How Fool We Are

Title : How Fool We Are

Author: Yoondictator

Main Cast  : Lee Jinki, Han Shinyoung

Support Cast: Other SHINee members

Length : oneshot

Genre : romance

Rating : General

Disclaimer: i do not own SHINee members, they belong to SM, their parents, and god. i just own Han Shinyoung and the story, they are my imagination.

Author’s note: annyeong! Ini ff debutku di SF3SI, mungkin masih jelek dan perlu perbaikan, so i really need your comments ^^ semoga banyak yang suka yaaaa~ 😀

How fool we are

Lee Jinki POV

Aku hanya bisa menghela napasku ketika melihat Shinyoung, gadis yang kusukai sejak dulu sekarang sedang tertawa dengan Key, sahabatku sendiri. mereka kelihatan akrab sekali, membuatku cemburu saja!

Aku mencoba memainkan game yang ada di ponselku agar mataku tidak melirik mereka lagi. Tapi percuma, sudut mataku terus mencari-cari dimana Shinyoung dan Key.

Arrgghh… betapa bodohnya aku!

2 tahun berlalu sejak kami—SHINee—berteman dengan Shinyoung, 2 tahun pula aku menyukainya. Sebenarnya aku yang duluan berteman dengan Shinyoung, lalu aku mengenalkannya pada member SHINee yang lain, tapi entah kenapa sekarang ia lebih akrab dengan Key daripada denganku. Jadi jelas saja aku cemburu!

“Hyung, kenapa sih? Daritadi cemberut terus,” kata Taemin menepuk pundakku.

“Anieyo. Nan gwaenchana,” jawabku cuek.

Tiba-tiba Minho datang dan duduk di sampingku, “apakah Shinyoung lagi? Makanya, cepat bilang padanya kalau kau itu menyukainya, sebelum Key hyung menyambarnya,” pesan Minho.

Aku mendengus kesal. Memangnya menyatakan perasaan itu gampang? Tentu saja harus punya keberanian, tapi sayangnya aku tidak punya keberanian itu!

“Lalu bagaimana dengan Key hyung? apa ia juga menyukai Shinyoung noona?” tanya Taemin penasaran.

“Molla, tapi lihat tuh, mereka akrab sekali…” Minho menjawab, lalu menunjuk Key dan Shinyoung yang sedang tertawa akrab dengan dagunya. “Nanti direbut Key hyung, lho,” lanjutnya.

Menyebalkan. Kenapa aku musti punya adik secerewet mereka?

Han Shinyoung POV

Aku melihat Jinki dari sudut mataku. sementara Key terus-terusan menggodaku, ia terus mengatakan bahwa aku menyukai Jinki, dan padahal memang, tapi aku menyangkalnya di hadapan Key.

Kulihat Jinki sedang dikerumuni adik-adiknya dari shinee. Jonghyun, Minho, dan Taemin, mereka tampak tertawa mengejek Jinki, sementara Jinki hanya cemberut. Tidak tersenyum sedikitpun.

Ahh… apa dia tidak cemburu melihatku tertawa akrab dengan Key???

Tapi.. kenapa dia harus cemburu??

Dia bukan apa-apamu, Shinyoung pabo!

“Tuh kan… kau meliriknya lagi…” lagi-lagi Key menggodaku seperti itu.

Aku merengut kesal dan memukul lengan Key pelan, tapi ia malah tertawa puas melihat mukaku yang memerah karena dia.

“Apa mau kusampaikan salammu pada Jinki hyung? eheeemm…”

“YA! Kibum pabo-yaaaa!!!” kataku sambil memukul dadanya, tapi ia masih tertawa lepas. Menyebalkan!!!!!

——————

Key POV

“Aku pulaaaaaaaaaangg…” teriakku sambil membuka pintu dorm. Tapi tidak ada yang menjawab. Kemana mereka?

Tiba-tiba aku mendengar suara bisikan dari kamar. Oohh… rupanya mereka disana…

Aku bergegas berjalan ke kamar, tapi aku tidak langsung masuk. Aku menempelkan telingaku ke pintu untuk mendengar bisikan mereka. Aku yakin ada suatu hal yang mereka sembunyikan dariku, dan ada suatu hal yang penting. Karena biasanya member shinee itu ribut kalau sudah berkumpul. Tidak biasanya mereka berbicara dengan berbisik-bisik seperti ini.

