STAR IN EAST of Sky

STAR IN EAST of Sky….

Author : Kim Hyun Ri (Yunri. Key girl) a.k.a Vivi

Main Cast        : Kim Hyun Ri , Kim Kibum

Support Cast    : Choi Minho

Length             : One Shot

Genre              : Sad, Life, Romance

Rating              : General / PG-16

23 September…

Aku menatapnya dalam. Apa yang baru di katakannya denganku? Apa itu serius? Malam ini terlalu dingin untuk sebuah candaan, ku rasa ia memang serius.

“Ku mohon, menikahlah denganku”, ucapnya lalu menatap mataku.

“….”, hening, aku tak tau harus menjawab apa. Aku tau, pasti ini akan keluar juga dari mulutnya, tapi kenapa harus sekarang? Sekarang aku belum bisa, aku benar – benar belum bisa.

“Ku mohon, menikahlah denganku”, ulangnya. Aku lalu menunduk, butiran bening membasahi pelupuk mataku. Aku tak bisa, aku tak boleh menerimanya atau aku memanglah seorang yang egois. Gak, aku gak bisa, aku gak boleh egois.

“Maaf”, ucapku dengan pasti lalu bengkit dan menyandang tasku.

“Kenapa?” ia lalu bangkit dan memegan bahuku.

“Maaf, aku gak bisa”, ujarku, aku menunduk, kali ini air mataku benar – benar tak bisa ku bendung lagi.

“Kenapa? Kenapa kamu gak bisa?” tanyanya lagi.  Aku lalu menatap matanya. Ada rasa berat bila aku mengeluarkan kata – kata ini padanya.  Tanganya lalu bergerak menghapus air mataku.

“Maaf”, hanya itu yang bisa aku ucapkan.

“Jangan menangis”, ucapnya lalu menarikku ke dalam pelukannya. Ku rasakan pelukan yang hangat ini lagi, pelukan yang benar – benar hangat di malam musim dingin pertama di korea. Aku membiarkannya memelukku tanpa ada niat membalasnya sedikitpun, biarlah ia memelukku, ini memang pelukan terakhir darinya bagi ku.

“Maaf, aku gak bisa menikah denganmu, maaf, maafkan aku”, ucapku di sela – sela tangisku. Aku lelu melepas pelukannya.

“Sekali lagi, maafkan aku”, ucapku lalu berbalik dan pergi.

“Gak, kamu gak boleh pergi”, ucapnya lalu menarik tanganku.

“Jangan tahan aku”, ucapku keras.

“Aku gak akan melepasmu sebelum kau berikan alasan padaku. Kita udah pacaran tiga tahun, apa salah bila aku ingin menikahimu?” tanyanya.

“Maaf”, ucapku lagi.

“Kenapa? Kenapa hanya maaf yang bisa kau katakan”, ujarnya lagi, ia mempererat genggamannya. Ku tau ia marah, pasti marah. Tapi, maaf, maaf, aku benar – benar tidak boleh menikah denganmu. Aku tidak boleh egois.

“Kenapa Yunri?” tanyanya lagi.

“Karena, karena…. Karena aku sudah tak mencintaimu”, ucapku, ada rasa sakit di hatiku saat ku ucapkan itu padanya. Perlahan, genggaman tangannya melonggar hingga aku dapat melepas tanganku.

“Maaf”, ujarku lalu berlari meninggalkannya. Maafkan aku karena member kado seperti ini di ulang tahunmu.

Aku terus berlari, aku tak boleh berhenti, aku harus berlari, harus, harus, aku tidak boleh berhenti apalagi kembali padanya. Aku terus berlari hingga aku semakin masuk, semakin masuk dalam kegelapan.

«««

9 Desember…

Aku masih menatap ke arah langit, masih menatap ke arah bintang di ujung timur. Aku selalu teringat kata – katanya dulu.

“Chingu, kalau kau merindukan aku, tatap bintang bintang di timur ya, karena bintang itu pasti aku”, ucapnya lalu tersenyum jahil.

Kini, tak ku sangka, aku benar – benar merindukannya. Aku benar – benar membutuhkannya. Aku masih mencintainya, tapi, aku, aku sudah terlalu menyakitinya.

“Apa kabar?” ujarnya saat kami bertemu kembali sebulan setelah malam itu. Aku hanya terdiam, aku benar – benar kaget ia berada di sini.

“Baik”, ucapku pelan.

“Kamu sedang fiting baju juga?” tanyanya ramah. Aku bingung, kenapa tak ada benci di nada suaranya, begitu juga tatapannya.

“I..iiya”, jawabku. Ya, aku memang sedang fiting baju pengantin di sini. Aku akan menikah dengan Minho minggu depan.

“Kamu?” tanyaku basa – basi.

“Aku menemani sepupuku mengambil baju untuk pertunangannya besok”, jawabnya lalu tersenyum konyol.

“….” Diam, kami berdua terdiam, memoriku berputar. Aku masih teringat saat – saat di mana kami membayangkan akan memfiting baju di tempat ini. Ya, aku memang berhasil memfiting baju di tempat ini, tapi, tapi bukan dengannya, melainkan orang lain.

