KUROSHI – PART 1

KUROSHI PART 1: It’s murder! Why don’t you belive me?

Judul : Kuroshi  Part 1 : It’s murder! Why don’t you belive me?

Author : Zulvaza a.k.a Ayumivaza

Genre : Mystery, Adventure, Action, Family, Sad

Casts : SHINee, Lee Soo Man, Kim Dong Woo, Han Mi Young

Type: Sequel

Cerita ini hanya fiktif belaka. Tolong jangan dimasukkan ke pikiran, ke hati, apalagi ke kamar (?) Cerita ini murni hanya imajinasi author, dan semoga gak akan pernah terjadi di dunia nyata. Jadi dinikmatin aja ya ceritanya ^o^

Sebuah mobil sedan hitam melintas dengan kecepatan rata-rata melewati jalan-jalan di kota Seoul. Mobil itu tidak begitu jelas dalam gelapnya malam, hanya seberkas cahaya dari lampu sorot yang menunjukkan kehadirannya. Mobil itu biasa saja, seperti Porsche pada umumnya, bukan jenis mobil yang akan membuatmu berteriak histeris. Mungkin kau berfikir tidak ada yang istimewa pada mobil ini, tapi kau pasti akan berubah pikiran begitu melihat pengemudinya.

Pengemudi mobil itu mengetuk-ngetukkan jarinya pada setir mobil, mengikuti irama lagu The Name I Love yang diputar melalui radio. Dia sangat suka mengemudi sendirian, tanpa seorangpun yang mengikutinya. Rasanya sungguh nyaman melihat pemandangan kota Seoul pada malam hari. Rasanya sungguh bebas.

Dia begitu menikmati perjalanannya samapi tidak menyadari ada kucing yang melintas. Spontan diinjaknya rem sekuat tenaga, tapi mobil itu tidak kunjung berhenti. Panik, dia membanting setir, bermaksud ingin memutar arah, namun sayangnya sebuah truk melintas dengan kecepatan tinggi. Mobil kecil itu jelas kalah telak dibandingkan truk. Porshe itu sempat terguling-guling sebelum akhirnya berhenti dalam keadaan terbalik. Kondisinya sungguh mengenaskan, bodynya hancur dan kaca bertebaran di mana-mana. Terlihat pula genangan darah yang mengalir dari dalam. Semua orang heboh, berusaha menyelamatkan si pengemudi, namun ada satu orang yang memperhatikan semua itu dengan tersenyum..

*****

“ANDWEEEE~ ONEW HYUUUNG!”

Taemin bangun dengan berteriak. Peluh membahasi wajahnya, padahal malam itu sangat dingin. Nafasnya tidak teratur, wajahnya pucat. Dia seperti orang yang habis melihat hantu.

“Weoyo. Taeminnie?” Tanya Jonghyun sambil mengucek matanya. Key dan Minho segera bangkit dan menghampiri tempat tidur Taemin. Rupanya teriakan Taemin tadi membangunkan semua orang di kamar itu.

Taemin tetap diam. Tubuhnya kaku sementara keringatnya tidak berhenti mengalir. Matanya kosong dan menerawang, seperti memikirkan sesuatu. Kondisinya ini membuat hyung-hyungnya khawatir. Mereka saling memandang, melemparkan pertanyaan tanpa suara ke satu sama lain, yang hanya bisa dijawab dengan gelengan kepala atau menangkat bahu.

“Weoyo, Taeminnie?” Key mengulang pertanyaan Jonghyun dengan nada yang berbeda. Dia seperti seorang ibu yang menanyakan kenapa anak laki-lakinya tidak mau makan.

“A…A…Annio, hyung. Aku hanya mimpi buruk,” Taemin berusaha tersenyum, namun tidak berhasil. Meskipun tubuhnya tidak kaku lagi, tapi ekspresinya tetap terlihat seperti orang ketakutan.

“Kau mimpi apa, Taem? Kau bisa cerita pada hyung-hyungmu ini. Dan kenapa tadi kau menyebut nama Onew Hyung?”

