My Little Angel – Part 1

author                  : yeonghae

genre                    : sad romance , angst

rating                    : all ages/ general

length                   : on-going

main cast             : you and lee taemin SHINee

other cast            : kim sunhae and key

PART  1

YOU POV

“hei ! mau sampai kapan kau mengganggungku?” bentakku pada laki-laki itu.

“sampai kau mau menjadi pacarku, noona” katanya.

“YAKK!! Taemin-a !!!” kataku kaget.

“apa pun akan aku lakukan asalkan itu membuat noona menyukaiku” katanya enteng.

“apa kau sudah gila?! Apa pikiranmu sudah tidak waras hah ?! kalau aku menyuruh mu untuk lompat dari atas sini , apa kau akan melakukannya juga ?!” kataku kesal dan menantang.

“asalkan itu yang bisa membuat noona menjadi milikku, akan aku lakukan sekarang juga.” Katanya yang sudah siap-siap berdiri di pinggir atap sekolah.

“HEI!!! APA YANG KAU LAKUKAN?!!! KAU INGIN MATI HAH?!!!” bentakku lagi padanya sambil menariknya dari pinggir atap itu.

“bukankah tadi noona yang menyuruhku untuk melopat dari atas sini?” tanyanya polos.

“kau benar-benar sudah gila !!” kataku sambil berlalu meninggalkannya.

“AKU AKAN TERUS MENGEJARMU NOONA SAMPAI KAU MAU MENJADI PACARKU!!” teriaknya ketika aku mulai menjauh.

“dia memang sudah tidak waras! Kemana pikiran warasnya itu ?” kataku kesal.

“_____!!” aku membalikkan badanku untuk mencari asal suara.

“sunhae-a” balasku.

“kenapa mukamu ? kusut sekali? Apa yang terjadi ? taemin masih mengejarmu?” tanyanya bertubi-tubi.

“ya” kataku dengan muka muram.

“seharusnya kau memberikan kesempatan padanya. Aku rasa dia bukan anak yang buruk.” Katanya.

“kau membelanya?!” kesalku.

“tidak, hanya saja aku berfikir dan melihat kelakuannya selama ini padamu tidak terlalu buruk. Dan bahkan dia sangat memperdulikanmu.” Katanya panjang lebar.

“kau tau kan kalau aku ini lebih tua darinya , mana mungkin aku berpacaran dengan anak ingusan seperti dia?! Apa kata orang nanti? Lagi pula , aku tidak suka cowo yang manja.” Belaku.

“umur tidak masalah menurutku. Banyak perempuan yang menikah dengan laki-laki yang lebih muda dari mereka. Dan sampai sekarang hubungannya baik-baik saja.” Katanya.

“yakkk!!! Aku tidak pernah berfikiran sampai sejauh itu sunhae-a!” kataku kaget.

“tapi kalau difikir-fikir lagi, kau cocok sekali dengannya. Hahaha” katanya tertawa.

“apanya yang cocok??!!  ANDWE !! aku ga mau.” Kataku menolak omongannya.

“kita lihat saja nanti” katanya dengan senyum yang misterius.

“itu tidak mungkin” belaku.

-pulang sekolah-

“_____-a , aku pulang duluan ya.. “ kata sunhae.

“hmm.. pasti dia menunggumu ya?” kataku sambil melirik ke arah key, pacar sunhae. Key hanya tersenyum.

“ya ya baiklah . pergi sana . aku tidak ingin menjadi setan. Hahaha” candaku.

“kau ini! Oh ya , kalo begitu , kau pulang dengan taemin saja. Dia sedang menunggumu di depan gerbang” katanya sambil melihat ke arah jendela.

Dan benar apa yang dia katakan, taemin menungguku.

“benar kan?” katanta lagi.

“mau apalagi sih anak itu??!! Membuatku kesal saja!”

“sudah ku bilang padamu, dia benar-benar sangat menyukaimu” katanya.

“sudahlah! Pergi kau sana !” kataku mendorong sunhae ke arah key.

