JUST CALL ME ‘ANGEL’– Part 10

JUST CALL ME ‘ANGEL’–Part 10

Author :           Dhini

Genre :           Romance

Main Cast       :

Kang Jin Yeong (imaginary),Key (SHINee),Minho (SHINee)

Support Cast   :

Kim Kyu Jong (SS501),Luna (imaginary),Jonghyun (SHINee),Onew (SHINee),Taemin (SHINee),etc….

Jin Yeong POV

Aku tercekat dengan kata-kata Key yang tiba-tiba.

“Kau…mau berubah lagi?”

Dia mengangguk mantap.

“Baiklah,”ujarku senang.

Tak lama kemudian sinar di tubuhnya hilang.Aku mencoba menyentuh wajahnya.Dia benar-benar sudah menjadi manusia.

“Berikan aku baju,fashionku benar-benar parah,”ujarnya.

Aku tertawa.“Bahkan sedetik baru menjadi manusia kau sudah sadar kalau kostummu itu payah.”

Aku membuka lemariku.Tapi tak ada yang cocok lagi untuknya.Masa dia mau memakai baju kemarin lagi.

“Sebentar ya,”aku berhamburan menuju kamar appa dan umma yang ada di sebelah kamar paman dan bibiku.

“Jin Yeong kau belum berangkat?”Tanya bibiku dari kamarnya.

“Sebentar lagi…”sahutku.Aku membuka lemari baju appa yang masih utuh walaupun dia tak ada.Aku mengambil jas appa yang berukuran agak kecil,kemejanya,dan celana setelan dan juga sepatu.Lalu kembali ke kamarku.

Aku segera menyuruhnya untuk memakainya di kamar mandi.

“Disini saja ya,”ujarnya sambil terseyum jahil.

“Aisshh….makin lama kau makin menakutkan.Sudah cepat sana!Sebentar lagi acara dimulai,”Aku mendorong tubuhnya ke dalam kamar mandi.

“Jangan mengintip ya!”serunya dari dalam.

“Jangan harap!”

Kudengar suara tawanya.Dia jadi aneh.Kemarin murung sekarang jahilnya sudah muncul lagi.Tapi tak apa,aku suka dengan Key yang seperti ini.

Dia keluar.Baju appa benar-benar pas ditubuhnya.

“Bagaimana?Aku seperti model kan?”ujarnya sambil bergaya.

“Oh,yang benar saja.Ya!!Kenapa kau jadi percaya diri seperti ini?Kau makan apa?”tanyaku heran.

“Aku belum makan,makanya seperti ini.”ujarnya.

“Di rumah seonsaengnim banyak makanan,”ujarku,”Oh,iya kau pakai ini saja.”aku membuka laci meja riasku,lalu mengambil kacamataku,bukan kacamata minus tentunya.

Dia memakainya,memang benar dia seperti model.

“Kau tak mau mengubah rambutku?”tanyanya.

Aku tersenyum,”Kau adalah Key!Untuk apa aku merubah rambutmu.Lama-lama aku sadar kalau rambutmu itu keren.”

Dia tersenyum lebar.

“Ayo jalan,”Aku menarik tangannya.Aku melihat sekeliling lantai satu.Hyo Rin Ajumma tidak ada,mungkin di dalam kamar.Pamanku pasti belum pulang.

“Key,jalan pelan-pelan.Nanti ketahuan!”bisikku padanya yang ada dibelakangku.

“Memangnya kenapa?”tanyanya lugu.

“Apa nanti kata bibiku melihat lelaki keluar dari kamarku,”sahutku sebal.Kadang-kadang respon Key lambat!

Kami mengendap-endap sampai kepintu.Aku menyuruh Key keluar duluan.

“Jin Yeong kau sudah mau jalan?”tiba-tiba bibiku berteriak dari kamarnya.

Refleks aku mendorong pintu.

“Awww!!!”

“Iya Ajumma,aku pergi dulu.”sahutku,aku melirik Key,YA TUHAN!!!Kakinya terjepit pintu!!!

“Awww…..”aku langsung membekap mulutnya.Lalu buru-buru menutup pintu.

Aku melepaskan bekapanku saat sudah jauh dari pintu pagar.Key jalan terseok-seok.

