NU CHI – Part 2

NU CHI

AUTHOR: Lynda

CAST:

Michima Tsubaki (ocs), Lee Jin Ki, Kim Ki Bum, Lee Tae Min, Freesia Lim (ocs), Sim Na Na (ocs), Michiyo Sayaka (ocs)

GENRE: Romance, AU, School Life

LENGTH: Nggak Tahu (??) ahahaha.. Short Story atau Chaptered.. bingung… ahaha.. *author geje*

RATING: PG 13 *kayaknya*

A Type Story

Part 2 ~ Someday My Prince Will Come True

Apa-apaan ini, aku tidak mungkin jatuh cinta sama Jin Ki. Memang sih dia baik hati tetapi aku tidak pernah berpikir akan jatuh cinta dengan Jin Ki. Selama ini aku menganggapnya sebagai sahabatku yang paling berharga. Tidak mungkin ini tidak mungkin, pasti nee-chan berbohong padaku… Tidak Mungkin!!!

End of Tsubaki POV

*********************************************

Jinki POV

Beberapa hari ini aku mulai merasa ada hal yang aneh dengan Tsubaki. Kenapa dia akhir-akhir ini terlihat seperti menghindari keberadaanku. Aku sangat heran dibuatnya, menurutku aku tidak melakukan sesuatu yang salah terhadap Tsubaki. Hari ini aku bertekad menanyakan langsung sepulang sekolah kepadanya. Aku meliriknya, dia terlihat sangat tegang dibangkunya, kenapa wajahnya memerah?? Apa dia sedang sakit atau???. Aku tidak boleh berpikiran yang macam-macam. Aku menatapnya dengan tajam, tiba-tiba aku melihat bola matanya bergerak kearahku. Dan mata kami saling bertemu. Tapi dia dengan cepat mengalihkan pandangannya ke bukunya lagi. Aku tertegun melihatnya. Kenapa?? Ada apa dengannya?? Apa dia membenciku??. Aku terus menatapnya, tetapi aku merasakan sesuatu yang aneh, darahku bergejolak, aliran darahku tiba-tiba mengalir dengan derasnya dan jantungku berpacu seperti suara langkah kaki kuda-kuda yang sedang berlari dengan kencangnya. Aku merasa Tsubaki sangat cantik, memang kuakui saat aku pertama kali melihatnya aku sudah mulai menyukai Tsubaki, dia sangat manis dan terlihat benar-benar mirip sebuah boneka. Aku belum pernah sedekat ini dengan seseorang sampai aku harus berusaha melindunginya seperti yang kulakukan terhadap Tsubaki. Aku merasa seperti punya seorang adik perempuan yang sangat manis. Dengan menganggapnya begitu, itu sudah cukup memuaskan bagiku. Aku tidak mau beranggapan lebih, atau lebih tepatnya takut mengharapkan lebih.

Tiba-tiba lamunanku buyar saat Pak guru memanggil namaku, dan ia menyuruhku maju menyelesaikan soal yang ada di papan tulis. Aku lalu maju dan mengerjakan soal dipapan tulis dengan berat hati. Sebelum maju aku sempat melirik ke arah Tsubaki dan ia masih tetap terpaku menatap buku tulisnya itu.

***********************************************

“Tsubaki!!”

Aku menarik tangan gadis itu, dia berusaha melepaskan tanganku dari tangannya. Aku melihatnya berusaha keras melepaskan tangganku, tapi usahanya tidak berhasil karena tentu saja tenagaku sebagai seorang laki-laki lebih besar daripada tenaganya sebagai seorang wanita.

“ Ada apa sih, cepat lepaskan aku”

“Nggak… Nggak bakal kulepaskan sebelum kau menjawab pertanyaanku”

“Pertanyaan apa?? Ayo cepat tanyakan saja.. aku mau pulang”

“Kenapa kau akhir-akhir ini menjauhiku, apa kau membenciku??”

