Stay With Me

Stay With Me (?)

Author: dhedingdong

Main Cast:

Kim Eun Ji as Eun Ji (you)

Choi Minho as Minho (dia/ia)

Other Cast: Lee Sungmin

Length: Oneshoot

Genre: Romance, Angst (maybe)

Summary: ga tau, yang jelas inspirasi dari reality show TV swasta^^v jalan cerita tetap murni dari otak saya hlo.. :p COMMENT please! J

—-Kim Eun Ji POV—-

Malam ini, seperti biasa aku menunggunya di tepi danau dekat sekolah. Danau yang indah dengan dikelilingi oleh pohon-pohon rindang serta lampu hias yang begitu memukau. Membuatku benar-benar tak ingin beranjak dari tempat ini. Aku duduk sendiri di bangku yang menghadap tepat ke arah danau. Mengharap agar dia segera datang. Dinginnya udara malam seolah tak membuatku putus asa untuk tetap menunggu. Entah kapan aku dapat bertahan dengan keadaan seperti ini.

Dan seketika bayangan itu..dia..mengarahku. Ia tersenyum simpul  kearahku. Senyuman yang tak dapat kulupakan. Wajah lembutnya yang setiap kali kuingat berhasil menghancurkan hatiku. Aku rindu dengannya. Aku benar-benar merindukannya, aku ingin mendapatkan kehangatan dari pelukannya. Aku ingin menangis, aku ingin ia tahu jika keadaanku tak baik-baik saja. Aku bak menjadi sebuah bunga mawar yang telah layu karena kehilangan unsur yang paling berharga. Sebuah bunga yang awalnya memiliki keindahan pada warna dan harumnya, memiliki kekuatan pada durinya begitu saja menjadi bunga yang hampir mati. Yang sudah tak layak untuk hidup lagi di dunia ini.

Aku berusaha menghampiri bayangan itu. Namun semakin dekat ia semakin menghilang. Aku mencoba berlari mengejarnya,tetapi nihil hasilnya. Hingga aku jatuh terduduk sambil menahan tangisku yang sudah tak terbendung.

“BOGOSHIPOYO, CHAGIYA!!” aku berteriak sekencang-kencangnya, aku berusaha mengeluarkan segalanya yang mengganggu pikiranku selama ini.

Sepi dan hening. Mungkin itulah jawaban dari teriakan-teriakanku. Hanya suara jangkrik yang menghiasi malam ini. Aku masih terdiam dalam isakan tangis. Aku sungguh merasa jika bayangannya adalah nyata. Ataukah ini semua hanya halusinasi semata?? Tidak, itu tidak mungkin!!

Namun lagi-lagi mataku tertuju pada sosok yang berdiri di seberang danau, ia tersenyum hangat kepadaku. Ya,senyuman yang telah lama kurindukan.

“Biarkan aku ikut denganmu!! Aku ingin tetap bersamamu! Aku tak ingin kau meninggalkanku sendiri seperti ini!!” aku masih saja berteriak-teriak layaknya orang gila disertai oleh perasaan yang kalut begitu mendalam. Dan untuk kesekian kalinya, kulihat bayangannya masih berdiri di tempat yang sama. Aku terus berusaha untuk menghampirinya entah bagaimanapun cara yang harus di tempuh.

Tanpa berpikir panjang, pandanganku tertuju pada beberapa perahu mini yang bersandar di tepi danau. Dengan segera aku menaiki salah satu perahu tersebut tanpa adanya rasa takut ataupun cemas sedikit pun. Yang kuinginkan sekarang adalah menghampirinya dan memeluknya seerat mungkin, agar ia tak meninggalkanku sendiri lagi.

Ditengah malam yang sepi dan sangat dingin seperti ini, aku tetap berusaha untuk mengarungi arus tenang danau dengan cara mendayung-dayungkan kedua sampan sekuat tenaga. Tak peduli peluh yang bercucuran ataupun nafas yang sudah tersengal-sengal. Pikiranku sekarang hanya tertuju pada DIA, ya, DIA seorang!

Ia telah menungguku! Ia akan membawaku pergi bersamanya!

Semakin perahuku mendekat dengan tempat ia berdiri, semakin cepat pula bayangan tersebut memudar. Mataku terasa begitu panas, aku sungguh tak siap jika harus kehilangannya untuk yang kedua kali. Aku terus saja mempercepat gerakan tanganku untuk mendayungkan sampan tanpa memperdulikan jika perahu yang aku tumpangi sekarang telah oleng tak menentu.

