Our Promise

Title Our Promise

Author : elji

Tokoh Utama :  Lee Min Ji, Kim Ki Bum (Key)

Tokoh Pembantu : Kim Jong Hyun, Lee Jin Ki, Lee Taemin, Choi Minho

Length : Celupan (Cerita Lumayan Panjang) One Shot

Genre : Romance(?), Friendship

Rating : General

Min Ji bergerak-gerak risih di tempat duduknya, habis sudah setiap sudut bus hijau yang ditumpanginya itu dia lirik.  Pasalnya, pemuda yang duduk di seberangnya dari tadi terus memperhatikan gerak-gerik Min Ji.

Saat sampai di perhentian bus tujuannya, Min Ji menghembuskan nafas lega, buru-buru ia turun dari bus dan berniat meninggalkan pemuda dalam bus itu jauh-jauh, namun dari sudut matanya Min Ji melihat pemuda itu juga bangkit dari kursinya dan mengikuti turun dari bus, “Dasar stalker..”pikir Min Ji.

“Hei..” panggil pemuda tersebut.

Refleks, Min Ji menolehkan kepalanya dan menghadap pemuda tersebut.  “Apa?”sapanya terdengar lebih ketus dari yang dimaksudkan.

“Kayaknya kita pernah ketemu.. Muka kamu familiar banget deh..”jawab pemuda itu tanpa basa-basi.

Min Ji memandangnya kesal dan tanpa menjawab meneruskan perjalanannya.

“Hei, tunggu! Maaf kalau aku nggak sopan, aku Kin Jong Hyun, senang bertemu denganmu..” kata Jong sambil berjalan di sebelah Min Ji.

I’m not asking” jawab Min Ji pendek. Jong hanya tertawa.

“Ah!” tiba-tiba Jong berteriak, “Angel! Aku ingat sekarang.  Kamu ini Angel” terusnya.

“Sori nih, aku belum mati.  Aku masih manusia” jawab Min Ji sekenanya.

Lagi-lagi Jong tertawa.  “Emang Angel tuh mesti orang mati?  Angel yang ini tuh cewe impian yang perfect dimata kita.  Cantik, anggun, baik hati, pengertian, pokoknya sempurna deh..” jelasnya.

Min Ji menambah kecepatan berjalannya dan mengacuhkan Jong.

Jong menatap Min Ji dengan tatapan berpikir, “Tapi aku nggak bilang kalau deskripsi Angel tadi cocok buat km loh.  Wajah? Lumayan lah, sifat? Jutek.”

“Makasih pujiannya.”

“Hahaha.. Mungkin nggak kalau ternyata kamu ini kenalan temen aku?  Muka kamu mirip banget sama lukisan Angel karya dia, makanya aku bilang muka kamu familiar.”

“Kamu nggak ada kerjaan banget ya? Ngikutin orang terus..”

“Tadinya.. tadinya sih iya.. tadinya aku pengen ngikutin kamu tapi kayaknya kita emang jodoh, ini juga jalan pulang aku ke rumah” jawab Jong sambil nyengir.

Tiba-tiba Jong berhenti, “Tunggu!  Kamu nggak belok?” tanyanya.

Ue?”Min Ji balik bertanya.

“Arah rumahku kesini,” jawab Jong sambil menunjuk jalan ke sebelah kiri.

“Lalu?” kata Min Ji sambil mengerutkan dahi.

“Kalau benar kita jodoh seharusnya kita bertetangga, atau apalah.. semacam itu..” Jong mengangkat bahu.

Min Ji menghembuskan napas, “kau pikir ini drama atau apa?  Baguslah, kurasa ini berarti ‘selamat tinggal’rumahku arahnya kesana” katanya sambil mengangguk ke arah yang dimaksud.

“Bukan, bukan, ini adalah ‘sampai jumpa’.  Aku yakin kita berjodoh.  Sampai bertemu lagi Angel.”  Dengan kalimat perpisahan itu Jong meninggalkan Min Ji di jalan sendirian.  Berbekal secarik kertas dengan alamat, Min Ji meneruskan perjalanannya.

***

“Min Ji ah!  Wah, benar-benar kejutan.  Bukannya kau baru akan pulang besok?”  pemuda bermata sipit berambut kecoklatan itu menyambut adiknya dengan memeluknya.

