This Is My Life – Part 1

This Is My Life – Part 1

Tittle : This is My Life – Part 1

Author : Ayu Wandira.

Genre : Romance/Love (PG-13), Sad,

Length : Sequel.

Main Cast : Sun Hye, Kim Jonghyun.

Support Cast : Eun Jisu, Minah, SHINee.

A/N : Hmm…Gomawo Admin yang udh nge-post FF abal-abal ku ini ^_^.

Sebenernya FF ini udh ditetapin untuk Oneshot, tetapi karena kelebihan halaman nya, aku buat sequel aja deh, makasih yang udh mau baca dan komen :)) dan maaf juga nih, kalo alur cerita nya ngalur-ngidul kemana-mana, soalnya enggak aku baca lagi. Jangan lupa komen nya ^.^

Tapi kayaknya part 1—ini terlalu dramatis deh…maluu! 😛

~~ Sun Hye POV ~~

Aku melangkahkan kaki-ku untuk yang pertama kalinya di Seoul Internasional School.

Sekolah ini terbagi menjadi 5 bagian, satu : TK, dua: SD, tiga: SMP, empat: SMA, lima: University of Seoul International School.

Sekarang aku berada di bangku SMA, kelas 3.

Hati ku sangat senang bisa bisa bersekolah disini. Aku melihat sekeliling, seperti nya semua memperhatikan ku, yang sedang berdiri memandangi sekolah megah ini.

Aku terus berjalan mencari namaku di papan daftar nama siswa baru. Dan, ya aku melihat namaku tercantum di kelas 3-A, hatiku semakin berdebar-debar.

Aku merasa ada seseorang yang memegang pundak ku, ku tengokan kepala ku kebelakang, dan ya. Ada seseorang yoeja manis nan imut berbicara dengan ku..

“Annyeong, apakah kau anak baru disini??” tanya nya.

“Ne” jawab ku.

“Eh, Eun Jisu imnida” ia memperkenalkan diri nya padaku.

“Sun Hye imnida, dimana kelasmu??” tanya ku.

“Kita sekelas kok, ayo duduklah bersamaku!” ucap nya yang menunjuk nama ku da papan daftar nama, lalu menarik tangan ku masuk kedalam kelas 3-A.

Aku terus mengikuti langkah yoeja ini, sampai-sampai aku melihat banyak yoeja yang duduk berderet melingkar dan aku juga melihat di tengah nya ada seseorang namja, dan namja itu muka nya sangat tidak asing lagi bagiku…dia..dia..dia mantan pacar ku yang sekarang ini menjadi salah satu personel SHINee, ya dia adalah Kim Jonghyun.

“Nah, silahkan duduk. Sun Hye!” pinta nya, sesampai nya aku di tempat duduk, sebelah kiri dekat jendela.

“Ah, Ne”

Sesudah aku duduk di tempat ku, aku termenung. Mengapa ada Jonghyun di sini?

Pertanyaan  itu selalu berputar di otak-ku, ada apa dengan ku??

“Hey, kau anak baru??” 3 orang yoeja kelas lain menghampiri ku, mereka bertanya dengan nada sangat kasar.

“Ne” jawab ku singkat.

“Sini!! Ikut aku!” suruhnya, dan kedua temannya menarik tangan-ku secara paksa *-_-*

“Hey!! Lepaskan aku!!” teriak ku, sesampai nya di taman yang lumayan sepi menurut ku, kulihat ada sedikit bercak merah mewarnai tangan-ku.

Aku di dudukan di kursi, disini hati ku terus meminta pertolongan pada siapa pun, karena aku sama sekali tidak mengenal 3 yoeja ini. ‘Ya Tuhan, tolong aku!!’

“PLAKK..siapa kau, berani-berani nya menyuruhku untuk melepaskan mu?? Aku tidak akan melepaskan mu, Yoeja PENGGODA!” tamparan nya, membuat air mataku pecah, dalam sesaat.

“Aw, tolong jangan lakukan itu padaku! Apa salahku?? Siapa kau, aku tidak sama sekali mengenalmu!? Dan apa maksud mu, Yoeja Penggoda?” tanya ku. Aku terus mencoba agar teman nya, melepaskan tangan ku, tapi nihil itu tidak berhasil.

“PLAKKK! Salahmu? Kau ingat? Kau adalah mantan kekasih Kim Jonghyun, dan kami semua disini tidak suka dengan yoeja yang pernah berpacaran dengan salah satu namja popular di sekolah ini!! Dan sekali lagi ku-ingatkan bahwa jonghyun MILIK KAMI!!!

Dan jika kau berani untuk mengambil Jonghyun dari kami, rasakan ini BUKK…BUKK…” pukulan betubi-tubi terus mengenai sekujur tubuh-ku hingga akhirnya..

“LEPASKAN DIA!! SIAPA KAU BERANI-BERANINYA MEMUKULI YOEJA YANG TIDAK SALAH!!!DAN APA URUSAN MU MELARANG NYA UNTUK DEKAT DENGANKU???” seseorang namja datang, dan suara-nya mengagetkan ku, dia..dia Kim Jonghyun.

Aku merasakan ada cairan yang membasahi tangan-ku dan benar saja itu DARAH, aku tidak berani melihat darah, dulu aku sangat takut terhadap darah, dan sekarang pun itu masih ada didalam tubuhku.

Aku hanya berharap Jonghyun bisa menolong-ku.

“Jeongmal Mianhae, Kim Jonghyun kami hanya ingin memberikan peringata..”

“PERGI KALIAN!!!”

Disini aku mulai takut terhadap-nya karena bisa-bisa salah satu dari mereka terluka, tetapi aku yakin. Jonghyun tidak akan mau melukai seseorang Yoeja.

~~ Flasback (2-1-2005) ~~

“Ah, tolong jangan pukul aku Minhye!” pinta ku

“BUKK…aku tidak tau harus memberi peringatan apalagi padamu, tolong jangan dekati Kim Jonghyun, kau adalah miliku!!”

“Aww….hiks-hiks te..tapi i..iitu dulu Minhye, sekarang aku tidak ada hubungan apa-apa lagi denganmu”

“PLAKKK….dengar aku sangat mencintai-mu, kalau aku melihat kau berdua lagi dengan Kim Jonghyun. Aku tidak akan segan-segan untuk membunuhnya!”

“To..tolong jangan lakukan itu padanya! Aku akan menuruti apa katamu!”

“Oh, baiklah. Aku hanya ingin..” ia menghampiri diriku, ia memulai membuka kancing atas baju-ku. Aku mulai terus-menerus mengeluarkan air mata, yang tidak bisa di bendung lagi.

“YAAA!!! SIAPA KAU BERANI-BERANINYA INGIN MELAKUKAN ITU PADA YOEJACHINGU-KU??? ” tiba-tiba terdengengar samar-samar suara Jonghyun, yang meneriaki Minhye dari balik Pintu.

“Oppa, tolong a..aku!!” pinta-ku

Jonghyun menghampiri Minhye, dan memukuli sekujur tubuh Minhye, aku pun juga berusaha membuka ikatan yang ada di belakang tangan-ku.