Dan seketika, perahu yang kutumpangi diluar kendali. Hingga akhirnya terbalik, dan akupun ikut jatuh ke dalam danau dengan suhu air yang begitu dingin. Aku yakin, di malam seperti saat ini sama sekali tak ada orang yang mengunjungi taman. Dan satu-satunya cara, aku hanya dapat pasrah. Kubiarkan tubuhku terus jatuh ke dasar danau tanpa harus berusaha untuk meminta tolong agar aku dapat diselamatkan.

Kenangan saat-saat bersamanya beberapa bulan yang lalu, seperti ter-replay kembali di dalam otakku. Meskipun hanya sepenggal-sepenggal, tetapi itu semua terekam apik layaknya beberapa cuplikan yang digabung menjadi sebuah film pendek.

Terlihat jelas bayangan saat terakhir aku bersamanya, ia memberikan kecupan manis di keningku. Ia mengatakan ‘saranghaeyo’ kepadaku. Dan betapa bodohnya diriku, karena kata ‘saranghaeyo’ itulah kata terakhir yang ia ucapkan untukku. Aku memang yeoja bodoh! Karena kebodohankulah, aku tak menyadari jika saat itu ia menyembunyikan rasa sakit yang amat hingga ia ‘tertidur’ di pelukanku dan tak akan terbangun kembali.

Ya, semua kenangan itu perlahan memudar dan terus memudar hingga menjadi sesuatu yang gelap lalu tak dapat terlihat lagi.

“Jemput aku chagiya,, jemput aku!! dan kita akan hidup bersama selamanya!”

***

Ntah apa yang terjadi, kurasakan pusing yang luar biasa saat aku berusaha membuka kedua mata. Dan yang masih jelas kuingat, saat aku tenggelam di danau karena berusaha mengejarnya. Berusaha mengejar apa yang tak bisa di kejar bahkan di raih ataupun lebih parahnya di sentuh. Apakah kalian menganggapku jika aku seorang yeoja bodoh, atau mungkin bisa dikatakan gila?? Hhh~ ya beginilah aku! Aku tak akan mau menyerah hingga aku benar-benar mendapatkan yang apa ku mau, entah itu dapat di terima dengan akal pikiran ataupun hanya kemustahilan belaka.

Kini, mataku terpaku pada sosok yang berdiri di samping ranjangku. Aku tak mau berharap banyak, karena kemungkinan besar itu hanyalah halusinasi yang tak pernah berhenti. Namun ternyata, ia semakin mendekatiku. Dan aku dapat melihatnya dengan jelas, bahwa ia adalah seseorang yang aku cari selama ini.

“Op..paa” aku tak kuasa menahan tangis saat melihatnya. Aku berusaha menengadahkan kedua tanganku, berharap ia dapat membalaskan sebuah pelukannya. Ia mulai mendekatiku, namun tak ada reaksi darinya. Hanya senyumnya saja yang kerap ia umbarkan padaku.

Ia duduk di tepi ranjangku, ku belai pipi kanannya dengan perasaan yang tak menentu.

“Apakah benar ini kau, Oppa?  Apakah kau dikirim kembali kesini hanya untuk menjemputku?” aku masih saja mengelus pipi namja yang telah mendapatkan tempat spesial di hatiku.

Ia menampis tanganku dengan lembut, lalu ia menggelengkan kepalanya. Dan ia menggenggamnya seerat mungkin.

“Tak usah memperdulikan mengapa aku berada disini, yang terpenting aku hanya untukmu seorang” ia menatapku lekat-lekat, terkadang sembari mengedipkan kedua matanya.

“aku merindukanmu, tidakkah kau tahu jika aku merasa sangat kesepian saat kau meninggalkanku??” ku balas tatapan dalam ke arah wajah pucatnya.

“aku tak pernah meninggalkanmu chagiya, aku selalu bersamamu!! Disini…” ia mengarahkan tanganku yang telah digenggamnya erat-erat, ke dadaku.

Aku tak kuasa menahan tangis haru-ku. Seseorang yang telah lama ku sayangi, namun dengan cepat meinggalkanku sendirian,, kini ia duduk di dekatku. Bahkan aku dapat membelai lembut pipinya, serta menatap wajah pucatnya tepat di depan mataku.

Oh God, is this just a dream?? If that’s true, i don’t want to wake up again. I really love him, I don’t want him to leave me once again.