“Sakit tahu!”serunya sambil memegangi telapak kakinya.

“Sudahlah…jadikan pengalaman saat menjadi manusia!”candaku,”Cepat pakai sepatumu!”

Dia menurut.Ya ampun….imut sekali.

Kami memutuskan untuk naik taksi.Aku melihat jam tanganku.30 menit lagi acara dimulai.

Aku memasuki halaman rumah seonsaengnim.Aneh,kenapa ramai sekali.Bukankah ini acara kelasku?Aku melihat Jin Won dan Kevin,anak kelas 3-2.Jaejin,Min Hyuk,Jin Ri,dan woo hyun sedang membentuk lingkaran.Mereka kan anak kelas 3-3,apa Minho juga ada?

Lalu Chae Rin,dan Seohyun yang sedang mengobrol,mereka anak 3-4.Apa Kim seonsaengnim mengundang mereka semua?

Aku menggandeng tangan Key,mencari-cari Hyun Ji.

“Jin Yeong-ah…pelan-pelan!Kakiku masih sakit.”protes Key.Aku tertawa dalam hati saat mendengarnya,mengingat ekspresi muka Key yang terjepit,sungguh naas.

Aku melihat Kim seonsaengnim sedang mengobrol dengan Heo Young Saeng seonsaengnim, Kim Hyung Joon seosaengnim,dan Kim Hyun Joong seonsaengnim.Mereka memang satu angkatan.Aku jadi teringat wali kelas pertamaku.Park seonsaengnim.Harusnya dia ada disana.Tapi…kalau Kim seonsaengnim tidak jadi wali kelas,pesta ini juga tak akan ada,kan?

Saat kuteliti lagi ternyata ada kepala sekolah,bahkan pemain musik juga!Wah…wali kelasku mengadakan pesta kelulusan besar-besaran.

Akhirnya aku bertemu Hyun Ji.Dia sedang mengobrol dengan Yoona.

“Jin Yeong-ah!!!!”dia langsung berhamburan memelukku.”Aku kangen sekali!Bagaimana selama 5 hari di rumah?”

Aku tersenyum,”Begitulah…membosankan!”seruku sambil melirik Key.Dia pura-pura tak mendengar.

“Ngomong-ngomong dia siapa?Aku tak pernah melihatnya,”tanya Yoona,melirik Key.

“Ehmm…dia saudara jauhku.Aku sengaja mengajaknya kesini.Perkenalkan,namanya Key.”aku menyikut Key,lalu berbicara dengan mataku agar dia mengulurkan tangan.Dia pun menurut.

“Key,”ujarnya bergantian menyalami Yoona dan Hyun Ji.

“Ki?namamu cuma Ki?”Tanya Hyun Ji heran.

“K-E-Y,”Key mengeja namanya.

“Kunci?Aneh sekali…”sambung Yoona.

Aku tertawa dalam hati.Aku jadi teringat saat aku pertama kali mendengar namanya dulu.Reaksi yang sama dengan mereka.

“Tapi dia tampan,Yoona.Apalagi kalau tanpa kacamata.Coba buka!”pinta Hyun Ji.

“Jangan,dia tidak melihat dengan baik tanpa kacamata.”ujarku cepat.

Key menatapku bingung.Dia tetap saja lambat!

Tiba-tiba Minho datang,aku melihat penampilannya yang lain dari biasanya.Dia memakai jas abu-abu tua,kemeja kotak-kotak dan pita?Huh,Kemana Minho yang cool itu?Dia tampak imut,tapi tetap keren.

“Jin Yeong!Kau meninggalkanku!”omelnya.

“Maaf aku tak tahu,kukira bukan seluruh kelas.”ujarku bersalah.

“Ya ampun,pita ini membuatmu imut!”seru Hyun Ji.

“Yahh!!Aku memakainya karena dipaksa bibiku.”Minho merengut,”Ngomong-ngomong siapa ini?”Dia beralih pada Key yang dari tadi diam disampingku.

“Dia saudara jauhku.”ujarku.

“Oh…Minho,”Minho mengulurkan tangannya pada Key,tapi Key terlihat segan.

“Key,”sahut Key.