“T..Tidak aku T..Tidak…”

“Lalu kenapa… jawab Tsubaki, kenapa kau menghindariku??”

“A..ku..A..ku..nggg.. lepaskan”

“Tidak akan, sampai kau menjawab pertanyaanku”

“nggg…lepaskan”

“Tidak akan”

Kami berdebat dan berusaha mempertahankan pendapat kami masing-masing. Aku merasa lama sekali kami berdebat seperti ini. Aku sudah tidak tahan lagi.. Aku lalu menarik tangan gadis itu dan memaksanya kepelukanku. Aku memeluk Tsubaki, aku memeluknya dengan erat, entah mengapa aku merasa aku sangat takut kehilangan Tsubaki. Aku merasa…………..

“Jin Ki… uhuk..uhuk..Jin…Ki…..”

Aku mendengar Tsubaki meneriakkan namaku. Tapi aku tetap menghiraukannya dan berusaha memeluknya lebih erat, aku tidak ingin dia pergi dari sisiku. Tiba-tiba aku sadar saat Tsubaki memukul-mukul tubuhku dan aku sedikit mengendurkan pelukanku tetapi aku tidak akan pernah melepaskan pelukanku sampai ia mengatakan yang sebenarnya.

“Jin Ki… aku t..tidak bisa.. bernafas”

“Tsubaki aku minta maaf..”

Aku lalu melepaskan pelukanku, terlihat muka Tsubaki sangat merah. Aku merasa bersalah karena sudah memeluknya seperti ini. Ini benar-benar memalukan. Sungguh memalukan.

“Jin Ki, aku mau bertanya padamu kalau kau merasa muka dan telingamu memerah dan jantungmu berdebar saat bertemu dengan seseorang apa itu bisa dikatakan jatuh cinta??”

Aku bingung mendengar pertannyaan dari Tsubaki. Kenapa dia menanyakan sesuatu seperti ini kepadaku.

“Hmm.. mungkin itu bukan jatuh cinta, tapi perasaan kau menyukai seseorang..”

“Suka??”

“Ya.. suka.. memang ada apa??”

“Tidak apa-apa… Apa rasa suka itu berbeda dengan jatuh cinta”

“Tentu saja berbeda…”

“Apa bedanya??”

“Hmmm… apa ya?? Aku tidak tahu juga?? Memang kenapa sih?? Lagian pertanyaanku belum kau jawab, kau sudah menanyai ku pertanyaan lain.”

“Maaf… hmm… Itu karena aku….”

“Aku apa, Tsubaki cepat katakan”

“Aku…. Aku sedang sakit… makanya aku menghindarimu.. takut kau tertular”

“Memang kau sakit apa??”

“hehe… cuma penyakit biasa tidak perlu dikhawatirkan.. Jin Ki aku pulang duluan ya… kakak sepupuku sudah menungguku diluar..”

“Iya.. hati-hati dijalan ya Tsubaki”

Tsubaki berlari menyusuri lorong sekolah dan beberapa menit kemudian sosoknya hilang dari pandanganku. Aku sangat bingung dengan apa yang dikatakan Tsubaki tadi terhadapku. Masa karena sakit dia menghindariku. Sungguh alasan yang sangat aneh, apalagi dia bertanya padaku tentang perasaan suka dan perasaan cinta. Benar-benar aneh.

End of JinKi POV

***********************************************

Tsubaki POV

Aku berlari terengah-engah dan begitu sampai ke mobil aku langsung duduk dan mengatakan pada Sayaka nee-chan kalau aku tidak apa-apa, karena raut wajahnya terlihat cemas. Setelah sampai dirumah aku langsung berlari memasuki kamarku dan menguncinya. Sayaka nee-chan berusaha menghiburku, tetapi aku sangat kalut, aku sedang ingin sendiri. Aku menyuruh nee-chan untuk menjauh sementara dari kamarku, dan dia menurutinya meskipun dari suaranya terdengar nada cemas bercampur kecewa. Aku sangat takut.. Jin Ki.. Kenapa ia memeluku seperti tadi.. Sampai aku tidak bisa bernafas dibuatnya. Tetapi saat aku dipeluk oleh Jin Ki aku mendengar detak jantungnya sangat kencang hampir menyerupai sebuah pertunjukan drum yang dipasangi sebuah speaker besar dan letak speaker itu sangat dekat dengan pendengaranku. Detak jantungnya sama sepertiku tadi dan juga sekarang. Aku menangis memikirkan itu. Aku tidak tahu apa yang terjadi dan aku terlalu takut Jin Ki…. Aku tidak mau… Aku terus memikirkannya sampai aku lelah dan tertidur dengan sendiri.

