CLICK “F” FOR FAME – PRINCE WANNABE (Part 1)

Author : Eci a.k.a PeppermintLight

Main Cast : Tae Min SHINee, Keiya

Support Cast : Min Ho SHINee

Genre : Mystery, Friendship, Romance

Rating : General

Length : Chaptered

PS 1: oke, setelah mikirin mekanisme kerja si Tae Min di sini (dan nggak dapet ide lain), akhirnya saya memutuskan untuk meniru sistem kerja Mr. Parker Pyne di novel Parker Pyne-nya Agatha Christie (lupa judulnya). Bedanya, kalo Parker Pyne itu lewat kolom iklan surat kabar, kalo Lee Tae Min lewat situs.

PS 2 : this fan fiction is also published on ffindo and sent to shininingstory

Part 1

Annyeonghaseyo ^^v

Makasih banyak udah menyempatkan diri buat mampir ke situs ini ^^

Situs ini disediakan buat kalian terutama remaja yang lagi duper duper labil karena pergaulan dan kehidupan sosial kalian ternyata jauh dari kata SERU POPULER.

Hellooo…remaja mana sih nggak mau populer? Oke, mungkin ada, tapi banyakan yang mau populer kan? Kalo enggak, nggak bakal deh tercipta geng-geng populer dan semacamnya. Apa? Aku ngaco? Emang! Hahahaha!…

Jadi populer di lingkungan kalian itu gampang kok! Asal kalian mau ngejalanin kehidupan pasca-popularitas itu. Hehehe.

Aku banyak bacot nih. Langsung aja ya. Kalo kalian emang mau nyicip yang namanya FAME, atau POPULARITAS, silakan klik icon F yang tersedia di sini. Iya, cuma F. F untuk Fame.

Selamat jadi populer ^^d

-admin yang populer-

“Kamu ngebaca apaan sih, Jong?”, Jong Hyun langsung buru-buru mengganti layar komputer dengan Corel Draw. Ia berpura-pura memfokuskan perhatiannya pada desain banner untuk pameran sekolah nanti. Jong Hyun memang ditugaskan mendesain banner untuk keperluan sekolah, karena selain pandai mendesain grafis, Jong Hyun juga paham selera dan keinginan kepala sekolah dan ketua OSIS yang mengadakan pameran. Makanya dia diandalkan di setiap event sekolah.

Key menghela nafas. Pertanyaannya barusan tidak digubris.

“Kamu udahan? Udah jam lima nih. Aku ada janji mau ngebalikin softwarenya Tae Min ke kostnya,” ujar Key.

“Oh, iya udah, nggak apa-apa kok! Kamu duluan aja! Aku masih penasaran sama desain banner aku nih. Tanggung. Hati-hati ya, Key!” ujar Jong Hyun sambil tersenyum. Key melambaikan tangannya dan menutup pintu ruang redaksi yang ber-AC. Kini tinggal Jong Hyun sendiri di ruangan itu.

Jemari Jong Hyun mulai membuka lagi situs yang ia temukan tadi. http://www.clickfforfame.com.  Sejenak ia ragu. Namun nggak urung diarahkannya juga kursornya ke icon biru dengan huruf F kapital di bawah sambutan admin tadi. Muncullah sebentuk display bergaris-garis menyerupai surat.

Annyeonghaseyo, admin.

Namaku Kim Jong Hyun, staf redaksi majalah sekolah bagian ilustrasi dan desain grafis. Aku sekarang kelas dua.

Jadi gini. Ini situs yang bisa bikin orang jadi populer kan? Aku nggak begitu percaya tapi…, kakak laki-lakiku benar-benar menyebalkan. Dia seperti serangga dalam hidupku. Aku tidak mengharapkan seseorang melenyapkannya dari bumi atau membuangnya ke samudera Hindia, sih. Aku cuma ingin semua orang lebih melihatku ketimbang kakakku. Coba saja bayangkan. Aku, Kim Jong Hyun, apa sih yang aku nggak punya? Aku pinter, kaya, keren, dan aku selalu menjadi andalan sekolahku terutama dalam hal desain grafis. Trus kakakku itu apaan coba? Jumlah kehadirannya di sekolah bahkan bisa dihitung dengan jari. Apa yang dia lakukan? Paling-paling mojok dan merokok atau nongkrong dengan teman-temannya yang nggak jelas asal-usulnya itu.

