Love Needs To Go On Like This

Love needs to go on like this

Author : hyunri~

Main Cast : SHINee member

Support Cast: semua istri-istri SHINee, SJ Sungmin, WG Sohee, Ukiss Dongho (cuma numpang nama aja)

Length : One Shot

Genre : Romance

Rating : General

Love forever and last forever

Even if I put in my whole heart

You are something I can’t catch or lose

But I still like you

and I still really love you

Love needs to go on like this

——-Jinki’s Story——-

Jinki POV

“Apa kau mau menjadi yeojachinguku ?”

Dia terdiam, tidak menjawabku. Argh, ayo katakan sesuatu seosangnim. Aku ini kan sedang memintamu untuk jadi pacarku. Kenapa kau hanya diam melihatku saja sih?

“Jinki, kamu bercanda ya. Tidak lucu tahu. Hahaha” dia menjawab dengan tawanya yang hambar. Artinya memang tidak ada yang lucu, tapi dia masih memaksa untuk tertawa. Aneh

“Apa seosangnim mau menjadi yeojachinguku ?” tanyaku lagi dengan nada yang tegas. Asal kau tahu ibu guru, aku benar-benar serius denganmu  lagipula buat apa main-main untuk urusan ini

Aku kembali melihat wajahnya dan dia tersenyum padaku, “Jinki ah, kau serius? Kau tahu kan aku ini seosangnim mu dan aku sudah bertunangan” katanya sambil memperlihatkan cincin di jarinya

Tunggu, tunangan ? Kok aku baru tahu dia sudah bertunangan.

Apa !! Bagaimana bisa aku tidak tahu deh! Ya ampun Jinki, kamu bodoh banget sih. Ini akibat lansung percaya sama informasi yang dikasih sama si tukang comblang Sungmin. Emang nggak terpercaya tuh anak

“Mianhae Jinki. Tapi aku sudah punya namjachingu yang aku sayangi. Jadi tentu saja aku tidak bisa menerimamu. Tapi aku yakin suatu hati kau juga akan menemukan yeojachingu tapi bukan di diriku. Mianhaeyo Jinki.  Aku duluan ya,” ujarnya lembut dan pergi meninggalkan aku

Seosangnimku pergi menjauh. Bagaimana ini, cinta pertamaku langsung hancur dalam hitungan detik

~

Seosangnim masih berada di meja kerjanya, sepertinya hari ini banyak soal yang harus diperiksanya. Padahal hari sudah malam dan guru lain sudah pulang ke rumahnya. Aku memegang erat kopi kaleng hangat yang sudah kupersiapkan dan memberanikan diri masuk ke dalam ruangan guru.

“Anneyonghaseyo, malam-malam begini kok belum pulang ? ” tanyaku padanya. Kuserahkan kopi kaleng padanya

“Wah, baik hati sekali Jinki ah. Gomawoyo. Aku memnag membutuhkan kopi hangat. Ah, ini tugas yang besok harus kuserahkan. Tapi belum diperiksa. Beginilah nasib guru yang malas. Hehe. Untung saja sudah tinggal satu yang ini”

Tuhan, mendengar dia bicara kepadaku saja hatiku senang sekali. Apalagi dia tidak segan pada muridnya dan mengganggapnya seperti teman sendiri.  Seandainya..

Tuk! “Heh Jinki, mikir apa sih” dia mengetuk kepalaku lalu merapihkan kertas-kertasnya

“Sudah selesai nih Jinki. Jangan kelamaan di sekolah ah. Serem tahu. Pulang saja yuk sekarang” ajaknya

Huah, dia mengajakku pulang bersama. Hihi, kesempatan emas untuk merebut hatinya nih. Inilah keajaiban dari kopi hangat!

Kami menuruni tangga sekolah dan keluar menuju gerbang. Tetapi entah mengapa  di luar gerbang sudah ada mobil. Mobil siapa tuh, seosangnim kan setahuku tidak punya kendaraan

Seorang namja keluar dari mobil dan berjalan ke arah kami. Menyapa seosangnim dan memperkenalkan dirinya kepadaku sebagai tunangannya. Huh

“Kau mau ikut bersama kami saja Jinki ah?” tanya si tunangan itu padaku

“Tidak usah, aku dekat kok. Lebih baik berjalan kaki saja. Hati-hati di jalan” ujarku lalu menjauh dari hadapan mereka berdua

~

Seosangnim POV

Aku masuk ke mobil dan melihat Jinki pergi. Kuminum sisa kopi yang diberikannya tadi. Tunggu, seperti ada sesuatu yang tertempel di bagian bawah kalengnya. Ah, ada sebuah kertas yang sepertinya sudah ditulisi sesuatu oleh Jinki

But I still like you and I still really love you. Love needs to go on like this

Aku tersenyum dan berharap umurku sekarang sama dengan umur Jinki.

