Is It What You Want? – Part 2

Title                 : Is It What You Want?

Genre              : Romance. Friendship

Main Cast        :  –     Lee Taemin

–          Choi  MinGi

Other Cast       : SHINee, Lee Taesun

Rating              : PG 15

~MinGi POV~

Aku buru-buru masuk ke dalam rumah. Dingin sekali. UUhhhhh… Tapi entah kenapa aku malah membeli es krim. hahahaha xD Aku berjalan pelan di dalam rumah. “loh… mana, katanya tamunya sudah datang…” gumamku pelan. Huh, pasti itu hanya alasan eomma supaya aku cepat-cepat membelikan pesanannya. Aku masuk ke dapur. Terlihat pintu kulkas terbuka. Ada orang disana. Uh, pasti itu eomma deh. TIba-tiba terbesit ide jahil di pikiranku. Aku berjalan pelan ke arah kulkas, lalu plastic berisi es krim tersebut aku taruh di atas punggungnya.

“AAAAAARRRRGGGGHHHH DINGGGGGGGIIIIIIIIIINNNNNNNNNNNN” terdengar suara namja yang berteriak sangat kencang. Aku tertawa dalam hati. Eh, wait!!! Suara namjaaaaa ????!!!

DUK!!    Kepala namja tersebut membentur pintu kulkas. “OUCH!!!!” namja tersebut langsung berjongkok di bawah sambil memegang kepalanya yang sakit.

“AAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!” aku berteriak panic. Itu benar-benar namja !!!! Siapa dia? Kenapa ada disini? Kenapa membuka kulkas ??!! Mau mencuri makanan kah dia???!!! “SIAPA KAMUUUU ????!!!!” Tanyaku histeris. Gila! Ini gila ! Tanganku mencari-cari sesuatu dari meja makan untuk dijadikan senjata. Namja itu berdiri. Tanganku makin cepat mencari senjata.

“Hei ! Aku yang seharusnya tanya! Siapa kamu? Kenapa bisa masuk rumah ini?!!! Seenaknya saja masuk ke dalam rumah orang!!!” Tanya namja itu sambil membentakku. Namun dia masih menunduk sambil mengusap bagian belakang kepalanya yang tadi terbentur.

“YAH !!!! AKU PEMILIK RUMAH INI!!!!” balasku membentaknya sambil memukul meja makan. Aku tidak suka ada orang yang membentakku. Terkecuali orang tua-ku tentunya. Namja itu terlihat kaget mendengar perkataanku dan mengangkat wajahnya.

“Mwo ???!! Pemilik rumah??!!” Tanya namja itu dekat raut wajah yang sangat shock.

Tunggu.. dia.. tidak mungkin.. “LEE TAEMIN !!!!!!!!!!!!!???????????????” sontak aku berteriak dan mundur satu langkah. Tanpa sadar aku membekap mulutku sendiri. Lee Taemin! Dia Lee Taemin SHINee !!! Ini bukan mimpi kan??!!!

Taemin yang mendengar teriakan namanya otomatis mundur satu langkah juga dan menyiapkan kuda-kuda pertahanan (?)

“Kami pulaaaaaaannnggggg” terdengar suara eomma dari depan.

~MinGi POV End~

~Author POV~

Taesun, eomma-nya MinGi dan eomma-nya Taemin masuk ke dalam rumah. Mereka kaget mendengar suara teriakan dari dalam rumah. “Ada apa Taemin-ah??!” Tanya eomma-nya MinGi. Lalu semua melihat ke arah MinGi. “ MinGi???!!! Kau sudah pulang?!” Tanya eomma-nya MinGi.

MinGi mengangguk kecil sambil membekap mulutnya sendiri. Taemin langsung melotot. “Mwo?! Jadi ini Choi MinGi?! Dia yeoja??!!!” tanyanya ga nyantai.

“Ekh, tentu saja!! Memangnya selama ini kau kira dia apa?! Namja ha?” Tanya eomma-nya Taemin sewot mendengar perkataan Taemin yg kurang sopan itu.

“euuumm.. iya… Habisnya namanya mirip namja sih..” jawab Taemin ceplas ceplos sambil mengusap kepalanya yang sekarang jadi benjol itu. MinGi yang mendengarnya langsung memelototi Taemin. Dia paling tidak suka kalau ada yang bilang kalau namanya mirip nama laki-laki. Ini kesalahan ayahnya yang memberikan nama seperti ini.

