Because it’s YOU and ME – Part 3

Because it’s YOU and ME (Part 2)

Author :            Nekochan

Main Cast :       Choi Minho, Kim Eun Soo

Support cast :   Lee Taemin, Kim Kibum, Kim Jonghyun, Lee Jinki aka Onew

Length :            Series

Genre :             Romantic, Friendship

Rating : PG-13

Kuberanikan diriku untuk membuka tas itu dan kuambil dompet cokelat tebal yang selama ini selalu mengundang rasa penasaran itu, apa sih isinya sehingga membuat dia selalu tersenyum damai jika membuka dompet ini? Tersentak hatiku ketika melihat foto yang tersimpan di dompet itu. Foto mereka berdua. Ia tersenyum dengan sangat manis dan tampak cantik sekali. Jelas saja Minho selalu tersenyum damai jika melihat foto ini, senyumnya jelas menyejukkan hingga bagian terdalam jiwa. Melihat foto itu kurasakan luka baru tergurat di hatiku. Kenapa bukan aku yang ada di sebelahnya? Kenapa bukan aku yang mengisi hatinya? Dan kenapa aku bahkan tidak bisa merelakan dia karena jelas-jelas cinta ini tidak mungkin?! Tanpa sadar kuremas foto itu, dan kurasakan cairan panas menetes pelan dari sudut-sudut mataku.

Author’s POV

Eun Soo  menatap sosok dirinya di cermin, ia melihat sesosok yeoja dengan mata bengkak dan wajah sembab. Dirabanya dada sebelah kirinya, dan ia merasakan bahwa jantungnya masih berdetak dengan rasa sakit yang terpompakan di setiap detaknya.

”Kau bodoh, Kim Eun Soo…” ucap Eun Soo lirih. Ia berjalan pelan kearah meja toilette dan diraihnya telpon genggamnya. Ia putuskan untuk menghidupkan handphone-nya setelah 2 hari ia nonaktifkan.

129 New Messeges. Gila. Baru ia ingin membaca 1 pesan pertama, handphone-nya bergetar dan layarnya bertuliskan Taemin.

“Yeobseyo?” jawab Eun Soo. Tanpa sadar ia mengangkat telpon itu, hatinya tak mampu menolak telpon dari seorang Taemin. Orang yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri.

“Noona!” seru Taemin tertahan. Kemudian terdengar langkah-langkah kaki dan suara nafas terengah. Tampaknya Taemin sedang berlari.

“Taemin-ah? Gwaenchana? Ada apa?” tanya Eun Soo langsung.

Terdengar ia membanting pintu dan berusaha menenangkan nafasnya.

“Noona…hhh… kau sedang ada dimana sekarang? Kau bertengkar dengan Minho-hyung?” tanyanya terengah.

Eun Soo terdiam, dalam waktu 2 hari Taemin saja sampai tahu kalau ia sedang bertengkar dengan Hyung-nya. ”Aku sedang ada schedule di Thailand, Taemin. Dan aku tidak mengerti apa maksudmu.” dusta Eun Soo.

”Lalu mengapa Minho-hyung nampak seperti orang gila 2 hari ini? Ia tak berhenti pergi ke ruang latihan kalian dan selalu pergi ke dorm-mu setelah selesai schedule. Jika ditanya ia hanya menjawab tidak apa-apa. Dan waktu aku menanyakanmu pada Yue, ia menjawab kau sedang ada di Jeiju. Aku yakin ia berbohong, dan aku yakin dia bahkan tidak tahu kau ada dimana sekarang! Jadi, tolong Noona. Jebal. Jangan berbohong lagi. Aku janji tidak akan mengatakan pada siapa pun. Aku berjanji tidak akan memberi tahu siapa pun kalau aku menelponmu dan noona mengangkat telponku. Ayolah noona…” Taemin memohon dengan suara seperti anak kecil. Aku hanya mampu menghela nafas.

”Jonghyun-hyung, Kibum-hyung, dan Onew-hyung pun tidak habis pikir dengan keadaan Minho-hyung sekarang. Kami berpendapat pasti ini semua ada hubungannya denganmu. Noona…Jebal…”

Eun Soo menarik nafas dalam-dalam, dan…

”Taemin-ah… Mianhae.”

