Seoul I’m In Love – Part 2

Seoul I’m In Love Part2

Author: Nadia qurotha a.k.a Nataem

Main Cast: Choi Minho, Lee EunSoo.

Support Cast: Member SHINee, Lee SunHyun, Kyungmin.

Length: Belum terpikirkan akan sampai part berapa 0.o

Genre: Romance, sad(?), Life.

Rating: General

Summary: My Crush is My Sister’s Boy Friend.

P.S: Gaya bahasanya disini sedikit berubah. Mianhae *bow* ff ini udah lama banget aku ngirimnya dan waktu itu aku gak nulis format dan juga aku kira nggak akan dipost. Awalnya, aku berniat untuk nulis oneshoot tapi past dipost tulisan ‘part 1’ bersanding dengan judulnya jadi, aku bikin part 2 ini. Maaf kalo agak gaje heheh-_-“ 2 hari jadi hehehe. Itu aja deh, selamat membaca yah^^

EunSoo POV

“Jagi, selamat tinggal…” Minho melepaskan tanganku.

“Anni…mengapa secepat ini? Kau baru menyatakan cintamu!” Seorang yeoja berkulit putih dan berambut panjang datang menghampiri kami berdua. Entahlah, tapi aku tidak kenal yeoja ini siapa.

“Ini yeojachinguku yang baru…”Minho merangkul yeoja tersebut dan menatapnya lalu tersenyum.

Air mataku mengalir deras seketika. Ingin sekali aku berteriak didepan wajah yeoja yang sudah lancang mengambil namjachinguku dengan seenaknya!

“Mwo? Minho-ssi kau…” Minho tidak menghiraukan perkataanku lalu pergi bergandengan tangan dengan yeoja itu.

“Aiiisshhh Minho-ssi apa yang kau lakukan? Kau nggak boleh pergi Minho-ssi! YA!!!” Aku berteriak sekeras mungkin. Tapi percuma. Mereka sudah hilang. Pergi entah kemana. Meninggalkan aku sendiri.

“Minho-ssi…kau…huhuhuhu.” Tangisku semakin keras. Aku berlutut dan menutupi wajahku dengan kedua telapak tanganku.

“Minho-ssi!!!”

“Minho-ssi!!!”

“Minho-ssi!!!!!!!!!!!”

Aku tersentak. Seluruh tubuhku basah karena keringat. Mataku sembap. Tenggorokanku sakit sekali. Aku habis menangis. Yeah, karena mimpi konyol itu. Aku bersumpah akan mengutuk yeoja yang ada dalam mimpiku kalau sampai mimpiku ini jadi kenyataan. Hmmm, mungin bukan hanya yeoja yang ada dalam mimpiku, tetapi aku juga harus berhati-hati terhadap Krystal. Sang personil f(x) yang kabarnya dekat dengan Minho.

Bicara soal f(x)? Aku kesal dengan Sulli. Mengapa dia berani sekali mendekati Taemin. Oh ya, aku lupa memberitahu kalian. Biasku adalah Taemin dan Key, bukanlah Minho. Walaupun begitu tetap saja aku cemburu jika ada yang mendekati Minho.

“Mimpi konyol tadi…benar-benar deh.” Gumamku.

Aku bangkit lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diriku yang sudah lepek (jiah, bahasanya lepek-_-) karena keringat. Inilah alasan aku membenci mimpi buruk, atau bisa dibilang mimpi sedih. Tetapi yang namanya mimpi sedih sama saja buruknya dengan mimpi buruk. Sudahlah, aku masukan mimpi sedih ke kategori mimpi buruk.

Lupakan soal mimpi. Aku melangkahkan kakiku ke kamar mandi.

5 menit kemudian…

“Fiiuuhh segarnya.” Aku mengambil Hair Dryerku yang kuletakan diatas lemari lalu mengeringkan rambutku saat tiba-tiba ponselku berdering.

Kulihat nama yang tertera dilayar. Lee SunHyun. “Ne Sun, ada apa?” Kataku tidak bersemangat.