Taesun hyung yang memperhatikan dari belakang memberikan tanda pada Taemin. Taemin yang menyadarinya langsung mendelik pada hyung-nya itu. Taesun hanya nyengir kuda dan memberikan tanda peace kepada Taemin. Taemin sudah siap berlari menghajar Taesun, tapi ucapan eomma MinGi menghentikan langkahnya.

“Ya ampun tante baru ingat, MinGi itu penggemarmu loh Taemin-ah ~ . Dia shawol juga. Diantara semuanya dia paling menyukaimu~ Bahkan dia belajar dance karena ingin sepertimu..” ungkap eomma-nya MinGi. Yang dibicarakan menunduk, mukanya memerah. Tangannya mengepal. Dia menatap Taemin tajam.

“Tidak lagi!!!” seru MinGi yang dengan kesal berlari ke atas, ke kamarnya. Taemin cuma bisa diam. Antara tidak enak dan sebal juga dengan sikap MinGi tersebut.

Eomma-nya Taemin dan MinGi , Taemin dan Tesun berdiri dalam diam ._. Semuanya ga tau harus ngapain. Tiba-tiba eomma-nya MinGi berbicara, “Aduh Taemin maafin MinGi ya. Dia anaknya memang kayak gitu. Sedikit pemalu.”

‘Pemalu??’ Tanya Taemin di dalam hati. Dia hanya tersenyum simpul sambil terus mengusap kepalanya yang masih sakit. “Hem.. tidak apa-apa ahjumma, memang aku yang salah kok. Aku seharusnya memperhatikan kata-kataku.” katanya sambil membungkuk pada eommanya MinGi.

“Minta maaf lah sama MinGi !!! Eomma gamau kamu ada kesan buruk di mata MinGi !!” suruh eomma Taemin ke Taemin.

‘Lah? Terus kenapa kalau aku ada kesan buruk sama dia? Toh temanku saja bukan.. -__- ‘, gerutu Taemin di dalam hati. “Baik eomma… Kamarnya yang tadi kan E-hyeon ahjumma?” tanyanya pada eomma MinGi sambil berjalan menuju tangga.

“Iya, yang itu.. Tolong bujuk dia ya. Sekalian ajak dia turun untuk makan malam.. Kita makan bersama…” jawab eomma MinGi.

Taemin pun menaiki tangga. Setelah tidak terlihat lagi, eomma-nya MinGi dan Taemin berkerumun. Tidak lupa Taesun ikut-ikutan menguping di belakang mereka.

“Haduh haduh… Gawat… Tidak nyangka jadi kayak gini…” bisik eomma Taemin.

“Iya aduh jeng maafin anak aku ya. Dia itu anaknya emang keras kepala banget..” timpal eomma MinGi.

“Kalau MinGi begitu sih ya tidak apa-apa…”

“Lah yah jangan jeng. Aku seneng banget bisa punya calon menantu kayak Taemin..”

“Aku juga mau toh mantu kayak MinGi, udah baik, ramah, cantik pula…”

“Oh. Jadi ceritanya Taemin lagi dijodohin lagi toh ma?” tiba-tiba Taesun nongol diantara kedua ibu-ibu itu. eomma taemin dan MinGi langsung shock dan mundur ke belakang.

“YA OLOH TAESUN!!!!” pekik eomma Taemin sambil mengelus-elus dadanya. Sedangkan eomma MinGi mengelus-elus pantatnya (?). “kamu denger semuaa……….??????????” bisiknya pada Taesun.

“Iyalah. Wong aku daritadi disini toh dengerin pembicaraan eomma sama ahjumma ._.” jawab Taesun sambil mengibaskan poninya ala Jonghyun. (cieh)

“Sssstttttttt…….. Jangan bilang-bilang Taemin ya! Please, eomma pengen banget mantu kayak MinGi !!!!” kata eomma Taemin mohon-mohon sama Taesun. Eomma MinGi ikut-ikutan sambil ngasih puppy eyes.

