Unforgettable Memory In New Year Night

Title       : Unforgettable Memory In New Year Night

Cast       : Lee Taemin, Kim Jong Eun, Choi Minho, Kim Key Bum.

Length  : Oneshoot

Genre   : Romance, Sad (maybe)

Rate       : PG

~~~
Taemin POV

Sudah mau tahun baru ya?

Tidak terasa waktu berjalan sangat cepat. Ternyata sudah setahun sejak kejadian itu berlalu~

“Taemin, kkaja” kudengar suara Key hyung mengajakku pergi dari warung makan tenda pinggir jalan ini. Setelah puas melahap beberapa tusuk sate ikan dan kue beras pedas, kami memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar pusat kota Seoul, menghabiskan waktu bersama sambil menunggu malam pergantian tahun.

Tahun ini aku, Key hyung dan Minho hyung memutuskan untuk merayakan tahun baru bersama karena kebetulan saat ini kami bertiga sedang tidak memiliki yeojachingu dan kami juga jauh dari keluarga. Ya setidaknya merayakannya bersama-sama akan lebih baik dari pada sendirian kan?

“Kita ke Namsan tower yuk, disana akan ada pertunjukan kembang api yang sangat bagus untuk menyambut tahun baru” ajak Minho hyung.

“Ah sepertinya menarik, bagaimana Taemin?” aku mengangguk menyetujui rencana kedua hyung ku ini.

Tapi, tunggu sebentar..

Namsan tower ya?

Aku tersenyum setengah. Setiap aku ke Namsan, aku pasti akan mengingatnya.

Perlahan kejadian satu tahun yang lalu kembali berputar di kepalaku..

***

Flashback

Ini sudah hari ketiga sejak aku dirawat di rumah sakit. Jujur saja aku benci ini, aku benci bau obat, aku benci suasana sunyi rumah sakit, dan aku benci harus diam di kamar perawatan tanpa boleh kemana-mana.

Kira-kira kapan ya aku dibolehkan pulang? Aku sungguh sudah tidak betah berada lama-lama disini. Aku kan tidak sakit parah, aku hanya demam, umma saja yang terlalu berlebihan!

Kulirik jam di kamar perawatanku. Sudah hampir jam sembilan malam, berarti aku masih punya waktu sekitar tigapuluh menit sebelum umma datang, sebaiknya kugunakan untuk berkeliling-keliling rumah sakit saja, aku ingin melihat indahnya langit malam ini.

Aku memutuskan duduk di taman rumah sakit sambil memandang bintang di langit yang malam itu tampak cerah, untunglah salju tidak turun malam ini, jadi aku bisa duduk ditempat terbuka seperti ini, ya walaupun rasa dingin kerap membuatku menggigil, tetapi aku menikmatinya kok.

“Sedang apa kau disini?” tiba-tiba suara seseorang memecahkan keheningan malam itu. Kulihat seorang yeoja yang mengenakan baju rumah sakit sepertiku sedang berjalan menghampiriku. Aku hanya terdiam tanpa berniat menanggapinya.

“Kau pasien juga ya?” Ia kini duduk disebelahku, aku hanya mengangguk pelan menjawab pertanyaannya “sudah lama dirawat disini?”

“Lumayan, tiga hari”

“Tiga hari kau bilang lumayan lama? Hehe kau itu lucu ya?”

“Memangnya kau sendiri sudah berapa lama dirawat disini?”

“Hampir tujuh bulan”

“Mwo?!” aku melebarkan kelopak mataku “jeongmal?”

Ia mengangguk “Oh iya perkenalkan, aku Kim Jong Eun”

“Aku Taemin. Lee Taemin”

“Lee Taemin, nama yang bagus” Ia tersenyum dan aku akui senyumnya manis sekali “ehmmm.. memangnya kau sakit apa sampai harus dirawat disini?”