“Eun, coba dengar!! Besok aku akan berangkat ke seoul!!” Serunya bersemangat.

Hair Dryer yang kupegang terjun bebas dalam keadaan menyala dari tanganku dan jatuh tepat didepan kakiku. “Mwo??????? Seoul?? Besok??????????” Rasa cemas menghantuiku. Bukannya aku tidak gembira karena kakak perempuanku akan tinggal bersamaku di seoul. Agak kesal juga sih, karena hidupku tidak lagi bebas karena keberadaan SunHyun. Tapi masalahnya adalah minho.

Flashback

“Jaga dirimu baik-baik ya EunSoo. Jangan pernah macam-macam. Ingan pesan Umma, kau jangan berpacaran dulu hingga umurmu mencapai 20 tahun.” Umma menatapku tajam lalu kembali tersenyum dan mengelus rambutku lembut.

“Ingat pesan Ummamu nak. Hati-hati disana.” Appa bergantian memeluku.

“Nah Eun, kau sudah menjadi anak yang berprestasi sekarang. Aku akan merindukanmu, dongsaeng.” SunHyun memeluku erat. Aku tak kuasa menahan tangis ketika SunHyun memeluku. Rasanya seperti akan meninggalkan mereka untuk selamanya.

“Ne…semuanya….Umma, Appa, Sun…aku berangkat dulu. Jaga diri kalian!”

Flashback ends.

“Eh? Eun?? Kau baik-baik saja?” Terdengar suara dari seberang yang membuatku sadar dari lamunanku.

“Ah, ne..ne sun…jadi, kapan kau akan ke seoul?” Kataku.

“Hhhh kau ini bagaimana! Aku kan sudah bilang besok!! Jangan-jangan kau nggak dengerin aku ngomong  ya?” Katanya dengan suara meninggi.

“He? Denger kok.” Sahutku cepat.

“Yasudah. Aku mau siap-siap dulu. sampai bertemu disana, dongsaeng!” Panggilan terputus.

#########

“Mworago? SunHyun? Dia akan kemari?” Mata minho membelalak ketika aku memberitahu soal keberangkatan SunHyun ke seoul besok.

Aku menghela nafas berat. “Ne.” Jawabku singkat.

“Baguslah jagi, kau tidak sendirian lagi diapartmentmu.” Minho membelai rambutku dengan lembut.

“Minho-ssi, tapi –“

Minho menaruh telunjuknya dibibirku. “Ssshh…panggil aku oppa!” Katanya setengah berbisik.

“Heeeehhhhh baiklah. Oppa, masalahnya begini, umma sudah memberiku pesan yang nggak akan mungkin aku langgar gitu aja!” Jawabku cemberut.

“Pesan apa? Ceritakan saja semuanya padaku, jagi.” Dia menatapku dengan tatapan kasih sayang. Mata beningnya memancarkan ketulusan. Tak sanggup rasanya jika terus berlama-lama menatap matanya yang bulat dan bersinar itu.

“Aku nggak boleh berpacaran sampai umurku 20 tahun.” Ujarku seraya melotot.

Minho tersentak. “Mwo? 20 tahun? Berapa umurmu?” Tanyanya.

“17 tahun.” Aku menunduk.

“Oppa, terpaksa kita harus rahasiakan ini. Dari SunHyun, umma, appa, bahkan member SHINee yang lain.” Kataku lemas.

Ekspresi wajah Minho kembali seperti semula. “Rahasiakan? Anniyo. Memangnya kenapa sih? SunHyun kan sudah kenal denganku.” Rengeknya.

“Oppa, kau harus mengerti. Walaupun Sun sudah kenal lama denganmu, bukan berarti dia nggak akan ngadu tentang hubunganku denganmu ke umma dan appa.” Aku menatap lekat-lekat wajah namja itu.

Minho menghela nafas. “Baiklah jagi.”