“Well…. “ Taesun berpikir sebentar. “Gapapa deh, aku pengen kok punya adik ipar kayak MinGi kok… Lagian kalau gak sama Taemin sama aku juga boleh kok ma.. Hahahahahaha” ungkap Taesun sambil berjalan keluar.

“Taesuuuuuuuuuuunnnnnnnnnnnnn!!!!!!!!!!”

~Author POV End~

~MinGi POV~

Aku berlari menaiki tangga. Bodo amat mau eomma marahin aku karena aku malu-maluin atau gimana. Yang jelas pandangan aku terhadap Taemin berubah 360° !!! Aku kira dia namja yang baik dan BERBICARA dengan sopan dan ramah. Nyatanya? Sudah membentakku, melihatku dengan pandangan seperti itu, mengira aku namja pula!!! AAARRGGHHH kesal !!!

Aku masuk ke dalam kamar dan menutup pintu dengan membantingnya keras. huh, aku duduk di atas kasur. Diam. Jujur saja, aku orang yang emosian. Sedikit dibikin kesal ya sudah. Jangan harap aku dapat memaafkan dia begitu saja. Aku mengambil binderku. Kubuka isinya. Penuh dengan foto-foto SHINee dan juga… Lee Taemin.

“AISH !!!! KESAL KESAL KESAAAALLL!!!” aku berteriak sambil mengeluarkan dan melemparkan semua foto Taemin kesana kemari. Lalu aku diam dan memungutnya lagi. *gubrak* “uuuhhhh… aku tidak bisa ><” gumamku sambil memunguti satu-satu foto Taemin itu. Aku berjalan pelan menuju meja belajarku sambil memasukkan foto-foto tersebut ke dalam binderku.

Kulihat laptopku. Tunggu.Kenapa.Mozilla.Keluar.Dan.Sekarang.Posisi.Ada.Di.Folder.Foto.SHINee?

“AARRRGGGHHHHHHH!!!!!!!!!!!!” tanpa sadar aku berteriak. Mukaku memerah. Jangan bilang kalau Taemin melihat isi laptopku!!! Aku mengacak-acak rambutku dan berjalan memutar-mutar di dalam kamar. Saking stress-nya, aku tidak memerhatikan apa yang ada di depanku. Kakiku menyandung sebuah koper besar. Aku jatuh terjerembab. Muka duluan. Gah. G O O D!!!

Aku bangun terduduk, kusentuh hidungku. Sakit… Tiba-tiba kurasakan sesuatu keluar dari hidungku, darah. MWO???!!! DARAH??!!! ergh…. >< “GARA-GARA KOPER INI !!! GARA-GARA KAUUUUUU!!!!” teriakku di dalam kamar. Aku bangkit, lalu menarik koper tersebut dan berjalan menuju pintu kamar.

Saat kubuka, wow, fine, Lee Taemin sedang berdiri di hadapanku dengan posisi siap mengetuk pintu. Amarahku langsung memuncak, tangan kananku menyodorkan kopernya kepadanya. Sedangkan tangan kiriku berusaha menahan darah yang terus-terusan keluar dari hidungku yang… jangan bilang kalau hidungku patah.

“Ah, MinGi-ah, aku mau….” Taemin baru saja mau berbicara sampai aku memotong semua perkataannya.

“PERGI DARI KAMARKU!!!!!! PERGI DARI KEHIDUPANKU!!! DAN AKU BUKAN TEMANMU!! JANGAN MEMANGGILKU DENGAN EMBEL-EMBEL AH! I’M NOT YOUR FRIEND!!!” aku berteriak kepadanya, lalu langsung masuk kembali sambil membanting pintu. Terlihat muka shock-nya sesaat aku menutup pintu tadi.

“Choi MinGi..!!!! Tunggu!!!! Ada apa dengan hidungmu???!!!! Berdarah banyak sekali!!!” terdengar suara Taemin terdengar cemas sambil mengetuk pintuku keras. Aish.. namja ini…

Aku membuka pintuku kasar. “INI SEMUA KARENA KAMU DAN KOPER BODOHMU ITU!!! LEE TAEMIN PABOOOOOOOO!!!!!!!!” aku berteriak kencang sambil menangis karena rasa sakit yang luar biasa dari hidungku. Ya ampun.. sepertinya hidungku betul-betul patah.. sakit sekali… koper taemin pabo.. taemin paboooo…. aku membanting pintu dan berjalan menuju kasur. Aku lupa.. Kalau aku sudah mengeluarkan darah pasti susah sekali untuk menghentikannya… Ufff… Rasanya berat sekali… sakitnya sampai ke kepala…

Bruk.

