One Week Journey – Under the Same Roof [2]

Title                       : One Week Journey – Under the Same Roof (Part Two)

Author                  : myee

Main Cast            : Lee Hana, Kim Soona, SHINee

Support Cast      : Park Hye Ra

Genre                   : Friendship, Family, Romance

Length                  : Sequel

Rating                   : G

A.N                        : Ini ff pertamaku. Mohon sarannya ya. Maaf kalau jelek hehe (bow)

Lee Hana’s POV

“Soo, kita kapan sampainya?”, tanyaku sambil melihat ke jendela pesawat. Sejauh aku memandang hanya ada awan putih dan langit biru.

“Hmm… Kira-kira sejam lagi, soalnya butuh waktu 3 jam sampai ke Tokyo…”, jawabnya sambil membulak balik majalah musik yang dia bawa.

“Terus? Kita nginep di apartemen ahjumma kamu kan?”, tanyaku lagi. “Yup. Ini kuncinya. Eomma punya cadangannya sih ehehe”, kata dia sambil menunjukkan kunci warna perak itu.

“Di daerah mana sih tuh?”, aku mengambil notebook kecil dari dalam sakuku dan sebuah pulpen.

“Hmm… Daerah Roppongi kalau gasalah, butuh sejam perjalanan dari bandara…”

“Ooh… Alamatnya? Aku takut kalau nanti kesasar terus gatau alamatnya apaan, kan ga lucu tuh…”, kataku.

“Hm, tunggu.  Roppongi, Tokyo Central Apartment III, Distrik Shinjuku. Kalau pusing, cari aja apartemen deket Tokyo Tower, gampang kok.”

“Oh, oke, geomawo…”

Hatiku berdegup kencang. Ini pertama kalinya aku pergi ke luar negeri, tanpa orang tua pula. Tapi aku senang, aku akan bertemu kembali dengan Park Hye Ra, sahabat lamaku dan Soona. Semoga perjalanan kami selamat sampai tujuan, Tuhan.

Kim Jonghyun’s POV

“Hyung, udah pesen hotel belum?”, tanyaku sambil menguap. Ngantuk bener.

“Belum nih… Kalian mau nginep dimana? Jangan yang mahal-mahal ya! Inget budget!”, jawab Jinki.

Kulihat adikku dan temannya itu daritadi terus tertawa, entah apa yang membuat mereka bahagia begitu. Oh ya, aku belum tau kenapa adikku ke Jepang.

“Ya! Soona!”, aku berjalan menghampiri mereka yang baru saja mengurus keiimigrasian.

“Ne? Ada apa, oppa?”. “Ngomong – ngomong kamu ngapain sih ke Jepang? Gaya banget sok sok-an pergi ke luar negeri sendiri…”, kataku sambil mencubit pipinya yang chubby.

“Aissssh! Aku mau ketemu temen di sini!”, katanya sambil melepas cubitanku. “Oh? Terus kalian nginep di mana? Di hotel? Atau di rumah temenmu itu?”

“Idiiih, ngapain mahal – mahal pesen hotel? Aku kan punya ini!”, katanya sambil menunjukkan sebuah kunci.

“Jangan bilang… Itu kunci apartemen Han Ahjumma?”, aku menunjuk kunci itu. “Yup! Selamat menghamburkan uang untuk hotel ya oppa~ Hotel di sini mahal lho, kukasih tau aja…”, katanya sambil menarik tangan Hana.

“Eits! Tunggu!”, aku menyetop langkahnya. “Hei kalian ke sini!”, aku memanggil anggota SHINee yang lain, dan mereka berjalan ke arahku.

“Ada apa, hyung?”, tanya Minho. “Hei, Onew hyung. Kau belum pesen hotel kan? Aku punya rekomendasi tempat yang gratis tapi enak…”, kataku sambil menyeringai.

“OPPA!!!!!!!”, adikku berteriak. “Eh? Di mana hyung?”, Taemin bertanya bingung. Aku berbisik-bisik pada mereka, dan mereka mengangguk tanda setuju. “Nah, apartemennya di mana sih, Soo? Aku lupa…”, tanyaku.

