THE GUITARIST – Part 1

THE GUITARIST

Author                  :  Dubudays aka Kan Ahra and Nikitaemin aka Shin Minki

Main cast             :  Lee Jinki, Cho Hyunsa

Other cast           : Cho Jiman (ayah Hyunsa), Sungha Jung (Korean fingerstyle guitarist)

Genre                   : Romance (??), Life, Family

Rate                       : PG-13

Type                      : Chaptered (1/5)

Note                      : kami banyak menyebutkan Sungha Jung . Sungha Jung bukan tokoh fiktif yang kami karang sendiri . Itu semua asli kecuali Jinkinya. Jelas dia tidak ada hubungan apapun dalam kehidupan nyata.

Satu lagi, maaf banget buat yang baca ff ini via handphone karena kami cukup banyak memasukkan link youtube disini. Mohon maaaf dan happy reading ❤

Disclaimer           :  this fanfiction BELONGS to  KAN AHRA and SHIN MINKI, EXCEPT LEE JINKI, HE’S BELONGS TO GOD O:)

CHO HYUNSA

Cho Hyunsa adalah anak dari musisi Korea Selatan dan salah satu penyanyi papan atas Indonesia, Cho Jiman dan Ayu Sabrina. Hyunsa mewarisi mata sipit khas orang Korea milik ayahnya dan wajah cantik milik ibunya. Perpaduan yang sangat pas untung seorang anak blasteran. Hyunsa juga mahir bermain gitar seperti ayahnya yang menganut permainan jenis fingerstyle sejak umur sembilan tahun. Malang, saa Hyunsa berumur lima tahun, ibunya wafat karena penyakit kanker yang telah dideritanya selama bertahun-tahun. Pada saat Hyunsa berumur 18 tahun, Hyunsa mencoba membujuk ayahnya untuk kembali ke Korea, tempat kelahirannya. Cho Jiman menolak dengan alasan tidak ingin meninggalkan Ayu. Akhirnya Cho Jiman memutuskan untuk merubah status kewarganegaraannya menjadi Warga Negara Indonesia dan meneruskan profesinya sebagai musis di Indonesia. Beruntung, karirnya tidak menurun sehingga bisa terkenal hingga saat ini. Cho Jiman juga masih aktif menggelar showcase di beberapa negara besar.

********

Flashback, Cho Hyunsa 9 tahun.

3rd person’s POV (author)

“Appaaaa! Appa, please Hyunsa mau banget belajar gitar!” rayu Hyunsa cilik.

“Hyunsa yakin mau belajar gitar? Kalau Hyunsa belajar gitar, Appa gak mau kamu berhenti di tengah jalan.” Appa nya mengelus kepala Hyunsa.

“Iya Appa. Hyunsa janji gak akan berhenti di tengah jalan. Hyunsa udah cinta sama gitar, Appa. Apalagi kalau Appa yang main gitar. Hyunsa mau melayang setiap denger Appa main.”

“jangan berlebihan, ah. Appa jadi malu tau.”

“serius Appa! Hyunsa suka banget kalau Appa lagi main. Permainan gitar Appa menghanyutkan banget.”

“yaudah yaudah. Sekarang kita ke toko musik, yuk. Appa mau beliin gitar yang pas buat kamu. Gak mungkin, kan kamu pake gitar Appa? Ini terlalu besar, honey.”

“iya Appa. Kajjaa!!”

********

Cho Hyunsa, 15 tahun.

“Appa, Hyunsa janji bakal jadi musisi besar kayak Appa. Hyunsa ngefans sama Appa sejak kecil.”

“Hyunsa, Appa pegang janji Hyunsa. Dan Appa janji juga, kalau kamu udah Appa anggap cukup handal, Appa bakal ajak kamu main gitar di showcase Appa. Appa janji, Hyunsa.”

“mworago?? Main di showcase Appa? Appa yakin? Appa gak asal ngomong, kan? Kalau Appa asal ngomong, Hyunsa nangis, nih. Habis Hyunsa  udah kepalang seneng.”

“Appa serius, Hyunsa. Bener deh.”

“makasih Appa! Makasiiih. Hyunsa janji bakal belajar lebih giat lagi!”