“Ha?”

“Key.”

“Oh…Ki..”

“K-E-Y,”aku tersentak saat tiba-tiba Key tampak gusar.Dia meninggalkan kami.Mau kemana dia?

“Key!”seruku,”Maaf aku pergi dulu.”ujarku pada ketiga temanku.Lalu menyusul Key.

“Kau kenapa?”tanyaku sambil menarik tangannya.Dia menghadapku.

“Tidak apa-apa.Aku hanya kurang nyaman berada di keramaian.”ujarnya pelan.

Aku jadi serba salah.

“Ya sudah kan ada aku.”aku tersenyum.Dia masih merengut.

“Senyumlah,atau kita pulang saja,”ancamku.

“Jangan!Baiklah,”Dia pun tersenyum setengah terpaksa.

Acara dimulai.Pertama sambutan dari ketua angkatan kami,Ki Seop.Diteruskan dengan para wali kelas,lalu terakhir Kepala Sekolah.Mereka menyampaikan selamat,juga nasehat-nasehat agar kami tidak melupakan almamater kami,dan didoakan semoga sukses.

Appa,umma,akhirnya aku lulus!Key menatapku sambil tersenyum.

“Aku tahu kau sangat senang,”ujarnya.

Lalu wali kelasku muncul sambil memegang mikrofon,”Dan acara akan dimulai!!!!”serunya.

Seketika kembang api muncul dia atap rumahnya. Warna biru kesukaanku muncul pertama kali.Indah sekali.

Tiba-tiba Key menggenggam tanganku.Dia menatap kembang api itu.Sepertinya dia senang sekali.

“Lebih indah dari lampu-lampu kota yang kulihat setiap malam.”gumamnya.

“Ya benar,”tambahku setuju.

Tak lama kemudian,suasana yang aku sebut romantis ini,berubah menjadi riuh.Bagaimana tidak?musik berbeat cepat mengalun begitu saja.Hingar bingar kehidupan malam(?) hadir.Aku melihat wali kelasku yang biasanya terlihat cool,melompat tiba-tiba.

“ARE YOU READY TO ROCKKKKK???”teriaknya sambil menunjukkan tiga jari metalnya.

“YEAAHHHH!!!!”sahut anak-anak serempak.Lalu semua menggerakkan badan,kompak sekali.Mungkin hanya aku yang masih shock.

“Seonsaengnim kerasukan,”seruku  pada Key sambil tertawa.

Diapun ikut tertawa,”Apa itu gurumu yang sering kau ceritakan?”

Aku mengangguk.

“Dia benar-benar kerasukan,”Key malah menambahi.Kami tertawa keras.

Aku mencoba mengikuti beat musik ini.Dan akhirnya aku bergerak tak keruan.Sudahlah yang penting senang.Key bingung menatapku.

“Kau sedang apa?”tanyanya sambil tersenyum mengejek.Dia sudah bisa macam-macam ekspresi rupanya.

“Aku dance.Ayo,kau juga ikutan!”Aku menarik tangannya,memainkannya ke kiri dan ke kanan.

“Yahh!!!Bukan begitu!”Dia menarik tangannya.Lalu tiba-tiba meliukkan badannya dengan gerakan-gerakan aneh.Aku spontan tertawa.

“Kau sebut itu dance?”tanyaku dengan tawa yang tambah keras saat melihat tangannya maju ke depan kebelakang dengan kaki diangkat bergantian.

“Ini keren!”ujarnya bangga.

Aku ingin menangis.Malaikat ini benar-benar lucu!Benar saja air mataku mengalir karena tak kuat menahan tawa.

“Jin Yeong!Temanmu semangat sekali!”seru seung hyun yang juga menari-nari tak jelas di sampingku.

Tiba-tiba Key menarik tanganku menuju meja-meja yang disiapkan.Kulihat mukanya memerah.

“Aku kira tak ada yang melihat,”sungut Key.

Tawaku meledak lagi.Aku terseok-seok ditarik oleh key.

“Selucu itukah aku?”tanyanya tak percaya.

“Tentu saja!Harusnya tadi kurekam untuk kenang-kenangan.”

“Apa kau senang?”

Aku mengangguk.

