Before The Story Begin

Title : Before The Story Begin

Cast : Ji yeon, Lee Taemin

Other Cast : Lee Jinki, Kim Key Bum, Choi Minho, Kim Jonghyun

Rating : G

Length : OneShot

Genre : Friendship, little romance

Disclaim : they’re belong to their parents,SM ent, and God.

Ps : Cerita sebelum Taemin dan Ji yeon tunangan, sedikit, gagal dan silahkan demo TT.TT

Before She meet the Stars…

Ji yeon dengan sangat terpaksa, mengeluarkan biola kesayangannya.

‘Berapa ahjussi?’

’35.000 won’

‘Hanya segitu?Tapi ini kan barang antik’

‘Aku tahu nak, tapi tokoku sedang sepi pengunjung’

‘Ne,kamsahamnida’ ji yeon membungkuk sopan dan keluar dari toko barang antik tersebut.

Ji yeon mematikan tape kecilnya dan membungkuk hormat. Beberapa hanya bertepuk tangan, beberapa melemparkan uang receh mereka.

Ji yeon seharusnya malu, dia kelas sebelas dan sebentar lagi dia akan lulus.

Sebenarnya Ummanya sama sekali tidak tahu pekerjaan yang di lakukan Ji yeon setelah pulang sekolah ini.

Di sekolahnya di larang bekerja paruh waktu, maka itu dia pergi ke gwangmyeon, gwangju, jeoulbok-do dan beberapa daerah yang harus di capai dengan kereta.

Kalau dia mau, dia tidak usah bekerja. Tapi dia anak tunggal dan ibunya sudah cukup usia.

Dia tidak mungkin berpangku tangan melihat ibunya kesulitan mencari kerja.

Sekarang ibunya bekerja di salah satu distirct seoul, menjadi salah satu koki di toko kue.

Bukan berarti Ji yeon pandai memasak seperti ibunya.

*

Hari ini Ji yeon ke daerah gwangju, meletakkan tape kecilnya di sudut bangku taman. Malam ini dia akan merenggangkan ototnya seperti biasa, tapi dia akan memulai aksinya jam lima sore, ketika taman itu penuh pengunjung.

Jadi dia hanya membaca beberapa halaman buku pelajarannya.

Dan setelah memastikan cukup banyak orang di sana dia berdiri, menyimpan bukunya di tas lalu menyalakan tapenya.

Dia mulai merenggangkan badannya, melakukan gerakan tangan yang cukup sulit, kemudian beberapa split atas, berputar dan melakukan gerakan gerakan yang menurutnya menyenangkan.

Dia mematikan tape dan berjalan ke arah tasnya yang di bangku taman, baru saja Ji yeon akan mengambil tasnya.

Secepat kilat seseorang  mengambil tasnya yang berisi buku pelajaran dan ponselnya.

‘Ya!’ Ji yeon berteriak, tetapi teriakannya teredam oleh ramainya pengunjung taman itu.

‘Ck!’ Ji yeon berlari mendorong setiap pengunjung yang menghalangi dirinya.

‘HEI!’ teriaknya lagi, orang itu masih saja berlari menghindari kejaran ji yeon.

Ji yeon sesaat berfikir ingin menimpuk orang itu dengan batu, tapi kalau orang itu kenapa-kenapa dia yang akan bertanggung jawab.

‘HOIIIII!!!!’ teriak Ji yeon lagi.Dia meloncat ke tiang pembatas jalan raya dan tepi jalan lalu meloncat lagi ke orang misterius tersebut.

Menendang punggungnya sampai terjatuh.

‘Akh!’ rintih orang itu.

‘Bekerjalah yang pantas!Kau membuat korea selatan menjadi malu!Mempunyai warga Negara seperti mu tahu!’ bentak ji yeon mengambil tasnya dan meninggalkan orang itu.

BUK

‘Ah!Sial!’ teriak ji yeon frustasi.

‘Kami dari SM……….’

*

‘Hyung…mana hari ini katanya si pelatih itu datang ya?’ tanya Jonghyun.

Onew mengangguk sambil terus mengerjakan tugas Taemin.

‘Hyung!Kenapa malah kau yang mengerjakan tugas Taemin?’

Onew menunjuk ke arah Taemin yang tertidur pulas di lantai dance.

‘Tetap saja hyung…itu tugas Taemin, biar saja dia yang mengerjakan’ suruh Jonghyun mengambil buku tugas Taemin dan melemparnya ke arah Taemin yang sedang tertidur.