Masalahnya sekarang, kenapa cuma kakakku yang disanjung-sanjung semua keluarga besarku? Kenapa bukan aku saja yang diperlakukan layaknya pangeran mahkota? Aku ini kasat mata kan? Sementara kakakku bagai hantu yang pergi malam pulang pagi. Menyebalkan. Aku benci dia sampai ke ubun-ubun.

Jadi begitulah. Tolong buat aku percaya kalau situs ini memang tidak main-main.

-Kim Jong Hyun-

Usai mengetik surat dengan penuh emosi itu, Jong Hyun mengetikkan alamatnya pada kolom Where Are You? dan Send.

Pintu staf redaksi dibuka. Jong Hyun tersentak kaget dan menoleh. Kim Hyuk Sung sudah berdiri di sana. Kakaknya itu cengar-cengir dan memberika sebuah helm berwarna hitam pada adiknya.

“Ngapain hyung di sini? Trus tolong lain kali ketuk pintu dulu ya. Ini ruang redaksi, bukan kafe,” ujar Jong Hyun dingin.

“Hahaha. Baiklah, baiklah. Nah, ayo pulang. Aku kebetulan lewat sekolahmu. Ayo,” ujarnya. Jong Hyun menghela nafas dan menshut-down komputernya, kemudian beranjak mengikuti hyungnya dengan tidak lupa mengunci ruangan.

$$$$$$$$$$

Tae Min bangun kesiangan. Jadi usai mandi dia langsung grasak-grusuk nggak jelas memasukkan apapun yang mestinya dimasukkan ke dalam ranselnya. Kost mereka kosong. Min Ho tampaknya sudah pergi pagi-pagi sekali, katanya ada tugas kelompok yang belum selesai. Jadi Tae Min cuman mencomot setangkup roti isi yang sudah disiapkan Min Ho di meja makan dan berdandan seadanya.

Tae Min mengunci pintu kost dengan kunci duplikat yang dimilikinya dan segera berlari-lari menuju sekolahnya.

“AAAA!!!” Keiya berseru kaget. Ia hendak keluar kelas dan ngerem mendadak begitu ngeliat Tae Min yang langsung muncul ke kelasnya dengan keringat membasahi seragamnya.

“Tumben telat? Tenang aja, Han songsenim nggak masuk hari ini. Tapi ada tugas sih. Kamu sekelompok dengan aku ya,” ujar Keiya setelah berhasil menguasai kekagetannya. Tae Min menghela nafas lega.

“Trus kamu mau kemana?” tanya Tae Min.

“Ke toilet. Ikut?”

“Nggak lucu ya, Kei,”

“Hahaha,” Keiya melangkah pergi sambil tergelak. Tae Min meletakkan ranselnya dan duduk sambil mengembalikan ritme nafasnya setelah berlari tunggang-langgang ke sekolah. Kemudian ia merogoh ranselnya dan mengambil sebuah catatan kecil.

Kim Jong Hyun à pengen populer karena kakak, pengen melebihi pamor kakak.

Intinya à nggak pernah puas

Penyelesaian à cari nama kakak Kim Jong Hyun, pelajari siapa dia

Tae Min menopang dagunya. Dia masih belum menemukan apa yang aka dilakukannya pada Jong Hyun. Anak itu sekelas dengannya. Tapi belum datang. Setahu Tae Min, Jong Hyun itu terkenal dengan desain grafisnya yang menawan. Dia pernah bikin poster buat Hari Pendidikan dan posternya itu dipajang di Balai Kesenian Seoul. Tipe anak yang keren karena ketrampilannya. Tapi ternyata Jong Hyun punya masalah sama fame syndrome. Nggak puas-puasnya nyari kepopuleran kalo belum bisa melewati kakaknya. Kasihan.

