Taeminnie Love Story – Part 1

Title                             :           [Sequel #1 Taeminnie Love Story] YA! TAEMIN-AH~!

Author                         :           Achiiey_Linda

Main Cast                    :           Taemin SHINee – Hyorin

Support Cast               :           Jonghyun SHINee

Length                         :           Sequel OneShot

Genre                          :           Fluff, Friendship, Romance

Rating                         :           PG-13 (Maybe?)

Summary                     :           Ajari aku… Ciuman!

A.N                             :           Udah pernah di post di wonderfanfiction.wordpress.com dengan judul yg sama dan author yang sama… mungkin ada yang udah pernah baca?? Yang belum pernah… Hayuk di baca dulu… Trus komen!^^

[sequel #1 Taeminnie Love Story]

YA! TAEMIN-AH~!

By : Achiiey_Linda

Kring… kring…

“Noona, ppali!”

Aku berlari menuju asal suara, dan…

Plak!

“Ya! Noona… Appayo…”

“Jika aku dihukum karena terlambat, kepalamu akan merasakan yang lebih sakit!” Aku segera duduk di boncengan sepeda. Setelah menunggu hampir setengah jam, akhirnya kami berangkat ke sekolah juga.

Aku Hyorin. Siswi kelas film. Dan ini Taemin, tetanggaku. Kami telah berteman sejak kecil. Setiap hari kami selalu pergi ke sekolah bersama, pulang bersama, dan bahkan bermain bersama. Meskipun Taemin adalah adik kelasku, tetapi aku tidak pernah malu bermain dengannya.

***

“Kau tau dimana Taemin?” Aku mencarinya. Aku akan menitipkan surat ini kepada Taemin. Aku sudah lama menyukai Jonghyun. Kebetulan sekali mereka berdua adalah murid training di sebuah rumah produksi. Jadi kuputuskan untuk menulis surat yang berisi tentang perasaanku selama ini kepadanya.

“Hyorin noona! Apa tidak tau Taemin dihukum karena terlambat?” Tanya Junsoo.

“Mwo? Dihukum? Dimana?”

“Di lapangan upacara.”

Aku segera berlari menuju lapangan upacara. Di depan tiang bendera, Lee Taemin, sedang berdiri dengan sebelah kaki terangkat dan kedua tangan di telinga. Lucu sekali.

“Taemin-ah! Kau sedang apa?” Aku menghampiri Taemin. Semakin dekat wajahnya terlihat lucu. Aku tidak bisa menahan tawaku. Akhirnya aku tertawa di depannya.

“Noona, kau memang tidak punya hati! Aku sedang dihukum dan kau menertawakanku? Aish…”

“Mianhae, Taemin-ah. Kau lucu sekali. Seperti bangau… kekeke~”

Taemin memonyongkan bibirnya. “Ada apa mencariku?”

Aku menyerahkan surat yang kubawa tadi. “Bantu noona, berikan ini kepada Jonghyun.”

Taemin menerima surat dariku. “Noona, Jonghyun hyung itu seorang playboy!”

Mataku menyipit. “Ya, Lee Taemin! Kau ini tau apa? Berikan saja itu kepada Jonghyun! Arasseo?” aku mengacak-acak rambutnya, kemudian pergi meninggalkan Taemin.

***

Noona, mianhae. Aku tidak bisa mengantarmu pulang. Aku harus pergi latihan. Kau bisa pulang sendiri? Besok sepertinya akan terlambat lagi. Jadi berangkatlah dulu, jangan menungguku. Taemin~

Aish… Lagi-lagi aku harus pulang sendiri. Baiklah, demi impiannya menjadi artis aku harus memakluminya.

Arasseo. Jangan lupa berikan suratku kepada Jonghyun! Hyorin~

Ne… Taemin~

***

“Noona!!!”

Aku menoleh. Taemin mengejarku.

“Surat balasan dari hyung.”

Aku menerimanya, tersenyum. “Gomawo Taemin-ah. Aku tau kau bisa dipercaya.” Kemudian mendongak ke arahnya. Tunggu. Mengapa bibirnya terluka?

“Bibirmu…” Aku mendekat. Tanganku hampir menyentuh bibirnya, tetapi dengan segera dia menepis tanganku. “Wae?”