“Demam. Hanya Demam. Tetapi ummaku sangat cerewet, katanya aku harus dirawat di rumah sakit, takut sewaktu-waktunya makin parah”

Ia membulatkan mulutnya membentuk huruf ‘o’

“Kau beruntung masih memiliki umma yang sangat perhatian pada kesehatanmu”

“Ya tapi itu membuatku kesal, aku tidak mau dianggap sebagai namja yang manja”

Ia tersenyum lagi. Tuhan, kenapa kau menciptakan seorang yeoja dengan senyum terindah yang pernah kulihat?

“Ummamu pasti sangat menyayangimu, Ia sampai khawatir jika anaknya sakit, aku yakin pasti ummamu adalah orang yang sangat menghargai hidup, dia pasti sadar kalau kesehatan itu sangat penting!”

“Ya..ya..ya kau lama-lama jadi mirip ummaku kan” aku tertawa begitu juga dirinya. “Kau sendiri sakit apa sampai harus dirawat selama itu disini?”

Ia tiba-tiba terdiam sambil kemudian menerawang jauh kearah langit.

“Kanker hati”

Aku menatapnya kaget, sedang Ia -seperti sudah mengetahui reaksiku- hanya tersenyum sambil lanjut berbicara.

“Aku sudah mengidap penyakit ini dari kecil, chanya saja enam bulan terakhir semakin parah, dan itu membuatku harus tinggal disini”

“Mianhae… aku tidak tau”

“Gwaenchana”

“Haish kalau begitu, pakai ini” aku membuka jaketku dan kemudian ku selimuti ketubuhnya “bagaimana bisa kau keluar tanpa baju hangat, disini sangat dingin, sebaiknya kita masuk” aku sudah beranjak untuk pergi ke dalam, tetapi ia menahan tanganku “mwo?”

Sekali lagi ia tersenyum padku.

“Taemin~ah, gumawo, jeongmal gumawo”

***

Hari ini aku sudah boleh pulang dari rumah sakit, tetapi harus tetap beristirahat di rumah sampai aku benar-benar sembuh total. Tapi mengapa saat aku sudah berada di rumah, aku jadi ingin kembali dirawat di rumah sakit ya?

Apa karena Jong Eun?

Ya mungkin, aku juga tidak tau. Tapi yang jelas gara-gara bertemu dengannya waktu itu, aku jadi merasa rumah sakit bukanlah tempat yang membosankan.

Kalau dipikir kasihan juga Ia sudah tinggal selama itu di rumah sakit, Ia pasti merasa kesepian. Memangnya separah apa sih penyakitnya itu sampai Ia harus di rawat selama itu?

Ya Taemin pabo

Namanya kanker pasti penyakit parah dan pasti mematikan.
Andwae! Jangan berpikir sejauh itu Taemin, jangan berpikir macam-macam.

Heh, kalau memang kenyataan yang ada, umur Jong Eun memang tinggal sebentar lagi bagaimana? Haish, tidak mungkin. Andwae! Andwae!

Sudahlah daripada aku pusing sediri dengan pikiran-pikiran burukku tentang penyakit Jong Eun itu, lebih baik aku ke rumah sakit sekarang, menjenguknya. Dan aku kan bisa pakai alasan ingin kontrol kesehatan pada umma. Haha aku ini memang pintar!

***

“Annyeong~” sapaku sambil masuk ke kamar perawatan nomer 201. Ternyata sangat mudah menemukan kamar perawatan Jong Eun, tinggal tanya suster, semuanya beres.

“Nuguseyo?” tanya seorang ahjumma padaku yang ku yakini adalah ummanya Jong Eun.

“Taemimnida” kataku membungkuk memberi hormat.

“Taemin~ah?!” teriak Jong Eun kemudian.

“Kau kenal?”

“Ne umma, dia temanku!”