“Hei, Lee Tae Min,” Tae Min refleks menutup catatannya begitu ngeliat Jong Hyun yang menepuk bahunya dari samping. Namja itu tersenyum dan memberikan selembar poster berukuran A3.

“Nih! Aku udah nyetak semalem. Gimana menurut kamu? Aku nggak sempat nunjukin soft copynya ke kamu, tapi semoga kamu suka. Kalo masih ada yang kurang bilang aja,” ujar Jong Hyun tersenyum. Mata Tae Min terbelalak kagum ngeliat desain Jong Hyun.

Ceritanya tempo hari, atasan kafe tempat Tae Min kerja part time lagi pengen buat poster baru buat promosiin kafenya. Trus Tae Min inget kalo Jong Hyun pinter ngedesain. Makanya dia merekomendasikan desain Jong Hyun dan bosnya setuju.

Tapi desain Jong Hyun emang keren banget. Dia ngedesain dengan nunjukin eksterior dan mengekspos interior dari kafe itu. Dia sempat survey-survey juga.

“Bagus banget, Jong Hyun! Atasan aku pasti suka nih!” seru Tae Min dengan mata berbinar-binar. Jong Hyun tersenyum dan menggaruk-garuk kepalanya.

“Ah nggak seberapa deh,”

“Berapa biayanya, Jong?” tanya Tae Min sembari ngeluarin dompetnya. Jong Hyun melambai-lambaikan tangannya sambil ketawa.

“Apaan sih, Taem? Udahlaaahhh…aku juga iseng doang kok! Ya syukur deh kalo bagus dan cocok,” ujar Jong Hyun merendah.

“Wahaha. Beneran nih? Makasih banget ya, Jong!” ujar Tae Min dan Jong Hyun menaruh tasnya di meja.

Jam pelajaran berjalan seperti biasa meskipun songsenim lagi absen. Para siswa mengerjakan tugas berkelompok dengan baik. Tae Min, Key, Keiya, dan Jong Hyun sekelompok. Mereka dengan tekun mengerjakan bagian masing-masing. Makanya tugas mereka cepat selesai sebelum bel berdering.

“Eh, Kei. Katanya kemaren kamu ikutan lomba poster buat hari Palang Merah sedunia? Menang?” tanya Jong Hyun pada Keiya.

“Maunya ikutan sih. Tapi nggak jadi. Jurinya teman ayahku. Nggak enak dong kalo aku menang,” ujar Keiya.

“Emang udah pasti dia bakal menangin kamu?”

“Nggak sih. Tapi siapa tahu aja. Lagian aku malu, posterku jelek. Jean Henri Dunant bakal nangis deh ngeliat poster aku,”

“Hahaha!” Jong Hyun ketawa ngedenger lawakannya Keiya.

“Ketawa aja terus, kamu deehhh…yang paling jago ngedesain,” Keiya manyun. Jong Hyun ngelempar Keiya pake sobekan-sobekan kertas. Trus dibales, trus akhirnya mereka lempar-lemparan kertas sampe akhirnya Tae Min mengetukkan pulpennya di atas meja. Jealous berat sama adegan mereka.

“Tolong, tolong deh jangan nyampah. Aku males ngebersihinnya! Ini kan meja aku! Pokoknya kalian yang mesti bersihin!” gerutunya dengan air muka nggak seneng. Cemburu tepatnya.

“Maaf, maaf. Sini aku buangin,” ujar Jong Hyun sembari membersihkan kertas-kertas itu dengan penggarisnya dan menumpahkannya ke buku untuk dibuang. Trus dia pergi keluar.

“Ngomongnya nggak pake urat kali, Taem…” ujar Keiya ngerasa nggak enak.

“Biarin,” sungut Tae Min. Key yang jadi penonton cuman bisa ketawa-ketiwi. Dia tahu persis kalo Tae Min suka dengan Keiya. Gadis itu memutar bola matanya dan menghela nafas.