——————————————————-

——-Jonghyun Story——-

Jonghyun POV

Aku kembali dari sekolah dan segera masuk ke kamar yang berada di lantai atas. Entah kenapa hari ini tidak seperti kemarin yang penuh  dengan keanehan, mulai dari diikuti orang, telepon kosong, dan berbagai surat di tasku, di lokerku, sampai di mejaku yang isinya seperti mengancamku.

Jujur aku tidak tahu apa penyebeb aku seperti ini, padahal aku di sekolah bukan orang yang cukup populer seperti Minho yang penuh prestasi olahraga atau Kibum si matchmaker yang terkenal itu. Aku merasa aku tidak pernah membuat permasalahan yang besar pada siapapun.

“Jonghyunnie … Cepat turun ke bawah, ada Sekyung di bawah menunggumu” ujar ummaku dari bawah

Ah iya benar sekali, hari ini aku berjanji pergi ke perpus bersama Sekyung untuk membantu laporan sosialnya. Aku segera berganti baju dan turun ke bawah. Sekyung adalah yeojachinguku

~

Aku merasa diikuti, tapi kutepis saja perasaan itu. Aku segera menuju mobilku yang sudah aku parkir agak jauh di depan rumahku, kebetulan hari ini tetanggaku sedang kedatangan banyak saudara jauhnya, jadi mobil yang biasa ku parkir persis di depan rumah jadi aku taruh agak jauh. Saat ingin membuka pintu untuk Sekyung, aku merasa ada yang aneh. Aku melihat bayangan seseorang dibalik dinding. Dari kaca cembung yang tinggi di jalan, aku bisa melihatnya, seorang gadis sedang bersembunyi. Mungkin dia yang selama ini mengikutiku ya? Biarkan sajalah, hari ini aku hanay ingin bersenag-senang, tidak mau mengurus hal seperti itu

Saat aku ingin membuka pintu untuk Sekyung, aku melihat kalau dari arah yang searah ada motor yang sedang berkecepatan tinggi. Motor itu sepertinya agak oleng, jalannya tidak beraturan, berbelok ke kanan dan ke kiri. Saat mendekati ke mobilku, motor itu terlihat menambah kecepatannya dan menuju ke arah Sekyung. Apa-apaan pengemudi itu !!

Aku segera berlari ke arah Sekyung untuk melindunginya. Brak !! Setelah mendengra bunyi itu, aku hanya merasa gelap.

~

Aku membuka mataku dan orang pertama yang aku lihat hari ini adalah Sekyung, beruntungnya wanita itu sekarang sudah terlihat sehat dan bisa berbicara dengan baik. Aku kehilangan banyak darah dan Sekyunglah orang yang memberiku banyak darah padaku, sebab stok darahku di rumah sakit ini sudah habis. Sekyung yang merawatku selama.Dia sudah memberi begitu banyak darah padaku dan juga merawatku beberapa hari ini saat aku belum sadar, begitu kata umma tadi malam. Aku berusaha bangun dan berdiri ketika Sekyung menghampiriku. Ia tersenyum lembut padaku

“Jonghyun ah, kau terlihat aneh dengan baju rumah sakit ini. Hahaha” ujarnya tertawa, lalu memelukku, “gomawo Jonghyun ah,  terima kasih telah melindungiku. Aku bersyukur kau sudah membaik. Saranghaeyo”

~

Yeoja POV

Kali ini aku tahu kalau mereka memang saling menyukai. Untuk apa lagi aku memusingkan ini dan berlaku yang aneh. Akupun sudah melihat dengan mataku sendiri bahwa Jonghyun rela berkorban nyawanya demi Sekyung dan Sekyung dengan setia merawat Jonghyun. Itu sudah menjadi bukti yang sangat cukup, bahwa mereka berdua saling mencintai. Seharusnya aku bahagia karena Jonghyun juga bahagia. Lagipula aku ini bukan siapa-siapanya, I’m just his secret admirer. Baiklah, ini yang terakhir, janjiku pada diriku sendiri. Kuambil handphone dari tasku dan segera mengetik sms padanya

But I still like you and I still really love you. Love needs to go on like this

Anneyong oppa, berbahagialah.

