Love Power!- Part 3

Tittle : Love Power!3

Cast : Park Mi Young,Lee Taemin

ACast : Kim Hye Jin,Choi Seo Ra,Lee Jinki, Choi Seo Rin

Author: Joe

Rating : G

Length : Sequel

Genre : Fantasy, Romance, Friendship

Disclaim : They’re belong to God and their parents.

Ps :      Soal mimpi, itu beneran mimpi ku *curhat*. Dan aku rasa ini ff bakal jadi ff sejarah.

Idenya dapet dari Lost Symbol, novel Dan Brown, tapi BEDA jauh

“he?” mi young mengangkat salah satu alisnya.

“jangan pasang tampang horror gitu ah!Kematian kan biasa saja” Minho meneruskan jalannya.

“Kalau kematian itu biasa saja kenapa panggil aku!” mi young menyamakan langkah besar minho.

Minho menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“cih!jawab aku!” bentak mi young.

“andwae” jawab minho datar.

*

“oppa…kenapa kau tidak datang?”

“mian aku terlalu sibuk”

Yeoja itu tidak dapat menahan amarahnya lagi,dia menekan pikiran pasangannya

Sampai pasangannya itu terjatuh.

“aish!aakhh…” namja nya merintih kesakitan.

“jeb..jebal”

Yeoja yang masih mengerutkan alisnya,memusatkan kekuatannya menghela nafas dan melepas pasangannya dari cengkraman otak nya.

“aku janji,nanti kalau kerjaanku selesai,aku akan mengajakmu,oke?”

“yakso?”

“ne”

Dan setelahnya si namja tersenyum sambil mengusak rambut pasangannya.

*

“seo ra,kau akan melanjutkan sekolah mu di korea?”

“ne,bulan kemarin di England sudah kelulusan,makanya aku kesini,aku akan satu sekolah dengan taemin nanti”

Mereka berdua tersenyum.

‘aku akan menjadi sempurna setelahnya….’.

“kabar kakak kembarmu seo rin bagaimana?”

Seo ra mengerutkan keningnya,tanda dia tidak mau membahas soal kakaknya,tapi mau bagaimana lagi,biaya sekolah dan semuanya dari tunangan kakaknya.Terlalu tragis,dan jangan paksa aku atau seo ra menceritakannya.

*

“hye jin~~” taemin meloncat loncat di depan rumah hye jin.

KLEK

“taemin?” taemin hanya tersenyum

“boleh masuk?”

‘mungkin mi young ada di sini’

Hye jin awalnya senang,tapi taemin berfikir seperti itu dalam hatinya,membuat hye jin agak kecewa.

‘membaca pikiran orang tidak enak’ keluhnya.Dalam hal seperti ini,membaca pikiran agak menguntungkan dan merugikan.

Taemin memandang rak sepatu,tidak ada sepatu siapapun,itu artinya mi young juga tidak ada di sini.

“wae?ada masalah?”

‘tidak ada mi young…huuft~~tapi kalau aku pulang lagi hye jin akan kecewa’

Dan setidaknya pikiran taemin membuatnya agak senang?

Taemin masih memikirkan soal hatinya.

“taemin,kalau kau mencari mi young,dia tidak ada di sini,kau mau aku membantu mu mencarinya?”

Tanya hye jin sambil memasang angel face nya.

‘bagaimana dia tahu aku mencari mi young?’

Hye jin tertawa kecil.

“dan sekarang kau bertanya soal kenapa aku bisa tahu?”

‘ish…kenapa dia tahu sih?!’

“karena aku esper taemin…aku sama sepertimu,kita punya kelebihan itu”

Taemin,orang pertama yang tahu soal kekuatan hye jin.

*

Seo ra tersenyum puas saat melihat tangannya.Dia melihat darah yang mengucur deras dari tangan kecilnya,dan setelahnya dia berlari keluar kamarnya,sekarang tinggal membuat seolah olah luka itu adalah kecelakaan.