“Ck, mulaaaiii…kayak anak kecil,” ujarnya sembari menumpahkan semua kertas dari meja ke buku tulisnya dan beranjak membuangnya keluar. Key ngakak begitu Keiya dan Jong Hyun membuang sampah ke tempat sampah di pojok kelas dan terpaksa membuangnya ke tempat pembuangan sampah besar di belakang sekolah berdua karena kebetulan tempat sampah itu sudah penuh.

“’ Ck, mulaaaiii…kayak anak kecil’, hahaha!” tawa Key, nggak peduli sama raut wajah Tae Min yang lipat tujuh. Namja itu sendiri menyesal karena udah marah-marah tadi. Tae Min itu sebenarnya cukup dewasa, kalo bukan soal hati. Keiya kayaknya masuk pengecualiannya. Ibarat lirik lagunya Creed nih : “When you are with me, I’m free. I’m careless…”. Kekekekeke. Jadi intinya, Tae Min bisa bersikap dewasa kecuali sama sahabatnya itu. Key? Bukanlah, Keiya maksudnya.

“Kapan sih kamu bilang ke Keiya kalo…”

“Key!” Tae Min langsung motong ucapan Key begitu ngeliat Keiya dan Jong Hyun udah balik. Dia nggak mau suara Key yang kalo udah ngegosip bisa kedengeran dari Seoul sampe Jakarta itu bisa membongkar semua perasaannya pada Keiya. Setidaknya bukan sekarang. Setidaknya sampai Tae Min punya nyali untuk bilang semuanya.

“Udah bel nih. Biar aku yang kumpulin tugasnya semua. Keiya mau bantu aku?” ujar Jong Hyun sembari mengambil tugas mereka dan mulai melangkah mengumpulkan tugas-tugas kelompok lain.

“Boleh a…”

“Biar aku yang bantu,” potong Tae Min yang segera bangkit dari bangkunya dan ikutan mengumpulkan kertas-kertas tugas anak-anak sekelas. Key yang ngeliat cuman bisa geleng-geleng kepala.

“Itu si Tae Min kenapa sih? Lagi dapet ya? Sensitif bener,” tanya Keiya. Ekor matanya mengikuti kemana pun Tae Min bergerak. Wajah namja itu kecut sekali. Dia bahkan seakan enggan menoleh ke Jong Hyun ketika Jong Hyun bertanya padanya.

“Oh, biasa deh Tae Min kalo lagi bad mood emang suka gitu,” sahut Key seadanya. Mulutnya gatal pengen ngasih tahu Keiya soal perasaan Tae Min, tapi ditahannya. Biarlah Keiya tahu sendiri kelak dari Tae Min.

Bad mood kenapa?” tanya Keiya lagi.

“Nanya mulu. Naksir Tae Min ya?” goda Key. Keiya langsung speechless sejenak sebelum bisa menjawab.

“A…a…aku kan…kan cuma nanya. Tae Min kan sohib aku, ya siapa…siapa tahu aku bisa bantu kan? Ck, repot amat sih punya sohib beda gender, disalahpahamin mulu,”. Key ngakak ngeliat Keiya yang salah tingkah.

“Tinggal bilang sih sama si Tae Min kalo kamu…”

“Enggak! Ngotot bener sih kamu?! Nanti aku aduin ke Sera kalo kamu naksir dia,” ancaman Keiya ternyata ampuh ngebuat Key nggak berkutik lagi. Dia diem sementara Keiya cekikikan nggak jelas.

“Udahan ah, Kei. Mana mau dia sama ‘rakyat jelata’ kayak aku. Perusahaan tekstil ayahnya aja udah kemana-mana cabangnya. Buat ngajakin dia jalan barangkali aku mesti ngumpulin uang sakuku dulu baru bisa ngebeliin sesuatu,” tutur Key. Keiya menghentikan tawanya. Ia menyesal sudah meledek Key.