——————————————————-

——-Kibum’s Story——-

Kibum POV

“Nilaiku jelek sekali Noona! Aku jadi ingin menangis deh” ujarku pada noona, si yeoja cantik kakak kelasku saat ia menanyakan nilai Bahasa Inggrisku

“Ya Kibum ah, kau pikir nilaiku bagus apa? Nilai mu 46 kan? Aku 48 !!” katanya lagi padaku

“Aaah, tapi tetep aja tinggi punya noona nilainya kan. Huaaaa” teriakku lagi, tanganku meremas nilai Bahasa Inggris. Aku dan noona memang satu kelas Bahasa Inggris, ini karena dia sakit waktu ujian dan tidak ikut susulan, jadilah dia mengulang Bahasa Inggris di kelasku

“Bagaimana ini! Bisa-bisa aku mengulang kelas bahasa Inggris lagi ini!! Akh!” Noona lalu berdiri dan mengambil tasnya, “Kibum ah, kita makan saja yuk, menghilangkan stress. Aku yang traktir minumnya deh” lanjutnya

~

Aku menyukai noona, bukan hanya sebagai noonaku, tapi sebagai namja yang mencintai seorang yeoja. Aku terpesona oleh kepribadiannya yang dewasa, tegas dan mau menghargai siapapun. Kalau sudah dekat dengan noona, aku merasa nyaman sekali. Noona memang pandai membuat suasana menjadi hangat. Seandainya dia mau menjadi yeojachinguku…

Memangnya aku tidak pernah mencoba menyatakan peraasaanku? Sudah pernah lah! Saat itu aku mengajaknya menonton film dan pergi ke dekat pantai untuk melihat pesta kembang api. Tapi, tentu saja dia menolakku

Satu hal yang menghalangiku adalah, noona masih punya perasaan terhadap mantan pacarnya. Sering aku melihatnya menatap fotonya mantannya, bercerita tentang mantannya padaku, dan setiap membuat essay Bahasa Inggris, pasti akan berhubungan dengan mantan pacarnya, entah itu tentang olahraga favorit mantannya dan lain-lain yang kadang membuatku muak

~

“Kibum ah, mianhae. Traktirannya tidak jadi nggak apa-apa kan? Aku tiba-tiba ada perlu. Jeongmal mianhae Kibum. Aku pergi dulu ya. Anneyong!!” ujar noona saat kami menuju kantin. Aku yakin penyebabnya pergi adalah telepon yang tadi masuk ke HP noona. Setelah menerima telepon itu, wajah noona berubah berbeda, ia terlihat lebih tegang.

Aku melihat noona yang pergi meninggalkanku sendiri. Apa yang harus aku lakukan? Aku harus mengikutinya ! Aku harus tahu apa yang akan dilakukannya!

~

Noona ternyata ada di sebuah kelas yang berada di dekat taman belakang. Perlahan aku melihat noona masuk ke kelas itu, di dalamnya aku bisa melihat seseorang. Namja, dan namja itu adalah mantan noonaku! Aku tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan, aku hanya bisa melihat mereka. Mereka berbicara cukup lama, aku sampai kering mengintip mereka. Lalu, aku melihat noonaku kaget saat si namja itu mengucapkan sesuatu dan noona menangis, begitu juga namja itu, wajahnya terlihat sedih. Dan ini paling aku tidak suka, namja itu memeluk noona erat dan samar-samar aku mendengar kata-kata ‘saranghaeyo’ , ‘kembali’ , dan anggukan dari noona

“Terima kasih karena kau mau menerimaku kembali. Saranghaeyo” ujar namja itu, yang bisa aku dengar dengan jelas. Setelah itu aku melihat noona dan mantannya-yang-sudah-jadi-pacarnya-lagi itu berpegangan tangan dan saling tersenyum

Huh! Jadi mereka balikan? Sudah kuduga ini yang akan terjadi. Lagipula kenapa aku jadi kesal, noona kan menolakku dan jelas-jelas aku tahu noona masih sayang dengan mantannya.