Saat kulihat Jung Minhye tergeletak tak berdaya, Jonghyun langsung berlari menghampiriku.

“Oppa..” tangisku semakin meledak.

“Ssstt…kau sudah aman bersamaku, kau sudah lihat, aku sudah membuatnya jatuh pingsan. Dan jangan pernah ungkit-ungkit masalah ini lagi, Ne??” ia langsung memberiku pelukan yang sangat hangat, aku terus menangis didalam pelukan nya.

“Ne, oppa” jawab ku.

~~ End of Flashback ~~

“Ne, kami akan pergi.” ucap yoeja itu, dan pergi meninggalkan taman.

“Sun Hye, apakah kau baik-baik saja??” tanya Jonghyun khawatir, itu semua terlihat dari raut wajahnya.

“Hiks…hiks…a..a..aku hiks..”

“Ssstt….jangan menangis, kau sudah aman bersama-ku” ia memeluku erat. (Mau..)

DEG! Kenapa ini seperti, kejadian waktu itu?

“Hiks..hiks..” aku terus menangis didalam pelukan.

“Ssstt…aku minta, jangan melepaskan pelukan ini!” pintanya, membuat jantung ku, berdetak tak karuan.

“Ah..hiks..hiks…maaf..” aku melepaskan pelukan nya, tetapi tenaga ku kalah kuat darinya.

“Aigoo, ada darah di tanganmu. Tolong jangan menangis, akan ku obati.” ucap nya saat melihat darah ditanganku.

“Tolong jangan membuatku rindu padamu Jonghyun!” batin ku.

~~ Author POV ~~

Di saat Jonghyun selesai membersihkan luka Sun Hye, ia bertanya..

“Apakah sudah baikan??” tanya nya.

“Emph…Ne, Gamsahapnida ^^” ucap Sun Hye.

“Choemaneyo, Jagi”

“Ah..mian-mian, aku masih ingat kejadian-kejadian kita, apakah kau ingat?” tanya nya.

“Ah,masih..” jawab Sun Hye.

“Sun Hye, aku mau kau menjawab dengan jujur!”

“Ne, apa??”

“Aku mau kita bersama seperti dulu, apakah kau mau?? Saranghae Sun Hye” ucap Jonghyun serius.

“DEG! Apa yang barusan ia katakan? Ya tuhan, apakah aku harus menerima nya, kembali? Ya memang sebenarnya aku masih menyukai nya, tetapi..” batin Sun Hye.

Sun Hye pun berpikir sedikit lama dan ia berkata..

“Eh, Ne” jawab Sun Hye, dengan senyuman manisnya itu.

“Benarkah?? Apakah selama kau di Erop..”

Sun Hye langsung membekap mulut Jonghyun dengan tissue, yang ia pegang.

“Mph…mph…mph…mph..” jonghyun mencoba untuk mengambil nafas, tetapi tidak bisa.

“Ssstt, jangan bicara terus, oppa! Aku ingin pulang, selamat tinggal” ucap Sun Hye lalu melepaskan tissue-nya yang menempel di mulut jonghyun.

“Hhhh….hhh…baiklah, mari aku antar!”

“Tidak usah, oppa. Aku mau pulang sendiri saja. Lagian oppa-kan harus seko…”

Jonghyun balik membekap(=_=) mulut Sun Hye.

“Yaa!! Kau ini, sekarang aku pacarmu. Jadi aku harus mengantarmu pulang!!”

~~ Kim Jonghyun POV ~~

Oh, God. Terima kasih kau sudah mengembalikan Sun Hye padaku, tetapi mengapa sikap yang terlalu polos seperti Taemin (=.=)-nya masih ada??

“Mph…mph…mph…mph…” ahahah muka-nya lucu sekali.

“Ayo, cepat ikut aku!!” perintah-ku

Aku pun melepaskan bekapan-ku dari mulutnya, kulihat ia mengambil nafas dengan terengah-engah. Ahahahaaha..mukanya itu..hihihihhih seperti anak bayi, hihih..

“Oppa, kau ini jahat sekali padaku!” seronoh-nya, dengan menyikut tangan-ku.

“Gantian dong..” ucapku, cengengesan.

~~ Author POV ~~

Di dalam perjalanan pulang, mereka berdua berbincang-bincang dengan senang-nya. Jonghyun pun memberhentikan mobil-nya di depan rumah Sun Hye.

“Oppa, ayo mampir dulu!” ajak Sun Hye

“Ah, Ne”

Jonghyun dan Sun Hye pun masuk kedalam rumah minimalis berwarna abu-abu itu.

“Annyeonghaseo, Ahjumma,” ucap Jonghyun saat melihat Umma Sun Hye.

“Oh, Ne Annyeong. Sun Hye? Kau sudah kembali? Cepat sekali?” tanya Umma-nya dengan ragu.

“Ah, itu Umma. Tadi aku..” tiba-tiba Jonghyun langsung memotong pembicaraan Sun Hye.

“Tadi ada kecelakaan sedikit dengan salah satu guru disekolah kami, jadi hari pertama untuk murid baru hanya sedikit waktu untuk berkenalan,” terang Jonghyun yang berbohong, karena takut apa yang terjadi di sekolah ketahuan oleh umma Sun Hye.

“Oh..lalu?” tanya Umma Sun Hye sambil mendelikan matanya kea rah Jonghyun.

Jonghyun pun bingung apa yang dimaksud oleh Umma Sun Hye.

“Ini namjachingu-ku Umma,” ucap Sun Hye lalu menggandeng tangan Jonghyun.

“Mwoya? Namjachingu?”

“Ne, umma. Bagaimana?” Sun Hye bertanya balik ke umma-nya, sedangkan Jonghyun hanya diam.

“Mmm..lumayan untuk mu. Jonghyun! Tolong jaga Sun Hye dengan baik, dan jangan membawa Sun Hye ke hal-hal negative, Ne?” ucap Umma Sun Hye  kepada Jonghyun.

“Ne, tentu” ucap Jonghyun.

“Baiklah ayo kita makan bersama, ayo Jonghyun,” ucap Umma Sun Hye, dan mereka ber-3 memasuki ruang makan.

“Oppa, mau makan apa?” tanya Sun Hye, sambil mengambilkan piring untuk namjachingu nya.

Di atas meja makan sudah tersedia Bulgogi, Kimchi, Soup Daging Sapi, Ikan Bakar, dan lain-lain.

“Aku ingin Ikan Bakar saja,” jawab Jonghyun.

“Ne,”

Tiba-tiba suara dering telpon genggam Sun Hye berdering.

“Yeoboseyo?”

“Sun Hye, bagaimana kabar mu?” tanya yoeja diseberang sana.

“…..Minah?” tanya Sun Hye.

“Ne, sudah lamaaa sekali kita tidak bertemu, bagaimana kalau kita bertemu malam ini? Sekarang aku sudah ada di Seoul,” ucap Minah.

“Mwoya? Cepat sekali kau pulang,”

“6 tahun kau bilang cepat? Ahahaha…dasar. Jadi bagaimana?” tanya Minah kembali.