Dia turun mengendap endap ke bawah,pergi ke arah dapur dan memecahkan gelas.

PRANG.

Tidak sampai hitungan detik lee ahjumma berlari kecil.

“astaga seo rin!”

“hehe”

*

Taemin dan Hye jin berhenti saat di depan rumah hye jin.

“kita mau kemana?” Tanya hye jin khawatir.

“oh iya….em…kita..jalan jalan saja!Mungkin kita akan bertemu mi young!”

*

“huft,mungkin dia pergi ke suatu tempat di mana dia bisa menenangkan pikirannya”

Taemin melirik jam tangannya,’sudah jam lima sore’ keluhnya.

“hye jin,kita pulang saja yuk..aku sudah lelah”

“ne,aku juga”

Taemin dan Hye Jin berhenti di depan toko ice cream.

“kau tahu kan pikiranku?” taemin tertawa dan menarik hye jin.

Mereka menatap kagum design toko ice cream nya,dengan paduan warna hijau,merah dan putih.

Bulan ini,sebentar lagi Natal.Taemin segera mendudukkan hye jin di kursi.

“sebentar saja oke?” Taemin mengangguk kencang.

*

Mi Young menarik baju minho pelan.

“em…apa…em..um..lupakan” mi young melepas ujung baju minho.

“tenang saja,dia tidak akan membunuh mu,dia membutuhkan mu”

Mi young mengangguk pelan dan mengikuti langkah minho.

Minho membuka pintu dengan hati hati, berjalan pelan hingga decitan sepatu nya tidak terdengar.

“Kau kah itu Minho ya?”

“Ne” jawab Minho datar dan menggandeng Mi Young. Memberikan kehangatan di rumah yang gelap itu.

Minho berhenti di depan pintu, membukanya perlahan.

Cahaya menyeruak menyinari ruangan yang gelap.

“hai” sapa seorang yeoja pelan, memunggungi Mi Young dan Minho.

“Annyeong…” Mi Young menyapanya dengan suara lirih.

Yeoja itu membalikkan badannya, dia tersenyum hangat.

“Kau Mi Young kan?” Mi Young hanya mengangguk kecil. Dia tersenyum kecil, mengusir ketakutannya. “Kau…mau bantu aku kan?” tanya yeoja itu lagi.

“Uhm…tergantung sih…”

“Ini soal kakakku, dan aku tahu kau bisa mempengaruhi kakakku”

“Tapi aku bukan clair voyance”

“Haha…jadi kau sudah tahu soal macam macam kekuatan itu?Ah ya kenalkan aku Choi Seo Rin, aku seorang clairsentience” Mi Young membungkuk pelan, Minho menepuk punggungnya.

“Jangan terlalu formal”

“Ah ya…kau seorang telekinesis right?” Mi Young mengangguk.

“Nah, kau kenal Lee Taemin kan?Kita akan menyelamatkannya dari kakakku dan juga menyelamatkannya dari rasa cemburu”

“cemburu?menyelamatkan?Maaf, tapi sungguh aku belum mengerti”

Seo rin tertawa, “sorry membuatmu bingung, nah ini akan menjelaskan semuanya”

Seo rin mengangkat tangan kanannya dan di sana, di jari tengahnya melingkar sebuah cincin berwarna biru dengan gambar burung phoenix berkepala dua, aku tidak usah menjelaskannya secara detail, para readers ku pasti tahu cincin apa itu.

“Kau…” Seo rin mengangguk cepat.

“Dan kakakku juga sama sepertiku, hanya saja dia agak berlebihan”

“Maksudmu?”

Minho keluar secara perlahan dan pergi ke arah dapur sambil menggerutu.

‘Memangnya dia punya waktu luang seminggu?Bertanya hal seperti itu!’

Dia mulai mengambil tiga cangkir keramik dan pikirannya kembali melayang jauh.