TUUT TUUT TUUT

Eun Soo segera memutus pembicaraan. Ia  belum siap membicarakan masalah ini dengan siapapun. Hatinya akan kembali berdarah, dan lukanya akan kembali basah. Jelas ini akan sangat menyulitkannya dalam berpikir rasional, bahkan Bali pun tidak mampu memperbaiki suasana hati Eun Soo. Suara deburan ombak, langit yang begitu biru, semuanya seolah-olah mengejeknya. Mengejek betapa lemahnya ia hingga melarikan diri dalam menghadapi masalah. Tapi jelas ombak dan langit tidak akan pernah mengerti ketakutannya. Ombak tidak pernah ditinggalkan oleh riak-riak dan buih sekalipun, langit tidak pernah ditinggalkan oleh sang matahari ataupun awan yang senantiasa bergulung-gulung di rentangan sang langit. Mereka tidak pernah mengerti rasa dikhianati dan ditinggalkan.

”Kalian tidak akan pernah mengerti.” Eun Soo bergumam sambil menatap deburan ombak dari jendelanya.

Eun Soo’s POV

Aku memandang takjub hamparan pasir yang menjadi karpet tempatku menjejakkan kaki. Terasa lembut dan menyenangkan di kakiku. Panas yang menyengat membuatku merasa tergelitik dan masih dengan sensasi yang menyenangkan. Bagaimana mungkin Gain-eonni dan Kwonnie-oppa mengeluh betapa panas dan teriknya Bali? Bagiku ini semua surga! Panas dan teriknya serasa mampu membakar dan membuat lukaku kering. Seperti disinfektan. Aku menyukainya.

Kulangkahkan kakiku menuju tepian, aku mengejar gelombang yang sedang menuju ke arah tepian. Begitu ombak memecah di kakiku, aku merasakan kesejukkan ternyata sangat membantu hatiku

Hamparan laut dan rentangan langit berwarna biru sejauh mata memandang membuat hatiku enteng. Namun sesuatu teringat di otakku, biru. Biru adalah dia. Biru adalah warna favorit dia. Serta merta kurasakan air mata mulai menetes dan tetesannya makin deras. Nyeri di hatiku kembali membuncah dan tak tertahankan. Aku teduduk lemas seraya membekap mulutku dengan satu tangan, berusaha meredam suara tangis yang kurasa terdengar ke seluruh kota.

Kenapa dia harus melakukannya? Kenapa ini harus terjadi, Tuhan?! Engkau yang paling tahu bagaimana aku mencintainya, seberapa besar rasa cintaku padanya! Apa yang pernah kulakukan hingga akhirnya semua berakhir seperti ini? Katakan bila semua ini hanya salah paham, jangan seperti ini. Tuhan, tolong katakan padaku kalau ini hanya salah paham! Tapi bagaimana kalau kenyataannya ini semua adalah benar? Bagaimana kalau dia memang telah menemukan cinta yang lebih baik dari aku? Jelas banyak cinta lain yang lebih baik dari kau, Kim Eun Soo. Kau tahu itu.

Taemin’s POV

”Hyung, kau tahu tidak Minho-hyung pergi kemana?” aku bertanya kepada Kibum-hyung yang sedang sibuk dengan PSP-nya. Sejenak Kibum-hyung memandangku dengan tatapan datar.

”Kau jelas-jelas tahu dia pergi kemana, Baby. Sesuatu terjadi antara dirinya dan Eun Soo. Kita semua tahu itu, tidak ada yang bisa membuatnya sekalut itu kecuali Eun Soo. Aku sebenarnya enggan mengakui kalau dia sangat emosional dan tidak profesional dalam menghadapi masalah pribadi. Apalagi menyangkut masalah cinta. Kau lihat, dari awal saja dia sudah salah langkah ketika memutuskan akan melamar Eun Soo. Dia malah menjauh, dan membuat Eun  Soo salah paham. Sekarang kena batunya.” terang Kibum-hyung panjang lebar. Daebak. Kibum-hyung memang nomor satu kalau menerangkan suatu permasalahan, tapi nomor kesekian kalau berhubungan dengan Biologi.

”Kira-kira kemana ya, Eun Soo-noona? Pergi kemana dia ya, Hyung? Member actION lain tampak kehilangan arah dengan perginya Eun Soo-noona. Media tahunya Noona sedang ada di Jeiju, photoshoot untuk solo-single nya. Jelas bukan ini yang terjadi kan?” aku menatap nanar kibasan gorden yang tertiup angin. Kibum-hyung menghela nafas.