************************************************

Hari ini aku memutuskan bersikap biasa pada Jin Ki dan memulai persahabatanku dengannya seperti dulu lagi. Sesampainya aku disekolah Freesia dan Na Na menghampiriku.

“Hey… Hari ini kau mau ikut kami nggak..kami mau pergi ke taman kota…”

“Iya.. tuh benar yang dikatain Na Na… kamu ikut juga ya Tsubaki.. Taemin dan Ki Bum juga ikut kok..”

“Hmm.. gimana ya??”

“Ayolah..” Pinta Na Na memelas.

“hmmm Oke deh.. aku ikut”

“Gitu dong.. Nanti kami tunggu di taman jam 5 sore”

“ Iya”

Aku menyetujui usulan  Na Na dan Freesia. Bel pun berbunyi, aku melihat Jin Ki datang sambil tergesa-gesa dan duduk di bangkunya. Aku terus memperhatikannya dan tiba-tiba ia berbalik menatapku dan ia lalu tersenyum padaku. Dengan canggung aku membalas senyumannya. Oh tidak sepertinya muka dan telingaku memerah lagi dan jantungku berdetak tak karuan. Apa benar aku cuma suka pada Jin Ki??

End of Tsubaki POV

********************************************************

Author POV

Di Taman Kota

“Hey.. Tsubaki.. sebelah sini!!” Ucap Taemin.

“Iya” Teriak Tsubaki..

“Tsubaki, ayo cepat kemari.. “ Teriak Freesia lagi.

Tsubaki berjalan kearah keempat temannya itu. Mereka sedang bermain di taman itu. Sungguh lucu menurut Tsubaki mereka sanggat kekanak-kanakan apalagi Freesia yang sangat antusias. Akhirnya Tsubaki bergabung bersama keempat temannya itu. Setalah 1 jam bermain di sana mereka berlima terlihat sangat capek.

“Hey.. bagaimana kita ke taman hiburan… katanya ada diskon disana” Ucap Ki Bum bersemangat.

“Ide bagus tuh” Sergah Na Na

“Oke.. semuanya ayo kita ke taman hiburan lagi”

Mereka bergegas ketaman hiburan dan sesampainya disana mereka langsung antusias mencoba permainan yang tersedia disana. Tepat dua jam disana mereka akhirnya kelelahan dan terpaksa menyudahi permainan mereka disana hari ini. Karena Tsubaki berbeda arah dengan mereka akhirnya Tsubaki terpaksa menunggu jemputan kakaknya sambil ditemani oleh Ki Bum. Ki Bum terlihat sangat kewalahan karena mereka baru saja memasuki rumah hantu sebelumnya. Terlihat Ki Bum sangat ketakutan dan Freesia serta Na Na berteriak-teriak seperti orang kebakaran jenggot, Padahal mereka bertiga yang mengusulkan untuk memasuki wahana rumah hantu tersebut.

“Tsubaki, kamu haus nggak??”

“Nggak juga sih cuma laper aja”

“Yah ya udah deh.. kalau gitu kamu beli minuman disebelah sana sementara aku mau beli makanan di dekat sana, siapa tahu ada yang murah”

“Yah… kamu … dasar.. ya udah deh hati-hati yah”

“Yupz… aku yang harusnya bilang begitu”

Ki Bum lalu berlari ke arah stand makanan sementara Tsubaki berjalan ke arah stand minuman yang berada tidak jauh dari tempatnya duduk.