Syukurlah Minho bisa mengerti keadaanku. Walaupun aku agak kesal juga karena harus merahasiakan hubunganku dengannya dari para member SHINee. Tapi biarlah, semoga SunHyun hanya berkunjung dan menginap beberapa waktu lalu kembali ke Amerika.

########

TOK TOK TOK

TOK TOK TOK

TOK TOK TOK

“YA!! Berisik sekali!! Siapa sih pagi-pagi sudah bertamu?!”

Dengan sangat terpaksa dan dalam keadaan setengah tidur, aku bangkit dari tempat tidurku lalu membuka pintu. Dan…

“Eun!” Seru SunHyun riang lalu memeluku erat sekali.

‘Oh tidak. Rasanya aku mau terjun bebas dan mati.’ Pikirku dalam hati.

“Yeah. Kau sudah tiba? Cepatnya.” Sahutku tak bersemangat.

Dia melepaskan pelukannya. “Mengapa nada bicaramu seperti itu Eun? Wae? Kau nggak senang aku datang?” wajahnya berubah menjadi seperti ingin melahapku.

“EH? Anniyo, bukannya begitu. Aku baru saja bangun tidur. Masih agak ngantuk.” Jawabku seadanya.

Satu yang masih mengganjal dipikiranku saat ini. Jarak dari Amerika ke Seoul terpaut cukup jauh. Bahkan sangat jauh. Tetapi mengapa Sun bisa begitu cepat tiba di seoul? Dan mengapa dia tahu aparmentku? Aigo! Ini semua membuatku kesal.

“Oh. Apartmentmu bagus Eun. Rapi dan bersih.” SunHyun masuk dan meninggalkan barang bawaannya didepan pintu. “Ugh…tampaknya dia akan tinggal cukup lama.” Keluhku setelah melihat koper yang dibawa oleh SunHyun.

“Gomawo.” Aku membawa barang itu masuk dan segera menutup pintu.

“Dari mana kau tahu alamat apartmenku, Sun?” Tanyaku.

Dia membuka jaket kulitnya dan mengibaskan rambutnya. “Umma dan Appa. Ingat? Kau memberi tahu alamat apartmentmu kepada mereka.” Jawabnya sambil tersenyum.

‘Yeah. Itu karena mereka memaksaku memberi tahu alamat apartmentku. Kalau tidak, aku tidak akan memberi tahu mereka.’ Kataku dalam hati.

“Hmmm..yeah, aku ingat.”

#########

“Eun, apa kau tahu kabar minho sekarang?” DUAR. Pertanyaan itu berhasil membuat nafasku tercekat. Jantungku berdetak hebat.

“Eh? Ehm..mi-mi-mmmi-minnho ya? Ma-masa kau ng-ng-ngg-nggak tahu? Dia kan main rapper b-b-bo-boyband SHINee.” Jawabku terbata-bata.

“Oh ya? Hebat ya. Aku sama sekali nggak tahu. Sudah lama aku nggak negliat wajahnya. Pasti dia bertambah tampan.”

JLEB. Sekarang aku merasa kalau ada sebuah panah raksasa yang menusuk dadaku. Apa Sun menyukai minho? Oppaku? Namjachinguku? Andwae! Walau dia adalah kakaku, tak akan ku biarkan seorangpun merebut Minho dari pelukanku.

“Yeah. Mungkin.” Kataku singkat.

“Eun, aku ingin memberitahumu sesuatu.” SunHyun mendekatkan wajahnya ke telingaku dan mulai membisikan sesuatu kepadaku.

“MWO? Are you kidding me?” Pekiku ketika dia selesai membisikan kata-kata ‘menyesakan’ itu.

‘Aigo! Aku harus melakukan apa? Sun, bilang kalau kau hanya bercanda.’ Air mata menggenangi kelopak maatku. Dengan sekuat tenaga aku berusaha menahan emosiku yang semakin ingin meledak. Aku tidak mau membuatnya kecewa. Tetapi aku marah padanya. Marah sekaligus kesal.

