PUZZLE – Part 5

PUZZLE

Author: Shayleeshr

Main Cast: SHINee and Imaginary character

Support Cast: SM Ent members, Imaginary Character

Length : Sequel

Genre : Romance, Family, Friendship

Rating : General

Chapter Five

Chungdam Highschool

“Hyeri-ssi” panggil Taemin ditengah-tengah pelajaran kosong dikelasnya.

Hyeri menoleh kearah Taemin. “Wae?”

“Aku ingin bertanya boleh?”

“Kau sudah bertanya barusan babo.” Jawab Hyeri. Agaknya Taemin merasa kurang pede sama jawaban Hyeri barusan, tapi Hyeri tersenyum setelahnya. “Mau bertanya apa Taemin?”

Taemin tersenyum lagi, “Mengapa kau mau duduk bersamaku? Ya kau tau aku anak pindahan dari sekolah lain, dan biasanya orang-orang suka menjauhinya atau merasa aneh bertemu dengannya.”

Hyeri mengangkat bahunya. “Sebenarnya ada dua alasan mengapa aku mau duduk denganmu.”

Taemin mengangguk cepat. “Ceritakan padaku”

“Alasan yang pertama..” Hyeri menghela napasnya. “Karena aku tidak terlalu suka duduk dengan orang yang sudah kukenal. Yaa, kau tahu itu kan bisa mengganggu konsentrasiku belajar karena ia akan mengajakku mengobrol terus menerus”

“Alasan kedua?”

“Alasan kedua..” Hyeri member jeda lagi dikalimatnya. “Emm… Akan kuberitahu kau nanti kalau kita sudah lebih jauh mengenal oke?”  Hyeri langsung menancapkan earphone ke telinganya, sepertinya untuk menghindari Taemin yang ingin meminta negosiasi jawaban mengenai yang terakhir itu.

Taemin menyilangkan tangannya diatas meja, dan menyandarkan kepalanya disana. Tidak ada yang bisa ia lakukan sekarang, ia sedang benar-benar bosan. Satu jam pelajaran sebelum istirahat, namun tidak diperbolehkan keluar ke kantin. Sucks right?

Kriiiiiiing.

Taemin menengadahkan kepalanya lagi. “Yes!” Serunya.

~*~

Seoul National University

“Kiyoung” sapa Key.

Kiyoung hanya menganggukkan kepalanya, sambil terus mendengarkan iPod dan menggoyangkan kakinya.

“Tadi malam pulang jam berapa?” Tanya Key.

Kiyoung mengangkat bahunya, “To be honest, I don’t know. Tapi kupikir, cukup malam”

“Cukup malam? You went home by yourself? Sendirian?”

Kiyoung mengangguk mantap, “Don’t have to worried. Dulu Ibuku memaksaku ikut kelas karate. I can take care of myself”

“I’m not worried about you” elak Key.

“Yes you are”

“I’m not”

“You are Kibum”

“No. I’m not!”

“Whatever”

~*~

Kiyoung terkikih kecil saat mendengar Key dan Kiyoung sedang berdebat. Ia berniat untuk mengajak Kiyoung ke kantin sebelum ia menemukan Key diam-diam menyampiri Kiyoung di balkon kampus.

“Kurasa menguping bukan suatu kegiatan yang baik”

Jiyoung tersentak dan berbalik. “Jonghyun-ssi”

Jonghyun tersenyum seperti biasa. Hanya Jiyoung yang merasa ada sesuatu yang berubah dari senyuman Jonghyun. Aneh bukan?

“Apa kau tidak berniat untuk bergabung dengan mereka?”

Jiyoung mengangkat bahunya sebelah, “Yah, kurasa aku lebih suka disini melihat mereka berdua bertengkar dibandingkan aku disana dan mereka merasa canggung satu sama lain” ujarnya.

Jonghyun mengangguk mengiyakan, “Tidakkah kau pikir mereka pasangan yang cocok?”

“Menurutmu begitu? Dari mana cocoknya?”

“Watch me” Jonghyun berdeham sebentar, “Ki!”

“Ya?” Kiyoung dan Kibum. Dua-duanya menoleh kearah mereka berdua, lalu keduanya tersipu.