“Maksud aku bukan gitu. Tapi bentar deh, kamu bahkan belum pernah nyoba ngedeketin dia kan? Trus kenapa kamu langsung nyimpulin aja kalo dia nggak bakal mau sama kamu? Ya usaha dulu dong, Key. Cinta kan perlu pengorbanan,” ujar Keiya.

“Pengorbanan kayak apa yang mesti aku lakuin? Dia bahkan nggak melihat aku di sini,” Key mulai melankolis. Hahaha.

“Aku kasih tahu ya. Nggak semua cewek populer di sekolah ini atau di belahan bumi mana pun suka sama cowok yang kehidupannya sama jetsetnya kayak mereka. Beberapa justru nyari yang sederhana tapi mandiri,” ujar Keiya.

“Kayak Tae Min?”

“Iya, EH BUKAN! Ini kamu kenapa jadi ngomongin Tae Min sih?”

“Hahaha. Lanjut,”

“Ya udah, pokoknya kamu berusaha dulu. Kalian bukannya udah kenal kan? Gimana dia mau tahu perasaan kamu kalo kamu nggak ngedeketin?”. Key manggut-manggut ngedenger penjelasan panjang kali lebar kali tinggi sama dengan volume-nya Keiya.

$$$$$$$$$$

Data kakaknya Jong Hyun :

Nama : Kim Hyuk Sung

Usia : 18 tahun, kelas tiga di sekolah yang sama.

Tinggi : sekitar 180 cm

Rambut : dicat coklat muda

Mata : hitam

Kata temen-temen : Jong Hyun boleh aja pinter, tapi kakaknya itu cakep banget!

Kata kakak kelas : keren anaknya!

Dan keterangan-keterangan di atas emang bener. Tae Min ditunjukkin yang mana orangnya sama Keiya. Awalnya dia nggak tahu kalo Keiya kenal baik sama Kim Hyuk Sung. Tapi setelah dengan nggak sengaja nanya sama Keiya, akhirnya dia tahu. Kim Hyuk Sung emang mirip Jong Hyun. Tapi dia jauh lebih dewasa dan…tampan. Sebutan putra mahkota emang pantas buatnya.

“Ini kebetulan aja nih dia dateng. Biasanya dia bolos,” tambah Keiya lagi. Tae Min manggut-manggut.

“Emang kenapa sih, Taem? Kok tiba-tiba kamu pengen tahu sama dia?” tanya Keiya. Tae Min menelan air ludahnya.

“Aku,ng…, aku mau niruin gayanya. Soalnya keren banget! Aku pengen kayak dia,” jawab Tae Min. Keiya mengangkat alisnya kemudian tertawa dan mengacak-acak rambut Tae Min, kebiasaanya ketika Tae Min bertingkah lucu.

“Kamu ngapain mau kayak dia?” tanya Keiya.

“Biar…(aduh…Keiya nanya terus!), ngg…biar cewek-cewek suka sama aku!” jawab Tae Min asal. Keiya memandangnya terkejut, kemudian mengalihkan pandangannya ke tempat lain.

“Oh…”, tanggapnya datar.

“Ah, ya udahlah ya. Aku ambil tas dulu trus kita pulang bareng!” Tae Min berlari ke kelas mengambil tasnya, ninggalin Keiya yang diam-diam menghela nafas dan menggumamkan sesuatu.

$$$$$$$$$$

Appa Jong Hyun mengangkat telepon yang sudah lima kali berdering di rumahnya. Sore itu beliau sekeluarga sedang menikmati acara minum the dengan keluarga besarnya. Tradisi setiap hari Minggu di rumah Jong Hyun.

“Halo?”

“Selamat sore, maaf mengganggu. Bisa bicara dengan Tuan Kim?” sahut suara pria dari seberang.

“Ya, saya sendiri. Dengan siapa saya bicara?” tanya Appa.

“Kami dari pihak panitia lomba poster Life’s Green. Kami ingin mengumumkan bahwa poster ini dimenangkan atas nama Kim Jong Hyun dan kami menelepon dari nomor yang sudah diberikan saudara Kim Jong Hyun sewaktu mengisi formulir.”