“bawa pergi jauh-jauh perempuan yang bernama kim sunhae ini dari hadapanku key! Hahaha” kataku tertawa.

“huh! Dasar! Ne .. ne.. tanpa disuruh pun , aku akan pergi dari tempat ini.” Balasnya .

“kami pulang duluan ya _____-a” kata key. Aku mengangguk.

Mereka berdua pun pergi.

‘bagaimana ini? Taemin menungguku di depan pintu sekolah. Aku tidak ingin bertemu dengannya.’ Batinku. ‘tapi tidak ada jalan lain selain pintu itu. Kalau aku tunggu sampai dia pulang, aku rasa dia tidak akan pulang sebelum melihatku. Bagaimana ini? Mana sudah sore.’ Keluhku dalam hati.

‘ya sudahlah , percuma aku menghindarinya, dia sendiri tetap mengejar-ngejarku.’ Kataku pasrah.

Akhirnya aku pulang.

“noona!!”

‘suara itu lagi’ kataku menghela nafas.

“kita pulang sama-sama ya?” katanya dengan muka yang ceria.

“ne…”kataku lemah tak berdaya menghadapinya, sudah terlalu lelah.

“noona , apa noona lapar? Mau aku belikan makanan?” tawarnya. Aku hanya menggeleng.

“apa noona lelah? Sini biar aku bawakan tasnya dan menggendong noona.” Katanya yang tiba-tiba mengambil tas selempangku dan berjongkok di hadapanku.

“apa yang kau lakukan?!” kataku kaget dengan perbuatannya.

“akan menggendong noona. Aku tau noona sangat lelah.” Katanya polos.

“ANDWE!! Aku baik-baik saja . dan aku tidak merasa lelah sedikitpun!” kataku sambil mengambil tas selempang ku di pundaknya.

“aku tidak keberatan ko noona.” Katanya.

“sudahlah taemin-a! Jangan  seperti ini. Ayo berdiri!” kataku. Dia pun berdiri.

“noona , sekarang , apakah aku sudah sesuai dengan kriteria cowo yang noona sukai?” tanyanya tiba-tiba. Aku tersentak kaget.

“apa maksudmu?!” kataku kaget.

“noona dulu bilang kalau noona tidak suka laki-laki yang manja, ke mana-mana selalu di antar . dan sekarang lihatlah aku , aku tidak menggunakan kendaraan lagi ke sekolah” katanya panjang lebar.

‘apa dia melakukannya demi aku?’ batinku.

“noona…”katanya membuyarkan lamunanku.

“a-ah!”kataku kaget.

“sudahlah taemin-a. Aku ingin kau diam. Arasso?!” kataku. Dan benar saja, dia diam.

Selama perjalanan aku dan dia tidak bicara lagi semenjak aku menyuruhnya diam. Aku jadi merasa canggung.

“kau ini kenapa diam?” kataku memulai pembicaraan.

“tadi noona sendiri yang menyuruhku untuk  diam. Maka aku diam.” Katanya.

‘dasar laki-laki ini, polos sekali dia’ kataku menggeleng-gelengkan kepala.

“sudah sampai. Lebih baik kau pulang taemin-a. Sudah larut .” kataku.

“baiklah , aku pulang dulu. Annyeong” katanya melambaikan tangan. Aku hanya diam.

-keesokan harinya-

“umma. Aku pergi.” Kataku sambil membuka pintu depan rumah. Dan ketika aku membuka pintu, aku melihat seseorang.

“taemin-a!” kataku kaget.

“noona, annyeong “ katanya tersenyum.

“sedang apa kau disini?” kataku heran dan kaget.

“menunggumu”

“MWO??!!” aku benar-benar kaget sekarang. Dan pada akhirnya aku berangkat sekolah dengan taemin.

sejak saat itu taemin selau menungguku di depan rumah untuk pergi ke sekolah denganku.

Aku tak habis pikir, apa maunya anak ini ? dia rela berangkat lebih pagi hanya untuk menungguku? Selain itu dia juga berjalan kaki?! Mustahil! Tapi entah mengapa aku selalu merasa nyaman dengannya dan juga perlakuannya padaku.