“ayo duet bareng Appa! Cepet ambil gitar kamu. Kita mainin lagu yang udah kamu pelajari.”

“ne ne, Appa. Tunggu bentar.”

Flashback end

********

Awal Desember 2014

BSD, Tangerang

Cho Hyunsa’s POV

“Hyunsa-ya! Sini, deh. Ppalli!” Appa berseru dari lantai bawah.

“Kenapa, Appa? Heboh amat.” Dengan sedikit berlari, aku menuruni tangga untuk menghampiri Appa.

“Inget sama janji Appa bakal ngajak kamu showcase bulan Februari? Appa tambahin bonus, nih. Appa ngajak murid Appa dulu buat duet bareng kamu.”

“Jinjjayo? Aah, appa, kamsahamnida.”

“Iya. Namanya Lee Jinki. Dia juga keturunan Korea-Indonesia macem kamu. Setelah lulus SMA di sini, dia dan keluarganya pindah ke Korea buat nunjang pendidikan musiknya. Dia masuk jurusan musik. ini orangnya lagi on the phone sama appa. Kamu ngobrol, gih sama dia.” Appa mengacungkan gagang telepon kehadapanku.

“loh kok aku? Emang appa aja gak cukup?”

“biar rada akrab gitu. Udah nih, buru. Mahal tau telepon ke Korea.”

“Appa, pakai bahasa apa?”

“terserah. Korea hayuk, Indonesia, ya.. cobain aja.”

“ehm ehm, selamat siang. Saya Cho Hyunsa. Ini Lee Jinki?” kuputuskan menyapanya dengan bahasa Indonesia.

“eh? i..iya, saya Lee Jinki. Halo Cho Hyunsa.” Jawabnya sedikit tergagap. Pasti bahasa Indonesianya tidak pernah terpakai lagi di Korea. Atau setidaknya, jarang digunakan.

“Halo juga. Oh iya, apa kamu bersedia berkolaborasi dengan saya di showcase appa saya? Saya senang sekali kalau anda menerima tawaran appa saya.”

“Tentu! Siapa yang tidak mau diajak mengisi showcase musisi hebat seperti Cho sonsaengnim? Tentu saya mau, Hyunsa-ssi.”

“Syukurlah kalau begitu. Jadi kapan kira-kira anda akan sampai di Indonesia, Jinki-ssi? Saya pikir kita butuh latihan banyak.”

“hm, saya usahakan sampai di Indonesia secepatnya. Sabtu malam saya akan berangkat, jadi minggu siang sudah sampai.”

“keunyang keurae(jadi begitu)? Wah, saya senang sekali kalau begitu. saya tunggu kedatangan anda. Oh iya, kata appa, sebaiknya anda tinggal di rumah kami saja. Bagaimana?”

“wah, terima kasih banyak mau menampung saya di Indonesia nanti. baiklah kalau begitu, selamat siang, Hyunsa-ssi. ”

“Selamat siang, Jinki-ssi.” Sambungan telepon kuputus. Hm, dari pembicaraan yang cukup singkat tadi, kusimpulkan kalau Jinki orangnya sopan dan ramah. Kenapa? Dari suaranya. Aku bisa bedakan yang benar-benar sopan dan pura-pura sopan.

“appa, orang tuanya Jinki berasal dari mana?” tanyaku pada appa yang sedang menonton pertandingan baseball di tv.

“appa kenal baik dengan kedua orang tuanya. Ayahnya teman kecil appa di Ilsan. Dia sepuluh tahun netap di Indonesia, tepatnya di Jogja sambil nyelesain penelitiannya tentang Candi Borobudur. Ayahnya itu peneliti benda purbakala. Terus, dia ketemu sama wanita asli Jogja. terus menikah. Terus.. ya udah tau sendiri lah.”

“oooh, pantes aja. bahasanya Jinki halus banget. Formal.”

“itu, sih karena kamu nya aja yang nyapa dia pakai bahasa formal. Aslinya— ini dulu, sih sebenernya— dia manggil temen-temennya ‘gue lo”

“ohya? Baguslah kalau gitu. Appa, Hyunsa naik dulu. Nerusin nyari chord.”