“Baiklah, kita bertemu dimana?” tanya Sun Hye.

“Bagaimana kalau di Lotte World?”

“Mwo? Itu terlalu jauh dari tempat tinggal ku, bisa-bisa aku pulang telat, bagaimana kalau di Starbucks?” usul Sun Hye.

“Baiklah, sampai ketemu nanti malam, muachh…”

“Ne” sambungan pun terputus.

“Jagi, siapa yang menelpon mu tadi?” tanya Jonghyun.

“Itu Minah, teman lama ku yang sekarang baru pulang dari New York,” jawab Sun Hye.

“Oh, baiklah ayo makan,” ucap Jonghyun dan langsung menyumpitkan Ikan yang sudah terselimuti oleh Nasi.

~~ Sun Hye POV ~~

“Aigoo!  Oppa, makanya jangan buru-buru, ada nasi di pipi mu,” ucap ku lalu menyingkirkan nasi yang berada di pipi Jonghyun.

“Ah, gomawoo.” ucap nya.

Hah??!!

Umma?? Umma dimana? Dari tadi tidak terlihat?

Aku pun berjalan kea rah dapur dan…

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA~!!!!!!!!!!” teriak ku, melihat Umma tergeletak tak berdaya di sekujur tubuh nya terlihat cairan berwarna merah. Darah.

“UMMA!!!!”

Aku pun memeluk tubuh umma, Jonghyun menghampiriku.

“Sun Hye?” tanya nya.

“Hiks…Hiks…Hiks, O..opp..oppa,” aku pun menangis.

“Ssst! Berdirilah!” ucap nya berbisik, dan membantu ku untuk berdiri.

“Hiks..hiks..hiks..hiks..”

“Oppa! Oppa!! Umma!! Waeyo?? Hhh~ Hiks..hiks..” reflek aku memukul-mukul dada Jonghyun karena sakit sekali rasanya melihat umma tergeletak tak berdaya seperti itu.

Jonghyun menggenggam tangan ku erat. “Ayo kita kerumah sakit untuk memastikan keadaan umma-mu,” Jonghyun langsung menarik ku, agar sedikit menggeser kea rah kanan. Jonghyun pun menggendong umma dan membawanya ke dalam mobil.

Sebenarnya ada apa dengan umma? Apa yang terjadi, umma? Kuharap engkau tidak meninggalkan ku untuk selama nya aku masih ingin bersama mu Umma! Jebal! Apa mungkin bayang-bayang Appa terlihat lagi? (Akan kuceritakan) Dulu Appa meninggal karena terkena serangan jantung mendadak, itu pun terjadi di dapur, memang aku tidak tau penyebab kematian Appa karena apa, aku hanya tau Appa meninggal karena terkena serangan jantung mendadak. Dan kuharap Umma tidak melihat bayangan Appa dirumah ini. Dulu memang pernah bayangan Appa terlihat oleh umma, dan itu semua membuat umma shock berat dan koma selama 4 minggu.

Tetapi ini?! Wajah umma sudah diselimuti oleh darah dan tubuhnya pun terselimuti oleh darah. Jadi umma??

Rumah sakit..

Umma telah dibawa ke ruangan UGD untuk diperiksa. Aku hanya duduk dan menangis di dalam ruang tunggu. ‘Ya tuhan, selamatkan lah umma ku, aku tidak ingin hal yang serupa kembali menghantui ku, hanya karena kematian, Jebal! Aku ingin umma bertahan sampai sekarang ya tuhan’ batin ku, lalu mencium kalung salip ku.

“Sun Hye, berhentilah menangis. Yakin kan lah dirimu untuk bisa menerima semua apapun untuk hal ini, aku pun berharap agar umma mu terselamatkan” ucap Jonghyun tiba-tiba.

“Hh~ Ne,” ucap ku.

Karena menunggu terlalu lama, aku akhirnya tertidur di ruang tunggu, dan aku masuk kea lam mimpi.

“Umma!?” ucap ku bingung, melihat umma telah memakai pakaian berwarna putih pucat.

“Kemarilah,”

“Ne,”

“Mianhae” ucap umma.

“Mianhae? Untuk apa umma?” tanya ku.

Umma tidak menjawab lagi. “Umma! Gwenchana?” tanya ku.

Kugucang tubuh umma, tetapi umma tetap diam tidak menjawab.

Tiba-tiba seseorang namja menghampiriku. Dan aku pun sadar namja berwajah pucat dan berbaju putih itu adalah Jonghyun.

“Jonghyun?Oppa? Ada apa dengan umma dan dirimu?”

“GLEKK!!” Jonghyun terjatuh.

“Oppa!! Oppa!! Gwechana?? Malhae!!” tanya ku.
Tetapi tetap tidak dijawab oleh nya, jadi ada apa ini?

~~ Jonghyun POV ~~

Dokter pun menghampiri kami berdua.

“Maaf, apakah adik keluarga yang bersangkutan dengan kejadian ini?” tanya nya.

“Oh, Ne.” jawab ku.

“Baiklah, bisa kah adik ikut dengan saya?” tanya nya.

Ku lihat Sun Hye masih terlelap, jika aku tinggal bisa-bisa hal buruk terjadi. Baiklah aku akan membangunkan Sun Hye.

“Tunggu sebentar, dok” ucap ku. Dan berlalu membangunkan Sun Hye.

“Sun Hye! Bangun..” aku mengguncang tubuh nya dua kali, dan itu berhasil membangunkan nya. Matanya sembab dan muka nya sedikit kusut.

“Sun Hye, tolong tunggu sebentar aku ingin bicara pada dokter,” ucap ku.

“Untuk apa, oppa?” tanya nya.

“Nanti kau mengetahui nya. Aku pergi dulu hanya 5 menit, aku akan kembali” ucap ku, dan berlalu menuju ruang dokter.

“Ne,”

Sesampai nya diruang dokter aku pun bertanya..

“Ada apa, dokter memanggil saya?” tanya ku.

“Mmm, jadi begini. Wanita yang kau bawa tadi hanya shock, tetapi dia ingin mencoba membunuh diri untuk mengakhiri hidup. Jadi intinya Hati yang ada di dalam tubuh nya, sudah tidak bisa digunakan lagi untuk hidup karena tertusuk oleh sesuatu, tetapi dia akan selamat jika ada pendonor hati untuk nya. Jadi apakah ada pendonor untuk nya? Waktu nya masih sedikit lama, 4 hari dia akan masih bertahan, tetapi jika 4 hari berlalu tidak ada cara lagi untuk menyelamatkan nya.” terang dokter.

Hati? Pendonor hati?

“Jadi maksud dokter, harus ada pendonor hati untuk menyelamatkan hidup nya? Begitu?” tanya ku.

“Ne,”

“Baiklah kalau begitu, saya berjanji akan mencari pendonor hati untuk nya, tetapi jika tidak ada saya bersedia untuk menjadi pendonor nya, dok. Permisi, selamat sore” ucap ku lalu berlalu pergi dari ruangan dokter itu.

