Photograph by : Lana

She’s My (Ex)Wife – Part 23

She’s My (Ex)Wife

Part 23

 

Author: Zika

Main Cast : Kim Kibum (Key), Kim Hyeo So & Choi Minho

Support Cast: SHINee, Super Junior, Jun & Shina

Length : Sequel

Rating : General

Genre : Romance, Friendship

~ ~ ~

Semua mata yang memandang membuat salah satu di antara keduanya harus mengalah, dan status Minho sebagai pacar Hyeo So di belakang memaksanya untuk mengalah. Key menyeringai tipis sebelum akhirnya mengangkat tubuh Hyeo So di bantu Minho, keduanya memandangi Shina dengan tatapan tajam sejenak sebelum akhirnya keluar dari kerumunan. Key menuju mobil sedangkan Minho memanggil member SHINee yang lain.

Minho menitipkan pesan pada Jo Shi untuk menjaga acara ini tetap berjalan dengan lancar lalu masuk ke dalam mobil menyusul member lain. Para wartawan yang hadir mulai menyerbu mobil SHINee dan beberapanya bersiap untuk mengikuti mobil mereka dari belakang.

“Hyeo So kenapa?” tanya Onew begitu mobil mereka melaju meninggalkan parkiran sekolah. “Katanya pingsan gara-gara ngobrol sama Shina?” tuding Jonghyun. “Aku juga kurang tahu hyung, yang pasti dari tadi pagi Hyeo So emang udah lemes banget. Matanya gak kelihatan seger tadi pagi, terus tadi pas aku ngajak dia buat makan siang tuh mukanya udah merah.” Jawab Key sambil menyelimuti tubuh Hyeo So dengan selimut yang selalu mereka bawa di dalam mobil.

“Hyeo So tuh ya.. kalau belum kena batunya gak akan mau nurut deh!” omel Onew. “Iya hyung, dari dua minggu yang lalu seingetku Hyeo noona cuma makan sekali di rumah pagi-pagi doang. Pulang sekolah juga udah jam 9 atau jam 10 terus langsung mandi dan tidur. Kalau ada tugas biasanya ngerjain dulu sampai selesai baru tidur. Pernah aku tegur sekali, cuma iya-iya tapi gak di turutin.” Sambung Taemin.

“Kamu juga Key! Kenapa gak paksa dia buat makan padahal kamu tahu tadi pagi dia makan cuma sedikit dan dia emang udah kelihatan lesu.” Sembur Jonghyun. “Aku udah maksa hyung! Aku udah ngajak dia makan, dia bilang iya nanti dia beli makan terus dia nyuruh aku liat-liat dulu nanti jam 12 kita di suruh ke kelas untuk makan. Ya udah karena dia janji yah aku tinggal.” Tukas Key tidak terima. “Kamu kayak gak ngerti Hyeo So aja sih! Dia tuh emang orangnya kalau kerjaan belum selesai gak mau berhenti. Kalau kamu emang…-“

“Sst!” tegur Minho-yang sedari tadi diam-memotong kalimat Jonghyun. “Jangan bikin Hyeo So kebangun.” Sambung Minho dengan nada biasa tapi tajam, keduanya pun menurut dan suasana di dalam mobil langsung menyepi.

 

***

 

“Anemia, dan gejala typhus” Ucap dokter yang tadi memeriksa Hyeo So kepada Jonghyun dan Onew yang berjalan mengikutinya. “Hari ini bener-bener klimaks nya, dan keadaan Nn.Hyeo So saat ini dalam status amnesia. Tadi ada yang membuatnya mengingat sesuatu, sehingga membuat otaknya berkerja melampaui batas klimaks. Tolong jaga nona Hyeo So agar tidak seperti ini lagi. Tapi yang pasti ingat, jangan biarkan nona Hyeo So berkerja lebih dari 6 jam tanpa makan dan istirahat. Apalagi seperti kemarin, 2 minggu full makan hanya sekali sehari tidur kurang dan banyak berada di bawah sinar matahari.”

“Baik dok.”

“Nn. Hyeo So harus di rawat inap beberapa hari dulu di sini untuk memaksanya tidak berkerja berat dalam waktu dekat ini. Karena saya yakin kalau di bawa pulang ia akan kembali seperti biasa, berkerja tanpa kenal waktu. Dan saya perlu bicara dengan…” sang dokter memandangi Onew dan Jonghyun secara bergantian. “Anda! Saya mau bicara dengan anda sebentar.” Jonghyun mengangguk lalu mengikuti sang dokter masuk ke ruangannya.

