KUROSHI – PART 3

KUROSHI PART 3:

Judul : Kroshi Part 3: Jonghyun’s investigation

Author : Zulvaza a.k.a Ayumivaza

Genre : Mystery, Adventure, Action, Family, Sad

Casts : SHINee, Lee Soo Man, Kim Dong Woo, Han Mi Young

Type: Sequel

Ada sesuatu yang menarik perhatiannya. Benda itu tergantung di langit-langit dan sudah ada sejak mereka tinggal di sini. Kamera Pengawas.

Min Han sedang tidur-tiduran sambil minum kopi di ruang pengawas. Ruangan itu dipenuhi dengan monitor-monitor kecil yang menyala terang. Diperhatikannya jam yang tergantung di dinding. Pukul 02.45. Sungguh menyebalkan! Di saat semua orang sedang terlelap di tempat tidur, dia malah harus memerhatikan monitor-monitor kecil membosankan itu. Lagian apa yang mungkin terjadi pada tengah malam begini di apartment yang paling tidak mencolok di kota Seoul. Pencurian? Perampokan? Atau seorang artis yang berkeliaran?

Jantung Min Han hampir copot ketika pintu ruangan itu tiba-tiba terbuka. Dan jantungnya benar-benar berhenti selama sedetik ketika dia menyadari siapa yang menyebabkan pintu itu terbuka. Dia adalah seorang namja berusia 20-an, berbadan tegap, dan berabut hitam. Min Han memperhatikan namja itu dari atas sampai bawah, sementara jantungnya tidak bisa diam. Apakah yang ada di hadapannya sekarang ini benar-benar orang itu?

“Apakah kau yang menjaga di sini?” tanya namja itu dengan suaranya yang luar biasa merdu. Min Han hanya bisa melongo sambil memandangi namja tampan itu. Ini pertama kalinya dia mendengar suara semerdu itu. Min Han tidak sangup bicara karena dia tahu suaranya hanya akan seperti noda dibandingkan suara si namja, jadi dia hanya mengangguk.

“Jadi monitor-monitor ini menunjukkan semua kamera CCTV yang tersebar di apartement ini. Iya kan?” namja tadi menunjuk monitor-monitor yang memenuhi ruangan itu. Lagi-lagi Min Han hanya bisa mengangguk. Ya Tuhan, namja ini benar-benar tampan! Dia tidak jauh berbeda dengan yang biasa dia lihat di TV. Andaikan saja anak perempuannya ada di sini, dia pasti akan berteriak histeris seperti orang gila. Bayangkan, seorang Kim Jonghyun, asli dan live, tanpa pengawal, berada di kantornya, di hadapannya!

Jonghyun memperhatikan monitor satu per satu dengan serius. Kemudian dia menghampiri Min Han hingga Min Han bisa dengan jelas melihat siluet wajahnya, “Apakah kau yang menjaga di sini dua minggu yang lalu?”

“Tidak, aku satpam baru di sini. Aku baru bekerja seminggu yang lalu, menggantikan satpam sebelumnya yang cuti,” sebenarnya Min Han tidak sanggup bicara, namun pertanyaan kali ini membutuhkan jawaban, bukan sekedar anggukan atau gelengan, jadi dia mengumpulkan keberanian untuk mengeluarkan suaranya.

“Kalau begitu kau punya kaset rekaman CCTV pakiran dua minggu yang lalu?” Lagi-lagi Jonghyun bertanya, seperti ada beribu pertanyaan di otaknya yang tidak pernah habis. Min Han merasa seperti pernah mendengar pertanyaan ini sebelumnya, tapi dia segera melupakannya begitu melihat wajah Jonghyun.

“Mmmm … Aku kurang tahu, tapi sebentar aku cari dulu,” Min Han berjalan ke arah sebuah lemari besar dan mulai mengobrak-abriknya. Dia sama sekali tidak tahu dimana satpam sebelumnya menyimpan kaset rekaman itu, tapi dia harus menemukannya, karena siapa tahu nanti dia bisa mendapatkan tanda tangan sang artis untuk anak perempuan kesayangannya.