Jiyoung tertawa. “Ya. I agree. Double Key would be nice.” Sayangnya, kali ini Jonghyun tidak tertawa sedikitpun, atau bahkan tersenyum. Ia sedang memikirkan sesuatu.

“By the way Jonghyun-ssi. Em.., For the dandelions. Aku sangat suka bunganya, walaupun sudah hilang tertiup angin, tapi, em.. Thankyou very much. Jeongmal gamsahamnida.”

“Eh?” Dan muka Jonghyun pun memerah.

~*~

Pesawat Menuju Korea

Han Gyusoo memandang kearah luar jendela dengan cemas. Ia sudah tidak sabar untuk cepat-cepat kembali ke Korea. Masih menjadi misteri dengan apa yang ia cari selama ini. Yang ia pikir bahwa misteri itu adalah hal terpenting dalam hidupnya. Bahkan lebih penting dari nyawanya.

Gyusoo menggenggam erat hand bag-nya. Entah mengapa dari tadi ia mempunyai firasat buruk akan kedatangannya ke Korea. Di dalam pikirannya kali ini, mungkin hanya karena ia sedang mempunyai banyak masalah yang mengganggu pikirannya. Sehingga membuat ia mempunyai firasat buruk.

Tapi sayang, filosofi Gyusoo ternyata salah.

Di dalam kok pit pesawat, Sang Kapten Pilot beserta awak sedang merasa ketar-ketir. Sedang ada masalah dengan salah satu mesin pesawat mereka. Salah satu mesin yang berperan penting dalam menyeimbangkan badan pesawat berada dalam kondisi yang kurang bagus.

And it happen. Mesin itu mati, dan mesin cadangan juga tidak berfungsi. Hanya ada dua pilihan: melakukan pendaratan darurat sesegera mungkin, atau jatuh dan hancur berkeping-keping.

~*~

New York, USA

Minho menghempaskan dirinya di sofa putih panjang disebelah Siwon yang sedang asik menonton salah satu acara tv. Siwon tersenyum pada Minho. Hubungan mereka beberapa hari ini membaik setelah Minho terus-terusan menjaga kaki Siwon yang cedera itu.

“Wae?” Tanya Siwon.

“Wae apa hyung?”

“Kau memandangku seperti itu pasti ada sesuatu” ujar Siwon lagi.

Minho menghembuskan napasnya, perlahan ia mulai mengeluarkan suara beratnya, “Sebenarnya dari kemarin aku ingin bertanya padamu Hyung. Mungkin ini memang kurang penting, tapi sangat menyita perhatianku.” Ujarnya.

“Perhatian? Kalau begitu tanyakan lah. Buat apa dipendam” Siwon menegakkan badannya dan memposisikan duduknya menghadap Minho.

Minho mengeluarkan agendanya dari balik punggungnya. “Hyung tau agendaku yang seperti ini?”

Siwon mengangguk dan tertawa. “Kau mau aku membelikanmu seperti itu satu lagi atau bagaimana?”

Minho menggeleng cepat-cepat. “Anio-anio! Bukan itu. Maksudku, agendaku ini kan tertukar dengan milik seseorang, dan kurasa gadis itu juga mencarinya sekarang. Waktu di bandara Incheon, apa hyung menukarnya dengan seorang gadis atau bagaimana?”

Siwon masih memamerkan senyumnya, “Masa aku menukarnya dengan seorang gadis? Kan tidak mungkin. Tapi, hmm.. tunggu dulu biar kuingat. Kalau tidak salah aku pernah tidak sengaja menabrak seorang gadis sewaktu aku ke toilet, benar kan?”

Minho melotot, “Ah ya! Aku ingat! Gadis itu! Aku ingat! Aku ingat hyung! Aku ingat!” Minho langsung begegas kembali ketempatnya, meninggalkan Siwon yang keheranan di ruang TV. Ia pikir New York telah membuat adiknya sedikit sinting.

~*~

Seoul National University

“Wait for me here, okay? I’ll be back in a minute”

Jiyoung memainkan alisnya dan mengangguk mengiyakan omongan Kiyoung yang sedang pergi buru-buru ke toilet. Tanpa berbicara seperti itu pun Jiyoung memang tidak akan meninggalkan Kiyoung, beda halnya jika menyuruh Kiyoung untuk menunggu. Akan berujung dengan pulang sendirian.

