{TEASER} The Pervert Nerd

TITLE : The Pervert Nerd ( Teaser // A P P L Y )

AUTHOR : Yuyu a.k.a Younji

Main Cast : SHINee, Reader ( A P P L Y )

Length : Sequel

Genre : Romance, Angst

Rating : PG – 16

TEASER

THE PERVERT NERD

“Tidakkah dia sangat tampan?” tanya temanmu sambil menunjuk ke arah seorang namja yang baru saja keluar dari ruang guru dan sedang membungkuk sebelum meninggalkan ruangan itu.

“apa bagusnya dia? Dia kan hanya seorang kutu buku.” Jawabmu tidak tertarik. Kau bukan orang yang terlalu suka memperhatikan namja-namja disekitarmu, tidak seperti temanmu yang sangat gila.

“oh, come on! Dia memang kutu buku, tapi dia tidak mengenakan kacamata tutup botol—setidaknya ia memakai kacamata yang cukup modis. Dan wajahnya sangat tampan—apalagi senyumnya yang sangat manis. Dan dia juga sangat baik dan sopan! Keluarganya kaya raya. Lihat, dia perfect kan?” tanya temanmu lagi meminta persetujuanmu, tapi lagi-lagi kau tidak tertarik.

“tidak ada manusia yang sempurna, kau tau itu.” Kau masih saja terus berdebat dengan temanmu karena tidak ingin menyerah begitu saja pada kesimpulannya.

“tapi—tapi… Dia tidak hanya bagus di akademis, di non-akademis pun ia sangat menonjol. Lalu, tidakkah menurutmu hebat jika seorang kutubuku seperti dia memegang kendali atas geng yang paling ditakuti diwilayah kita—di sekolah kita?”

Ya, namja yang mereka sebut-sebut sebagai kutubuku itu memang cukup dihormati—atau ditakuti—oleh geng sekolah mereka. Tidak ada seorang pun yang tau mengapa ia bisa menjadi ketua diatas diketua dalam geng tersebut. Entah karena ia kaya, pintar, atau memang memiliki karisma seorang leader? Entahlah, tapi yang pasti, tidak ada seorangpun yang pernah melihatnya berkelahi. Jadi memang patut dipertanyakan, bagaimana bisa ia menjadi ketua geng jika ia tidak pernah berkelahi untuk mempertahankan dirinya ataupun untuk menunjukkan kualitasnya sebagai seorang ketua geng?

***

“mulai sekarang, ia akan menjadi teman serumah kita.” Kata ibumu begitu kalian berempat—kau, orangtuamu, dan si kutubuku itu—duduk di ruang keluarga. Kau memandang kutubuku itu dengan heran. Bukankah ia orang kaya? Apakah ia tiba-tiba saja jatuh bangkrut hingga tidak punya tempat tinggal lagi?
”karena orangtuaku harus keluar negeri dalam jangka waktu yang cukup lama dan mereka tidak tega membiarkanku tinggal sendirian, untunglah ada aboenim yang bersedia menjagaku selama mereka pergi.” Seolah bisa membaca pikiranmu, namja itu dengan sukarela menjelaskan padamu.

“aboenim?” tanyamu tidak percaya karena ia memanggil ayahmu dengan sebutan seperti itu.

“benar, karena appa bekerja diperusahaan orangtuanya dan ia sering datang membantu, appa sudah menanggap dia sebagai anak appa sendiri dan memintanya untuk memanggil appa seperti itu.”

Kau mengangguk sebagai tanda setuju.

“antarkan dia ke kamarnya, kamar kosong yang ada di depanmu.” Pinta ibumu.

Kalian berdua menaiki tangga dalam diam, kau mengantarnya ke kamar dan membukakan pintunya.

“kamsahamnida.” Ucapnya sambil tersenyum manis. Sedetik, kau luluh pada senyum manisnya, ternyata memang benar-benar sangat menawan, pikirmu.

Namja itu tersenyum kecil. Ia mengangkat tangannya dan melepaskan kacamata yang dipakainya sementara tangan lainnya yang bebas menarikmu mendekat padanya.

“jangan menatapku seperti itu. You make me hard, baby.” Ucap namja itu dengan suara yang sangat menggoda.

Kau bingung dengan apa yang baru saja kau dengar, rasanya sangat tidak nyata mendengar kutubuku sang murid teladan itu berkata dengan nada seperti itu. Belum bisa kau mencernanya secara keseluruhan, namja itu menempelkan bibirnya padamu. Lidahnya menjilati bibir bawahmu sementara kau terus meronta agar terlepas darinya.