‘Tuhan…tolong bilang semua ini hanya mimpi.’

########

“Eun…Eun…” Panggil seseorang sambil mengguncang pelan tubuhku.

Aku menggeliat lalu menyadari siapa yang mengguncang tubuhku tadi. ‘Astaga, aku lupa kalau SunHyun disini!’ Batinku. Aku duduk lalu menyesuaikan kondisiku dengan lingkungan sekitar. Wangi masakan yang memenuhi ruangan membuat rasa ngantuku hilang.

“Kau masak, Sun?” Tanyaku.

“Ne.” Jawabnya singkat lalu menuju dapur untuk mengecek masakannya.

“Tuhan…Apakah ini kenyataan yang harus aku hadapi? Aku takut aku nggak akan bisa menahan diriku dihadapan SunHyun.” Gumamku sambil melayangkan pikiranku pada kejadian kemarin.

“Ottoke? Aku sama sekali nggak bisa nahan amarah ini. Aku ingin sekali berteriak kepada seluruh penduduk seoul kalau aku ini kekasih Minho. CHOI MINHO.” Aku meremas-remas bantal yang ada dipangkuanku. Menggigitnya sekuat tenaga ketika tiba-tiba SunHyun muncul.

“Kau lapar? Aduh, kau belum makan berapa bulan sih sampai menggigiti bantal begitu.” Ujarnya.

Akupun melepaskan gigitanku. “Anniyo!” Teriaku.

“Lantas, mengapa bantal itu kau gigit?” Tanyanya.

I’m Just…Aku hanya sedang kesal, Sun.” Kataku sambil melempar bantal yang sudah basah karena liurku itu ke pojokan.

Why? Apakah aku boleh tahu?” Dia duduk disampingku dan mengelus bahuku.

“Hmm…tidak penting sih.” Jawabku.

“Kau kesal dengan siapa?” Tanyanya lagi.

“Dengan…ehm…dengan…dengan kyungmin-ssi hehe.” Aku berbohong.

“Oh. Baiklah, aku tidak akan memaksa. Sebaiknya, cepat selesaikan masalahmu dengannya.” Dia kembali ke dapur.

‘APANYA YANG DENGAN KYUNGMIN?! AKU KESAL DENGANMU TAHU!! SUNHYUN, KAU DENGAR AKU TIDAK? HAH? AKU KESALLLLLLL!’ Jeritku dalam hati.

“Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.” Kali ini gulinglah yang menjadi sasaranku. Aku memukul dan membanting guling itu dengan sekuat tenaga lalu melemparnya.

‘God…Help me. Give me your strength.’

########

We Gonna Go rocka rocka rocka rocka rocka rocka So Fantastic

Go rocka rocka rocka rocka rocka rocka So Elastic.

1 New Message From: Oppa!

“Oppa?” Gumamku. Aku segera membaca pesan itu.

Jagi, bisakah kita bertemu? Aku menunggumu didorm. –saranghae-

“Tumben sekali. Mungkin penting.” Aku bergegas mengganti celanaku dengan celana jeans. Kubiarkan diriku mengenakan T-shirt abu-abu polos.

“Sun, aku keluar sebentar ya?” Aku memperbesar volume suaraku agar terdengar oleh SunHyun yang berada dikamar mandi.

Tidak ada jawaban dari SunHyun. Karena kupikir SunHyun pasti akan mengizinkanku pergi, akhirnya aku pergi saja tanpa pamit dengannya.

#########

“Oppa, Waeyo?” Tanyaku ketika sampai didorm.

Minho melirik kekiri dan kanan berusaha memastikan kalau keadaan dorm benar-benar kosong. “Jagi, sepertinya Key sudah mengetahui tentang hubungan kita.” Katanya.

“Mworago? Oppa…kok bisa?” Aku menahan tangisku. Usaha menyembunyikan hubungan ini gagal sudah.

