Hands of April – Part 3

Author                         : STORM

Main Cast                    : April, Kim Jong Hyun, Lee Jinki

Genre                          : Friendship

Length                         : Sequel

Rating                         : General

Hands of April (Part 3)

Previously in HoA:

“hyung, jangan pernah percaya pada gadis ini. dia tidak akan pernah menggenggam tanganmu.” Tapi Jonghyun tetap tidak mendengarkanku. Nada suaranya masih sinis.

“Dia PEMBOHONG!”

***

April POV

“Ayahhh..kenapa sih ayah baik banget sama om X itu! Dia kan jahat sama ayah! Kenapa ayah bantu? Huhhh!!”

“Ahahaha..Om X? Punya nama kali teman ayah itu, De..Jangan ga sopan kayak gitu ah..”

“Akan lebih ga sopan Yah kalo ku sebut namanya..”

“Ahahaha..dasarr..kamu nih selaluu..aja gitu..”

“Yah? Ga inget dia udah fitnah ayah korupsi? Sampe ayah hampir masuk penjara? Sampe ayah dijauhin teman-teman ayah? kenapa masih bantu orang jahat kayak dia yah?”

“Adee, denger dan ingat ucapan ayah ini ya sayang..” aku mengangguk mendengarnya, “akan selalu ada banyak alasan kenapa seseorang melakukan pembunuhan. Baik pembunuhan fisik maupun pembunuhan karakter. Tapi kita tidak butuh alasan untuk membantu orang lain.” Aku terdiam mendengar perkataan ayah itu.

“bahkan kalo ade liat musuh besar ade terkapar di jalan sekalipun, ade masih punya hati kan untuk ga ninggalin dia?hmm?”

Ingatan akan percakapan ku dengan ayah beberapa tahun yang lalu, langsung tercetak jelas di kepalaku, mengiringi langkah kakiku yang semakin cepat meninggalkan restaurant yang baru saja kudatangi. Dan juga mengiringi gerakan tanganku yang terus menghapus air mata di pipiku ini.

“Tapi kita tidak butuh alasan untuk membantu orang lain”

“dia.. PEMBOHONG!”

“tidak butuh alasan untuk membantu orang lain”

“PEMBOHONG”

“tidak butuh alasan untuk membantu orang lain”

“PEMBOHONG!”

“PEMBOHONG!”

“PEMBOHONG!”

“PEMBOHONG!”

Ingatan akan percakapan ayahku dan juga kalimat terakhir Jonghyun bercampur dan menjadi sebuah pertentangan sendiri dikepalaku. Tidak butuh alasan. Pembohong. Tidak butuh alasan. Pembohong.

“Apa yang harus kulakukan yah? Bolehkah ia kutinggalkan?” seketika rasa sesal menyelimutiku. Menyesal karena membantunya. Menyesal karena telah mengkhawatirkannya. Bagaimana bisa aku membantu orang yang bahkan tidak ku kenal? Bagaimana bisa aku membantu orang yang menyebutku sebagai seorang pembohong? Dia bahkan tidak tau kalau aku benci kata itu. Aku benci!

Kakiku masih melangkah cepat menelusuri jalan ini. Berharap bisa melupakan perkataan seorang bernama Jonghyun itu. Tetapi tidak bisa. Hingga akhirnya kutemukan sebuah taman dengan kursi kayunya.

Kurebahkan diriku tegak di sebuah kursi kayu di taman ini. Entahlah taman apa ini. aku tidak tau. Kucoba mengatur nafasku yang habis akibat tangis dan gerakan cepat kakiku ini. Pandanganku lurus ke depan, menatap jalanan yang kosong tanpa ada seorangpun menginjakkan kakinya di jalan itu. Dan tanganku dengan cepat menekan kode negara dan nomor tujuan yang sudah sangat kuhafal di luar kepala.

Calling Hendry…

“April?” jawab sahabatku dari seberang lautan sana setelah beberapa kali nada sambung.

“Hen..”

“Kenapa telfon malam-malam? Di sana malam kan? Kangen ma gw?”