********

Bukannya segera meraih gitarku, aku malah menyalakan laptopku—buka youtube.

Kata appa, Lee Jinki itu partner tetap Jung Sungha, fingerstyle guitarist dari Korea. Memang, sih, aku pernah dengar kedua nama itu dari teman-temanku. Sayangnya, Sungha dan Jinki lebih terkenal di Youtube daripada di kehidupan nyata. Ya, terkenal bukan berarti harus selalu nampang secara live, kan? Sama sepertiku.

Oke, kalau boleh curhat sedikit, aku akan cerita sedikit tentang hidupku. Setelah lulus kuliah, appa memilihku jadi ketua pengajar di sekolah musiknya. Selain itu, kalau kau orang yang cukup iseng, mungkin kau akan sering menemukan namaku di dalam cover penyanyi-penyanyi kelas atas Indonesia, maupun luar negeri. Ya, aku sering bekerja sama dengan penyanyi-penyanyi itu untuk meng compose lagu mereka. Song Composer, itu nama lainnya dari pekerjaanku.

Cukup curhatnya. Balik lagi ke layar laptop yang sudah selesai me-loading beberapa video dari Youtube yang kupilih.

Sungha Jung and Lee Jinki-falling slowly live

Itu judul video yang sedang kutonton sekarang. Mencoba memusatkan perhatianku pada permainan gitar keduanya. Damn, gagal! Aku justru terpaku pada orang yang memainkan gitarnya. Bukan Sungha, tapi Jinki.

Mereka mengvideokan permainannya di suatu kamar. Mungkin kamarnya Sungha. Beberapa puluh detik sekali, tatapan Jinki dan Sungha bertemu. Saling melempar senyum tipis, lalu kembali menatap gitarnya. Sungha dan Jinki sesekali melihat ke kamera dan menebar senyuman. Senyuman Sungha manis. Tapi lebih manis milik Jinki. Tepat saat di tengah lagu, Jinki menatap kamera dan tersenyum manis sekali. Matanya hilang. Membentuk dua buah bulan sabit di wajahnya. Dan saat itu juga, ritme detak jantungku yang seolah santai, tiba-tiba naik. Nafasku juga jadi tidak karuan. Sesak! Ya Tuhan, tolong aku. Aku hanya melihat pria tampan, Ya Tuhan. Kenapa jadi begini?

Ini hanya video. Tapi, aku merasa melayang sekarang.  Jinki seolah-olah benar-benar live di depanku. Memainkan gitarnya, dan tersenyum padaku. Memamerkan wajahnya yang tampan. Memamerkan garis jawlinenya yang cukup jelas — menampakkan sisi maskulinnya.

Oke, hari ini Hyunsa sudah cukup gila. Matikan laptopnya dan kembali cari chord. Ppalli!

********

LEE JINKI

Lee Jinki adalah anak blasteran Korea-Indonesia. Ayahnya adalah warga negara Korea yang terobsesi pada dunia purbakala Indonesia, Lee Haesang dan ibunya yang merupakan orang Jogja, Galuh Candra . Selama 18 tahun, Lee Jinki tinggal di Indonesia bersama ibu dan ayahnya. Lee Jinki adalah pemain gitar fingerstyle yang cukup mahir karena sejak kecil sudah mendapat ilmu dari Cho Jiman di Indonesia. Keiginan yang kuat, membulatkan tekadnya untuk menjadi musisi besar seperti gurunya. Setelah lulus SMA, Jinki memutuskan untuk tinggal di Korea Selatan untuk menunjang pendidikan musiknya.Tepatnya saat berumur 20, Lee Jinki coba-coba bermain gitar di café dan hasilnya, Sungha Jung, si Fingerstyle guitarist yang terkenal itu memilihnya menjadi partner tetap bermain di setiap shownya.

********

Lee Jinki’s POV

Ddrrrrt. Ddrrrrt.

Uoh aigoo!! Ternyata ponselku bergetar. Huh, mengganggu tidur siang saja!

“yeoboseyo?” jawabku malas.

“Yeoboseyo! Jinki-ya, ini Cho sonsaengnim.” Suaranya terdengar riang.

“oh sonsaengnim. Ada apa menelpon saya?”