Tapi tetap saja si Magnae tidak terbangun.

‘Aku kasihan melihatnya Jjong, dia akan naik kelas tiga tahun ini kan?’

‘Aku tahu…tapi dia tidak akan berkembang, hah~kalau saja ada yang seumuran dengannya, dia kan bisa belajar bersama’

‘Jjong!Kau mengambil posisiku!’ teriak Key yang sedang mengaca.

‘Posisi apa?’

‘Aku umma, jjong!Harusnya aku yang berkata seperti itu’

Jonghyun memutar bola matanya.

‘Terserah kau Key’

‘Guys,,hari ini pelatih kalian datang, namanya Park Ji yeon-‘

‘Tunggu!pelatih kami wanita?!’

‘Memang kenapa?Jangan banyak protes, dia itu orang yang hebat’

‘Apa dia Noona?’ tanya Minho.

‘Tunggu saja, nanti sore dia akan ke sini, dan bangunkan si bayi raksasa itu’

‘Ne manager’ jawab mereka ber empat serentak.

‘Taemin..taemin..bangun..’ Key mengguncang tubuh Taemin.

‘Emm..’

‘Bangun, ayo kita cuci muka dulu!Jangan mempermalukan SHINee’

Taemin dan ke empat hyungnya kembali ke ruang latihan mereka.

Bunyi music mulai terdengar.

‘Siapa yang ada di ruang latihan?’ tanya Minho.

‘Mungkin pelatihnya?’

Onew segera membuka pintu dan menemukan gadis kecil menari dengan hebat.

Gadis itu melihat pantulan mereka ber lima di cermin.

‘Hai!’ sapa sang gadis dan mematikan tape.

‘A…apa kau yang akan menjadi pelatih kami?’ Onew bertanya dengan gugup.

‘Ne!Annyeong haseyo,Park Ji Yeon imnida, semoga kita bisa berteman!’ sapanya ceria.

‘Kau tidak salah masuk ruangankan?Ruang Trainee di lantai enam’ kata Jonghyun dan segera mendapat jitakan dari Key.

‘Haha, seharusnya aku memang trainer di sini, tapi aku lebih memilih menjadi pelatih kalian’

‘Kau kelas berapa?’ tanya Taemin.

‘Aku sama sepertimu Taemin ssi’ Taemin segera melompat.

‘Jinjja?Kalau begitu kita mungkin bisa belajar bersama!’ serunya.

Ji yeon hanya mengangguk.

Cukup seperti ini, tidak usah menjadi traine lalu keluar menjadi bintang seperti mereka.

Karena ji yeon ada di antara lima pria itu hanya untuk mencukupi biaya sekolahnya.

*

‘Taemin!!Ji yeon!Lagi lagi kalian bukannya berlatih!’ teriak  manager.

‘Kami berlatih kok’ jawab mereka berdua.

‘Untuk kalian sendiri, ini memasuki bulan ke tiga sejak rehat, kalian akan mengeluarkan album baru, dan kau Onew, besok ikut aku, kita pilih lagu, ada tiga belas lagu, dan baru empat lagu yang berhasil lolos. Jam delapan oke?’

Onew mengangguk dan menerusan bermain dengan rubiksnya.

‘Oppa, aku mau ikut…’

‘hah?’

‘Memilih lagu, aku mau ikut memilih lagu’

‘Tapi..’ Onew menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

‘Oke, tidak apa apa’ sahut Ji yeon segera dan menarik Taemin.

‘Let’s dance!’ teriak mereka berdua dan tertawa.

Sudah empat bulan Ji yeon hadir di antara mereka semua. Ji yeon lebih dekat dengan Taemin, bukan karena umur mereka sama, tapi Taemin yang membutuhkan dan Ji yeon yang membutuhkan.

‘Oke oke, kau ikut aku memilih’ seru Onew.

‘jinjja?!yey!!’ Ji yeon melompat tak karuan.

Tingkahnya saat di depan mereka sangat manja dan manis juga rapuh, karena Yah, Ji yeon sudah lama tidak ada orang yang memperhatikannya.

*

Ji yeon sekali kali menatap ke arah sweaternya dan ujung sepatu raeboknya.

Baru kali ini dia akan memasuki studio.

‘Annyeong, wah Onew ssi, yeochingumu cantik’

Onew menatap Ji yeon yang hanya menunduk.

‘Ani ani, ini pelatih kami, aku yang membawanya’

‘ooh,,kajja kita ke ruangannya’ ajak salah satu composer.

