HIT ME BABY..

HIT ME BABY..

Author             : Kim Hyun Ri

Main Cast        : Choi Minho and Kim Hyun Ri ( me )

Suport Cast     : Kim Kibum (Key) , Lee Taemin and Onew

Genre              : Sad, romance, etc.

Type/Length    : Oneshot

Rating             : General

Choi Minho …

Aku melihatnya lagi. Kenapa aku selalu melihat kejadian manis yang terjadi pada mereka. Kenapa aku selalu melihat kejadian indah pada mereka??? Kenapa aku harus melihatnya???

“Argggggh” aku lalu mencampakkan botol minum yang kupegang. Kenapa? Kenapa aku harus melihat itu? Kepalaku selalu sakit bila bayangan itu berkelebat di otakku. Apa maksud semua ini???

Aku lalu menghidupkan mesin mobilku, ku lihat jam tanganku, jam 01.00. Sudah terlalu larut, bayangan itu benar – benar menyita waktuku dan menambah sakit di kepala dan jantungku. Aku harus segera pulang, atau Hyungku akan marah karna tak menemukan aku di manapun.

TTT

Dimana ini? Kenapa otakku selalu membawaku ke arah ini. Semenjak aku tersadar, semua kejadian aneh menimpaku. Mulai dari bayangan – bayangan indah yang mereka alami, tempat – tempat yang asing, tapi otakku selalu merespon untuk membawaku ke tempat ini. “SHINee Florist”. Kenapa aku selalu terhenti di toko bunga ini?

Kuputuskan untuk pergi meninggalkan toko itu. Sudah terlalu larut, tak mungkin pemiliknya masih di sana, ia pasti sudah pulang dan beristirahat di rumahnya. Aku kembali menyalakan mesin mobilku dan melajukannya menuju rumahku.

“Kenapa baru pulang? Kamu dari mana Minho?” ujar Onew Hyung saat aku selesai melepas sepatu.

“Aku hanya berjalan – jalan” jawabku enteng lalu melangkah menuju kamar.

“Kau harus tetap menjaga kesehatanmu, jantungmu bisa saja kumat walau kamu sudah di operasi”, ujar Onew Hyung saat aku hendak menutup pintu kamar.

“Iaaa, cerewet”, ujarku lalu membanting tubuhku di kasur.

Sudah terlalu larut, aku benar – benar sangat lelah. Semua hal aneh itu benar – benar menguras tenagaku. Aku lalu mulai memejamkan mataku yang memang benar – benar telah memberat.

TTT

“Nggaaaaaaaaaaaaaaaaaaak”, pekik seorang gadis tepat seusai suara tembakan.

Keringat mengucur keras di badanku. Mimpi itu lagi, gadis itu lagi. Ku rasa sedikit sesak di jantungku. Bayangan itu selalu datang menghampiriku. Apa hubungan gadis itu dengan pria yang baru saja aku bunuh? Tidakkkk,,, semua ini benar – benar membuat kepalaku pusing dan jantungku sakit.

Aku lalu menoleh ke kanan, jam 09.00. Aku harus segera pergi dan bergegas. Aku tidak  mau terlambat di hari pertamaku kembali ke kantor. Aku harus datang dengan maksimal.

“Minho, kau sudah bersiap?” Tanya Onew Hyung yang baru saja selesai membuatkan roti untukku.

“Aku mau ke kantor”, jawabku lalu mencomot rotiku dan meneguk habis susuku.

“Kau belum boleh bekerja, kau masih harus istirahat” ujar Onew.

“Aku sudah besar Hyung, aku bisa menjaga diriku”, ujarku lalu berangkat.

Aku melajukan mobilku kencang, jalanan lengang dan aku harus segera tiba di kantor. Aku ingin segera kembali bekerja dan beraktifitas di perusahaan yang sudah aku bangun di perusahaan yang sudah aku bangun semenjak satu tahun yang lalu. Aku harus segera sampai, harus, harus….

TTT

Bayangan tadi benar – benar menggangguku. Aku benar – benar tidak konsentrasi dalam memimpin rapat tadi. Kenapa aku selalu melihat mereka? Melihat mereka tertawa bersama? Jelas – jelas aku tidak senang dengan kebahagiaan mereka. Arrgggh, semua ini benar – benar membuat kepalaku semakin pusing dan jantungku sering sakit lagi.