Dia sangat mengingat ketika Seo rin menghancurkan pikirannya saat Minho sedang bertengkar dengan orang orang jalanan yang tidak punya sopan santun.

‘Kau ini terdidik!Kenapa kau meladeni mereka bodoh!Ikut aku saja dan bantu aku’

Sejak kejadian itu, dia tinggal di rumah Seo Rin dan tunangannya.

Seharusnya dia memanggil seo rin noona. Tetapi seo rin bilang dia bukan seorang Lady dan dia tidak mau di panggil noona, toh mereka Cuma berbeda dua tahun.

“Mi Young, banyak orang orang special seperti mu di dunia ini, tapi di antara special ada yang lebih special, yaitu kau, Taemin dan 3 orang lainnya lagi. Adikku penganut Lucifer Konspirasi, dia akan mencoba menjadi salah satu bagian dari dewa dewa di sana, kau boleh menganggapku gila dan semacamnya, tapi aku sungguh sungguh”

Mi Young mengerenyit. “Kalau begitu ini bukan hanya tentang kematian Taemin kan?Ini tentang aku, Taemin dan ketiga orang lainnya kan?” Seo Rin mendesah, dengan berat dia menganggukkan kepalanya.

Mi Young tertawa kecil dan merenggangkan otot ototnya. “Baiklah, apa yang akan terjadi kalau kami berlima mati di tangan adikmu itu?”

“Yah, bukan hanya kalian yang merasa rugi atau semacamnya, ini mempertaruhkan orde baru dunia ini. Oke, lagi lagi ini di luar akal sehatmu kan?” Mi Young menggeleng.

“Semua masuk akal, kekuatanku juga tidak masuk akal kan?”

“Hem, dan kau?”

“Apa maksudmu?”

Seo Rin tertawa kecil. “Maksudku, kau tidak tertarik dengan kelompok yang aku ikuti?”

“Aku sudah mendengar kalau kelompok  kau suka memamerkan rahasia dan seperti merayu agar orang orang ikut kelompok mu kan?”

Seo Rin menggeleng sambil tetap tersenyum.

“Tidak, kami tidak merekrut, aku kan hanya bertanya”

“Yah..Aku sih sudah tahu soal kau dan semacamnya, aku juga mempelajarinya sejak lama, tapi aku hanya tertarik dan mempelajarinya”

Seo rin mengangguk. “Oke tapi orang orang special seperti mu harus memanfaatkan  kekuatan itu, kau tahu kan?Kekuatan seperti telekinesis dan time traveler berbahaya”

“Seo rin..maaf, apa aku harus memanggilmu unnie”

“Oh ayolah, semua orang di kelompok kami mendambakan awet muda, jadi tidak ada kata unnie dan oppa, terkecuali dalam tingkatan level kelompok kami”

Mi Young mengangguk.

“Lalu, maksudmu membawa ku kemari apa?”

“Ehm, hanya ingin mentransfer beberapa ingatan di masa depan, soal kau dan kematian yang lain”

“Ah…arraseo”

“Nah, mungkin agak sedikit menyakitkan” ucap seo rin pelan dan mengajak Mi Young ke pelataran berbentuk pyramid tanpa ujung lancip seperti pyramid chichen itza bangsa Maya terdahulu.

Mi Young merebahkan tubuhnya di pyramid itu, merasakan dinginnya bebatuan menancap punggungnya, dia menggeser tubuhnya sedikit, membuat tubuh itu nyaman.

“Pejamkan matamu” suruh seo rin. Mi Young mengangguk dan memejamkan matanya.

Setelahnya dia tidak ingat apa apa lagi.

**

“Mi Young!” seru Seo rin menyadarkan Mi Young. Butuh persekian detik, sampai Mi Young membuka kelopak matanya dan menatap langit langit berwarna hitam.

KRAACK..

