JUST CALL ME ‘ANGEL’ – Part 11

JUST CALL ME ‘ANGEL’ – Part 11

Author                        : Dhini

Genre              : Romance

Main Cast       :

Kang Jin Yeong (imaginary),Key (SHINee),Minho (SHINee)

Support Cast   :

Kim Kyu Jong (SS501),Luna (imaginary),Jonghyun (SHINee),Onew (SHINee),Taemin (SHINee),etc….

Key POV

“Tunggu!”serunya.Aku terhenti,menoleh kepada guru Jin Yeong itu.

“Letakkan saja dulu itu.”ujarnya menunjuk gelas ditanganku.Aku menurut saja.

“Kau…”dia menatapku lekat-lekat,tiba-tiba dia menarik kacamata yang kupakai.Dia mengamatiku,menaikkan rambutku,lalu tercekat.

“HOLY SHIT!!!”umpatnya.Dia bertahan pada meja bar.Sepertinya dia lemas seketika.Aku masih mencari-cari.Ya ampun aku lupa!Dia adalah kakak Ki Bum yang katanya mirip denganku.Aku bahkan lupa kalau ini rumah anak itu.Pantas Jin Yeong memakaikanku kacamata.

“Kau tak apa-apa seonsaengnim?”tanyaku sopan.

“Kau…siapa namamu?”

“Key,”ujarku.

“Key dan Ki,Key dan Ki Bum,”gumamnya tak jelas.Tapi baru kali ini ada orang yang tepat mengucapkan namaku saat pertama bertemu.

“Ikutlah denganku,”ujarnya.Aku tahu ini pasti ada hubungannya dengan adiknya itu.Entah kenapa aku mengangguk.Kuraih lagi kacamataku yang dijatuhkannya,lalu mengikuti langkahnya.

***

Kyu Jong POV

Aku melangkahkan kakiku dengan lemas,diikuti ‘tiruan’ Ki Bum di belakangku,menuju kamar Ki Bum.Saat ku membuka pintu,terlihat Luna yang sedang melamun di atas ranjang Ki Bum.

“Oppa,”serunya saat melihatku.

“Kenapa kau tidak ke bawah?”tanyaku lembut.Dia menggeleng.Di tangannya ada foto Ki Bum.

“Bagaimana aku bisa bersenang-senang kalau Ki Bum tak merasakannya.”ujarnya murung.Lalu dia terperangah saat melihat pemuda di belakangku.

“KI BUM!!!”pekiknya,sejurus kemudian dia berhamburan kepadanya.Lalu menangis sejadi-jadinya dipelukannya.Luna saja langsung menyadarinya,tapi aku tidak.Apa karena mereka kembar?

“Bodoh!Kenapa kau tak menemuiku dulu!Apa kau tak rindu padaku?”isaknya.Pemuda bernama Key itu tampak bingung.Dia mendorong perlahan tubuh Luna.

“Maaf,aku bukan Ki Bum.Aku Key saudara Jin Yeong.”ujarnya.Luna tampak bingung.

“Oppa membawanya kesini untuk memperlihatkan kepadanya Ki Bum kita.”ujarku.Terlihat wajah Luna yang semakin tak mengerti.Aku merangkulnya.

“Key,”aku beralih pada anak itu,”Ini Ki Bum kami.”ujarku menunjuk sederetan foto Ki Bum.

“Anda mau bilang aku mirip dengannya?”

Aku mengangguk,”Apa kau mengenalnya?”

“Aku cuma tahu dari cerita Jin Yeong,”ujarnya sambil menggapai salah satu foto Ki Bum.

“Oppa…”seru Luna tak mengerti.Akupun tak mengerti.

“Umurmu berapa?”tanya Luna.

“err…sama seperti Jin Yeong,”ujarnya ragu-ragu.Dia tampaknya mulai tak nyaman.

“Kau yang ada di halte bus bersama dia?”tanya Luna lagi.

Pemuda itu menatap Luna,”Kau melihatnya?”

“Ya.Kau bahkan memakai jaket kesayangan Ki Bum.Apa kalian pernah bertemu?”

Dia menggeleng.

“Seonsaengnim,bisa aku pergi sekarang?Jin Yeong sudah menunggu lama,”ujarnya.

Akupun mengangguk,”Maaf,aku membawamu seenaknya.”

Dia hanya tersenyum,lalu melangkah keluar kamar.

“Oppa,apa pendapatmu?”tanya Luna.Aku menggeleng.

“Kalau kau?”aku balik bertanya.