“Jangan menangis, aku tak suka melihatmu menjadi gadis lemah seperti ini! Percayalah padaku, aku akan terus menjagamu meskipun aku tak bersamamu lagi!” perlahan, wajah kami berdua semakin mendekat. Sangat terasa jika detakan jantungku begitu tak terkontrol, namun aku tak melawan perasaan ini. Kubiarkan mataku tertutup, hingga aku merasakan sedikit aura berbeda di bibirku.

“Kim Eun Ji!! Apa yang kau lakukan??” suara itu,,, suara Min Ji eonni, kakak perempuanku satu-satunya. Dan kini namja itu masih dalam keadaan mencium bibirku.

“e..eon..eonni..  ini tak seperti yang kau lihat eonni~ aku dan dia tidak melakukan apa-apa!! Hanya saja—“ jujur saja, aku kelabakan. Kukerahkan seluruh kemampuan berbicaraku untuk membuat eonni kesayanganku ini  percaya atas kejadian baru saja.

“Pabo~ya! Siapa yang kau cium baru saja, huh? Angin semilir? Haha~!” dengan pelan Min Ji eonni menjitak kepalaku.

“angin? Lihat eonni, Choi Minho kembali! Dia sedang berdiri di sampingmu! Tidakkah kau mengetahuinya?” aku menunjuk-nunjuk keberadaan namja manis itu pada Min Ji eonni. Namun eonni hanya tersenyum remeh seakan benar-benar tak memperdulikan itu.

Tapi tiba-tiba, raut wajah Min Ji eonni berubah begitu sendu. Dalam hitungan detik ia berlari ke arahku dan menangis di pelukanku.

“Tolong, lupakan ia~ aku tahu, meski bagimu itu sangat sulit.. Tapi sadarlah, ia tak bersamamu lagi!! SADARLAH KIM EUN JI!” Min Ji eonni menggoyang-goyangkan kedua bahuku, mungkin ia berharap agar aku cepat sadar. Namun apa yang perlu di sadari?? Choi Minho benar-benar bersamaku sekarang!!

* * *

Malam ini aku sengaja menunggunya di taman dekat danau lagi. Aku sangat yakin jika ia akan kembali lagi menemuiku, karena aku tahu..ia mencintaiku. Ia tak mau melihatku kesepian.

Angin malam yang suhu dinginnya mampu menusuk tulang, tak membuatku kehilangan semangat. Bahkan hal ini membuatku semakin ingin menunggunya dan terus menunggunya.

Dan saat ini, ia telah datang. Ia berdandan seperti biasanya, mengalungkan headphone di lehernya, memakai jaket berwarna hitam dengan lengan yang sedikit di tarik ke atas, sneakers warna putih dan tak lupa memberikan gel pada rambutnya agar dapat berdiri dan terlihat lebih fresh. Namun wajahnya terlihat semakin pucat dengan kantung mata yang sedikit menghitam. Meskipun itu semua tak mengurangi ketampanannya.

“ikuti aku…” kudengar suaranya menjadi lebih aneh dari biasanya.

Bak seorang yang terhipnotis, aku terus saja mengikutinya hingga sampai pada sebuah kedai es krim dimana tempat favoritku bersamanya.

“aku merindukan masa-masa itu..” kataku lirih.

Ia menarik tangan kananku dan mengajakku ke tempat duduk bernomor 10. Itu adalah tempat duduk favorit kami, karena disinilah tempat kami meresmikan hubungan yang bisa dibilang cinta monyet.

“Shin ahjumma~ pesan Big Strawberry Ice Cream dan Big Chocolate Ice Cream!” aku berteriak dengan semangat. Aku sendiri pun tak menyadari, sudah berapa lama tak se-semangat ini.

Kulihat Shin ahjumma memandangiku dengan perasaan aneh dan terheran-heran. Mungkin karena aku telah cukup lama tak mampir di kedainya.

“mengapa kau diam saja? Tidakkah kau ingin bercerita sesuatu??” dengan sengaja, kutempelkan kepalaku di atas bahu kirinya.

“I miss you~ really.. really miss you..” hanya itulah sepatah kalimat datar yang terucap dari mulut mungil milik Choi Minho.

“What do you mean, huh?? Did you never think, if i missed you too? I’m almost crazy because of you, stupid!!” aku tak mau kalah dengan perkataannya. Sebisa mungkin ku balas kata-katanya meskipun aku tak dapat berbicara bahasa inggris dengan baik.Ya, apa yang keluar dari mulutku sekarang adalah hal yang telah kurasakan selama ini.