“to the point aja, ya. Saya mau ajak kamu mengisi acara showcase saya di Indonesia bulan Februari nanti. apa kamu bisa?”

“Showcase? Sonsaengnim tidak bercanda, kan? Tentu saja saya mau! Itu impian saja sejak dulu, sonsaengnim. Kebetulan Sungha juga sedang fokus sekolah mengejar ketinggalan. Dia kan sering izin sekolah karena konsernya.”

“wah, saya lega jadinya. Oh iya, kamu kenal anak saya, Cho Hyunsa? Dia sedikit-sedikit juga mulai merintis karirnya, loh. Jadi, saya mau kamu berkolaborasi dengannya di acara nanti. Bagaimana?”

“Saya tahu Hyunsa, sonsaengnim. Tapi saya baru lihat dia sekali, itupun waktu saya masih umur 12 tahun waktu kelas musik saya digabung dengan kelasnya Hyunsa.”

“Hm, bagaimana kalau kamu berbincang dengan Hyunsa? Sebentar saja.Biar kalian akrab.”

“boleh sonsaengnim.”

Setelah kurang lebih lima menit berbincang, Hyunsa menutup teleponnya. Dari suaranya, Hyunsa adalah orang yang menarik. Dan.. sopan.

********

Aaaah, akhirnya sampai juga di Indonesia. Perjalanan tujuh jam dari Seoul membuat punggungku sedikit kaku. Mungkin jalan-jalan di Jakarta akan membantu memulihkan punggungku. Segera kuhampiri deretan taksi-taksi berwarna biru sambil menarik koper dan menenteng gitarku.

“Permisi Tuan. Tuan mau naik taksi ini? Kemana tujuannya?” seseorang yang kuyakin adalah petugas taksi ini menghampiriku.

“Saya mau ke toko musik yang cukup lengkap. Kira-kira di mana letaknya?” untung saja beberapa hari yang lalu Hyunsa mengajakku berbicara dengan bahasa Indonesia. Kalau tidak, mungkin aku akan gelagapan berbicara dengan orang ini.

“oh, anda bisa ke toko MG di Arteri Pondok Indah.”

“baiklah. Saya ingin ke sana.” Orang itu segera membantuku menaikkan barang-barang ke bagasi taksi.

“Terima kasih, Tuan. Selamat menikmati perjalanan.”

********

Cho Hyunsa’s POV

“Appa, Hyunsa mau pergi dulu, ya. Mau lihat-lihat gitar,” Pamitku pada Appa yang sedang asyik menonton tv.

“oke, honey. eh iya, Jinki sampai di Jakarta hari ini, kan? Bisa gak nanti kamu jemput?”

“bisa Appa. Tenang aja. Hyunsa berangkat, ya. Appa hati-hati dirumah.”

“Iya, honey. kamu juga hati-hati, ya.” Kuambil tas dan kunci mobilku. Jemput Lee Jinki, ya? Not bad, haha.

********

“selamat siang, Nona. Selamat datang di Toko Musik kami. ada yang bisa saya bantu?” sapa seorang pelayan toko MG Arteri Pondok Indah. Kuputuskan untuk mencari model gitar baru di sini. Mungkin saja aku akan menemukan model yang bagus.

“siang. Saya mau cari gitar akustik merek Ibanez.”

“baik, mari saya antar ke counternya.”  Tak lama kemudian, sampailah kami di counter yang dimaksud.

“Silahkan nona dilihat-lihat dulu.” Pelayan toko itu meninggalkanku. Hm, modelnya bagus-bagus, ya ternyata. Tiba-tiba pandanganku terhenti pada sebuah gitar yang tergantung agak tinggi. Aku suka sekali modelnya. Sederhana tapi tetap elegan. Aku mau beli ini!


Kucoba meraih gitar itu. aigoo, tinggi sekali! Kemana penjaga toko tadi? Tiba-tiba sebuah tangan yang kuyakin adalah milik laki-laki mencoba meraih gitar tadi. Waa, baiknya mau menolongku!

“ Saya suka yang ini. Saya akan beli yang ini” mwoya igeeeee?? Gitar itu aku duluan yang ambil!!!