Sepuluh menit sudah berlalu, tapi sepertinya tidak ada kemajuan dalam pencarian Min Han. Kaset-kaset berhamburan di lantai, setiap sudut sudah dicari, tapi hasilnya nihil. Dengan kecewa Min Han menghampiri Jonghyun, “Mianhae, aku tidak menemukan kaset yang kau inginkan. Aku bisa menemukan kaset CCTV di bagian lobi dan koridor dan ruang tunggu, tapi aku sama sekali tidak bisa menemukan rekaman di daerah parkiran. Ini sungguh aneh.”

“Oh, tak masalah kalu kau tidak bisa menemukannya. Komapseumnida” Jonghyun keluar begitu saja dari ruanagan itu. Dia pergi dengan tiba-tiba, seperti saat dia datang. Min Han hanya bisa terdiam melihat punggung Jonghyun yang semakin menjauh. Ada begitu pertanyaan di kepalanya, dan itu membuatnya benar-benar bingung. Dia memandang jam di dinding. Pukul 04.15. Sebentar lagi dia ganti shift. Dia lalu mulai membereskan kaset yang berhamburan di lantai dan menyusunnya menurut tanggal. Mengapa satpam sebelumnya tidak memberitahu bahwa member SHINee tinggal di apartment ini? Ah, dia baru ingat, beberapa hari yang lalu juga ada orang yang datang dan mencari kaset yang sama. Tapi itu tidak penting. Untuk sesaat dia lupa pada tanda tangan yang tadi ingin dimintanya.

*****

Key membuka tirai kamar dan membiarkan cahaya matahari masuk, membangunkan member lain yang sepertinya tidak ikhlas dibangunkan. Taemin mengerjap-kerjapkan matanya, sementara Minho hanya bangun sebentar, kemudian tidur lagi.

“Yaa~ anak-anak pemalas! Ayo bangun! Ada pekerjaan menanti kita,” Key mengguncang-guncangkan tubuh kedua dongsaengnya. Tunggu dulu, mengapa hanya dua?

“Di mana Jonghyun hyung?” Sepertinya Key menunjukkan pertanyaan itu ke dirinya sendiri, karena dua makhluk hidup lain di ruangan itu masih setengah sadar. Key menyusuri semua ruangan di apartment untuk mencari Jonghyun, tapi dia tidak menemukannya. Tidak biasanya Jonghuyn bangun pagi dan pergi diam-diam tanpa pamit. Key menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Dia curiga mungkin suatu saat kepalanya akan botak seluruhnya karena begitu banyak yang ia pikirkan.

“Ting Tong”

Key mengahampiri pintu dan mengintip melalui celah, kemudian dia memekik senang dan membuka pintu, “Jonghyun hyung! Kemana saja kau? Aiigo, kenapa kau begitu berantakan?”

Jonghyun melangkan masuk, wajahnya tampak lelah dan lingkaran hitam membekas di bawah matanya, Dia menghampiri sofa dan langsung merebahkan diri di sana, “Aku tidak tidur semalaman, Key. Aku ada sesuatu yang harus kuurus. Nanti akan kujelaskan, tapi sekarang aku butuh tidur.”

“Tapi tadi Manajer Han menelepon, katanya Direktur Lee mencari kita. Dia ingin membahas mengenai debut kita di Jepang.”

“Kalian duluan saja, nanti aku menyusul.”

Key ingin membantah, tapi Jonghyun sepertinya sudah tertidur, karena yang sekarang terdengar hanya hembusan nafasnya yang teratur. Wajah Jonghyun terlihat kelelahan dan tampak begitu damai ketika ia tidur. Key menghela nafas. Ia mengambil selimut dan menyelimuti Jonghyun, kemudian ia kembali ke kamar dan melanjutkan misinya membangunkan member lainnya.