Jonghyun! Bagaimana nasib mu, jika kau yang akan mendonor kan hati mu? Dan bagaimana dengan SHINee? Dan seharus nya aku berpikir 10x untuk hal ini. Tetapi hanya ini jalan keluar nya, Jonghyun! Percaya lah!!

“Oppa, apa yang terjadi dengan umma?” tanya Sun Hye, setibanya aku dihadapan nya.

“Sun Hye..umma mu baik-baik saja, ayo kita pulang” ucap ku.

“Ne,”

Diperjalanan pulang aku hanya diam. Setibanya di depan rumah Sun Hye aku berkata..

“Sun Hye, aku hanya ingin berikan ciuman terakhir untuk mu,” ucap ku pelan, dan semoga Sun Hye tidak mendengar kata Terakhir, pasti dia akan kebingungan.

“Ciuman terakhir? Maksud oppa?”

Hh~ Aku menarik nafas sebelum menjawab nya.

“Ah, ani ani..sudah lah, Muachh..selamat malam jagi! Semoga mimpi indah!” ucap ku.

“Ne, oppa. Hati-hati di jalan, semoga kau selamat. Selamat malam juga oppa, Muach..” kini giliran nya mencium pipi ku.

“Hyung, tumben baru pulang jam segini?” tanya Minho setibanya aku di dalam dorm.

“Tadi aku kerumah sakit,” jawab ku.

“Siapa yang sa..Krik kit?” tanya nya, sambil mengunyah keripik kentang.

“Umma jagiya-ku,” jawab ku singkat.

“MWO??! Jagiya? Sudah punya? Kenapa baru bilang hyung?” tanya nya.

“Aish!! Sudah minggir lah dulu, aku ingin istirahat,” ucap ku lalu berlalu menuju kamar.

“Ah, Hyung sudah pulang?” tanya Taemin.

“Ne, tidurlah” ucap ku, dan langsung membuka semua pakaian ku dan berganti dengan pakaian tidur.

Kulihat Taemin sudah menguap beberapa kali, dan langsung tidur tanpa mematikan lampu.

“Dasar Taemin, kenapa kau lupa mematikan lampu? KLEKK!” lampu pun kumatikan.

“Muachh…” ku cium kening Taemin dan membaringkan tubuh ku disebelahnya.

3 Hari berlalu aku masih belum mendapatkan pendonor.

Hanya 1 hari lagi untuk menyelamatkan umma Sun Hye, bagaimana ini?

Baiklah aku akan pergi ke taman untuk mecari cara untuk mendapatkan pendonor.

~~ Sun Hye POV ~~

Aish~!!

PR-ini susah sekali! Bagaimana cara mengerjakan nya?

Tiba-tiba handphone ku berdering.

“Ne, yeoboseyo?”

“Sun Hye-ah! Kemana kau tadi malam?” tanya seseorang. Minah.

“Aigoo, mianhae Minah. Jeongmal Mianhae, aku lupa. Tadi malam aku kerumah sakit menemani umma, jadi aku tak sempat bertemu dengan mu. Mianhae, jeongmal mianhae. Aku tidak bisa menemanimu pada hari kembali nya kau ke seoul. Mianhae~” ucap ku.

“Mwoya? Umma mu sakit apa, Sun Hye?” tanya nya.

“Aku tidak tau, kemarin Jonghyun hanya bilang umma ku shock, tetapi kenapa ada banyak darah disekujur tubuh umma-ku,aku pun tidak tau” ucap ku.

“OMONA!! Yang sabar Sun Hye! Aku akan kerumah mu saja lah,”

“Ah! Jangan sekarang Minah! Aku sedang banyak tugas, tidak bisa sekarang, jika bisa nanti akan kuberi tau, Ne?”

“Baiklah, berhubung appa-ku dokter, aku sekarang akan ke rumah sakit. Kau mau ikut, Sun Hye?” tanya nya.

“Tidak bisa, cantik! Sudah ku bilang kan tadi?”

“Ahahaha..baiklah, bye-bye.”

“Ne, bye~”

Huft…

Jonghyun oppa, sudah 2 hari tidak menelpon ku, kemana dia?

Kupjiat satu-persatu nomer telp. Jonghyun, dan..akhirnya terangkat.

“Oppa! Ada dimana? Sudah 2 hari ini oppa tidak menelpon ku, oppa sakit?” tanya ku.

“Ah, jagi. Oppa tidak sakit, oppa baik-baik saja” jawab nya.

“Jangan berbohong…jujurlah!”

“Hish! Aku tidak berbohong kok, sudah dulu aku ada kegiatan hari ini, Muach.., bye-bye.” ucap nya menutup komunikasi.

AAA!! Oppa!! Nyebelin sekali! Dasar!

Beberapa menit kemudian selesai lah semua PR yang sulit nya selangit.

Tiba-tiba mimpi aneh itu datang menghampiri otak ku.

Sebenarnya mimpi aneh apa itu? Umma?? Jonghyun?? Kenapa mereka berdua bisa ada di dalam mimpi ku? Dan mereka berdua juga terlihat pucat? Dan juga mereka memakai baju berwarna putih? Sebenarnya ini mimpi indah/mimpi buruk? Semoga saja ini semua mimpi indah!

Huh! Baiklah semua tugas sekolah sudah terselesaikan sekarang aku mempunyai waktu luang, sekarang…ah ya! Aku menonton TV saja lah (-_-“).

Kulihat channel hari ini tidak ada yang menarik, aku hanya menonton KBS 2TV’s “Invicible Youth”, huh..Taemin kau ada-ada saja, masa ada yang menang engkau berikan pelukan? Itu terlalu aneh menurutku.

Mandi dulu sajalah. Selesai Mandi aku pergi jalan-jalan ke taman untuk membaca buku.

“AAA!! Bagaimana ini?” tiba-tiba terdengar suara namja berteriak, tetapi suara nya mirip denga Jonghyun, apa itu dia? Kuhampiri sumber suara itu, dan benar saja ada Jonghyun yang sedang menundukan kepalanya sambil mengacak-ngacak rambut nya sendiri. Ada yang aneh?

“Oppa?” ku sentuh bahu nya, dan ia pun menengok.

“Lepaskan AKU!!” teriak nya, menepis tanganku.

“Oppa? Gwenchana?” tanya ku.

“Hhh..” ku lihat ia mulai menarik nafas.

“Mianhae..” ucap nya, dia pun langsung berdiri

To Be Continued

This Is My Life – Part 1

Tittle : This is My Life – Part 1

Author : Ayu Wandira.

Genre : Romance/Love (PG-13), Sad,

Length : Sequel.

Main Cast : Sun Hye, Kim Jonghyun.

Support Cast : Eun Jisu, Minah, SHINee.

A/N : Hmm…Gomawo Admin yang udh nge-post FF abal-abal ku ini ^_^.

Sebenernya FF ini udh ditetapin untuk Oneshot, tetapi karena kelebihan halaman nya, aku buat sequel aja deh, makasih yang udh mau baca dan komen :)) dan maaf juga nih, kalo alur cerita nya ngalur-ngidul kemana-mana, soalnya enggak aku baca lagi. Jangan lupa komen nya ^.^

Tapi kayaknya part 1—ini terlalu dramatis deh…maluu! 😛

~~ Sun Hye POV ~~

Aku melangkahkan kaki-ku untuk yang pertama kalinya di Seoul Internasional School.