“Permisi, ya. Tapi gitar itu punya saya. Saya duluan yang mau beli!” protesku tidak terima.

“Ini punya kamu? Enak saja! Kamu bahkan belum membayarnya, kan?!” Dia menatapku dengan tajam. Tunggu! Kayaknya kenal…

“YAAA!!! Neomu jeongmal…”

“huh? Mworago? Ada yang salah dengan saya? Saya mengatakan hal yang benar, kan?” dia membalikkan badannya dan menuju meja kasir. Kok dia ngerti bahasa korea, sih?

“uggghh damn youuu!!!!”

“Nona, bagaimana? Sudah menemukan yang cocok?” penjaga toko tadi menghampiriku lagi. Oh yeah, anda datang di saat yang sangat tepat-.-

“masih punya gitar Ibanez yang seperti orang itu pegang, gak? Saya awalnya mau ambil itu, tapi saya tidak bisa meraihnya. Ketinggian.”

“mohon maaf, nona. Semua gitar yang dijual di sini stoknya terbatas. Gitar yang dipegang orang tadi adalah stok terakhir untuk serinya. barang baru akan ada lagi sekitar bulan Maret tahun depan, nona. Sekali lagi maaf.”

“hhh, gitu, ya? Okedeh, mungkin memang bukan rezeki saya. Makasih, ya.” Kulangkangkan kakiku dengan gontai menuju pintu keluar. Mungkin di toko lain ada, Hyunsa. Toko musik di Jakarta bukan Cuma ini, kok.

AIGOOO!!

Aku harus menjemput Lee Jinki, kan? Seharusnya dari jam tiga sore tadi aku menelponnya. Kalau Jinki marah, bagaimana? Bisa gagal, nih kolaborasinya. Harus kutelpon sekarang.

Tuut.. tuuut.

“Halo?” suara yang sama. Sopan dan lembut.

“halo. Jinki-ssi, ini saya, Cho Hyunsa. Maaf saya terlambat menelpon anda. Apa anda sudah sampai di Jakarta?”

“sudah. Saya sekarang sedang di café sebelah toko musik MG(ini ngasal-.-). Posisi geografinya ada di Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan. Bisa jemput saya di sini? Maaf merepotkan.”

Mworago? Berarti dia juga ada di sini, dong? “kwenchanayo, Jinki-ssi, kebetulan sekali saya juga ada di MG Pondok Indah. Tepatnya anda ada di mana? Biar saya hampiri anda.”

“di sebelah toko musik tadi ada café, nah, saya ada di situ. Saya tunggu anda, Hyunsa-ssi.”

Café café café, di mana café? Haduuh, Jinki pasti marah karena aku terlambat. Ah itu dia cafénya!

“Jinki-ssi, anda duduk di mana? Saya sudah sampai di café nya.”

“saya di sini, Hyunsa-ssi.” Kuperhatikan sekitarku. Ah, sepertinya itu dia. Dia melambaikan tangannya kepadaku. Aaa, kenapa jadi deg-degan..

Segera kudekati meja yang ditempati Jinki. Eh?? Ini bukannya orang yang tadi rebutan gitar denganku..?

Ekspresi muka Jinki juga sedikit berubah. Omo…

“Jinki-ssi, apa benar anda duduk di meja nomer 10?” tanyaku lambat-lambat.

“ah.. ne. Apa benar anda memakai kemeja biru, jeans broken white, sneakers baby blue, dan rambut di gerai?”

What the hell, jadi ini benar-benar dia????

To be continued.

Credit song         : Cover by Sungha Jung:

–          Falling Slowly (Glen Hansard and Marketa Irglova) http://www.youtube.com/watch?v=jXl4C76_1nA (video gak sesuai sama cerita, tp ini penggambaran aja :))

Sekedar info:

–          Fingerstyle adalah tehnik bermain gitar dimana kamu memainkan rhythm, bass, dan melodi diwaktu yang sama dalam satu gitar. Terkadang suaranya terdengar seperti ada lebih dari dua gitar. (www.allkpop.com)

–          Sungha Jung: gitaris dari Korea selatan yang terkenal di youtube. Sungha Jung banyak ngecover lagu-lagu dan menguploadnya di akun resminya di youtube (jwcfree). Umurnya baru 15 (sama kayak author wekeke), tapi permainan gitarnya udah hebat banget. Dia bisa keliling dunia dan duet sama musisi fingerstyle hebat macem Tace Bundy, dll. Pengen bener keliling dunia Cuma pake gitar. naas, mencet chord C aja aku masih ngeraba-raba-.- Fanfict ini juga terinspirasi dari sungha jung  🙂

Makasih semua yang udah mau baca ff ini. Doakan kami bisa bikin lebih baik lagi untuk next part. Hwaiting!