“Gimana hyung?” tanya Taemin begitu Onew masuk ke kamar Hyeo So. “Anemia sama gejala typhus. Dan katanya ada yang bikin otak Hyeo So berkerja melampaui batas klimaks.” Ketiga dongsaeng nya itu langsung mengerutkan alis. “Jadi kan sekarang Hyeo So amnesia, tahu sendirikan orang amnesia kalau keingat sama sesuatu yang dia lupain pasti pusing. Nah! Tadi tuh Hyeo So udah kehabisan tenaga tapi ada sesuatu yang bikin dia berfikir keras nginget sesuatu yang dia lupain. Jadilah dia langsung konslet karena otaknya udah terlalu panas akibat kerja keras.” Taemin mangut-mangut, Minho terdiam sedangkan Key diam-diam mencurigai Shina.

 

&&&

 

“Hahaha… belum maju saja kemenangan sudah menghampiri.” Ujar Jun penuh kemenangan. “Sekarang aku bingung, Shina itu sebenarnya gadis yang pintar atau bodoh sih?” Jun mengangkat bahunya. “Entahlaahh.. nikmati saja dulu permainan Shina. Aku yakin setelah kejadian ini akan ramai di public tentang apa yang Shina lakukan pada Hyeo So. Publik yang cenderung membesar-besarkan masalah pasti akan menyebutkan kalau Shina teman Key atau bahkan mungkin kekasihnya. Sehingga hubungan Hyeo So dan Key akan lebih sulit, belum lagi jika nanti Shina bersikeras merebut Key kembali hingga nekat membocorkan rahasia tersebut.”

“Memangnya kamu yakin kalau dengan membocorkan rahasia tentang perjanjian ini akan membawakan hasil sempurna?”

“Bukan perjanjiannya yang akan membawa kemenangan pada kita. Tapi pengakuan Shina nanti, aku yakin dia pasti akan bilang pada orang-orang kalau Key adalah kekasihnya dan masyarakat pasti jadi heboh. Setelah itu aku akan maju dan menyebarkan gossip lain. Aku akan mendekatkan diri pada Hyeo So yang sedang di landa masalah, dan menyewa paparazzi. Lalu aku akan membuat gossip kalau Hyeo So dan Key sama-sama memiliki kekasih. Dan kalau sudah begitu barulah aku akan membunuh Key. Mudah kan?” Jun kembali menyeringai.

“Lalu Shina?”

“Ku bunuh bersamaan dengan Key.”

 

&&&

 

“Appaaa!!! Ummaaa !!! Aaaahh tolooonnggg!!!!” Hyeo So berusaha menjerit sekeras mungkin, meskipun usahanya akan sia-sia. “Anak kecil! Diam kalau masih belum siap mati!” ucap seorang laki-laki yang duduk di bangku sebelah supir, lalu memasukkan sapu tangan ke mulut Hyeo So untuk meredam suaranya.

“Ahaaaaaaaaaaa (baca: Appa) !! Uuuwaaaaaaaaaa (baca: umma)!!!!” air mata Hyeo So mengalir semakin deras, ia semakin ketakutan. Mobil ini melaju dengan sangat cepat di bawah guyuran hujan yang sangat deras dan sedari tadi petir menggelegar dengan sangat keras membuatnya semakin meraung-raung ketakutan.

Kakinya yang bebas menendang anak laki-laki yang duduk di sebelahnya. Anak laki-laki itu juga sebenarnya ketakutan, tetapi keadaan lah yang memaksanya harus melakukan ini. Ia harus menghancurkan hidup sahabatnya sejak kecil ini, demi ayah dan ibunya.

“Huunn.. (baca: Jun).” panggil Hyeo So lirih, bocah bernama Jun itu menoleh dan perlahan air matanya mengalir. Keduanya berpandangan dengan air mata yang masih terus mengalir, Jun bergerak perlahan memeluk Hyeo So sebelum akhirnya secara diam-diam melepaskan ikatan tangan Hyeo So.

“Hentikan mobilnya!” seru Jun. “Tapi tuan muda, kita tidak bisa berhenti di sini. Apa yang anda butuhkan tuan muda?”

“Hentikan sekarang!”

“Mohon maaf sebesar-besarnya tuan, anda memang majikan kami tetapi anda belum sepenuhnya berhak memerintah kami. Kami harus tetap menjalankan perintah tuan besar.” Ucap orang yang menyetir. “Hentikan!! Aku akan lapor ke umma!!” ancam Jun. “Tidak bisa tuan!” Jun memberi aba-aba pada Hyeo So untuk menyerang dua orang dewasa di depan mereka.