Adikku mengerucutkan mulutnya, dia kesal, sepertinya. “Tuh, kan, oppa! Oppa sendiri yang bilang jangan mengganggu liburan oppa waktu di pesawat tadi, tapi sekarang sepertinya oppa yang bakal bikin ribut di apartemen ahjumma nanti!”

“Soona-ah, tenaang! Apa masalahnya sih? Cuma seminggu kan?”, tanya Onew sambil mengelus kepalanya.

“Masalahnyaaaaa hanya ada SATU kamar! Aku ini seorang yeoja, dan umurku 17 tahun! Tidak pantas kan yeoja dan namja satu kamar?”, katanya menjelaskan panjang lebar.

“Ya sudah, kalian aja yang nginep di rumah temen kalian, gampang kan?”, lanjutku.

“Enak aja! Aku yang minjem kok oppa yang ngambil sih? Lagian kost-an Hye Ra itu khusus untuk tinggal satu orang, kalau aku dan Hana numpuk di sana, jadi sarden deh kita!’

“Duuuh, please ya, Soo. Biarkanlah oppamu ini ikut tidur di sana. Oppa janji gak bakal ribut ataupun ngerepotin kok yah? Tenang, mereka juga gabakal ‘nyerang’ kalian kok ehehhe”, kataku sambil tersenyum 😀

“Bisa ya, Soo? Budget kita terbatas banget nih. Bisa ya? Kita tidur di ruang tengah juga engga apa – apa… Ya?”, Onew melanjutkan.

“ MWO? Apa kata–“, sebelum Key melanjutkan bicaranya, Taemin keburu membungkam mulutnya. Tatapan mata Taemin seakan bilang ‘Hyung, lumayan gratis. Terima aja.’

Minho hanya terdiam melihat kami semua. Hana menghampiri adikku dan bilang, “Ya sudah, Soo… Gak apa-apa kan, kayaknya rame deh ada mereka. Terus lebih aman aja, soalnya ada oppaku dan oppamu, ya kan?”

Soona berpikir sedikit dan akhirnya mengangguk. “Yes! Jeongmal geomawoyo dongsaengku yang cantiiik~”, kataku sambil memeluk adikku itu.

“Hana! Soo!”, seseorang memanggil nama mereka.”HYE RA!”. Adikku melepaskan pelukanku dan berlari menuju temannya itu. Mereka bertiga berpelukan dan tertawa. Setelah sekian lama mereka berbicara, kami memutuskan untuk langsung pergi menuju apartemen ahjumma.

Lee Hana’s POV

“Soo? Lantai berapa?”, kataku. “Hmm… Lantai 8.”

Hye Ra kembali ke kost-annya, dia mau siap – siap katanya, soalnya setelah kami sampai apartemen ahjumma dan membereskan bawaan, kami akan langsung jalan – jalan bertiga.

Kami langsung menuju elevator dan seketika saja lift itu penuh dengan badan kami bertujuh dan koper yang kami bawa. Aku menatap satu persatu wajah para member SHINee itu. Mereka tampak sumringah, kecuali satu orang.

Choi Minho. Namja jangkung itu daritadi terus menguap dan berusaha untuk mencuri waktu untuk tidur. Aigooo, tampan sekali orang ini. Tanpa sadar dia telah membuka matanya dan menatapku. Dia tersenyum.

TING.

Kami telah sampai di lantai delapan. Aku mengikuti Soona dari belakang dan dia berhenti di depan pintu yang terletak di ujung lorong. Dia memutar knop pintu dan masuk ke dalamnya. Ruangan yang cukup besar. Dapur terletak di sebelah kanan pintu masuk, dan terdapat balkon yang cukup luas di ruang keluarga. Kamar terletak di sebelah kiri, dan kamar mandi ada dua, di dekat dapur dan di dalam kamar tidur.

“Oke, karena TIDAK MUNGKIN semua member SHINee tidur di ruang tengah, kita putuskan ada 3 orang yang tidur di kamar dan 2 orang di ruang tengah”, kata Jjong oppa tiba-tiba.