Aku lalu membelokkan mobilku. Tiba – tiba selintas, bayangan gadis itu tersenyum saat lelaki itu mengambil foto gadis itu, melintas lagi di kepalaku. Arrrggh, semua ini benar – benar membuatku pusing. Hampir saja aku menabrak seorang anak kecil bila aku tidak segera mengerem.

Selintas aku melihat ke kanan. Toko bunga itu lagi. Kenapa otakku selalu memprogramku untuk ke tempat ini. Kali ini tempat itu masih buka, kuputuskan untuk menghentikan mobilku dan berjalan mendekati toko itu.

Samar – samar ku lihat seorang gadis sedang duduk di counter tempat pembayaran bunga. Ku perhatikan baik – baik gadis itu, sepertinya aku pernah melihatnya, tapi di mana. Selintas, bayangan yang sering menghantuiku hadir lagi. Gadis itu, itu gadis yang ada di bayangan itu dan di mimpi itu. Gadis itu…. Arggggh, tiba – tiba kurasakan sakit pada bagian dada kiriku. Terasa seperti tertusuk – tusuk benda tajam, sangat tajam dan ribuan jumlahnya. Sakit , sakit, sangat sakit. Aku lalu merunduk dan memegangi dadaku.

“Kau tak apa – apa?” ujar seorang gadis lalu memapahku ke kursi yang terletak di depan etalase toko.

“Gak, aku gak papa”, aku lalu mengeluarkan obat yang selalu kubawa ke mana – mana.

“Ini”,ujarnya lalu menyerahkan segelas air mineral. Aku lalu mengambil gelas itu, tak sengaja aku menyentuh tangan gadis itu. Aku melihat perubahan ekspresi gadis itu saat jariku menyentuh jarinya. Ia lalu bergerak menjauh dan pergi meninggalkanku.

Kenapa ia seperti itu. Kesalahan apa yang membuatnya sangat – sangat marah padaku? Aneh, ada apa ini? Aku lalu melihat kesekeliling. Mataku tertambat pada suatu figura, figura itu berisi foto seorang gadis yang sedang di kecup oleh seorang pria. Gadis itu, gadis yang menolongku tadi. Dan pria itu, jangan – jangan…

TTT

Aku terduduk lemas di ruang tamu. Baru saja kudengar percakapan Onew Hyung dengan seseorang melalui telephone.

“Jangan pernah memberitahukannya apapun”, ujar Onew.

“Tapi dia sudah mengambil Key, Key masih ada di sisiku bila bukan karnanya”, ujar seorang gadis.

“Ku mohon, jangan pernah membocorkan apapun. Ku mohon”, ujar Onew memelas.

“Baik, asal ia tak pernah lagi datang menemuiku. Aku terlalu sakit saat melihat wajahnya. Aku sangat membencinya. Ia merebut kebahagiaanku, aku sangat membencinyaa”, ujar gadis itu, lalu hubungan telpon terputus.

Apa? Key? Kenapa dia? Jangan – jangan, gadis itu…. Aku kembali teringat figura di toko tadi. Apa yang telah aku lakukan? Kenapa ia sangat membenciku? Arrggghhh, aku lalu meneguk minuman yang ku ambil setelah mendengar perkataan Onew tadi.

Bayangan gadis itu dengan Key kembali muncul. Ada apa ini? Kenapa aku selalu di hantui dengan kebahagiaan mereka? Arggghh, aku benci semua ini.. Ku campakkan minuman tadi dan berjalan menuju rumah sakit tempat aku pernah di rawat.

Dengan segala akses yang ku miliki, aku dapat dengan mudah memasuki ruang arsip. Ku cari dengan segera namaku. Choi Minho. Dapat, ini dia arsip tentangku. Aku lalu membuka dan membaca dengan perlahan arsip itu.

Tidak… bagaimana ini bisa terjadi? Tidaaakkkk. Ku rasakan jantungku kembali sakit. Aku lalu teringat sesuatu. Sesuatu yang ku rampas hanya karna demdam di masa kecil. Sesuatu yang membuat seseorang kini harus pergi, dan membuat seorang gadis yang ternyata mulai aku cintai menderita.

TTT

Flash back…

Kim Hyun Ri..

Suara mobil polisi semakin mendekat ke sini. Cepat, aku mohon cepat. Aku mohon. Ku rasakan dekapan yang sangat erat dari laki – laki bertopeng yang memegang pistol dan memegangku ini. Akhirnya mobil – mobil polisi dan ambulan itu tiba.

“Kami datang dengan damai”, ujar Key dengan tenang, ia lalu mengangkat kedua tangannya memperlihatkan ia tak membawa senjata.