“Hentikan sekarang!!!!!” jerit Jun lalu menarik rambut orang di hadapannya, sedangkan Hyeo So yang ingin menurunkan rem tangan malah tertangkap dengan mudah. “Gadis kecil diam lah!” ucap orang yang sedang menyetir itu sambil menarik rambut Hyeo So kuat-kuat dan membuatnya meringis. “Aaaaaaaaaaa!!!!” jerit Hyeo So di telinganya dan membuat orang tersebut terlonjak.

Tiba-tiba saja petir menggelegar dengan suara yang sangat keras, membuat orang yang sedang memegang setir tersebut jadi terkejut begitu juga dengan Hyeo So yang secara tidak sengaja menurunkan rem tangan. Alhasil mobil mereka terlempar melewati pembatas jalan.

 

 

“AAAAAAAAAAA!!!”

“Omo! Hyeo So!” seru Key yang terbangun dari tidurnya akibat jeritan Hyeo So. Key mengerutkan alisnya saat melihat Hyeo So yang seperti orang ketakutan dan ia semakin bingung lagi saat melihat tatapan Heyo So yang kosong seolah ia adalah orang buta yang ketakutan akan di hajar oleh 5 orang.

“Hyeo So.” Panggil Key lalu memegang tangan Hyeo So. “Andwae!!! Menjauh!!! Aaaaa!!!” Key semakin terkejut saat respon Hyeo So menjadi sangat berlebihan, Key bahkan tidak melakukan apa-apa tetapi seolah-olah Key baru saja ingin memperkosanya.

“Hyeo So tenang dulu! Hyeo So.. sadar hey!!” tatapan mata Hyeo So masih kosong, tangannya memukul-mukul apapun yang bisa ia pukul begitu juga dengan kakinya yang menendang-nendang udara.

“Hyeo So!!! Hati-hati! Nanti jarumnya lepas!! Suster!!!! Suster!!!” dengan panic Key menekan tombol darurat sambil tetap berusaha menenangkan Hyeo So. Sejurus kemudian beberapa orang suster dan seorang dokter masuk dengan berlari. Key langsung melepaskan tangannya dari bahu Hyeo So dan mundur beberapa langkah. Sementara para suster itu berusaha menenangkan Hyeo So, dan dokter menyuntikkan sesuatu ke selang infuse Hyeo So. Sekitar 5 detik kemudian mata Hyeo So tidak lagi kosong dan ia sudah lebih tenang.

“Nn. Hyeo So akan lebih tenang secara bertahap dalam waktu lima menit, tenanglah. Biarkan dia sendiri hingga akhirnya ia merasa tenang.” Ucap sang dokter bijak, Key mengikutinya keluar. “Oh ya, istri anda itu. Memang sudah 3 hari belakangan ini seperti itu, dan selalu terjadi setiap kali sedang hujan deras seperti sekarang. Waktu itu sedang giliran tuan Jonghyun yang berjaga, hujannya memang sangat deras dan kami juga benar-benar terkejut melihat reaksi Nn. Hyeo So. Waktu itu jauh lebih histeris dari ini.” Key terdiam, dalam benaknya langsung terlintas pertanyaan kenapa Jonghyun dan Onew hyung tidak bercerita soal ini.

“Jadi saya mohon jangan pernah tinggalkan Nn.Hyeo So jika keadaan sedang hujan deras, karena jika tidak ada yang menjaganya mungkin saja Nn.Hyeo So bisa benar-benar lepas kendali.”

“Apa saya bisa tahu sebenarnya Hyeo So kenapa?”

“Kami juga belum tahu tuan.” Oke.. sebenarnya bukannya belum tahu, tetapi Jonghyun meminta agar Key tidak tahu masalah ini. Entah apa alasannya yang pasti Key tidak boleh tahu sekarang. “Apa sekarang saya sudah boleh masuk?” dokter tersebut mengangguk. Key bejalan perlahan masuk ke kamar Hyeo So, memandangi Hyeo So yang duduk memeluk kedua lututnya sambil menangis.

“Hyeo So… waeyo?” tanya Key lembut, yang di tanya tidak menjawab. Key menghela nafas lalu duduk di pinggir kasur sebelah Hyeo So, dan memeluknya yang masih menangis dalam diam.

 

***

 

“Ya bukan salahku dong! Yang nyuruh bawa Kiyoung siapa? Key kan? Kenapa jadi nyalahin aku coba?” tukas Onew tidak terima masih sambil berjalan bersama para dongsaengnya.

“Tapi kan hyung bertugas jagain Kiyoung, jadi hyung juga salah!” tuding Jonghyun. “Sudahlah hyung.” Lerai Minho yang berjalan sambil menggendong anak asuhan Key. “Kalau nanti si Key marah pokoknya bukan salahku!” cerca Onew lalu membuka pintu kamar Hyeo So. Matanya langsung terbelalak dan reflek mundur, membuat Jonghyun yang berdiri di belakangnya jadi ikut mundur.