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

64 thoughts on “THE GUITARIST – Part 1”

  1. wah … seru …. music save my soul … i like it …
    berhubung aku baru 13 tahun … boleh mangggil author onnie… ???

    sayang aku gx bisa main alat musik …. bisanya nyanyi doang … 😦 *curcol*

    ffnya seru tuh … di tunggu lanjutannya ya …

    1. boleh doong, tentu aja boleeh :))
      seruu? jinjjaa? gomawoyooo *dadah dadah sama minki*
      ditunggu yaa~
      thanks udh baca dan komen dongsaengie 🙂

  2. Daebak, Daebak!! Serasa baca novel, meskipun aku ga terlalu ngerti musik apalagi gitar-gitaran, tapi aku suka ni FF! Good job Thor! 🙂

    1. hai reader 🙂
      sebenernya aku juga ga ngerti gitar loh, tapi aku nanya nanya sama temen yg expert main gitar plus liatin sungha jung yang sangat ganteng sekali dan bermata sipit sekali
      Minki juga jago kok main gitarnya! ya gak min? hehehe *nyengir kuda*

      anyway, Thanks ya udh baca dan komen 🙂

  3. Wuihhhhhh dayu! Niki! Akhirnya terbit juga ya kekekekeke:p lanjutannha nik, day!
    Gak sabar part yg sweet nya itu loh kekekeke:D

    1. BYEOOOOL!!! 😀 😀
      akhirnya nongol juga andaa hahahhaha /plak
      sssst, jangan bongkar rahasia dong -.- nanti gaseru hahahah

      thanks ya udh abca dan komeeen 🙂 tungguin ya lanjutannya wakakka

  4. wiii publish ^^

    makasih ya semua yg udh baca dan komen. makasih juga yg masih jd silent reader *kalo ada -.-*,
    semoga besok besok mau komen ya di ff ini hehe

  5. ..hyaa daebak!!!!!!!!!!!!!!!
    ##jdy ngebayangin onew maen gitar kaea d guitar hero….
    bwahahahahah..
    lanjutkan auth!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    1. hahaha seru juga kali ya kalo Onew beneran bisa maen gitar kekeke
      tungguin ya lanjutannya hihi 🙂
      thanks udh baca dan komen :))

  6. Wah serruu,

    Onew maen gitar,klo gtu duet sm aku dlu dech..aku jg mw maen gitar brg onew *plettak (d’jitak sm reader lain) hehe

    lanjut chingu..

  7. jarang ada yg bikin ff jinki ,aen gitar kayak ff ni,,,,, biasa.a jinki main piano teruus,,,
    seru,,, kereeennn….
    lanjuut….

  8. jarang ada yg bikin ff jinki main gitar kayak ff ni,,,,, biasa.a jinki main piano teruus,,,
    seru,,, kereeennn….
    lanjuut….

  9. jarang ada yg bikin ff jinki main gitar kayak di ff ni,,,,, biasa.a jinki main piano teruus,,,
    seru,,, kereeennn….
    lanjuut….

  10. Gak sengaja liat FF yang judulnya cita-cita ku banget jaman SMP hahahah
    Love this FF so much, pertama karena gitar, kedua karena sung ha jung dan ketiga karena onew!!!!
    Ekekekek~
    Toko musik MG, langganan ku banget tuh hahahah
    Andaikan bisa seenak itu yah jadi gitaris, ckckckck jadi kangen main gitar ~!
    Ngebayangin Sungha Jung suami ku (plak) di FF ini aaaahhh melted hahahah
    Andaikan gitar yang tadi di rebutin Gibson aku ngefans berat deh sama authornya untung Ibenz ekekeke

    OH YA AUTHOR!
    Tolong ya di part selanjutnya bales semua komen di ff mu. Mau di hargai gak? Belajar menghargai dong :). Kalau udah di harai masa iya gak bales apa-apa?