“Kau tahu sendiri kan Key itu sifatnya seperti apa? Dia memaksaku untuk bilang tentang hubunganku denganmu.” Wajahnya terlihat menyesal.

Air mata mengalir dari mataku. “Oppa…” Desahku.

“Jagi? Gwenchanayo? Uljimma…” Minho merengkuhku dalam pelukannya. Dia mencium keningku. Aku kaget. Benar-benar kaget. Sekaligus malu tentunya. Ini kali pertama dia mencium keningku.

“Nggak apa-apa kalau Key tahu tentang hubungan diantara kita. Kalau kita menyembunyikannya, sama saja kita malu mempunyai kekasih. Apakah kau malu mempunyai kekasih sepertiku?” Aku menggeleng.

Yang dikatakan Minho ada benarnya. Untuk apa disembunyikan? Harusnya aku bangga mempunyai namjachingu yang merupakan idaman semua yeoja diseluruh dunia.

“Ne, kalau begitu sekarang jangan menangis.” Minho menghapus air mataku dengan tangannya.

“Oppa, aku ingin mengatakan sesuatu.” Tangisku berhenti.

“Apa? Katakanlah.”

“Begini oppa, soal SunHyun…” Kataku ragu.

“SunHyun? Dia kenapa?”

“Waktu itu………….”

Flashback

“Eun, aku ingin memberitahumu sesuatu.” SunHyun mendekatkan wajahnya ke telingaku.

“Aku menyukai Minho-ssi.” Bisiknya pelan lalu tersenyum.

“MWO? Are you kidding me?” Pekiku ketika dia selesai membisikan kata-kata ‘menyesakan’ itu.

“Aku tidak bercanda, Eun. I’m deeply in love with him.” Katanya masih memamerkan senyum.

Flashback ends.

“Jagi…kau bercanda kan?” Minho tersentak kaget mendengar ceritaku barusan.

“Anniyo. Aku serius oppa.” Aku berusaha menahan emosiku.

“Biarkanlah.” Katanya cuek.

“Mwo? Maksud oppa?” Tanyaku.

“Biarlah dia menyukaiku. Yang terpenting, aku sudah punya kau, jagi. I’m yours.” Ujarnya dengan seulas senyum menghiasi bibirnya.

“Iya sih…hajiman…” Kataku ragu.

“Tapi apa?”

“Soal umma dan appa?” Tanyaku.

“Aku yang akan bilang pada mereka, jagi. Kau tenang saja.” Dia mengacak-acak rambutku lalu nyengir.

Rasa kesalku pada SunHyun masih bersarang dihatiku. Mau bagaimanapun dia bersikap baik padaku, tetap saja rasa kesal ini akan terus ada. Aku selalu memikirkan bagaimana reaksinya ketika dia tahu kalau aku adalah yeojachingunya Minho. Reaksi umma dan appa, dan juga para member SHINee. Mereka semua pasti akan kaget setengah mati, kecuali key.

~~~~~~~

Author POV

EunSoo semakin sering bertemu dengan Minho dan pulang larut malam. SunHyun berulang kali memergokinya pulang larut malam. EunSoo selalu bilang ketika ditanya oleh SunHyun, “Aku kan kangen sama Kyungmin, jadi setiap hari selama seminggu aku dedikasikan buat persahabatan kita dengan jalan-jalan.” Katanya berbohong. SunHyun merasa kalau ada yang aneh dengan EunSoo, dongsaengnya.

‘Bukannya dia bilang sedang marah dengan Kyungmin? Anak itu! Pasti ada yang disembunyikannya dariku.’ Pikirnya.

Suatu hari, SunHyun mengikuti EunSoo. Kemanapun dia pergi.

11.30 PM

SunHyun menghentikan langkahnya dan bersembunyi dibalik pohon yang tepat berada didepan toko bunga XXX. Dia memperhatikan gerak-gerik EunSoo yang masuk kesebuah Supermarket disebelah toko bunga tersebut.

SunHyunpun keluar dengan sebuah kantung plastic kecil ditangannya. “Dia beli…es krim?” Kata SunHyun bingung. Yeoja itu kembali mengikuti EunSoo yang kini sedang berjalan menuju suatu tempat.

12.00 PM

SunHyun kembali menghentikan langkahnya ketika dia sampai disebuah taman yang cukup ramai. “Ta..taman? Aku rasa dia berkencan. Dengan siapa? Apakah dia sudah mempunyai namjachingu? Kenapa dia nggak bilang padaku?” Keluhnya.

SunHyun melihat sekilas seorang namja yang sangat dikenalnya. Minho. Wajahnya menjadi cerah ketika dia melihatnya. SunHyun bermaksud untuk menghampiri Minho yang sedang duduk sendirian dibangku taman. Tetapi…………