“Syukurlah…”ujarnya ikut tersenyum.

“Lakukan itu lagi nanti malam di kamarku!”titahku.

“Tidak mau.Kau saja,ternyata dancenya melelahkan.sepertinya aku salah gerakan.”

Dan kali ini dia sukses membuatku tertawa lagi.

Tak lama kemudian musik bertempo lambat mengalun.Terdengar dentingan piano dan suara biola.Suasana romantis kembali hadir.Aku menatap Key.

“Kau mau…”

“Jin Yeong,ayo berdansa denganku!”Sebelum selesai aku menyelesaikan kata-kataku pada Key,Minho sudah menarikku.Aku melirik Key.Dia hanya tersenyum tipis sambil mengangguk.

Aku berhadapan dengan Minho yang ya ampun…tinggi sekali.Baru kali ini aku menyadarinya.Dia memegang pinggangku.Sepertinya dia tahu cara berdansa.Sedangkan aku,aku tak janji kalau aku tidak akan menginjak kakinya.

“Jin Yeong…kau dekat sekali dengannya?”Tanya Minho.

“Dia kan saudaraku,jadi dekat dari kecil,”alasan klasik.Aku memang tak pintar berbohong.

Minho menatapku.

“Ada apa?”tanyaku.

“Ehmm…tentang jawabanmu itu.Mungkin kau sudah punya?”ujarnya hati-hati.

Aku menunduk.Aku jadi nervous.

“Aku mungkin…tidak bisa menunggu lagi Jin Yeong,aku butuh kepastian.”

Aku masih tertunduk,lalu menatap ke arah Key yang duduk di bangku.

Aku melepaskan tangan Minho perlahan dari pinggangku.Lalu aku melepas kalung pemberiannya.Aku meraih tangannya dan meletakkannya di genggamannya.

“Apa itu artinya?”tanyanya pelan.

“Maaf Minho…”

“Tapi ini kado dariku,tidak ada hubungannya dengan ini.”

Aku menggeleng pelan,”Tidak pantas untukku.Kau lebih layak memberikannya pada gadis yang lebih baik dariku.Dan juga mencintaimu.”

Dia menggenggam kalung itu,”Apa karena lelaki itu?”tanyanya namun tanpa emosi,”Aku tahu dia bukan saudaramu.Kau merahasiakan sesuatu dariku.”

Aku menatapnya tak percaya.

“Ya, sepertinya,”aku menghela nafas.

Untunglah dia tak bertanya lagi.Dia memang seperti itu,tak mau ikut campur urusan orang.

“Tak apa,aku mengerti,”Minho tersenyum.Walaupun wajahnya tampak kecewa sekali.”Aku akan pergi  ke Australia sebulan lagi.Ayahku mempunyai restoran disana.Dan aku akan mengelolanya sambil kuliah.”

Aku tercekat,”Minho kenapa kau pergi?Kenapa kau tidak di sini saja,kuliah bersamaku.”

“Sebenarnya kalau jawabanmu ya,aku tak akan pergi.Tapi karena…”

“Minho maaf…”

“Aku bercanda,”Dia tertawa kecil,”Itu memang sudah rencanaku dari dulu.”

“Lalu aku?”

“Kau punya dia yang akan menjagamu,kalau dia macam-macam hubungi saja aku.Ok?Sudahlah sekarang kau berdansa dengannya.Sepertinya dari tadi dia ingin sekali membunuhku.”candanya.Diapun menggandengku menuju Key.

Minho!Bahkan aku sendiri tak tahu apa kami bisa bersama atau tidak.

***

Key POV

Aku tak membenci pemuda itu.Selama aku jadi malaikat aku malah ingin dia jadian dengan Jin Yeong,agar Jin Yeong terpastikan benar-benar terjaga.Tapi saat menjadi manusia,saat melihat mukanya,dadaku bergemuruh.Aku teringat saat mereka makan es krim,bermain,bersepeda,dan saat pemuda itu memberikannya kalung.Semua hal-hal yang tak bisa kulakukan dengan bebas bersama Jin Yeong.Inikah yang disebut cemburu?Ya,benar.Selama menjadi malaikat rasa cemburuku tertahan,tapi sekarang meluap.