Mi Young tersentak dan menatap langit lagi.

Kini langit itu mulai membelah menjadi dua seperti aspal yang membelah karena gempa.

KRRRRAAAAACK……

Mi Young menjerit jerit, anehnya, tidak ada suara keluar sedikitpun dari bibirnya.

Dia mengedarkan pandangannya mencari seseorang, tapi nihil.

Dia sekarang berada di tengah jalan kota seoul dan hanya dia yang masih bangun.

Semua orang tertidur dengan genangan darah mereka sendiri.

Bahkan dia bisa melihat adiknya dari radius dua ratus meter.

Mi Young menatap langit lagi dengan ragu. Langit gelap itu sudah retak, dan sebentar lagi mungkin akan runtuh.

ZIIIIIIIIIINNNG….

Dia dari bawah tempatnya berpijak dapat melihat kapal yang seharusnya dilaut terbang di atas kepalanya.

Lagi lagi Mi Young berteriak dan tanpa mengeluarkan suara.

Sebuah torpedo yang entah dari mana, dan mungkin dari kapal itu, menghantam tubuh Mi Young.

Mi Young terpejam, menahan semua kesakitannya. ‘Apocalypse akan datang’.

‘KIAMAT tahun 2012!!’.

‘Bangsa Maya dan sistematika ramalannya’

‘Pelajari Al-Kitab bagian akhir!!!’

Daftarnya terus berlanjut. Mi Young mengingat semua yang di dengarnya lewat stasiun televise dan Koran Koran.

Secerca cahaya memasuki sela sela kelopak matanya. Dengan perlahan lagi lagi dia membuka matanya.

‘Seo rin!’ teriaknya memanggil gadis di depannya itu.

Seo rin hanya tersenyum dan menunjuk ke bawah, itu artinya Mi Young sedang berada di atas, tepatnya atas gedung setinggi 330 meter.

Mi Young melihatnya, Taemin dan Haejin yang tertawa bersama di jalan dan berhenti memasuki toko ice cream. Mi Young mendesah.

‘Aku tak mau melihatnya’ bisiknya lirih.

Seo rin mengangguk, mengambil tangan Mi young, menyeretnya ke bawah.

‘Gya!’ teriak Mi Young, mereka melompat dari jarak 330 meter, dan sangat memungkinkan kalau mereka akan hancur berkeping keping.

SPLASH

Mi Young pikir dia akan jatuh ke atas aspal, tapi dia malah jatuh ke air, dia mengayuhkan tangannya dan mencapai tepi pantai.

‘Kyaaaa…aemin!au culan!’ Mi Young menoleh dengan cepat.

Di hadapannya, dia, sewaktu masih kecil, kemungkinan umurnya empat tahun.

‘Ha…ceo lin…kkaca..’ ajak dirinya yang masih kecil itu.

‘ne..’ dan akhirnya laki laki kecil yang kemungkinan besar adalah Taemin hanya bermain dengan perempuan kecil satunya lagi.

Tapi, Mi Young sama sekali tidak ingat, soal dia, seo rin, Taemin, pernah bermain bersama.

Dan perempuan satu lagi, sangat tidak  masuk akal!

‘Seo Rin!’ teriak Mi Young berharap perempuan itu menjelaskan kebingungannya.

Mi Young menatap lagi anak kecil itu, Taemin dan perempuan yang sama sekali tidak di kenalnya, tapi dia menyadari sesuatu, kalau wajahnya sangat mirip dengan Seo rin, jadi kemungkinan gadis itu kembarannya seo rin.

‘emin, aku kan menunjukkan cecuatu’

‘apa?’

Perempuan yang kemungkinan kembaran seo rin tersenyum.

Dia mengadahkan tangannya ke atas langit, dia bergumam dan tertawa.

Setitik air jatuh di atas tangan mungil itu.

‘aku anak Tuhan’ serunya mantap.