“Kalau aku…aku yakin dia Ki Bum,”Aku tercekat,ku lihat senyum meyakinkan Luna,”Aku merasakannya,oppa,”Dia melepaskan diri dari rangkulanku.Aku masih terpaku.

“Karena Ki Bum juga sudah merasakan pestanya,aku akan ke bawah sekarang,”ujarnya,lalu meningggalkanku.

Aku menghempaskan tubuhku ke ranjang Ki Bum.Ki Bum,benarkah kau muncul dengan sosoknya?

***

Minho POV

Sudah kuduga Jin Yeong menolakku.Ya sudahlah,mungkin ini yang terbaik.Aku berjalan menjauhi keramaian.Aku menemukan sebuah bangku taman di taman yang luas ini.

Aku duduk sambil menatap kalung bintang pemberianku.Bodoh!Kenapa kau kembalikan,Jin Yeong?Setidaknya kalau kalung ini masih di lehermu aku merasa tenang,karena aku merasa dekat denganmu,dengan hatimu.Tapi ternyata kau tidak mau.Anak itu…ya,anak itu.Dialah yang memiliki hati Jin Yeong.Aneh,baru hari ini aku melihatnya.Dan aku seperti mengenalnya.Siapa dia?Apa lawan tandingku di basket?

Tiba-tiba seseorang berjalan ke arahku.Luna.Dia langsung duduk di sisiku.Kami terdiam.Jujur saja aku teringat insiden di toilet itu.

“Kau tidak kesana?”tanyanya memecah kesunyian,sambil menatap anak-anak yang bersenang-senang.

“Tidak,aku mau istirahat dulu.Kau sendiri?”tanyaku,entah kenapa aku tidak ketus padanya kali ini.

“Aku saja ke bawah karena Ki Bum,jika tidak aku pasti masih di atas.”ujarnya tanpa melihatku.

“Ehmmm…Ki Bum ada?Dimana?Aku ingin berkenalan dengannya,”ujarku penasaran.Aku belum pernah sekalipun bertemu yang namanya Ki Bum itu.

Luna tersenyum tipis,”Kau ini bodoh sekali!Apa kau percaya Ki Bum muncul?Aku saja sempat tak percaya”

“Maksudmu?”tanyaku bingung.

“Kau tidak tahu kalau Ki Bum sudah meninggal?”

Aku tercengang,”Kapan?”

“Dua tahun yang lalu.Apa temanmu itu..”

“Jin Yeong,”

“Iya Jin Yeong,tidak menceritakannya?”

Aku menggeleng.Benar,ternyata Jin Yeong menyembunyikan rahasia dariku.Aku memang tak pernah mau bertanya lebih dalam tentang masalahnya.

“Lalu…yang katamu ke bawah karena Ki Bum,maksudnya?”

“Lihat saja saudara Jin Yeong.Mereka benar-benar sama.Makanya aku yakin dia Ki Bum dalam penampilan yang berbeda.”

Oh…my….God!!!Benar juga!Dia mirip Ki Bum!Minho bodoh!Kapan sih responmu cepat?Apakah karena itu Jin yeong mencintainya?Ah,terseralah!terlalu rumit untukku,aku yang memang malas berpikir,memutuskan untuk tak memikirkannya.

Aku menatap kalung bintang itu lagi.

“Kalung untuk siapa?Bagus sekali,”seru Luna.Tanpa sadar,aku memberikannya begitu saja.Dia menatapku bingung.

“Buat kau saja,aku juga bingung mau memberikannya untuk siapa.”

“Benarkah?Apa kau menemukannya di jalan?”tanyanya curiga.

Akupun tertawa kecil,”Tidak.Aku beli sendiri.”

Dia mengangguk,”Terimakasih.”dia menyunggingkan senyumnya yang baru pertama kali kulihat.Ternyata dia manis juga,seperti di foto raksasa itu.

“Kau mau meneruskan kemana?”tanyanya.

“Aku akan ke Australia,almarhum ayahku mempunyai restoran disana,aku akan mengelolanya sambil kuliah,”jelasku.

“Kenapa jauh sekali…”gumamnya tiba-tiba murung.Tapi tiba-tiba dia mengangkat wajahnya lalu menatapku sumringah,”Aku akan ke Australia juga,boleh kan aku ikut?”

“Tapi bukannya kau mengulang untuk bisa kuliah di sini?”tanyaku heran.

“Ya tidak apa-apa,karena mengulang aku jadi bisa bertemu denganmu.”

Aku terpaku,dan wajahku memanas.Tiba-tiba dia mendekatkan wajahnya padaku dan…kembali mencium bibirku.