”Kita hanya berharap Eun Soo dan Minho dapat menyelesaikan masalah mereka secara dewasa. Mereka selalu bisa menyelesaikan masalah dengan baik, aku masih saja takjub dengan kemampuan mereka menjalin hubungan diam-diam ini. Sudah hampir 2 tahun mereka berpacaran, dan jejaknya bahkan tidak tercium oleh kantor. Manager-hyung saja tidak tahu. Terlepas dari kenyataan bahwa semua member tahu akan hal ini,  kita benar-benar bisa menjaga rahasia dengan baik, ya?” Aku hanya menganggukkan kepalaku. Kibum-hyung meletakkan PSP-nya dan mulai sibuk dengan handphone-nya.

Aku menatap handphone ku dengan lesu. ”Hyung, tadi siang aku menelpon Eun Soo-noona dan ia mengangkatnya.” bibirku tiba-tiba berbicara. Aku menutup mulutku dengan cepat dan melihat Kibum-hyung terperangah. Ia mengerjapkan matanya dengan perlahan.

”Kau…bo…hong!”

”A…aku tidak bilang apa-apa tadi.”

”Jelas-jelas kau bilang tadi kalau kau menelpon Eun Soo dan ia mengangkatnya, Lee Taemin! Kenapa baru sekarang memberi tahu ku????” Kibum-hyung bangkit dari tempat duduknya dan menyeretku ke sudut. Ia menghidupkan komputer.

Bagaimana mungkin aku mengatakan hal ini? Aku berjanji tidak akan memberi tahu siapa-siapa kepada Eun Soo-noona. Astaga, kau sungguh bodoh Lee Taemin! Dan sekarang Kibum-hyung menatap ku tajam-tajam. Ia mengetukkan jarinya ke keyboard dengan tidak sabar.

”Cepat kau katakan, apa saja yang kau bicarakan dengan Eun Soo. Ayo, Taemin.”

Aku menelan ludah dan merasakan keringatku mengucur. Kibum-hyung memicingkan matanya. Dia pasti marah sekali.

”Kau tau, Taemin. Dengan kau memberi tahu ku, kau juga membantu Minho dalam menyelesaikan masalahnya. Masalahnya adalah masalah kita semua. Apakah kau tidak mau membantu hyungmu sendiri?”

”A…aku menanyakan dia ada dimana. Tapi dia bilang dia ada di luar negeri dan tidak memastikan negara mana, Hyung. Dan ia menutup telponnya setelah itu. Sumpah hanya itu.”

Kibum-hyung semakin memicingkan matanya, aku telah memberi tahu yang ku tahu. Dan bila aku berbohong jelas-jelas Kibum-hyung akan tahu, ia selalu tahu jika aku berbohong. Dan tiba-tiba ia merogoh sakuku dan mengeluarkan handphone-ku.

”Akan kupastikan Minho berterima kasih kepada kita berdua, Bebe.” Kibum-hyung mengambil USB dan menyambungkannya ke komputer. Aku tidak mengerti apa yang ia lakukan namun aku melihat ia meneliti Call log yang ada di handphone-ku. Dan tiba-tiba ia tersentak.

”Hah? Bali?”

”Apa, Hyung?”

”Dia ada di Bali sekarang, Taemin. Eun Soo.”

Kibum-hyung menatap layar komputer dengan panik. Simbol merah berkedap-kedip menunjukkan koordinat-koordinat yang aku tidak mengerti. Pasti Kibum-hyung mencari Eun Soo-noona dengan bantuan GPS atau suatu software yang entah apa namanya itu. Kibum-hyung memencet ujung hidungnya dengan gelisah. Aku yakin ia pasti bergulat dengan pemikiran bagaimana harus memberi tahu hal ini pada Minho-hyung. Secepat kilat ku ambil handphone-ku dan menekan nomor Minho-hyung.

”Kau jangan memberi tahu dia dulu, Taemin.” seru Kibum-hyung tertahan. Ia hendak merebut handphone-ku, namun dengan sigap aku segera menghindar.

”Seperti kata hyung tadi, kita harus membantu Minho-hyung. Dan aku sedang melakukannya sekarang! Bukankah yang kita inginkan sekarang adalah Minho-hyung dapat menyelesaikan masalahnya? Bukankah kita ingin Minho-hyung dapat tersenyum lagi, dan kembali waras? Aku lelah melihat dia seperti itu!” kata-kataku meluncur begitu saja. Kibum-hyung menghela nafas dan memijat dahinya. Aku mendecakkan lidahku mendengar suara tuut yang terus menerus. Minho-hyung tidak juga mengangkat telpon.