“Aw!! Hyung mah! Sakit tauk!” sembur Taemin begitu kakinya terinjak oleh Jonghyun. “Bukan aku yang salah, Onew hyung nih tiba-tiba aja mundur!”

“Eh! Ini beneran kamarnya Hyeo So kan yah? Kita gak salah kamar kan?” keempatnya berusaha mengingat nomor kamar Hyeo So. “Iya kok! Emang kenapa sih?”

“Bener gak? Entar kalau salah kan gak lucu!”

“Ya elah hyung, kan kita udah ke sini dua hari yang lalu. Masa lupa? Bener ini kok!” Jonghyun meyakinkan. Dengan sedikit ragu akhirnya Onew kembali membuka pintu, dan reaksi Jonghyun juga Taemin sama sepertinya, membelalak.

“Anak kecil gak boleh liat!” Onew langsung menutup mata Taemin dengan tangan kanannya. “Apaan sih hyung? Orang cuma gitu doang, lagian Key hyung sama Hyeo So noona kan gak ngapa-ngapain!” Taemin berusaha menarik tangan Onew dari matanya. “Ssstt! Nanti mereka berdua bangun! Eh.. Minho masih di luar ya? Bangunin Key cepetan!!”

“Eh…” Jonghyun langsung salah tingkah begitu melihat Minho sudah berdiri di belakangnya. Kini keempatnya hanya terdiam melihat Hyeo So yang tertidur di pelukan Key di atas ranjangnya. “Appa!!” seru Kiyoung tiba-tiba membuyarkan keempatnya dan membuat Key sedikit mengerjap kaget. Perlahan-lahan Key membuka kelopak matanya dan sedikit terkejut melihat member lain berserta Kiyoung ada di kamar. Key ingin segera turun dari kasur tapi sulit karena ia tidak ingin membangunkan Hyeo So.

Key mengucapkan kata “Bantuin!” tanpa suara dan langsung membuat Onew juga Jonghyun bergerak refleks membantunya.

“Kalian udah lama sampe di sini? Kok gak bangunin?” tanya Key begitu akhirnya berhasil menapak di lantai. “Baru sampe kok. Hyung, aku laper.” Rengek Taemin sambil memegangi perutnya. “Ya udah kita turun yuk, makan di kantinnya aja. Perlu pake masker gak? Takut-takut mendadak ada keributan.” Sambung Onew. “Boleh boleh.” Key berjalan mengambil masker rumah sakit yang ada di laci meja. “Heeeyy Kiyoung tumben anteng sama Minho.”

“Apanya anteng? Kasur kamu di tusuk-tusuk pakai pisau sama si Kiyoung.” Tutur Jonghyun. “Hah?! Serius?” Minho mengangguk karena mata Key tertuju padanya yang sedang menggedong Kiyoung. “Aahh sial amat! Ya udah lah kita sarapan dulu, aku juga laper nih. Nanti kalau Hyeo So udah keluar dari rumah sakit baru aku ajak jalan nyari kasur baru.”

 

&&&

 

~ Hyeo So Pov~

 

Aku memandangi sekelilingku yang serba putih, tempat apa ini?

“Hyeo So!” aku menoleh terkejut begitu mendengar namaku di panggil. “Lihat ke cermin!” Bayanganku? Bicara?? Tunggu!! Sepertinya ini sudah pernah terjadi!

“Ah rupanya keadaanmu membaik lebih cepat dari dugaanku. Aku yakin kamu akan merasa sedikit bingung, untuk menghilangkan kebingunganmu maka bacalah catatan yang selalu kau bawa di tasmu dan kau akan mengerti. Oh iya! Sekarang ingatanmu memang sudah kembali, tetapi lebih baik jika kau masih pura-pura lupa ingatan. Oke?”

“Oh ada lagi! Kemarin, saat acara sekolah mu berlangsung Shina menghampirimu. Dia mengancammu jika tidak menjauh dari Key dia akan membocorkan rahasia pernikahan kalian. Nanti kau akan ingat dengan sendirinya kok!”

Tiba-tiba bayanganku menghilang, ruangan putih ini mendadak jadi gelap, dan bahkan aku tidak bisa melihat tanganku. Aku menapar pipiku dan tiba-tiba saja saat aku membuka mata aku berada di sebuah kamar rumah sakit.