Mi Young sangat sangat terkejut, kalau bisa dia ingin berlari dan menannyakan hal itu.

Taemin masa kecilnya tertawa.

‘cita meman anak Tuhan’ katanya.

‘aku belcbeca(berbeda) aku bica meminca ail ke langic’

Dan dalam hati Mi Young, dia yakin kalau ini adik kembar seo rin. Soal obsesinya sudah lahir dari kecil.

Tapi dia sungguh sungguh bingung, kenapa gadis itu bisa menurunkan air dari atas langit.

Setahunya memang kalau ritual menurunkan air dari langit di yakini keberadaannya.

Mi Young menoleh ke belakang dan BRAAK

Kapal pesiar menghantam tubuhnya.

‘Mi Young…..seharusnya kau yang menjadi seo ra, kau tahu?Tidakkah kau sadar, kalau wajahmu seperti wajah orang maya terdahulu?Kau dewi Ra, kau dewi matahari. Hanya saja kau belum memahami potensial sejati dirimu.’

**

Mi Young meringis.

“Akh!” rintihnya, dia terbangun dan turun dari pyramid buatan itu.

“Minumlah” suruh Minho menyodorkan secangkir teh mawar.

“Thanks”

Mi Young mengingat semua kejadian kejadian yang ada pada dirinya tadi di alam bawah sadar.

Bagian yang paling di ingatnya adalah suara tanpa wajah yang membisikkannya kata kata aneh. Dewi Ra?

“Minho oppa…”

“Ne?”

BRUK

Mi Young terjatuh ke dada bidang Minho.

“Dia hanya kelelahan” bisik Seo rin meyakinkan Minho yang panic.

“Kau keterlaluan Seo rin”

“Yah, dia harus tahu secepatnya, dan aku harap, setelah dia sadar, dia bisa melengkapi mimpi mimpi yang hilang itu”

Seo rin mengambil tangan Mi Young, menggoreskan tinta darah ke telapak tangan gadis itu.

Menggambarkan kunci yang besar.

“Symbol untuk memenuhi ingatan mu” bisik Seo rin di telinga Mi Young

To be continued.

Note :

Wah wah, akhirnya selesai juga LP3 refisi ini, oh ya, ini beda banget loh sama LP sebelum di refisi.Nah mulai soal Esper, kekuatan punya hye jin ini keren kan?Kalo ulangan sangat berguna loh,keke~~

Sekarang ini gak Cuma manusia aja yang bisa baca pikiran,tapi computer juga.Nah,esper atau mind reader ini bisa mempengaruhi orang orang di sekitarnya kayak hipnotis.Cumanya itu agak lebih sulit dari pada baca pikiran.Esper juga bisa menyamai kekuatan telekinesis, soalnya telekinesis, clairvoyance, dan esper kayak saudara jauh gitu, jadi hye jin bisa kayak mi young dan sebaliknya.

Terkadang esper juga bisa kesusahan kayak hye jin waktu mau blokir pikiran mi young.

Faktornya ya sama, si ‘korban’ ini terlalu tertutupi emosi.

Nah, karena kayaknya note ini Menuhin halaman dan gak terlalu berguna.

See you soon at Love Power 4!

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^ Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

11 thoughts on “Love Power!- Part 3”

  1. Ugyaa !! >o<
    seru bangeet !!
    jadi si Seo Ra itu jahat ya ?? trus dia teman masa kecilnya Taem ?
    trus dia pengen ngambil kekuatan Taem gitu ?? O.o
    huwaaa.. banyak bnget pertanyaan di kepalaku ! ^o^
    bikin cepet-cepet baca part selanjutnya XD

    daebak !!
    next chap jangan lama-lama ya thor~~
    ^^

  2. aku masih rada bingung, itu cincin apaan sih?
    aku makin tambah penasaran banget ama kelanjutan ceritanya….
    ditunggu lanjutannya, gomawo…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s