“Hahaha..Iyaa…Kangen Hendry endutttt haha..Ya udah ya Hen..Bubyeeee” kuputuskan segera sambungan telfon ku. Bukan karena takut pulsa ku habis. Tapi karena tidak sanggup untuk menceritakan masalahku pada Hendry. Aku tau dia akan cemas setengah mati bila tau aku menangis di negeri orang tanpa seseorang disampingku.

Ddrrttt…ddrrtt….

Hendry Calling..

“Kenapa telfon sih? Udah malam. Mau tidur gw. Matiin!!” Jawabku galak. Seolah aku ada di dalam kamarku. Mencoba membuat sahabatku itu tidak cemas.

“Cerita ada apaan! Cepet!”

“Ck..Ga ada apa-apa..”

“Perlu gw terbang ke Seoul? Cepetan cerita!!”

“Inget cowok yang di rumah sakit itu?” Biar bagaimanapun aku mencoba menyembunyikan perasaan dan masalahku. Hendry akan selalu tau kalau aku sedang dalam masalah. Yes. He always knows. Always.

“Kenapa lagi sama dia?” Jawabnya ketus. “Gugat loe ke pengadilan dia? Hah?” Lanjutnya masih dengan nada kesal plus ketus.

“Dia..nyebut gw pembohong.”

Pardon? What did he say?

He called me a liar.

Detail please” Aku langsung menceritakan semua kejadian yang kualami pada Hendry. Tanpa ada satupun yang kukurangi ataupun kutambahkan. Dan kau tau apa yang Hendry katakan setelah mendengar ceritaku?

“Cari cowok yang namanya Jonghyun itu. Labrak dia. Minta alasan yang jelas kenapa dia bersikap seperti itu. Karena gw ga nangkep aja ada alasan logis dari sikapnya.”

“Nyari Jonghyun?”

“Iya. Itu kalo loe ga mau dibilang pembohong. Tapi kalo loe ga keberatan dengan sebutan itu sih..Ga usah..”

“……..”

“Pril?”

“Hmmm..Ngantuk gw Hen”

“Ngerti?”

“Iya…Dadah ndutttttt”

Tut..tut..tut..

Kuputuskan dengan cepat sambungan telfonnya. Hfff..Mencari Jonghyun? Berbicara dengannya? Tapi bagaimana bisa aku berbicara dengannya, jika setiap bertemu dengannya, hati ini sudah panas lebih dulu..“Hfffffff..GODDDDDD”

***

Jinki POV

He called me a liar” hanya itu yang bisa kutangkap dari pembicaraannya dari belakang kursi taman yang sedang ia duduki. Berdiri bersender di pohon besar yang hanya berjarak 5 langkah kaki dari kursi taman itu dengan tangan terlipat di dada, dan topi menutupi wajahku. Ya tepat berada di belakang punggungnya. Mencoba mendengarkan percakapannya dengan seseorang memalui ponsel nya. dan dari sekian banyak kata yang ia ucapkan. Hanya 5 kata itu yang berhasil kutangkap.

A liar. Walaupun aku tidak mahir dalam berbicara bahasa Inggris, tapi kalau hanya sebuah kata. Dan itu sering muncul di setiap film. Aku tau artinya. A Liar. Seorang pembohong. dan aku langsung tau kemana kata itu merujuk.

“Maaf April..maafkan adikku =[ ” ucapku lirih sambil tetap menatap kosong punggungnya.

“Hfffffff..GODDDDDD” teriaknya tiba-tiba sambil menarik nafas panjang. Membuatku sadar dari lamunanku. Seberat itukah sampai kau menarik nafas panjang?

Kulihat tubuhnya bangun dari kursi kayu di taman ini. Badannya bergerak ke kanan dan ke kiri dengan tangan merenggang ke atas. “Enghhh..” Itu nada yang kudengar darinya. Benar-benar seperti baru bangun tidur.

“Lelahkah? Boleh aku mendekat?” Tanyaku dari pohon tempatku berdiri ini. Seketika ia menengok ke arahku yang sedang berjalan ke arahnya.

“Hahhhhhhhh…Kau lagi? Masih mengikutiku?” Tanyanya pasrah. Aku mengangguk menjawabnya. “Emm..baru kali ini aku mengikutimu. Sisanya hanya kebetulan. Tadi aku dan adikku itu ba..”