Onew. Onew. Onew. Saaat Jonghyun menyebut nama Onew, rasa perih itu kembali muncul. Apa perlu dia menceritakan mimpinya? Apa perlu dia memberitahu mereka bahwa dia melihat Onew kecelakaan? Mereka pasti akan menertawakannya. Lagi pula semua itu hanya mimpi, tapi mengapa semuanya terlihat begitu nyata? Seperti menonton film paling mengerikan yang tidak pernah ingin kau tonton.

“Hyung, ngomong-ngomong, dimana Onew Hyung?” Taemin mengedarkan pandangan ke sekeliling. Dia baru menyadari bahwa orang yang menganggu pikirannya itu tidak ada di sana.

“Onew hyung sudah pergi buat latihan drama musical. Tadi dia ingin berpamitan denganmu, tapi tidak jadi karena kau sudah tertidur pulas. Dia berangkatnya belum terlalu lama kok, sekitar setengah jam yang lalu, seharusnya sekarang dia sudah sampai di …..”

Chocolit kendicheoreom noka beoryeo Neon baro ee soongan Electric Heart

Suara ringtone HP Key memotong ucapan Minho yang hanya tinggal seperdelapan kalimat. “Dari Manajer Kim,” Key membaca nama yang tertera pada handphonenya. Dia lalu mengangktifkan loudspeaker supaya member SHINee yang lain bisa mendengar.

“Yeoboseyo. Ada apa manajer Kim? Katakan semuanya dalam satu menit. Aku akan langsung menutup telepon jika kau mengganggu tidur kami hanya untuk ceramah bodoh yang sudah sering kami dengar.”

“Key, tolong… hhh … jangan tu…tutup teleponnya. I…ini benar-benar … hhh … penting,” terdengar suara manajer Kim Dong Woo yang ngos-ngosan dan panik. Semua member mendekatkan telinganya ke handphone Key untuk mendengar lebih jelas.

“Atur nafasmu, manajer Kim. Kami tidak bisa mengerti jika kau berbicara dengan cara seperti ini.”

“Ini tentang Onew. Di.… di … dia …” Manajer Kim menghentikan ucapannya. Yang terdengar sekarang hanya suara isak tangis.

“DIA KENAPA? APA YANG TERJADI PADA ONEW HYUNG ???? KATAKAN YANG BENAR, MANAJER KIM!”

“O … Onew kecelakaan, Key. Dia kehilangan kendali dan menabrak truk yang melintas dari arah berlawanan. Dia menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan menuju rumah sakit,” Manajer Kim menjelaskan semuanya dalam satu tarikan nafas, kemudian dia kembali menangis.

Suasana hening dalam seketika. Yang terdengar hanya suara isak tangis Manajer Kim dari dalam telepon. Semua sibuk dalam pikirannya masing-masing. Taemin berusaha mencerna kata-kata manajer Kim satu persatu. Dia seperti bisa melihat kilas balik dari adegan itu.

O … Onew kecelakaan, Key.

Dia kehilangan kendali dan menabrak truk yang melintas dari arah berlawanan

Dia menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan menuju rumah sakit

Onew Kecelakaan

Kecelakaan …. Kecelakaan ….

Taemin merasa kepalanya sungguh berat. Dia tidak sanggup lagi menopang tubuhnya, seperti mati rasa. Badannya langsung lemas dan jatuh ke lantai, lalu semuanya berubah menjadi gelap. Sebelum roboh, Taemin sempat mendengar ayam tetangga berkokok sedih.

******

Taemin POV

Aku membuka mata. Seketika cahaya lampu menerobos memasuki kelopak mataku. Rasanya silau sekali. Aku mengerjap-ngerjapkan mataku. Sudah berapa lama aku tidak melihat cahaya?

Aku berusaha menggerakkan tanganku, namun ternyata tidak bisa, seperti ada seutas tali yang menahannya. Aku mendongak untuk melihat seperti apa wujud tali itu, dan aku terkejut mendapati jarum infuse yang ditancapkan di punggung tanganku. Dan aku lebih terkejut lagi saat mendapati bahwa aku tidak berada di kamarku. Dinding kamar kami warnanya bukan putih, dan di kamar kami ada lima ranjang, bukannya satu ranjang beroda seperti yang aku tiduri sekarang. Jadi sekarang aku ada di mana?