“Ini menyangkut hidup dan matimu hyung… Shinyoung noona adalah masa depanmu! Tidak boleh kau relakan begitu saja dong…” kata sebuah suara yang sudah kuduga itu adalah Taemin. Suara imutnya terlalu aku kenal, hahaha.

Kudengar lagi seseorang mengerang. Itu Jinki hyung. “Kau pikir gampang? Pabo!” umpatnya.

“Hahahaha, mukamu selalu merah kalau bersangkutan dengan Shinyoung, hahahahaha” Minho tertawa. Dia memang tidak bisa menahan tawanya =_=

Aku pun berusaha menahan tawaku. Hahahaha, ada apa hari ini? baru saja tadi pagi aku tahu Shinyoung menyukai Jinki hyung. dan sekarang aku mendengar pembicaraan yang bilang Jinki hyung menyukai Shinyoung? Ya, sebenarnya aku sudah mengira sejak dulu, tapi baru kali ini aku mendengar kepastiannya. Haha, rupanya mereka benar-benar pasangan yang cocok!!! Hahahaha!

“Ya… ya… yaa!!! Berhenti tertawa, Minho-ya!” bentak Jinki hyung, tapi aku masih bisa mendengar suara tawa Minho dan Taemin yang tidak kunjung berhenti.

“Makanya hyung, sudah lihat kan tadi Key akrab sekali dengan Shinyoung? Kau harus buru-buru menyatakan perasaanmu, supaya tidak direbut sama Key…” Jonghyun pun ikut menasihati Jinki.

Hahahaha, bahkan mereka mengira aku menyukai Shinyoung? Yang benar saja! Shinyoung yang tomboy dan serampangan itu hanya kuanggap sebagai adik, tidak lebih!

Aku kembali tersenyum. Benar kan, Jinki hyung menyukai Shinyoung. Shinyoung juga menyukai Jinki hyung, hanya saja mereka sama-sama takut untuk menyatakan perasaannya masing-masing. Hahaha, pasangan bodoh!

Sepertinya akan jadi sesuatu yang menarik!! Hihihi.

—–

“Kibum-ah? Kau sudah pulang?” tanya Onew hyung, tapi aku sama sekali tidak melihat batang hidunghya.

“Ne, aku di sini,” jawabku, tapi tidak mengalihkan pandanganku dari playstation yang sedang kumainkan.

Beberapa menit kemudian Onew sudah datang menghampiriku, “Darimana saja kau? Kenapa pulang terlambat?” tanyanya dengan tatapan dingin. Tidak seperti biasanya.

“Dari jalan. Memang kenapa?”

“Dengan siapa?”  lagi-lagi Jinki bertanya dengan nada seperti itu.

Aku tersenyum licik. Mungkin ada baiknya kalau aku mempermainkannya sedikit, pikirku dalam hati. “Dengan siapa, darimana, bikin apa, sama sekali bukan urusanmu, hyung,” kataku sinis.

Aku rasa kemarahannya sudah memuncak. Dia pasti sudah tahu aku pergi dengan siapa. Shinyoung. Memang setelah member shinee bertemu dengannya tadi pagi, aku mengantarnya pulang, tapi sebelumnya kami pergi untuk minum kopi di kafe favorit kami berdua.

“dengan Shinyoung?” tanyanya.

Aku tersenyum. “Ya. Kenapa? Cemburu?” kataku sengaja memanasinya.

Jinki hyung langsung meraih kerah bajuku dan menyandarkanku pada tembok. Haha, baru kali ini aku melihatnya seperti ini. “Kau tahu aku suka padanya bukan??? Kenapa sekarang kau yang ingin merebutnya dariku?!” bentaknya.

“Merebutnya darimu? Shinyoung bukan milikmu, ingat itu! Makanya, kalau tidak mau Shinyoung jadi pacarku, cepat bilang padanya tentang perasaanmu, pengecut!” balasku.

Dengan cepat tangannya memukul pipiku. Aku terjatuh. Aku bisa merasakan darah segar mengalir diujung bibirku. Aku menatapnya, sambil lagi-lagi tersenyum licik. Sebenarnya aku tidak sungguh-sungguh, aku hanya ingin menyadarkan Jinki hyung yang terlalu pengecut. Aku hanya ingin dia berani menyatakan perasaannya pada Shinyoung, karena Shinyoung pun menunggu pernyataan dari Jinki.

