tersenyum melihat kertas tersebut dan itu membuat Minra semakin kesal. Anggota senat yang lain langsung menghentikan rapatnya dan langsung fokus terhadap tontonan gratis ini.

“A love letter for you dear, jangan marah~”

“Bagaimana aku tidak marah? Karena kau dan surat cinta sialanmu itu, orang-orang langsung menatapku sinis! Wooyoung membacakan isi surat ini di lorong kampus..” ucap gadis itu sambil menundukkan kepalanya. Ia sangat kesal dan malu saat menceritakan kejadian di lorong kampus tadi pada pria itu. Minra tidak bisa menahan emosinya yang meluap-luap sehingga ia melampiaskannya dengan menangis. Para anggota senat langsung memandangi pria itu dengan tatapan tidak suka. Sudah kesekian kalinya wakil ketua mereka yang bekerja sebagai DJ itu membuat Hoobae mereka menangis dalam kurun waktu 3 hari ini. Jika kemarin-kemarin Hoobae mereka menangis karena penolakkan dari pria itu, kali ini mereka malah kedatangan Hoobae yang menangis karena pernyataan cinta wakil ketua mereka pada gadis itu. Salah satu dari anggota senat yang berada di ruangan saat ini merasa kesal sekali dengan kelakuan pemimpin mereka yang gemar membuat gadis menangis. Ia yang kekesalannya sudah sampai di ubun-ubun langsung berdiri dan menghampiri dua orang yang sedang bertengkar tersebut.

“Kau ini senang sekali menyusahkan orang ya? Sudah begitu banyak gadis yang kau sakiti Key, tidakkah itu membuatmu sadar?”

“Junho-ya, ini bukan urusanmu. Lagipula aku kan tidak berniat jahat pada Minra, aku hanya ingin menyatakan perasaanku saja kok.” Ucap Key membela diri. Minra yang saat itu masih menunduk langsung mendongakkan kepalanya dan mendapati Junho sudah berada di sampingnya memarahi Key. Ia sedikit terpana melihat wajah Sunbaenya itu yang terlihat sangat serius menanggapi permasalahannya ini.

“Aku tahu tapi kau tidak bisa seenaknya memperlakukan orang seperti ini. Kau tidak boleh egois Key, kau sendiri tahu kan bagaimana fans-fansmu bertindak? Ingat saat kau dan Nicole di gosipkan berpacaran? Mereka memukuli Nicole! Bagaimana kalau kejadian itu terjadi juga pada Minra?”

“Tentu saja aku akan melindunginya! Tidak usah bertanya lagi Junho-ya.”

“Lalu kenapa kau tidak melindungi Nicole? Kenapa hanya Minra saja yang akan kau lindungi? Apa kau punya jawabannya Kim Kibum?” Key terdiam menatap Junho yang terus menyerangnya dengan pertanyaan-pertanyaan menjebak. Saat Nicole di pukuli, ia sedang berada di Amerika. Menjalani liburan semesternya lalu tanpa sengaja bertemu dengan gadis yang memikat hatinya yaitu Minra. Nicole sepertinya merasa sakit hati dengan diamnya Key saat di tanya seperti itu oleh Junho, ia langsung keluar ruangan tanpa berpamitan terlebih dahulu. Tak berapa lama, Junho dan Minra pun ikut pergi keluar ruangan tanpa mengatakan apa-apa pada Key yang masih termenung melihat kejadian barusan. ‘Kenapa bisa jadi rumit begini?’ pikir Key.

Minho’s PoV

Jung Min Gi. Jung Min Gi. Jung Min Gi. Kira-kira gadis bernama Jung Min Gi itu mahasiswa jurusan apa ya? Aku ingin mengembalikan buku catatannya yang terjatuh kemarin, tapi aku tidak tahu harus mencari dia dimana. Ku keluarkan buku berwarna merah marun itu dari tas ku lalu ku buka halaman pertamanya. Ternyata ini buku diary miliknya. Ku tutup kembali buku itu karena merasa tidak sopan membuka buku pribadinya tapi ternyata rasa penasaranku lebih besar di banding dengan kesopananku. Akhirnya aku lanjutkan membaca buku itu sambil berjalan. Ternyata ia memiliki dua kakak perempuan yang tinggal di Amerika dan kini ia tinggal bersama neneknya saja di Seoul. Ia sangat merindukan kedua kakak perempuannya itu, tapi ia tidak bisa menghubungi mereka karena ayah mereka tidak mengizinkannya. Min Gi di persalahkan atas meninggalnya sang ibu beberapa tahun silam sehingga ia di kucilkan oleh ayahnya. Kadang-kadang kedua kakaknya itu menghubungi Min Gi secara diam-diam tapi itu malah membuat Min Gi semakin sedih. Aku merasa hidupnya itu selalu di liputi dengan perasaan bersalah padahal ia tidak bersalah sama sekali. Ibunya hanya ingin menyelamatkan anaknya yang berusia 10 tahun dari truk di jalan raya. Alhasil ibunya meninggal sedangkan Min Gi masih hidup sampai sekarang dengan perasaan bersalah. BUK. Tubuhku bertabrakan dengan seorang yeoja lagi sepertinya. Yeoja itu terduduk di tanah sambil menundukkan kepalanya. Lama-lama aku mendengar suara isakkan keluar dari bibir yeoja itu. Jangan-jangan dia bukan manusia lagi? Aku sudah bersiap-siap untuk melarikan diri ketika tiba-tiba yeoja itu memanggilku.

“Sunbae…” panggil yeoja itu sambil mendongakkan kepalanya. Matanya berlinangan air mata dan wajahnya terlihat sangat kusut saat itu. Dialah yeoja pemilik buku merah marun ini dan bagusnya aku menabraknya lagi saat aku sedang membaca buku miliknya yang ternyata sebuah diary. Ia menatapku dengan tatapan tidak suka sekaligus kecewa. Sepertinya ia sangat kesal dengan sikapku yang lancang membaca diary miliknya.

“Kenapa kau membaca buku itu? Buku itu milikku.”

TBC

P.S: comment masih sangat berarti bagi saya, jadi comment yaaa ^^ /maksa

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

Advertisements

6 thoughts on “Incomplete – Part 3”

  1. Lanjutannya cepetan yaaa
    Sebenernya tadi sempet lupa sama ceritanya
    Makanya baca part 2 dulu ( untuk yang kedua kalinya)
    Lanjuuutt

Leave a Reply to Park yoomi Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s