“Taeminnie, syukurlah sekarang kau sudah sadar. Kau pingsan selama 3 hari. Kami membawamu ke rumah sakit, tapi kau tidak kunjung sadar. Kami semua sangat menghawatirkanmu,” Key hyung menggenggam tanganku. Rupanya dari tadi dia tidur di sebelah ranjangku, dan terbangun saat aku menggerakkan tangan. Key hyung tersenyum tulus, dia terlihat senang mengetahui aku sudah sadar, tapi wajahnya menunjukkan kesedihan yang mendalam. Aku tidak menemukan ekspresi komikal seperti yang biasa aku temukan dalam wajahnya, dan dia tampak lebih kurus dibanding saat terakhir kali aku melihatnya.

Aku mengedarkan pandangan sekeliling. Ruangan ini kosong, hanya ada aku dan Key hyung. Dari jendela yang menghubungkan kamarku dan koridor rumah sakit, aku bisa melihat Jonghyun hyung dan Minho hyung tertidur di kursi tunggu. Mereka juga tampak lebih kurus. Di wajah Jonghyun hyung mulai terlihat keriput, padahal umurnya baru menginjak 20 tahun. Dan dandanannya sangat berantakan, rambutnya seperti tidak pernah disisir, benar-benar bukan seperti Jonghyun hyung. Smentara Minho hyung, matanya bengkak seperti habis kebanyakan menangis. Dia malah lebih terlihat seperti zombie daripada ice prince.

Key hyung mengikuti arah pandanganku dan tersenyum, “Kami gantian begadang untuk menjagamu. Aku akan membangunkan mereka, mereka pasti senang melihat kau sudah siuman.” Key hyung bangkit untuk membangunkan mereka, tapi aku menahannya. Aku menggelengkan kepalaku, berusaha memberitahunya untuk membiarkan mereka istirahat saja. Untunglah Key hyung mengerti dan kembali duduk di bangkunya.

“Hyung, Onew hyung di mana?” Aku bertanya dengan suara yang serak parau. Ternyata suaraku belum kembali seutuhnya.

Wajah Key Hyung langsung berubah pucat. Dia sepertinya sama sekali tidak menyangka aku akan menanyakan pertanyaan itu.

“Hyung, mana Onew Hyung?” aku berusaha mengeraskan suaraku, yang sayangnya hanya terdengar seperti bisikan parau. Key hyung tetap diam, dia kelihatan panic. Dia seperti bingung ingin mengtakan apa.

“Mi…mianhae Taeminnie,” setelah beberapa saat akhirnya Key hyung buka suara, “Jeongmal mianhae. Kami sangat menyanyangimu, Taem, kau tahu itu. Kami juga menyayangi Onew hyung, dan kami juga tahu kau sangat menyayangi Onew hyung,” Key hyung mulai berbasa-basi. Aku bisa melihat dia sangat kesusahan setiap kali menyebutkan nama Onew hyung.”Ya, kau sangat menyayangi Onew hyung, jadi kau pasti akan mengerti. Dan aku yakin kau juga pasti mengerti kalau … kalau kami menguburnya ketika kau sedang tak sadarkan diri.”

Aku bisa merasakan kupingku terbakar, begitu juga dengan mataku. Aku bingung apakah sekarang aku harus marah atau menangis. Rasanya aku ingin membentak Key hyung tepat di wajahnya. Bisa-bisanya mereka mengubur Onew hyung tanpa sepengetahuanku? Apakah aku tidak ditakdirkan untuk melihatnya sekali saja, untuk terakhir kalinya? Tapi begitu melihat wajah Key hyung, melihat kelelahan dan kesedihan yang terpancar di sana, semua amarah itu lenyap begitu saja. Mereka juga sedih. Ini semua bukan salah mereka. Onew hyung meninggal bukan salah mereka. Tiba-tiba aku teringat akan Onew hyung, matanya, rambutnya, senyumnya. Aku teringat akan semua kenangan yang pernah aku lalui bersamanya, dan tanpa terasa, aku menangis.

