Love Me – Part 11

Love Me

Author: Shayleeshr

Main Cast: Kim Kibum, Lee Jinki, imaginary character

Support Cast: Other SHINee members, imaginary character

Length : Sequel

Genre : Romance, Family, Friendship

Rating : General

CHAPTER ELEVEN

Nama saya Daniel. Saya perawat di Rumah Sakit Internasional Jakarta. Apa mbak Charin merupakan saudaranya Bapak Andrew Choi?”

“Iya! Saya anaknya! Ada apa ya? Ayah saya kenapa?” Aku panik. Jelas. Aku sering bersms dengan ayahku selama ini, dan kurasa ia baik-baik saja. Onew oppa melemparkan pandangan bingungnya kepadaku.

“Anu mbak. Ayah mbak dan Ibu kecelakaan. Saat ini ada di UGD, keadaannya cukup parah mbak.  Dari keterangan yang saya dapat, saudaranya Bapak Andrew ada di Korea, dan saya Cuma dapat nomor telepon mbak…”

Aku melepaskan genggaman telepon yang aku pegang. Onew oppa mengambil telepon genggamku dan berbicara dengan bahasa inggris dengan seseorang yang entah siapa aku lupa namanya.

Kenapa nasibku begitu buruk sekarang? Karma?

Sahabatku meninggalkanku. Minho oppa cedera karena adegannya di dream team, dan sekarang aku mendapat kabar kalau ayah dan ibuku kecelakaan di Indonesia. Tuhan, aku salah apa?

~*~

Leherku panas. Dahiku panas. Hidungku juga panas.

“Noona… Jebal… Bangun…”

Taemin?

“KEY HYUUUUNG! CHARIN NOONA BANGUN NIIH!” Taemin teriak sekencang yang ia bisa sepertinya untuk memanggil Key oppa.

“Tae..in” Aduh. Tenggorokanku kering.

“Charin? OMO! Charin! Minum ini.. Minum..” Key oppa datang dengan segelas air ditangannya. Ia menyuguhkannya padaku yang saat ini sedang berbaring di kasur kamarku. “Gwenchanayo?”

Aku mengangguk lemah. Tak lama aku melihat Onew oppa muncul di ambang pintu dengan Jonghyun oppa. Ia tersenyum tipis padaku. Saat itu juga aku teringat alasan mengapa aku bisa berada disini. Ayahku..

“Onew oppa.. Papa..” Mengingat ayahku, tangisku tak terbendung. Jelas. Kurasa semuanya sudah tahu tentang keadaan ayahku yang bahkan aku tidak tahu dengan jelas. Aku hanya tau ia kecelakaan, tapi keburu panic lalu pingsan untuk mengetahuinya lagi dengan lebih rinci.

Taemin mengelus bahuku dengan ragu. Kemudian Onew dan Jonghyun oppa mendekat kearahku. Onew oppa kemudian berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan tinggiku, ia menyelipkan telepon genggamku ke tanganku.

“Kabar terakhir yang aku ketahui. Ayahmu baru saja dipindahkan ke ruang rawat yang lebih intentsif. “ jelasnya. Aku malah semakin sedih. “Kurasa ayah dan ibu Minho sudah tahu. Kau mau..”

“Aku mau pulang oppa.” Potongku dengan suara yang sejelas yang aku bisa keluarkan.

“Pulang? Kemana?” tanya Key oppa sekarang.

Aku mengangguk. “Indonesia. Secepatnya.”

“Minho?” sambung Jonghyun oppa.

Aku menggeleng. Bukan berarti aku tidak peduli, aku yakin Minho oppa dapat mengerti posisiku dengan baik akan berbagai masalah ini. Mungkin ia tidak tahu masalahku dengan Hyosung tapi ia pasti mengerti mengapa aku meninggalkan dia. Lagipula aku juga yakin managemen dan para Shawol akan terus menjaga Minho oppa untukku.

~*~

Keesokan harinya, Appa dan Umma Choi menyuruhku untuk bertemu dengan mereka di rumah sakit pukul delapan pagi. Sebelum Taemin ke sekolah, ia menyempatkan diri untuk mengantarku sebentar.

Minho oppa sedang tertidur pulas dengan tayangan tv tentang olahraga yang tetap menyala di seberang kasurnya. Kakinya masih dibebat oleh gips. Ayah dan Ibunya duduk di sofa yang telah disediakan.