End of Author POV

************************************

Tsubaki POV

“Makasih .. ya pak”

“Ya.. sama-sama “

Aku membeli minuman itu dan berjalan lagi kearah tempat aku dan Ki Bum semula berdiri dan menunggu datangnya Ki Bum sambil meminum gelas minumanku sendiri. Tiba-tiba mataku tertuju pada seseorang yang tidak asing lagi bagiku. Aku melihat JIN KI!! Dia sedang berjalan dengan seorang gadis berambut panjang sama sepertiku dan gadis itu telihat sangat cantik. Ia tampak sangat mesra dengan gadis itu dan bahkan mereka bergandengan tangan. Entah kenapa hatiku seperti disayat-sayat sembilu. Perih bukan main. Melihat itu aku ingin menangis, Jarak Jin Ki dariku cuma beberapa meter dan untungnya dia tidak menyadari keberadaanku. Dan yang lebih membuatku syok lagi adalah tangan Jin Ki membelai rambut gadis itu dan wajahnya terlihat sangat tulus. Aku sudah tidak tahan melihat ini aku segera berlari dan aku menabrak Ki Bum yang membawa makanan untukku. Dia meneriaki namaku dengan keras tetapi aku sudah tidak mempedulikannya lagi. Aku sangat terpukul. Aku berlari menuju kerumah sambil menangis. Hampir saja sebuah mobil menabrakku. Aku terduduk lemas di jalan. Orang dari mobil itu keluar.

“Tsubaki!! Ada apa?? Apa yang tejadi” Ucap Sayaka Khawatir.

Aku tidak bisa menjawab pertanyaan Sayaka nee-chan. Yang keluar dari mulutku hanya isak tangis. Menyadari ini Sayaka nee-chan langsung membawaku ke mobil dan kami langsung menuju kerumah.

*******************************************

Dikamar aku lalu menceritakan semuanya pada Sayaka nee-chan. Aku tidak ingin menutupi apa-apa lagi. Aku lalu menangis dipangkuannya. Aku sangat bodoh, aku tidak mengira kalau Jin Ki sudah punya pacar. Aku betul-betul bodoh, baru aku menyadari kalau aku mencintainya dan setelah aku menyadarinya seketika itu juga aku seperti tersambar petir mengetahui kalau Jin Kin sudah memiliki kekasih. Sayaka nee-chan menasihatiku dan karena kelelahan menangis aku tertidur. Tetapi sepertnya aku mengalami mimpi buruk. Mimpi yang sangat menyeramkan. Aku lalu terbangun, aku berfikir aku tidak bisa seperti ini terus. Malam itu juga aku menelpon Taemin dan menanyakan alamat rumah Jin Ki. Suara Taemin terdengar sangat terkejut tetapi akhirnya ia bisa mengontrol suaranya lagi dan memberikan alamat rumah Jin Ki padaku. Karena alamat rumah Jin Ki tidak terlalu jauh, aku memutuskan untuk berjalan kaki kerumahnya.

*******************************************

Disekitar rumah Jin Ki aku melihat Jin Ki sedang berjalan ke halaman belakang rumahnya. Aku mengikutinya, dan saat ia menyadari kalau aku mengikutinya ia terlihat sangat kaget.

“HAH!! Tsubaki”

“Hei, Jin Ki, maaf mengganggumu malam-malam”

“Ada apa, kau sampai menemuiku malam-malam begini”

“Hmm.. Tadi aku melihatmu di taman hiburan bersama seorang gadis”

“Oh Itu, Iya dia..”

“Maaf.. Jin Ki.. aku tidak tahu kalau kau sudah punya pacar, dia sangat cocok bagimu, dia sangat cantik”

“K..Kenapa kau berfikiran seperti itu??”

“Dia sangat serasi denganmu, aku mendoakan kau bahagia dengannya”

“Hey.. Kenapa denganmu!!”