~ MinGi POV End~

~Taemin POV  ~

Aku berjalan menaiki tangga dan berjalan pelan menuju kamar MinGi. Terdengar teriakan-teriakannya dari dalam kamar. Aiihhh.. apa pita suaranya ga putus kalau dipakai berteriak-teriak sekencang itu? Dasar yeoja aneh.. Aku berdiri di depan pintu kamarnya. Kudengar dia masih berteriak-teriak. Aku mengetuk pintu pelan… Tapi sepertinya tidak terdengar.

BRUK!

Tiba-tiba terdengar suara sesuatu terjatuh. Omo.. apaan tuh? Apakah dia sedang mengamuk dan melemparkan barang-barang saking kesalnya? Haduh. Ganas juga nih cewek (?) Mana dia berteriak-teriak lagi pula -__- mengerikan…. Kucoba untuk mengetuk pintunya sekali lagi. Aku tidak mau eomma cerewet terus kalau masalah ini belum selesai. Baru saja aku mau mengetuk pintu, pintu terbuka.

Terlihat MinGi dengan muka yang super duper kusut. “Ah, MinGi-ah, aku mau….” belum juga aku menyelesaikan perkataanku, dia tiba-tiba berteriak. “PERGI DARI KAMARKU!!!!!! PERGI DARI KEHIDUPANKU!!! DAN AKU BUKAN TEMANMU!! JANGAN MEMANGGILKU DENGAN EMBEL-EMBEL AH!” teriaknya sambil memberikan koperku kasar dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya….

BRAK!!! MinGi membanting pintu tepat di depan mukaku. Untung aku ga punya penyakit jantung. Kalau iya, mungkin aku sudah mati berkali-kali. Tunggu, tunggu, tadi … MinGi… terlihat menutupi hidungnya… dari sela jarinya ada yang merah-merah apaan tuh? Aku terdiam sebentar.

“MinGi..!!!! Tunggu!!!! Ada apa dengan hidungmu???!!!! Berdarah banyak sekali!!!” aku langsung panik dan mengetuk pintu kamarnya berkali-kali. Aish, apakah saking kesalnya dia sampai melukai diri-sendiri? Gila ajaaa!!!! ><

Lalu MinGi membuka pintu kembali dengan kasarnya. “INI SEMUA KARENA KAMU DAN KOPER BODOHMU ITU!!! LEE TAEMIN PABOOOOOOOO!!!!!!!!” teriaknya kepadaku sambil menahan darah dari hidungnya dan me….nangis ???!!!! Lalu dia kembali membanting pintu kamarnya. Ya ampun… Apa salahku ???!!! Aku mulai panik. Aku terus mengetuk pintu kamarnya.

“YAH!! MINGI !!!! BUKAAAAAA!!!” teriakku sambil terus mengetuk pintunya. Makin lama makin keras. BRUK! Tiba-tiba terdengar suara sesuatu terjatuh. Sumpah, gimana ga panik coba. Aku langsung menggedor-gedor pintu. “MINGI YAAA!!” teriakku yang sudah berkeringat dingin. Maklum, aku orangnya kritis -__- karena takut terjadi apa-apa, langsung saja kubuka paksa pintunya. Aku sudah pasang gerakan keren buat dobrak pintu, tahunya disenggol dikit tuh pintu langsung kebuka. Cieh, ga dikunci ternyata.

Dan apa yang aku takutkan terjadi (kapan takutnya???? -_-a) MinGi tergeletak di lantai kamarnya. Hidungnya terus mengeluarkan darah. “Ya ampun…” Langsung kupangku kepalanya. Kulihat hidungnya. Bengkak.. Patah mungkin?? Aku coba menyeka darahnya dengan tissue yang ada di meja. Tapi darahnya terlalu banyak, tidak mau berhenti. Bahkan kaos biru muda yang tadi dia pakai sudah berubah warna menjadi bercak-bercak ungu karena bercampur dengan darahnya. Arrggghhh !!!! Bagaimana kalau dia mati kehabisan darah???!!!!

