PUZZLE – Part 4

PUZZLE

Author: Shayleeshr

Main Cast: SHINee and Imaginary character

Support Cast: SM Ent members, Imaginary Character

Length : Sequel

Genre : Romance, Family, Friendship

Rating : General

Chapter Four

“Jiyoung-ssi, apa kau suka bunga dandelion? Ini untukmu”

Jiyoung berbalik, melihat Jonghyun sedang menggenggam seikat bunga dandelion kuning, “Gamshahamnida, Jonghyun-ssi” ia tersenyum. Jonghyun juga balas tersenyum. “Darimana kau dapatkan ini?”

Jonghyun mengangkat bahu, “Anggap saja seorang malaikat memberikannya untukku” jawabnya asal. “Kkajja! Kita pulang. Kibum pasti akan marah-marah lagi kalau aku terlambat membawa belanjaannya pulang”

Jiyoung melamun selama perjalanan pulang, tapi bedanya kali ini ia tersenyum, dan senyum itu tidak luput dari perhatian Jonghyun. Kenapa ia tiba-tiba memberiku bunga begini? Aneh. Kita kan baru kenal. Ah mungkin ini cara orang Korea berteman dengan orang baru, piker Jiyoung begitu.

~*~

New Jersey, USA

Unite Corporation. Seseorang sedang membaca billboard berukuran besar yang terpasang persis didepan gedung bertingkat tiga ditengah kota New Jersey. Ia sudah menelepon resepsionis Unite Corp tentang informasi yang akan ia dapatkan nanti.

Setelah ia menelepon kantor Real Estate yang ia kunjungi beberapa hari lalu mengenai penyewaan rumah dikawasan Saddle Brook. Akhirnya ia mengetahui, siapa orang yang mendaftarkan rumah itu ke real estate, yang mana orang itu adalah salah satu karyawan yang bekerja di Unite Corp.

Ia melangkahkan kakinya masuk, beberapa penjaga menatapnya dalam diam. Ia melepaskan kaca mata hitamnya, dan menyapa si resepsionis.

“Excuse me, I am Angela Han. I have an appointment with Mr. Tan” Ia menyebutkan nama samarannya yang ia pakai untuk menelepon tadi.

“Oh! Evening Ms. Han, this way please” si resepsionis menyuruh orang itu mengikutinya ke dalam ruangan Mr. Tan yang ia katakan tadi.

Pintu terbuka, terlihat seseorang berumur pertengahan empat puluhan sedang duduk dikursi kantornya yang berbahan kulit. Ia tersenyum melihat seseorang yang baru saja masuk kedalam ruangannya.

“Long time not see Angela Han, or should I call you Han Gyusoo?”

“Jangan basa-basi Kim Youngwoon, Jordan Kim, atau Tan, apalah. Aku butuh datanya sekarang.” Ujarnya, ia mendekap kedua tangannya di dada.

Youngwoon mengangkat kedua tangannya keudara, lalu mengambil sebuah berkas dari dalam lacinya. “Ingat, kau harus membayarku dua kali lipat atas informasi ini”

Gyusoo mengangguk, ia juga mengeluarkan amplop coklat tebal yang berisi sejumlah uang. Ia memberikannya pada Youngwoon dengan hati-hati. Walaupun ia tahu siapa sebenarnya Youngwoon ini, tapi ini adalah satu-satunya cara untuk menemukan orang yang sedang dicarinya saat ini.

“Mereka kembali ke Korea karena perusahaan mereka disana hampir collapse, dan tentu saja sebagai pewaris tunggal Kayoung tidak bisa menghandle dua-duanya secara jarak jauh. Kebetulan perusahaan yang di New York cukup stabil, jadi mereka kurasa akan menetap disana.” Jelas Youngwoon.

Gyusoo menggelengkan kepalanya, “Jelas saja kau ditempatkan dikantor cabang hanya sebagai assistant manager. Jadi kerjaanmu menusuk dari belakang, huh?”

“Kau tau aku Gyusoo-ah, Kita kawan lama. Apa kau sudah menyadari kebenaran sekarang? Hah. Apalagi yang kau perlukan? Lebih baik kau keluar sekarang, atau aku memanggil security untuk menyeretmu keluar”

Gyusoo berbalik dan keluar dari ruangan Youngwoon. Resepsionis tadi tersenyum kearahnya saat melihatnya keluar, namun ia hiraukan. Kali ini ia yakin jalannya untuk menemukan seorang itu akan berhasil.

“Yeobseyo? Jang Ahjussi, pesankan aku tiket pesawat business class untuk ke Seoul secepatnya sekarang.” Klik. Ia menutup sambungan teleponnya.