“MWO!? EEEH~”, Soona melongo tidak percaya. “Soo, tolonglah. Sekarang musim dingin! Tidak mungkin kan kita tidur di lantai? Di ruang tengah cuma ada 2 sofa panjang, dan setiap sofa itu untuk satu badan. Di kamar tidur kan ada tempat tidur king size, nah itu untuk kalian berdua. Terus di bawahnya ada karpet tebal dan di sana ada 1 sofa lagi, cukup untuk 3 orang, soalnya kamarnya lumayan gede. Gimana?”, Jonghyun oppa melanjutkan.

Soona mengambil nafas panjang dan mengangkat tangannya. “Ya sudah, terserah kalian deh. Aku menyerah. Aku mau beres-beres dulu…”, kata Soona seraya sambil menyeret kopernya ke kamar. Aku hanya tersenyum kecil dan mengikutinya.

“Aku mau mandi dulu ya sebentar…”, kata Soona. Aku mengangguk dan mulai membereskan barang-barangku. Beberapa menit kemudian Minho, Key, dan Taemin masuk ke kamar ini.

“Lho? Kalian yang tidur di sini?”, kataku sambil menatap mereka bertiga. “Ne.”, kata Key sambil tersenyum.

Aku berdiri dan mengetuk pintu kamar mandi. “Soo~? Ada selimut tambahan atau bed cover gitu gak? Kayaknya bakal butuh banyak nih!”, kataku.

“Ada tuh! Ambil di lemari deket pintu ke balkon kamar, bagian kiri atas!”, teriaknya.

Aku membuka lemari yang cukup besar tersebut, dan benar, setumpuk selimut yang tebal ada di bagian atas lemari. Aku melompat – lompat kecil untuk menggapainya, namun tidak bisa.

“Yang mana? Biar aku ambil…”, seseorang berdiri di belakangku. Aigo~ Itu Minho oppa!

“Oh… Yang itu, ambil 4 selimut, 2 selimut untuk Jinki oppa dan Jonghyun oppa, 2 lagi untuk kalian bertiga”.

“OK”, katanya singkat dan mengambil apa yang aku bilang tadi. Dia membawa tumpukan selimut itu dan ia berikan 2 lembar pada Jinki oppa dan Jonghyun oppa. Setelah itu dia mengambil selimut lain, dan mengambil 3 lembar bed cover, dan meletakannya di atas karpet bulu putih, dan menyusunnya seperti futon (kasur yang digelar di lantai). Setelah suit, Key yang tidur di atas sofa, sedangkan Taemin dan Minho oppa yang tidur di bawah.

Dan tanpa sadar, lagi – lagi aku terus menatap oppaku yang satu itu, Minho. Dia tengah berbaring di atas ‘futon’ tersebut, dan sepertinya ia kelelahan. Ia tertidur.

“HAYO! Jangan melamun!”, kata Key oppa sambil menepuk tangannya di depan mukaku. “Oppa~ Jangan ngagetin kayak gitu dong!”, kataku sambil memukul tangannya. “Aduh! Salah sendiri melamun. Siapa suruh coba?”, katanya sambil pergi meninggalkan kamar.

“Lho? Soona mana?”, Taemin bertanya sambil membuka koper hitamnya. “Oh, dia lagi mandi… Wae?”, jawabku. “Ani… Tidak apa – apa”, dia tersenyum. Aku mengambil bajuku dari koper dan berjalan menuju kamar mandi satu lagi.

Setelah 15 menit, aku keluar dari kamar mandi dan kulihat Soona sedang menyisir rambutnya di kamar, ia sudah siap – siap keluar rupanya.

“Ah, sudah mandinya? Ayo cepat, Hye Ra udah nunggu tuh di lobby!”, katanya. “Oh oke oke, sebentar ya…”. Aku mulai memasukkan dompet, ponsel, dan notebook kecilku. Tidak lupa kamera polaroid yang sengaja aku bawa.

“Soo, kalau mau keluar pakai sweater sama jaket ya, dingin banget, 4 derajat celcius lho di luar! Kalau mau bawa aja sekalian scarfku tuh!”, teriak Jjong oppa pada Soona. “Iya oppa!”. Wah, walaupun bertengkar terus, Jjong oppa sayang juga pada adiknya, ya J

Setelah siap – siap, kami berdua langsung keluar dari kamar apartemen. “Eh, Hana, tunggu!”, Jinki oppa memanggilku. “Hm? Wae?”, Dia menyodorkan sepasang sarung tangan putih. “Nih, pake ya. Dingin banget diluar, nanti kamu sakit lagi”.