“Annyeong ahjumma, mianhae jika mengganggu”

“Aniyo. Aku justru merasa beruntung karena kau datang. Gumawo sudah mau menjenguk anakku”

“Ne, ahjumma”

“Emh, aku boleh minta tolong padamu?” tanya umma Jong Eun kemudian padaku “aku ingin makan siang sebentar, kau tolong jaga Jong Eun ya. Aku tidak lama, aku akan segera kembali”

“Ne, ahjumma”

“Hey mengapa kau datang kesini?” tanya Jong Eun ketika ummanya sudah pergi.

Aku tak langsung menjawab pertanyaanya. Aku menyerahkan sebucket bunga yang dari tadi kupegang, dan dari ekspresi wajahnya aku dapat mengetahui kalau Ia menyukai bunga pemberianku.

“Aku hanya ingin menjengukmu, tidak boleh?”

“Ah ani!” Ia menggeleng “kau sudah sembuh, Taemin-ah?”

“Seperti yang kau lihat, aku sehat kan?” aku berusaha tertawa disela-sela rasa ibaku padanya, pasalnya sekarang aku melihat ada beberapa selang infus yang menjalar keseluruh tubuhnya “kau sendiri, sudah merasa agak baikan?”

“Ya seperti yang kau lihat. Semalam penyakitku kambuh, makanya sekarang aku di infus lagi” Ia berkata sambil menyelipkan tawa renyahnya seolah-olah dia hanya menginap penyakit flue lalu fluenya berubah jadi demam tinggi. Padahal aku tau, Ia pasti sedih mendengar penyakitnya kambuh lagi.

“Taemin~ah, mau menemaniku jalan-jalan tidak?”

“Kemana? Kau kan masih sakit!”

“Keliling rumah sakit saja, aku bosan di kamar. Aku bisa pakai kursi roda kok, hehe ya jebal, Taemin~ah”

“Baiklah~”

Aku membawanya berkeliling-keliling sekitar rumah sakit saja. Kami tidak bisa keluar karena sekarang sedang turun salju, jadi sekarang kami memutuskan untuk duduk menghadap jendela besar di lobby rumah sakit sambil memandangi salju yang turun.

“Andai aku bisa keluar, menikmati dinginnya salju~” gumamnya pelan.

“Mwo? Apa kau bilang?”

Ia menggeleng “Ani, lupakan saja, tidak penting, hehe”

“Kau ingin bermain salju?”

“Ne, tapi itu mustahil, jadi ya sudahlah”

“Kenapa mustahil, semua orang bisa bermain salju”

Ia tersenyum. Ya senyum inilah yang selalu membuatku terpesona padanya, dia sangat cantik ketika sedang tersenyum.

“Aku sakit Taemin~ah, mana mungkin aku keluar, bermain salju, umma tidak mungkin mengizinkanku” Ia menarik nafas pelan kemudian melanjutkan bicara “dari kecil aku tidak pernah diizinkan bermain keluar, apalagi dimusim dingin seperti ini. Aku hanya boleh diam dirumah, jadi buatku bermain salju itu adalah hal yang mustahil”

Aku hampir menitikan air mata. Tidak menyangka hidupnya sebegitu menderita.

“Aku menghabiskan hampir setengah dari umurku dirumah sakit, dari kecil bolak-balik dirawat, pulang ke rumah, dirawat lagi, aku sudah terbiasa jadi kau tenang saja ” Ia seperti sudah bisa menebak apa yang ku khawatirkan.

“Jong Eun~ah”

“Dokter sudah memvonis hidupku tinggal sebulan lagi, jadi sekarang aku hanya ingin menikmati sisa-sisa hidupku disini”

“YA! Kenapa kau bicara seperti itu? Tuhan yang menentukan seberapa lama lagi kau akan hidup, bukan dokter!”