Sekolah ini terbagi menjadi 5 bagian, satu : TK, dua: SD, tiga: SMP, empat: SMA, lima: University of Seoul International School.

Sekarang aku berada di bangku SMA, kelas 3.

Hati ku sangat senang bisa bisa bersekolah disini. Aku melihat sekeliling, seperti nya semua memperhatikan ku, yang sedang berdiri memandangi sekolah megah ini.

Aku terus berjalan mencari namaku di papan daftar nama siswa baru. Dan, ya aku melihat namaku tercantum di kelas 3-A, hatiku semakin berdebar-debar.

Aku merasa ada seseorang yang memegang pundak ku, ku tengokan kepala ku kebelakang, dan ya. Ada seseorang yoeja manis nan imut berbicara dengan ku..

“Annyeong, apakah kau anak baru disini??” tanya nya.

“Ne” jawab ku.

“Eh, Eun Jisu imnida” ia memperkenalkan diri nya padaku.

“Sun Hye imnida, dimana kelasmu??” tanya ku.

“Kita sekelas kok, ayo duduklah bersamaku!” ucap nya yang menunjuk nama ku da papan daftar nama, lalu menarik tangan ku masuk kedalam kelas 3-A.

Aku terus mengikuti langkah yoeja ini, sampai-sampai aku melihat banyak yoeja yang duduk berderet melingkar dan aku juga melihat di tengah nya ada seseorang namja, dan namja itu muka nya sangat tidak asing lagi bagiku…dia..dia..dia mantan pacar ku yang sekarang ini menjadi salah satu personel SHINee, ya dia adalah Kim Jonghyun.

“Nah, silahkan duduk. Sun Hye!” pinta nya, sesampai nya aku di tempat duduk, sebelah kiri dekat jendela.

“Ah, Ne”

Sesudah aku duduk di tempat ku, aku termenung. Mengapa ada Jonghyun di sini?

Pertanyaan  itu selalu berputar di otak-ku, ada apa dengan ku??

“Hey, kau anak baru??” 3 orang yoeja kelas lain menghampiri ku, mereka bertanya dengan nada sangat kasar.

“Ne” jawab ku singkat.

“Sini!! Ikut aku!” suruhnya, dan kedua temannya menarik tangan-ku secara paksa *-_-*

“Hey!! Lepaskan aku!!” teriak ku, sesampai nya di taman yang lumayan sepi menurut ku, kulihat ada sedikit bercak merah mewarnai tangan-ku.

Aku di dudukan di kursi, disini hati ku terus meminta pertolongan pada siapa pun, karena aku sama sekali tidak mengenal 3 yoeja ini. ‘Ya Tuhan, tolong aku!!’

“PLAKK..siapa kau, berani-berani nya menyuruhku untuk melepaskan mu?? Aku tidak akan melepaskan mu, Yoeja PENGGODA!” tamparan nya, membuat air mataku pecah, dalam sesaat.

“Aw, tolong jangan lakukan itu padaku! Apa salahku?? Siapa kau, aku tidak sama sekali mengenalmu!? Dan apa maksud mu, Yoeja Penggoda?” tanya ku. Aku terus mencoba agar teman nya, melepaskan tangan ku, tapi nihil itu tidak berhasil.

“PLAKKK! Salahmu? Kau ingat? Kau adalah mantan kekasih Kim Jonghyun, dan kami semua disini tidak suka dengan yoeja yang pernah berpacaran dengan salah satu namja popular di sekolah ini!! Dan sekali lagi ku-ingatkan bahwa jonghyun MILIK KAMI!!!

Dan jika kau berani untuk mengambil Jonghyun dari kami, rasakan ini BUKK…BUKK…” pukulan betubi-tubi terus mengenai sekujur tubuh-ku hingga akhirnya..

“LEPASKAN DIA!! SIAPA KAU BERANI-BERANINYA MEMUKULI YOEJA YANG TIDAK SALAH!!!DAN APA URUSAN MU MELARANG NYA UNTUK DEKAT DENGANKU???” seseorang namja datang, dan suara-nya mengagetkan ku, dia..dia Kim Jonghyun.

Aku merasakan ada cairan yang membasahi tangan-ku dan benar saja itu DARAH, aku tidak berani melihat darah, dulu aku sangat takut terhadap darah, dan sekarang pun itu masih ada didalam tubuhku.

Aku hanya berharap Jonghyun bisa menolong-ku.

“Jeongmal Mianhae, Kim Jonghyun kami hanya ingin memberikan peringata..”

“PERGI KALIAN!!!”

Disini aku mulai takut terhadap-nya karena bisa-bisa salah satu dari mereka terluka, tetapi aku yakin. Jonghyun tidak akan mau melukai seseorang Yoeja.

~~ Flasback (2-1-2005) ~~

“Ah, tolong jangan pukul aku Minhye!” pinta ku

“BUKK…aku tidak tau harus memberi peringatan apalagi padamu, tolong jangan dekati Kim Jonghyun, kau adalah miliku!!”

“Aww….hiks-hiks te..tapi i..iitu dulu Minhye, sekarang aku tidak ada hubungan apa-apa lagi denganmu”

“PLAKKK….dengar aku sangat mencintai-mu, kalau aku melihat kau berdua lagi dengan Kim Jonghyun. Aku tidak akan segan-segan untuk membunuhnya!”

“To..tolong jangan lakukan itu padanya! Aku akan menuruti apa katamu!”

“Oh, baiklah. Aku hanya ingin..” ia menghampiri diriku, ia memulai membuka kancing atas baju-ku. Aku mulai terus-menerus mengeluarkan air mata, yang tidak bisa di bendung lagi.

“YAAA!!! SIAPA KAU BERANI-BERANINYA INGIN MELAKUKAN ITU PADA YOEJACHINGU-KU??? ” tiba-tiba terdengengar samar-samar suara Jonghyun, yang meneriaki Minhye dari balik Pintu.

“Oppa, tolong a..aku!!” pinta-ku

Jonghyun menghampiri Minhye, dan memukuli sekujur tubuh Minhye, aku pun juga berusaha membuka ikatan yang ada di belakang tangan-ku.

Saat kulihat Jung Minhye tergeletak tak berdaya, Jonghyun langsung berlari menghampiriku.

“Oppa..” tangisku semakin meledak.

“Ssstt…kau sudah aman bersamaku, kau sudah lihat, aku sudah membuatnya jatuh pingsan. Dan jangan pernah ungkit-ungkit masalah ini lagi, Ne??” ia langsung memberiku pelukan yang sangat hangat, aku terus menangis didalam pelukan nya.

“Ne, oppa” jawab ku.

~~ End of Flashback ~~

“Ne, kami akan pergi.” ucap yoeja itu, dan pergi meninggalkan taman.

“Sun Hye, apakah kau baik-baik saja??” tanya Jonghyun khawatir, itu semua terlihat dari raut wajahnya.