‘Nah, ada 144 lagu di sini, kalian bisa memilihnya’

‘HAH!?Seratus empat puluh empat lagu!?’ ulang ji yeon dan hanya dibalas anggukkan.

‘Omo!Kita pulang jam berapa?!’

‘Suruh siapa  kau ikut?’ lirik Onew.

‘Huh!’ cibir ji yeon, dia segera memasang headphone dan mendengarkan lagu yang mengalun.

Ji yeon membolak balik daftar lagu dan menemukan sesuatu.

33.

Korean lyrics by Kim Jungbae
Composed & Arranged by Kenzie

Kemudian Ji yeon menekan angka 33 dan mendengarkannya.Perlahan…suara mengalun.

Apa jadinya kalau lagu hebat ini dinyanyikan mereka –SHINee-

‘Ji yeon kau…’ Onew berhenti mendengarkan lagu dan menatap Ji yeon, lebih tepatnya bulir bulir krystal yang turun secara perlahan.

Ji yeon mendesah keras dan melepaskan headphonenya.

‘Oke, aku berlebihan haha, oppa aku pilih ini’ tunjuk Ji yeon, dia bangkit dari duduknya dan membungkuk cepat.

‘Aku pergi dulu oppa, ada urusan, bye’ dan berlari begitu saja.

*

Ji yeon menatap ponselnya dan tiba tiba ponselnya berdering.

‘Yobose..Taemin!Kau kenapa?’

Ji yeon berlari tidak memperdulikan orang orang yang di tubruknya.

Taemin kesakitan dan meminta bantuannya di dorm!Pasti ada sesuatu.

*

‘Ya!’ teriak Ji yeon.

Taemin masih saja memegangi perutnya dan tertawa, mengingat wajah Ji yeon yang berantakan.

‘Jangan membuatku khawatir Taemin!’ bentak Ji yeon sambil memukul pundak Taemin.

‘Aw,sakit’

‘Biarin..wleee’

Taemin berdehem dan kembali serius.

‘Lagian kenapa kau mengganggu acara ku sih!Aku kan baru memilih satu lagu’

‘Jinjja?Padahal kau sudah bersama hyung dua jam’

‘Ada  144 lagu, kami harus memilih lagu yang bagus kan?’

Taemin terdiam. Lalu mulai berbicara.

‘Benarkah?Kupikir kau  kencan dengan hyung..’ jawabnya pelan.

Ji yeon membulatkan matanya, setelahnya dia tertawa keras.

‘Taemin!Jadi kau cemburu!?Hahahaha….kyeopta’

‘Kye..kyeopta?’ Taemin mengulang perkataan Ji yeon, membuat Ji yeon berhenti tertawa.

‘Diam!Aku mau pulang ah..’ Ji yeon membuka pintu dorm dan Taemin segera menariknya.

‘Tunggu!’ gertak Taemin.

‘Apalagi sih?’

CUP

Taemin mengecup kening Ji yeon pelan dan berbisik.

‘Pokoknya kencan pertamamu harus denganku’

Ji yeon mengeluarkan semburat merahnya.

Dia menyukain Taemin, dan …apa dia boleh sedikit berharap?

*

Minho kesulitan saat menari, dan selalu ada Ji yeon yang menolongnya.

Lalu saat Minho merasa sendirian, Ji yeon akan menghampirinya, dan mereka akan bermain bertiga. Taemin, Minho dan Ji yeon.

Jangan salahkan keadaan kalau sampai Minho mencintai Ji yeon.

Minho ingat, saat dia menelpon Ji yeon jam dua pagi setelah dia selesai berlatih dan memerlukan refreshing, Ji yeon tidak marah, biasanya teman temannya akan marah dan segera menutup telepon.

Dan hei!Manusia normal akan melakukan itu.

Tapi Ji yeon dengan santainya mengangkat telepon .Minho akan selalu mengingat nya

‘Yoboseo’

‘Ji yeonni apa kau terganggu?Maksudku ini sudah jam dua pagi’

Terdengar tawa kecil dari seberang sana.

‘Yeah aku tidak terganggu, kenapa?’

‘Apa kau mau ke taman seberang dorm?Aku perlu penyegaran’

‘Kau tidak berniat menculikku kan, oppa?’

Sekarang Minho yang tertawa kecil.

‘Oke, tunggu aku 20 menit, kau tahu kan tidak ada bus jam segini?’

‘tunggu!Jangan memaksakan diri, kalau….’

Telat,  Ji yeon sudah menutup teleponnya dan dia sudah mengendarai sepedanya ke taman seberang dorm SHINee.