“Lalu kenapa tidak menghubungi putra saya langsung?” tanya Appa heran.

“Salah satu dari ketentuan perlombaan ini adalah memberikan telepon wali peserta yang bisa dihubungi untuk menghindari peserta-peserta gelap yang mengikuti lomba secara tidak sah,”

“Oh, begitu.”

“Baiklah, sekian konfirmasi dari kami. Hadiah akan segera dikirimkan ke alamat yang tertera di formulir. Oh, sekaligus kami ingin mengucapkan terima kasih atas partisipasi saudara Kim Jong Hyun pada perlombaan ini. Sekedar info, poster buatan putra Anda luar biasa, Tuan Kim.”

“Ahaha. Syukurlah. Terima kasih, terima kasih,” ujar Appanya Jong Hyun dan nggak lama kemudian pembicaraan berakhir.

Appa kembali ke ruang keluarga dan segera mengacak rambut Jong Hyun, membuat namja itu kaget bukan kepalang. Kepala yang sering dielus dan rambut yang sering diacak Appa itu adalah rambut Hyuk Sung sang pangeran mahkota.

“Ada apa, Pa?” tanya Jong Hyun gugup. Gugup campur senang. Karena tangan besar Appanya itu terasa sudah lama tidak mengacak rambutnya.

Kemudian Appa menceritakan semuanya soal konfirmasi di telepon itu. Jong Hyun mengerutkan dahinya. Ia merasa tidak ikut serta dalam lomba apapun dalam bulan-bulan ini. Dan memang tidak ada pengumuman apapun soal lomba itu.

“Appa yakin tuh telepon nggak salah alamat?” tanya Jong Hyun.

“Lihat saja besok. Dia akan mengantarkan hadiahmu besok. Hebat anak Appa! Appa bangga sama kamu, Jong! Ini dia calon desainer grafis kesayangan Appa. Kim Jong Hyun!” ujar Appa. Umma nggak kalah bangganya.

Hyuk Sung pun memukul pelan bahu adiknya itu, matanya menyiratkan kebanggaan. Tapi Jong Hyun berusaha tidak mempedulikan ekspresi kakaknya. Yang ada di pikirannya adalah bahwa sebentar lagi kedudukan tak tertulis kakaknya di rumah ini akan digantikan olehnya.

Hyuk Sung merangkul Jong Hyun dan mengguncang tubuh adiknya itu.

“Gilaaa! Aku bangga sama kamu!” serunya riang. Jong Hyun tersenyum dan melepaskan rangkulan kakaknya itu.

“Tentu saja hyung mesti bangga padaku. Aku kan berprestasi. Memangnya hyung? Tukang bolos, keluar malam, pulang pagi, bolos lagi, bolos terus. Dari dulu kita ini emang beda, hyung. Entah apa yang hyung perbuat sampe membutakan mata semua anggota keluarga kita. Seharusnya aku yang jadi contoh di sini. Iya kan? Jadi berhentilah pura-pura bersikap baik padaku. Kali ini aku yang menang,” penuturan Jong Hyun itu disambut Hyuk Sung dengan wajah tercengang menahan kaget. Dia nggak nyangka adik semata wayangnya itu bakal bicara selancang itu padanya.

“Ngomong-ngomong, hyung. Aku curiga sama apa yang hyung lakukan dari malam hingga pagi,” ujar Jong Hyun yang udah ngerasa di atas angin.

“Aku…kerja,” Hyuk Sung menjawab pendek. Jong Hyun tertawa sinis.

“Kerja yang kayak gimana kalo tiap malam baru pergi? Jangan-jangan hyung…haha. Mengertilah maksudku, hyung nggak kerja jadi…pemuas nafsu kan?”

“Tutup mulutmu, Jong Hyun!” seketika sebuah tinju melayang menghantam wajah Jong Hyun hingga namja itu jatuh tersungkur menabrak kursi. Appa dan yang lain datang dan menunjuk wajah Hyuk Sung dengan penuh amarah.