“Aku sangat berharap kau bahagia dengannya, mulai sekarang janggan ganggu aku, aku mau kau melupakan segalanya tentangku”

“Apaaa!!”

“Aku mau kau melupakanku.. Anggap aku hanya angin lalu dalam hidupmu, semoga kau bahagia dengan pacar barumu itu”

“Apa?? Kau mengira aku berpacaran dengannya!! Kalau IYA MEMANG KENAPA!! KAU MAU APA!!”

“A… AKu… A…Ku..”

Aku sudah tidak tahan lagi rasanya aku ingin menghilang dari dunia ini. Dengan sekuat tenaga aku menahan agar air mataku tidak jatuh, aku menggigit bibirku, mungkin kalau aku mengatakan ini dia akan membenciku selamanya tapi aku sudah tidak peduli. Aku sudah tidak bisa menahannya terlalu lama lagi, rasanya kepalaku hampir pecah gara-gara memikirkan hal ini.

“A..ku.. A..ku…”

“Kau mau bicara apa?? Bicara yang jelas Tsubaki!!”

“Aku menyukaimu, aku mencintaimu Lee Jin Ki.. “

“APA!!!”

“Aku mungkin sudah salah menganggap kebaikanmu selama ini kepadaku, Jadi aku minta maaf.. Aku akan melupakanmu, Jadi kau tidak usah memusingkan pernyataan cintaku ini”

Aku langsung berlari menuju rumahku meninggalkan rumah Jin Ki. Malam ini sangat panjang bagiku. Aku begitu lelah tidak terasa, akhirnya air mataku jatuh juga. Sesampainya dirumah aku langsung memasuki kamarku dan akhirnya aku bisa menutup mataku dan tertidur dengan air mataku sendiri.

*******************************************

Seminggu aku tidak masuk kesekolah, akhirnya aku memberanikan diri untuk mencoba berangkat sekolah pagi ini. Sesampainya aku di kelas, semuanya kaget melihat penampilan baruku.

“Tsubaki!! Lama tidak melihatmu… Katanya kau sedang sakit” Ucap Freesia sambil berlari memelukku.

“Wah.. ada apa dengan penampilanmu” Timpal Na Na…

“Iya.. Biasanya kau memakai bando dan kenapa kau sekarang memotong rambut panjangmu??” Tanya Taemin heran.

“Tsubaki… Padahal rambut panjang lebih kelihatan manis.. Tapi rambut pendek… hmmm… kau terlihat lebih dewasa dan juga makin cantik” Timpal Ki Bum

“Hmm benar juga… Hilanglah boneka kita.. huhu” Ucap Na Na agak sedih.

Aku tersenyum menanggapi komentar  mereka, tapi aku sudah bertekat akan melupakan Jin Ki untuk selamanya. Untuk itu aku memotong rambutku agar aku tidak ingat Jin Ki lagi, karena Jin Ki cuma menyukai rambut panjangku. Aku yakin suatu saat nanti pangeranku yang sebenarnya akan datang padaku, untuk itu aku akan bersabar sampai saat itu tiba. Aku menjauh dari mereka karena aku ingin ke ruang guru. Tapi saat aku berjalan di koridor. Tidak sengaja aku berpapasan dengan Jin Ki. Aku tersenyum padanya dan berjalan dengan langkah tegap dan mata memandang lurus kedepan sambil melewati Jin Ki karena aku tidak mau dia mengetahui aku sedang sedih.

“Tsubaki” teriak Jin Ki

“Ada apa??” Kataku datar, badanku tidak berpaling kearahnya dan masih menatap lurus kedepan.

“Aku ingin mengatakan kalau orang yang kau lihat di taman waktu itu bukan pacarku, dia sepupuku.”

“Lalu apa??”

“Dia memintaku, berpura-pura menjadi pacarnya untuk membuat pacarnya yang sebenarnya cemburu padanya”

“Kenapa kau menceritakan padaku itu?? Aku bukan siapa-siapa kamu kan Jin Ki!!”