*****

Jonghyun mernggangkan badannya. Meskipun tidak puas, tapi tidur dua jam cukup untuk menghilngkan rasa lelahnya. Jonhgyun kemudian menuju kamar mandi dan mengguyur badannya dengan air hangat. Rasanya luar biasa segar. Setelah kurang lebih setengah jam bersemedi dalam kamar mandi, dia akhirnya menghampiri kulkas, mencari sesuatu yang bisa mengganjal perutnya. Jonghyun mengabil beberapa sereal, mencampurnya dengan susu, lalu makan dalam dia bersama pikirannya.

Dia sudah merasa segar dan kenyang, tapi dia belum menemukan jawaban dari pertanyaannya. Di mana rekaan CCTV itu? Dan mengapa hanya rekaman itu yang hilang? Ada suatu kejanggalan di sini. Kesal karena tidak mendapatkan jawaban, Jonghyun mengotak-atik HP-nya untuk mencari pencerahan. Ternyata ada sms dari Key kurang lebih sejam yang lalu.

Jonghyun hyung, kami sekarang sedang menandatangani kontrak dengan salah satu manajemen di Jepang. Kalau kau ingin kemari, datanglah, tapi kalau kau lelah tidak datangpun tidak apa-apa. Oya, kami sepertinya pulang sore karena harus mengurus beberapa hal. Nanti Mi Young noona datang untuk mengantarkan berkas-berkasnya ke apartment.

“Mmm.. Aku sebaiknya juga ke sana. Kasihan Key harus mengurus semuanya sendirian, lagipula tidak ada lagi yang bisa kukerjakan di sini” Jonghyun mengambil mantel dan kunci mobilnya. Saat di parkiran, matanya kembali tertuju pada kamera CCTV, tapi dia berusaha mengabaikannya.

Kantor SM berjarak 5 km dari apartment SHINee, jadi bisa dicapai hanya dalam waktu lima menit. Setelah memarkir mobilnya, Jonghyun langsung menuju kantor Lee Soo Man di lantai tiga. Jonghyun mengetuk tiga kali tapi tidak ada jawaban dari dalam. Sekretarisnya juga tidak ada.

“Masuk saja, Jonghyun ssi. Direktur Lee tadi keluar makan siang, mungkin sebentar lagi beliau balik ” kata seorang office boy yang kebetulan lewat. Jonghyun mengangguk dan memutar kenop pintu yang tidak terkunci. Dia lalu menghempaskan badannya ke sofa nyaman di ruangan Lee Soo Man. Bola matanya berkeliaran menikmati keindahan ruangan itu.

Kemudian matanya menangkap sesuatu. Benda hitam kotak yang terselip di antara tumpukan buku. Mungkin jika dilihat sekilas, benda itu hanya tampak seperti buku, tapi mata jeli Jonghyun tidak begitu saja melepaskannya. Jonghyun berdiri dan mengambil benda itu. Diperhatikannya benda itu dengan teliti, kemudian seluruh tubuhnya membeku. Tangannya gemetaran. Tidak salah lagi, benda ini yang ia cari, yang selama ini mengganggu pikirannya. Dari bentuknya, jenisnya, tanggal, serta label yang tertera di sampulnya. Ini benda yang sama! Tapi bagaimana bisa rekaman kamera CCTV parkiran apartementnya bisa nyasar ke ruangan Lee Soo Man?

Jonghyun memperhatikan jam tangannya. Sebentar lagi Lee Soo Man kembali, jadi dia harus bergegas. Dengan tangan yang gemetar, Jonghyun menyelipkan rekaman itu dibalik mantelnya, memutar kenop pintu, dan berjalan dengan langkah cepat menuju mobilnya. Jonghyun mengemudikan mobilnya dengan tidak beraturan. Pikirannya benar-benar kalut, hampir saja tadi ia menabrak anak kecil yang melintas. Tapi sekarang ia tidak sempat meikirkan hal itu, ia hanya ingin segera sampai apartment, menyalakan televisi, dan menyaksikan apa yang sebenarnya terjadi.