“HYUK SUNG!!! MULAI SEKARANG MENJAUH DARI ADIKMU!!!”

TO BE CONTINUED

-peppermintlight-

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

32 thoughts on “CLICK “F” FOR FAME – PRINCE WANNABE (Part 1)”

  1. uoooo~
    Jjong itu emng butuh ditonjok kalo ngomong kayak gitu…. *dibakar blingers*
    aaa, geregetaaaan jjongggggg jangaan gituu iihhh *pernah ngerasain jd kakak jd geregetan sendiri* *nggak nyambung*
    Eci eonn aku suka bgt sam ff iniiii, pesan moralnya buanyak! hehehe
    aku tungguin lanjutannya ya eonn! ^^ hehehehe
    eci eonn kereeen >.<

  2. waaah seruuuu……………
    jonghyun kok gitu siih. aku yakin deh hyung nya punya alasan yg realistis knp dy kyk gtu.. *mngelus2 dagu ala detektif*
    #reader sotoy

    1. yepz, nysa ga sotoy kok. malah tebakannya bagus dan bisa jadi inspirasi buat aku ngembangin cerita dan latar belakang kenapa si hyuk sung gitu. hehe. gomawo, nysa ^^

  3. buset si key!! kaya mak’ di kompleks aja..gossip teruss.. parah dari seoul ampe jakarta denger semua gosipnya key..hahhahha
    hihihi,,seru lanjut..
    ffnya bagus. aku suka suka suka suka 🙂

    1. ahahaha. kesannya dy tukang rumpi banget dah yak? aiiihhh… senengnya ada yang suka ff ini. gomawo, vita ^^ *bener nggak namanya vita?*

  4. eci onnie….. muach..muach..muach….. *onnie: blehh… *

    ahahahah keren nih on… wiss jonghyun oppa kurang ajar am kknya .. ahahahahh …. taemin!!!!!!!!! keren bgt sih!! bisa jadi admin tersembunyi… ayo..ayo… aku tunggu part selanjutnya .. *semangat 45* …

    prok…prok…prok….

    1. ella, muach, muach, mmmuuuuaaachhhh dah ah pokoknya. ahahaha. uiwh…aku demen banget sama komen yang bersemangat. yepz, gomawo,ella ^^

  5. Jonghyun!! Sama kakak sendiri koq cara bicaranya kayak gitu! Setuju sama komen di atas, tu anak emang butuh di tonjok dulu!!! #Plaaakk*ditampar blingers*
    Daebak, Daebak!!! Next partnya di tunggu ya Author…! 😀

    1. ahahaha. namparsi jjongnya diem-diem aja yuk! *diuber blingers
      Alhamdulillah kalo daebak ^^
      makasih, reader ^^

    1. ahahayeeepppzzz! bener banget! tapi dy ngerahasiannya dari semua orang kecuali minho. ada di teasernya kok kalo dy pemiliknya ^_^
      makasih, taemtaem ^^

  6. ebuset dah!!
    kok jdi kelahi gtu??
    o.o

    etapi, d ff ini KEY jdi cewe ya??
    o.O
    aku kra cowok loo!!

    btw, lanjutannya cpetan thor!!
    😀

    1. hah? wahahaouw, bukan….bukan…
      key di sini tetep jadi cowok kok. yang cewek itu si keiya. keiya dan key itu sohibnya taemin, dan taemin suka sama keiya. gitu. hehe. gomawo spiritVIP ^^ salam kenal ^^

  7. HALOOOO! reader sotoy ada disiniii!!
    karakter key di ff ini kayak yang di idol championship itu waktu lg dukung minho lompat wkwkw, aduuh ky centil2 gimana gitu bikin ngakak, aaa aku jadi kgn sama keylexis heheheh hayoloh Jjong banyak yang marahin! like it 😉