“Hyeo?” seseorang membuka pintu kamar, cepat-cepat aku kembali memejamkan mata. “Hyeo So apa kabar? Sudah lebih baik kan? Ini.. aku bawakan pohon mint kecil, orang bilang pohon mint baik untuk menurunkan demam. Ehm.. entahlah, aku hanya berharap kau cepat sehat dan cepat kembali mengingatku sebagai kekasihmu. Aku merindukanmu.” Minho! Ya itu Minho! Aaahh aku juga merindukanmu! Rasanya seperti sudah bertahun-tahun tidak bertemu denganmu!

“Malam ini dingin, tidak terasa sudah memasuki musim salju lagi. Apa kau masih ingat waktu kita jalan-jalan musim dingin? Kekeke… aku ingat bagaimana wajahmu saat itu yang susah payah menahan dingin karena tidak menggunakan sarung tangan. Saat itu aku hanya berharap kamu mau mengeluh, yaahh sebagai formalitas saja. Setidaknya aku tahu kalau aku ini di butuhkan, dan aku juga masih ingat wajahmu saat aku meniup tanganmu yang nyaris membeku itu. Kalau aja kamu tahu… waktu itu sebenarnya aku juga gugup, seandainya tidak ada suara mungkin degub jantungku bisa terdengar.” Entahlah… mendengar pernyataannya membuat ku bingung harus menangis atau tertawa.

“Hyeo So…” Minho menggenggam tanganku, tangannya terasa sangat dingin. “Wow, suhu tubuhmu panas.” Bukan Minho! Tapi tanganmu sangat dingin, pasti lagi-lagi kamu keluar rumah tanpa sarung tangan!

“Cepatlah kembali, cepatlah sembuh. Aku merindukanmu, aku mau bisa memeluk Hyeo So seperti dulu. Aku berharap hubungan kita bisa berjalan normal seperti dulu, dan aku juga berharap kalau suatu hari nanti kita berdua bisa dengan lantang menyatakan di depan public bahwa kita sepasang kekasih. Tidak.. tidak apa-apa sekarang Hyeo So tetap istri Key, yang penting Hyeo So tetap mencintaiku. Ini ya…” tangan kanan Minho memegang dada bagian kirinya. “Tidak apa-apa sakit sedikit, yang penting Hyeo So tidak menyiram luka di sini menggunakan garam dengan mengakui bahwa Hyeo So mencintai Key. Melihat Hyeo So menikah dengan Key… awalnya sakit sedikit em.. sangat sebenarnya, tapi saat Hyeo So memberi penjelasan aku tetap yakin suatu hari nanti Hyeo So akan menutup luka dan mengobati sakit ini dengan kembalinya Hyeo So kekasih Minho. Asalkan Hyeo So tidak menangis juga rasa sakit ini bukan masalah.” Minho.. jangan menangis! Aku tahu Minho pasti menangis!

“Istirahatlah dan tidur yang nyenyak, jangan seperti ini lagi oke? Hyeo So membuat kami jadi khawatir. Dan jangan mudah menangis, tegar! Kalau tidak bisa, Hyeo So bisa berlari ke arahku dan menangis sepuasnya, memukul ku dan lakukan apapun yang Hyeo So mau untuk melampiaskannya. Jangan memendam segalanya sendirian, aku di sini untuk Hyeo So. Hari ini bukan giliranku berjaga, jadi aku harus pulang. Sampai jumpah, cepatlah pulih! Taemin tidak bisa tidur nyenyak.” Minho mengelus tanganku kemudian kepalaku. Hyeo So tahan! Jangan menangis sekarang!

“Saranghae.”

 

***

 

Aku berjalan masuk kerumah ku dan Key, otakku sudah lelah begitu juga dengan organ tubuhku yang lain. Aku menghabiskan waktu sekitar 10 jam di kamar –rumahku dan keluargaku- untuk membaca catatan yang waktu itu di bilang oleh bayanganku, dan membuat point-point penting sebagai pertanyaan sekaligus jawaban. Dan sekarang aku benar-benar mendapatkan jawaban dari semua pertanyaanku, wow… sepertinya hidupku sangat complicated and too drama.

Semenjak keluar dari rumah sakit – 3 hari yang lalu – aku belum menginjakkan kakiku lagi di rumah ini, rasanya seperti sudah satu abad tidak tinggal di sini. Sangat rinduuuuu… sayangnya aku terpaksa berpura-pura masih lupa ingatan untuk mencegah beberapa hal dan hanya Jonghyun oppa yang boleh tahu kalau ingatanku semuanya yang dulu, yang 5 tahun itu ataupun yang sekarang semua sudah aku ingat dengan sangat baik dan jelas. Ah tidak! Ada.. ada satu ingatan yang masih belum bisa aku ingat. Apa alasan sebenarnya aku lupa ingatan, maksudku.. memang aku kecelakan tapi pasti ada penyebabnya sehingga aku berjalan tanpa memperhatikan jalan.