“Sebelum ia tertidur tadi, ia terus menanyakan kapan kau akan datang kesini” ujar Umma memecah keheningan. Aku hanya tersenyum. Minho terlihat lebih tenang dari kemarin-kemarin. Kakinya yang sakit membuat wajahnya lebih pucat.

“Kau tidak mau berbicara dengannya dulu?” tanya Appa.

Aku menggeleng. “Kurasa ia bisa mengerti”

“Charin-ah..” Umma berdiri dari tempatnya duduk dan menghampiriku, “Kau akan kembali kan?”

Aku tertawa kecil, “Tentu Umma, aku tidak akan meninggalkan kalian disini. Lagipula kan aku masih kuliah disini. Setelah papa membaik, aku pasti akan kembali” jawabku.

Aku melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tanganku. Sekarang sudah setengah delapan malam. Sementara jadwal penerbanganku pukul sepuluh malam. “Sebaiknya aku pergi sekarang Umma”

“Sekarang? Bukankah tidak terlalu cepat?” tanya Appa lagi.

“Anio. Incheon kan cukup jauh, Appa” jawabku.

“Ara. Kalau gitu kami antar kamu kebawah”

Mereka bedua tersenyum kemudian Appa membantuku membawa tas yang memang telah kubawa dari dorm Shinee. Sementara itu aku terus memandangi Minho, dan berbisik kecil ditelinganya. “Get well soon Choi Minho. I have to go, take care.”

“Kkajja”

Aku menyusul Appa dan Umma yang beridiri diambang pintu kamar rumah sakit.

“Charin-ah!” Aku menoleh. Minho oppa memanggil namaku dari tempatnya.

“Sebaiknya kamu menghampirinya dulu” bisik Umma ditelingaku.

Aku berjalan berbalik mendekati Minho oppa. “Annyeong”

Ia menggeleng. Aku tidak mengerti. “Will you promise me something?”

“Apa?”

“Just promise me you will be back”

“I’ll be back, Choi Minho”

~*~

~*~

Perjalanan selama sepuluh jam Seoul-Jakarta membuatku sedikit jet lag. Namun kali ini aku harus segera pergi ke rumah sakit dimana papa berada di daerah Senayan, yang dimana cukup jauh dari cengkareng.

Aku hanya bisa berharap agar papa berada dalam kondisi yang cukup stabil. Sudah cukup aku kehilangan ibuku dan aku tidak mau lagi kehilangan papa. Tidak banyak orang yang tahu seperti apa aku sebenarnya. Seseorang yang memberikan senyum palsu untuk menutupi sakit hatinya. Aku seperti itu. Aku tidak mau orang berteman denganku hanya karena belas kasihan. Tidak.

Befikir tentang itu, aku jadi terningat akan masa kecilku yang mungkin tidak diketahui oleh banyak orang, tidak terkecuali Minho oppa. Ibuku sakit-sakitan dari aku kecil. Walaupun begitu, ia tidak pernah lengah untuk menjagaku. Masih mengantarku kesekolah, membuatkan bekal untukku, lalu menjemputku sepulang sekolah lagi. Sampai suatu saat, ia sangat lelah, dan kondisi tubuhnya sedang tidak baik, lalu penyakitnya kambuh kembali. Dokter bilang, penyakit ibuku langka. Sehingga cukup sulit bagi dokter untuk menyembuhkan ibuku, dan akhirnya ibuku meninggalkanku saat aku berumur sepuluh tahun.

Tahun – tahun berikutnya aku lalui dengan keadaan yang sangat berbeda. Papa sering pulang lebih larut dari biasanya, terkadang ia pulang dengan seorang atau dua orang wanita bersamanya. Saat itu aku masih terlalu kecil untuk berfikir bahwa wanita-wanita itu adalah wanita panggilan. Sampai papa menitipkanku pada nenek dari pihak ibu yang tinggal di kota Bandung.

Pada umur lima belas tahun, aku kembali ke Jakarta setelah lulus SMP. Papa tampaknya menjadi jauh lebih baik. Ia meminta maaf padaku karena kelakuannya dulu. Entah mengapa aku masih kurang bisa untuk memaafkannya. Ia telah menelantarkan aku. Tapi ia tetap menjagaku sampai aku lulus SMA, kemudian setelah mendapat persetujuan dari nenekku ia memintaku untuk kuliah di Korea, dan tinggal di tempat adiknya yang sangat jarang aku temui. Saat itu aku masih tetap kesal padanya, tapi sekarang.. entahlah.. hanya dia yang aku punya.

“Sudah sampai mbak” ujar supir taksi itu mengagetkanku.