  8. haaadeeeuuuuhhhh,,,,
    Jjong yg merasa d atas angin jdi lupa daratan…..
    Hati2 n’tar klw jatuh pasti kebawah (?)…….
    *Mksud.a sakit*
    hus..hus….
    cepat mnta maaf sama hyung mu………
    *ditimpuk Jjong*
    lanjuuut thooorrr…..
    🙂

  9. J for Jonghyun~
    yey~!! *apasih*

    sebenarnya uja, aq bacanya tuh yg ini duluan sebelum yg duck2 (?) itu. klo udah ada nama jjong langsung peka ehehe.. ^^v
    taemin ama keiya cucok, keiya suka jg kek ama taem. Taem jg jgn malu2 gitu lha tembak aja langsung. Si key jg tembak aja si sera pasti sera bakal nerima deh.. Ahaha..XD

    lanjutkan~ i’ll be waiting~ Xd

    1. wahaha. gpp kok,man. yang mana aja duluan asalkan semuanya kamu komen *PLAK
      taem-kei cocok? Alhamdulillah. aku suka kalo couple aku berhasil hehe.
      gomawo, manda ^^

  10. yahhhhhhhh..
    akhirnya si ojjong muncull
    hakakak *nari hula-hula

    beneran baru baca nih onn..
    yang diemail blm kesentuh sama sekali hahaha
    *langsung dijitak! hahaha

    Jadi sebenarnya si Hyuk Sung jadi apa onn?
    aku yakin ga seperti yang si ojjong kira.
    pasti hyuk sung kerjanya bener. ya kan?
    ojjong kan gitu..suka tebak2 buah manggis! -_-!
    *Jonghyun: OK Storm, kita putus!
    *Storm: Ga apa2. aku lagi ngelirik Yesung oppa wekkkk!
    *Jonghyun: kalo gitu ga jadi putus! *sambil melotot!
    hahaha

    apalah saya ini #abaikancommentaneh ini

    1. oh? kamu suka yesung? wakaka~ stormie, ternyata kamu suka namja bersuara sekseh.
      hyuk sung? ya enggaklah. dasar si ojong aja sotaw. haha. *dijitak blingers*
      eh kak ula komenin ff Beast aku dong di facebook. ahahaseeekkk~!

      1. Beast?
        Jahhhhh…dia emang lagi suka sama Beast..
        pasti cast’nya yg suka ngerap ya onn?
        kalo yang di please take care of my girlfriend MV, dia yang pake baju putih onn, yang pake topi..
        tuh si M.U suka banget ma dia.
        “Cowok bgt storm, cowok bgt!”
        Dasar labil! hakakak

        sama MBLAQ dia juga lagi suka tuh onn..

        eh, berarti ada dong onn FF beastnya di blog onnie..
        aku kan ga punya FB..hehehe

        Iya onn..aku tuh suka banget sama Yesunggggggg
        suaranya paling OK hahaha

        Onnie..aku bikinin FF dong..yang main castnya yesung.
        nanti dipasangin sama aku ya. seperti biasa..
        main cast cewek nya ‘storm’ hehehe
        *eci onn: sekalinya komen banyak banget mintanya! heuh! -_-!

        1. hahaha. enggak storm. cuman ada di FB, tapi kalo kamu ga punya FB, storm-yesung di blog aku jg gpp 😉
          nggak, storm. aku maincastnya tadi yoseob, yg paling imut trus suaranya paling bagus. oh miss ula suka jun hyung kali…iya dy itu cowok banget. gayanya arogan tapi cute. aku juga suka dy. haha.

    1. muahahaha. oh boleeehhh~ aku mw mawar pink deh *author banyak tingkah*
      iya, si taem itu yg punya situs. dy itu dilatarbelakangi sama kehidupan populer noonanya dulu.
      tapi nanti diceritain lewat flashback2 aja dulu soal noonanya (lee hara)
      gomawo, minobear ^^

        1. ahaha. daooonnn…kali warna ijo. loh? yang cerita itu udah kelar kok. kan si hye ram nya udah nyadar.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s