Begitu aku membuka pintu, cahaya lilin-lilin kecil langsung menyambutku. Apakah listriknya sedang tidak menyala? Kemana mereka semua? Aku segera melepas sepatuku dan berjalan masuk dengan sedikit bingung.

Tidak.. ini bukan lilin-lilin yang di nyalakan karena listrik konslet atau semacamnya, tapi ini adalah lilin-lilin yang sengaja di nyalakan dan di susun dengan sangat rapih. Apa tadi di sini ada syuting? Siapa yang menyiapkan atau membuat ini?

“Itu butuh perjuangan…” aku menoleh dan mendapati Key tertidur di sofa, sudah biasa bagiku mendengar Key bicara dalam tidur dan menggertakan gigi-giginya. Sudah jam Sembilan, pantas saja sudah tidur. Aku berjalan mendekat dan menyalakan lampu meja di dekat kepalanya. Aku berjongkok di depan wajahnya, matanya mengerjap. “Hyeo…” panggil Key, aku menggoyangkan bahunya – berusaha membangunkan. “Udah pulang?” Key mereganggkan otot-ototnya.

“Pindah ke kamar gih, gak bagus tidur di sofa.” Tuturku dengan nada normal lalu hendak berdiri. “Tunggu, kamu mau ngapain?” ia menangkan pergelanganku. “Nyalain lampu.”

“Jangan! Aku bikin ini susah payah, nungguin kamu dari jam 5 tapi kamu dateng-dateng malah langsung nyalain lampu dan nganggep ini bukan apa-apa.”

“Ok, maaf. Sekarang aku harus ngapain?” nadaku masih terdengar biasa. “Aku nyiapin dinner, dari tadi aku nungguin kamu untuk makan malem bareng. Nyambut kepulangan kamu dari rumah sakit.” Oke.. sekarang aku jadi merasa tidak enak. Sekitar setengah jam yang lalu aku mampir ke kios kecil dan makan di sana, kini perutku hampir penuh.

Tapi untuk menghargai usaha Key aku menurut, entahlah.. cukup aneh sebenarnya tiba-tiba ia membuat pesta penyambutan yang terbilang tidak penting ini. Key berjalan ke dapur lalu menyalakan kompor.

“Nyalain sebentar deh lampunya, gak bagus masak dalam gelap.” Aku bisa melihat Key menggeleng sambil mengaduk sesuatu di dalam kuali. “Ya udah lampu dapurnya aja. Gak bagus Ki-Key, ya??” Wooww hampir aku memanggilnya Kiki. “Ok ok.” Akhirnya Key menyalakan lampu, selagi ia memanaskan makan malam aku memandangi sekeliling dan melihat bentuk lampu yang ia susun.

“Selamat Pulang Kim Hyeo So Nae Yeobo.” Aku tersenyum melihat tulisan yang di bentuk dengan lilin itu, apalagi jika membayangkan wajahnya saat menyusun itu. Pasti sangat lucu, aku yakin ia mempertimbangkan tulisan ini hingga 100 kali. Seorang Key membuat tulisan seperti itu? Hahaha.. sedikit tidak mungkin.

“Udah panas! Mau makan di mana?” berhubung aku sudah nyaman dengan posisi dudukku di sofa yang tadi Key tiduri jadi aku memintanya untuk makan di sofa. “Ini namanya sop cinta ala Key.” Kami berdua langsung terkekeh. Aku menyeruput sup buatan Key. “Ini… ini… ini soto? Iya kan?” tanya ku sedikit ragu tapi aku tahu ini soto, aku sangat suka soto. Masakan khas Indonesia yang satu ini benar-benar enak!

“Wuah?? Hyeo So ingat? Ini soto ayam.” Aaaahh aku jadi ingat sewaktu kami berdua makan soto ini. “Kok Key bisa bikin soto ini?”

“Aku tanya ke koki restorant Indonesia langganan kita. Butuh waktu dua hari untuk ngebujuk si koki sampai akhirnya dia mau bantuin aku masak soto ini. Dan ini pertama kalinya aku praktik, enak?” aku mengangguk yakin, benar-benar sangat enak! Walaupun sedikit asin, mungkin karena di panaskan. Mungkin lain kali kami berdua harus mencoba untuk masak bersama, pasti asik.

“Hyeo So.” Panggil Key tiba-tiba dengan nada serius. “Hm?” Key meneguk minumnya sebelum akhirnya kembali bicara. “Waktu itu, kamu masih belum ngerespon pertanyaanku.” Aku mengerutkan alisku dalam-dalam. “Yang mana?”