“Oppa, kau bercanda ya? Jelas-jelas aku bilang kalau hari ini aku pulang!  Untung aku nggak nunggu oppa di bandara.”

“Haaaa, jongmal mianhae Min Ji ah, kayaknya oppa salah hari” kakaknya yang bernama Lee Jin Ki itu meminta maaf.

Mian? Oppa nggak bosen apa minta maaf?” jawab Min Ji ketus.

Jongmal mianhae.. Oppa kira besok kamu baru pulang, kalau Oppa tau nggak mungkin kamu Oppa biarin pulang sendiri.  Lagian, kenapa nggak telepon?”

Min Ji tidak menjawab pertanyaan kakaknya itu, hanya memicingkan matanya.

“Ah!” Tiba-tiba terdengar suara teriakan.

Spontan Jin Ki dan Min Ji menolehkan kepala ke asal suara.

“Benarkan, kita ini jodoh! Hahaha..”

“Kamu, KIM JONG HYUN??” kata Min Ji kaget.

Ue? Tadi kan aku udah bilang.  Kamu nggak denger?” Tanya Jong,

Chakaman, kalian saling kenal?” Tanya Jin Ki heran.

“Hyung, ini cewe yang tadi aku certain.  Waaahh, sempet nyasar ya tadi?” Jong bertanya pada Min Ji sambil tertawa.

Not your business.  Oppa, ini teman oppa yang nebeng di rumah kita?  Jadi ini Kim Jong Hyun?”

“Senengnya kamu tau nama aku.”

“Ah, ya Min Ji ah.  Kenalin ini Kim Jong Hyun, Jonggie ini Min Ji ah.. Oppa harap kamu bisa akur sama Jonggie, Min Ji ah.”

You wish!”

***

“Oppa, kenapa bukan oppa yang nganter aku?”

“Jangan manja Min Ji ah, Jong kan satu sekolah sama kamu jadi kalian bisa berangkat bareng.”

“Oppa!”

Ue? Siro?” tanya Jong.  “Nggak keberatan kok, malah asik nggak ada yang nebeng.” lanjutnya sambil cengengesan.

“Ayo cepat, ntar kita telat nih!”kata Jong lagi sambil melirik jam dan menyeruput habis minumnya dalam sekali teguk.

“Cepat berangkat Min Ji ah, Oppa juga mau berangkat kerja sekarang.  Maaf Oppa nggak bisa nganter.”

“Kerja Oppa cuma minta maaf aja.  Merong..”

Setelah keributan kecil di pagi hari itu, Min Ji pergi ke sekolah barunya dengan menaiki sepeda Jong.

Di sekolah..

“Kita nggak sekelas, kamu kelas B, ini ruangannya” kata Jong ketika sampai di depan kelas Min Ji.  “Yang di sebelah itu kelas aku” tambahnya.

“Ne, gomawo..”

“Jadi sekarang kita baikan nih? Kamu nggak bakal jutek lagi?” Jong menggoda Min Ji.

“Merong..” jawab Min Ji sambil masuk ke kelas, Jongpun melangkah ke kelasnya sambil tertawa-tawa.

Min Ji melihat ke sekeliling kelasnya, tak sedikit anak yang jelas-jelas memandangnya dengan heran, Min Ji hanya tersenyum kecil apabila tak sengaja bertemu pandang dengan mereka.  Tak beberapa lama guru masuk dan menyuruhnya mengenalkan diri di depan kelas.  Kelas 11B adalah kelasnya sekarang untuk satu tahun kedepan.

Annyeong Yorobun, cho Lee Min Ji imnida..”

“Min Ji ah, ayo ikut aku.” ajak Jong ketika bel istirahat berbunyi, secepat kilat Jong sudah berada di depan kelas Min Ji.

“Min Ji ah?”

“Kamu mau aku panggil Min Ji ssi? Merong..” jawab Jong.  Tanpa basa-basi Jong menarik tangan Min Ji.

“Aku lapar, ayo kita ke kantin,” pinta Min Ji.

“Tenang, nanti juga ada makanan.  Kita nggak akan ke kantin, aku mau ngenalin kamu sama temen-temen aku.”

“Kenapa sih kamu nggak tanya dulu, aku mau atau nggak kenalan sama temen-temen kamu,” protes Min Ji.

“Emang kamu nggak mau?” tanya Jong, sebagai jawaban Min Ji hanya mengangkat bahu.