“Apa kau bahagia?” tanyanya tiba – tiba.

“Ya, aku bahagia”, ucapku berbohong. Ia lalu tertawa pelan.

“Kau bohong, matamu tak bisa menutupinya”, ucapnya lalu memengang wajahku.

“Aku tidak bohong, aku bahagia. Aku mencintai Minho, begitu juga ia, dia juga mencintaiku”, ucapku lagi.

“Benarkah. Kau benar – benar bahagia?” tanyanya lagi.

“Ya, aku benar – benar bahagia, tak pernah aku sebahagia ini”, jawabku lagi – lagi berbohong. Ada rasa sakit saat kuu menatap raut wajahnya yang berubah muram.

“Kalau begitu selamat. Selamat berbahagia dan selamat tinggal. Maaf, aku tak bisa menghadiri pernikahanmu tanggal 07 besok. Aku harus pulang ke Dae Gu, sepupuku akan menikah tanggal 06”, ujarnya lalu pergi.

“Terima kasih” ucapku pelan saat ia sudah berbalik. Kurasakan buliran bening mengalir di mataku, aku sudah taku kuat lagi menahan buliran bening ini, maafkan aku.

“Sudah malam. Ayo tidur”, ucap Minho membuyarkan lamunanku. Ia lalu meletakkan jaket di badanku. Aku hanya tersenyum simpul padanya.

“Bintang di sana benar – benar indah”, ucap Minho lalu menunju ke bintang paling terang di langit Timur.

“Aku yakin, ia selalu menjadi bintang paling terang. Aku yakin dia pasti bintang itu, karena ku tau, di pasti mencintaimu dan akan selalu menjagamu dari sana”, ujar Minho lagi.

‘Maafkan aku, ku mohon, maafkan aku, bukan aku gak cintai kamu, tapi aku harus melakukan ini, aku gak boleh egois, aku gak boleh hanya memikirkan dirimu, aku memang harus melakukan ini, agar Ayahku tidak menghancurkan usaha Ayahmu, sekali lagi, maafkan aku Kibum’ batinku lirih.

Aku lalu meletakkan kepalaku di dadanya. Minho, ia benar – benar baik, tak seharusnya aku selalu memikirkannya, aku juga harus memikirkan Minho. Air mataku mengalir pelan.

“Jangan menangis, aku tak ingin melihatmu menangis, begitu juga dia”, ujar Minho lalu mengahpus air mataku.

“Sarangeyo”, ujarku. Ya, sarangeyo, ku rasa mungkin aku sudah mulai mencintainya.

“Nado Sarangeyo”, ujarnya lalu memelukku erat dan aku pun membalas pelukannya.

«««

SEOUL 7/11.

Ditemukan sesosok mayat di daerah Dae Gu. Mayat diketahui berjenis kelamin laki – laki dnegan usia sekitar 22 tahunan. Mayat ditemukan tewas bunuh diri dengan tujuh luka tusukan di daerah perut dan dada yang mengenai jantung dan hati korban. Dari kartu identitas yang ditemukan di dompet korban diketahui bahwa korban bernama KIM KIBUM.

END.

P.S       : Akhirnya terbit juga nih ff… Mian kalo ff nya jelek ya, hahaha, soalnya nulis ni ff dalam keadaan hati yang lagi galau juga, jadi sekali lagi, mian kalo ffnya jelek ya. Jangan lupa commentnya ya ^.^!!

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

29 thoughts on “STAR IN EAST of Sky”

  1. sedih….. T,T
    tapi kurang penjelasan, menurutku. takut kalo ada yang nggak ngerti…
    hehehehee
    tapi bagus kok, sedih bgt tapi… TT,TT
    bagus ffnya…. ^^

  2. Yaampun sedih banget
    Minho jagain yunri baik baik ya
    Kibum pergi dengan tenang
    Coba kibum tau alesann kenapa yunri nolak
    Pasti dia bakal ngerti
    Huaaa
    Daebak daebak!!

  3. FFnya bagus sayangnya end nya singkat gtu,, twu2nya kibum udh mati 😦 ehm ntar klo bkin lg Ɣªήğ lbih jlas Ўa̲̅a̲̅a̲̅º°º

  4. menurut ku malah sedih banget TT TT
    eonnieeee kenapa kau tega buat kibum kaya gitu huaaaaaaaaa
    aku gak bisa bayangin kibum bunuh diri TT TT

    aku malah bersyukur ini cerita gak diperjelas ehehehehe
    good ff eon..
    lain kali jangan buat kibum mati TT^TT

  5. Endingnya tragis banget. Nggak nyangka langsung berhenti gitu aja :O
    Pendeskripsiannya bagus, jadi feelnya lumayan dapetlah. Cuma kaget aja langsung abis dengan ending key mati T^T kalo dijelasin lagi pasti lebih bagus.
    Tapi tetep daebak kok author ^^b

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s