“Hiks…hiks…a..a..aku hiks..”

“Ssstt….jangan menangis, kau sudah aman bersama-ku” ia memeluku erat. (Mau..)

DEG! Kenapa ini seperti, kejadian waktu itu?

“Hiks..hiks..” aku terus menangis didalam pelukan.

“Ssstt…aku minta, jangan melepaskan pelukan ini!” pintanya, membuat jantung ku, berdetak tak karuan.

“Ah..hiks..hiks…maaf..” aku melepaskan pelukan nya, tetapi tenaga ku kalah kuat darinya.

“Aigoo, ada darah di tanganmu. Tolong jangan menangis, akan ku obati.” ucap nya saat melihat darah ditanganku.

“Tolong jangan membuatku rindu padamu Jonghyun!” batin ku.

~~ Author POV ~~

Di saat Jonghyun selesai membersihkan luka Sun Hye, ia bertanya..

“Apakah sudah baikan??” tanya nya.

“Emph…Ne, Gamsahapnida ^^” ucap Sun Hye.

“Choemaneyo, Jagi”

“Ah..mian-mian, aku masih ingat kejadian-kejadian kita, apakah kau ingat?” tanya nya.

“Ah,masih..” jawab Sun Hye.

“Sun Hye, aku mau kau menjawab dengan jujur!”

“Ne, apa??”

“Aku mau kita bersama seperti dulu, apakah kau mau?? Saranghae Sun Hye” ucap Jonghyun serius.

“DEG! Apa yang barusan ia katakan? Ya tuhan, apakah aku harus menerima nya, kembali? Ya memang sebenarnya aku masih menyukai nya, tetapi..” batin Sun Hye.

Sun Hye pun berpikir sedikit lama dan ia berkata..

“Eh, Ne” jawab Sun Hye, dengan senyuman manisnya itu.

“Benarkah?? Apakah selama kau di Erop..”

Sun Hye langsung membekap mulut Jonghyun dengan tissue, yang ia pegang.

“Mph…mph…mph…mph..” jonghyun mencoba untuk mengambil nafas, tetapi tidak bisa.

“Ssstt, jangan bicara terus, oppa! Aku ingin pulang, selamat tinggal” ucap Sun Hye lalu melepaskan tissue-nya yang menempel di mulut jonghyun.

“Hhhh….hhh…baiklah, mari aku antar!”

“Tidak usah, oppa. Aku mau pulang sendiri saja. Lagian oppa-kan harus seko…”

Jonghyun balik membekap(=_=) mulut Sun Hye.

“Yaa!! Kau ini, sekarang aku pacarmu. Jadi aku harus mengantarmu pulang!!”

~~ Kim Jonghyun POV ~~

Oh, God. Terima kasih kau sudah mengembalikan Sun Hye padaku, tetapi mengapa sikap yang terlalu polos seperti Taemin (=.=)-nya masih ada??

“Mph…mph…mph…mph…” ahahah muka-nya lucu sekali.

“Ayo, cepat ikut aku!!” perintah-ku

Aku pun melepaskan bekapan-ku dari mulutnya, kulihat ia mengambil nafas dengan terengah-engah. Ahahahaaha..mukanya itu..hihihihhih seperti anak bayi, hihih..

“Oppa, kau ini jahat sekali padaku!” seronoh-nya, dengan menyikut tangan-ku.

“Gantian dong..” ucapku, cengengesan.

~~ Author POV ~~

Di dalam perjalanan pulang, mereka berdua berbincang-bincang dengan senang-nya. Jonghyun pun memberhentikan mobil-nya di depan rumah Sun Hye.

“Oppa, ayo mampir dulu!” ajak Sun Hye

“Ah, Ne”

Jonghyun dan Sun Hye pun masuk kedalam rumah minimalis berwarna abu-abu itu.

“Annyeonghaseo, Ahjumma,” ucap Jonghyun saat melihat Umma Sun Hye.

“Oh, Ne Annyeong. Sun Hye? Kau sudah kembali? Cepat sekali?” tanya Umma-nya dengan ragu.

“Ah, itu Umma. Tadi aku..” tiba-tiba Jonghyun langsung memotong pembicaraan Sun Hye.

“Tadi ada kecelakaan sedikit dengan salah satu guru disekolah kami, jadi hari pertama untuk murid baru hanya sedikit waktu untuk berkenalan,” terang Jonghyun yang berbohong, karena takut apa yang terjadi di sekolah ketahuan oleh umma Sun Hye.

“Oh..lalu?” tanya Umma Sun Hye sambil mendelikan matanya kea rah Jonghyun.

Jonghyun pun bingung apa yang dimaksud oleh Umma Sun Hye.

“Ini namjachingu-ku Umma,” ucap Sun Hye lalu menggandeng tangan Jonghyun.

“Mwoya? Namjachingu?”

“Ne, umma. Bagaimana?” Sun Hye bertanya balik ke umma-nya, sedangkan Jonghyun hanya diam.

“Mmm..lumayan untuk mu. Jonghyun! Tolong jaga Sun Hye dengan baik, dan jangan membawa Sun Hye ke hal-hal negative, Ne?” ucap Umma Sun Hye  kepada Jonghyun.

“Ne, tentu” ucap Jonghyun.

“Baiklah ayo kita makan bersama, ayo Jonghyun,” ucap Umma Sun Hye, dan mereka ber-3 memasuki ruang makan.

“Oppa, mau makan apa?” tanya Sun Hye, sambil mengambilkan piring untuk namjachingu nya.

Di atas meja makan sudah tersedia Bulgogi, Kimchi, Soup Daging Sapi, Ikan Bakar, dan lain-lain.

“Aku ingin Ikan Bakar saja,” jawab Jonghyun.

“Ne,”

Tiba-tiba suara dering telpon genggam Sun Hye berdering.

“Yeoboseyo?”

“Sun Hye, bagaimana kabar mu?” tanya yoeja diseberang sana.

“…..Minah?” tanya Sun Hye.

“Ne, sudah lamaaa sekali kita tidak bertemu, bagaimana kalau kita bertemu malam ini? Sekarang aku sudah ada di Seoul,” ucap Minah.

“Mwoya? Cepat sekali kau pulang,”

“6 tahun kau bilang cepat? Ahahaha…dasar. Jadi bagaimana?” tanya Minah kembali.

“Baiklah, kita bertemu dimana?” tanya Sun Hye.

“Bagaimana kalau di Lotte World?”

“Mwo? Itu terlalu jauh dari tempat tinggal ku, bisa-bisa aku pulang telat, bagaimana kalau di Starbucks?” usul Sun Hye.

“Baiklah, sampai ketemu nanti malam, muachh…”

“Ne” sambungan pun terputus.

“Jagi, siapa yang menelpon mu tadi?” tanya Jonghyun.

“Itu Minah, teman lama ku yang sekarang baru pulang dari New York,” jawab Sun Hye.

“Oh, baiklah ayo makan,” ucap Jonghyun dan langsung menyumpitkan Ikan yang sudah terselimuti oleh Nasi.

