THE GUITARIST – Part 2

THE GUITARIST

Author             :  Dubudays aka Kan Ahra and Nikitaemin aka Shin Minki

Main cast        :  Lee Jinki, Cho Hyunsa (original character)

Other cast       : Cho Jiman (ayah Hyunsa), Sungha Jung (Korean fingerstyle guitarist)

Genre              : romance (??), life, family

Rate                 : PG-13

Type                : Chaptered (2/5)

Note                : kami banyak menyebutkan Sungha Jung di fanfict ini. Itu semua asli kecuali Jinkinya. Jelas dia tidak ada hubungan apapun dalam kehidupan nyata.

Satu lagi, maaf banget buat yang baca ff ini via handphone karena kami cukup banyak memasukkan link youtube disini. Mohon maaaf dan happy reading ❤

Disclaimer : this fanfiction BELONGS to  KAN AHRA and SHIN MINKI, EXCEPT LEE JINKI, HE’S BELONGS TO GOD O:)

Lee Jinki’s POV

Kenapa aku merasa kenal dengan wanita yang hendak mengambil gitar ini, ya? Apa mungkin dia teman sekolahku dulu? Hm, sudahlah, mungkin hanya kebetulan.

Astaga, harusnya aku menelpon Cho Sonsaengnim, kan? Bagaimana kalau Cho Sonsaengnim marah? Bisa mati aku!

“halo Cho Sonsaengnim, ini Lee Jinki,” Sapaku segera saat telepon diangkat oleh sonsaengnim.

“oi, Jinki-ya. Apa kau sudah sampai di Jakarta?”

“sudah, sonsaengnim. Maaf saya lupa menelpon. Saya keasyikan di toko musik.”

“oh, sudah sampai toko musik rupanya kau. Hahahah. Oh iya, maaf Jinki-ya, saya tidak bisa jemput kamu. Jadi Hyunsa yang akan jemput kamu.”

“oh begitu. Bisa minta nomer handphone nya, sonsaengnim? Biar saya saja yang hubungi.”

“oke. Nanti saya sms kan. Sekali lagi maaf, ya Jinki. Saya tidak bisa jemput kamu.”

“tidak apa-apa, sonsaengnim. Justru harusnya saya yang minta maaf. merepotkan.”

“nggak. Ya, sudah, cepat telpon Hyunsa, ya. Annyeong.”

Piip.

Tak lama kemudian masuklah sms dari Cho Sonsaengnim. Ah, ini dia nomernya. baru saja aku mau menekan tombol call, tiba-tiba masuklah panggilan dari Hyunsa. Wah, ternyata dia sudah punya nomerku-.-

“Halo?” jawabku segera. Hyunsa pasti marah, nih.

“halo. Jinki-ssi, ini saya, Cho Hyunsa. Maaf saya terlambat menelpon anda. Apa anda sudah sampai di Jakarta?” suaranya terdengar panik

sudah. Saya sekarang sedang di café sebelah toko musik MG. Posisi geografinya ada di Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan. Bisa jemput saya di sini? Maaf merepotkan.”

“kwenchanayo, Jinki-ssi, kebetulan sekali saya juga ada di MG Pondok Indah. Tepatnya anda ada di mana? Biar saya hampiri anda.”

“di sebelah toko musik tadi ada café, nah, saya ada di situ. Saya tunggu anda, Hyunsa-ssi.”

Tak lama kemudian, Hyunsa menelponku lagi. “Jinki-ssi, anda duduk di mana? Saya sudah sampai di café nya.”

“saya di sini, Hyunsa-ssi.” Kulambaikan tanganku padanya. Entah mengapa aku yakin sekali itu Hyunsa.

Semakin lama Hyunsa semakin dekat. Loh loh loh, dia bukannya wanita yang berebut gitar denganku tadi?

“Jinki-ssi, apa benar anda duduk di meja nomer 10?”

“ah.. ne. Apa benar anda memakai kemeja biru, jeans broken white, sneakers baby blue, dan rambut di gerai?”

“n.. ne.”

Piip. Sambungan diputus oleh Hyunsa.

“neo…?” Hyunsa menunjukku. Lalu pandangannya beralih pada gitar yang baru saja kubeli sekaligus menjadi mantan calon gitarnya Hyunsa.

“Hyunsa-ssi?” aku ikut menunjuknya. Kenapa atmosfernya jadi tidak enak seperti ini?