“Menjauhlah. Emosiku sudah hampir mencapai puncaknya.” Ujarnya memotong kalimat penjelasanku. Tapi entah kenapa kaki ini justru makin mendekatinya.

“Ya Tuhan..Kau bebal sekali ya? Ku bilang menjauh!” Dan tebak sekali lagi. Aku bukannya menjauh seperti perintahnya tetapi semakin mendekat.

“MENJAUH KU BILANG!” Teriaknya. Tetapi teriakannya itu percuma saja, karena aku sudah duduk disampingnya.

“Iish..apa yang kau mau dariku? Penjelasan? Penjelasan apa? Aku yang melepas genggaman adikmu itu? Hah? Atau yang pembohong itu? Aku ti..” Tanganku langsung menengadah padanya. Membuatnya berhenti dengan pertanyaannya yang aku juga tidak mengerti. Ya tentu saja tidak mengerti. Itu kan urusannya dengan Jonghyun. Bukan dengan aku.

“Apa? Kenapa?” tanyanya bingung melihatku menengadahkan tanganku padanya.

“Kau belum membayar makanan yang kau pesan itu..” Jawabku sambil tetap memberikan telapak tanganku padanya. “Berikan uang mu. Nanti aku yang akan membayarnya ke restaurant itu.”

“Eh? Pardon?” Matanya mengerjap cepat mendengar jawabanku. “Kau belum membayar makananmu. Mana uangmu?”

“Eh? Tapi kan..yang makan kamu..bukan aku. Kenapa aku yang harus bayar?” keningnya mengkerut pada saat mengatakannya.

“Tapi kan kau yang pesan. Bukan aku..Lagipula..Lihat..Aku tidak punya cash..” Kataku sambil menunjukkan isi dompetku yang kebetulan memang tidak ada uang cash sama sekali.

“Ish! Kau ini! Sudah kau pulang saja. Besok akan kubayar!” Katanya sambil melangkahkan kakinya. Meninggalkan kursi kayu di taman ini seorang diri, tanpa ada hangat tubuhnya lagi. Hangat tubuhnya yang sudah menemani kursi ini selama kurang lebih 3600 detik. 60 menit atau lebih tepatnya 1 jam. Ya 1 jam. Kurasa aku benar-benar menghitung waktu.

Ku ikuti langkahnya. Kali ini tidak mengikutinya dari jauh seperti tadi. Tapi berjalan beriringan disampingnya. Dan itu membuatnya melirikku tajam. “Kenapa masih mengikutiku? Kan sudah kubilang besok akan kubayar. Pergilah!” gadis ini mencoba mengusirku dari sisinya.

“Hehehe..pinjami aku uang. Aku tidak punya uang kecil untuk naik bus ataupun taxi” sekali lagi kulihat April mengerjabkan matanya. Menandakan ia tidak percaya dengan apa yang baru ia dengar.

“Ya? Sesampainya di apartment, nanti langsung kubayar” pintaku lagi.

“Hufff..baiklah..” jawabnya sambil menghela nafas panjang. Aku tersenyum mendengarnya.

“Gomawo ^^” ujarku dan langsung ditanggapi April dengan “hmm..”

Setelah itu tidak ada suara dari kami berdua. Kami sama-sama berjalan dalam hening menuju sebuah halte. Sesekali kulirik dirinya. Terlihat raut lelah diwajahnya. Ingin sekali kugenggam tangannya. Sekedar memberinya dukungan. Itu saja tidak lebih. Tapi bolehkah aku menggenggam tangannya? Marahkah ia jika kulakukan itu?

“Ehm..menurutmu..aku harus bicara dengan adikmu itu?” tanya April sesaat setelah kami sampai di sebuah halte bus.

“Eh?” responsku mendengar pertanyaannya yang tiba-tiba.

“Sudahlah. Lupakan.” ujarnya lagi yang kali ini diikuti dengan senyum kecil dibibirnya. Matanya kemudian menatap kosong jalanan yang akan dilewati oleh bus yang kami tunggu.

“Ehm.. Bicaralah kalau itu membuatmu lebih baik. Tapi..kalau berbicara dengannya justru akan membuatmu menangis. Lebih baik tidak usah” April langsung mengangkat wajahnya dan melihatku. Terdiam beberapa saat, sebelum akhirnya berkata,

“Begitu ya?” masih dengan tatapan kosong. Ku anggukkan kepalaku untuk menjawabnya.