Oke, ini dia akhir kisah cintaku dan noona cantik dan super baik itu. Setelah ini aku curi simpanan soju ayahku ah !

~

Noona POV

Aku sedang menunggu namjachinguku keluar ruangan kelas. Hari ini mungkin hari keberuntunganku. Bagaimana tidak? Dia mengajakku untuk berpacaran kembali ! Dan mulai hari ini kami akan bersama kembali. Turururururu~~~ Ponselku bergetar tanda ada telepon masuk. Kibum? Ah, dia pasti mau menanyakan traktiran. Dasar!

“Yobse..”

But I still like you and I still really love you. Love needs to go on like this” KLIK ! Telepon dimatikan

Aku terpaku, menghela nafas dan tiba-tiba tertawa. Mianhae Kibum ah, kalau aku bertemu denganmu lebih dulu, kau akan kuterima saat kau menyatakan perasaanmu di pesta kembang api waktu itu

——————————————————-

——-Minho’s Story——-

Minho POV

Tadinya aku kira aku tidak akan tertarik dengan semua perempuan karena hatiku yakin kalau bola adalah pacarku. Tapi, saat dia melintas melewati lapangan bola, semua terasa lambat, ada angin yang mengehembuskan rambutnya, rok lipitnya sedikit terbang dan senyumnya yang mengembang itu. Bunga-bunga terasa berjatuhan setiap dia melewatiku, ada wangi yang harum, benar-benar seperti di alam mimpi. Argh! Aku bisa stress kalau aku hanya melihatnya dari jauh

*

Pada umumnya, apa sih yang bisa dilakukan seorang namja jika jatuh cinta? Menyapa gadis itu? Berkenalan atau mengobrol? Atau apa? Hmm, aku tidak begitu tahu walau aku seorang namja. Tapi, jujur aku tidak bisa menyapanya! Tuhanku, ini mungkin terdengar konyol, tapi aku cukup puas kok hanya melihatnya melintas saat aku bermain bola, atau masuk ke kelasku untuk meyerahkan buku absen, atau saat bertemu dengannya di kantin. Senyumnya dan tawanya itu adalah kebahagiaan untukku. Huh, terdengar puitis tidak ?

Pernah suatu hari aku berpapasan dengannya, bukannya malah memperhatikannya, aku malah membeku seperti patung dan berlari kencang saat dia melihatku. Aish, Minho pabo! Mengapa aku malah pergi sih.

Susah memang hidup dalam keadaan cinta seperti ini, tiap malam aku jadi suka mendengar lagu cinta yang cengeng. Suka membayangkan kalau yeoja itu menjadi pacarku dan semua hal-hal manis yang akan aku lakukan bersamanya. Hanya dengan berbekal namanya yang aku ketahui dari buku absen, aku mencari cyworldnya, twitternya, bahkan mencari namanya di google –walau yang muncul hanya orang aneh yang entah mereka itu siapa. Aku jadi pria yang paling manis di muka bumi ini! Semua teman di klubku aku perlakukan dengan baik, teman-teman di kelasku selalu aku sapa setiap pagi, hal-hal terpuji yang jarang aku lakukanpun jadi kukerjakan. Membantu umma memasak dan mencuci mobil appa di hari Minggu, itu hal yang tidak pernah aku lakukan ! Mereka semua menanyaiku pertanyaan yang sama, “Kau sakit ya Minho?”

Ah, mereka tidak pernah merasakan jatuh cinta ya?

*

Hari ini pun sama seperti kemarin, aku menunggunya melintas dan berharap dia tersenyum padaku lalu menyapaku lalu.. Oke, hentikan. Hal itu sepertinya tidak mungkin kan?

Dari jauh aku bisa melihatnya, dia sedang berjalan dengan anggun, dan lagi-lagi muncul efek seperti angin bertiup dan bunga berjatuhan. Gadis itu melangkah dan tunggu, siapa itu di belakangnya? Seorang namja dan.. Tuhanku !! Dia meraih tangan yeojaku dan mengandengnya? Bagaimana bisa itu terjadi ! Dari status di twitternya, dia tidak pernah mengisyaratkan kalau dia punya pacar deh. Kok mereka terlihat bahagia sih? Mana mungkin mereka pacaran Minho, hahaha mungkin hanya kakak adik. Tenang.. tenang.. jangan panik dan jangan marah dulu. Tetapi makin dilihat mereka maik mesra, tangan perempuan itu merangkul tangan si namja. Apa ini !