Lalu kudengar langkah kaki yang berlari, pasti Minho, Taemin dan Jonghyun. Dan benar, beberapa detik kemudian mereka sudah ada di ruang tengah. Melihatku sedang duduk dengan bibir yang berdarah, dan Jinki yang sedang mengepalkan tangannya dengan napas terengah karena habis memukulku.

“Jinki hyung! apa yang kau lakukan?!” teriak Taemin lalu mendekatiku. Sementara Minho dan Jonghyung hyung menahan Jinki.

“Tanya pada pengkhianat ini! dasar pengkhianat!!!” teriak Jinki sambil menunjukku dengan penuh emosi.

“Hyung, sudahlah,” kata Jonghyun mencoba menenangkan Jinki, lalu membawanya ke dalam kamar agar ia tidak memukuliku lagi.

Tiba-tiba Taemin menjitak kepalaku dengan keras. Aiissh! Apa yang anak ini lakukan? Dia tidak tahu aku ini hyung-nya?!

“YA! Kenapa kau menjitakiku, hah?!”

Taemin lagi-lagi memukul kepalaku, “Kibum hyung! apa yang kau lakukan? Kenapa Jinki hyung bisa semarah itu?”

Aku tersenyum, dan itu membuatnya heran. “aku hanya ingin menyadarkan si pengecut itu,”

Dahi Taemin semakin berkerut, “Mworago? Maksudmu apa hyung?”

“Aku sengaja membuatnya cemburu, supaya ia bisa cepat menyatakan perasaannya pada Shinyoung. Shinyoung juga suka padanya, tahu. Tapi Shinyoung tidak mau menyatakan perasaannya duluan karena malu. Kalau begitu kapan ketemunya? Makanya aku harus memanas-manasi Jinki dulu,” jelasku panjang lebar.

Taemin mengangguk-angguk dan mulutnya membentuk huruf ‘O’ yang besar. Seperti anak-anak, ah tidak. Dia kan memang masih anak-anak. Haha.

“Makanya, kau, Minho, dan Jonghyun harus membantu misiku ini. kau juga harus memanas-manasi Jinki hyung supaya dia mau menyatakan perasaannya. Arasseo?” lanjutku.

Taemin mengacungkan jempolnya, “Arasseo! Mari berjuang untuk Jinki Hyung!” bisiknya dengan penuh semangat.

Aku tertawa kecil, “Dasar anak-anak,” ejekku.

Pletak!

Aish, anak ini memukul kepalaku lagi. Tidak tahu aku ini hyungnya apa?

——–

Jinki POV

Aku menatap Shinyoung yang ada dihadapanku. Aku mengajaknya ke suatu cafe untuk bertemu. Sudah lama aku tidak mengobrol akrab dengannya, gara-gara selalu ada Key si pengganggu itu.

“Jinki-ya, kenapa mengajakku kesini tiba-tiba?” tanyanya setelah sekian lama kami diam.

Aku tersenyum, “Anieyo. Aku hanya ingin jalan-jalan saja, tapi tidak ada yang mau menemaniku, jadi aku mengajakmu,” jawabku santai.

Dan tentu saja, aku berbohong. Kenapa aku mengajakmu untuk bertemu? Karena aku merindukanmu, batinku dalam hati.

Shinyoung tersenyum, “Oh… ngomong-ngomong… tumben kau punya jadwal kosong,”

“Ne, hari ini aku bebas. Jadi kau harus menemaniku, arasseo?”

“Enak saja, aku juga punya janji, tahu,” jawabnya.

“Dengan siapa?” tanyaku lebih lanjut. Aku takut jawabannya itu adalah Key. Takut. Takut sekali. Tapi Shinyoung hanya diam, sama sekali tidak menjawab. “Key?” tebakku, tapi lagi-lagi Shinyoung tidak menjawab. Tapi raut mukanya berubah. Dan aku mengartikan diamnya Shinyoung sebagai jawaban ‘ya’.

“Kau semakin dekat ya, dengan Key. Selamat kalau begitu, semoga kalian bisa jadian. Aku mendukung kalian kok,” kataku pada Shinyoung, sambil mencoba tersenyum. Meskipun dibalik senyum itu aku merasa sakit luar biasa.