“Kissu…” jawabnya enteng. Raut wajahnya berbeda dari biasanya. Dia terlihat, berantakan.

“Kuraeyo? Kau sudah melakukannya? Mengapa tidak menceritakan kepadaku?”

“Andwae. Ini rahasia!” Kemudian Taemin pergi.

“Mwo? Rahasia? Bibirnya terluka, dia masih menyebut rahasia? Babo!” Aku pergi sambil tersenyum. Di tanganku kini ada surat balasan dari Jonghyun. Gomawo, Taemin-ah!!

***

Aku menemui Taemin di atap sekolah. Ini adalah tempat favorit kami selain gedung kesenian. Di atap inilah tempat dimana kami sering bercerita, dan tempat dimana Taemin selalu menghiburku ketika aku menangis.

“Ada apa? Mengapa tidak bicara di rumah saja?”

Aku duduk di samping Taemin. “Aku… ingin meminta sesuatu…”

Aku menggeser dudukku, mendekatkan bibirku ke telinganya. Membisikkan sesuatu.

“MWO????? MENGAJARI CIUMAN???” Taemin berteriak. Aku segera membungkam mulutnya.

“Jangan berteriak!”

Dia mengangguk. “Jelaskan padaku, noona. Aku tidak tau maksudmu!”

“Jonghyun… Mengajakku kencan…” Aku diam sejenak. “Aku… belum pernah berciuman, Taemin-ah. Aku ingin kau mengajariku agar aku tidak memberikan ciuman yang buruk kepadanya. Ini kencan pertamaku.”

“Mengapa aku?”

“Karena… kau sudah melakukannya… sampai bibirmu terluka…”

“Andwae!”

“Aku hanya memintamu mengajariku berciuman…” aku memelankan suaraku, reaksi Taemin begitu tidak terduga. Kupikir dia akan menertawakanku, tetapi sebaliknya. Dia marah.

“Tidak! Apakah kalian harus berciuman ketika kencan? Kalian tidak harus berciuman! Tidak boleh berciuman!”

Emosiku naik mendengar kata-katanya. “Ya! Lee Taemin! Mengapa kau marah? Jika tidak mau mengajariku, tidak mengapa! Aku bisa sendiri!”

Aku pergi meninggalkannya. Mengapa dia marah? Apakah dia cemburu? Dia sudah melakukannya hingga bibirnya terluka, sedangkan aku belum pernah! Mengapa harus cemburu? Aish…

***

Sudah dua hari aku tidak berbicara dengan Taemin. Dia sudah berusaha meminta maaf, tetapi aku tidak mau. Kesalahan pertama, dia seenaknya saja berciuman dengan perempuan dan merahasiakan siapa perempuan itu dariku! Kesalahan kedua, dia tidak mau mengajariku berciuman! Apa susahnya sih mengajariku berciuman? Bukankah dia beruntung bisa menciumku? Aish…

Hari ini adalah kencanku bersama Jonghyun. Aku harus memakai baju apa ya? Bingung sekali. Aku tidak mempunyai gaun. Bahkan high heels pun tidak punya. Bodoh. Mengapa Taemin tidak pernah menyuruhku memakai gaun? Tunggu. Mengapa harus memikirkan Taemin? Ya, Kim Hyorin! Ini kencan pertamamu! Jangan merusak suasana dengan mengingat si bodoh Taemin!

Kuputuskan untuk memakai hotpants dan kaos, kemudian memakai sepatu kets. Memang terlihat aneh, kencan bergaya sporty. Tetapi aku berusaha menutupi gaya sporty ku dengan menonjolkan riasan wajah dan tatanan rambutku.

Selesai.

“Kim Hyorin… Neomu Yeoppo…” kataku pada diri sendiri, kemudian pergi menuju taman. Jonghyun bilang akan menjemputku di taman.

Aku menunggu Jonghyun. Lama sekali. Apa dia lupa hari ini kami berkencan? Bagaimana jika dia benar lupa? Aku tidak punya nomer HP nya. Apa harus bertanya pada Taemin? Tidak. Aku kan sedang marah padanya! Dan, Hyorin-ah, berhenti menggantungkan hidupmu pada Taemin!