“a.. annyeong Jinki-ssi. Saya.. saya Cho Hyunsa. Apa urusan anda sudah selesai? Kalau sudah, ayo kita pulang. Appa sudah menunggu.”

“ah, ne. urusan saya sudah selesai. Mari.” Hyunsa membalikkan badannya dan berjalan duluan. Kuambil koper dan kedua gitarku. Sebenarnya dari Seoul aku sudah membawa gitar. Tapi, tiba-tiba aku ingin membelinya lagi di Jakarta. Aneh memang. Kuikuti Hyunsa menuju mobilnya.

********

Author’s POV

“eu.. Hyunsa-ssi. Mianhae.” Jinki membuka percakapan di dalam mobil. Keadaan jalan sedang macet, jadi Jinki sedikit merasa nyaman mengajak Hyunsa berbicara tanpa mengganggu konsentrasinya.

“kenapa minta maaf Jinki-ssi?” Hyunsa menatap Jinki.

“maaf saya merebut gitar yang mau anda beli.”

“hahaha, kwenchanayo. Lagi pula, gitar itu untuk right handed. Saya ini left handed (kidal). Saya tidak memperhatikannya tadi. Saya cuma suka modelnya.”

“oh, begitu. Maaf telah menyinggung masalah kidal. Tapi saya pikir anda right handed. Dulu waktu umur saya 12 tahun, saya ingat sekali kelas musik saya pernah digabung dengan kelas anda. Waktu itu anda bermain gitar di depan kelas dan anda menggunakan gitar untuk right handed. Jadi saya pikir anda right handed.”

“sebenarnya, saya bisa menggunakan kedua tangan saya, yang kiri maupun kanan. Tapi tangan kiri saya lebih dominan. Jadi dari pada saya tersiksa karena sulit bermain gitar dengan tangan kanan, lebih baik saya pakai gitar untuk left handed saja.”

“oh iya, bolehkah saya berbicara dengan anda dengan bahasa informal? Juga memanggil anda tanpa embel-embel ssi? Setahu saya kita ini seumuran. Tapi kalau keberatan, saya bisa terima, kok.” Lanjut Hyunsa setelah beberapa saat pembicaraan terhenti.

“tentu saja boleh, Hyunsa-ya? Apa itu lebih baik?”

“Ya. aku lebih suka seperti itu. Tanpa –ya juga lebih baik, Jinki.”

“baiklah. Maaf membuatmu tidak nyaman berbicara denganku.”

“haha, kenapa, sih harus selalu minta maaf? Santai aja. Ah, sudah sampai. Ayo turun.”  Hyunsa turun dari mobil dan mendekati pintu bagasi. “biar kubantu membawa gitarmu.”

“gomawoyo, Hyunsa.” Hyunsa segera mengambil salah satu gitar Jinki dan berjalan mendahuluinya.

“Appa, Hyunsa pulaaang!” teriaknya diambang pintu. Appa nya segera menyambut kedatangan putri dan tamu istimewanya.

“haaaaiii, ayo ayo masuk! Jinki, ayo masuk! Aah, lama sekali aku tidak melihatmu. Sekarang makin tampan, ya.”

“haha, sonsaengnim jangan begitu. Saya malu.” Jinki segera masuk ke rumah.

“Hyunsa, kasih tau kamarnya Jinki, ya. Kasian, dia pasti capek. Gih.”

“Ne, appa. Ayo, Jinki. Kutunjukkan kamarmu biar bisa istirahat.” Hyunsa kembali membawa salah satu gitar Jinki dan menaiki tangga.

“nah, disini kamarmu. Kalau ada apa-apa, kau bisa panggil aku. Kamarku letaknya persis disamping kamarmu. Kalau malas keluar kamar, kau juga bisa sedikit teriak dari kamarmu. Aku pasti dengar, kok.”

“istirahat yang cukup, ya. Sepertinya latihan kita dimulai besok. “ lanjut Hyunsa.

“ne. gomawo, Hyunsa.” Jinki melemparkan senyumannya pada Hyunsa lalu menutup pintu kamarnya.

********

Cho Hyunsa’s POV

AAAAAAAAAAAAAAAAA!!

omo omo omo, kenapa aku jadi sesak napas begini? Kenapa denganku? Mengapa hanya dengan tatapan matanya yang lembut dan hanya karena senyumannya yang membuat matanya tinggal segaris membuat dadaku seakan mau meledak?