Mereka berhenti di depan gymnasium, Jong mengajak Min Ji masuk kesana kemudian dengan langkah pasti menuju ruangan hampir kosong di sebelah barat gymnasium.  Di dalam ruangan hanya terdapat sebuah meja, beberapa kursi, dan loker-loker tidak terpakai.

“Pagi Ki Bum ah!” kata Jong sewaktu memasuki ruangan. “Bolos kelas pagi lagi?” katanya, nadanya lebih terdengar seperti pernyataan daripada pertanyaan.

“Oh..” jawab pemuda bernama Kim Ki Bum tanpa membuka matanya.  Kim Ki Bum, pemuda berperawakan tinggi langsing itu sedang tiduran dengan handuk menutupi wajahnya di dudukan panjang.

“Belum ada yang datang?” tanya Jong lagi.

“Aku disini, kau anggap aku ini apa?” jawab Ki Bum.

Jong memutar mata, “maksudku Taeminnie dan Min Ho ah,,”

“Apa kau melihat mereka di ruangan ini? Kalau nggak berarti jawabannya iya.”

“Maaf Min Ji ah, Ki Bum memang gitu orangnya.  Kata-kata ketus tapi aslinya dia baik kok, kalau mood nya lagi bagus.” Kata Jong kepada Min Ji.

Menyadari bahwa Jong tidak datang sendiri, Ki Bum membuka handuk yang menutupi wajahnya kemudian memposisikan dirinya sendiri untuk duduk.  Diperhatikannya Min Ji dengan pandangan curiga, lama dia memandang wajah Min Ji dan hanya memalingkan wajahnya saat Min Ji menatapnya dengan pandangan yang sama.

“Oiya Ki Bum ah, ini Lee Min Ji, adik Jin Ki hyung.  Kau ingat Jin Ki hyung kan?”

“Oh..” jawab Ki Bum pendek.

“Kamu nggak ngerasa wajahnya familiar?  Dia mirip banget sama Angel kan?” tanya Jong penasaran.

Angel jauh lebih cantik darinya,” jawab Ki Bum, memberi tekanan dalam setiap katanya.  Tanpa berkata-kata lagi Ki Bum keluar dari ruangan sambil membanting pintu.

“Ki Bum ah kenapa?” tanya pemuda tinggi berkacamata yang baru saja masuk.

Molla, mungkin seperti biasa moodnya lagi nggak bagus,” jawab Jong sambil merebahkan dirinya ke kursi.

Angel..” kata pemuda berkacamata itu sambil terpaku melihat Min Ji.

“Benar kan? Dia mirip banget sama Angel.  Kenalin, ini Lee Min Ji, Min Ji ah, itu Choi Min Ho.” Jong mengenalkan Min Ji kepada Min Ho tanpa berdiri.

“Min Ho..” kata Min Ho ramah. “Lapar?” tanyanya sambil mengangkat sekresek penuh makanan.

“Sangat..” jawab Min Ji tersenyum.

Min Ho memberikan roti kepada Min Ji sambil mempersilakannya duduk, dengan senang hati Min Ji menerimanya.

“Tentang Angel yang barusan, siapa sih Angel?” tanya Min Ji sambil melahap rotinya.

“Apa mungkin pertanyaan yang lebih tepat,” jawab Min Ho dramatis. “Angel adalah judul lukisan karya Ki Bum setahun yang lalu, dia bilang itu adalah cinta pertamanya,” lanjutnya.

“Cinta pertama? Baru taun kemarin dia ketemu cinta pertamanya?” tanya Min Ji kaget.

Min Ho menggeleng, “nggak, Ki Bum bilang Angel itu cewe yang dia temui waktu masih di sekolah dasar.”

Jongmal?  Cinta pertama waktu sekolah dasar Ki Bum ssi itu anak SMA?”

“Bukan, bukan.  Ki Bum bilang itu adalah bayangan dia tentang wajah cinta pertamanya kelak.  Bisa dibilang itu sepenuhnya imajinasi dia,” kali ini Jong yang menjawab.

Min Ji hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.

Tiba-tiba..

“Hyung!!  Berita besar, berita besar!!”

Seorang pemuda yang jelas nampak lebih muda dari mereka masuk ke ruangan dengan ribut sambil mengacung-acungkan kameranya kemudian duduk begitu saja di sebelah Min Ji.