“Temanku bilang..aku harus bicara padanya. Menyelesaikan semua masalah ini. Tapi..aku tidak yakin. Kau tau kan, aku dan adikmu itu sepertinya sama-sama keras kepala. Jadi..”

“Jadi..takut malah bertengkar seperti waktu kalian bertemu pertama kali di apartment?” April tertawa kecil mendengarnya.

“Bagaimana kau tau? Kau sedang mengikuti ku waktu itu?”

“Ish! Sudah kubilang aku tidak pernah mengikutimu.”

“Lalu? Bagaimana kau tau?” segurat senyum terlihat dibibirnya. Seakan ia sedang mengajakku bercanda.

“Jonghyun waktu itu masuk ke apartment sambil berteriak, “ARGGGHHH Gadis itu selalu membuat darahku mendidih! Pura-pura tidak mengenalku?! Apa maksudnya??!!” begitu katanya sambil menaruh kedua tangannya dipinggangnya” jelasku sambil menirukan Jonghyun waktu itu.

“Ahahaha..kau lucu sekali..” katanya sambil tertawa. Tangannya tampak menutupi bibirnya. Menutupi bibirnya yang kurasa sudah mengembang dengan manisnya.

“Tertawalah. Aku senang melihatnya.” Ujarku pelan.

“Eh?”

“Anni..” jawabku cepat sambil menggelengkan kepalaku. “Ehm..kalau setelah bicara dengannya kau mau menangis. Telfon aku. Mau kan?”

“Aku tidak akan menangis. Percayalah” itu yang diucapkannya padaku. Segurat senyum kembali ia berikan padaku. Dan juga tatapan keyakinan yang menyiratkan ia sungguh-sungguh dengan kata-katanya. Dan aku ikut tersenyum melihat jiwanya yang kurasa sudah kembali itu.

Ya. Tersenyumlah. Tertawalah. Aku lebih senang melihatmu seperti ini. =]

***

*Ting Tong

Suara lift membuat kami, ehm..maksudku, aku dan April melangkahkan kaki kami keluar dari lift apartment ini. Akhirnya sampai juga kami di apartment. Selama perjalanan tadi, April banyak bicara tentang dirinya. Sebenarnya aku yang bertanya. Dia hanya menjawabku saja.

Tapi setidaknya aku jadi tau sedikit tentang dirinya. Dirinya yang sangat menyayangi ayahnya melebihi apapun di dunia ini. Dan juga tentang keberadaannya di Korea ini. Dan selama di perjalanan pula aku sering melihatnya tersenyum.

“Jadi..kau di Seoul hanya tiga bulan?” aku kembali bertanya padanya sambil tetap melangkahkan kaki ini dan mengarahkan mataku padanya.

“Ehm..begitulah..makanya aku harus me…” kata-katanya terhenti. “Jong..Jonghyun ssi?” Jonghyun? Kualihkan pandanganku pada sesosok pria yang sedang berdiri dengan tangan terlipat didadanya.

“Ck..percuma aku mengkhawatirkan kalian. Kupikir kalian akan pulang dalam keadaan berantakan. Terutama kau” katanya sambil menunjuk April.

“Tapi..kelihatannya tidak.” Lanjutnya sambil pergi meninggalkan kami. Kulihat April menarik nafas panjang melihat aksi kakinya itu.

“Tidak mengejarnya?” tanyaku pada April. Gadis disampingku ini hanya menggerakkan kepalanya ke kanan dan kiri dengan lambatnya.

“Tidak mau bicara dengannya? Takut menangis?”

“Anni..Kupikir percuma. Nanti saja kalau hati adikmu itu sudah agak dingin” Jawabnya masih dengan mata mengikuti punggung Jonghyun yang terbalut kaos Polo putih. Aku langsung mengangguk mendengarnya dan kembali berjalan menuju apartment kami.

“Baiklah Stalker ssi..terimakasih karena sudah menemaniku..^^” pamitnya ketika sudah di depan apartment milikku.

“Kau masuklah duluan. Aku akan memastikan kau masuk apartmentmu.”