“Aku akan bilang ke Kyu Jong oppa tentang rencanaku ini,”serunya,lalu berlari meningggalkanku.Dan aku?Aku masih shock,sama seperti waktu di toilet itu.

***

Jin Yeong POV

Aku menunggu kedatangan Key.Lama sekali!Apa dia tiba-tiba mendapat tugas?Tapi dia kan tak mendapat sinyal saat menjadi manusia.

Akhirnya setelah 10 menit kemudian dia muncul.Wajahnya tampak cemas.

“Kau dari mana saja?”tanyaku.

“Ehmm…temanku mengajakku ngobrol.”

“Malaikat?”

Dia mengangguk,sepertinya dia berbohong,dia manusia sekarang.Tapi aku tak mau banyak bertanya.

“Mana kopinya?”tanyaku lagi.

“Oh iya aku lupa!”katanya sambil menepuk keningnya.

“Ya sudah,ke sana bersama saja,nanti kau hilang lagi,”aku melingkarkan tanganku di lengannya.

Jam 9 pesta BBQ dimulai.Aku tak ikut memanggang seperti yang lainnya.Hanya tinggal makan saja.Ha..ha…ha.

Key menghilang lagi,tapi katanya cuma mau ke toilet.Dia benar-benar manusia sekarang.Hyun Ji membawa dua piring daging matang kemeja kami.Tentu saja untuk kami bertiga.

“Mana si kunci?”tanyanya.

“Ke toilet.”Aku ingin tertawa saat mendengar dia memanggil Key,kunci.

Tiba-tiba sebuah mawar putih terpampang di depan mataku.Aku melirik asal tangan itu.Key!

“Aku disuruh olehnya agar aku memberikannya kepadamu,langsung dipetik dari kebunnya,”ujar Key sambil melirik…Luna yang kulihat melangkah menjauh setelah sebelumnya tersenyum kepadaku.Hatiku terasa damai.Luna tersenyum padaku!Apa dia sudah tak membenciku?

“Aissh….kalian ini romantis sekali!Apa kalian tak ingat aku di sini?”seru Hyun Ji kesal,”Aku mau ke Yoona saja.”ujarnya meninggalkanku.

“Hyun Ji!”seruku.Dia menoleh,lalu mengedipkan sebelah matanya.Dasar!

“Suapi aku Jin Yeong!”ujar Key tampak senang.Wah…ini lagi!Benar-benar memanfaatkan kesempatan.

Aku menyodorkan daging ke mulutnya.Dia benar-benar menyukainya sepertinya,dan akhirnya satu piring habis olehnya.Aku hanya kebagian kecap.Hiks…hiks…

“Sudah jam 11.Kita pulang saja,”ujar key.Aku mengangguk.Aku tahu waktu dia tinggal 1 jam lagi.Anak-anak juga sudah mulai berkurang satu persatu.Aku pamit dengan semua guruku.Aku menemui kepala sekolah untuk pertama dan terakhir kalinya.

“Seonsaengnim,terimakasih.”ujarku pada wali kelasku.

“Hati-hati di jalan.Jangan lupa main ke sini dan ke sekolah,”pesannya,aku mengangguk.Dia melirik Key.

“Jagalah Jin Yeong,”ujarnya sambil menepuk bahu Key.Key hanya tersenyum.Kamipun segera pulang.

Kami sampai di depan gang,di belakang pohon yang sama.Key mengubah dirinya menjadi malaikat.Pakaiannya jatuh.Aku langsung memasukkannya ke plastik.Lalu kemudian dia muncul lagi.Syukurlah…tidak seperti waktu itu,menghilang begitu saja.

“Aku belum bilang terimakasih waktu itu,”kataku.

“Kapan?”

“Saat aku ulang tahun.Kau sih langsung menghilang!”

“Telat sekali!”sahutnya tersenyum,”Kali ini aku antarkan sampai kamar.”

“Temani aku sampai tertidur ya.Seperti biasa.”ujarku.

“Kau tahu?”tanyanya kaget.

“Tentu saja.”Aku melangkah tak memperdulikan dia yang shock.

“Kau keren tadi!”pujiku.Aku duduk di ranjangku,sudah berganti pakaian tidur.Dia duduk di hadapanku.

“Tarianku itu?”

“Kecuali yang itu,”ujarku.Kami tertawa keras.

“Ada sinyal,”ujarnya kemudian.

“Ya sudah,pergilah.Kalau selesai kau kembali lagi.OK?”kataku.Tapi dia masih terdiam di tempatnya.Lalu menatapku dengan tatapan aneh.

Dia seperti gelisah.Lalu menghindari mataku.