Hingga suatu hari….

“NOONA!” teriaknya dari luar. Aku langsung melongokkan kepalaku lewat jendela kamar.

“ya! Tidak usah berteriak2! Kau mengangguku!” bentakku. Dia hanya tersenyum.

“tsk!” decakku. Dan aku pun menuruni tangga lalu menghampirinya.

“taemin-a!” kataku.

“ne?” tanyanya.

“apa kamu ga cape nungguin aku kaya gini terus2an? Apa orang tuamu tidak menanyaimu mengapa anak laki2 satu2nya dan juga yang paling di sayang setiap harinya berangkat kesekolah pagi2 dan berjalan kaki?!” tanyaku setengah meledeknya.

“ani” hanya itu jawaban yang aku dapat dari mulutnya. Aku ternganga. Aku bicara panjang lebar dan dia hanya menanggapi perkataanku dengan kata ‘ani?’ menyebalkan sekali anak ini !

“ayo noona , kita pergi bersama-sama ke sekolah.” Katanya seraya menggengam tanganku. Aku benar-benar kaget atas perlakuannya padaku kali ini.

“kenapa diam?” tanyanya heran. Aku hanya diam menatap tangan yang menggenggam tanganku erat sekarang.

“tidak apa-apa kan noona?” tanyanya terseyum.

Tiba-tiba saja perasaanku tidak menentu. Jantungku berdegup sangat kencang.

‘apa yang terjadi padaku? Apa aku..? ah ani ani!! Aku tidak mungkin menyukai nya’ kataku meyakinkan diri sendiri.

“noona.. kenapa diam saja? Apa noona marah padaku?” tanyanya sedih.

“ah!” aku hanya bisa diam.

“mianhae…” katanya lemas.

“ani-ani!!”

“jeongmal?” tanyanya senang.

“jadi aku boleh menggenggam tanganmu noona?” tanyanya senang. Aku hanya diam.

‘apa yang harus aku katakan, kalau aku menolaknya , itu bisa membuat nya menjadi sedih . tapi jika aku membiarkannya, aku takut…’ batinku.

“noona.. kenapa dari tadi noona melamun saja?”tanyanya heran.

“gwenchanayo” kataku.

“arasso, noona bagaimana kalo pulang sekolah nanti aku mentraktirmu makan ? kau mau kan ? aku mohon noona..”katanya memelas.

Entah mengapa aku tidak tega untuk menolaknya dengan wajah inocent nya . aku hanya mengangguk.

“noona janji ya.. aku tunggu nanti sepulang sekolah di depan pintu gerbang.” Katanya lagi.

Ketika aku melihat wajahnya,ada sesuatu yang ganjil. Wajahnya sedikit pucat. Aku merasa sedikit khawatir. Hanya sedikit!

“taemin-a” panggilku.

“ne?”

“gwencana?” tanyaku padanya.

“wae?” katanya heran.

“ani.. hanya saja wajahmu sedikit pucat. Apa kau sakit?” tanyaku pelan.

“jeongmal? Ah~ mungkin perasaanmu saja noona.. aku tidak apa2, dan aku baik2 saja” katanya sambil tersenyum.

DEG.

Lagi…. melihat senyumnya membuat jantungku berhenti berdetak.

“noona.. sepertinya kau mengkhawatirkan aku?  Wae? Apa noona menyukaiku? Ah! Ani, mencintaiku?” tanya nya sambil melirik ke arahku.

“YA! Mencintaimu?! Itu tidak mungkin! Jangan berharap yang tidak2 taemin-a” kataku gugup. Tapi dia hanya diam.

Akhirnya kami sampai di sekolah.

“noona~ aku ke kelas ya.. annyeong” katanya sambil melepaskan tangannya dari tanganku dan berlalu dari hadapnku.