“Liat ini, hyung!  Daebak, berita besar!!  Liat lubang besar ini, ini adalah foto lapangan parkir belakang sekolah!  Waktu tadi pagi aku lewat, lubang ini belum ada, pasti ini gara-gara hujan meteor!  Sudah kubilang kan kalau hujan meteor itu nyata!” cerocosnya sambil memperlihatkan gambar itu kepada Min Ji.

“Mana mungkin!!  Udah coba tanya tukang parkirnya kenapa disitu ada lubang?” tanya Jong.

“Tentu saja, dia bilang ini adalah lubang galian buat kabel, dasar manusia nggak punya imajinasi!  Masa begitu ada lubang aneh cuma dibilang lubang galian kabel..” jawab Taemin sambil menggeleng-geleng tidak percaya.

“Ck ck ck.. bukan dia yang nggak punya imajinasi, kamu tuh yang terlalu berimajinasi!” kata Min Ho.

“Ki Bum hyung, bagaimana pendapatmu?” Taemin yang kecewa atas tanggapan kedua hyungnya berpaling pada Min Ji.

“Eh..” kata Min Ji bingung.

Setelah melihat ke arah Min Ji, rupa Taemin sama bingungnya dengan Min Ji. “Kamu bukan Ki Bum hyung,” katanya,

“Ya..” jawab Min Ji, masih dalam kebingungannya.

“Noona..” gumam Taemin.

“Kenalkan Taeminnie, ini Lee Min Ji, Min Ji ah ini Lee Tae Min..” kali ini giliran Min Ho yang memperkenalkan Min Ji.

“Noona, maukah kau menjadi pacarku?” tanya Taemin tiba-tiba.

“Ya ima! Minta dihajar ya?  Kau mau bersaing denganku?” kata Jong.

“Noona..” Taemin masih menunggu jawaban Min Ji.

Ne?” Min Ji kebingungan.

Ne! Noona mau jadi pacar aku? Jongmal? Waaaahh,, hebat!!”

“Taemin ah.. kayaknya kamu salah ngerti.  Maaf, tapi aku udah punya pacar,” jawab Min Ji.

Jongmal?” Jong kaget.

“Beneran?  Apa pacar noona lebih manis dari aku?” tanya Taemin dengan puppy eyesnya.

“Ini cowok, kok mau-maunya dibilang manis..” pikir Min Ji.

“Terakhir aku bertemu dengannya, ya, dia lebih manis dari kamu, maaf Taeminnie..” jawab Min Ji tersenyum.

“Bohong! Nggak mungkin ada cowok yang lebih manis dari Taeminnie..” kata Min Ho.

“Kapan terakhir noona ketemu dia? Mungkin sekarang dia udah nggak manis lagi,” kata Taemin sedikit merajuk.

“Sepuluh taun yang lalu tapi noona yakin sekarangpun dia orang yang manis, mungkin sekarang dia udah jadi cowok yang keren juga..” jawab Min Ji tersenyum.

Ani, nggak mungkin cowok itu tetep manis.  Nggak ada cowok normal yang mau disebut manis..” sanggah Jong,

“Ya, kecuali Taeminnie..” tambah Min Ho.

Ue hyung, apa yang salah sama cowok manis?  Noona, berarti noona punya pacar waktu umur delapan taun?  Terus selama ini noona LDR sama dia?” Tanya Taemin penasaran.

“Ya gitu deh..”

“Komunikasi selama sepuluh taun ini lancar?” giliran Min Ho yang penasaran.

“Hmm,, kita nggak pernah komunikasi sekalipun selama ini tapi aku yakin dia pasti pegang janji..”

“Wah, satu lagi temen kita yang suka ngayal.  Nggak mungkin janji anak kecil sepuluh taun yang lalu masih diinget sampe sekarang,” kata Jong.  “Waktunya cari pacar baru, I’m free babe..” tambahnya sambil tertawa.

“Merong..”

Waktu istirahat selesai, Min Ji kembali ke kelas dan mendapati bahwa ia berada dalam kelas yang sama dengan Ki Bum.  Min Ji mencoba tersenyum padanya ketika melewati bangku Ki Bum namun Ki Bum bahkan melihat ke arahnyapun tidak.