“Arraseo. Tapi melihat kondisiku ini, aku yakin dokter pasti tidak sepenuhnya salah”

Aku menggeleng pelan. Kenapa Ia jadi pesimis seperti ini? Tapi jika apa yang dikatakannya benar, jika hidupnya tinggal sebulan lagi, sungguh aku belum siap kehilangannya.

“Jong Eun~ah apa keinginanmu?”

“Mwo? Keinginan apa?”

“Keinginanmu. Sebutkan lah semua yang kau inginkan saat ini!”

Ia telihat sedikit berpikir “Ehmm.. sebenarnya aku punya satu keinginan yang sejak dulu belum pernah jadi nyata. Aku ingin sekali merayakan malam tahun baru dibawah Namsan towerpasti sangat menyenangkan, melihat indahnya malam pergantian tahun dengan kembang api yang memancar di langit serta lampu indah dari tower Namsan”

“Baiklah kalau begitu aku akan mengabulkan keinginanmu!”

“Mwo?!” Ia menatapku kaget “kau gila?”

“Ani. Jika kau ingin menikmati sisa hidupmu yang katamu tinggal sebentar lagi itu, maka aku akan membantumu mengabulkan apapun yang kau inginkan”

“Waeyo?”

“Karena..” aku mengaruk-garuk kepalaku yang sebenarnya tidak gatal, aku jadi bingung mau jawab apa “karena.. aku ingin jadi seseorang yang berarti untukmu~”

***
“Jebal ahjumma, aku mohon kali ini saja, dan aku janji itu tidak akan lama” ini sudah kesekian kalinya aku memohon pada ummanya Jong Eun agar Ia mengizinkan anaknya itu pergi keluar bersamaku di malam tahun baru nanti.

“Andawe Taemin, aku tidak bisa mengizinkanmu pergi dengannya. Itu terlalu berbahaya untuk kesehatan Jong Eun, kumohon kau mengertilah”

“Ne, aku mengerti ahjumma, tetapi tidakkah kau pikir apa yang dirasakan Jong Eun ketika kau selalu melarangnya keluar? Dia bilang dia tidak pernah merasakan bermain salju, padahal Ia ingin sekali melakukannya. Dia ingin merayakan malam tahun baru dibawah Namsan tower, tidakkah kau kasihan padanya? Aku hanya ingin mewujudkan semua impiannya sebelum dia pergi…” aku menggantungkan kalimatku “ya setidaknya, itu kan yang dikatakan dokter, umurnya tidak lebih dari-“

“Cukup Taemin! Aku mengerti. Jangan bahas mengenai perkiraan dokter lagi” kini air mata umma Jong Eun sudah mengalir keluar “baiklah, aku izinkan kalian pergi, aku setuju jika tujuanmu ingin membahagiakannya disisa-sisa waktunya”

“Gumawo ahjumma, jeongmal gumawo. Aku janji aku akan menjaganya”

Kulihat umma Jong Eun mengangguk sambil mengelap air matanya “Buatlah Jong Eun bahagia”

***
“Kita mau kemana?” tanya Jong Eun ketika aku terus mengandeng tangannya yang kecil itu pergi.

“Ke Namsan”

“Na… Namsan?” Ia seperti tidak percaya dengan pendengarannya “jeongmal?”

“Ne, kau sendiri kan yang bilang ingin menikmati malam tahun baru di Namsan?”

“Tapi, bagaimana bisa kau mendapat izin ummaku?”

“Itu… rahasia”

Aku merasakan ia mencibir pelan. Biar saja, aku suka melihat ada yeoja yang penasaran denganku, sepertinya saat ini, hehe.

Akhirnya kami sampai juga di Namsan tower. Huh tak kusangka ternyata malam ini Namsan ramai sekali, mayoritas sih dipadati dengan sepasang kekasih yang ingin merayakan tahun baru bersama. Maklum, Namsan memang menjadi tempat favorite pasangan kekasih.

“Ini Namsan?” Ia seperti takjub melihat menara tinggi menjulang dihadapannya ini “wah indah sekali, aku suka lampunya!”