“Mianhae Taeminnie,” Key hyung mengusap air mataku. Kemudian dia mengusap air matanya yang juga ikut mengalir. Aku tidak bisa berkata apa-apa, dan Key hyung sepertinya juga kehabisan kata untuk diucapkan. Dalam beberapa saat, ruangan itu menjadi sunyi, hanya ada suara tangisan kami berdua yang terdengar sangat memprihatinkan.

“Jeongamal mianhae, Taem. Kami juga sangat berat saat memutuskannya. Tapi kau kan tahu, tidak baik untuk membiarkannya dan menunggu sampai kau sadar. Lagian aku yakin kau tidak akan sanggup melihat Onew hyung, kecelakaan itu merusak wajahnya.”

Ada satu kata dalam ucapan Key hyung yang membuatku tidak tenang. Key hyung salah mengucapkannya, dan aku harus meluruskannya.

“Hyung, ini bukan kecelakaan, ini pembunuhan,” aku berusaha menjelaskan dengan sisa-sisa suaraku yang hampir habis karena menangis. Aku tidak yakin apakah Key hyung mendengarnya, tapi dari ekspresinya yang shock, sepertinya dia mendengar kata-kataku.

“Taemin, jangan bicara sembarangan! Kau tidak tahu apa yang kau ucapkan!”

“Hyung, aku serius, aku melihat ada seseorang yang tersenyum saat kecelakaan itu terjadi!”

“Kau ini bicara apa? Kau ngigo ya, Taem? Jelas-jelas kau sedang tidur saat semua itu terjadi”

“Tapi saat aku tidur aku melihat semuanya! Setiap detail kejadian pada saat kecelakaan itu terjadi, Aku melihatnya!”

Key hyung memandangku tidak percaya, “Taemin, itu cuma mimpi. Kau sudah cukup besar untuk menentukan mana yang mimpi dan mana yang kenyataan.”

“Hyung, aku tidak bohong! Mungkin kau bisa menyebutnya mimpi atau apa, tapi aku melihat semuanya. Aku melihat saat Onew hyung mengendarai mobilnya, aku melihat secara jelas bagaimana remnya blong dan menabrak truk yang melintas. Aku mellihatnya! Dan aku melihat ada orang yang tersenyum dibalik semua kejadian itu, aku….” aku mengeraskan suaraku, kurasa sebentar lagi suaraku akan hilang total.

Tapi Key hyung tetap tidak percaya padaku, bisa kulihat dari tatapannya. Aku juga tidak menyalahkannya, siapa juga yang akan percaya pada ucapan seseorang yang baru sadar dari pingsan selama 3 hari? Tapi Key hyung sudah bersamaku selama 5 tahun. Dia seharusnya tahu kalau aku tidak pernah berbohong.

“Taemin, Onew hyung kecelakaan karena kesalahannya sendiri, bukan salah siapa-siapa. Aku tahu kau susah menerimanya, tapi ini kenyataannya.”

Rasanya sangat sakit mendengar pernyataan Key hyung. Bisa-bisanya sekarang dia menyalahkan Onew hyung, padahal dia tahu dengan pasti kalau Onew hyung adalah orang yang paling berhati-hati. Aku benar-benar marah. Aku bangkit dan mencabut jarum infuse dengan paksa. Key hyung terkejut melihat kelakuanku. Aku tidak peduli, aku hanya ingin mengeluarkan semua kekesalanku.

“Berhenti menyalahkan Onew hyung! Ini bukan karena kecerobohannya! Remnya blong! Ada seseorang yang ingin mencelakainya! TIDAK BISAKAH KAU SEKALI SAJA MEMPERCAYAIKU?” aku berteriak histeris seperti orang gila. Key hyung benar-benar shock melihat reaksiku, dia kelihatan gelisah, matanya menjelajahi setiap sudut ruangan seperti mencari sesuatu.

“HYUNG, AKU PUNYA FIRASAT BURUK DENGAN KEJADIAN INI! KAU HARUS MEMPERCAYAIKU SEBELUM KITA SEMUA MENYESAL! INI BUKAN KECELAKAAN, INI PEMBUNUHA…” aku merasakan sesuatu yang tajam menusuk kulitku. Sekarang aku merasa benar-benar mengantuk. Mataku buram, namun aku masih bisa melihat sebuah jarum suntik di tangan Key hyung. Aku juga masih sempat melihat wajah Key hyung yang seperti merasa bersalah.