~*~

Chungdam Highschool, Seoul

Taemin turun dari mobil yang disetir Jinki didepan sekolah barunya. Banyak murid yang menatapnya. Jelas aja, mobil yang dikendarai Taemin itu, bukan mobil yang lumrah berada di Korea, maksudnya, mobil mahal -_-

Ia berjalan menyelusuri koridor sekolah seperti kemarin ia datang kesini bersama Ibunya. Ia sudah diberitahu bahwa akan berada dikelas XI-7 lantai paling atas sebelah ruang bimbingan konseling.

Ia sudah bisa membayangkan apa yang terjadi pada hari pertamanya ini, pasti banyak yang membicarakan dia, walaupun Taemin agak kepedean sih. Dia udah mikir banyak yeoja yang bilang ‘Ih ada anak baru pindahan dari Amerika imut bangeet’.

“Oh, kamu Taemin anak baru ya?” seorang kakak kelas lelaki menghampirinya. “Pindahan dari mana?” tanyanya lagi. Ia datang disusul lima orang lain dibelakangnya.

Taemin mengangguk, “Ye, sunbae. Baru pindah dari…. Mmmokpo”

Lelaki itu juga mengangguk-anggukkan kepalanya, “Ne. Anak baru jangan cari gara-gara ya” ia langsung berbalik dan meninggalkan Taemin.Taemin jelas jadi agak ngeri sama sekolah baru. Berharap disambut dengan hangat tapi malah disamperin dengan ketus, naruh tas aja belom!

“Hey! Udah kenal tuh sama si Sung Dongsub?” seorang yeoja bertampang belasteran berdiri diambang pintu menoleh kearah Taemin. “Han Hyeri imnida, kau?”

“E..eh? Lee Taemin” jawab Taemin.

“Ooh, anak baru ya? Pindahan dari mana? Kok imut sih? Papanya bule ya?”

Hihihi. Taemin yang tadinya udah bête duluan, jadi seneng lagi sama pertanyaan terakhir Hyeri. Walaupun perkataan Hyeri agak frontal sih, tapi tebakannya bener, pasti ada yang bilang dia imut.

“Ati-ati disini senioritasnya tinggi, biasanya mereka suka ngajakin sparring adek kelas yang mereka anggep punya kekuatan yang nandingin mereka.” Jelas Hyeri. Tiba-tiba Hyeri menarik tangan Taemi kedalam kelas, dan menunjuk satu bangku.

“Tuh. Duduk aja disitu, disebelah tas elmo merah punyaku. Aku gak suka duduk sama orang yang udah aku kenal.” Katanya.

Taemin hanya bisa mengangguk, ia belum kenal siapa-siapa disekolah ini, dan mengikuti saran atau lebih tepatnya perintah Hyeri duduk disebangku dengannya. Taemin tersenyum, dari kesan pertama Hyeri itu unik. Badannya kecil, rambutnya pendek keriting, tapi diikat kuda, dan poninya juga dijepit, tapi mukanya imut, kayak anak bayi. Dan satu lagi, Hyeri itu cerewet! Itu kesan Taemin pada Hyeri.

~*~

Seoul National University

“Aku baru tau kau satu angkatan dengan kami Kibum-ssi” ujar Jiyoung.

Kini mereka bertiga, —Jiyoung, Kiyoung, dan Kibum— sedang berjalan bersebelahan di koridor gedung kampus sambil menenteng tasnya masing-masing.

“E..eh, iyaa kita memang seumuran. Em kalau begitu panggil aku Kibum saja, tidak usah pake –ssi. Panggil aku Key. Bolehkan Jiyoung-ah?”

Jiyoung tersenyum, Kiyoung makin cemberut. Dari tadi Kiyoung tau Kibum sengaja ngajak ngobrol Jiyoung terus buat bikin dia bête, ditambah sekarang Jiyoung sama Kibum udah gak pake bahasa formal lagi. I’ll shoot you Kibum! Huh. I’ll shoot you!

“Ohya, Key” Jiyoung juga ikut-ikutan ngegodain Kiyoung, “Kalau Jonghyun-ssi, jurusan apa?”

“Oh, Jonghyun hyung sama seperti Jinki hyung, bisnis manajemen. Gedungnya diseberang gedung kita itu” Key menunjuk Gedung B yang berada disebelah kirinya.

Jiyoung menangguk-angguk, “Jiyoung-ah, aku ada urusan sebentar. Kau pulang sendiri saja ya” Kiyoung membetulkan tali sepatunya yang terlepas dan berjalan meninggalkan Jiyoung dan Key.

“Hey-hey! Ki, please we’re just kidding, don’t get us wrong. Kita cuma bercanda” Key menahan tangan Kiyoung.