‘HEI!Oppa!’ Ji yeon mengguncang tubuh Minho.

‘Hei’

‘Kau mengantuk?’

Minho menggeleng.

‘Bagus,lihat aku bawa apa’ Ji yeon menunjuk bola basket, dan Minho segera berdiri tegap.

Minho mengantarkan Ji yeon dengan sepedanya, dan menggendong Ji yeon yang sudah tertidur.Dia menatap jam dinding rumah Ji yeon, jam setengah lima, dia harus berlari cepat, sebelum orang orang berlalu lalang dan mengenalinya.

Sesampainya di dorm, Taemin segera mendorongnya ke kamar mandi, Taemin tidak tahan dengan bau Minho yang sangat menyengat.

Dan Minho mendapat ceramah gratis dari manager selama satu jam penuh.

Minho sangat menyukai Ji yeon,walau Ji yeon jauh dari tipe wanita idamannya.

Ji yeon tidak mempunyai rambut panjang hitam, rambutnya hanya sepundak.

Dia tidak tinggi, dan dia tidak feminine sama sekali.

Tapi cara Ji yeon memerhatikan Minho membuat Minho menyukainya.

*

Taemin masih menyeruput Banana Milk nya dengan tatapan kosong di ruang latihan. Tidak ada siapa siapa di situ, hanya ada dirinya, pikirannya masih melayang jauh dengan ucapan ummanya tadi pagi di telepon.

Taemin!Kau tahu, Taesun lagi lagi memberontak, harusnya dia tahu umurnya berapa tahun, umma sudah tua, sebentar lagi mungkin umma akan meninggal…’ Taemin hanya memutar bola matanya. Ummanya menelpon dirinya hanya untuk menceritakan Taesun?!Great!

‘Jadi intinya, kau tahu teman baikmu Ji yeon?’ Umma Taemin dan Umma Ji yeon adalah teman baik, sejak Ji yeon sering menginap di rumah Taemin saat liburan musim panas dan musim dingin. Terkadang Taemin yang menginap di rumahnya. Jadi mereka sudah saling mengenal.

‘Ne, wae?’

‘Tadi umma Ji yeon ke rumah kita, kami banyak bercerita, dan kami putuskan untuk menjodohkan kalian berdua, tidak apa kan?’

GLEK

Sepertinya harapan Taemin terkabulkan.

‘Te..terserah umma saja’

KLEK dia menutup hubungan dengan ummanya dan meloncat kegirangan.

Sekarang Ji yeon miliknya.

‘Hoi Taemin!’ seru Jonghyun berulang kali.

‘Eh, hyung?’

‘Kau melamun terus Taem, ada apa?’ giliran Key yang bertanya.

‘Aku..tidak apa apa, tenang saja’ Taemin tersenyum lebar.

‘Oh iya, besok aku absen latihan ya.., aku ada urusan’

Minho, Jonghyun , dan Key mengerenyit.

‘wae?’

‘Urusan dengan keluargaku, aku akan pulang ke dorm malam hari, oke oke?’

‘Asal jangan sampai kau tertangkap shawol saja’ Key menasihati.

Taemin mengangguk riang.

‘Hyung, kau kan pintar dalam merebut hati perempuan, ajarkan aku ya?’ rayu Taemin ke Minho yang sibuk membentuk absnya.

‘Ukh..Kau jatuh cinta Taem?’ Taemin hanya tertawa kecil dan mengangguk.

‘Yakh…aku tidak punya jurus apapun, mungkin memang ketampanan ku ini sudah menarik hati wanita banyak’ Minho tersenyum dan Taemin menaikkan sebelah alisnya.

‘Jangan terlalu dekat dengan Donghae hyung, kau jadi aneh’ katanya pelan dan meninggalkan Minho.

BLAM

‘Maaf aku telat, besok kalian berlatih sendiri, aku ada urusan mendadak’ Ji yeon berkata cepat, melepas tasnya dan mulai melakukan pemanasan.

‘Oke, karena lagunya sudah di tentukan, jadi Lucifer, uh Jjong oppa, judul aslinya kan electro!Kenapa kau ubah jadi Lucifer?Lagi pula kenapa kau tidak memilih lagu No other punya Super Junior oppa deul saja?Kau yakin menjadikan lagu ini salah satu album SHINeee?’ tanya Ji yeon ragu.

‘Ya…intinya buat saja gerakan dan kami akan berlatih!’