~~ Sun Hye POV ~~

“Aigoo!  Oppa, makanya jangan buru-buru, ada nasi di pipi mu,” ucap ku lalu menyingkirkan nasi yang berada di pipi Jonghyun.

“Ah, gomawoo.” ucap nya.

Hah??!!

Umma?? Umma dimana? Dari tadi tidak terlihat?

Aku pun berjalan kea rah dapur dan…

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA~!!!!!!!!!!” teriak ku, melihat Umma tergeletak tak berdaya di sekujur tubuh nya terlihat cairan berwarna merah. Darah.

“UMMA!!!!”

Aku pun memeluk tubuh umma, Jonghyun menghampiriku.

“Sun Hye?” tanya nya.

“Hiks…Hiks…Hiks, O..opp..oppa,” aku pun menangis.

“Ssst! Berdirilah!” ucap nya berbisik, dan membantu ku untuk berdiri.

“Hiks..hiks..hiks..hiks..”

“Oppa! Oppa!! Umma!! Waeyo?? Hhh~ Hiks..hiks..” reflek aku memukul-mukul dada Jonghyun karena sakit sekali rasanya melihat umma tergeletak tak berdaya seperti itu.

Jonghyun menggenggam tangan ku erat. “Ayo kita kerumah sakit untuk memastikan keadaan umma-mu,” Jonghyun langsung menarik ku, agar sedikit menggeser kea rah kanan. Jonghyun pun menggendong umma dan membawanya ke dalam mobil.

Sebenarnya ada apa dengan umma? Apa yang terjadi, umma? Kuharap engkau tidak meninggalkan ku untuk selama nya aku masih ingin bersama mu Umma! Jebal! Apa mungkin bayang-bayang Appa terlihat lagi? (Akan kuceritakan) Dulu Appa meninggal karena terkena serangan jantung mendadak, itu pun terjadi di dapur, memang aku tidak tau penyebab kematian Appa karena apa, aku hanya tau Appa meninggal karena terkena serangan jantung mendadak. Dan kuharap Umma tidak melihat bayangan Appa dirumah ini. Dulu memang pernah bayangan Appa terlihat oleh umma, dan itu semua membuat umma shock berat dan koma selama 4 minggu.

Tetapi ini?! Wajah umma sudah diselimuti oleh darah dan tubuhnya pun terselimuti oleh darah. Jadi umma??

Rumah sakit..

Umma telah dibawa ke ruangan UGD untuk diperiksa. Aku hanya duduk dan menangis di dalam ruang tunggu. ‘Ya tuhan, selamatkan lah umma ku, aku tidak ingin hal yang serupa kembali menghantui ku, hanya karena kematian, Jebal! Aku ingin umma bertahan sampai sekarang ya tuhan’ batin ku, lalu mencium kalung salip ku.

“Sun Hye, berhentilah menangis. Yakin kan lah dirimu untuk bisa menerima semua apapun untuk hal ini, aku pun berharap agar umma mu terselamatkan” ucap Jonghyun tiba-tiba.

“Hh~ Ne,” ucap ku.

Karena menunggu terlalu lama, aku akhirnya tertidur di ruang tunggu, dan aku masuk kea lam mimpi.

“Umma!?” ucap ku bingung, melihat umma telah memakai pakaian berwarna putih pucat.

“Kemarilah,”

“Ne,”

“Mianhae” ucap umma.

“Mianhae? Untuk apa umma?” tanya ku.

Umma tidak menjawab lagi. “Umma! Gwenchana?” tanya ku.

Kugucang tubuh umma, tetapi umma tetap diam tidak menjawab.

Tiba-tiba seseorang namja menghampiriku. Dan aku pun sadar namja berwajah pucat dan berbaju putih itu adalah Jonghyun.

“Jonghyun?Oppa? Ada apa dengan umma dan dirimu?”

“GLEKK!!” Jonghyun terjatuh.

“Oppa!! Oppa!! Gwechana?? Malhae!!” tanya ku.
Tetapi tetap tidak dijawab oleh nya, jadi ada apa ini?

~~ Jonghyun POV ~~

Dokter pun menghampiri kami berdua.

“Maaf, apakah adik keluarga yang bersangkutan dengan kejadian ini?” tanya nya.

“Oh, Ne.” jawab ku.

“Baiklah, bisa kah adik ikut dengan saya?” tanya nya.

Ku lihat Sun Hye masih terlelap, jika aku tinggal bisa-bisa hal buruk terjadi. Baiklah aku akan membangunkan Sun Hye.

“Tunggu sebentar, dok” ucap ku. Dan berlalu membangunkan Sun Hye.

“Sun Hye! Bangun..” aku mengguncang tubuh nya dua kali, dan itu berhasil membangunkan nya. Matanya sembab dan muka nya sedikit kusut.

“Sun Hye, tolong tunggu sebentar aku ingin bicara pada dokter,” ucap ku.

“Untuk apa, oppa?” tanya nya.

“Nanti kau mengetahui nya. Aku pergi dulu hanya 5 menit, aku akan kembali” ucap ku, dan berlalu menuju ruang dokter.

“Ne,”

Sesampai nya diruang dokter aku pun bertanya..

“Ada apa, dokter memanggil saya?” tanya ku.

“Mmm, jadi begini. Wanita yang kau bawa tadi hanya shock, tetapi dia ingin mencoba membunuh diri untuk mengakhiri hidup. Jadi intinya Hati yang ada di dalam tubuh nya, sudah tidak bisa digunakan lagi untuk hidup karena tertusuk oleh sesuatu, tetapi dia akan selamat jika ada pendonor hati untuk nya. Jadi apakah ada pendonor untuk nya? Waktu nya masih sedikit lama, 4 hari dia akan masih bertahan, tetapi jika 4 hari berlalu tidak ada cara lagi untuk menyelamatkan nya.” terang dokter.

Hati? Pendonor hati?

“Jadi maksud dokter, harus ada pendonor hati untuk menyelamatkan hidup nya? Begitu?” tanya ku.

“Ne,”

“Baiklah kalau begitu, saya berjanji akan mencari pendonor hati untuk nya, tetapi jika tidak ada saya bersedia untuk menjadi pendonor nya, dok. Permisi, selamat sore” ucap ku lalu berlalu pergi dari ruangan dokter itu.

Jonghyun! Bagaimana nasib mu, jika kau yang akan mendonor kan hati mu? Dan bagaimana dengan SHINee? Dan seharus nya aku berpikir 10x untuk hal ini. Tetapi hanya ini jalan keluar nya, Jonghyun! Percaya lah!!

“Oppa, apa yang terjadi dengan umma?” tanya Sun Hye, setibanya aku dihadapan nya.

“Sun Hye..umma mu baik-baik saja, ayo kita pulang” ucap ku.

“Ne,”

Diperjalanan pulang aku hanya diam. Setibanya di depan rumah Sun Hye aku berkata..

“Sun Hye, aku hanya ingin berikan ciuman terakhir untuk mu,” ucap ku pelan, dan semoga Sun Hye tidak mendengar kata Terakhir, pasti dia akan kebingungan.