“ah ya! Jangan lupa nanti pulang sekolah ya noona!” teriaknya. Sungguh aku sangat malu saat itu. Bagaiman tidak? Semua yang ada di lorong ini melihatku dan menyorakiku karena ulang nya. Menyebalkan!

“lihat sekarang, kau sudah berani memegang tangannya.” Kata sunhae.

“aku tidak memengang tangannya, tapi dia yang memegang tanganku.” Kataku.

“tapi kau tidak menolaknya kan?” katanya jahil.

“kau ini apa-apa an sih?! Sudah pergi ke bangkumu sana !” aku mendorong sunhae jauh – jauh.

“ne.. ne…” katanya.

‘apa benar aku menyukainya?’ aku membatin.

-pulang sekolah-

“kemana dia? Bukankah tadi dia bilang akan menungguku di depan gerbang? Awas saja kalau sampai dia tidak datang dan membuatku menunggu di sini! Akan ku habisi dia !” kesalku.

…..30menit kemudian……

“dia itu kemana sih?! Aku sudah menunggunya disini lebih dari 30 menit, dan dia belum kelihatan batang hidungnya! Menyebalkan! “ kataku lalu diam dan berfikir, ‘ untuk apa aku menunggunya sampai 30 menit? Kenapa aku menunggunya? Kenapa?!!!’ kataku dalam hati.

‘andwe! Aku tidak mungkin menyukainya! Tidak mungkin.’ Lanjutku.

“sebaiknya aku pulang, sekolah sudah sepi dan hari pun semakin larut”kataku sambil melihat jam tangan yang menunjukkan pukul 5 sore.

-di rumah-

“apa benar aku menyukainya?” kataku di depan cermin.

“aku harus bagaimana?!!” kataku mengacak2 rambut.

……keesokan paginya di sekolah……

“kemana dia? Tumben sekali dia tidak ada di depan rumahku untuk menungguku?” kataku heran.

“______!” kata sunhae.

“hai.” Balasku.

“kenapa mukamu kusut sekali? Oh ya , tumben kamu tidak bersama taemin? Kemana dia?” tanyanya.

“aku juga tidak tahu, tadi pagi ketika aku keluar rumah aku tidak menemukannya . padahal dia itu selalu menungguku di depan pintu rumahku untuk pergi bersama ku.” Kataku lemas.

“sepertinya kau sangat memperhatikannya ya?” kata sunhae dengan senyum jail.

“a- an…” kataku terpotong oleh omongannya sunhae.

“kau meyukainya kan? Dan sekarang kau merindukannya karena dia tidak ada di hadapanmu . benarkan?” tanyanya lagi.

“apa maksudmu?!” kataku kaget.

“sudahlah jawab jujur saja, tidak ada yang akan melarang. Lagi pula dia itu kan laki-laki yang baik dan populer di sekolah. Banyak sekali cewe yang mengejar-ngejar taemin untuk bisa menjadi pacarnya. Tapi aku bingung pada taemin, kenapa dia bisa menyukaimu? Padahal kan kau …” kata sunhae yang melihatku dari atas sampai bawah.

“apa?!” kataku menantang.

“aniyo… seharusnya kau bersyukur dia menyukaimu bahkan mencintaimu . dan dia selalu ada di sampingmu ketika kau membutuhkan seseorang.  Cobalah untuk membuka hatimu untuk taemin. Kurasa itu tidaklah buruk.” Katanya panjang lebar.

“entahlah “ kataku terus menunduk.

“sebelum semuanya terlambat, aku sarankan padamu untuk menerimanya.” Katanya.

“ maksudmu?” kataku bingung.

“ketika kau kehilangan dia untuk selama-lamanya.” Katanya serius.

“kau ini bicara apa?!” kataku kaget bercampur takut.

…….. beberapa hari kemudian……..

Sudah hampir seminggu aku tidak melihat taemin di depan rumahku ataupun di sekolah. Dan juga aku tidak melihat canda tawanya belakangan ini. Aku pun tidak melihat sesorang yang di mana setiap hari dia selalu mengungkapkan perasaannya padaku ,dan tidak pernah lelah untuk melakukannya walaupun sudah ku tolak berkali-kali, dia tetap melakukannya.