“ Tapi, aku….”

“Aku apa…??”

“Aku menyukaimu Tsubaki”

“Kau bilang rasa cinta dan rasa suka itu bedakan, kalau cuma rasa suka itu tidak cukup.”

“Aku menyukaimu.. AKU MENCINTAIMU TSUBAKI!!”

“ Apa??”

Aku langsung berbalik ke arah Jin Ki dan mendapatinya sedang berlutut di hadapanku. Wajahnya memerah sama sepertiku saat aku mengatakan aku mencintainya. Aku tahu dia benar-benar tulus.

“Jin Ki”

“Apa”

“Bangunlah aku tidak mau kau berlutut seperti itu”

“Aku tidak akan bangun sampai kau memaafkanku dan mau menjadi pacarku”

“HAAH”

“Ayo!! Apa jawabanmu Tsubaki”

“Hmm…

Baiklah.. Kau boleh berdiri Lee Jin Ki”

“Kau serius mau menjadi pacarku”

“Siapa yang mengatakan itu?? Aku tidak mengatakannya…” Jawabku sambil bercanda dan tersenyum pada Jin Ki.

“Tsubaki!! Aku tahu kau mengerjaiku!! Ayo cepat kemari akan kuambil hatimu itu dan menjadikannya milikku selamanya” Jawab Jin Ki sambil ikut tertawa.

“Tangkap aku kalau bisa.. weee”.

“Awas kau Tsubaki!! Kalau kau tertangkap tak akan kubiarkan kau lari dariku lagi”

End of Story NU CHI TYPE A

TAMAT.. ahahaha… Eh.. salah… masih ada sambungannya kok Type B, AB sama O.. ekeke…

Nah gimana-gimana FF GEJE-nya??Endingnya GEJE kan?? *yaiyalah.. authornya juga GEJE* Oh iya pasti kalian bertanya deh arti dari NU CHI itu apa?? Hmm… artinya kurang lebih Darah Baru?? Heh.. Nggak nyambung ya… Habis bingung mau ngasil judul apa. Dan waktu bikin nih FF, nggak sengaja dengerin lagunya f(x) NU ABO.. Nah dari situ deh aku dapet ilham.. wahahaha… Sesuai dengan judulnya, FF ini membahas tentang human chara berdasarkan golongan darah. Golongan darahnya Michima Tsubaki itu adalah A dan Golongan darahnya Lee Jin Ki itu O.

wakakakakakak~

Eci eonni menang~ prok~prok~prok~ chukkae ya eonn~ 😀

Aku mau terima kasih dulu sama semua reader yg comen di Part 1-nya~ JONGMAL JONGMAL GOMAWOO ^^. TERUS~ Buat karenagatha~ Makasih banyak ya, udah kasih saran, kritik, masukan dll dsb~ aku senang 😀 apalagi komen kamu puanjang bener kayak kereta api~ muakakakakakak~

terus terus~ itu, ada yg tanyakan~ Tsubaki itu nama cowok atau cewek?? Oke aku jelasin, Tsubaki di FF ini cewek~ Kalo dijepang nama itu ngejebak lo.. Sakura itu juga bisa dipake sama anak cowok, engga musti cewek yg make namanya. Ichigo juga kan, Ingat Ichigo di Tokyo Mew Mew sama Ichigo di Bleach~ hahahaha~ beda kan? Tapi dari pengalaman (??) aku baca Manga, Tsubaki itu pasti nama cewek ya, bahkan nama seorang Putri lagi, jadi aku heran aja, kok banyak yg ngira nama Tsubaki itu cowok, kalau Tsubasa baru cowok -.-‘. Aku belon pernah sih, baca Manga atau Nonton Anime yg ada nama Tsubaki=cowok.. ekekekeke *cengar-cengir mesem*

oh iya, tadi Eci eonn tanya, Obaasan sama Okaasan~ Obaasan itu artinya Ibu, Okaasan itu artinya tante eonn ^^ dan kenapa aku enggak nulis nama authornya~ ahahahahaha~ itu cuma mengetes kekebalan(??) aja kok wakakakak~

HAPPY MESSAGE FOR TYPE A

Kebaikan :  Anda yang bergolongan darah A sangat memperhatikan perasaan orang-orang disekitar anda dan, mudah terharu dan baik. Tulus kepada siapa pun. Selalu berjuang untuk segala hal. Jadi bisa dipercaya oleh teman-teman anda.