“Hey bagaimana jika kita berfoto?” aku mengeluarkan handphoneku “hitung-hitung untuk kenang-kenangan”

“Ide bagus, kkaja”

Aku sudah siap dengan posisiku, begitu juga dia. Kami berfoto tepat dibawah Namsan tower dengan saling tersenyum bahagia. Setelah itu, kami memutuskan untuk membeli kopi dan duduk di bangku-bangku kecil yang disediakan disekitar area Namsan.

“Sebenarnya kau tidak boleh minum kopi!”

“Ne, arraseo. Aku kan sudah jarang minum kopi, jadi sekali-sekali tidak apa-apa”

“Hehe” aku mengacak-acak rambutnya pelan “kau dingin tidak?”

“Sedikit”

“Kalau begitu berikan tanganmu, biarku hangatkan”

“Mwo?!”

Tanpa ragu lagi ku tarik tangannya dan kemudian kugosok-gosokan dengan tanganku berharap hal ini membuatnya lebih hangat.

“Taemin~ah”

“Seharusnya tadi kau bawa sarung tangan” Aku sudah selesai menghangatkan tanganny

“bagaimana, jadi lebih hangat kan?”

“Ne. Gumawo”

“Masih duapuluh menit lagi sebelum tahun baru, sekarang apa yang ingin kau lakukan sambil menunggu?”

“Tidak ada, aku ingin disini saja. Duduk bersamamu sambil menikmati salju yang turun”

“Bagaimana jika, kau sebutkan apa yang kau ingin lakukan ditahun depan?”

“Seperti resolusi?” Ia kini kembali menyeruput kopinya, aku mengangguk pelan. “Aku… ingin sembuh”

Aku terdiam sambil terus memandangnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Ya, alasan yang sangat masuk akal, tapi bisakah terwujud?

Semoga, ya semoga saja Tuhan memberikan keajaibannya.

“Kalau kau?” Ia kembali bertanya padaku.

“Aku?! aku sebenarnya punya banyak keinginan tapi hal yang paling kuinginkan adalah masih bisa melewati banyak hari bersamamu dan melihat senyumu, karena aku sangat suka senyum indahmu itu

Aku tertawa, begitu juga dengannya. Entahlah kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutku tanpa direncanakan.

Aku rasa aku menyukainya.

Ani, maksudku, aku rasa aku mencintainya. Ya aku memang mencintainya sejak pertama kali bertemu dan melihat senyum indahnya itu.

“Taemin~ah” panggilnya pelan.

“Hmm?”

“Gumawo”

“Haish kenapa kau harus selalu berterimakasih padaku?”

“Habis kau baik sekali”

“BHUK HUK HUK” tiba-tiba Jong Eun batuk, Ia langsung menutup mulutnya dengan telpak tangannya. Kemudian setelah itu kulihat ada darah keluar dari mulutnya.

“Gwaenchana?” tanyaku mulai panik.

“Gwaenchanayo, aku sudah terbiasa” Ia kemudian mengelap tangannya yang berdarah dengan syal yang melingkar di lehernya.

“Apa sebaiknya kita pulang saja ya?”

“Tidak usah Taemin, tanggung tinggal sepuluh menit lagi menjelang pergantian tahun. Gwaenchana, aku benar-benar tidak apa-apa, kau tidak usah khawatir”

“Tapi…”

“Tidak apa-apa. Percaya padaku!”

Ya kalau sudah seperti itu, memangnya aku bisa apalagi?

“Kau lelah ya? Kalau kau lelah kau bisa bersandar pada pundakku” tawarku yang kemudian dijawabnya hanya dengan anggukan kepala. Ia kemudian menyandarkan kepalanya kebahuku, kini kami berdua sama-sama menerawang jauh kelangit.