“Ciuman terakhir? Maksud oppa?”

Hh~ Aku menarik nafas sebelum menjawab nya.

“Ah, ani ani..sudah lah, Muachh..selamat malam jagi! Semoga mimpi indah!” ucap ku.

“Ne, oppa. Hati-hati di jalan, semoga kau selamat. Selamat malam juga oppa, Muach..” kini giliran nya mencium pipi ku.

“Hyung, tumben baru pulang jam segini?” tanya Minho setibanya aku di dalam dorm.

“Tadi aku kerumah sakit,” jawab ku.

“Siapa yang sa..Krik kit?” tanya nya, sambil mengunyah keripik kentang.

“Umma jagiya-ku,” jawab ku singkat.

“MWO??! Jagiya? Sudah punya? Kenapa baru bilang hyung?” tanya nya.

“Aish!! Sudah minggir lah dulu, aku ingin istirahat,” ucap ku lalu berlalu menuju kamar.

“Ah, Hyung sudah pulang?” tanya Taemin.

“Ne, tidurlah” ucap ku, dan langsung membuka semua pakaian ku dan berganti dengan pakaian tidur.

Kulihat Taemin sudah menguap beberapa kali, dan langsung tidur tanpa mematikan lampu.

“Dasar Taemin, kenapa kau lupa mematikan lampu? KLEKK!” lampu pun kumatikan.

“Muachh…” ku cium kening Taemin dan membaringkan tubuh ku disebelahnya.

3 Hari berlalu aku masih belum mendapatkan pendonor.

Hanya 1 hari lagi untuk menyelamatkan umma Sun Hye, bagaimana ini?

Baiklah aku akan pergi ke taman untuk mecari cara untuk mendapatkan pendonor.

~~ Sun Hye POV ~~

Aish~!!

PR-ini susah sekali! Bagaimana cara mengerjakan nya?

Tiba-tiba handphone ku berdering.

“Ne, yeoboseyo?”

“Sun Hye-ah! Kemana kau tadi malam?” tanya seseorang. Minah.

“Aigoo, mianhae Minah. Jeongmal Mianhae, aku lupa. Tadi malam aku kerumah sakit menemani umma, jadi aku tak sempat bertemu dengan mu. Mianhae, jeongmal mianhae. Aku tidak bisa menemanimu pada hari kembali nya kau ke seoul. Mianhae~” ucap ku.

“Mwoya? Umma mu sakit apa, Sun Hye?” tanya nya.

“Aku tidak tau, kemarin Jonghyun hanya bilang umma ku shock, tetapi kenapa ada banyak darah disekujur tubuh umma-ku,aku pun tidak tau” ucap ku.

“OMONA!! Yang sabar Sun Hye! Aku akan kerumah mu saja lah,”

“Ah! Jangan sekarang Minah! Aku sedang banyak tugas, tidak bisa sekarang, jika bisa nanti akan kuberi tau, Ne?”

“Baiklah, berhubung appa-ku dokter, aku sekarang akan ke rumah sakit. Kau mau ikut, Sun Hye?” tanya nya.

“Tidak bisa, cantik! Sudah ku bilang kan tadi?”

“Ahahaha..baiklah, bye-bye.”

“Ne, bye~”

Huft…

Jonghyun oppa, sudah 2 hari tidak menelpon ku, kemana dia?

Kupjiat satu-persatu nomer telp. Jonghyun, dan..akhirnya terangkat.

“Oppa! Ada dimana? Sudah 2 hari ini oppa tidak menelpon ku, oppa sakit?” tanya ku.

“Ah, jagi. Oppa tidak sakit, oppa baik-baik saja” jawab nya.

“Jangan berbohong…jujurlah!”

“Hish! Aku tidak berbohong kok, sudah dulu aku ada kegiatan hari ini, Muach.., bye-bye.” ucap nya menutup komunikasi.

AAA!! Oppa!! Nyebelin sekali! Dasar!

Beberapa menit kemudian selesai lah semua PR yang sulit nya selangit.

Tiba-tiba mimpi aneh itu datang menghampiri otak ku.

Sebenarnya mimpi aneh apa itu? Umma?? Jonghyun?? Kenapa mereka berdua bisa ada di dalam mimpi ku? Dan mereka berdua juga terlihat pucat? Dan juga mereka memakai baju berwarna putih? Sebenarnya ini mimpi indah/mimpi buruk? Semoga saja ini semua mimpi indah!

Huh! Baiklah semua tugas sekolah sudah terselesaikan sekarang aku mempunyai waktu luang, sekarang…ah ya! Aku menonton TV saja lah (-_-“).

Kulihat channel hari ini tidak ada yang menarik, aku hanya menonton KBS 2TV’s “Invicible Youth”, huh..Taemin kau ada-ada saja, masa ada yang menang engkau berikan pelukan? Itu terlalu aneh menurutku.

Mandi dulu sajalah. Selesai Mandi aku pergi jalan-jalan ke taman untuk membaca buku.

“AAA!! Bagaimana ini?” tiba-tiba terdengar suara namja berteriak, tetapi suara nya mirip denga Jonghyun, apa itu dia? Kuhampiri sumber suara itu, dan benar saja ada Jonghyun yang sedang menundukan kepalanya sambil mengacak-ngacak rambut nya sendiri. Ada yang aneh?

“Oppa?” ku sentuh bahu nya, dan ia pun menengok.

“Lepaskan AKU!!” teriak nya, menepis tanganku.

“Oppa? Gwenchana?” tanya ku.

“Hhh..” ku lihat ia mulai menarik nafas.

“Mianhae..” ucap nya, dia pun langsung berdiri

To Be Continued

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF


11 thoughts on “This Is My Life – Part 1”

  1. Joonggg jangann matiii
    Eommanya sun hye kenapa pake bunuh diri?
    Mana mimpinya sunhye
    Eommanya sama jonghyun kaya mati
    Huaaaaaaa jongg 😥
    Lanjuuut

  2. Loh kok dobel?-_- pantas saja panjang…. hahahaha

    Ceritanya mengharukan hiks TT_TT

    Jonghyun pabo! SHINee bagaimana kalau nggak ada lead. vocal seperti kamu? (komat-kamit sendiri berharap Jonghyun denger) /PLAKKK *digampar author~

    kekekek lanjut ya author ^,~b

    1. hiakakkakakaka..
      emg tuh si jjong mah pabo ekekeke~ semoga aja dia denger apa yg kamu komat-kamitin 🙂
      huaa?? bener mengharukan?? gomawoo yaa >,<
      sekali lagi gomawoo udh ngasih komennya ^6^

  3. haaaaaaa…. GA SABAR PART 2… TT_TT.. please bgt jjong jangan mati aku gak tega… *maksa abis* haaaaaa.. part 2 cepatlah datang…

    1. huaaa…
      samaaa aku jugaa gak mau jjong matii >,,< hihihhih^^
      okee, secepatnya aku buat untuk part 2 nya 😀
      gamsahamnida yaa…udah komen + baca 🙂
      sekalii lagi …
      GOMAWOOOOOOOOOOOO…… :O

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s