“HUWAAAA EOMMAAAAAAAA !!!! AHJUMMA !! HYUUUUNNNNGGG!!!” teriakku panik. Histeris sebenarnya. Aku tidak mau dituduh sebagai pembunuh seorang yeoja yang hyper dan sering menyiksa diri-sendiri saat marah. *sontoloyo si Taemin -__-*

Terlihat eomma, E-Hyeon ahjumma dan Taesun hyung berlari memasuki kamar.

“Ada apa…YA TUHAN !!!! MINGI!!!!” pekik E-Hyeon ahjumma panik sambil berlari menghampiriku dan MinGi yang berlumuran darah.

“YA TAEMIN!!! APA YANG KAU LAKUKAN PADA MINGI??!!!” bentak eomma sambil memukul kepalaku dengan tas tangannya.

“Aku tidak tahu eomma!!! Saat aku datang, hidungnya sudah berdarah banyak sekali dan tiba-tiba dia pingsan begini!!!!!!!!!!!!!!!” jawabku kesal sambil mengusap kepalaku yang sekarang benjol dua. Yang satu gara-gara kulkas, yang satu lagi gara-gara tas eomma -_-

Taesun hyung langsung membopong MinGi dan membaringkannya di kasur. Lalu memeriksa hidungnya MinGi. “Ah… hidungnya patah nih..” katanya sambil mengusap pelan hidung MinGi dan menyeka darah dari wajahnya perlahan. Entah kenapa aku tidak suka pemandangan ini. Geli. Iiiiihhh~~

“Tapi, patah kok berdarahnya sampai seember gitu sih?” tanyaku sambil berjalan mendekati kasur MinGi. Eomma mencubit perutku dari belakang.

“Jaga bicaramu Taemin!!!” desis eomma sambil menatapku dengan pandangan mengerikan. Aissshhh okay mommy~

“ Ah, MinGi memang punya penyakit (apalah itu yang darah ga bisa berenti). Jadi ketika dia berdarah, darhanya akan terus mengucur dan susah sekali berhentinya…” jawab E-Hyeon ahjumma pelan sambil mengambil handphone-nya. “Yoboseyo.. ya dokter.. MinGi… iya, secepatnya ya..” lalu mematikannya. “aku sudah telepon dokter pribadinya, tenang saja.”

Hem.. kasihan juga ya. Masih muda tapi penyakitan… Kalau tidak salah dia masih seumuranku kan? Padahal seluruh bagian tubuhnya tidak menunjukkan bahawa dia sakit. Apalagi warna kulitnya yang bagus dan juga mulus….. AH ! Apaan sih aku ini . Aku menggelengkan kepalaku. Kulihat ke arah MinGi yang sedang tertidur. Pingsan maksudku. Disebelahnya ada eomma dan E-Hyeon ahjumma yang terlihat mengobrol. Sepertinya eomma juga baru tahu tentang keadaan MinGi ini. Lalu disampingnya terlihat Taesun hyung yang masih saja berusaha untuk membersihkan darah dari hidung wajah juga leher MinGi. Aih, apa hyung menyukai yeoja itu???

Daripada aku diam lebih baik aku menunggu di bawah. Saat menuruni tangga kulihat seorang ahjussi berlari kecil ke arahku. Dia tersenyum ke arahku. Aku balas tersenyum sambil sedikit membungkuk. Lalu dia menaiki tangga dengan tergesa. Apakah itu ayahnya MinGi? Atau dokter? Ah, aku tidak tahu. Aku duduk di sofa sambil makan dan menonton tv lumayan lama sampai eomma, E-Hyeon ahjumma dan ahjussi tadi turun dari lantai 2.

“Ah, Taemin-ah, perkenalkan, ini dokter pribadi MinGi , Sang Ho-Doon.” kata E-Hyeon ahjumma sambil mengenalkan ahjussi itu kepadaku.

“Lee Taemin imnida,” kataku sambil membungkuk. Ahjussi itu tersenyum. “Lelaki yang tampan.” ujar ahjussi itu sambil tersenyum pada eomma dan E-Hyeon ahjumma. “Jadi ini ya?”