“Jangan mendekat”, ujarnya lalu menodongkan pistol ke arah kepalaku. Aku menangis, tidak, ku mohon jangan. Dengan sigap Key langsung mengeluarkan pistolnya dan mengarahkannya ke laki – laki yang masih menodongkan pistolnya ke kepalaku ini.

“Jangan ada yang berani menembak, atau dia akan mati”, ujar laki – laki ini lagi.

“Letakkan senjatamu, kami tidak akan menyerang”, ujar Key.

Aku takut, sangat takut. Aku berada di tengah – tengah komplotan penjahat kelas atas dan sekumpulan polisi yang sama – sama memegang senjata. Aku takut, aku takut. Air mataku semakin deras mengalir.

“Key, aku gak papa, menjauhlah. Jatuhkan senjatamu”, ujarku.

“Kau dengar apa katanya? Hahaha, aku yakin orang sepertimu tak akan pernah mau membiarkan gadis manismu ini mati. Hahahha, aku senang melihatmu menderita seperti ini Key”, ujar laki – laki itu lagi.

“Jangan Key, menjauhlah. Lebih baik aku mati”, ujarku masih dengan air mata membasahi pipiku.

“Ouuu, gadis manis. Kenapa kau mau menangis demi dia?”, ujar laki – laki itu lalu membelai pipiku.

DORRRRRRRR…… satu timah terlepas dari salah satu pistol anak buah Key. Aku sontak kaget, dan laki – laki tadi dengan reflex menembak ke depan.

“NGGGAAAAAAAAAAAAAKKKKK”, ujarku saat ku lihat peluru itu menembus dada sebelah kiri Key.

Baku tembak terjadi antara para penjahat dan polisi tadi. Aku lalu berusaha melepaskan cengkraman lelaki ini, aku harus segera ke sana. Key, kumohon. Aku lalu berlari dan melepaskan tangan lelaki tadi, tapi aku merasa seperti ada sesuatu tertarik dari leherku. Ah sudahlah, yang penting sekarang adalah Key.

“Kibum, ku mohon. Bertahanlah” ujarku lalu meletakkan kepala Key di pangkuanku.

“Kibum, ku mohon, bertahan…”, air mataku kembali membasahi pipiku.

“Mi..an… gabnida…” ujar Key lalu berusaha menghapus air mataku.

“Gak, kamu gak boleh ninggalin aku. Kibum, bertahan… ku mohon, bertahanlah”, ujarku setengah berteriak.

“Hyun Ri, sarang.. eyo”, ujar Key lalu menutup matanya.

TTT

Choi Minho…

Hahaha, aku senang melihat mereka berakhir seperti itu. Aku lalu mengeluarkan sesuatu dari tanganku. Sebuah liontin berbentuk hati. Hahaha, aku bahagia melihatnya mati. Melihatnya harus pergi meninggalkan orang yang ia cintai. Hahahhaha, senyum kemenangan merekah di bibirku. Puas, puas, sangat puas.

TTT

Kim Hyun Ri…

Sudah satu tahun berlalu, tapi kenapa ia masih seperti ini? Aku lalu menggenggam erat tangan Key dan mencium tangannya. Key, ku mohon, sadarlah… Aku yakin kau pasti akan sadar, ku mohon, sadarlah. Jangan tinggalkan aku. Please, don’t go. Air mata membasahi pipiku. Key, ku mohon, sadarlah…

“Maaf, kami menyerah. Sudah setahun kami berusaha, tapi ia belum sadarkan diri”, ujar dokter yang menangani Key.

“Lakukan apapun dok, demi kakak saya. Lakukan apapun, berapapun biayanya akan saya tanggung”, ujar Taemin.

“Maaf, hanya mukzizat yang mampu menyelamatkannya”, ujar dokter itu lalu meninggalkan ruangan.

Aku menatap Key lirih. Ku mohon, kau harus bangun. Jangan tinggalkan aku. Ku mohon, aku tak bisa melakukan apapun tanpamu…

TTT

Choi Minho…

Rapat baru saja selesai di adakan. Akhirnya aku mampu juga mendirikan perusahaan sendiri. Pekerjaanku yang dulu aku tinggalkan, dan tak pernah sekalipun aku berhubungan dengan mereka lagi. Aku lalu melangkah menuju keluar kantor bersama seorang rekan dan kakakku. Aku dan Onew kini menjalani hidup yang baru. Aku tidak mau lagi kembali ke masa suram itu.