Min Ji memperhatikan Ki Bum lebih banyak tidur di kelas matematika hari itu,bahkan gurupun menangkap gerak-gerik Ki Bum yang tidak memperhatikan pelajaran dan hampir saja menunjuk Ki Bum untuk mengerjakan soal ke depan kalau bukan karena Min Ji menawarkan diri untuk mengerjakannya terlebih dahulu.

Ki Bum yang sadar dengan situasi ini memberi tatapan aneh pada Min Ji dan dengan sengaja menawarkan dirinya untuk mengerjakan soal berikutnya seolah berkata, “Nggak butuh kamu bantu..”

Sejak saat itu Min Ji makin memperhatikan Ki Bum, begitu pula Ki Bum mulai menaruh perhatian pada Min Ji dan sikapnya semakin dingin kepadanya.

Suatu hari Min Ji tak sengaja bertemu dengan Ki Bum di gymnasium yang kosong, tanpa diduga Ki Bum berkata-kata duluan pada Min Ji.

“Aku dengar kau menolak Taemin dan Jong karna pacar mu yang sudah tidak bertemu sepuluh tahun itu?  Kekanak-kanakan sekali,” katanya sambil memainkan bola basketnya.

“Aku nggak nolak mereka, mereka juga cuma bercanda kok ngajak pacarannya..”

“Kamu pikir pacaran itu bahan candaan ya?” tanya Ki Bum sinis.  “benar-benar kekanak-kanakan!” tambahnya.

“Kamu pikir kamu udah dewasa?  Kamu pikir Angel khayalan kamu itu nggak kekanak-kanakan?” balas Min Ji.

“Kamu nggak tau apa-apa soal Angel, nggak perlu komentar,” kata Ki Bum ketus.

“Oya?  Bikin lukisan orang tanpa pernah liat orang aslinya itu bukan ngayal namanya?” Min Ji tidak mau kalah.

“Kamu!  Berani sekali-kali lagi bilang Angel cuma khayalan awas ya!” ancam Ki Bum sambil melangkah keluar gym dan membanting pintu keras-keras.

“Min Ho ah, aku salah apa sama Ki Bum?   Dia dingin sekali..” suatu hari Min Ji mengeluarkan isi hatinya.

“Aku rasa, itu karena wajah kamu mirip banget sama cewek impian dia,” Min Ho mencoba menjawab.

“Kemungkinan besar begitu, Ki Bum ah sepertinya merasa kalau kamu udah ngerebut sesuatu yang berharga dari Angelnya..” sambung Jong yang tiba-tiba saja datang.

“Nggak masuk akal banget, Angel kan cuma tokoh khayalan dia, yang ada Angel itu kali yang ngopi wajah aku..” protes Min Ji.

Angel bukan cuma khayalan Ki Bum hyung..” kata Taemin setengah merenung.  “Dia benar-benar bertemu dengannya, hyung bilang dia nggak pernah lupa wajah Angel kecil, lukisan itu.. merupakan refleksi Angel kecil di masa depan.  Aku percaya kelak Ki Bum hyung akan bertemu dengan Angelnya lagi..”

“Kejadiannya waktu Ki Bum hyung baru saja pindah ke SDnya yang baru, Ki Bum hyung kelas dua SD waktu itu.  Dia bertemu Angel di halaman belakang sekolahnya waktu hyung sedang kabur dari kelas karena diganggu anak-anak yang lain. Waktu itu Angel kecil juga kabur dari kelas dan nangis..

“Karna kasian Ki Bum hyung mengajak Angel kecil bicara, katanya Angel kecil kesal karena harus ikut pindah bersama mamanya ke luar negeri, saat itu Angel kecil nggak tau kenapa mamanya pindah keluar negeri tapi menurut Ki Bum hyung orangtuanya bercerai..

“Hyung menghibur anak itu dan merekapun menjadi teman dekat, Hyung bilang kalau orang dewasa biasanya menyebut pertemanan seperti mereka itu sebagai pacaran, hyung bahkan mencium pipi Angel kecil.  Sejak saat itulah hyung berjanji akan menjadi pacar Angel dan tidak akan melupakannya sampai kapanpun.  Itu kenapa hyung selalu dingin sama cewek-cewek selama ini..” jelas Taemin panjang lebar.

“Wah, ternyata kamu tau banyak juga ya!  Ternyata Ki Bum bisa romantis juga..” Jong menanggapinya bercanda.