“Kok berhenti main Minho ya. Kau lihat apa sih ?” tanya temanku mengagetkanku. Aku terpaku dan menunjuk ke arah perempuan itu

Seakan mengerti temanku berkata, “Ooh, mereka. Kamu nggak lihat kemarin namja itu nembak si yeoja di lapangan basket? Anak-anak pada lihat loh. Oh iya, kamu kan ada les ya? Ah, tidak penting. Cepat lanjut main!”

Hah! Tidak bisa dipercaya !! Bahkan aku belum mengatakan aku menyukainya, yang lebih parah dia juga belum tahu namaku! Aku menatapnya lagi, dia juga sedang menatapku. Aku tidak langsung mengalihkan pandanganku, aku melihatnya lebih jelas dan kulihat dia tersenyum padaku. Sial, tahu begini aku tidak akan pernah menyukainya. Aku tunjukkan rasa kesal dan membuang muka darinya

“Aaah!” aku berteriak kesal dan harus fokus pada permainanku, memang hanya bola pacar setiaku

*

Yeoja POV

Aku melintasi lapangan bola dengan namjachinguku, kulihat ada Minho di sana. Aku tersenyum padanya, karena aku sering melihat dia sedang memandangku, aku jadi berharap kalau kita bisa jadi teman. Loh, kok dia sekarang menatap aku seperti denag rasa kesal sih? Memangnya aku salah apa?

“Aaah!” dia berteriak. Nah, dia malah berteriak begitu, aneh.

But I still like you and I still really love you. Love needs to go on like this” dia berteriak lagi dan malah  jadi ditimpuk oleh teman-temannya. Aku tertawa melihatnya. Bukan sekarang sepertinya, tapi suatu hari nanti, mungkin iya, Minho ssi

——————————————————-

——-Taemin’s Story——-

Taemin POV

“Baiklah Taeminnie, aku juga menyayangimu”

Kata-kata itu melekat jelas di benakku, tak bisa aku lupakan sedetikpun, karena pada saat itulah kita mulai bersama. Tapi aku tidak tahu mengapa kita berakhir seperti ini

*Flashback on*

“Maafkan aku Taemin, tapi kau tahu aku tidak bisa lagi bersamamu” ujarnya pelan padaku, aku berani taruhan dia menangis saat mengucapkan ini

“Kenapa? Apa salahku, chagi? Kau harus memberi alasan yang jelas agar aku juga rela melepasmu. Kalau kau bersikap seperti ini yang ada aku tidak bisa membiarkanmu pergi” jawabku dengan tegas. Aku tidak mengerti mengapa dia ingin berpisah denganku. Selama ini hubungan kami baik-baik saja

“Mianhae, aku bukan untukmu Taemin” katanya lagi lalu berlari meninggalkan aku sendirian

*Flashback off*

Sebulan kemudian, aku tidak pernah bertemu lagi dengannya. Dia tidak ada di sekolahnya, dia tidak ada di tempat lesnya maupun di rumahnya. Aku heran, apakah dia pergi ke luar negeri atau apa

“Taeminnie, aku kemarin mendengar sebuah kabar, tapi kau jangan kaget mendengarnya ya. Soalnya aku juga belum tahu yang kedengar ini salah atau benar” tiba-tiba temanku, Dongho, berkata padaku

“Memang ada apa sih? Kau melihat nilai ujianku yang turun? Atau berita tentang hasil lomba dance ku kemarin?” tanyaku penasaran

“Ini tentang yeojachingumu yang terakhir itu loh” dia berkata lebih lambat

“Ada apa! Kau tahu sesuatu tentang dia? Beritahu aku,” ujarku tidak sabar. Ini adalah berita yang selama ini aku tunggu, kabar tentang yeojachinguku, maksudku, mantan yeojachinguku

“Kemarin kan aku ke rumah sakit Hospital, menjenguk teman noonaku, dan pasien di kamar sebelahnya adalah yeojachingumu itu. Kenapa kau tidak pernah tahu Taemin ah?” tanyanya. Dongho lalu berkata-kata tentang keadaan yeojaku itu dan aku tidak bisa mendengarnya. Kepalaku sekarang hanya dipenuhi bayang-bayangnya, aku takut, takut kalau aku akan kehilangan dia. Mengapa dia tidak bilang kalau dia sakit? Aku kan juga bisa menjaganya! Apa takut dia merepotkanku dan menyakiti hatiku? Kalau seperti ini aku malah tambah sakit hati. Ini berarti aku tidak dianggapnya sebagai seorang namja. Dia benar-benar membuang harga diriku

*

Langkahku terhenti tepat di depan kamarnya, nafasku terengah-engah, aku kelelahan berlari dari sekolah ke sini. Tunggu, tapi ini benar kamar yang diucapkan Dongho kok. Mengapa sepi sekali tidak ada orang ya?