Ia mengginggit pelan bibirmu, membiarkan kau meringis lalu melepaskanmu.

“kau belum berpengalaman. Tapi tidak apa-apa, aku akan mengajarimu dengan sabar.” Ia menjilati bibirnya dan mengusapkan ibu jarinya pada bibirnya yang basah lalu mengerling dan masuk ke kamarnya  membiarkanmu mematung kebingungan ‘mengenang’ kembali ciuman pertamamu hingga akhirnya kau mau bereaksi.

“WHAT THE HELL!!” teriakmu frustasi dan masuk ke dalam kamarmu sendiri sambil membanting pintu denga keras.

***

Kau berdiri ragu di depan pintu kamarnya, tanganmu bergerak pelan untuk mengetuk pintu dihadapanmu. Kau tidak tau apa yang akan terjadi jika kau masuk ke dalam dan berada dalam satu ruangan bersama namja mesum yang selalu menggodamu setiap hari. Tapi kau juga tidak mau mengambil resiko dan membiarkan dia mencari-cari kesalahanmu untuk memperbudakmu seperti biasanya—sudah cukup kau melakukan kesalahan tadi siang. Dan pastinya itulah alasan mengapa namja itu memanggilmu.

Kau menarik nafas pelan, menghembuskannya perlahan-lahan—kau melakukannya berkali-kali—mencoba untuk menenangkan dirimu sendiri meski tidak berhasil karena kau masih saja gugup dan sekarang telapak tanganmu mulai basah oleh keringat dingin.

Dengan segenap keberanian, kau mengetuk pintu itu. Hening cukup lama dan sama sekali tidak ada jawaban. Kau memberanikan diri untuk memutar ganggang pintu yang tidak terkunci. Kau membukanya perlahan dan menyembulkan kepalamu dibalik celah pintu. Kau menatap lurus ke depan, tempat tidurnya kosong—masih tertata rapi. Meja belajarnya kosong, tidak ada tanda-tanda kehadiran namja itu di kamarnya.

Kau mengendap-endap masuk ke dalam, memastikan bahwa namja itu benar-benar tidak ada, atau kemungkinan terbaik yang kau inginkan adalah namja itu sudah kembali ke rumah mewahnya.

Baru beberapa langkah kau ambil, terdengar bunyi berdebam kecil. Kau menoleh ke belakang dan melihat namja itu berdiri di sana, menutup pintu dan memangku kedua tangannya di depan dada dengan sikap menyebalkan seperti biasanya.

“bukankah sudah kubilang akan ada hukuman jika kau tidak bersikap ‘manis’?” tanya namja itu sambil melangkah maju sementara kau tidak tau harus berkata apa dan terus berjalan mundur.

“a—aku…” kau masih bingung harus mengatakan apa, tapi setidaknya kau harus bersuara dan menyadarkan namja itu bahwa kau tidak takut padanya—meski sebenarnya kau mulai merasa takut.

“tidak ada alasan, sayang.” Tegas namja itu. Ia terus melangkah, tanpa mempedulikan kau yang kini punggungmu telah menabrak dinding. Kau tidak bisa mundur lagi, dibelakangmu adalah dinding yang kokoh sementara dihadapanmu adalah namja paling mesum yang pernah kau tau dimuka bumi ini.

Kau melirik ke samping dan bersiap-siap untuk kabur, tapi namja itu menghentakkan kedua tangannya disamping kepalamu—tidak membiarkan kau melarikan diri darinya.

Ia masih saja terus melangkah maju padahal jarak kalian sudah sangat dekat. Kau terkesiap pelan ketika tubuh kalian saling menempel, nafasnya menderu dengan keras ditelingamu, membuat jantungmu berdegub lebih cepat. Kau bisa mencium wangi parfum maskulin yang digunakannya, membuatmu semakin menggila.

“kau sudah siap untuk hukumanmu kan? Bukankah karena itulah kau datang ke kamarku?” tanya namja itu sambil menghirup aroma tubuhmu yang membuatnya sangat tergiur dan ingin menyentuhmu—tapi ia menahan godaan itu.

Kau tidak bisa memungkirinya, memang karena itulah kau datang. Kau tau tidak ada gunanya melarikan diri dari namja ini, karena itu kau datang untuk menyerahkan diri, berharap ia akan sedikit berbaik hati dan meringankan hukumannya.