Aku tersenyum dan mengambil sarung tangan tersebut. “Geomawo, oppa J”

——–

(Still Lee Hana’s POV)

“Lalu, mereka berlima dimana tidurnya?”, tanya Hye Ra. Sekarang kami bertiga tengah duduk di sebuah kafe yang terletak di tengah daerah Shibuya. Seorang Park Hye Ra tidak berubah. Dia masih seorang yeoja yang suka fotografi dan rambut bergelombangnya masih seperti dulu.

“Ya, akhirnya 3 di kamar dan 2 orang di ruang tengah”, jawab Soona sambil meyeruput green tea panasnya.

“MWORAGO? Waaah ya ampun ahahaha”, dia tertawa. “Duh Hye Raaaaa jangan ketawa dong! Aku kan malu kalau muka tidurku diliat orang lain, apalagi diliat seorang namja!”, ucap Soona kesal.

“Lho, tapi asyik kan? Kalian menginap bareng kelima member SHINee! Itu pengalaman yang luar biasa!”, katanya sambil memakan cheese cakenya.

“Lalu lalu? Oh ya, kau masih naksir Taemin-ssi tidak? Kau kan pernah bercerita kepadaku lewat email…”, tanya Hye Ra tiba – tiba. Dan waktu kulihat Soona, mukanya memerah.

“Tuh! Tuh! Masih kan? Cieee barengan terus semingguan nih ahahahahahaha!”, goda Hye Ra sambil menyenggol-nyenggol sikunya pada lengan Soona. “Shhhh. Diem ah! Oh ya, gimana sekolahmu di sini?”, ucap Soona. Tampaknya ia berusaha mengalihkan pembicaraan.

“Begitulah… Temen – temenku rame semua, tapi ga ada yang serame kalian! Ya tuhan aku kangen banget sama kaliaaaan!”, katanya sambil memegang tanganku dan Soona.

“Hahaha sama dong! Oh ya, besok ke Disney Sea yuk! Aku pengen main – main nih!”, usulku. “Iya bener! Aku pengen ke sana! Yayaya?”, kata Soona. “Disney Sea? Boleh, ayo!”, jawab Hye Ra semangat. Dan aku tahu, nampaknya liburan kali ini begitu menyenangkan \(^o^)/

Choi Minho’s POV

Kenapa ya anak itu selalu menatapku? Waktu di pesawat, kemudian waktu di lift, dan yang terakhir pada waktu aku tertidur tadi. Ada apa dengannya? Apa ada sesuatu yang aneh di mukaku?

“Kami pulang!”

Kulihat pintu masuk apartemen. Dua orang yeoja itu baru saja pulang, dan waktu menunjukkan pukul setengah tujuh malam. Darimana saja mereka? Kuihat mereka membawa kantong belanjaan. Habis shopping toh? Dasar anak perempuan.

“Ini, aku membeli bahan makanan untuk makan malam. Aku dan Hana mau masak shabu – shabu ya! Kan enak dingin – dingin begini makan yang panas!”, kata Soona tersenyum.

“Wah jjinja?”, Onew hyung berjalan menuju belanjaan yang dibawa Hana dan membantu mengeluarkan bahan-bahan makanan tersebut. “Ah, biar aku bantu ya!”, Key langsung menuju dapur dan menyiapkan alat – alat masak.

“Minho oppa, gwenchana? Daritadi kulihat kau diam terus… Capek ya?”, Hana mengibas – ngibaskan tangannya di depan mukaku. “A-aah… Ne…”. “Oh, ya sudah, tiduran dulu aja gih, kan masaknya agak lama…”, sambungnya sambil membawa kantong –yang sepertinya berisi baju dan pernak-pernik– ke kamarnya.