Tapi sekarang aku merasa kahilangan sesuatu, sesuatu yang sangat berharga. Sesuatu yang selalu membuatku kesal,senang, dan berbagai macam perasaan bercampur aduk. Aku merasa kehilangan taemin. Dan aku pun menyadari bahwa aku menyukainya .

“_____!_____!” kata sunhae tersengal-sengal karena berlari.

“ada apa sih?” kataku heran.

“tae- taemin..” katanya ngos-ngossan.

“taemin? Kenapa dengan taemin?” kataku cemas.

“dia.. dia…” katanya yang masih terus ngos-ngossan.

“dia kenapa?” tanyaku semakin khawatir.

“kata teman-teman sekelasnya dia tidak masuk selama seminggu ini itu , karena dia sakit. Dan sekarang dia ada di rumah sakit. Dia … koma” kata sunhae menunduk.

Bagaikan petir di siang bolong. Itu membuatku kaget.

“kau bercanda kan sunhae?” kataku yang hampir menangis.

“apa aku terlihat seperti orang yang sedang bercanda?!” katanya tegas.

Tiba-tiba saja aku merasa kakiku sangat lemas, aku terduduk di bangkuku.

“_____-a gwenchanayo?” kata sunahe cemas melihat keadaanku.

Aku hanya bisa diam dan setelah itu menangis.

“bersabalah _____-a” kata sunhae menenangkanku.

“dia membutuhkanmu sekarang. Pergilah. Nanti aku yang akan mengijinkan kau kepada guru-guru.” Lanjutnya.

Tanpa pikir panjang aku berlari keluar kelas dan pergi ke tempat di mana taemin berada.

-rumah sakit-

Aku terus berlari tanpa memperhatikan sekelilingku. Aku sempat tersandung dan terjatuh beberapa kali. Entah kenapa perasaan ku saat ini sangat kacau mendengar itu. Aku akui , aku benar-benar menyayanginya. Bahkan aku pun benar-benar sangat mencintainya.

“taemin-a… tunggu aku. Aku akan datang.” Kataku terus berlari.

Sesampainya di depan ruangan kamar tempat taemin dirawat aku melihat kedua orang tua taemin.

“kau _____?” kata perempuan paruh baya itu yang aku rasa adalah ibunya taemin.

Aku hanya mengangguk.

“ne.. _____ imnida.” Kataku  memperkenalkan diri.

“kau benar-benar sangat cantik . benar apa yang dikatakan taemin padaku, kau seperti malaikat. Malaikat kecil bagi taemin.” Kata umma taemin.

“mwo? Malaikat kecil?” kataku heran.

“ya . dia sering sekali bercerita tentangmu. Ketika dia bercerita tentangmu , terukir senyuman yang sangat indah di wajahnya. Dia seangat bersemangat ketika bercerita tentangmu.” Kata umma taemin.

“tapi kau tahu , di belakang senyumannya itu ada kesulitan yang sangat menyiksanya.” Kata seorang laki-laki paruh baya yanga ada dis samping umma taemin yang tak lain adalah appa taemin.

“maksud ahjusshi?” kataku heran.

“taemin mempunyai jantung yang lemah sejak kecil . dia terus bolak-balik rumah sakit. Dia juga sempat berhenti bersekolah karena kondisinya yang semakin lemah. Dan dia sudah sangat putus asa. Tapi apa kau tahu? Semenjak dia bertemu denganmu , dia mempunyai semangat hidup yang besar dan berusaha untuk sembuh dari penyakitnya. Dia ingin selalu melindungi malaikat kecilnya. Tapi seminggu yang lalu , dia pergi tanpa diantar. Padahal dia tidak boleh terlalu lelah. Karena kekeras kepalaannya pada saat itu , akhirnya menjadi seperti ini.” Jelas appa taemin.

‘jadi, semua ini gara2 dia menjemputku waktu itu ?’ aku merasa besalah.