Sesampainya di apartment Jonghyun langsung berlari masuk menuju ruang TV tanpa menutup pintu. Dinyalakannya TV dan DVD Player, lalu dimasukkannya kaset itu ke dalamnya. Jonghyun menunggu proses loading dengan tidak sabar, tangannya bergerak-gerak sementara jantungnya berdegup kencang. Jika dugaan Taemin benar, maka ini akan menjadi bukti kuat untuk menjerat pelaku pembunuhan Onew.

Yah, ini dia, akhirnya rekaman itu jalan. Sekarang yang tampak di layar hanya mobil Porsche hitam dan Jaguar merah yang berjejer. Selama setenah jam yang tapak di monitor TV  hanya gambar kedua mobil itu saja, tidak ada perubahan. Jonghyun mulai bosan dan sedikit putus asa. Mungkin benar, bahwa selama ini Taemin hanya berkhayal dan apa yang menimpa Onew itu murni kecelakaan. Dia hampir saja memencet tombol stop ketika dilihatnya ada sesuatu yang bergerak di dalam monitor TV. Layar itu menampilkan sesosok bertudung yang menghampiri mobil Onew dengan membawa tas besar. Seketika tubuh Jonghyun gemetaran dan berkeringat dingin. Jadi yang dikatakan Taemin itu benar adanya, bahwa ada dalang dibalik semua ini.

Jonghyun memperhatikan TV dengan dada berdegup kencang. Sayang sekali kamera CCTV-nya tepat menghadap mobil, jadi dia hanya bisa melihat punggung sosok misterius yang sedang mengotak-atik mobil Onew itu. Tapi wajahnya pasti akan terlihat saat ia berbalik, jadi Jonghyun menunggu dengan sabar sampai si pelaku menyelesaikan pekerjaannya. Tak sampai lima menit sosok tersebut sudah menyelesaikan pekerjaannya, dia membereskan peralatannya dan menutup kap mobil Onew. Sosok itu kemudian berbalik hingga wajahnya terlihat jelas di kamera. Jonghyun memekik seketika. Keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya. Jonghyun mundur beberapa langkah, memepetkan dirinya ke tembok, berusaha untuk tidak mepercayai apa yang dia lihat. Orang itu! Tidak mungkin orang itu yang membunuh Onew!

“Akhirnya kau menemukan kaset rekaman yang kucari, Kim Jonghyun,” Jonghyun tidak berani untuk melihat ke tempat suara itu berasal, tapi toh dia menoleh juga, walaupun dengan takut-takut. Di sana, tak lebih dari lima meter dari tempat Jonghyun berada, berdiri sosok yang baru saja dilihatnya di monitor TV, bersandar di pintu, dan tersenyum sinis mengerikan.

******

“Akhirnya kau menemukan kaset rekaman yang kucari, Kim Jonghyun,”

Han Mi Young menatap Jonghyun tajam. Dia baru saja datang untuk mengantarkan berkas, ketika dilihatnya pintu apartment terbuka, jadi dia masuk dan melihat Jonghyun sedang menonton rekaman CCTV yang hilang, yang dengan jelas menampilkan dirinya yang sedang mengotak-atik mobil Onew.

Mi Young mebanting berkas-berkas itu ke lantai . Dia berjalan selangkah demi selangkah mendekati Jonghyun, sementara tangannya mengubek-ubek tasnya mencari sesuatu. Jonghyun tidak bisa berbuat apa-apa, dia merasa seluruh tubuhnya mati rasa dan tidak dapat digerakkan. Jonghyun meronggoh saku celananya, berharap dapat menemukan Handphone di sana.