Aku beranjak dari sofa dan pergi menuju dapur. Aku membantu mencuci sayur – sayuran, sedangkan Kibum membantu memotong – motong daging. Soona mempersiapkan panci dan ia menyusunnya di atas meja di ruang tengah, dan kulihat Taemin dan Onew hyung membantunya. Jonghyun hyung memasukkan bahan makanan lain ke kulkas dan mengeluarkan beberapa piring, mangkuk, dan sumpit, kemudian meletakkannya di atas meja di ruang tengah.

Sesaat kemudian Hana keluar dari kamar, dan menghampiriku. “Biar aku yang membersihkan semua sayurannya, oppa. Tadi bilang oppa capek kan?”, dia tersenyum.

Setengah jam kemudian, shabu – shabu itu jadi juga. Soona membuka panci itu dan dengan sekejap asap masakan jepang itu memenuhi ruangan. Onew hyung yang sedari tadi di dapur akhirnya kembali ke ruang tengah dengan membawa tujuh gelas berisi teh manis panas.

Kemudian bel apartemen itu berbunyi. “Ah, Hye Ra datang!”, ucap Soona. Ia membuka pintu dan terlihat seorang yeoja yang memakai jaket putih berdiri di depan pintu.

“Hye Ra imnida… Salam kenal!”, katanya sambil membungkuk pada kami berlima. “Ayo masuk! Kita makan bareng!”, kata Jonghyun hyung. Ia melepas jaket tebalnya kemudian duduk di sebelah Key dan Hana.

“Aaah, semoga besok cuacanya cerah ya…”, ucap Hana di sela-sela makan. “Hm? Memang kenapa? Mau ke mana kamu besok?”, tanya Onew hyung. “Besok aku, Soona, dan Hye Ra mau ke Disney Sea. Semoga saja gak ujan atau turun salju ya…”, lanjutnya.

“Wah? Disney Sea? Ikut dong!”, kata Key tiba – tiba. “Iya, aku juga! Udah lama gak main – main nih”, sambung Taemin. “Eh, gue juga dong! Ikut yayayaya? Boleh ya? Ho, kamu gimana?”, tanya Jonghyun. Aku cuma manggut – manggut. Terserah mereka aja deh. Yang penting bisa melepas penat aja udah cukup.

“Ya silakan aja. Tapi kalau kalian dikejar fans atau apa, salah sendiri ya”, kata Soona singkat. “Yah, jangan gitu dong, Soo~ Kita pengen seneng – seneng nih…”, kata Onew sambil mengacak – acak rambut Soona. “DUH OPPA! Stop ah! Lagi makan ih!”.

Dan kuakui, makan malam kali ini cukup berisik, tidak, SANGAT berisik. Dengan ditambah 3 yeoja ini, kebisingan bertambah 5 kali lipat dari biasanya. Kulihat wajah member yang lain, Taemin dan Key tidak berhenti tertawa. Onew hyung dipukul – dipukul oleh Soona, dan Jonghyun hyung tampak berusaha menolongnya, tapi pada akhirnya, ia juga ikut mengerjai Onew. Hye Ra ikut tertawa dan kemudian ia mengobrol dengan Kibum dan Taemin.

Hana? Yeoja manis itu juga tertawa – tawa, dan sesaat tatapan kami bertemu. Dia tersenyum dan memberi segelas teh manis hangat yang ada di sebelahnya. “Makan yang banyak ya oppa, biar tidurnya nyenyak ehehehe”, ucapnya.

TBC

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF


15 thoughts on “One Week Journey – Under the Same Roof [2]”

  1. huwwaaaahh ada benih2 cinta antara hana dan minho (??) soona enak amat punya kakak member shinee -_- coba aku jd soona, kyknya liburan sm anak2 shinee mulu ya hahahaha. aku penasaran gimana kelanjutannya XD

  2. Huaaa itu minho
    Kaya ntar ama hana nih *sotoy kambuh
    Tapi ko kocak ya
    Bukannya harusnya jinki ama jong tidur di kamar
    Dia kan jagain adenya
    Hehehe

    1. hmm maunya sih gitu, tapi akhirnya jadi gini deh jadinya, soalnya ini nyangkut sama cerita selanjutnya ehehe

      thanks udah mau comment 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s