“Taemin, gumawo sudah berusaha mewujudkan keinginanku. Aku senang sekali bisa bertemu dengan orang sepertimu~”

“Tuh kan, kau mulai lagi…”

Ia tertawa kecil “Namsan, salju, dan kembang api, kau sudah mewujudkan semuanya Taemin, jadi pantas jika aku selalu berterimakasih padamu”

“Kau salah, kembang apinya belum, tinggal tiga menit lagi” Ia tidak menjawabnya “Jong Eun, kau tau, ini pertama kalinya aku melakukan ini semua pada seorang yeoja. Sebelumnya, aku tidak pernah melakukan ini pada yeoja manapun. Kau orang pertama, jadi kau harus merasa beruntung ya haha”

Aku kini memandangnya yang sedang memejamkan matanya sambil tersenyum.

“Jong Eun, saranghae~”

“DUAR DUAR DUAR!” mendadak puluhan kembang api meluncur ke udara, berpijar indah di langit yang malam itu tampak cerah. Suara terompet pun bergemuruh dimana-mana, menandakan malam tahun baru sudah datang.

“Jong Eun, kau lihat itu, itu kembang api, indah sekali bukan?” tetapi Jong Eun sama sekali tidak menjawabku “Jong Eun?!” panggilku sekali lagi tetapi masi tidak ada reaksi.

Ya Tuhan, apa dia..

Ani, tidak mungkin.

Aku menarik nafas pelan sambil kemudian menatapnya hati-hati. Ia sama sekali tak bergerak sekalipun aku sudah menguncang-guncang tubuhnya. Mendadak aku panas dingin, buru-buru kugenggam tangan kecilnya yang sudah mulai mendingin itu. Aku panik, ku cek denyut nadinya dan setelah itu aku tidak mampu bernafas normal lagi. Semua udara disekitarku sesak. Aku lemas, aku merasa jantungku melorot sampai kaki. Entahlah bagaimana aku selajutnya. Yang ku tau, sekarang Ia sudah pergi. Sudah benar-benar pergi

“Jong Eun~” desisku lemah. Kini air mataku sudah mengalir.

Ditengah meriahnya suasana tahun baru, dimana semua orang disekelilingku sedang besorak sambil berteriak menyambut tahun baru, aku disini, menangis, menangisi kepergiannya.
Jong Eun pergi setelah aku berhasil mewujudkan keinginanya.

Namsan, salju, dan kembang api.

Kini air mataku sudah tak dapat terbendung lagi, aku sudah menangis sejadi-jadinya. Ia benar-benar pergi, benar-benar pergi untuk selama-lamanya.

Ya tapi kupikir, tidakkah ini terlalu cepat untukku dan untuknya? Keinginanku bahkan belum tercapai semuanya, aku masih ingin melewati hariku bersamanya.

Otakku seperti menolak kenyataan ini, aku seperti tidak bisa terima kalau ia sudah tidak bisa bernafas lagi, tetapi hati kecilku berkata lain, mungkin ini adalah takdir yang telah digariskan Tuhan untuknya. Ya ini memang yang terbaik untuk semuanya, aku juga tidak mau melihatnya terus tersiksa dengan penyakitnya itu.

Perlahan kugenggam tangannya yang sudah mulai kaku sambil kemudian mengelap air mataku.

“Tidur yang nyenyak ya, Kim Jong Eun~”

Flashback End

***

“YA Taemin apa yang kau lakukan, ayo cepat kita naik keatas, pemandangannya lebih bagus!”

“Ne, hyung!”

Aku melebarkan pandanganku kesekeliling menara Namsan. Setahun yang lalu, aku juga merayakan tahun baru disini, dengan salju yang turun serta kembang api yang memancar indah di langit. Namun bedanya, kini tidak ada lagi seorang yeoja yang memiliki senyum paling indah disisiku, Kim Jong Eun.