“dia sedang menunggumu” lanjut appa taemin.

“masuklah.”

Aku pun masuk ke ruangan yang ditempati taemin.

Di dalam aku melihat taemin . dia terlelap dengan selang infus di tangannya dan selang-selang lain menempel di tubuhnya. Dia terlihat sangat pucat.

Air mataku jatuh. Perasaanku sangat sakit melihatnya.

Aku menghampiri  tempat tidurnya .  aku duduk di kursi pinggir tempat tidur taemin. Lalu, aku memengang erat tangan taemin yang dulu memegang erat tanganku.

‘kini giliranku memengang tanganmu’ kataku dalam hati dan menangis.

…….TBC………..

mian kalau ff nya jelek dan ga nyambung, maklum dibuatnya waktu malem2… hehehe
makasi buat para author tetap di sini yang udah mau publish ffku ini .. gomawo ^^~
di tunggu komennya ya …

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

24 thoughts on “My Little Angel – Part 1”

  1. Bingung mw komen apa yak? O.o tpi neh seru lho . . Cerita.a ada sad, ada yg bwt aku senyum2 gaje juga *plakk* di tunggu lanjutan.a yaa, , ,

  2. wah … sunhae??? itukan nama korea ku .. tapi beda , aku lee sunhae… hehehe…. wah disini pasangan am key …

    gxpp .. makasih ya author .. heheheh sumpah seneng bgt!! ketidaksengajaan yang sungguh menyenangkan … 😀

    ffnya bagus bgt!! ya ampun taemin … kasian … ayo dong … kelanjutannya gimna? penasaran … mudah-mudahan gx sedih ya …. soalnya klo sedih pasti aku nangis… *ciealah lebay*

    sunhae jgn putus am key ya … *di tonjok lockets sedunia*
    hehehe mian komentarnya panjang2…

  3. oh iya stu lagi … judulnya sma kayak nama panggilan onew ke adenya di ff ku … wah… gxpp sih …. aku malah seneng … pernah maen ya ke blog ku ? *nebak2 ajah* heheheh ….

  4. keren koq Author….! Itu taeminnya tetap Hidup kan? Hidup kan? Kalo mati ntar aq nangis darah nih…. 😦
    makanya Thor, part selanjutnya jgn lama-lama ya…! 😀

  5. keren eon…
    taemin polos banget sih kaya akyu 😀
    haha 🙂

    part selanjutnya jangan lama2 dong eon ngepostnya 🙂

    yaya 😀

  6. buat chingudeul .. mungkin kelanjutan ff nya bakalan di post 2 minggu yang akan datang .. soalnya aku sendiri yg notabennya anak kelas 3 sma 2 minggu ke depan adalah saat2 tersulit *lebay* #plakk maksudnya 2 minggu mendatang aku sedang latian UN .. jadi tlg harap dimaklumi ^^ sebelumnya gomawo udah komen ^^ *hug chingudeul*

  7. part 2nya belom ada yaa?

    aah saya menanti,

    oiya, saya baru komen, udah khilaf jadi silentreader hehehehe

  8. hm!! cepat amat
    aku bingung bagaimana taemin bisa menyukai noonanya
    dan kenapa nama noonanya tdk di publish
    aku tunggu kelanjutannya
    kasoan liat taemin

    1. maklum bikinnya lagi nagntuk .. hehehe 😀
      itu nanti diceritain di flash back.. tp ga disini ^^
      ga dipublish namanya soalnya ntar takutnya kontroversial antar sesama taemints (?) hahahaha
      ok ^^

  9. DAE to the BAK = DAEBAK!!!
    aq dah prnh baca ni ff di salah satu blog…koq sampe skarang gg dilanjutin??? T^T..padahal aq nunggu ni ff terus,,..gpplah…harus SABAR!!hahaa…

    1. iya ini juga pernah dipublish di blog lain ^^ sbar ya chingu .. ff nya masih dalam pembuatan~ hehehe
      gomawo udah menanti dan membacanya~^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s