“Key,pergilah!”ujarku.Dia seperti kebingungan.

“Jin Yeong…tetaplah di kamar ini,jangan keluar.”ujarnya lalu merentangkan sayapnya kemudian menghilang.

“Kenapa dia?”gumamku bingung.Tiba-tiba kudengar teriakan Hyo Rin Ajumma dari bawah.Aku langsung berhamburan ke lantai satu menuju kamarnya.Saat kusampai,kulihat pamanku menggeliat memegangi dadanya,dan…di sekelilingnya kabut.Sesak yang sudah lama tak muncul kembali lagi.Nafasku tersengal,tak lama kemudian muncul bau itu.Bau malaikat maut.

Key muncul,kakiku terasa lemas.Aku bertahan pada sisi pintu,tak berani memandangnya,tak berani menyaksikan ritualnya.

“Maafkan aku Jin Yeong…”ujar Key saat melewatiku.Tak lama kemudian,kudengar suara tangis Hyo Rin Ajumma.Aku tahu…Key sudah mengambil nyawanya,nyawa ayah keduaku.Tubuhku merosot di dinding.Aku ikut menangis.Menangisi kematian pamanku,juga menangisi kenyataan bahwa Key lagilah yang mengambilnya.

“Maafkan aku Jin Yeong…kau pasti sangat membenciku sekarang,”ujar Key.Aku melihat ujung jubahnya yang bercahaya di depan mataku.Aku tak menjawab.Dia akhirnya lenyap.Aku bangun mengahampiri  Hyo Rin Ajumma,lalu memeluknya.

***

Key POV

Jin Yeong membenciku sekarang.Dia tak pernah memanggilku.Dia kembali murung.Aku pun membenci diriku sendiri,dan pekerjaanku ini.Aku mengulangnya,mengambil orang yang dicintainya.Berhari-hari aku hanya dapat memandangnya tanpa menampakkan sosokku.Dia selalu terlihat melamun.Aku ingin menemuinya,untuk menyatakan permohonan maafku yang paling dalam.Tapi tak bisa.Dia tak pernah memanggilku.

Aku pasrah.Tiba-tiba setitik air menetes dari mataku.Aku menangis.Aku baru merasakannya sekarang.Sifat manusia sudah memenuhi diriku.

Tiba-tiba Jong dan Min muncul disisiku.

“Kau menangis?”tanya Min terperangah.

“Jangan tanya aku,tanyalah dewa.”ujarku sambil menghapus air mataku.

“Ayo pulang!”ujar Jong menarik tanganku.

Aku menariknya lagi.

“Ini saatnya kau melupakannya Key!”ujar Jong.

Aku menatap wajah Jin Yeong lagi.Benarkah ini sudah saatnya?

Aku menyerah,Min dan Jong meraih tanganku dan membawaku terbang.

***

Setiap hari aku menunggu suaranya memanggilku.Tapi tidak juga terdengar.Akhirnya kuputuskan untuk menutup hubungan pikiran kami.Aku menutup mataku,mengambil nafas dalam-dalam,lalu mengeluarkan sebuah biji dari kepalaku.Penghubung kami.Lalu membuangnya begitu saja ke udara.

Aku menjalani tugasku lagi.Seperti biasa,tanpa tugas lainnya.Mengikuti Jin Yeong.Aku mendapatkan tugas di sebuah pinggir jalan.Seorang kakek pengemis yang meringkuk adalah pasienku sore ini.Dia tampak tertidur,sepertinya sudah pasrah.Aku melakukan ritualku,bahkan sekarang aku merasa ngeri sendiri saat melakukannya.

Setelah selesai aku meninggalkannya begitu saja,terbang perlahan sampai akhirnya aku melihat dia.Jin Yeong.

Dia menghentikan sebuah taksi.Mau kemana dia?Akhirnya aku memutuskan untuk mengikutinya.Dia ternyata menuju bandara.Aku melihatnya mendekati Minho yang memegang sebuah kertas.Yang aku tahu itu kertas.

“Kapan pesawatmu jalan?”Tanya Jin yeong padanya.

“Sebentar lagi.Untunglah kau sudah datang.”

“Baik-baiklah disana,jangan lupa meneleponku,”ujar Jin Yeong sambil menangis.

“Bodoh!Kenapa kau menangis?”

“Aku tak bisa bersamamu lagi,makanya menangis.Kau tuh yang bodoh.Seenaknya saja pergi.”