Min Ji seketika berlari keluar ruangan dan mati-matian mencari Ki Bum.  Dilihatnya Ki Bum sedang duduk sambil mendengarkan lagu di bawah pohon dekat area parkir belakang sekolah.

“Ya! Ki Bum ah!!  Kamu nggak dewasa banget ya, kamu dingin karna kamu suka sama aku kan?  Hanya saja, kamu takut buat suka sama aku, karna kamu takut melanggar janji sama teman kecil kamu itu?”

Ki Bum menatapnya marah, bahkan dengan earphone terpasangpun suara Min Ji tetap jelas di telinga Ki Bum.

“Karna kamu juga, aku takut kalau aku bakal mengakhianati pacar aku, aku takut karna aku mulai suka kamu!  Kamu terus-terusan dingin kayak gini malah bikin aku makin mikirin kamu!  Sekarang kamu harus tanggung jawab, kamu harus minta maaf sama pacar aku..”

“Dengar ya!  Nggak usah ke-gr-an kalau aku suka sama kamu!  Nggak perlu khawatir, aku bisa menjaga hati aku buat Angel!” jawab Ki Bum.

“Jadi sekarang kamu mau bilang kalau kamu nggak suka sama aku?  Kamu bisa bilang kalau jauh di dalam hati kamu sama sekali nggak ada rasa buat aku?” tanya Min Ji.

“Kita berdua, sama-sama terikat janji kita waktu kecil tapi sekarang aku sadar kalau aku orang-orang di sekitar aku udah berubah.  Aku nggak bisa nyangkal lagi kalau buat aku kamu ini spesial.. Kita nggak mungkin selamanya nunggu orang dari masa lalu yang belum pasti muncul lagi atau nggak” lanjut Min Ji.

“Maaf Min Ji ah, kayaknya aku udah salah nilai kamu.  Aku pikir kamu ini perempuan baik yang bisa selamanya nepatin janji bahkan yang paling nggak penting sekalipun, karna itu aku sempat suka kamu.  Sekarang, apa yang kamu bilang ngebuat aku yakin buat nunggu Angel bahkan untuk selamanya,” Ki Bum menjawab mantap.

Min Ji tersenyum, “Aku yakin kamu emang orang yang tepat buat Angel, nggak akan ada cowok yang lebih cocok buat Angel selain kamu.  Angel pasti seneng denger apa yang kamu bilang tadi, dan maafin kamu karna sempat menyukai Lee Min Ji.”

“Kamu ini kenapa sih?” tanya Ki Bum bingung.

“Ki Bum ah.. bukankah aku pernah bilang..”

*flash back*

“Ki Bum?” tanya Angel kecil. “Aku terlalu banyak kenal orang bernama Ki Bum, aku takut waktu aku inget nama kamu bakal ketuker sama orang lain.  Gimana kalau aku panggil kamu Key?  Key kayak kunci dalam bahasa Inggris, karna kamu udah ngebuka hati aku buat maafin mama yang mau bawa aku pergi?”

“kalau Key lebih cocok untuk panggilanmu, karna kamu bisa dengan mudah menggerakkan hati orang..”kata Min Ji.

Ki Bum memandangnya lama, perlahan senyumnya merekah.

Bogoshippo..” katanya sambil memeluk Min Ji.

“Lama nggak bertemu.. Aku juga kangen kamu..” jawab Min Ji.

F.I.N

LOL, my very first ff.. Semoga chingu deul suka.. Feedbacknya ditunggu ^^

P.S : Admin masih mengawasi loh, kalau hari ini komennya makin tiris… jangan perotes ya kalau kita juga publish FF nya males-malesa. Dan untuk author, kalian harus bales semua komen di FF kalian. Menghormati balik bisa kali ya.

-Admin-

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

49 thoughts on “Our Promise”

  1. First?
    Euhm?koq agak bingung bc ny yah?
    Tp ide crtanya keren koq…….bgus…..
    Mg FF slnjutnya lbh bgs dr ini….:)
    Euhm….admin ngawasin comment?emang knp sih?*ketinggalan info*
    siders merajalela?

    1. iya ini pertama kali nulis ff,, mungkin gara2 terlalu cepet ceritanya.. aku baca lagi jd ikut bingung juga.. hehe..