Dan sekarang aku berusaha menyenderkan kepalaku di depan dadanya. Namun ini semua terasa aneh, aku sama sekali tak mendengarkan detakan jantung miliknya bahkan setiap tarikan nafas dari hidungnya.

Dengan segera, kutinggalkan segala pikiran burukku.

“Please, don’t leave me alone anymore.. I can’t live without you!” kubuka suaraku lagi.

“Hey, you’re so stupid! You can live without me, idiots! haha” ia terkekeh sambil mengelus rambut panjangku.

“Oppaaa~” aku memanyunkan bibirku.

“just kidding dear!”

Aku mulai melahap es krim strawberry jumbo yang telah berada di hadapanku sekarang. Namun tidak untuk Choi Minho. Ia hanya menatap lurus dengan penuh konsentrasi, es krim coklat yang berada di depannya.

“Mengapa kau tak memakan es krim mu?” aku sedikit curiga, karena aku tahu betul bahwa ia sangat tak tahan dengan godaan es krim. Apalagi dengan rasa coklat.

“aku telah mamakannya~!” jawabnya dengan nada yang datar.

“Bagaimana bisa? Kau hanya menatap es krim itu sedari tadi!! Ayo, cobalah es krim milikku!” kulayangkan sesendok es krim strawberry ke arah mulutnya.

Ia menolaknya, ia menggeleng-gelengkan kepalanya. Ini semua memang terasa begitu aneh dan janggal.

Entah mengapa, aku merasa begitu tak tenang. Aku merasa banyak pasang mata yang terheran melihat tingkahku dengan Choi Minho. Tapi menurutku ini semua tak ada yang berbeda, hal yang biasa dilakukan oleh sepasang kekasih. Lalu apakah ada yang salah dengan kami??

“hyaaaa~ noona itu gila!!” kulihat seorang namja kecil menunjuk ke arahku.

“mwo?? Gila?? Hhh~ what’s wrong with me??”

Dengan samar-samar kudengar bisikan-bisikan orang yang berada di sekelilingku. Dan dari semua itu, mereka semua mengolok bahkan menyindirku. Dan ada salah satu perkataan yang begitu menyinggung hatiku.

“Mengapa pemilik kedai ini mengijinkan yeoja gila masuk? Apakah ia tak memikirkan bagaimana perasaan pengunjung lain yang melihatnya?? Ya kami merasa enggan untuk mampir ke tempat ini lagi!!” saat aku mendengar perkataan itu, hatiku terasa sangat sakit.

“Hey kalian! Apakah kau tak melihat namja tampan di sampingku ini?? Ya, dia bernama Choi Minho! Kalian iri bukan tak dapat memiliki namja setampan ini?? Hhh~” emosiku kian meledak-ledak.

“sudahlah, tak ada gunanya berbicara pada yeoja gila~! Sebaiknya kita tinggalkan ia pergi!!” satu persatu, pengunjungpun mulai meninggalkan kedai.

Kini hanya aku, Choi Minho dan Shin Ahjumma saja yang masih berada di tempat ini.

“Mianhae ahjumma, aku tak bermaksud—“

“aku percaya padamu, Eun Ji! Karena cinta itu tak dapat membohongi!” jelas Shin Ahjumma dengan lembut.

“Gomawo ahjumma” kuselipkan senyum termanisku padanya.

HEY CHOI MINHO, WHY EVERYONE THINKS THAT YOU’VE NEVER BEEN HERE??

* * *

aku berbaring di atas rerumputan disamping danau yang biasa aku kunjungi. Meskipun hari telah menunjukkan tengah malam, namun aku tetap merasa nyaman dengannya.

“I hate autumn. Why?? Because the leaves go left something valuable. Just like you, in the autmn when you left me to go away..”  entahlah apa yang merasuki lidahku hingga tanpa kusadari aku berbicara demikian.

“But, I like winter. Why? Because I can give you a warm hug, so you do not feel cold..” Minho membalas ucapanku dengan santai.

“are you serious?” tanyaku padanya antusias.

“i think so..” jawabnya lirih, namun aku masih bisa mendengarnya.

“so, you’ll never leave me again?”

“I can’t promise for it!”

‘deg!’ mengapa ia menjawab demikian?? apakah itu tandanya ia akan meninggalkanku lagi??

“look at this carefully..”

Lagi-lagi dipikiranku terpampang jelas kenangan saat terakhir aku bersama Choi Minho.