Aku melihat mereka berdansa.Aku cemburu lagi.Ah lebik baik tak usah melihatnya.Aku memainkan sepatu kebesaran ini.Jas ini,baju dan sepatu adalah milik orang yang kuambil nyawanya.Ironis sekali.

Aku memainkan gelas di hadapanku.Seseorang duduk dihadapanku.Teman Jin Yeong,yang namanya err….siapa?Hyun Ji?

“Kau mau berdansa?”tanyanya.

Aku menggeleng cepat.

“Ayolah,”ajaknya.

“Tidak usah,”ujarku lagi.Sebelum Hyun Ji menarikku,Jin Yeong pun datang.Terimakasih Dewa!

“Key dansa yuk!”ajaknya.Aku langsung menyutujuinya.

“Yahh!!!Terus aku bagaimana?”Tanya Hyun Ji tak terima.

“Denganku saja,”ujar Minho.Hyun Ji tampak kegirangan.

“Kau bisa dansa?”Tanya Jin Yeong.

“Tadi kan sudah kau lihat,”

“Bukan yang murahan seperti itu,yang seperti ini?”dia menarik tanganku dan melingkarkannya di pinggangnya.Aku merasakan jantungku melakukan marathon.Cepat sekali.

Tubuh kami mulai berayun mengikuti irama musik.

“Awww!!!”tiba-tiba dia menginjak kakiku,impas sudah kedua kakiku sakit.

“Maaf,maaf!”ujarnya cepat.

“Kau bisa tidak sih?”tanyaku.

Dia menggeleng.Dewa…kali ini sepertinya aku perlu kaki yang baru.

“Tak usah seperti ini,begini saja,”Aku menarik tangan Jin Yeong yang ada di pundakku ke leherku.Dan satunya lagi.Akupun melingkarkan kedua tanganku kepinggangnya.

“Begini lebih nyaman.”ujarku.

“Key boleh aku bersandar?”tanyanya.

“Silahkan saja.”kataku.Dia meletakkan kepalanya di dadaku.Oh Dewa!Dia pasti bisa mendengar jantungku berdegup cepat.

“Key…kau gemetar,”ujar Jin Yeong sambil tertawa.Tuh kan,benar!

“Yang ingin minum kopi silahkan memesan sendiri.Oh,ya jam 9 kita akan pesta BBQ.”ujar guru Jin Yeong yang katanya kerasukan itu,lalu disambut sorakan senang anak-anak.

“Kau mau?”tanyaku pada Jin Yeong.

Kami bertatapan sesaat.

“Capuccino!”ujar kami serempak.

Aku berjalan ke bartender.Aku memesan dua cappuccino.Lalu tak lama disampingku muncul guru Jin Yeong itu.

Dia memesan kopi dengan nama lain.entahlah aku tak mengerti.Sesaat mata kami beradu.

“Kau anak kelas berapa?”tanyanya bingung.

“Aku…cuma saudara jauh Jin Yeong,”ho-oh sekarang aku sudah bisa berbohong rupanya.

“Jin Yeong muridku?”

Aku mengangguk.Lalu dia menatapku lagi.

“Apa kau yang waktu itu menemani dia ke pemakaman?”tanyanya lagi.

Aku mengingat-ingat,oh…dia ada di sana waktu itu.Aku mengangguk lagi.

Aku mengambil dua gelas kopi yang diberikan bartender,lalu tersenyum sambil membungkukkan sedikit badanku padanya,dan akan melangkah…

“Tunggu!”serunya.Aku terhenti,menoleh kepadanya.

***

 

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

16 thoughts on “JUST CALL ME ‘ANGEL’– Part 10”

  1. keren keren…..
    jadi tambah penasaran…..
    hahahahaha key oppa dance’a bikin ketawa aja pdhal key oppa jago dance aslinya……
    lanjut ya author…..
    jngn lama” *reader bnyk mau’a

    1. part 9 dah kukirim..tapi kayanya salah publish dah……….

      ke wp aku aja dhini91.wordpress.com (sekalian promosi…hehe)

    1. thanks dah ikut bantu dalam pencerahan *?*, firda…….
      ya,ya yang menanyakan part 9 ke link itu aja………………………^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s