Jiyoung membuka lokernya dan memasukkan buku modul-nya. Saat itu, sehelai kertas jatuh menyentuh sepatu Jiyoung. Ia memungutnya. Sebaris kalimat berwarna merah tertulis dikertas itu.

“Just wait for our revenge” Jiyoung menyentuh tulisan itu. Basah. Ia mencium baunya, bau besi, yang berarti itu adalah darah. Ia secara reflek melepaskan kertas, dan seseorang menangkapnya.

~*~

Jonghyun sudah memperhatikan Jiyoung dari tempat lokernya berada. Ia memang sering melakukan itu, maksudnya, memerhatikan Jiyoung dari jauh diam-diam. Ia juga sedang memerhatikan Jiyoung saat Jiyoung sedang membaca secarik kertas dengan wajah kebingungan. Dari belakang, Jonghyun bisa melihat bayangan gelap tinta di balik kertas itu.

Raut muka Jiyoung berubah menjadi raut ketakutan, dan Jonghyun —tentu saja— segera menghampiri Jiyoung. Saat Jiyoung melepaskan kertas itu dari pegangan tangannya, Jonghyun menangkap kertas itu. Ia membacanya.

“Jiyoung-ssi, are you okay? Don’t take it seriously. Mungkin ini hanya kerjaan iseng anak-anak kam..”

“Twice, Jonghyun-ssi. Twice” Jiyoung mengatakan berupa bisikan. Jonghyun menatap matanya, padangannya kosong.

“Twice? Apa yang dua kali?”

“Twice.. Twice..” Jonghyun memegang kedua bahu Jiyoung, masih menatap matanya, bedanya, sekarang sebutir air mata telah mengalir turun.

“Hey, uljima” Ujar Jonghyun halus. Raut muka Jonghyun kini berubah menjadi panic, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan untuk menenangkan seorang gadis yang sedang menangis. Dengan segenap keberanian, Jonghyun memeluk Jiyoung dengan canggung.

“I’m scared” Ujar Jiyoung disela tangisnya. Jonghyun mengelus punggung Jiyoung dengan lembut.

“You got me here” Jonghyun menenangkan.

“Jiyoung? Jonghyun? Apa yang sedang kalian lakukan?” Tiba-tiba Jinki sudah berada disekitar mereka dan merusak momen indah yang baru saja terjadi pada Jonghyun.

Jonghyun melepas pelukannya dengan raut wajah malu, sedangkan Jiyoung langsung menghambur ke pelukan Jinki. Memang pelukan kakak sendiri rasanya lebih aman, tapi sayangnya Jiyoung belum tahu seberapa perasaan Jonghyun padanya.

“What happen Ji?”

“Someone send me a letter with blood, and threatened me

Jinki terkejut karena adiknya yang mendapat surat seperti itu. Ia hanya bisa terus menenangkan adiknya. Sungguh ia tidak mau sesuatu yang buruk terjadi pada keluarganya. Jinki tau bagaimana menakutkan mendapat surat itu. Ia pernah mendapatkannya dua kali sebelum ini.

TBC

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

9 thoughts on “PUZZLE – Part 5”

  1. Weew! Mkn rumit kisah.na !
    LanjuTkan ya auThor!

    Utk Admin! Thanks ud publish ff lg!
    Ma’apkan daku karna mingGu lalu jarang n0ngol!
    Lg uas alna.
    Jd mrasa sdkt brslh,plg g dgn tdk hdr na c0mMent saia oxYgen dsni jd brkurang!

  2. wah …. keren … ahahah coba kita ulang … “key” . “what?!” kiyoung dan kibum … ahahahha

    siwon bener … ahahah

    itu gx salah nulis surat pke darah ? darah apaan ? ayam ? ahaha…
    tega bgt sih … gx taut apa darahnya abis? siapa yang neror oppa ku ?! ayo klo berani lawan oppa ku … nanti akan ku bantu oppa tenang ajah … sebagai dongsaeng yg baik … aku akan membantu ….. lewat doa .. *pletak!! di jitak onew*
    #abaikan!!

    wah…. sekali lagi keren , gx sabar ngeliat lanjutannya ..

  3. wah… Seru nih. . .aku penasaran banget, lanjutin ya thor..*ngancem pake surat berdarah…
    XD…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s