“aku pulang dulu ya, aku baru ingat aku punya jadwal. Maaf kalau aku menyita waktumu. Annyeong,” lanjutku lagi lalu segera pergi dari tempat itu, sambil membawa rasa sakit yang terus terasa menusuk-nusuk hatiku.

Shinyoung POV

“Kau semakin dekat ya, dengan Key. Selamat kalau begitu, semoga kalian bisa jadian. Aku mendukung kalian kok,” kata Jinki, yang terasa seperti petir di telingaku.

Mimpi apa aku semalam? Namja yang kucintai justru mendukung percintaanku dengan orang lain yang sama sekali tidak kucintai. Aku yang berharap ia tidak mempercayai gosip itu dan menyatakan perasaannya padaku, tapi ternyata tidak. Ia tidak punya perasaan apa-apa terhadapku.

“aku pulang dulu ya, aku baru ingat aku punya jadwal. Maaf kalau aku menyita waktumu. Annyeong,” katanya lagi lalu keluar dari cafe.

Aku hanya menatap kepergiannya. Malang sekali nasibku. Kasihan.

Padahal tadi yang kumaksud bukan dengan Key… tapi ia langsung menebak itu adalah Key. Bodoh. Aku mengumpatnya dalam hatiku.

Lama-kelamaan mataku terasa memanas dan akhirnya air mataku jatuh. Kehidupanku seharusnya tidak begini. Aku hanya berharap suatu saat nanti aku bisa hidup bahagia dengan Jinki, tapi malah begini. Semua harapanku memang hanya mimpi yang tidak pernah terwujud…

Jinki paboya… saranghae! Apa kau tahu itu??!

Tidak.. kau tidak akan tahu. Tidak pernah mau tahu… karena kau tidak peduli dengan perasaanku. Siapapun orang yang kucintai, kau tidak akan peduli bukan?

Jinki paboyaaa!!!

———–

Jinki POV

Aku masuk ke dalam dorm dengan langkah lesu. Karena bertemu Shinyoung tadi, dan karena aku sudah tahu Shinyoung dan Key sudah sangat dekat dan sebentar lagi mereka akan berpacaran seperti pasangan-pasangan lainnya.

“Hyung, ada apa?” tanya Jonghyun.

Aku menggeleng lemah sambil mengambil minum dari dalam kulkas. “Gwenchana. Mana Key?” tanyaku.

Jonghyun menunjuk ke kamar mandi. Ternyata Key sedang mandi… pasti ia bersiap-siap untuk menemui Shinyoung.

Aku duduk di sofa dan ikut menonton televisi yang menurutku tayangannya sekarang sama sekali tidak menarik. Tapi entahlah, mungkin suasana hatiku saja yang membuatnya tidak menarik.

Beberapa menit kemudia Key keluar dari kamar mandi, “Kibum-ah,” panggilku.

Key mengangkat wajahnya menatapku, ia hanya bergumam.

“Aku sudah merelakan Shinyoung padamu. Kau harus membahagiakannya. Tapi kalau kau membuatnya menangis, aku akan memukulmu sampai aku puas,” ancamku.

Key POV

“Aku sudah merelakan Shinyoung padamu. Kau harus membahagiakannya. Tapi kalau kau membuatnya menangis, aku akan memukulmu sampai aku puas,”

Apa katanya?

Ia merelakan Shinyoung untukku? Pengecut!

Aku segera berlari kearahnya dan merenggut kerah bajunya, lalu menyandarkannya ke tembok. “YA! LEE JINKI PABO!” teriakku. “Mworago??? Kau merelakan Shinyoung untukku?? Dasar pengecut!!” teriakku tepat dihadapannya.

“A-apa maksudmu?” tanya Jinki gelagapan.

Aku memukul pipinya karena sudah tidak tahan, aku bisa mendengar Taemin, Minho dan Jonghyun berkata bahwa tindakanku ini tidak benar. Tapi untuk menyadarkan seorang pengecut, ini perlu dilakukan.

“SHINYOUNG ITU TERUS MENUNGGUMU, PABO!!” jawabku. “Shinyoung selalu mencintaimu, kau itu terlalu bodoh untuk menyadari itu semua!” lanjutku, masih sambil berteriak.