Aku tersentak.Bahkan Minho meninggalkannya sekarang.Tidak,setidaknya Jin Yeong harus menjadi milik Minho.Karena dia tak bisa kumiliki.Jin Yeong bodoh!Kenapa sampai sekarang dia tidak bilang saja kalau dia suka dan ingin kehilangannya. Aku butuh Min!Ya…dia bisa membantuku.

“Min!”seruku.Malaikat imut itupun muncul.

“Kenapa?”

“Panahlah mereka!”seruku menunjuk mereka berdua.

“Jin Yeong tidak juga mau mengutarakan perasaannya,panah saja mereka.”

“Apa mereka berjodoh?”tanya Min.

“Pasti!”jawabku sok tahu.Dia menggaruk kepalanya.Lalu berdiri diantara mereka.Melakukan ritual dengan caranya sendiri,yang menurutku agak lucu.Yaitu mendengar degup jantung manusia.Seperti dokter.

Dia lalu menatap busur panahnya,menunggu anak panah muncul.Tapi lama sekali tak ada reaksi.Sampai akhirnya yang ada mereka berpisah.

“Mereka tidak jodoh,Key.Aku memang mendapatkan rasa cinta,tapi tidak kuat.Sampai subuhpun sepertinya panah itu tak akan muncul,”ujarnya dengan kata-katanya yang polos.

Aku menatap Jin Yeong yang melambaikan tangannya sambil menangis.Dan sekarang,siapa yang akan menjaganya?

Aku mengikutinya.Dia melangkahkan kakinya ke taman.Hari sudah gelap.Tapi dia tidak juga pulang.Aku memandangi wajahnya yang terlihat tirus.Apa dia tidak makan?

Tiba-tiba dua orang lelaki dengan penampilan urakan menghampirinya.

“Hai gadis,sendirian?”tanya salah satunya.Mau apa mereka?

“Iya,”Jin Yeong beranjak dari bangku taman,hendak pergi,tapi lelaki yang satunya lagi langsung menariknya.

“Ayolah…kami punya uang…”ujarnya sambil mengibaskan beberapa lembar uang di depan mata Jin Yeong.Lalu yang satunya memegang wajahnya,hendak menciumnya.SIAL!!

Aku memukul-mukulkan tanganku kepada mereka,Percuma saja,tidak akan mungkin aku menyentuh mereka.

***

TBC

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF


20 thoughts on “JUST CALL ME ‘ANGEL’ – Part 11”

  1. Keyangel Fighting! ^^ *sambil ngepalin tangan o^^o

    Dilema ya Key? Hehe..tetap semangatlah.. *key: apa sih storrmmm?

    Dhini,aku langsung komen di part ini ya..as usual, i like the whole story..^^

    Ff yg lain kubaca plus komen nanti ya..blm sempet euy..he..

  2. Waaa ak seneng bgt pagi2 udh nemu lanjutannya ini, tp ak agk bingung soalnya yg part 10 kok ga ada ya? Kmrn terakhir klo ga salah ak baca baru yg part 9? Tp ak suka bgt ceritanya, aplgi key nya ^.^

    1. kemarin yang di publish duluan part 10’a baru part 9’a jadi coba cari di tanggal 23 januari………….
      thanks for reading….^^

  3. makin seru!! Aq pengen key jadi manusia aja selamanya….!
    Dewaaa!! Ubah key jadi manusiaaaa!!
    Next chapter a.s.a.p! Hehehe!

    1. next chapter kayanya agak lama…..coz baru2 ini di kirimny…………………..
      tapi bisa berkunjung dulu ke wp ku di dhini91.wordpress.com……………(jangan lupa komennya ya…….)
      tapi jangan lupa komen di sini juga………………………..
      thanks 4 raeding ^^

  4. ahkkk .. lgi seru juga author… ckckc … ><
    key jadi lah manusia!!!!!!!! minho yang sabar ajah ya… masih ada lina noh…

    okay deh .. thor aku tunggu lanjutannya… 🙂

    1. tunggu dengan sabar OK…..
      atau main ke wp-ku aja untuk baca kelanjutannya and FF yang lain (ditunggu komennya)
      di dhini91.wordpress.com (sekalian promosi)…….hehe

  5. Authooor mian bgt, trnyata ak yg agk error, ak ga liat klo part 10 nya udh publish dluan, mian bgt ya author yg cantik *bow*
    Ak tunggu next part ya thor,jgn lama2 hehe
    ff nya DAEBAAAAAK bgt deh d^.^b

  6. Hua baguss,,,,, SUMPAHH,,,, like FF ini,,, 😀
    KEY!!!!!,,,, seneng banget sama karakter Key di sini…..
    next chap.nya yya ditunggu ya,,,,
    Lanjut,,,, 😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s