–Flash back–

“Oppa, kemana saja kau?? mengapa akhir-akhir ini kau tak masuk sekolah?? apakah kau sakit? lantas mengapa wajahmu sangat pucat seperti ini?” kubuka seluruh daftar pertanyaanku saat aku bertemu dengannya.

sudah hampir 3 minggu kami lost kontak, dan sejak itu pula aku tak tahu lagi bagaimana keadaannya. Namun, kini saat aku bertemu dengannya wajahnya telah menjadi pucat pasi dengan bibir yang sedikit memutih.

“aku baik-baik saja.. aku kesini, hanya untuk mengucapkan sesuatu untukmu! Kata yang telah lama kupendam, namun sebelum-sebelumnya aku belum dapat mengatakannya kepadamu.. Mungkin Tuhan memberikanku kesempatan hanya saat ini.. Ya mungkin beberapa menit setelah ini..”

Perasaanku benar-benar tidak enak. Apa yang akan terjadi setelah ini???

“Oppa. aku benar-benar tak mengerti!! Apa maksud yang kau bicarakan sekarang??”

“mendekatlah, peluklah tubuhku seerat mungkin..”

Walaupun dengan perasaan sedikit ragu, aku mulai mendekap tubuhnya.

“kau siap? Tapi kau harus janji, jangan pernah lepaskan pelukanmu hingga aku yang melepaskannya sendiri!”

Akupun hanya asal mengangguk tak jelas. Namun karena anggukanku itulah, semuanya terjadi.

“sss..sssaa..rrraaanng..haaeeyyoo..”

saat aku mendengar ucapannya, ntah mengapa air mataku ikut menetes. Dan tiba-tiba saja kepala Minho jatuh dibahu kananku, dan perlahan pelukannya mulai mengendur.

Aku tak mau mengingkari janjiku, aku tak berani melepaskan pelukan Minho hingga pelukan tersebut lepas dengan sendirinya. Dan kini, tubuh Minho merosot jatuh dari pelukanku hingga ia terbaring di tanah dangan raut wajah kesakitan.

“KAU MEMPERMAINKANKU CHOI MINHO~ KAU BEGITU JAHAT PADAKU!!” aku menjerit histeris saat mengetahui keadaannya yang telah terbujur kaku. Tanpa sengaja kulihat air mata yang belum kering pada pelupuk matanya.

—-flashback end—-

“mengapa kau menunjukkan ini padaku??” tanyaku padanya sambil menyeka air mataku yang sedari tadi turun dengar lancarnya.

“agar kau percaya jika saat ini aku telah mati sekarang..” jawabnya lirih.

“aku tak peduli, yang terpenting kau akan terus bersamaku!” jawabku keras.

Ia membawaku ke muka sebuah pusat pertokoan, meskipun saat ini sangat sepi tak ada pengunjung. Ya, dapat dimaklumi ini adalah tengah malam.

“Lihat kaca besar itu, coba lihatlah dengan seksama.. apa yang kau lihat pada kaca itu??” ia membuka perkataannya lagi.

“itu aku.. dan, mana pantulan gambar–” aku terdiam tak percaya.Aku bersuaha menutup mulutku yang mulai ternganga dengan kedua tanganku sembari melihat tubuhnya dari atas hingga bawah.

“kau sudah menyadari bukan??”ia menjawab dengan raut wajah kelegaan.

“Tidak, kau masih hidup Choi Minho! Kau tidak mungkin–“

“i have to go now! Percayalah, aku akan tetap bersamamu di dalam hatimu!!”

Dan sekarang, bayangan tubuhnya semakin memudar..memudar.. dan kemudian menghilang.

Terima kasih karena kau telah datang disaat aku benar-benar membutuhkanmu,,

Dan aku akan senantiasa menunggu musim dingin tiba,,

karena saat itulah kau akan memberikan pelukan hangatmu, meskipun secara tak langsung..

Aku akan selalu menunggu ketepatan janjimu, Choi Minho..

Tiga tahun berlalu semenjak kejadian aneh itu,, saat ini aku telah memiliki namja baru. Ia bernama Lee Sungmin, sunbaeku di universitas. Aku sangat menyayanginya, namun rasa sayang ini tak melebihi rasa sayangku pada Choi Minho. Mungkin aku masih belum dapat menerima kematian Choi Minho sekarang, tetapi setidaknya aku sudah tak mengharapkan kehadiran Choi Minho lagi seperti dulu. Karena Lee Sungmin lah yang telah senantiasa membuatku kembali seperti ini, hingga aku lupa akan kesedihan yang membuat hidupku terpuruk beberapa saat.