Aku, dia, Namsan, salju, kembang api dan malam tahun baru akan selalu menjadi memori yang tak terlupakan untukku. Aku akan selalu mengenanya di dalam pikiranku dan juga di dalam hatiku~

“Hyung, tunggu aku!” teriakku seraya mengejar Key dan Minho hyung.

FIN

Hehe maaf kalo aneh ini aku ngerjainya abis bangun tidur siang, jadi rada-rada eror begini. Mianhamnida, oh iya btw saehae bog manh-I, happy new year semuanya J

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

22 thoughts on “Unforgettable Memory In New Year Night”

  1. huakkk… hiks..hiks….. taemin oppa … baik bener….
    meninggalnya saat dy bahagia…

    wah daebak… bikin dada ku sesek …
    ….

  2. : Huwaaaaa, Taeminnie!! serasa bukan Taemin deh, kalo minho kaya’nya lebih cast-nya (ya, terserah authornya lah), Tapi ga apa-apa kok, bosen juga kalo Taemin kebagian peran imut en menggemaskan, sekali-kali kaya’ gini, Cool Namja!

    Tapi tau ga, pikiran awal, pas liat cast cewe’nya Kim Jong Eun, malah kepikiran host KJE chocolate, kan namanya sama Kim Jong Eun juga, jadi aku pikir Kim Jong Eun yang ini tu noona-noona, ternyata seumuran ya,

    Nice FF

    Author Fighting!!!

  3. sedih,,,,,
    ya, tapi seenggaknya keinginan jong eun dah kesampean, walau gak semuanya
    dah si Taem juga udah ngungkapin perasaannya.

  4. DEMI APAPUN…………………………..

    INI FF PALING PALING PALING ME-NYEN-TUH!!!!! :”””””””'((((((

    ya Tuhan author… you really make me cry when I read this…

    aku ngebayangin aku yang jadi Taemin… Ya Tuhaan…. hhh…

  5. AuThor, tangGung jawaB!
    Aku beneran nangis ney. .
    HuweE, . (TT^TT)
    *meluk jjong oppa*

    mengHaru biru ceritanya. .
    #apasiH?

    Kasian Taem mesti ditingGal Jong Eun. .
    Sini Taem sama aku aja. .
    *meluk Taem*
    joNg eunnya juga kasian punya penyakit kayak gitU. .
    Q.Q

    widiHh. . Aku bisa ngebayangin dEh gimana taem sama jong eun waktU di namsan tower. .
    Hhh. . Beneran gak tega dEh aku liat taem nangisin kepergianNya JoNg Eun. . Apalagi JoNg eun belum sempet ngejawaB perasaAnNya Taem. .
    Huhuhu. . (TT^TT)

    FFnya seDerhana, dan ringan, tapi roMantis dan menyentUh, terus Feelnya dapet. .
    KEREN pokoknya!

    GoOd job, auThor!
    Oh ya, Chandra Imnida 17 y.o *aku yeoja loh*
    #gak ada yang nanya!#
    salam kenal ya. .
    *hug*
    kekekeke~

  6. huwaaaaaaaaa……..
    T^T
    sediiiiiiih bgt ff.a……..
    aQ jdi nangis beneran…..
    ToT
    taemin,,,,, sini sama aQ aja….
    *hug taemin*

  7. Huah akhirnya diposting juga. Ternyata butuh waktu 2 bulan buat nunggu giliran ff ku keluar. Hehe sebenernya ini ff udh aku kirim sjk awal tahun baru, jd temanya “new year” gini. Dan sepertinya di ff ini aku kelupaan nulis nama author ya, tp sbnrnya aku udah kirim yg revisi, mungkin adminnya blm ngecek lg. Ya sudahlah gpp.

    Yg jelas makasih banyak yg udah nyempatin baca. Gumawo

  8. bagus :’)
    trharu ma Taemin yg rela berkorban..
    ngajak jln2, ampe wujudin smua keinginan tu cewe.. :’)
    bener2 romantis ^^~

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s