Ada seseorang suster dengan nametag bertuliskan Sohee sedang melintas membawa makanan untuk pasien, langsung kutahan dia

“Permisi suster, apa kau tahu pasien yang di kamar ini kemana. Seperti ini wajahnya” tanyaku lalu mengeluarkan fotonya dari dompetku

“Ah, dia. Kau siapanya memang?” suster itu malah balik bertanya padaku

“Aku Taemin, namjachingunya” jawabku yakin, padahal dalam hatiku berdetak kencang menanti jawaban dari suster itu

“Jadi kau yang bernama Taemin. Bisa kemari sebentar?” tanya suster itu lagi. Aku hanya mengangguk mengikutinya. Aku dibawanya ke meja kecil dan da mengeluarkan surat lalu menyerahkannya padaku

“Apa ini? Dimana yeojaku suster?” aku heran dengan semua perlakuan suster ini

“Dengan ini akan menjawab pertanyaanmu. Permisi, aku harus mengantar makanan dulu. Bersemangatlah Taemin” ujarnya lalu menjauh pergi

Lalu kubaca surat yang diberikannya

*

Yeojaku sudah pergi, ke tempat yang lebih indah, ke surga. Dia benar-benar meninggalkanku. Walau aku heran mengapa dia tidak mau memberitahuku tentang penyakit kanker hati akut yang dideritanya, tapi aku bersyukur aku pernah mengenalnya sebagai orang yang kucintai selamanya. Mulai saat ini, aku tidak akan melupakanmu, karena aku yakin kau akan menjagaku dari atas sana kan chagi?

*

Chagi POV

Aku yakin saat Taemin membaca suratku ini, aku sudah tak ada di dunia ini. Tapi bagaimanapun, dia adalah orang yang paling aku cintai, jadi aku harus mengucapkan selamat tinggal padanya kan? Kulihat lagi suratku ini, ada beberapa bagian yang basah karena air mataku. Hmm, yang jelas perasaanku sudah kusampaikan, aku bisa pergi dengan tenang. Kuraih pulpenku dan menulis kalimat terakhir untuknya

But I still like you and I still really love you. Love needs to go on like this

Taeminnie, saranghaeyo

ps:  Finish !!

terima kasih kalian sudah membaca ^^

hope you enjoy my story and leave your comments to me

Kamsahamnida !

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

Advertisements

33 thoughts on “Love Needs To Go On Like This”

  1. wuaaahhh~ idenya bagus. kirain td idenya kyk triangle love gitu,ternyata bukan.
    scene favorit aku pas bagian onew. tp minho keren juga pas awal dy falling. dan taemin kok dialognya bikin mimisan? *semuanya aja,chi.
    daebak,author hyunri. salam kenal 🙂

  2. wah … aku bener2 suka … ini backsound nya … love should go on kan … wah .. bener2 pas … aku bener2 suka … apalagi di bagian taemin … .. ceritannya ku suka, backsoundnya juga faforite ku … wah … keren deh … 10 000 thumb for you ..

  3. Wuaaaah ada FF baru, baca yaaa:

    Jadi ini 5 story?? keren-keren-keren ^^

    nih, aku komen satu-satu yaa

    Jinki Story:
    perasaan agak janggal sama kalimat ini (mian aku copas dikit yaaa) Apa !! Bagaimana bisa aku tidak tahu deh! Ya ampun Jinki, kamu bodoh banget sih. Agak janggal, mestinya ga usah pake deh,
    Tapi ya ampuuuuuun, Jinki romantis banget sih, di kopinya ada tulisan itu, aduh meleleh, tapi ibu guru-nya kaya’nya juga suka sama Jinki, serba salah Y_Y

    Jonghyun Story:
    huhuhu kenapa sih harus ada sekyung! ini cerita mungkin hampir sama kaya’ pengalaman temenku yang cinta mati sama jonghyun, begitu tau mereka dating, temenku langsung nangis Y_Y

    Kibum Story:
    Wah langsung mabok??? hedeuh, iya kadang cinta itu tumbuh di saat yang salah, seandainya noona itu ketemu kibum lebih dulu, yaaa seandainyaaaaa….(harusnya Jinki yang mabok, loh????)