Akhirnya aku menghempaskan tubuh Jinki kembali ke sofa, lalu menunjuknya. “Kau! Pergi ke tempat Shinyoung, cepatlah! Kalau kau kembali masih dengan status single, aku akan membunuhmu!” teriakku mengancam. Bodo amat kalau kata-kataku terlalu sadis, yang penting si bodoh Jinki ini bisa sadar. “tunggu apa lagi? Sana, pergi!” usirku.

Jinki hyung menurut. Ia berlari keluar dorm seperti anak kecil yang hilang. Tanpa sadar aku jadi tersenyum melihatnya. Sebentar lagi, ia dan Shinyoung akan bersatu.

Taemin menepuk pundakku, “Hyung, kau orang gila,” katanya.

“Mworagoo?? Aku ini orang baik! Aku ini cupid antara Jinki dan Shinyoung tahu,”

Minho tertawa, “Hyung, strategimu berjalan lancar,”

“Sebentar lagi kita akan punya kakak ipar, dong,” Jonghyun ikut-ikutan nimbrung.

Aku ikut tersenyum. “Ya, seperti perkataanku tadi, kalau Jinki hyung kembali masih dengan status single, aku akan membunuhnya!” kataku lalu tertawa, diikuti tawa yang lainnya.

——–

Jinki POV

Bodoh!

Ternyata aku dipermainkan oleh Kibum. Aaah… aku memang bodoh!

Benar kata Key, aku terlalu bodoh untuk menyadari itu semua. Ternyata Shinyoung juga menyukaiku sejak dulu, hanya aku yang terlalu pengecut sampai-sampai aku tidak bisa menyatakan perasaanku. Aaaiisshh!

Aku meluncurkan mobilku gila-gilaan ke apartemen Shinyoung. Bagaimana pun caranya aku harus bertemu dengannya sekarang dan mengatakan padanya bahwa aku mencintainya. Aku juga tidak mau dibunuh oleh Key ketika aku kembali dengan tangan kosong.

Beberapa menit kemudian aku sudah sampai di apartemen milik Shinyoung. Aku segera berlari dan menuju ke kamar apartemennya. Katika sampai disana, aku langsung menggedor-gedor apartemen itu, karena pintunya terkunci.

“Shinyoung-ah! Shinyoung-ah!” panggilku, tapi tidak ada jawaban.

Tiba-tiba aku merasakan ada yang menarik-narik bajuku dari bawah, ketika aku melihat kebawah, ternyata ada seorang anak laki-laki. “Ahjussi, noona yang tinggal di sini belum pulang sejak tadi pagi,” kata anak itu.

Aku berjongkok sehingga tinggiku sama dengannya. “Kau tahu ia pergi kemana?” tanyaku lembut.

Anak itu menggeleng dengan muka polosnya. Aku menghela napasku, lalu pergi dari apartemen Shinyoung.

——

Sial! Kemana lagi aku harus mencari?

Di apartemen tidak ada, tempat kerjanya tidak ada, di kampus juga tidak ada, di kafe tadi juga tidak. Aaargghh… kalau begini Key benar-benar akan membunuhku!

Tiba-tiba aku teringat sesuatu. tempat yang mungkin akan didatangi oleh Shinyoung. Apakah dia ada di sana??

Aku ingat 2 tahun lalu… tempat aku bertemu dengannya untuk pertama kalinya. Pinggiran sungai Han. Saat itu aku sedang nyasar karena tidak tahu daerah sekitar situ, dan Shinyoung adalah satu-satunya orang yang berada di pinggiran Sungai Han pada malam hari. Sejak disitulah aku berteman dengannya.

Entah kenapa, aku merasa Shinyoung ada di situ. Jadi akupun melajukan mobilku ke arah sungai Han. Tempat kami pertama kali bertemu.

—–

Aku turun dari mobilku. Sekarang aku sudah sampai di sungai Han, tapi tidak ada tanda-tanda Shinyoung.

Aku mulai berlari mencarinya, lalu akhirnya kutemukan seorang gadis yang berambut panjang. Memakai jaket jins yang sama dengan yang Shinyoung kenakan tadi. Shinyoung. Itu dia.

Aku mendekatinya, perlahan, agar ia tidak mendengarku. Lalu ketika aku sampai tepat dibelakangnya, aku memeluknya.