“Iya,” jawab eomma tersenyum. “Kita bicara diluar saja yak” ajaknya pada ahjussi itu dan E-Hyeon ahjumma. “Taemin, tolong temani MinGi ya di kamarnya.” suruh eomma padaku.

“eh? Kenapa harus aku? Bukannya hyung masih ada disana menemaninya?” tanyaku malas. Aku kan bukan siapa-siapanya. Kenal saja antara iya dan tidak.

“Sebentar lagi hyung-mu turun. Sudah sana ke atas sajalah..” suruh eomma sambil berjalan keluar menyusul ahjussi dan E-Hyeon ahjumma. Aku berjalan menaiki tangga dengan malasnya. Saat sampai di lantai 2 kulihat hyung keluar dari kamar MinGi. Begitu melihatku dia tersenyum. Tersenyum aneh. Gimana ya? Senyumnya aneh deh. Antara bahagia dan mengejek.

“Jaga MinGi baik-baik ya.” bisik hyung di telingaku saat dia berpapasan denganku. Dan langsung menuruni tangga sambil berlari kecil.

“Apaan sih…” gumamku sambil memasuki kamar MinGi. “Jangan-jangan hyung benar-benar menyukainya…” Kulihat dia tertidur lelap di kasurnya. Batang hidungnya diberi semacam plester putih kecil. Darahnya juga sudah berhenti. Bajunya sudah diganti dengan kaos warna putih yang begitu kontras dengan warna kulitnya yang indah… Ah!! Aku memukul kepalaku sendiri. Kenapa aku begitu tertarik dengan kulitnya… Tolong… Aku belum mau tertarik dengan yeoja!!!

Aku duduk di kursi yang tersedia di pinggir kasur MinGi. Kuperhatikan wajahnya. Seperti yang tadi aku lihat di luar saat bertubrukan dengannya, wajahnya sangat cantik. Lekuk mukanya sangat pas. Aku masih ingat dengan matanya yang bulat dengan bola mata yang berwarna hitam pekat. Juga bibir mungil berwarna pink pucat yang dikarenakan udara dingin ini. Apalagi setelah kejadian tadi, bibirnya menjadi sangat pucat. Rambutnya tergerai indah di atas bantal. Kusentuh sedikit. Lembut sekali dan berwarna hitam indah sama seperti warna matanya.

“Hemm.. tidak heran hyung menyukainya..” gumamku sambil bersandar pada kursi. Terus, ngapain coba aku disini? Diam menunggu sampai dia sadar begitu?? Lebih baik aku sms-an sama MinHo hyung. Mungkin mereka sedang bersenang-senang di panati sekarang -_- Aku merogoh sakuku dan mengambil handphoneku dari dalamnya. Wow. hemeh, mati dong. Charger… Aku simpan di mobil. Ah pabo, aku berusaha mencari iPod-ku. Ada di saku jaket ternyata. Tunggu, mana headset-nya? Aih. Di mobil juga -________- Apaan nih. Semua aja ada di mobil…

Ya sudahlah. Aku bersandar kembali ke kursi dan menatap keluar jendela. Dari jendela kamar ini terlihat telaga yang tadi aku lihat di jalan… Memang indah sekali… Lalu perhatianku tertuju pada sebuah binder yang ada di meja kecil sebelahku. Kuambil binder tersebut. LOLOLOLOL aku tidak tahan untuk tertawa. Aku menahan mulutku dengan tanganku. Sampul bindernya… kumpulan poto kami. “kekekekekekeke….” aku tertawa tertahan sambil membuka bindernya perlahan. Isinya sih biasa saja, catatan-catatan tidak penting, lirik lagu – lagu kami… Dan corat-coret tidak penting lainnya. Kubuka langsung bagian terakhir. Sesuatu jatuh dari bagian belakang tersebut. Seperti poto, lumayan banyak. Kupunguti poto tersebut satu-satu. Dan kulihat.

“HMBFFFFFHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!” aku benar-benar tidak tahan untuk tertawa, aku membekap mulutku sendiri, airmataku samapi menitik keluar karena tak kuasa menahan tawa. Mukaku pasti sudah sangat merah sekali sekarang. Aku meringkuk di lantai sambil terus menutup mulutku sedangkan tanganku yang satu lagi memukul-mukul lantai dengan pelan. Berusaha untuk tidak membuat keributan. Ah, perutku sakit sekali. kekekekekkekeke. Ya ampuunn… Ini kumpulan potoku. Lumayan banyak nih. Berapa? 30 lebih ada kayaknya… “hihihihihi…” aku tertawa kecil lalu duduk kembali di kursi dan mengatur napas. Yeoja ini… Choi MinGi… Apa kau benar-benar menyukaiku??? xD

Aku terus memperhatikan potoku sendiri satu persatu. Aku sempat kaget. Aku tidak tahu kalau ada poto ini. Yang ini. Yang ini juga. Kapan orang-orang memotretku??? Ternyata banyak sekali stalker yang mengikuti Lee Taemin, yeoja paling ganteng dan imut di luar sana. hahahahhhaha

Aku mulai mengantuk. Sekarang jam 3… Untung aku sempat makan tadi, jadi sekarang tidak terlalu lapar. Kututup mataku sambil terus memegang binder tersebut. Ah… hari yang lucu sekali…

~Taemin POV End~

~MinGi POV~

Aku membuka mataku perlahan. Kusentuh hidungku pelan. “Ouch!!!” sakit sekali. Ternyata benar-benar patah u,u … Aku melihat sekeliling… Taemin ? Aku berusaha bangkit. Kepalaku masih pusing. Aku terduduk di hadapan Taemin sekarang. Memperhatikan wajahnya yang sedang tertidur… Omona… Dia memang sangat tampan. Bukan tampan, dia cantik… bahkan lebih cantik dari aku sepertinya. Uuuuhhh~

Aku memperhatikannya sampai aku melihat sesuatu yang ada di pelukan Taemin. Itu seperti… “BINDERKUUUUU!!!” aku berteriak panik sambil merebut binderku dari pelukan Taemin yang sedang tertidur. Sontak saja Taemin terbangun.

“Ahh… Ada apa…” tanyanya pelan sambil menggosok-gosok matanya. Aku langsung bersembunyi di balik selimutku sambil memeluk erat binderku. Aku maluuuuuuuuuuuu !!!! Pasti dia melihat semua isinya. Terutama poto-poto Taemin… Omona… >/////////////<

“MinGi?? Kau sudah bangun?” tanyanya sambil menyentuh tubuhku yang tertutup selimut tebal.

“Aiiihhh!!! Jangan pegang-pegang akuuuuuuuu!!!!” seruku dari balik selimut. Aduh tolong tolong tolong jangan pegang aku !!!! Hatiku sudah tidak karuan karena malu nih!! “Kamu keluar sanaa ! Ngapain kamu disini??!!”

“hemm.. eomma menyuruhku menemaniku sampai kau bangun…”

“Aku sudah bangun!! Nagapain juga disini!! Sudah sana pergi!!!” seruku kencang-kencang. Uuuuhh padahal disini aja ga apa-apa kok… EH, ga ! Dia udah bikin aku sakit hati!!! Pergi aja ><

“……..” tidak terdengar jawaban dari Taemin. Lalu dia menjawab pelan, “Oke. Lagipula aku lapar. Mau makan. Terserah kamu saja deh.” terdengar jawaban Taemin dengan nada suara yang sangat datar. Cih cuih.

“Ya sudah sana pergi!!!!” sentakku. Tanpa jawaban, terdengar suara langkah kaki mulai menjauh dariku. Lalu suara pintu tertutup. Aku melongok dari balik selimut. Dia sudah pergi. Dengan cepat aku bangkit dan melepas selimutku.

“Dasar namja gila!!!” ujarku kesal tapi pelan. Aku tidak mau terdengar olehnya lagi u,u . Kubuka binderku. Kuperiksa satu-satu poto Taemin didalamnya. Omona… Gila, dia melihat semua poto ini………. “uurrrhhhhhhh” aku mengerang sambil mengacak-acak rambutku. Aku mengecek poto-poto tersebut satu persatu. “Yah… tunggu…” gumamku pelan. Ada satu poto yang hilang.. YAH !!! HILANG!!!