“Mianhae… Aku lupa ada kencan…”

Aku menoleh. Jonghyun datang. Dia menggunakan kemeja putih, dan jas putih. Tampan sekali dia. Rahangnya… Aku menyukai rahang itu…

“Hyorin-ah??” kata Jonghyun membuyarkan lamunanku.

“Ne, Jonghyun-ah annyeong.” Aku membungkuk. Aku berkencan dengan Jonghyun! Akhirnya…

Aku mendengar dia tertawa kecil. “Sudah ku duga akan mengecewakan!”

Aku mengejang. Mengapa dia tertawa?

“Aigoo~ Sudah ku bilang aku hanya menyukai gadis seksi!”

“Mworago?”

“Aku sudah bilang padanya aku tidak mau, tetapi dia tetap saja memaksa. Aku sudah bilang aku hanya akan berkencan dengan gadis seksi, dia malah memukulku.

“Hyorin-ah, mianhae. Kau bukan tipeku. Dan gaya berpakaianmu… Kau akan berkencan apa bermain golf? Buruk sekali. Mengapa Taemin bisa menyukaimu?”

***

Flashback~

“Hyung, ada surat untukmu.”

“Kim Hyorin?”

Taemin mengangguk. “Tolong, hyung. Sekali ini saja. Kencanlah dengannya.”

“Taemin-ah, sudah ku katakan dia bukan tipeku! Aku tidak mau!”

“Aku mohon padamu, hyung. Dia sudah lama menyukaimu. Setiap hari dia selalu membicarakanmu, bertanya apa makanan favoritmu, warna kesukaanmu. Ayolah, hyung!”

“Dengar. Aku hanya akan berkencan dengan gadis seksi, cantik, dan pintar!”

Bug. Tinju Taemin mengenai pipi Jonghyun.

“Ya! Apa maksudmu?”Jonghyun bangun, membalas tinju Taemin.

“Jangan menjelek-jelekkannya di depanku, hyung!”

Bug. Jonghyun memukul Taemin lagi. “Kau memukulku hanya karena itu? Taemin-ah! Kau memukulku karena gadis itu? Keterlaluan sekali!”

Taemin bangun, memukul Jonghyun dengan keras. “Dia bukan gadis biasa, hyung! Aku menyukainya! Tetapi dia hanya melihatmu! Dia hanya menyukaimu! Bisakah kau tidak menjelek-jelekkannya?  Hyung, aku sudah lelah. Pergilah berkencan dengannya. Aku mohon!”

END~

Taemin bodoh! Mengapa dia sebodoh itu?

Aku berlari sambil menangis. Aku tidak tau mengapa aku menangisinya. Menangisi Taemin. Seharusnya aku menangis karena Jonghyun menolakku secara terang-terangan! Bukan karena si bodoh Taemin!

Aku baru menyadari sekarang. Taemin, kau sudah besar! Kau sudah bisa merasakan cinta. Mianhae. Aku terlalu bodoh sehingga tidak menyadarinya! Aku bahkan menyuruhmu memberikan surat cintaku kepada Jonghyun! Menceritakan semua perasaanku pada Jonghyun! Apakah setiap hari hatinya terluka? Jahat sekali…

Aku mencari Taemin di rumahnya. Tetapi dia tidak disana.

“Gwencana yo, Hyorin-ah?” Ibu Taemin terkejut melihatku yang berantakan sekali.

“Ne, saya permisi dulu.”

Dimana dia? Hari Sabtu, seharusnya dia sedang bermain game di rumah! Apakah sedang latihan? Tidak mungkin. Dia selalu ada di rumah jika hari Sabtu. Malamnya kami biasa pergi ke bioskop. Dimana kau, Lee Taemin? Ada yang ingin aku bicarakan padamu!

Tunggu.

Sepertinya aku tau dia dimana.

***

Aku melihatnya duduk dengan wajah muram. Aku berjalan mendekat, tetapi kemudian berhenti ketika dia berkata, “Noona, sedang apa kau sekarang bersama hyung? Lelaki seperti apa aku? Menyerahkan gadis yang ku cintai kepada hyungku untuk berkencan? Bodoh.”

Aku mengusap tangisku. Kau memang bodoh Lee Taemin!