Ya Tuhan, apa yang terjadi padaku??

********

Malam hari..

“Hyunsa.” terdengar suara Jinki dari kamar sebelah.

“ne?” jawabku.

“apa kau sudah tidur?”

“belum. Aku sedang membaca novel. Waeyo?”

“kalau tidak mengganggu, bisa temani aku jalan-jalan sebentar? Aku tidak bisa tidur. Homesick.”

“haha. Okee, sebentar, ya aku ganti baju dulu. Kalau kau sudah siap, tunggu saja di lantai bawah. Nanti aku menyusul.”

“ne. gomawo, Hyunsa.”

“okee.”

Segera kuganti bajuku dan mengambil gitarku. Kenapa ambil gitar? Entahlah, mungkin aku bisa menghibur Jinki yang sedang homesick dengan gitarku. Hehe. Oh, astaga! Saat kubuka pintu kamarku, kulihat Jinki menunggu di depan kamarku dengan membawa gitarnya juga. Kenapa kebetulan sekali?

“oh, astaga! Kau mengagetkanku, Jinki,” Seruku.

“maaf maaf. Ya ampun, kenapa bisa kebetulan sekali kita sama-sama membawa gitar? Haha.”

“mollayo. Tapi kupikir aku bisa menghiburmu dengan gitar ini. Kajja.” Tanpa sadar kutarik tangannya yang bebas pelan. Oh my god, pasti otak dan syarafku sudah tidak bekerja secara selaras. Kurasa Jinki juga sedikit kaget. Masa bodolah.

“Jinki, kau mau ke tempat seperti apa? Café? Mall? Atau danau mungkin?” tanyaku setelah diluar rumah.

“Danau kedengarannya menarik.” Dia menatapku dan memberikan senyuman tanpa matanya lagi. Please, don’t kill me with your smile, Jinki – –

“Oke. Kebetulan, dekat sini ada danau. Bagaimana dengan berjalan kaki? Letaknya tidak terlalu jauh, kok. Tapi kalau kau tidak mau, kita bisa naik sepeda.”

“Jalan kaki saja, Hyunsa. sepertinya aku sangat merepotkanmu, ya?”

“tidak. Justru aku senang bisa menemanimu. Kajja!” kutarik lagi tangannya. Hyunsa memang sudah gila. Horee.

“Hyunsa, bagaimana kegiatan musikmu sekarang? Aku pernah beli cd musik seorang penyanyi ballad Korea. Shin Minki namanya. Saat aku melihat nama komposernya, namanya di dominasi oleh Cho Hyunsa. apa itu kamu?.” Suara Jinki memecah keheningan.

“Shin Minki? Ahh, iya! Aku pernah bekerja sama dengan Minki onnie. Aku senang sekali bekerja sama dengannya. Suara Minki onnie sangat bagus, dan dia juga sangat professional, jadi aku dengan mudah bisa menyesuaikan musik yang cocok dengannya,” jawabku sambil membetulkan letak jepit rambutku.

“Jinki, jangan samakan aku denganmu, ya. Aku mungkin hanya tenar di dalam studio. Tidak sepertimu yang terkenal di Youtube. Bisa di akses orang seluruh dunia. Apalagi partnermu si Jung Sungha itu. pasti enak sekali.” Lanjutku.

“Ya, sangat menyenangkan bisa berduet dengan bocah ajaib itu. dia benar-benar hebat! Kurasa aku tidak ada apa-apanya dibandingkan dia. Kau juga hebat, Hyunsa. karya-karyamu sangat bagus. Aku sangat menikmati musik-musik yang kamu buat. Selain Shin Minki, kau juga bekerja sama dengan boyband SHINee untuk album kedua mereka, kan? Aku sangat menikmati lagu-lagu mereka. Apalagi yang judulnya Obsession dan Your name. ”

“kalau lagu itu, sih, aku hanya membantu sedikit. Sisanya Onew dan Jonghyun yang mengcompose. Sudaah, jangan bahas aku terus. Aku malu. Sekarang aku mau lihat kamu bermain. Ayo duduk disitu!” aku dan Jinki sudah sampai di danau yang kumaksud. Kutunjuk bangku yang berada dibawah sebuah pohon yang cukup besar. Pemandangannya pas sekali mengahadap danau. Sangat menenangkan.