‘Oke oke,,calm down!Taem, kau bentuk formasi bagian pertama dan gerakan inti, aku akan buat formasi selanjutnya dan bagian beat pertengahannya’

‘Ne’

‘Onew oppa, kau bisa berhenti memakan ayam?Jangan bilang kau promosi ayam Mexicana?’

‘Ne’ onew meletakkan kotak ayam nya dan berdiri.

‘Temanya dewasa, jadi kalian akan merubah semua penampilan kalian, Taem, buatlah sedikit abs dan otot, Jjong oppa pertahankan ototmu. Key oppa buatlah otot setidaknya sedikit saja’

Ketiganya mengangguk.

‘Minho oppa, apa kau mau merubah lirik rapnya?’

‘Aku pikir ini sudah cukup, atau aku akan merubah sedikit lirik bagan bawahnya’

Ji yeon mengangguk.

‘Waktunya tinggal enam bulan lagi sebelum kalian mengeluarkan album. Jangan bolos latihan, dan berlatihlah selagi aku dan Taemin membuat koreografinya’

Taemin tersenyum, dia sangat suka saat Ji yeon tegas, dia seperti leader dan Onew bahkan menurut apapun yang Ji yeon katakan.

*

‘Umma, buat apa aku memakai pakaian seperti ini, dan kenapa kita tetap ada di sini?Bukankah rumah haelmoni di Busan?’

‘Rahasia, dan tunggu saja sampai..’

Ting Tong

‘Ah, akhirnya datang juga’

Ji yeon menoleh.

‘Taemin?Kenapa kau pakai haengbok?’

‘Hai Ji yeon’

Dan semuanya mengalir begitu saja.

*

‘Annyeong Haseyo, Lee Taemin imnida, aku akan

menjadi bagian dari kelas ini, mohon bantuannya ya’

Ji yeon menggerutu, Taemin tunangan barunya akan sekolah di sekolahnya.Dan akan belajar di kelasnya.

Ji yeon dan Taemin…tidak akan melupakan moment ini.

Pertemuan yang luar biasa.Ji yeon yang tadinya hanya menemukan lima bintang yang perlu bimbingan menemukan beratus ratus orang dalam kehidupannya yang luar biasa.

*

Kembali ke keadaan sekarang….

Ji yeon membuka matanya sambil tersenyum.Memimpikan kejadian yang sudah lama sekali.

Dan sekarang dirinya memiliki malaikat kecil.Walau keberadaan nya harus di rahasiakan, mungkin sebentar lagi seluruh shawol tahu. Lee Taemin mempunyai istri dan seorang anak perempuan.

‘Ji yeonnie..aku menemukan ini’ seru Taemin menghampiri Ji yeon yang masih berada di tempat tidur.

‘Kau ternyata romantis juga ya’ goda Taemin.

Ji yeon mengambil selembar kertas yang ada di tangan Taemin dan mulai membacanya.

Setelah membacanya dia hanya tersenyum malu.

‘Surat ini kan waktu aku memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini tahu!’

‘Ayo, buatkan aku sarapan, aku akan membangunkan Minji’ suruh Ji yeon.

‘Hah?Lagi?Aku kan sudah kemarin membuatkan makam malam’ Taemin mengembungkan pipinya. Ji yeon hanya tertawa dan berbisik.

‘Kau kan sedang libur, harus di manfaatkan bukan?’ 😛

‘Ukh!Malam ini kau yang masak makan malam!’

‘Kalau begitu malam ini tidak ada service

‘Iya iya..’

‘Nah, itu baru suami yang baik’

Tanpa mereka tahu surat itu terbang mengikuti angin.

To Taemin :

Terima Kasih sudah memberikan aku kebahagiaan.

Aku sadar, kalau kau telah masuk ke dalam hidupku.

Dan aku rasa tidak akan pernah lepas.Jadi jangan kecewakan aku ya!

Aku menyukaimu sejak kita mengerjakan tugas bersama, kau ingat?

Aku tahu, kalau saja umma kita tidak menjodohkan kita, aku mungkin sudah bersama Kyu oppa atau Minho oppa…aku terlalu malu untuk mengungkapkan satu kata yang mudah.

Setiap kau tersenyum, aku memendam perasaan ini dalam dalam.Aku semakin bertekuk lutut di buatnya.

Kau hebat Taemin ah.

Saranghae

Ji Yeon, yang mungkin akan menjadi istrimu sungguhan.