Keburukan :  Jeleknya orang yang perfeksionis!! Sedikit jelek aja nggak mau. Hal kecil terlalu dipikirkan. Biasanya suka kena penyakit syaraf. Sebaiknya relax sedikit.

Life : Orang golongan darah A pintar menilai perasaan orang lain. Sering mengeluh, Orang yang bijaksana dan sekaligus keras kepala. Selain itu anak golongan darah A suka tidak percaya dirinya sendiri. Maunya ambil jalan aman. Golongan darah A mempunyai semangat belajar yang tinggi, tetapi sangat possesif dan cepat cemburu

Advice Love : Naif dan kesepian, begitu menggebu-gebu ingin mewujudkan cinta pada pasangan, cari tahu apa yang dia sukai atau hobinya. Tunjukan kebaikanmu dan dapatkan hati cowok itu.

Yang perlu di Ubah : Terlalu memikirkan apa yang dia sukai. Dia sedikit dingin kamu merasa patah hati. Kalau ada cewe lain di sampingnya langsung cemburu. Lebih baik ungkapkan saja apa yang ada di pikiranmu supaya tidak sedih.

Golongan Darah O (O-Boy)

Pada dasarnya:

Bossy, mandiri, senang cewe yang lembut dan manis. Meski berbeda pendapat dengan orang lain bisa menerima dengan lapang dada. Tapi yang paling hebat adalah diri sendiri. Agak sombong. Punya jiwa pemimpin, sehingga cocok jadi Leader.

Pola cinta yang disukai :

O senang melindungi, merasa sebagai kakak, membicarakan hal-hal yang memusingkan. Tapi orang O mudah panas dan mudah dingin, kesempatan harus segera di ambil. Dan satu lagi, orang golongan darah O tidak suka perasaannya di uji. Mereka juga tidak suka didesak oleh alasan-alasan konyol. Itulah kelebihan mereka. Strategi memancing emosi mereka hanya akan merugikan diri sendiri!! So, Lihat situasi dan kondisi dulu ya ^_^

PS: Ramalan geje diambil dari Manga Love Ruby *nah bener enggak nih judulnya, author agak pikun, habis males bongkar lemari buat nyari tuh manga -.-‘* Percaya enggak percaya terserah, kalau aku sih 50:50 ya 😀 Lagian goldar aku AB juga wakakakakakak

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

4 thoughts on “NU CHI – Part 2”

  1. kereeen wah jadi penasaran yang ceritanya golaongan darah b nih wkwkwk
    daebakk. .
    tsubaki ntu kyak nama kakaknya tsukasa domyoji ya??

  2. aku baru baca ini yg part 1nya blom jadi masih susah untuk ngerti … 😦

    ada yang bisa jelasin gx ???
    ffnya bagus bener aku kira tsubaki itu cwo … taunya….
    berhubungan gol darah ku o .. aku pengen nanya , sifat gol o “girl” gimna ???
    ini ff tbc ya ??

    mian aku jdi readers banyak tanya … heheheh

  3. uah…..
    bner tuh unni.. gol darah A itu emang peka trhadap prasaan yg sdang drasakan oleh org” yg di sekeliling ny malah lebih dari itu..
    it true with the real life..
    menurut q..haha
    blaga inggris#ga tau slh tw bner itu bhs.ny#
    hehe…

    wah daebak unni … thx y udh mau nghibur and tmbh wawasan ilmu q.. hehe
    1000 thumbs up..
    😀 😀 😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s