“Mianhae Taeminnie, tapi aku harus melakukannya. Aku tidak mau membuat kondisimu semakin parah.”

*******

Author POV

“Bagaimana keadaannya?”

Lee Soo Man memandang tiga member SHINee, meminta penjelasan dari mereka. Lee Soo Man kelihatan lebih tua dari umurnya yang sebenarnya. Dia benar-benar lelah mengurus semua masalah yang menimpa anak asuhnya.

“Tadi dia sudah siuman, tapi kemudian menjadi histeris. Jadi aku memberinya obat bius supaya dia tenang dan tidak memperburuk keadaannya,” Key menjelaskan semuanya secara singkat. Terdengar nada penyesalan di setiap kata-katanya.

“Itu bisa dimaklumi. Taemin memang sangat dekat dengan Onew, jadi wajar kalau dia histeris. Apa yang kau lakukan itu tidak salah, Key.”

Key hanya bisa menunduk. Dia benar-benar merasa bersalah karena telah menyuntikkan obat tidur kepada Taemin. Tapi dia juga tidak mungkin membiarkan Taemin berteriak-teriak dalam kondisinya yang belum pulih total.

“Direktur Lee, bagaimana kita memberitahu media dan fans tentang …. Onew hyung?” Tanya Minho pelan. Ekspresinya terlihat iba saat menyebutkan nama Onew. Namun dia tidak lagi menangis, karena air matanya sudah habis dalam 3 hari terakhir.

“Untuk sementara kita tidak perlu memberitahu mereka. Kita tidak mungkin menghancurkan rencana debut kalian ke Jepang. Kita bilang saja Onew sedang cuti atau liburan atau apalah. Media mungkin tidak begitu saja percaya, tapi mereka juga tidak akan terlalu mengorek-ngorek. Aku sudah menyuruh orangku untuk membungkam semua saksi mata kejadian itu. Untunglah kecelakaan itu terjadi pada malam hari, jadi tidak banyak yang melihat. Kau yakin sudah membereskan segalanya, Manajer Kim?”

“Ne, aku dan Mi Young sudah mendatangi semua saksi mata. Untunglah mereka semua mudah diajak bekerja sama dan bersedia untuk tutup mulut…”

“Dan kami juga sudah membersihkan TKP sampai benar-benar clear, seperti tidak pernah ada kecelakaan sebelumnya. Polisi juga sudah lepas tangan, mereka tidak mau ikut campur karena menurut mereka ini murni kecelakaan,” kata kordinator Han Mi Young melengkapi ucapan Manajer Kim.

“Ngomong-ngomong tentang kecelakaan, tadi Taemin bersikeras kalau kejadian yang menimpa Onew hyung bukan kecelakaan, tapi pembunuhan. Dia benar-benar ngotot sampai berteriak histeris. Apa tidak lebih baik jika kita meminta polisi untuk kembali menyelidiki kejadian ini?” Key mengutarakan pikirannya. Tapi sepertinya dia salah bicara, karena atmosfer di ruangan itu langsung berubah. Minho dan Jonghyun memandangnya tidak percaya. Sementara ekspresi Lee Soo Man, Han Mi Young, dan Kim Dong Woo tidak dapat ditebak. Antara terkejut, bingung, sedih, tidak percaya, dan …. Panik??

“Itu tidak mungkin. Kita tidak perlu merepotkan polisi karena masalah ini sudah selesai. Tidak usah dipikirkan apa kata Taemin, dia hanya mengigau karena pengaruh obat dokter,” Lee Soo Man menyampaikan keputusan finalnya, yang sepertinya tidak dapat diganggu gugat.

“Direktur Lee benar, Key. Taemin hanya shock dan dia masih sulit menerima kenyataan. Mungkin beberapa hari lagi dia akan melupakan semua ucapannya,” kata Jonghyun yang diiyakan Minho. Key berfikir sebentar. Mungkin benar apa yang dikatakan Jonghyun, Taemin hanya ‘sulit menerima kenyataan’

“Daripada kita memikirkan hal itu, lebih baik sekarang kita menjenguk Taemin. Mungkin sekarang dia sudah sadar dan membutuhkan kehadiran kita.” Mereka berenam keluar dari kantin rumah sakit dan menuju kamar inap untuk mengunjungi sang maknae.