Dan beberapa saat setelah kejadian aneh itulah, aku telah mendapatkan jawaban penyebab kematiannya. Dari lahir, ia telah mengalami kelainan paru-paru. Ia telah di prediksi hanya dapat bertahan setahun setelah kelahirannya, namun kehendak Tuhan berbeda. Hingga ia dapat menikmati indahnya dunia ini selama lebih dari 17 tahun.

Lagi-lagi, yang sangat kusesali ialah.. mengapa aku tak dapat mengetahuinya sejak awal?? mengapa aku baru mengetahui beberapa saat setelah ia pergi?? Tak salah jika ia kerap memanggilku yeoja bodoh. Memang kenyataannya aku adalah seorang yang bodoh..

Dan yang masih benar-benar aku tak mengerti ialah,, siapa yang menemaniku makan es krim saat itu?? dan apakah aku benar-benar berciuman dengan angin semilir di kamar seperti yang dikatakan Min Ji eonni?

Apakah itu semua halusinasiku saja, ataukah itu adalah hantu dari Choi Minho??

+++THE END+++

Anda bingung??

Ga salah deh..

Yang ngarang aja juga bingung^^v Hahahahaha

Maap, b.ingnya acak-acakan..pokoknya ni cerita buatnya ngawur>< Gomawo yang udah baca^^

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF


28 thoughts on “Stay With Me

  1. Bagus ffnya…
    Sedih deh ni ffnya kayak yg di drama2 itu… Huhuhuhu *nyeka hidung*
    Jadi itu Eun Ji sama halusinasinya atau hantunya Minho? O.O

  2. hua….
    ternyata si eunji ciuman ma hantu.a minho….
    tp aku juga dah pnah liat yg versi ftv.a, yg sama cuma inti.a (si cwe d tnggal mati ma cwo.a, tp si cwe msih g trima).
    tp nie ff real ndak jiplak dari ftv yg pnah aku liat dulu….
    *aduh.. komen kok aneh2

    for all, ff.a seru…:)

  3. Ngeri juga ya, kalau orang yang mati balik lagi (hantunya)

    untung si eun ji cepet sadar, kalo gak dia bisa dibawa ke rsj!
    *plaaaaaak

    romantis, romantis, tp ngeri juga kalo ditemui hantu,
    secakep apapun dia,
    tetep ngeri……….

  4. OHMAYGAT !!!! Aigoo~ merinding ane bacanya >,.<

    Sad endingnya bener2 bikin saya kebawa ama suasana .. Mimin pergi dan bikin Eunji sedikit terganggu ..

    like fanfic d^^b

  5. Chingu! Sumpah daebak, aku baca ini sambil dengerin lagunya 2AM yang You Wouldn’t Answer My Call jadi nangis! Gila sedih banget T_T over all keren chingu! Penataan bahasanya juga ok banget dah, huhuhuhu sedih tingkat dewa

  6. Seremm jgaa yaa,.
    Klo bayangin Mino jdi Hantuuu. .. Wuaaa *ngumpetDiketekOnew, hhaha *readersarap

    keren Chinguuu..
    I Like it dahh..

  7. Huaaa shin ajumma baik banget
    Kupikir pertamanya cewenya minho bakal mati
    Ternyaata
    Sungmin oppa yang baik
    Jadi yeojachingunya
    Gapapa deh sungmin kan lucu*ganyambung
    Ffnya keren author (y)

  8. keren FFnya, bikin nangis..

    enak juga ya ketemu hantu yang keren kayak minho… jadi pengen *plak, key banting pintu ngambek. gaje…

    pokoknya sedih banget nih ff…😦

  9. Waaah, baru nyadar kalo udah di post..😄
    Gomawo admin^^

    Btw, gomawo all yg udah komen..😀
    saya jadi lebih semangat buat bikin ff baru lagi..😀
    Mian kalo ff ini ga sesuai sama yg d harepin..😦
    *bows

  10. DAEBAK,,,….
    keren bangett.. like it so much :* *plakk*

    hahaa…..
    minho jadi hantuu.. *garela*
    wkwkwk…..
    HWAITING for author

    salam kenalll….

  11. thor makasih udh bikin nangis,nyesek,pokoknya semua deh .*hiks..hiks..hiks .
    Kenapa sedih bnget .keren bnget ffnya .feelnya dapet bnget .aku ngebayanginnya sampe ngeri sendiri .dan kenapa minho harus meninggal *huhuhu nyesek *
    pokoknya ini keren bnget ,daebak author :”””””)

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s