”YAISH! Minho-hyung! Angkat dong!!!”

Tuut tuut tuut

”Halo…” akhirnya ia mengangkat telponnya.

”Minho-hyung!!!”

Author’s POV

Langit nampah cerah, namun hujan turun dengan derasnya. Para turis yang sedang asik berjemur mau tak mau segera berlindung ke tempat yang teduh. Namun Eun Soo masih menelungkupkan kepalanya di antara kedua lututnya.   Bahkan alam pun mengerti rasa sakit ini, batin Eun Soo.

Eun Soo mengangkat kepalanya dan menatap hamparan laut yang agak mengganas. Ombak-ombak saling berkejaran dan membentuk gelombang besar yang nampak kokoh. Eun Soo mulai berdiri dan merangsak maju menuju tepian, ia memejamkan matanya dan merasakan roknya mulai basah dan berat. Air yang dingin ia rasakan menghempas seluruh tubuhnya dan membuatnya basah kuyup.

Aku harus bisa menahan ini, jika aku mampu  menahan seluruh hempasan ombak ini hingga hujan reda. Maka aku pasti bisa melalui masalah ini, batin Eun Soo.

Ia tetap memejamkan matanya, mencoba dengan segala cara untuk tetap bertahan. Ia ulang lagi adegan menyakitkan itu di kepalanya, ia rasakan air mata makin mengalir deras bercampur dengan air hujan dan laut. Ia membuat 2 pilihan, yakin atau menyerah.

Menimbang semua yang telah mereka lalui, menyatukan kembali emosi-emosi yang telah ia rasakan dengan adanya Minho, dan memberanikan diri dengan kemungkinan paling buruk. Ia harus bisa menghadapi kenyataan dan tidak lari. Eun Soo membuka matanya perlahan sambil berbisik, ”Choi Minho…”

Ombak bergulung dengan cepat dan menghantam Eun Soo tanpa ampun, dan Eun Soo terlempar ke belakang dan masuk ke dalam air, hanyut dalam putaran air yang terus membawanya. Eun Soo mulai tersedak dan memegang lehernya yang terbakar karena asinnya air. Ia merasakan sepasang tangan kuat mencengkram lengannya dan menyeretnya ke permukaan. Pandangannya gelap dan ia merasa sekujur tubuhnya sakit. Dan seseorang memanggil namanya, terus berulang-ulang. Suara itu nampak familiar di telinganya. Namun siapa? Siapa? Kesadarannya mulai menjauh dan yang ia tahu ia membisikkan nama Choi Minho.

P.S : hadeeh… part 2 akhirnya bisa diselesein. Aku bikin part ini deket2 natal. Buat semua yg ngerayain aku mau ngucpin Merry Christmas! May God bless you all…XD

Songoftheday kali ini adalah Because of You-nya After School… =_= sama Goodnight Goodnight-nya Maroon 5, aduuhh ada yang nonton konser Maroon 5 diantara chingu-deul semua? :>

Sekali lagi bagi chingu yang uda baca, baik komen dan enggak aku mau ucapin makasih sebanyak2nya krena dah luangin waktu untuk baca BiYM. Have a nice holiday all.. 😀

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

18 thoughts on “Because it’s YOU and ME – Part 3”

  1. aku bingung ini part 2 apa 3 ??? ahkkk tak sah di pikirkan …. keren nih … aku paling suka ff yang ada laut ato pantainya gitu … soalnya aku juga suka … ahahah *gx da yang nanya*

    oke deh .. lanjut thor …

  2. keren! Keren! Aq baru baca pas part ini! Hehehe! 😀 mau nyari part yg lain dulu, tapi yg ini aja udah Daebak Thor! Apalagi pilihan katanya ga bikin bosan! 🙂

  3. Huahuahuaaaaa itu siapa yg nolongin eunsoo? Plisplis dong itu minho!!!
    Itu yg suka sama eunsoo siapa ya? Wadoooh penasaran bgt thor! Part 4 nya ditunggu bgt!

    1. uda aku kirim part 4nya… jadi sabar ajah yaa…
      😉
      yang berkenan bisa baca FF ku yang lain yang bakal di publish… hehehe *promosi*
      jdulnya Remembering Sunday.. mksih

Leave a Reply to ciaagatha Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s