“Kau tahu? Aku baru menyadari bahwa di apartment ini ada CCTV-nya. Dan kau tahu seberapa paniknya aku ketika satpam bodoh itu mengatakan bahwa KASET ITU HILANG! HILANG! Dan sekarang aku menemukannya ada di tanganmu, adik kecil. Dan berhubung kau sudah melihat semuanya, aku tidak punya pilihan lain,” Mi Young mengeluarkan sebilah pisau dari dalam tasnya. Pisau itu tajam dan tampak mengerikan. Jonghyun mundur selangkah demi selangkah, sementara tangannya masih mengubek kantong mencari HP. Tiba-tiba Jonghyun berhenti mencari HP-nya, sekarang dia benar-benar panic. Dia baru ingat bahwa HP-nya ketinggalan di mobil.

Mi Young maju selangkah demi selangkah, seperti binatang yang mendekati mangsanya. Jonghyun juga berjalan mundur, kakinya gemetaran, tidak bisa diajak kompromi. Wanita itu mengayun-ayunkan pisaunya, membuat keringat Jonghyun semakin menetes. Benda-benda yang bisa menjadi pelindung semuanya ada di dapur, dan dia tidak mungkin berlari ke dapur dalam keadaan seperti ini. Tiba-tiba matanya menangkap vas bunga di ujung ruangan, tidak jauh dari tempat Jonghyun berdiri. Jonghyun berjalan mundur mendekati vas itu, sementara Mi Young berjalan mengikuti sambil mengayun-ayunkan pisaunya.

“Mengapa kau lakukan ini semua pada kami? Mengapa? Kami tidak pernah berbuat sesuatu yang merugiakanmu,” Jonghyun berusaha mengalihkan perhatian, dia sekarang hanya berjarak lima langkah dari vas bunga itu.

“Apa kau bilang? Tidak berbuat sesuatu yang merugikan? Hahahahaha …” Mi Young tertawa. Suaranya tinggi dan melengking, membuat bulu kuduk Jonghyun seketika berdiri, “Kau tidak tahu apa-apa, bocah kecil. Kau hanya tahu makan dan tidur dan menikmati ini semua. Lalu siapa yang kerja, AKU!”

“Aku tidak mengerti apa yang kau ucapkan,” pancing Jonghyun. Sekarang jaraknya hanya tinggal tiga langkah.

“Aku dulunya juga trainer SM, jauh sebelum Lee Soo Man menemukan kalian,” Mi Young meninggikan suaranya. Matanya berkilat-kilat karena amarah, “Aku bekerja keras, latihan sampai tengah malam, aku bahkan sampai cuti sekolah. Tapi kau tahu apa yang terjadi? Mereka malah MEMBUANGKU! Dan itu semua karena KALIAN! Mungkin mereka pikir boyband dengan anggota cowok-cowok cantik mungkin akan lebih laku daripada girlband. KAU TAHU BETAPA SAKITNYA AKU? Dan sekarang mereka malah menempatkanku sebagai budak kalian, yang harus bekerja pontang-panting sementara kalian yang menikmati POPULARITAS YANG SEHARUSNYA KURASAKAN!”

Sekarang Mi Young tidak lagi bermain petak umpet. Dia mendatangi Jonghyun dengan ranggas sambil mengancungkan pisau. Jonghyun mengambil vas yang berada di belakangnya kemudian melemparkannya dengan mata tertutup.

“PRAAAANGGGG”

Jonghyun membuka matanya. Ternyata Mi Young berhasil menghindar dari lemparan Jonghyun, vas itu menghantam tembok dan pecah. Namun, pecahannya menggores kaki kiri Mi Young, wanita itu meringis kesakitan sementara darah mulai mengalir deras. Jonghyun memanfaatkan kesempatan itu untuk lari. Jonghyun berlari ke kamar, sementara Mi Young mengejarnya dengan langkah tertatih-tatih. Jonghyun menutup pintu kamar, mengganjalnya dengan kursi, lalu duduk di pojokan kamar, ketakutan.