“I know you’re just trying to teasing me.” Kiyoung tersenyum, agak kurang tulus untuk dibilang tulus. “Tapi aku benar-benar sedang ada urusan penting. Maaf. Aku sudah menghafal lajur bus dari tempat yang akan aku kunjungi sampai kerumahmu. Dan aku sudah mencatat nomer teleponmu kemarin jadi kalau aku tersesat aku bisa menghubungimu”

Jiyoung heran, sekitar satu menit yang lalu si double Ki ini saling sindir dan saling mengatai satu sama lain. Dan menit berikutnya, Key menahan Ki agar tidak pergi dan memberinya nomer telepon agar Ki tidak tersesat? Ini aneh.

Jiyoung dan Key menatap Kiyoung berjalan menjauh dari mereka.

“Jadi, sekarang kita mau apa Key? Aku sudah tidak ada kelas hari ini, sepertinya” Jiyoung mengecek catatan di agendanya. “Iya. Benar sudah tidak ada kelas lagi, apa kau masih ada?”

Key mengangkat bahu, “Aku juga sudah tidak ada. Ada sih sebenarnya, tapi aku benar-benar sedang tidak ingin masuk kelas sekarang, aku mengantuk Jiyoung-ah” ujarnya.

Jiyoung menggeleng-gelenggkan kepalanya. “Kukira Hyung-mu saja yang pemalas. Ternyata kau juga hahaha”

“Jinjja? Hyung berarti sudah bercerita banyak ya padamu? Padahal ia adalah orang yang cukup tertutup”

“Tertutup? Kurasa tidak. Ia orang yang baik, dan cukup mau bercerita banyak padaku. Oiya, Kalau orang seseorang memberimu bunga sebagai awal pertemanan, apa kau harus membalas memberinya juga?” Tanya Jiyoung.

“Memberi bunga untuk awal pertemanan?” Key heran.

“Bukankah orang Korea member bunga sebagai awal pertemanan?”

“Em.. Memangnya siapa orang Korea yang memberimu bunga ehem sebagai awal pertemanan?”

“Hyung-mu yang memberikanku bunga dandelion kuning sebagai tanda pertemanan”

“HYUNGKU? JINJJA?!”

~*~

“Jjong-ah, kau tahu kan aku menetap di Korea sampai, yaaah sekitar tujuh tahun.” Jinki nyerocos. “Tapi dari dulu aku belum tahu kalau ada tradisi orang Korea yang memberi bunga sebagai tanda pertemanan. Apa itu tren baru ya?”

Jonghyun mengangkat bahunya, “Aku juga baru tahu darimu kalau ada bunga tanda pertemanan. Memangnya kau tau dari mana?”

“Tadi pagi, aku ke kamar Jiyoung untuk mengambil charger yang kupinjam. Lalu aku melihat seikat bunga kuning diatas meja kamarnya. Anehnya, Jiyoung mempunyai alergi dengan serbuk bunga, jelas dia jarang dekat-dekat dengan bunga. Saat aku bertanya mengapa dia membeli bunga itu, dia bilang dia harus menyimpannya karena itu bunga tanda pertemanan” jelas Jinki panjang lebar.

“Bunga kuning?” Jonghyun menaikkan alisnya, “Apa itu bunga dandelion?”

“Darimana kau tahu?”

“Hanya menebak” Jawab Jonghyun, tatapannya menerawang. Sepertinya ia salah mengartikan bunga itu.

“Tunggu Jjong” Jinki mengagetkan Jonghyun yang lagi menerawang. “Bunga tanda pertemanan itu, bisa saja diberikan yeoja kan? Maksudku, tidak harus seorang namja kan yang memberikannya?”

“Mwo? Mollaeyo. Memagnya kenapa kalau namja?”

“Aniya. Kalau bunga itu diberikan seorang namja, aku harus tau namja itu siapa. Tidak boleh sembarang namja yang mendekati adikku yang satu itu.”

“Memangnya kenapa dengan Jiyoung?”

“Ceritanya panjang Jjong”

~*~

New York, USA

Minho sedang tertidur lelap di sofa ruang TV saat seorang pelayan membangunkannya karena ada seseorang di jalur telepon yang ingin berbicara dengan salah satu anggota keluarga Choi. Yang berarti harus Minho yang mengangkat, karena Siwon sedang dalam pelatihan kejuaraan.

“Hello? This is Choi Minho speaking” ujarnya dengan suara lebih berat khas orang baru bangun tidur.

“Sore Mr. Choi. Maaf mengganggu sore anda. Nama saya Sebastian Steel dari tim yang menaungi Mr. Andrew Choi sekarang. Kurasa anda harus secepatnya datang ke tempat pelatihan karena Mr. Andrew mematahkan sebelah kakinya saat berlatih, dan sepertinya keadaan Mr. Andrew terlalu parah untuk menyetir sendiri kembali ke kediaman anda”

Minho cukup terkejut, tidak seperti biasanya Siwon seceroboh itu untuk mematahkan kakinya sendiri. Patah kaki adalah hal yang sangat berbahaya bagi karier seorang atlet, bukan?