Aku berbisik ditelinganya, “Mianhae… aku membuatmu menunggu terlalu lama…”

——

Author POV

Kini, 2 orang itu telah berpelukan di pinggiran sungai Han. Mereka sudah menemukan kebodohan mereka masing-masing, yaitu terlalu bodoh.

“jadi kau juga menyukaiku? Kenapa tidak bilang dari awal???” tanya Jinki sewot.

Mata Shinyoung melotot. “Pabo! Mana mungkin yeojanya yang bilang duluan? Tugas yeoja itu hanya menunggu namjanya datang!”

“Bukan aku yang pabo, tapi kau!” kata Jinki tidak mau kalah.

“Kau!” Shinyoung menambahkan.

Mereka terus berdebat sampai-sampai tidak menyadari bahwa Key, Taemin, Minho dan Jonghyun sudah ada di belakang mereka berdua. Dari kejauhan, sahabat-sahabat Jinki dan Shinyoung itu hanya menggeleng melihat kebodohan hyung dan calon kakak iparnya.

“Ah… dasar pasangan bodoh,” kata Key. Diikuti dengan  yang lainnya.

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

20 thoughts on “How Fool We Are”

  1. Huahahhaaa kata2 taemin itu kocak “Ini menyangkut hidup dan matimu hyung… Shinyoung noona adalah masa depanmu! Tidak boleh kau relakan begitu saja dong…” kata sebuah suara yang sudah kuduga itu adalah Taemin.–> bener2 ngakak baca yang ini
    Wihhhh daebak author tapi disini key kurang evil biasanya galak setengah mati

  2. Huaa keynya galak
    Tapi keren hehehe
    Onew onew. . .
    Suka malah diem, untung keynya cuma bercanda
    Kalo beeneran
    Yaudah key yang jadian

  3. hahah key keren … kalau jinki pulang msih dlm status singel key bkl bunuh jinki??!! ckckck

    taemin!! tidak sopan sekali kau! massa hyung mu kau jitak!!

    jinki ckckckc pasrah …

    author!!!! bagus, hebat bgt critannya…. prok…prok..prok…
    aku suka sma romance nya…

  4. Sungguh…ini bukan ending yg romantis tapi…….suka banget ma ending yg begini…kekeke(apa deh?)
    key….q makin cinta(?) padamu….hoho…
    Author….d tunggu next FF….

  5. Huuuaaa!!! Keren!!! XD berkat FF ini aku sukses dikira ORGIL karena ketawa ketiwi sendiri..
    Daebak!! Keren lah pokoknya!!
    Tapi.. Endingnya kalo menurut aku kurang keren.. Maunya agak dipanjangin dikit lagi thor..*reader banyak bacot*
    tapi..tapi..tapi.. Romance scene nya aku SUKA~!!
    Wiihh~ bener” bayangin shinyoung itu ak..*Mau dipeluk dari belakang sama nyunyu~ XD*
    tapi, emang bodoh beneran yach si nyunyu n shinshin itu..-.-” kekeke~
    btw, di tungguu FF selanjutnya eonnie~ 😀

  6. “Ini menyangkut hidup dan matimu hyung… Shinyoung noona adalah masa depanmu! Tidak boleh kau relakan begitu saja dong…
    ngakak banget baca bagian yang ini… ahahahaaa… 😀

  7. AUTHOR DATANG! AUOAUOAUOOOO~ *gila*

    wakakakakak, aku kira ff ini ga di publish, abisan udah dikirim dari jaman kapan tau, hihihi :3 *digeplak admin*
    syukur deh banyak yang suka, makasih ya atas komen, dan saran2nya~
    semoga author bisa bikin ff yg lbh bagus lagi dari ini~

    kamsahamnidaaaaaaa~ *bow 90 drjat*

  8. huooo….
    ngekek thor bacanya…..
    ampooon daaaaah… keyyyy!!!!!!!!!!!!!

    “Kau! Pergi ke tempat Shinyoung, cepatlah! Kalau kau kembali masih dengan status single, aku akan membunuhmu!” teriakku mengancam. Bodo amat kalau kata-kataku terlalu sadis, yang penting si bodoh Jinki ini bisa sadar. “tunggu apa lagi? Sana, pergi!” usirku.

    Huakakakakaka…. thor… cuma bisa bilang satu kata…
    DAEBAK!!!!!!!!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s