Aku turun dari taksi setelah membayar. Barang-barangku yang lain telah dikirim kerumah melalui paket kilat jadi aku bisa langsung ke rumah sakit. Dengan segera aku mencari-cari dimana ruangan tempat papa dirawat berada.

Setelah bertanya pada perawat yang ada di tempat administrasi, aku tahu dimana letak ruangan papa. ICCU. Bukan ruangan yang cukup bagus. Maksudku, ICCU. Pasti keadaannya cukup parah. Oh Tuhan…

Saat aku berjalan mendekat kearah ruangan papa, seseorang menahanku.

“Mbak, tolong jangan dekat-dekat. Pasien sedang dalam keadaan darurat” ujarn perawat yang menahanku.

“Darurat gimana, sus?”

“Pasien sedang kekurangan darah. Darah dari luka di kepalanya tidak mau berhenti mbak. Kita kebetulan juga kekurangan pasokan darah yang cocok untuk pasien ini” ujarnya lagi.

Kekurangan darah? “Sus, saya anaknya! Ambil darah saya aja!” pekikku panik.

Perawat itu mengamatiku sebentar, kemudian mengangguk. Ia memanggil salah seorang dokter yang menjaga papa di dalam ruangan itu, dan memintaku mengikutinya untuk mengambil sampel darah.

Aku masuk sebuah ruangan yang rupanya ruangan pengambilan darah. Well, dari dulu aku tidak pernah suka bau darah. Baunya seperti besi tua. Jadi aku cukup mual masuk kedaerah ini. Tapi aku akan tetap melakukannya demi papa.

“Mbak, maaf. Mbak gapunya hemophilia kan?” Tanya mas-mas yang akan mengambil darahku.

Aku menggeleng. Ia sedang menensi tekanan darahku.

“Mbak golongan darahnya apa?” tanyanya lagi.

“Hmmm O” jawabku.

“Oh. Bapaknya mbak AB ya? Bisa sih mbak. O kan bisa donor darah kemana-mana.”

Aku hanya tersenyum simpul. Ia kemudian mengoleskan alcohol ke lipatan siku tangan sebelah kiriku dan mengambil darahku sebanyak dua buah tabung kecil.

“Udah pasti cocok kan mas?”

Ia menggeleng, “Yaiyalah mbak kan anaknya. Kalau sedarah pasti cocok mbak” jawabnya.

Aku mengangguk. Syukurlah.

“Mbak mohon tunggu diluar sebentar. Sementara saya periksa hasil darahnya, yang lain pasti melakukan yang terbaik buat bapaknya mbak” ujarnya menenangkan.

Aku berterimakasih kepadanya sebelum aku pergi keluar tunggu. Rasanya aku tidak tahan untuk menangis. Tapi aku tidak enak untuk menangis disini. Menangis sendirian. Aku harap ada Onew oppa disini yang bisa menenangkanku, atau Jonghyun oppa yang mendukungku dalam diam, atau Key oppa yang akan memarahiku saat aku menangis, atau Taemin yang dapat membuatku tertawa dalam tangis, atau…. Minho oppa.. yang akan ikut menangis saat aku juga menangis. Aku kangen mereka.

“Neon cham areumdawosseo

useul ttaemyeon nuni busyeosseo

Hwanhan geu misoe nan eonjena, neogseul irko maratji

Oh miss you baby neomunado nan niga bogosipeo” lirihku menyanyikan lirik lagu Only You-nya 2pm bagian Nichkhun. Ah~ Hidupku dulu sangat indah…

“Permisi. Mbak Charin ya? Hasil tes darahnya sudah keluar mbak” ujar salah seorang suster dengan pakaian yang sangat tertutup memanggil namaku dari koridor.

Aku mengikutinya masuk keruangan sebelah dimana papa berada sekarang. Disana ada dua orang dokter yang rupaya menangani papa. Aku tidak bisa melihat raut wajah keduanya karena mereka menggunakan masker dan tutup kepala.

Salah seorang dari mereka melepas masker dan tutup kepalanya. “Maaf mbak Charin ya? Saya Dokter Sudiro. Silahkan duduk dulu” ujarnya. Seorang lain lagi menyerahkan berkas lalu keluar dari ruangan itu, meninggalkanku berdua dengan Dokter Sudiro.

“Gimana Dok?” tanyaku.

Ia tersenyum simpul. Mengenakan kacamatanya lalu membaca perlahan berkas yang ada ditangannya yang kufikir adalah hasil tes darahku barusan. “Hmm. Mbak ini anaknya bapak Andrew?”