“Perlu aku ulang?” aku mengangkat bahu. “Saranghae.” Ow ow ow..apa-apaan ini? Satu kata tadi sukses membuat jantungku berdegub tidak beraturan dan seolah adrenalin ku ini sedang di uji. Kami masih saling bertatapan dan sekarang aku bingung harus merespon apa.

“Engh… ak… aku… aku…-“ Mataku langsung terbelalak dan nafasku reflek tertahan saat Key tiba-tiba menciumku. Rasanya seperti ada sesuatu yang panas dan mengalir deras di dadaku. Hyeo So bertahan!!! Tapi… aaahh… aku tidak.. tidak bisa menolak!!

 

 

***

TBC

Note : Aku hiatus ya kawan! Kalau aku bisa OL aku usahain deh🙂. OH IYA! INI FF MURNI AKU BIKIN DARI PART 1 SAMPE PART ENDING LOH. AKU GAK PUNYA ADEK APALAGI YANG NAMANYA YURI DAN AKU GAK PERNAH BAHKAN GAK AKAN MAU MEMPUBLISH FF INI DI BLOG ATAU TEMPAT LAIN. SMEW CUMA ADA DI SATU TEMPAT, SF3SI. JADI KALAU KALIAN NGELIAT ADA FF YG SAMA KAYAK SMEW ATAU MEMANG SMEW DI TEMPAT LAIN TANPA CREDIT MAKA BISA DI PASTIKAN DI MEM-PLAGIAT. OK? Untuk yang namanya Hye Bin ya kalau gak salah yang komen di page ku bilang pernah baca FF ku di FB. Tolong sms ke nomor Lana untuk ngebantu investigasi (halah) FF ku ini😀

P.S : Bosen gak sih kalau sehari FF nya gak nentu gini? Kadang keluar kadang enggak, atau gak tepat waktu atau cuma satu? Bosen kan? Kita juga, aku, admin, author, kita bosen ngeliat FF yang di publish komennya cuma sedikit padahal katanya readernya makin banyak. Tapi makasih bagi reader kami yang setia dan mau berusaha komen walaupun susah😀

Untuk yang masih males komen, sadar diri deh. Jangan protes, jangan nanya-nanya kenapa FF nya cuma sedikit. Coba inget-inget udah rajin komen apa belum. Kita gak butuh permohonan maaf kalian karena jarang atau gak komen sekalipun. Yang kita butuhin kalian langsung komen, gak usah minta maaf cukup ninggalin komen aja ttg FF itu apa susahnya? Usaha lah sedikit. Kita aja para admin dan author berusaha keras nulis dan menghibur kalian para reader padahal kerjaan kita banyak tapi kalian yang cuma bertugas komen aja kok males sih? Hah? Mau kalau aku tutup sekalian? Aku marah nih! Serius! (ABG Labil). Authornya juga nih! Cuma pada sibuk nanya kapan FF nya di publish tapi komen di ff orang aja gak pernah! Mau jadi apa hah???!!!! (kamera zoom in(?))

KOMEN KOMEN KOMEN!!!!!

OXYGEN OXYGEN OXYGEN !!!!!!!! [camera extreme zoom in, mata melotot, garuk-garuk ketek(?)]

 

-Lana-

85 thoughts on “She’s My (Ex)Wife – Part 23

  1. Huwa,mw dunkz dbkinin soto ayam,btw atrn jgn soto ayam mak.fav na tp semur jengkol.wkwkwkwk
    #peace
    knp hrz ade q minho yg jd pcr na hyeo,atrn yg laen,smpah aq bgg mw plh spa,tp dlyt dr crta na aq mlih key ja.
    ayo dunkz author jd na ma key ja
    #puppy eyes

  2. jadi kaya sinetron deh..
    Tapi bagus!
    Emm..tapi aku agak bingung bacanya soalnya paragrafnya ga diurut dg sesuai,
    next part lebih rapi ya, zika eon!

    Yah kok hiatus? Padahal lg seru2nya tuh!

  3. huaaaaaa mianhae jrang komennnnnnn hehehehe
    komen apa yak hehehe
    pokoknya onnie nungguin part 24 nya hehehehehe
    penasaran ama masa lalunya hyeo so……………
    ihhhhihhhhhh key udh brni kisseu2 ehehehhehe

  4. suka bgt sama ceritanya bener deh, pas baca chap 1 udah ketagihan baca chap selanjutnya, ampe bela2in cerita ke temen. Apalagi ada keynya aaa omo. Tapi, dari chapter 16-23 nih masih bingung sama ceritanya😥 padahal chap 1-15 tuh keren abis !!!