“aku mau main yang beat-up. Beat it cover by Sungha Jung and Lee Jinki. Pernah lihat dan dengar?” Jinki menatapku dan mulai memainkan gitarnya. Kepala dan kakinya mengikuti ketukan lagu. Tampangnya serius sekali. Kereeeen~

Setelah beberapa saat Jinki bermain, kuambil gitarku dan mengikuti permainannya. Entah mengapa tiba-tiba aku merasa bahagia bisa bermain bersama Jinki. Senyum di bibirku seolah tak pudar. Kutatap Jinki yang juga menatapku sambil masih tersenyum. Dia juga membalas senyumanku. Ahh, aku merasa melayang sekarang.

“waah, neomu charanda! Ayo main lagi dari awal.” Jinki berhenti bermain dan memperpendek jarak duduknya jadi semakin dekat denganku. Mungkin karena susah untuk duduk dekat denganku karena aku memakai gitar untuk left handed maka dia merubah posisi duduknya jadi persis di depanku.

“andwae. Permainanku jelek,” Tolakku halus. Aku maluuu. Permainannya Jinki sangat sangat sangat bagus! Persis seperti permainan appa dulu.

“kalau begitu bagaimana dengan lagu kesukaanmu? Ayolaah.”

Aku tersenyum padanya dan mulai memainkan gitarku,

“Sunday morning rain is falling
Steal some covers share some skin
Clouds are shrouding us in moments unforgettable
You twist to fit the mold that I am in”

Jinki sedikit terkejut mendengar suaraku. Sebegitu jelekkah suaraku? ;___; biarlah, ini lagu kesukaanku, lanjutkan saja, Hyunsa.

But things just get so crazy living life gets hard to do
And I would gladly hit the road get up and go if I knew
That someday it would bring me back to you
That someday it would bring me back to you”

Jinki mengikutiku bernyanyi dan bermain gitar. Omo, suaranya…. Bagus sekaliiii! Kenapa dia begitu sempurna?

“That may be all I need
In darkness she is all I see
Come and rest your bones with me
Driving slow on sunday morning
And I never want to leave”

“Jinki, suaramu indah sekali. Aku iri padamu. Karir cemerlang, bakat yang banyak. Aku iri.”

“aniyeyo. Kau lebih bagus daripada aku, Hyunsa. Jinjjayo! Suaramu sangat bagus, seperti ibumu. Permainan fingerstyle mu bagus sekali, Hyunsa. aku terkadang masih kurang fokus kalau bermain fingerstyle sambil bernyanyi. Soalnya, dengan fingerstyle, sama saja gitar kita yang menyanyi kan?”

“Iya. Kau benar. Makasih, ya muji suara aku seperti suara mama. Jinki, bagaimana kalau satu lagu lagi? Boleh, ya?”

“okee. Kau mau lagu apa?”

“aku pernah lihat sekali kau bermain Falling slowly bersama Sungha. Ayo mainkan denganku.”

“ne.” Jinki dan aku mulai memainkan lagu. Ahh, aku baru pertama kali merasakan bahagia bisa bermain gitar seperti ini. Ingin sekali aku terus-terusan tersenyum seperti ini. Apa Jinki merasakan hal yang sama?

********

Satu setengah jam kemudian kami kembali pulang ke rumah. Jinki juga sudah terlihat mengantuk. Begitu sampai rumah dia langsung masuk ke kamarnya tanpa melihatku lagi. ;___;

“Hyunsa.” tiba-tiba Jinki memanggil dari kamarnya. Segera kudekatkan kepalaku ke tembok supaya bisa jelas mendengar suara lembutnya.

“kenapa? Masih belum bisa tidur?”

“Ani. Aku sudah mengantuk sekali. Terima kasih, ya sudah mengajakku jalan-jalan hari ini.”

“sama-sama, Jinki. Annyeongi jumuseyo. Semoga mimpimu indah.”

“Annyeongi jumuseyo, Hyunsa. Mimpi indah juga.”

Haaah, Ya Tuhan, kenapa sekarang yang ada di kepalaku cuma Jinki, Jinki, dan Jinki? Bahkan memikirkannya saja membuat jantungku berdebar-debar tidak karuan. Beberapa kali kucoba memejamkan mataku, tetapi tetap saja aku tidak bisa terlelap. Haaa, ottokke? Ini semua gara-gara pesona Jinki ~_~

Iseng saja kupanggil Jinki. Siapa tahu belum tidur. “Jinki, apa kau sudah tidur?”