“Apartment ku tepat di sebelahmu stalker ssi..^^”

“Masuklah..siapa tau kau malah kabur. Masalahnya sudah malam. Tidak baik untukmu jalan sendirian. Dan terus terang aku sudah lelah. Jadi tidak punya tenaga lagi bila harus mengikutimu.” April terdiam mendengarnya.

“Gomawo” ujarnya sambil meletakkan telapak tangannya tegak di keningku. Membuat ujung-ujung jarinya menyentuh rambut coklatku. Dan aku hanya melihatnya bingung.

“Ini..apa?” tanyaku sambil memegang tangannya yang sedang berada di keningku. April hanya menjawabnya dengan senyuman.

“Aku masuk.” Katanya sambil berlalu pergi meninggalkanku dengan tatapan tidak mengerti. Apa maksud sentuhannya itu?

***

April POV

I’ll get byI’ll survive

When the world’s crashing down

When I fall and hit the ground

I will turn myself around

Don’t you try to stop me

I, I won’t cry

I’ll get by

I’ll survive

When the wo….

“Enghh..Halo..” Jawabku masih dengan mata terpejam. Menghentikan Mz. Lavigne menyanyikan lagu Alice in the wonderland dari ponselku.

“Pril..udah jam 9. Ga jadi ke perpus kota?”

“Siapa nih?”

“Masih merem loe ya?”

“Hmm..siapa nih?”

“Zacky. Ga ke perpus loe?”

“Ga ketok pintu aja Zack?”

“Udah dari tadi neng! Ga ke perpus?”

“Perpus?”

“Iya Per..”

“Oh ya Tuhan! Iya iya gw ke perpus.”

Tut..tut..tut..

Kuputuskan sambungan telfon darinya. Kemudian kakiku dengan cepat lari ke kamar mandi. Seharusnya aku bisa santai saja kalau ke perpus. Tapi hari ini aku ada janji dengan Jung Ah dan Joong Ki, teman kantorku yang sama-sama mahasiswa magang dan dari jurusan yang sama pula, International Relations. Bisa marah mereka jika aku tidak ontime. Hadeuh..kemarin pulang larut sekali sih. Jadi kesiangan deh. Hfff…

*Cklek

*Byar *Byur *Byar *Byur

*Cklek

“baju..baju..baju..emm..yang mana ya?” dengan masih memakai handuk ditubuhku. Aku langsung mencari baju yang akan kupakai. “Ah..yang ini aja.” Ujarku sambil memakai blouse biru muda dan celana jeans selutut. Kemudian kuikat rambutku ke belakang, memakai moisturizer, bedak, dan terakhir lipstick berwarna beige.

*Tap *Tap *Tap

Kulangkahkan kakiku cepat menuju meja makan.

“Pagi Intan..Pagi Zacky..” sapaku pada mereka yang masih berada di meja makan. Tanganku dengan cepat meminum susu coklat dingin yang sudah tersedia di meja. Dan langsung mengambil roti yang ada di tangan Zacky.

“Yah..Pril..roti gw..”

“Nanti gw beliin Pizza Lada Hitammmm. Aku berangkatttttt” *BRAK* teriakku sambil menutup pintu dan berlari menuju lift. Tidak kuperdulikan ucapan memelas Zacky.

“haduhh..telat..telat..Jung Ah. Semoga kau terlambat” doaku dalam hati.

“Tapi mana mungkin dia terlambat ya. Dia kan ontime person. In time malah” pikirku sambil berlari menuju lift.

“Nona April?” seseorang memanggilku. Aku berlari sambil menengok ke belakang dannnnn *BRUK!

“sshh…aduhhhh…huhuhu” ringisku karena menabrak tembok.

“Ah..maaf. Anda tidak apa-apa?” tanya seseorang padaku. Aku mengangguk sambil mengelus keningku yang mungkin benjol karena tabrakan tadi.

“Bisa bicara sebentar?” tanyanya sambil berjongkok menyeimbangi posisi dudukku.

“Kau?” kukerutkan keningku saat bertanya siapa dia.

“Ah..Aku Han Yoora.” Katanya sambil memberikan tangannya untuk dijabat. Masih kukerutkan keningku waktu menjabat tangannya.