“Ya, Taemin-ah! Sedang apa kau di situ?”

Taemin terkejut. Dia segera berbalik. “Noona!”

Aku berlari menghampirinya, memeluknya. “Mianhae, Taemin-ah. Jeongmal mianhae..”

Taemin sepertinya terkejut dengan pelukan tiba-tiba dariku. “Ada apa? Mengapa noona tiba-tiba memelukku dan meminta maaf?”

“Noona sudah tau semuanya, Taemin-ah. Tentang Jonghyun, pertengkaran itu… Aku sudah tau semuanya.”

Taemin melepaskan pelukanku. “Jonghyun hyung, mengatakan semuanya?”

Aku mengangguk. “Aku sudah tau luka di bibirmu bukan karena berciuman… dan aku… sudah tau… kau… menyukaiku…”

Taemin mematung. “Ottoke? Kau… sudah tau semuanya, noona…”

Aku memukul kepalanya. “Babo! Apa kau tidak ingin tau perasaanku yang sebenarnya?”

“Aku…  aku tidak mengerti apa yang kau maksud, noona…”

Aku memukulnya lagi. “Apakah selama ini belum jelas? Apa kau tidak tau aku marah sekali ketika mengetahui luka di bibirmu karena kau berciuman dengan seorang gadis? Apa kau tidak tau aku marah sekali kau berpelukan dengan seorang gadis ketika drama musim panas tahun lalu? Kau masih belum tau? Aish…”

Tiba-tiba Taemin menarikku dalam pelukannya. “Noona, ijinkan aku melakukan apa yang seharusnya dilakukan seorang pria!”

Cup.

Taemin mendaratkan ciumannya di bibirku. Melumatnya sebentar, kemudian melepaskannya.

“Noona, saranghae…”

“Na….do…”

Kemudian dia menciumku lagi. Aku menikmatinya. Menikmati ciuman ini. Tetapi kemudian aku sadar. Aku memukul kepalanya yang sedang menciumku.

“YA! TAEMIN-AH! KAU MENGAMBIL CIUMAN PERTAMAKU!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

[sequel #1 Taeminnie Love Story] YA! TAEMIN-AH~! // END

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF


23 thoughts on “Taeminnie Love Story – Part 1”

  1. Taeminnn sabar banget
    Gatau kenapa
    Jong jahat bangeett disinii
    Ko dia gituuu
    Akhirnya taemin pacaran sam noonanya hihihih
    Daebak!!!

  2. jjong orang.a blak2kn bgt…… Kalau dia gak suka langsung ngomong gitu ajj… Jadi keingat sama nae yeobo, key..
    #plakkkkkkkkkk
    Taeminnnnn….
    >.<
    Sebegitu cinta.a kamu sama noona mu… Sampe rela mohon2 k jjong…. Walau pn akhir.a kalian jadian,,,, tpi pengorbanan (?) mu….
    Ckckckckckck
    Lanjooot next part..

  3. Aduh duh ini kan cerita kisseu ku sama taemin, aduh noona jd malu ni taem kok critanya d umbar2 *plak *digorok taemints *digugat cerai sama onew kekekekeke~
    Duh ga sabar nih nunggu next part nya, lanjut terus ya author, hwaiting! (^.^)/

  4. @all
    terimakasih udah baca n komen. .tunggu part slnjtnya ya. .ak uda krim kok .tinggal terbit. .wkwkwk

    @SF3Si admin
    mohon maaf yg sebesar2nya atas ketiadaan saya di comen2 FF yg lain. .saya sibuk, sangat T.T
    terimakasih uda Post FF saya ini *bow*

  5. uwa~~~ taemin oppa kau mematahkan hatiku >.<
    ceritanya bagus banget 🙂
    ini bakalan ada sequel ato versi member yang lain?

  6. …wakh nie ff bikin akk jeles…
    akk mauk dah jdy hyorin…
    dpet poppo dr taeminnie…
    wkwkwkwk
    **ngarep.com

  7. authornya kereeennn…. #lhoo? Haha..iya, keren..karena bisa membuat aku mengimajinasikan ff ini waktu aku baca..
    Critanya ringan tapi seru,nagih #emangnarkoba XD

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s