“Ya. Aku akan segera berangkat kesana. Thanks for your information Mr. Steel”

Minho segera berlari menuju mobilnya dan memacu mobil itu ketempat Siwon berada sekarang.

~*~

“Hyung. Gwenchana?” ujar Minho tepat saat ia melangkahkan kakinya ke ruang perawatan di tempat pelatihan Siwon.

Siwon yang sedang duduk diatas ranjang perawatan tersenyum, terlihat kuat seperti biasanya. Hanya saja kali ini dengan gips di kaki kanannya. “Gwenchana. Tadi mereka membawaku kerumah sakit sebentar, dan mendapat ini dikakiku” Ia menunjuk kearah Gips-nya.

Minho mengangguk, “Aku sudah menyuruh salah satu driver untuk membawa mobil Hyung pulang kerumah, berarti Hyung harus pulang bersamaku sekarang”

“Ne.” Siwon mencoba beranjak dari ranjang, Minho membantunya dengan mengambilkan tongkat yang berada di sebelah ranjang itu. “Gomawo”

Minho tersenyum setengah.

“Hyung, bagaimana kakimu bisa seperti ini sebenarnya?” Tanya Minho.

“Yaa, aku sedang berlari. Dan aku lupa saat itu lintasan sudah ditambahi penghalang, jadi aku sudah terlalu dekat untuk memperlambat lariku, aku menabrak penghalang dan jatuh di posisi yang kurang menguntungkan”

“Kalau begitu, apa yang membuat Hyung tidak konsentrasi seperti itu? Hyung pasti tidak sedang focus sehingga tidak memerhatikan lintasan” kata Minho lagi.

Minho bisa tahu saat ia bertanya, raut muka Siwon berubah. Kali ini lebih memancarkan kesedihan. Tapi Siwon menoleh dan tersenyum, menyembuyikan wajah sedih-nya. “Aku merasa tidak enak karena bukan kau yang seharusnya berada disana”

Minho hanya tersenyum menjawabnya. Mungkin hubungan mereka tidak terlalu dekat. Tapi entah kenapa, Minho merasa Siwon sedang berbohong padanya, dan pasti ada sesuatu hal lain yang sedang Siwon pikirkan sehingga ia bisa seperti itu.

TBC

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

13 thoughts on “PUZZLE – Part 4”

  1. wah…. aku blom pernah baca part sebelumnya … aku coment disini dulu ya …

    hmm….. aku bingung ?

    tapi bagus tuh cerita … ok ditunggu lanjutannya ya …

    1. wah aku udah baca part 1,2,3 …. daebak!! jeongmal daebak !!

      prok..prok..prok…
      aduh agendanya ketuker …

      aku suka nih sma jiyoung …
      serupa tapi tak sama … ahahah

      aduh .. yg ibu2 itu nyari siapa si ?? penasaran ….
      di tunggu part 5nya ya …

  2. Shayleee aku kangen tulisanmu! Huhuhu..untung skali ngintip sf3si,eh ketemu puzzle..hua..senangnya..

    Oh iya aku suka jiyoung jonghyun..manis skali mereka..bener2 jatuh cinta sama ji-jong haha..

    Suka sama pendeskripsian mu..apalagi yg di puzzle 3.yg jiyoung merhatiin cara nyetir jonghyun yg mirip ayahnya..hua..cool..cool..

    Pokoknya part 5nya asap ya..hehe..

    Oh iya,ff yg lain kubaca nanti ya..aku lg hectic bgt hehe..

  3. Rhyneee….. Kangen woy hahaha….
    aduhh.. males komen panjang- panjang niihh hehehe…
    pokoknya ini ff makin lama makin seru..
    trus aku mau protes.. kenapa TBCnya di tempat yang tak tepat?? saya masih penasaran ini u.u
    ayoo lanjuttiinn.. jangan lama-lama, kelamaan denda yoo hahahaha
    ok segitu ajaaa…
    ingin lanjutannya jangan kelamaann… kekeke ^^v

  4. Aku rada nggak ngerti sama yang perusahaan-perusahaan gitu hehehe ~.~
    Tapi keseluruhan aku ngerti kok~
    Suka ketuker nih yang mana yang Kiyoung sama Jiyoung hueheheheh -_-

    PUZZLE – Part 5, ditunggu ^^

    1. iyaa yang perusahaan2 itu emang belum aku jelasin disini, tapi nanti ada penjelasannya juga kok di part ke berapa gitu hehe. kiyoung yang suka berantem sama Key, kalau Jiyoung yang suka deket deket Jonghyun 😀 inget aja KK – JJ hehehe makasih yaaa 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s