“Ehm..kau mengenal lelaki di foto ini kan?” tanyanya langsung sambil memperlihatkan sebuah foto dirinya yang diapit oleh dua orang laki-laki. Seolah tau arti kerutan di keningku ini.

“Jadii..bisa bicara?”

“laki-laki ini..” aku menunjuk salah satu dari pria yang ada di sebelah kanan dirinya.

“Ehm..” kepalanya mengangguk seolah tau nama yang akan kusebut. “Dia..”

***

TBC

***

Whoaaa…maaf..gagal lagi ya sepertinya FF ini?? hffff.. ={

Maaf mengecewakan *deep bow*

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

33 thoughts on “Hands of April – Part 3”

  1. yaaaahhh~~~lagi seru aja kena cut lagi ah, kebiasaan si storm.
    betewe : *Cklek

    *Byar *Byur *Byar *Byur

    *Cklek <—- itu si april ga pake sikat gigi lagi ya? haha. jorok ih si april *gapenting, abaikan
    aduuuhh~~ pril buruan bilang ke ojong sih kalo kamu bukan liar, kamu jinak. haha. maksudnya bukan pembohong! ayoooo! jangan biarkan si ojong ngasih kamu predikat ga bener!
    lanjut, stormie ^^

  2. Nggaaak, nggak failed sama sekalii, ini kewrreeeeeen!!!
    Suka banget ada unsur unsur Indonesia nya disini (y) (y)
    Aku suka karakternya Onew disini awww *peluk Onew*
    Lanjut ya author~ :D*sok kenal /plak*

  3. seperti biasa masih gak ngerti sama si jjong , mau dia apa sih? hahahaha….
    kyaaa kok onew care banget sama april sih? jealous…. haha…
    lanjutannya jgn lama-lama ya storm…hhe
    cihuyyyy! 😀

    1. ahahaha..nanti di chapter 4 kalo ga salah
      mulai terkuak semua, Dil hehehe

      iyaa..aku juga mikir, kok kayaknya
      kemanisan ya karakter si onew -_-!
      Jinki: maksud?? hahaha

      gomawo for reading n leaving a comment ya Dillooooo ^^
      *kecup =*

    1. hehehe..
      ga apa-apalah sekali-sekali
      cari tambahan uang, ya ga Jin
      ? *poke Jinki
      *Jinki: heh! maksudmu?? hehehe

      gomawo for readin n leaving me your comment ya alfie..^^
      *kecup =*

  4. Keren, banget bahkan.
    Aku baru mulai mbaca pas part ini kluar, langsung kebut nyari part sebelumnya.
    Sekali lagi, keren. Klo dijadiin novel, bisa nyaingin Tere-Liye nih kaya’nya, hehehe…
    Btw, boleh kah diriku bertanya? Siapa sih yang ada di otak Jonghyun setiap dia ketemu April?
    Seseorg dari masa lalu ya? Han Yoora kah? (hehehe…maaf sok tau)
    Ah…lupa, Annyeong-haseyo. Yenni-imdina….hahaha… (pake gayanya Daesung)
    Strom ya? boleh ku panggil arashi?

    1. Maaf, saking semangatnya jd salah tu…
      bukan imdina, tapi imnida… (ga penting, tapi kalo daesung tersinggung, gawat juga *tambah ga penting)

    2. huaaaaaa…Yenniii..Storm imnida *bow
      sini..sini aku kecup dulu
      Yenni: GAK MAUUUUUU. aku masih normal stormm! hakakakak

      bwahahaha..Tere-Liye..
      belum deh..belum nyampe ngalahin dia..hakakak

      bolehkan diriku menjawab pertanyaanmu?
      hahaha..
      itu..jawabannya ada di chapter 4 Yen..