Tiba – tiba kurasakan sakit di dada bagian kiriku. Sakit, sangat sakit. Sakit yang benar – benar menghujam. Sakit sekali. Kenapa jantungku terasa sakit? Kenapa ini? Kenapa kumat lagi? Padahal sudah lama sakit ini tidak pernah datang menghampiriku. Sakit, sakit sekali. Kali ini benar – benar sangat sakit. Tiba – tiba ku rasakan tubuhku mendingin dan kakiku mati rasa, lalu pandanganku menggelap dan hitam.

TTT

Kim Hyun Ri…

Ku lihat monitor detak jantung yang tersambung dengan tubuh Key. Ku lihat detak jantung Key melemah. Tidak, jangan, jangan pergi Key, ku mohon, jangan tinggalkan aku. Jangan Key….

“Key, bangun”, ujarku lalu berbisik kepada Key.

Tak ada respon, malah detak jantung Key semakin melemah. Para dokter dan suster berdatangan. Aku lalu bangkit dan menuju sudut ruangan. Key, jangan sekarang, ku mohon. Jangan tinggalkan aku. Jangan Key.

“Ikhlaskan kakak Ri, biarkan ia pergi. Jangan tahan dia lagi. Cukup satu tahun ia menderita dan tertahan. Ikhlaskan ia pergi”, bisik Taemin padaku.

Aku menangis lagi, ntah sudah berapa kali aku mengangis. Benar kata Taemin, aku harus melepasnya. Apalagi ku lihat para dokter sudah geleng – geleng kepala tanda menyerah. Aku harus mengikhlaskannya kali ini. Aku lalu mendekat ke tempat tidur Key.

“Kibum, sarangeyo. Pergilah, aku akan selalu mencintaimu. Sarangeyo”, ujarku sambil berbisik di telinga Key. Perlahan tapi pasti, detak jantung Key semakin melemah dan akhirnya berhenti. Garis lurus terlihat jelas di monitor. Aku harus rela, aku harus rela melepas Key.

Ku lihat lagi wajah Key yang kini sudah di lepas alat bantu pernapasan, wajah itu kini benar – benar sangat pucat dan mungkin aku tak akan melihatnya lagi. Sebuah butiran bening mengalir di pipi kiri Key, aku lalu menghapusnya. Aku tahu, itu pasti air mata kedamaian, karna terlihat jelas dari bibirnya yang mengembangkan senyum.

TTT

“Nggaaakkkk, aku nggak mau” ujarku saat dimintai pendapat.

“Ku mohon, maafkan kesalahan adikku”, ujar seorang lelaki sambil berlutut di hadapanku.

“Nggak, aku gak rela jantung Key untuknya. Key pergi karna dia, jadi, dia harus pergi karna Key sudah pergi. Ia juga harus merasakan bagaimana sakit yang Key rasakan di saat – saat terakhirnya”, ujarku tegas.

“Ku mohon, ia keluargaku satu – satunya. Jangan biarkan adikku pergi, ku mohon” ujar Onew lagi.

“Berikan saja, aku ikhlas. Biarkan ia hidup dan memperbaiki kesalahannya” ujar Key berbisik ke telingaku.

“Ku mohon, izinkan kami meminta jantung Key untuk Minho”, ujar Onew.

“Berikanlah, aku akan lebih bahagia bila masih ada bagian tubuhku yang masih dapat berguna di dunia”, ujar Key lagi.

Aku lalu memejamkan mataku, “Berikanlah”. Aku lalu membuka mataku dan melihat Key tersenyum di hadapanku.

“Baiklah…”, ujarku lalu tertunduk.

Flash back end…

TTT

Kim Hyun Ri…

Aku baru saja menutup tokoku, toko yang menyimpan sejuta kenangan bersama Key. Aku hendak berjalan saat lelaki itu datang dengan gontai ke arahku. Dia lagi, buat apa ia kesini?

“Maaf”, ujarnya lalu menyerahkan sesuatu.

Liontin itu, itu liontinku yang terlepas saat aku berusaha lepas darinya. Liontin hati dengan ukiran K.H…

“Maafkan semua kesalahanku, maafkan aku karna aku kini juga mencintaimu”, ujar Minho lagi.