“hm? Hampir. Kenapa?”

“sepertinya giliran aku yang tidak bisa tidur. Aku masih memikirkan sesuatu.”

“hm?”

“Aku takut sekali setiap membayangkan showcase bulan Februari nanti. Kau pastinya sudah sering tampil di panggung besar, bagaimana caranya supaya tidak gugup?”

“…..”

“Jinki?”

“…..” kini aku bisa mendengar suara dengkuran halusnya. Ngeh, dia sudah tidur rupanya. Pantas saja pertanyaanku tidak dijawab.

Kucoba memejamkan mataku lagi. Semoga dengan iringan dengkuran halus Jinki aku bisa tertidur. Semoga.

To Be Continued.

Credit song      : – Cover by Sungha Jung, Beat it (Michael Jackson) http://www.youtube.com/watch?v=vsTOz_iEfI4

–  Sunday Morning acoustic ver. (Maroon 5) http://www.youtube.com/watch?v=d_v67LUZxp0

– Cover by Sungha Jung, Falling Slowly (Glen Hansard and Marketa Irglova)

http://www.youtube.com/watch?v=jXl4C76_1nA

Makasih semua yang udah mau baca ff ini. Terlebih lagi yang berkenan meninggalkan komentarnya. Doakan kami bisa bikin lebih baik lagi untuk next part. Hwaiting!

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

55 thoughts on “THE GUITARIST – Part 2”

  1. huwaaaa ceritanya menarik nih! Seru bgt. Gaya penceritaannya juga bikin enak dibaca

    aaaah itu jinkinya bener2 bikin melting laaaaah! Paling seneng emg kalo liat cowo suara bagus plus maen gitar.

    Ayo lanjut thor! Ga sabar sama lanjutannya.

    1. terima kasiiiih 😀 waa ngefly(?) nih haha /plak
      haha iyaa melting banget. pas nulisnya aja aku nyengir-nyengir kuda(?) sendiri
      tungguin ya lanjutannyaa 🙂 Insya Allah gak lama lama hehe

  2. kyaaaaaaaa………
    >o<
    Kereeeeeen bener thoorr….
    Tapi kependekan,,,,,,
    Ya, sungha…!!!!
    Siapa ajj yg liat senyum jinki pasti melted…
    Trmasuk aQ….
    Apalagi sambil dengrin suara.a…
    Bisa melayang deh….
    😛
    *dijitak key*
    makiiin seru thooorrr…
    Lanjuut…

    1. waa aduuh maaf ya kalo part ini kependekan, jeongmal mianhaee. aku biasanya bikin emg segini hehe ._.
      hoo, ati ati loh nanti gak bisa balik kalo ketinggian melayangnya *apasiiiih-..-*
      terima kasiiih 🙂 tungguin ya part 3 nyaa hehe 🙂

  3. huweeee…. makin seru aja ceritanya…. bahasanya juga bagusss….

    suer deh, jinki emang bikin melting!!
    apalagi kalau udah denger suaranya,,,, *pingsan*
    wkwkkwkwkwkwk…
    ditunggu part selanjutnya!!

  4. omo…. Jinki..
    melted abis deh pokoknya….

    makin daebak aja ni lanjutannya….
    part 3nya jangan lama-lama ya, authorrrr…

    oh ya kenalin aku bintang 17y.o..

    salam kenal ya..

    1. terima kasiih onnii 🙂 🙂 tungguin ya lanjutannya

      iyaa, kenalin jugaa, aku dayu 15yo author satunya lagi namanya Nikita 15yo juga 🙂

  5. bagusss….
    makin seru….
    bikin penasarannnn…..
    keren jalan ceritanya….

    hanya satu komenku…
    kurang panjang… hehehehe
    *plakkk*

    part selanjutnya jangan lama-lama ya..

    1. huee maaaaaf banget kl ini bener bener kependekan .___. soalnya aku juga biasanya bikin segini hehe
      iyaa terima kasih yaa, dan tungguin part 3 nyaa 🙂

    1. waha terima kasiih 🙂
      aku juga mauuu :*
      wuiiih Sungha Jung EMANG DAEBAK! Dewa benerr asliii (y)
      iyap! 🙂 dan tungguin juga yaa hehe

  6. waw publish ^▽^ gomawo admin dan semuanya yg udh nungguin+baca part ini hihi
    balesin satu satu yaaa. oh iya, aku sekalian ngewakilin Shin Minki ya komennya, dia kayaknya lagi gak bisa ol hehe._.