******

Someone POV

Hampir saja. Hampir saja semua perbuatanku ketahuan. Ini semua gara-gara maknae sialan itu! Bagaimana bisa dia tahu kalau ini bukan kecelakaan? Bagaimana bisa dia begitu yakin sampai ngotot begitu? Aku tidak peduli. Pokoknya aku harus menyingkirkannya sebelum dia mempengaruhi semua orang!

Aku berjalan dengan santai menuju ruangan tempat Taemin dirawat. Aku mengintip ke dalam dan tidak menemukan seorangpun di sana. Dengan perlahan-lahan, aku memutar kenop pintunya dan melangkah ke dalam. Di sana hanya ada Taemin yang tertidur pulas, wajahnya terlihat sangat damai. Tenang saja Lee Taemin, aku akan membuat tidurmu jauh lebih damai daripada sekarang!

Aku mengahampiri ranjang Taemin. Aku harus melakukannya dengan cepat sebelum ada yang datang. Aku meraba kantong celanaku dan mengeluarkan sebuah gunting kecil yang selalu kubawa ke mana-mana. Kuarahkan gunting kecil itu ke jarum infuse Taemin sambil tersenyum sinis.

“Hey, apa yang kau lakukan di sini?”

Sebuah suara menghentikan aktivitasku. Aku menoleh dan mendapati seseorang yang aku kenal berdiri di pintu. Matilah aku!

******TBC******

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

16 thoughts on “KUROSHI – PART 1”

  1. aduh… tuh org minta dibunuh apa!!!! geregetan bacanya!!! aishhhh!!! siapa sih tuh org .. ??!!
    bener2 minta dibunuh balik!!! mampus ketauan … ayo dong di tunggu lanjutannya ….udah gx sabar nie!! *plak! ditampar author* hahah mian reader kebawa es mosi…

  2. Aigoo aigoo aigoooo O.O
    Oneeeew ;___;
    Aduh aduh aduuh, takut(?) baca taemin jadi kayak gitu._.
    Huu someone nya JAHAAAAT! /plak

    Lanjutin ya author hehehehe, penasaraan!

  3. SIAPAAA? vaza jahat ah aku masih mau bacaaa 😦
    first part aja seru banget gmn nantinyaaaa. asap yaaa 😉
    ceritanya seruu, membawa kemisteriusan

  4. Waaaaaaa….
    Awlnya sedih, Onew-y meninggal..hiks…hiks…*kan crita buk..!!*
    yo lah.. Lanjutin thor…yg kilat klo bisa…rancak bana ha…
    Buek denai galigaman. *translet : buat saya geregetan…*
    I’ll wait the next chap…

  5. uwee..
    tau gak? waktu di bagian onew nya, aku bener2 nangis, apalagi lagu yg lagi muter lagu2 yang sad gituulah. *curcol*
    hah..mampus tuh yang mau ngebunuh yeobo ku, ketauan juga kan akhirnya??!
    ayoo eonnie lanjuuut ah! jangan lama2. oh ya, tadi aku ngeliat intronya, jangan2 si pembunuhnya itu..si Han Mi Young? Bener?? lanjuuuuut! 😀

  6. Aihhhhh sedih bgt ini onewnya matiii:(( taemin kasian bgt sih, jangan jangan yg ngebunuh onew ith si lee soo man?!?! Waduh itu siapa yg di pintu? Part 2 buruaaaan!!! :DDD

  7. ONew. . .
    Andwae!!
    Hikz. . T.T
    Minta dibunuh aja itU yg nyelakain yeoboku. .. Q.Q

    Vasa, tau gak?!
    Kamu sukses bikin aku nangis di part ini, kuroshi ini salah satU ff favoritku, ^^

    gila, sumpah dEh, bener2 sPort jantUng hampir disetiap adEganNya!

    LanjuT, vaza!
    Hwaiting!!

  8. hiks hiks hiks~~~ Onew nya mati T_T
    siapa sih someonenya? telpon conan dulu deh *jiah*
    Targetnya sekarang Taemin? ANDWAEYO…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s