Aku hanya mampu terdiam dan menangis sambil menatap liontin itu, aku benar – benar bahagia dapat bertemu kembali dengan liontin itu, terimakasih, ujarku dalam hati. Terima kasih Minho, terimakasih karna kamu udah mau ngembaliin lagi liontin ini, terima kasih…

FIN…

AN: Ini ff aku yang pertama, maaf aku ceritanya biasa dan membosankan. Semoga semuanya terhibur ya.Kritik dan sarannya sangat di butuhin buat kelanjutan ff berikutnya, itupun kalo masih bisa nulis lagi J. Makasih ya, buat yang udah mau ngebaca…. O,ya.. maaf kalo ada kesalahan dalam penulisan bahasa korea… maklum, baru belajar….Key, sarangeyo…

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

28 thoughts on “HIT ME BABY..”

  1. Bagus kok ffnya…
    Simpel tp tetep ada maknanya *alah bahasaku*
    jadi yg ngebunuh key itu minho? Dia ngebunuh krn suka ama hyun ri atau apa? Aku kurang ngerti dibagian itu. *dasar bego*
    nice ff . terus berkarya ya…

    1. ia. yang ngebunuh itu minho… gara gara dia pengen bales dendam…. dendam masa kecil gitu… thanks ya chingu… 🙂

    1. hahaaa…. thanks chingu…. sebagai author baru, walau hanya freelance sih, tpi semua komennya sangat membantu… semoga bisa buat ff yang lebih oke lagi…. thanks chingu 🙂

      1. ahaha sma-sma…

        aku juga sebagai author di blog ku sendiri … hehehe .. ff ku masih abal-abal..
        jika ada waktu berkunjung ya … *promosi* don’t forget leave a comment ..:)

  2. Key meninggal? 😦
    astaga! Key baik bgt ngasih jantungnya sendiri ke orang yg udah bikin dy sekarat….! Minho juga masih inget aja dendam masa kecilnya….
    Daebak Thor! 😀 simpel tapi berkesan….

  3. Huwaa. .
    Nice FF. .
    Keren bAnget untUk ukuran FF perdana!
    Biarpun seDerhana, tapi ada kesan dan makna tersendiri di dalamNya, .
    BAhasanya bAgus, feelnya juga dapet. . .

    OMo, Key!
    Sumpah dEh, aku kagum bAnget sama Key di sini, bijaksana n berjiwa besar. .
    Rela menOLoNg orang yg udah nyakitin dia. .
    “Berikanlah, aku akan lebih bahagia jika ada bagian tubuhku yang masih dapat berguna di dunia,”
    Omo. . So gentle!
    *pingsan*

    suami keDuaku (baca: Key) emang daebAk!
    *dibAkar lockets*

    goOd job, auThor, karya berikuTnya aku tUngGu, . .
    Hwaiting!!

  4. wahhh bagus kok chingu ff.a, ampe terharu mbaca.a….. *ah lebay…..

    lanjut bwt author.a, bikin yg seru lagi….#author: sapa loe nyuruh2 gue????

  5. alurnya asik , 🙂
    waalaupun akhirnya agak kecepetan ,
    maksudku . Seharusnya gak sebegtu mudah Hyun Ri maavin Minho ,
    kan sebelumnya masih marah-marah , dikasih waktu gitu Laah . 😀

    Tapi idenya asik Looh .
    FF pertama yaa ?
    bagus kok . 🙂

  6. Kok endingnya agak nggantung ya??? Kesannya terburu-buru,,, Sory sebelumnya,,,,
    Tp,, overall bagus kok,,, nice FF,,, 😀

  7. Omo :O ternyata Minho ngerasain apa yang Key rasain gara-gara Minho punya jantunya Key 😮 omo.. aku speechless baca ff ini! seru abis

  8. hoho DAEBAK..nice ff
    aku suka banget tapi klo ff nya agak dipanjangin lagi
    pasti lebih bagus 🙂

    ommo… MINHO kejem begete sih 😥
    *plakkkabaikan*

    bahasanya bagus,simpel,padat, tapi ada yg kurang jelas jadi ada yng gak aku ngertiin
    hehe 😀

  9. HuuwwwAA ,,,
    klo gag slh ini tuwh critanna sma kya mv timelessnya jang ri in ma junsu kan ???
    keren keren ,,
    py aq krng ngerti ma akhir critanya ,,
    heuheuheu ,,,!!!!

  10. Timeless bnget, keren author, aku suka bnget mvny timeless
    Siwon disna keren bnget, aku bca ff ni ngbyanginny bukan versi shinee mlah versi suju hahaaa, kereb author :6

  11. aku pernah liat deh ini…tapi yang maennya siwon sama hangeng di mv..hehehe

    keren thor dari visual bisa dipindahin ketulisan b(^^)d

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s