    1. wii ada kak lana :D:D
      yap saya disini kaak heheh
      maaf baru balesin komen lagi, aku baru aja buka komputer._. *curcol*

      iya itu gitarnya aku pilih ibanez soalnya itu yg direkomendasiin sama temen aku hehehhe
      aigoooo, aku sama kak lana samaan mulu yaa hahha /plak
      Onew, Song Joongki, Sungha Jung wakakkak, kayaknya kita soulmate (?) *abaikan
      aaaaaa, asik banget kak lana bisa maen gitar, aku juga mauuu

      sipp, makasih ya kak lana mau baca ff kita 🙂

    1. baksuuu 😉
      eh, siapa anda?? /PLAK hahhaha, makasih vay udh baca dan komen 🙂
      tuh liaat, gambar pilihan lo nongol tuuh haha, makasih yaa

    2. Iiihhh ada napppeun onnii
      Anyeonggg *nyapa bareng taemin hehe
      Makasih comment nyaa
      Itu namanya -_- choi sin ra
      Nama onni kan sin chara *keluar tanduk 10
      Sekali lagi
      Gomawoyo

    1. dindaa 😀 *hugs*
      makasih dinda udh baca dan komen 🙂 🙂
      iyaa, tau aja lu gue nanya sama faqih wakakka
      abisan kalo gue nanya sama moyo yg ada gue diajarin babuncu lagi -.- *ganyambung*
      sekali lagi, kamsahamnidaaaa 😀

  11. Hyaa keren,
    indonesianya dibawa bawa,
    jinki perpaduan jogja,hehe
    sungha jung? Penasaran. .
    Ga bisa liat T.T
    lanjutannya jgn lama2 ya,,

    1. hehe, bukan cuma dibawa, tapi emang latarnya di Indonesia :))
      Jinki perpaduan Jogja hehe, abisnya dia cocok sih jadi orang jawa. orangnya ‘alus’, patuh sama orang tua, sopan, haduu pria idaman banget hahah
      waa, maaf ya gak bisa liat sungha nya ._. yg jelas, sungha itu ganteeng, terus matanya setipe sama Onew, sipit sipit gimanaa gitu (y)
      Terima kasih ya komennyaa 🙂

  12. aku suka ide ceritanya, bisa keabisan darah gara2 mimisan bayangin onyu maenin gitar segitu kerennya *kicked*
    sungha jung, bisa buat refrensi buat koleksi musik instrumen, makasi thors ^^
    daebak dah ni ff ^^d

  13. waaaah kereeeen looh??
    bahasanya aku suka..
    simpel dan mengalir..
    jadi enak banget ngebacanya..
    eh gak keresa udah TBC aja!?
    ceritanya juga gak pasaran 🙂
    kereeen!

    *brb baca part 2

  14. aku nyari-nyari fanfic shinee eh taunya dapat blog ini,baca, trus suka sama ff disini,aku reader baru loh,perkenalkan Seyji (say G) imnida ^^

    wah..ada sungha..aku ngefans sama dia loh,pinter bnget main gitar,dulunya sih aku tau dia dari video yg dimsukin kakak sepupu aku di PC,nyari-nyari dan ternyata namanya sungha,ga nyangka juga author suka ma sungha jung 🙂

    mengenai ffnya aku suka,keren,dan penasaran ma lanjutannya…

    mampir juga dong di blog aku

    imaginasfanfic94.wordpress.com
    gomawo

    1. Hehe kenalin nikita imnida 😀
      Aku juga suka sama sugha abis dia jago banget main gitar
      Keren lagi heheh 😀
      Tapi aku tau sungha dari author 1 pas download lagu yang dimainin
      Terus suka
      Baca part selanjutnya yaa
      nanti aku mampir di blog kamu ko hehe
      Gomawo~

  15. yah… mian ya baru baca… hehehe 🙂
    bagus ceritanya… kata2nya juga bagus…
    hahaha 😀 lanjut ke part 2>>>>

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s