  7. Anyeong reader semua
    Gomawoyo udah mau baca dan comment
    Maaf kalo part 2nya kependekan
    Dan makasih banyak buat masukannya
    Sekali lagi
    Gomawoo 😀

  8. Anyeong semua
    Gomawoyo udah mau baca dan comment
    Maaf kalo part 2nya kependekan
    Dan makasih banyak buat masukannya
    Maaf baru comment soalnya lagi ga bisa buka internet
    Sekali lagi
    Gomawo semuaanya 😀

  9. Berhubung aku baca komen aaaahhh
    AAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHH SUNDAY MORNING !!! AAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHH MAROON 5 !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHH MATI SAYA MATIIIIIII!!!!!!!!!!!!!!
    ONEW AAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!
    *fainted*
    Tuhan kuuuuuuuuuuu gak tahu kenapa yaaa baca FF ini aku tuh ngebayangin terus si akang Onew nyanyiin Falling Slowly buat aku WAKAKAKAKKAKAKA jir parah melted amat nih aye! Pake bawa-bawa lagu Maroon. Request dong request!!! Maroon 5 yang This Love (Author: Lo kata gue radio =.=!) akakakaka
    Mantap dah ini author nyeeeeee~
    Dengkuran halus Jinki….. AKAKAKAKKAKAKAKAK ngakak parah ngebayanginnya. Gak tahu deh kenapa. Mungkin karena… saya gila? Hahahahhaha~
    Bodo amat dah yang penting komen aye rame. Iya kagak thor? Hahahhaa

    1. WAAAAA KAK LANAAAAAAA *ikut ngeheboh*
      haha iya, aku lagi dengerin sunday morning, jadi masukin aja dahh haha
      wuakakakkakaka, jadi ikutan ngebayangin nih kak, Jinki mendengkur *grrroook grrrrook* buahahhahhaha *ketawa gjg*
      makasih ya kak lana, udh baca ff kitaa ^▽^ seneng deh di komen ruame begini hehe
      tapi jadi gak enak nih, kak lana komen panjang aku jawabnya pendek sekaleeh .__. hehe jadi maluu

  10. Cieeeeee niki sama dayu akhirnya di publish juga kekekekeke ttp aja gue baca ulang ttp sweet. Ayo day sampe end nya jangan lama2 di publissssh;p

  11. bayangin onew maen gitar depan kamu dengan suaranya yaaaaang…….
    omooooo… melting beraaaaaaaat!!!!!!
    aku suka bangeeet Maroon 5!!
    coba nothing lasts forever aja yaa??
    tapi gak cocok juga lagunya sih?
    *ngelantur*

    iiiihhh ceritanya makin oke aja 🙂
    goodjob thor!

    1. Makasih udah baca dan comment
      Jangankan dibayangin nulis ffnya aja melting hihihi
      Kalo maroon5 yang 1000% suka itu author 1 kalo aku suka sedikit *curcol
      Gamsahamina udah suka ffnya 😀

  12. ceritanya keren kk.

    sebenernya aku gangerti maksud fingerstyle dkk itu kaya gimana-__-
    tapi liat pemeran utamanya Onew, yaudah.. dibawa enak ajaa.^^

  13. @hyora: hai hyora :), coba deh, udh liat video-video sungha jung yg kita kasih link nya disini belom? Kl udh, permainan fingerstyle itu ya seperti permainannya Sungha Jung. Jadi, fingerstyle itu kita main gitar, tapi bunyi bass, melodi, dll kita mainin juga sendiri. Jadi kedengerannya ada lebih dr 1 gitar yg main padahal cuma 1. Hm bingung ya? Haha, aku juga bingung jelasinnya._. Ya gitu deh pokoknya

  14. ya mapun gak bisa ngebayangin dengkuran halusnya jinki bisa ngebuat hyunsa tidur. hehehe 🙂
    lanjut ke part 3>>>>

  15. Keren FF nya,,
    Baru nemmu ada FF tentang gitaris,, suka deh,, Kerennn 🙂
    Jadi tambah pengen belajar main gitar nih,,
    Sungha keren banget main gitar nya padahal masi muda..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s