Fin

P.S: Maaf maaf tadi jam 12 kelewatan oneshotnya hwuehehehehe. Maaf yaaa~

Hey! Give us oxygen atau kita bakal mogok publish FF. Hayo? Awas kalau komen2 di FF lurang dari 10. Mulai minggu depan kita mogok publish FF nih! *ngambek* (kicked)

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

15 thoughts on “Before The Story Begin”

  1. Huaa jangan mogok
    Ffnya daebakkk
    Minhi kaya gaada kerjaan deh -_-
    Malem malem minta ke taman
    Untung aja ga ketawan shawol
    Dan taemin cium ji yeon!!!
    Itu sweet bangett

  2. huhu….
    TaeJi couple!!!!
    I love this couple so much… haha
    ini tuh sama dgn yg ‘You, him, or him’ kan?

    btw, jgn mogooookkk!!!
    mian soal.a aq ska males komen,
    tpi ntar2 bkal lebih rajin lagi ko, hehe…
    peace! 😀

  3. Nooooooo!!!!!!! Jangan mogok dong!!! 😦

    to Author: Daebak, Daebak!! :-D, manis banget ini cerita!!!Nice FF, bikin hati jadi hangat…

  4. hihihi. kenapa aku ketawa? karena aku geli pas ngebaca ternyata si taemin ga cuman tunangan, tapi juga nikah dan punya anak, sementara dalam bayangan aku sampe detik ini si taem itu baby magnae banget.
    tapi~ aku suka banget ceritanya. jalan ceritanya itu panjang tapi authornya bisa memperpendek scene. cuman mungkin aku rada ga ngerti pas bagian awal si jiyeon ketemu sama sment. tapi s’okay.
    betewe aku penasaran sama anak mereka. persilangan antara taem dan jiyeon anaknya pasti imut banget kali ya?

  5. Jujur pas pertama baca, uci rada nggak mudeng ama jalan ceritanya. Kesannya rada buru-buru gitu. hehehe
    tapi pas dibaca lagi uci ngerti kok… 😀
    kalo menurutku ceritanya bagus tapi alur ceritanya kecepetan, jadi mungkin beberapa orang pas pertama kali baca rada bingung… hehehe
    *atau ucinya aja ya yg lola? nggak tahu deng ^^V*
    tapi ceritanya bagus kok! keren ^^b hohohoho

  6. kereeenn,,,
    suka bangeeet baca yg bagian ini…
    Jjong : “aku tahu,, dia tidak akan berkembang… Kalau ada yg seumuran dengannya. Dia kan bisa belajar bersama…”
    Key : “Jjong! Kau mengambil posisi ku.!”
    Jjong : “posisi apa??”
    Key : “aku umma Jjong! Aku yang harusnya brkata begitu”
    LoLoLoL
    truusss, waktu Taemin nyium kening Jiyeon dan bilang ‘pokok.a kencan prtmamu harus dengan ku’

    aQ suka bgt dgn ff ne….
    Bwt admin,,,, jgn mogok ngepost ff dong…. aQ kn udh rajin ngomen…..
    *nyogok pake ayam Mexicana onew oppa*

  7. ONEW OPPA,,, minta ayamnya donk!!!

    FF ini ada hubungannya sama FF Sequel yg ‘you, him or hiim’ gak??
    Soalnya ada mirip-miripnya gitu,,,
    Nice FF 🙂

  8. Seru ..
    Ini sequel dari YHH eaa ??
    Pertemuan pertamaTaemin ma Ji yeon ??
    alur’y kecepetan, pas awal2 sdikitt bingung ..
    Tapi Keren, author the best-lah ..

  9. keren…keren …..

    jgn mogok dong ….

    wah .. aku suka pas taemin cium kening nya jiyeon …. taemin seneng bgt tuh … bisa dpet ap yg dia inginkan …
    wah… jdi yg ngambil tasnya jiyeon itu pihak sment ya ?? …. keren tuh .. pake nendang segala… …

  10. : Haiiiii ^^
    komen ya!

    awal cerita agak membingungkan (pas Jiyeon jual biola, terus tiba-tiba mematikan tape), menurutku lebih enak kalo dikasih gambaran gimana Jiyeon nari terus kalau mau diterusin matiin tape, lebih soft, lebih enak alurnya.

    Terus, biolanya apa jadi dijual? soalnya agak ambigu gitu, bilang terimakasih, apa itu nerima uang? atau terimakasih karena ga jadi ngasih uang?

    itu aja dulu kali ya, (udah banyak yang bilang bagus sih, tapi menurutku ini lumayan ^^, kalau bisa ngasih skor, aku kasih 80 ^^)

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s