Aku bangkit dan mulai mencarinya di laci-laci dan kolong kasur. Aduh jangan sampai deh… Masalahnya itu poto memalukan sekali… Poto Taemin favoritku yang aku beri tanda hati besar dengan spidol pink muda dan bertuliskan “Saranghae Lee Taemin”. “Ya tuhan… semoga bukan dia yang mengambilnya…” lagipula untuk apa juga dia mengambilnya? Dia kan… sepertinya… membenciku T_T

Aku sedang sibuk mencari poto tersebut sampai sebuah suara ketukan terdengar dari pintu kamarku. Lalu pintu kamarku terbuka pelan. Lee Taemin.

“Sedang apa kau?” tanyanya heran sambil memperhatikanku yang sedang meringkuk di bawah kasur mencari potonya.

‘AKU MENCARI POTOMU NAMJA PABOOOOOO!!!!!’ ingin sekali aku berteriak seperti itu ke arahnya. “Bukan urusanmu!!” jawabku kasar sambil bangkit dan merapihkan pakaianku yang berantakan. “Mau apa kesini lagi?! Sudah sana di bawah saja makan!”seruku sambil berbalik membelakanginya. Ya ampun. Asal kalian tahu ya, mukaku saat ini sudah panas sekali. Dan dapat dipastikan, kalau aku bisa berkaca sekarang, warnanya kayak tomat busuk!

“Hemm.. Yah, bukan urusanku sih. Tapi sepertinya ini urusanmu.” katanya dengan nada mengejek. Apaan sih?? Aku berbalik. “Nih, tangkap.” Dia melemparkan sesuatu yang seperti kertas kepadaku. Dengan cekatan aku menangkapnya. Kulihat apa yang baru saja dilemparkannya.

OH MY SHINEE !!!! INI POTO TAEMIN YANG DARI TADI AKU CARI-CARI!!!! TERNYATA BENAR-BENAR ADA DI DIAAAA!!! Saking shock-nya aku cuma bisa diam. Wajahku? Ya. Merah. Panas.

“Heart-sign yang bagus. Kenapa tidak warna merah? Hahahaa” ungkapnya sambil menutup pintu kamarku. Aku masih bisa mendengar suaranya terkekeh diluar sana. Namja itu…

“LEE TAEMIN !!!!!!!! I HATE YOUUUUUUUUUUUUUU!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

-TBC-

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

30 thoughts on “Is It What You Want? – Part 2”

  1. ahahha lucu .. thor …
    penyakitnya itu penyakit kekurangan darah putih ya ?? …

    wah lucu ada bhasa jawanya .. foto = poto.. (?)

    seru thor…. heheh aku bru baca part ini.. jadi aku tinggalin koment di sini dulu ya…

    1. iya ampe skrg aku lupa namanya apa -___- males gugling hehe
      bukan bahasa jawa :/ sunda kok hehehehe xD
      okey okey 😀 makasih ya~

  2. ya ampun!!! Itu Taemin bikin malu ajaaa!!! Kalo aku jadi MinGi, udah sembunyi di kolong meja deh…. –‘
    Nice FF Thor!! Lucu, lucu, lucu….! 😀
    next partnya ditunggu ya….!

  3. Fiuuuhhh…setelah menunggu sekian lama FF ini keluar jg part 2nya,,,good job author,,,klo boleh saran tolong minginya jgn dibikin mati yaaa,,,jeballl
    gomawo

    1. maaf ya lama~~ publishnya dijadwal~ u.u
      makasih 😀
      wah… gimana ya .-. belum kepikiran siapa yg mati (?) tuh lol xD
      sarannya ditampung deh 😀

      1. AAAAAAAAAAAAA YAMPUN TT_TT aku ga sadar
        taemin emg yeoja ganteng sih eh salah namja cantik lol
        makasih bgt ya udah dikasih tau yampoun ><

  4. hahahaha mingi memang fangirling sejati. hahaha walaupun dibuang, pasti akan di ambil lagi. apalagi ekspresinya. hahaha*yaiyalah*
    sunpah seyum-senyum sendiri aku bacanya, sampai kena tegur omma
    tapi kok 360° thor, bukannya 180° kalau berubah total. kalau 360° itu kembali seperti semula*sambil mengkhayal lingkaran*
    terus ada typo
    mian ya thor cerewet nih aku>_<

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s