~~~~~~

SunHyun POV

“Anak ini…sebenarnya dia mau apa sih ke taman? Apa dia sedang berkencan? Dengan siapa?” Keluhku kesal.

Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling taman yang penuh dengan orang-orang baik yang sedang berpacaran mau hanya sekedar bermain bersama keluarga mereka. Sekilas, aku seperti melihat namja yang tidak asing lagi dimataku. “Eh? Itu Minho kah? Mau apa dia disini?” Gumamku pelan.

Aku tersenyum lebar dan bermaksud untuk menghampirinya. Tetapi……

“EUN?!?!?!” Pekiku ketika melihat EunSoo yang datang dengan dua buah es krim ditangannya dan duduk disebelah Minho. Mereka berdua saling melempar senyuman. EunSoo menyerahkan es krim yang ada ditangan kanannya. Minho menerimanya sambil melempar senyuman yang sangat manis. Mereka makan es krim itu bersama. “Mereka sangat bahagia.” Desahku berusaha menahan tangis.

“Untuk apa aku mengikutinya kalau hanya untuk melihat pemandangan seperti ini? MENYESAKAN. Pantas saja EunSoo tidak begitu menyambut kedatanganku ke seoul. Dan saat aku membisikan rahasiaku kepadanya, dia kaget setengah mati. Sekarang aku tahu. Aku tahu apa yang membuatnya seperti itu. Tuhaaaaaaannnnnn aku tidak sanggup melihat semua ini….” Tangisku pecah.

Aku tak sanggup. Aku berlari kearah apartment EunSoo. Belari dan terus berlari hingga akhirnya aku sampai. Aku mencari koperku yang ternyata ada didalam lemari EunSoo. Aku mengambilnya dan memasukan semua barang-barangku. Tangisku tidak dapat kuhentikan. Mungkin saat ini wajahku sudah tidak karuan. Aku menulis sebuah memo untuk EunSoo dan menempelkannya dikaca berharap EunSoo membacanya.

“Mianhae Eun…Bukannya aku ke kanak-kanakan tetapi aku sudah nggak sanggup lagi disini. Sekali lagi Mianhae…hiks.” Aku mengenakan jaket hitamku lalu pergi.

“Mungkin kita akan bertemu lagi, Minho. Jaga EunSoo baik-baik ya. Aku pergi dulu.”

-tbc-

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

6 thoughts on “Seoul I’m In Love – Part 2”

  1. Huaaa sedih banget sunhyunnya
    Tapi emang dianya telat siii
    Eunso masih mikirin kakanya
    Padahal diakan pacarnya minho
    Lanjutt

  2. Aduh itu minhonyaaaa yg pas eunso nangis aduh itu swit sekali ya toloong
    Sunhyun pergi tapi gak marah kan sama eunsonya?
    Ditunggu bgt lanjutannya thooor! Publishnya jangan lama2, penasaran.
    Semoga aja entar minho kalo ketemu lagi sama sunhyun gak muncul feel suka heeee:p

  3. Thor..!!!!! tHoorrr..!!!!*mbil lncat” gJ…
    FF qm bgus BGTZZZ…!!!!
    bruan lnJuutttttttt q gk sbar bgt..!!!!!*MAKSA!!!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s