Tidak ada yang bisa digunakan sebagai senjata di kamar ini. Tidak ada juga yang bisa digunakan untuk berhubunagn dengan dunia luar. Jadi Jonghyun hanya menunggu sampai teman-temannya datang. Setidaknya ini akan mengulur waktu, Mi Young tidak mungkin bisa mendobrak pintu yang telah diganjalnya itu.

Tapi ternyata dugaannya salah. Mi Young berhasil mendobrak pintu itu dengan sekali tendangan sebelah kakinya yang masih sehat. Dia sekarang berdiri di depan pintu, memegang pisau, dan kakinya berdarah-darah. Wajah Jonghyun seketika langsung pucat. Mi Young tersenyum sinis melihat ketidakberdayaan korbannya, “Aku lupa memberitahumu, dulu aku pernah ikut karate.”

“KYAAAAAAAAAAA” Tanpa pikir panjang Jonghyun menarik keyboard computer dan menghantamkannya ke kepala Mi Young. Sayangnya, gerakan Mi Young lebih cepat. Sebelum keyboard itu menyentuh rambutnya, Mi Young sudah melepaskan tendangan mautnya ke perut Jonghyun. Meskipun sebelah kakinya terluka, tapi Mi Young masih cukup kuat. Tubuh Jonghyun terdorong sampai membentur tembok. Kepalanya menghantam tembok dengan keras. Darah mulai mengalir dari pelipis dan sudut bibirnya.

Jonhyun hanya bisa melihat tak berdaya ketika Mi Young menhampirinya dengan pisau teracung. Dia tidak sanggup berdiri, sepertinya kakinya patah. Dia merasakan nyeri yang luar biasa di belakang kepalanya. Hanya tinggal selangkah antara dirinya dan Mi Young. Mi Young memandang korbannya dan tersenyum puas.

“Inilah akhir kisahmu, Kim Jonghyun,” Mi Young mengangkat tanannya, siap menusuk Jonghyun denan pisaunya yang mengerikan. Jonghyun menutup matanya, pasrah. Mungkin benar, inilah akhir kisahnya. Tunggu aku, Onew Hyung.

******TBC*****

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

Advertisements

21 thoughts on “KUROSHI – PART 3”

  1. Tambh mengrikn critnya..
    Ak jg udh yakin klo pelakunya orng dalm…dan trnyata di Mi Young..nice ff chigu..
    Ku tunggu part 4nya..oh ya..
    Part 2nya mana ya…*celingak-ceinguk*..

  2. Tambh mengrikn critnya..
    Ak jg udh yakin klo pelakunya orng dalm…dan trnyata si Mi Young..nice ff chigu..
    Ku tunggu part 4nya..oh ya..
    Part 2nya mana ya…*celingak-celinguk*..

  3. AAAAAAAA
    Yaampun yaampuuun, plis Jonghyun jangan matii plis jangan matiiii ;__________;
    Haduu stylist noona, kau sungguh jahat ya -__-
    Padahal part 1 nya aku kesel sama shinee nya gara gara nyebelin sama managernya, stylist noona nya, sama direkturnya hehe (dasar aneh ‎​¬.¬ )

    Sipsiplah, KEWREN BANGET! Sukaaaaa~ :*

  4. author… yg part 2 yang sie taemin ngasih tau mimpinya bukan… yg pas dia masuk rs…

    ahkkk jgn mati semua dong… ngeri tau ….

    tapi nice ff author… *sambil gemeteran?*

  5. Yah~yah~andwae! Andwae!! JJOOOONGGGG!!! *rusuh**getok pala Miyoung pake palu**d’getok balik*

    Kalo Jjong mati tapi Onyu idup lagi, aku rela2 aja.. *dikeroyok blingers* Aku stress dari kmaren2 baca ff yg Onew.a mati mulu.. T.T

    Aah~smoga k’buru ada yg dateng biar Jjong gk jadi dibunuh..! Hwaitting, Jonghyun!! Hwaitting jga author.a!! Lanjutan.a ASAP, ya!? Aku tunggu.! 😀

  6. huaaaa…
    sediih!
    sekalian aja tuh semua anak shinee mati!!
    mi young bener2 mau digorok rsanya!!
    jonghyunKu matii?! Hello!! Mi young sok bgt sumpaaah! tapii ff nya keren! LANJUT AH!!