      Arashi apaan Yen? hehehe
      aku ga fasih bahasa korea..hehehe

      oh iya..pencinta Daesung kah?
      aku jugaaaaa..suaranya nge-jazz abiz ya Yen?
      sama T.O.P aku juga suka kekekeke
      terus Suenri, GD, sama Taeyang aku juga suka..^^
      *Yenni: semua aja Storm..-_-! hakakak

      Jeongmal gomawo Yenniii
      for reading and leaving me a comment..^^
      *kecup =*

  5. eh.. ehh *toel-toel storm
    lanjutannya mana??
    masa tbc sihh… ahhh kebiasaan bikikn penasaran nihhh..
    terus ini si ojong kok jadi ngeselin ya?? ahhh.. penasaran ahhh…
    lanjutt lanjuut di tungguin hahaha

    1. Ojjong bukannya udah ngeselin dari dulu Ci?
      Ojjong: bener-bener minta diputusin nih anak!
      hakakak

      gomawo for reading n leaving me a comment ya Ci..^^
      *kecup =*

  6. g’ kok jangan putus asa ya…harus PD terus dong buat nulis…
    aku tetap setia kok nungguin cerita-ceritanya
    hwaiting……………

    1. huaaaaaaa…
      sikaaaa…
      gomawo..jeongmal gomawo.. 😀
      sini aku kecup =*

      Hwaiting!! ^^

      gomawo for reading n leaving me a comment ya..^^
      kecup =*

  7. aaaa~ jjong labil deh kamu kasian kan aprilnyaaa….
    Tapi april keren, dia biar banyak masalah mana d negri orang sendiri tetep bisa survive…
    Hehehehe
    Ditunggu lanjutannya eon! ^^

    1. hahaha..
      si ojjong sih emang labil dari dulu Chi..
      *ojjong: sekali lagi bilang aku labil, aku cium nih..
      *Storm: labil. labil. labil. =P

      gomawo ya Chi..for reading
      and leaving me a comment..^^
      *kecup =*

    1. Jiahaha
      ah Yoora..
      habis aku bingung, kalo adegan sikat gigi gimana
      terus adegan sabunan gimana..
      jadi begitu deh..ekekekek..

      YOORA! Sini!
      Yoora: Kenapa?
      Storm: langsung peluk.. Thank youuuuuuuuuu ^^
      *Kecup =*

  8. ahahaha… april jorok…. mandi sebentar bgt … udah gitu pril, klo ad yg manggil berhenti dulu jgn bablas ajah …. tembok deh yg di tabrakk kan kasian temboknya ..!!!
    *april : harusnya kasian am gwe-nya!!
    *ella : gx penting :p
    #abaikan!!!

    wah keren …. dari part 1 smpe sekarang keren bgt , mian .. ketinggalan kereta sih … jdi bru bca part 1am 2nya sekarang … hehehehhe

    penasaran ….itu yg di foto siapa ? jjong kah atau onew ???
    #lanjutkan!!

    1. Ahahaha..dari atas sampe komen Ella nih..
      pasti semuaaaaaaaa ngomongin si April jorok..
      hahaha..tak apeu lah..yang penting meneghibur..
      ekekekeke…

      Makasih Ellaaaaa sudah mampir dan meninggalkan jejakkkkkkk
      *Kecup =*

    1. Chotaaaaaaaa
      kangennnnnn…*halahhhh apalah saya ini*
      hakakak

      Chotaaaaaaaaaaa
      makasih yaaaaaaaa
      selalu mampirrrrr dan meninggalkan jejakkkkkkkk

      sini aku kecup mmuachh..mmmuaccchhh..
      *Chota: apa sih Stormmm =,=
      hehehe

    1. Siappppppp ^^

      Jeongmal gomawo ya..ehm..loveunkyuontae..
      *Ketauan ga pernah buka guestbook..

      Pokoknya thank youuuuuuuu ^^
      Sini aku kecup dulu hehehe..
      salam kenal ya..^^

  9. Kak storm, yg ini keren seperti biasa 😀

    tp itu bersambungnya ga pas banget kak, jadi penasaran kan… Aturan kasih namanya dulu… U.u *maunya

    aku suka deh karakternya april, simple… Hoho :p

    kak storm, semangat lanjutin yaa \(^^)/

    1. WHOAAAAAAAAA ADA LINAAAAA

      Pa kabar? Pa kabar??
      Haduhhhhhhh ayo cepetan beresin skul-nyaaa
      biar bisa online di sf3si lagi kayak dulu..^^

      Linaaaaaa jeongmal gomawoooooo
      kecup. peluk. kecup. peluk. hehehe

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s