  2. ide ceritanya menarik, tp aku rasa alurnya terlalu cepet jd sempet agak bingung akunya
    overall it’s nice, suka sama karakter taem di sini, lucu!
    ^^d

  3. Uhm, keren ceritanya. . . Awalnya menarik, lucu dEch liat jjong jadi cowok periang di sini. . Hwehehehe

    Udah aku duga Min Ji itu Angel. . .

    Wah, di sini key bisa ngelukis ya?
    Jadi pingin niH dilukis sama key. .
    Kekeke~

    aku suka bAgian flashbacknya saat Minji bilang ‘Key lebih cocok untuk nama panggilanmu, karena kamu dEngan mudah bisa menggerakkan hati orang. . . .’

    good job, auThor. .
    Ffnya ringan dan enak dibaca. . .
    DitUnggu karya berikutnya. . .

  4. Cerita’y seru ..
    Tapi agak sedikit bingung, mungkin alur’y kecepetan ..
    gak apa2 .. yang penting seru ..
    Author di tunggu FF yg laen’y ..

  5. aaaah sukaaa >w<
    ceritanya kereeen bagus banget lah pokoknya XD
    ini ff debutnya author? huah ff debut aja udah bagus begini xD
    bikin lagi yaa heheh oya salam kenal juga ^^

  6. good good
    cuma pas ending na terlalu singkat. jadi agak aneh aja…..
    tapi aku suka ceritanya,
    apa lagi kalo dibuat sequel. keren deh

  7. wah,1st ff yah?
    Bru 1st tp udh bgus bget.
    Eh,suamiq toh,yg jd tkoh utmax?yeay,suamiq gjian lg !!!akhirx bs shopping lg *shoppaholic sm Key
    keren kok,thor.cuman di bgian endingx pndek bget.coba dipnjangin lg.psti lbh kren.
    But,nice ff chingu !lnjutkan ! Two thumbs up for you.

  8. Finally ada Oneshot juga (sebenernya agak males baca sequel, nunggu yang ada tulisan end dulu hahahaha)

    Lumayan kok ceritanya ^^, penasaran soalnya yang muncul duluan itu Jjong, biasanya ff yang aku baca rata2 pemeran utama dulu yang muncul, makanya nunggu Key kapan munculnya

    mungkin agak ditambah end of flashback, biar tau flashbacknya selesai sampai mana ^^, terus LDR kalo bisa ditambah Long Distance Relationship (kemungkinan ga semua tau ^^)

    Author Hwaiting!!!

  9. kereeeeeen (Y)
    sumpah ceritanya baguus!
    hahay, kukira main castnya Jonghyun._. abisnya dia sksd sih /plak
    Taemin.. awww cute dah disiniii. pengen digigit
    overall aku suka ceritanya ^^

  10. Keren chingu… Tapi suamiku si jinki nongolnya bentar amat yah… Gapapa lah… Msh untung nongol…
    Nice ff chingu. Ceritanya ringan dan mudah dibaca… Meskipun plotnya kecepetan… Tp oke kok…
    Ditungguin ff brikutny…

  11. wah … keren ..keren …keren…. aku ajah gx pernah inget waktu kecil ngapain ajah … hebat bgt …

    ceritanya keren … wah … prok.prok..prok…

  12. kereeeeen…..
    Lkie this…..
    Jjong anak.a blak2kan beneerr…
    Taem,,,, menggemaskan….
    Baru ketemu udh langsung nembak ajj….
    Key…..
    Setia bgt…. Jdi makin cintaaaa….
    End.a agak gantung…
    Buat seQuel.a dong thoooorr….

  13. Kereeeeeeeeeen….
    MIn Ji = Angel? Uwaaaa daebak!!!
    Ceritanya bagus, penggunaan bahasanya jugaaaa!!

    Keep writing author, ditunggu karya-karyamuu selanjutnyaaa
    Fighting! ㅋㅋㅋㅋ~

  14. Bagus kok! Jjongnya jadi agak genit yak, kekeke~ *Digampar blingers*
    Tapi waktu bagian ending agak bingung, ato mungkin saya yang lolla, hehehe~
    Ceritanya tapi bagus, so sweeet banget dah XD

  15. mian chingu deul.. aku baru tau kalau ffnya dimuat.. makasih buat semua feedbacknya.. ^^
    mian jarang ol soalnya.. =)

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s