    JAHAT BANGET SIIH??!
    CUMA DI BUAT BUDAK DOANG “REWEL” BANGET??! CIHH.. *buang ingus*
    BIKIN EMOSIII!! OH TIDAKK! HELL NO!!!!
    OUCHH… MERINDING SUMPAH!! HIAAAAAK..JJONG KAMU TUH BAIK KNP MENGALAMI NASIB YG SAMA KAYAK ONEW ??????????????????????????????????????????????????????????????????????

    LANJUTT!! -_____-“

  7. adch… unni bwt ngri jz nih ff, adch … asal 2minkey jgn d’ bwt mti, ak g mau suami” q ith mati muda
    plakk…
    *d’keroyok istri” 2minkey yg laen*
    v bgus unni ff yg mnegangkn..
    20 thumps up.
    😀
    LNJUTN di tunggu y unni.

  8. ya ampun sngat menegangkan….
    udah cukup.jangn smpai yng lain nyusul onew….
    jjong ayo brjuang..!!!
    hwaitting..!!!

    ^_^ nice ff.
    di tunggu part selanjutnya.!
    “@yoon: gw keroyok loe nnti d sklh”

  9. ya ampun sngat menegangkan….
    udah cukup.jangn smpai yng lain nyusul onew….
    jjong ayo brjuang..!!!
    hwaitting..!!!

    ^_^ nice ff.
    di tunggu part selanjutnya.!
    “@yoon: gw keroyok loe besok d sklh”

  10. ya ampun menegangkan banget..!
    jngan sampai yng laen nyusul onew…andwae..!
    jjong ayo berjuang.!
    hwaitting…!!
    tuh yeoja-yeoja jht bngt…!*gw jambak jga tuh rmbtnya smpai botak*heuh….

    ^_^ nice ff
    d tnggu part selanjtnya.!
    *@yoon:gw keroyok loe bsk d sklh*

  11. @fan: ak tunggu qw bzq d’klas, mang’y mu brani sma magnae skligus unni mu ni
    hehe
    *athour&reader laen: klu mau brbincang jgn d’ff org*
    hehe* smbl msng wjah tak brdosa*
    mian…

    i’ll wait for the next part !
    😀

  12. KyaAaAA vaZa. . . . .
    Teganya dirimu pada jjong q, *diHajar vaza sama blingers*

    aish, minta diHajar aja thu si Mi Young!
    *ngasah golok*

    andwae!!!!
    *Triak2 pake toa*
    hikz. . Q.Q
    JjoNg jgn mati dumpz. .
    Huwee. . T.T
    *guling2 di lantai*

    ini ffmu yg part 2nya ke post duluan kan??
    Hikz..
    Makin daebAk aja. .
    Jadi penasaran ama nasib jjong oppa. . (TT^TT)
    keren, Vasa, kamu emang berbAkat bikin FF. .
    Hwaiting, chingu. .!!

    CoNgratz!!

  13. Gw pnasaran ama part slanjut’a, tp kok uda lm blm muncul2 ea ? (celingukan)
    Sungguh, bru prtma kali gw bc ff nympe nngis T.T
    Feel’a dpt bgd c . .
    Daebak bgd deh author’a !
    Pliz, Kuroshi next part jgn lm2 ea, thor . . *puppy eyes*

Leave a Reply to dubudays Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s