    Minho Story:
    Kok aku jadi malah ketawa ya? pas adegan terakhir, Minho teriak-teriak gitu di lapangan aisssssh,

    Taemin Story:
    Nangisssss, JAHAT!! kenapa taemin yang ceritanya mengenaskan huhuhuhu, kan dia masih kecil, cobaannya begitu berat Y_Y

    overall bagus banget!! oneshot yang paling bagus yang pernah aku baca!! sumpah keren

  4. aah aku suka semuanyaa >o<
    dari satu kalimat bisa jadi macem2 cerita COOL! keren banget lah ini authornya~ xD
    oya di atas ditulis oneshot, setahuku bukannya kalau kayak gini namanya drabble yah? o.o

  5. Choi Minho konyol….
    Pacaran am bola…..
    Aishhhh….
    Kasian lu Min….
    Pdhal si yeojja suka am minho…
    Minho.a sih yg gx ad nyali…..
    Hahahhaahha….lcu pas minho tereak gaje di lapangn…sarap tu anak….

    Nice ff….ringan tpi b’makna

  6. Huaaaaa
    Sedih banget semua
    Gabisa sama orang yang disukain
    Tapi ngomong ngomong
    Ko cuma jonghyun yang dapet cewenya
    Yang lain sedih semua
    Taemin kasiaaan
    Pacarnya meninggal *meluk taemin
    Good job author
    Ffnya daebak!!

  7. Smuanya sad end,, paling suka sama onew,, wii suka sama songsaengnim nya sndiri,, ksian sama taemin chaginya mninggal T.T,, minho 오빠 mngkin d’lain kli klian bsa bsama,, author ide nya bagus2,, like this 😀

  8. Iya, ini emang lebih ke arah drabble.
    Kyaaa… aku suka banget pas bagian Minho teriak ditengah lapangan dan ditimpukin ama temen-temennya.
    Pengen ikut nimpukin rasanya…hehehe…

  9. hiks hiks . . T.T . . bc part na taemin pek nngis low . . cni q bnt nngis ya taem,tp lok u pgn q jd yeojachingu u mian ya, cz onew oppa dach dluan ngrbt hti q *gubraaak* . . . hehe . . author daebak . . d^^b

  10. bagus banget 🙂
    aku tersentuh yang ceritanya taemin >.<
    kenapa cuma jonhyun yang berakhir dengan bahagia? yang lainnya malah ditinggal ma yeojanya… hehehe 🙂

  11. Hwaaa~ sad ending semua ;'(
    oiyah! Kenapa si ojong pairingnya ama sekyung?? Kenapa gak sama aku/plakk
    huweeee *semprot ingus*

    Nice FanFic d^^b

  12. Kereeeeeeen >.<
    Aku suka semua ceritanyaaa…
    Dari yg jinki ampe taemin…
    Huaaaa….
    Aku suka bahasa ceritanya, hehehe
    Daebak! Keren ffnyaaa~
    ^^b

  13. Duuuuh ini author daebak bgt lah ff nya!!!
    Awalnya baca pny onew, jjong, key, minho, sedih, terharu, menyayat hati (?)
    Tp pas bagian taemin aduh duh langsung air mata bercucuran T.T
    Pokoknya daebak lah ini ff! 10jempol buat authornya 😀

  14. wew!!bagusnyaaa!!aku suka cerita onew.uda dibilang saesongnimnya uda tunangan,msh aja dikejar’.hahaha
    ambisi suamiku itu.ckckck

  15. Nice, Nice!!! 😀
    aq suka ceritanya Taemin sama Minho!!! Taeminnya berkesan banget!! Minhonya Lucu, bikin kesel dikit sih soalnya dia belum sempat nyatain, kalah duluan, tapi Bagus Thor!

  16. omona~~
    anjiiir
    ceritanya ini loh
    ah~~
    gua suka banget alur yg kae gini
    berisi story 1-1

    dan menurut gua ini romantic banget
    aaah~~
    *dies*

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s