Aku mengangguk, “Saya anak satu-satunya”

“Dulu.. Ibunya mbak, pernah menikah sebelum dengan Pak Andrew?” tanyanya lagi.

Aku menggeleng, “Setahu saya tidak pernah dok. Memangnya apa urusan Ibu saya sama tes darah ini dok?”

Dokter Sudiro meletakkan kaca matanya kembali keatas meja kerjanya. “Maaf mbak. Menurut hasil tes kami darah mbak tidak cocok dengan darah bapak Andrew.”

…..

Tidak cocok dengan darah bapak Andrew?

“Maksud dokter?”

“Maksud saya, bisa jadi, Mbak ini.. maaf, bukan anak dari Bapak Andrew”

TBC

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

30 thoughts on “Love Me – Part 11”

  1. ya allah masalah apa lg ?
    kasian charin ..
    bkan anak papany ?
    truz anak sapa ?
    apa minho anakny papa charin ? *ngayaaall ..
    hehe ..

  2. uwaaa yg part 11 sdh publish.cpt yaa…
    penasarann..lanjutt
    pas baca kata’ i’ll be back,aku ngebayangin jempol junsu diangkat ke atas.hehehe

  3. ceritanya seru…!!!
    (padahal baru mbaca part ini doang, udah 11 ya? wah…ketinggalan jauh ni…)
    btw, ada yg agak janggal ni…
    bukannya charin harusnya udah ngeh dia bukan anak kandung ayahnya pas mas-mas itu bilang
    “Oh. Bapaknya mbak AB ya? Bisa sih mbak. O kan bisa donor darah kemana-mana.”
    ga mungkin ayahnya AB anaknya bisa O, sekalipun ibunya O, tetep ga mungkin.
    ingetkan pelajaran biologi? hehehe…maaf ya. berasa janggal aja. maaf sekali lagi *bow bow bow

    1. iyaa maka itu, sebenernya charin masih bisa donor darahnya kan, tapi dia gak ngeh. aku emang sengaja bilang gitu biar dia shock, ceritanya dia gatau darah bapaknya ab gitu ;D. makasih yaa 😀 maaf kalau ngebingungin vv

  4. Hmm,, konfliknya tambah lagi nih,,,
    Next partnya jangan lama-lama yya,,, ntar keburu lupa critanya,,,
    Trus romance agak dibanyakain donk,, soalnya udah dua part ini romancenya gak terlalu kerasa,,,
    Soalnya aku penasaran Charin akhirnya sama siapa???
    Hehhe,,, sory ya banyak complain,,, 😀

  5. kasian bukan bapaknya … terus charin anak siapa ?
    *charin: bapak gwe yg mana nih ?
    *me : gx tau nyari ajh sendiri …

    seneng deh … di ff ini ad indonesia nya .. heheheh ehkk… shinee nya nyusul dong !!
    lanjut….

  6. maaf aku commentnya langsung part 11 .
    Wah ?? Kasian charinnya udah ditinggal sahabatnya,terus minho kecelakaan sama papanya kecelakaan .
    Ffnya daebak 😀
    ditunggu lanjutannya

  7. Ini ff yang mana ya
    Dari judulnya si familiar
    Tapi lupa
    Maafkan aku author
    Aku reader yang lalai *pengakuan
    Baca lagi deh dari awal
    Fighting!!
    Tapi sejujurnya walaupun lupa
    Part ini sedih deh, masa bukan anaknya
    Kan kasian charinn

  8. @all maaf yaaa aku gak bisa komenin satu2, yang pasti aku ngehargain banget komen kalian semua aku baca satu2 kook 😀 untuk next partnya mungkin agak lama *bow* mianhae, soalnya emang aku lg tryout terus. udah kls 9 ditambah lg buat persiapan buku tahunan segala macem krn aku ikutan jd panitianyaa. aku hargain banget semangat admin semuanya. maaf kalau belum bisa memuaskan readers. tp yang pasti ff ini ga akan berenti ditengah jalan kok, aku usahain lanjut sebisa mungkin. sekali lagi makasih banyaaaaak 😀

  9. mianhe bru bca ff eonni author…..bgus sich critany,,tpi knpa?? knapa key oppa cm dpet bgian sdkit??kan key yg jdi pmeran utmany?? huffttt
    jgan ampe charin sm minho ya??abies bca part yg nie q lngsung kpkiran…jgn” minho jdi jatuh cnta ya sm charin kalo tau charin bkan spupuny??
    charin hrus sm key oppa….mianhe eonni author,,qiqiqiqiqi

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s