  5. serem baca messagenya Lana eonnie. Yauda deh aku mo komen ^^

    Kok jonghyun sih yg dikasi tau? Knp engga key atau minho aja? Kn mereka suami/pacar nya hyeo so

    Eonnnn cepetan publish part 24 nya yaaaa!!! Awas loh kalo engga, aku ngamuk nih!! #halah

  6. Akhirnya publish jugga,,,
    Tpi,, sebenernya ada yang aku mo tanyain,,, kenapa dari awal kalo’ ada apa-apa Hyeo So paling sering curhat sama Jonghyun ya??? Ada apakah di antara mereka??? *emank gak dijelasin ato aku yang kurang teliti bacanya ya?*

  7. Hai, q reader bru, Wuah, ceritanya keren bgt, q skaa bgt..ma jalan ceritanya, apalagi pemain utamanya key n minho, aseek, tmbh seru,
    pokokx q tgu lanjutanx,, ya?^^

  8. huaaaa ff fav ku~~
    makin bagus eon, makin cinta (sama key nya) ahahaha…
    kok hiatus??
    demi aku penasaran banget ama lanjutannya.
    jangan lama-lama ya eon hiatusnya *wink wink*

  9. HUAAA~ Author nya emang paling jago bikin orang penasaran *garuk2 kasur*
    Hahaha sama dong! Aku juga jd semi hiatus gara2 sibuk prepare buat UN SMA.
    SEMANGAT YAAAA BUAT AUTHOR NYA!!! \^.^/

  10. wah aku telat. akhirnya publish juga.
    seneng deh part Jonghyun makin gede-soktau. hehe
    kereeen, jadi pengen baca ulang dari part1

  11. yaampun.. ini ff panjang tapi gak ngebosenin yah ^^,
    gak sabar nunggu kelanjutannya.
    kok authornya hiatus sih ? kan lagi seru..
    itu si key sebenernya masih pengen bales dendam apa udah suka beneran.. *penasaran.penasaran*

  12. Maaf bgt sebelumnya, aku sebenernya silent reader dan waktu itu blm punya wp jadi blm bisa comment di setiap ff yg kubaca🙂 tapi aku janji mulai skrg bkal sering comment!
    Well, ceritanya bagus! Tapi ini kpn selesenya? Kok kesannya konfliknya dipanjang2in ya? Lanjut ya!

  13. Huahahaha. . .
    Akhir.a part 23 SMEW di publish juga ^^
    Keren eonn ^^
    Aku tmbh pnsrn ma part slnjt.a nich. . .
    Part 24 n struz.a cptan di publish iya eonn🙂

  14. Naaaaaaahhh!!
    Ini bru Nyambung /(^o^)/
    Dan juga nambah serruuuu !
    Tp msh misteri bgt nih ending ny gmna =3=
    Hwhwhwhwhw.
    Penasaran >o</
    YAY!

  15. waduh, kiyoung kecil-kecil serem
    masa kasurnya key sampe ditusuk pake pisau

    kasian banget nasibnya minho
    tapi kalo suruh milih, aku bakalan tetep milik hyeo so sama key aja

    penasaran ni sama kelanjutannya
    langsung baca aja ah, daa
    *wuushh*

  16. horee..
    akhirnya ingatannya hyeo so balik lagi

    makin penasaran aja sama kisah diantara mereka
    langsung baca part lanjutannya ah *wushh*

  17. minho kasiaan, ckck
    knp cuma jjong yg dikasi tau? knp? *penasaran*
    apa hyeo punya rencana sendiri?
    aaa, gatau deh! *reader stres*

  18. wahhhh…fyuuuuh *ngusep keringat*

    seharian ini baca dari part 1 ampe part 23, serasa mata udah berair mantengin laptop hehe.

    gilaaaa…ff terpanjang yg pernah aku baca dan penuh konflik.

    tapi bagus kok…!

    gilaaa…bisa2 kalo baca nih FF terus aku bisa jatuh cintrong sama Key! Oh Noooo…*hug Taemin* taemin,….aku akan usaha tetap setia padamuuu!

  19. ahahahah
    itu tulisan yg di bwh yg wrnaya merah bkin ngakak*gakpenting
    wkkwkwkwkw
    aw…aw…aw bingung mw komen apaan soalnya udh lama gak komen ff zika eheheheh
    tp tp onnie suka adegan yg terakhir eheheheh

    *lanjut ke part selanjutnya

  20. annyeong hehe.. Hemm,, maaf baru komen.. Bingung masukin website >,.<
    8 jempol kalo perlu *minjem jempol org haha*
    ihh maaf skli lg baru komen T.T
    mohon dimaafkan *pray*
    makasiiiihhh🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s