“kenapa kau hanya bisa bersikap manis jika kita sedang berdua saja?” namja itu terkekeh pelan sambil menyentuh ujung rambutmu yang kau kuncir satu. Tangan namja itu dengan lembut menarik karet yang kau kenakan hingga rambutmu tergerai dan wangi sampo yang kau gunakan menyeruak masuk ke hidungnya.

“hukumanmu…  tidurlah denganku..” bisik namja itu tepat ditelingamu. Kau merasakan sensasi aneh ketika ia mengatakannya padamu, entah karena suaranya yang menggelitik telingamu atau karena kata-katanya yang membuatmu terlonjak.

“an—andwae! Kenapa aku harus tidur denganmu?” tanpa kau sadari, wajahmu memerah hanya dengan membayangkan kata-kata namja itu. Lagi-lagi ia terkekeh pelan, ia selalu senang ketika melihat semburat merah yang menyebar dengan cepat disetiap wajahmu.

“apa yang kau pikirkan? Aku tidak tau kalau sekarang kau sudah pintar berpikiran mesum. Aku hanya menyuruhmu tidur denganku—di tempat tidur yang sama—bukannya bercinta.” Goda namja itu yang berhasil membuat wajahmu semakin memanas.

“a—aku tidak berpikir seperti itu, dan tetap saja aku tidak mau!” kau mencoba sebisa mungkin untuk terlihat biasa-biasa saja, tidak ingin namja itu tau kalau ia sudah berhasil mengerjaimu lagi.

“kalau kau tidak mau tidur denganku, tidak akan kubiarkan kau keluar dengan ‘selamat’ malam ini.”

Kau menelan ludahmu dengan susah payah. Kata-kata ‘selamat’ yang dimaksudkannya, kau tau dengan jelas ke mana arah pembicaraannya. Ya, kau percaya namja itu bisa saja melakukannya, ditambah lagi fakta bahwa kedua orangtuamu sedang tidak berada di rumah saat ini.

Namja itu menurunkan kepalanya, mendaratkan bibir lembabnya dilehermu. Ia mengecup lehermu dengan pelan, menyapukannya hingga ke tengkukmu. Lagi-lagi sensasi aneh itu melanda setiap sel dalam tubuhmu. Kau memejamkan matamu, seluruh tubuhmu terasa lemas.

“araseo! Araseo! Akan kulakukan!” kau berkata dengan kuat, mencoba untuk mengembalikan seluruh kesadaranmu lagi. Namja itu berhenti dan mendongak menatapmu. Ia menyeringai lebar, merayakan kemenangannya sementara kau menatapnya dengan kesal.

Tanpa aba-aba, ia melingkarkan tangannya dileher dan pinggangmu. Ia menggendongmu dan meletakkanmu diatas tempat tidurnya sementara ia berputar ke sisi tempat tidur yang lain dan membaringkan tubuhnya sendiri lalu menarik selimut untuk melindungi tubuh kalian dari udara dingin.

Ia menyentuh pinggangmu, menarikmu mendekatinya dan berada dalam dekapannya. Kalian berdua berbaring ditengah-tengah tempat tidur sementara wajahmu terbenam di dadanya. Salah satu tangan namja itu masih melingkar dipinggangmu sementara tangan lainnya mengelus rambutmu.

Selama beberapa jam, kau tetap terjaga—sama sekali tidak bisa tidur. Seharusnya kau marah kau namja ini seenaknya saja menyentuhmu, tapi kenyataannya, kau juga sedikit menikmatinya.

Setelah susah payah tertidur, akhirnya matamu terpejam dan kau masuk ke alam mimpi. Tapi matahari muncul dengan sangat cepat. Ibumu masuk ke kamarmu, ingin membangunkanmu agar tidak terlambat ke sekolah, tapi begitu masuk ia mendapati kamar kosong yang tertata rapi.

Ibumu bertanya-tanya, apakah mungkin kau sudah bangun dan merapikan kamarmu sendiri? Masih dengan kening berkerut, ibumu beranjak ke kamar namja itu yang berada tepat di depan kamarmu.

Ibumu mengetuk beberapa kali, tapi tidak ada jawaban. Baik kau maupun namja itu sama-sama tidak terbangun. Tanpa kau ketahui, namja itu juga dengan susah payah hingga akhirnya ia bisa terlelap dini hari. Setelah menunggu cukup lama dan masih saja tidak ada jawaban, ibumu memutuskan untuk langsung membuka pintu tanpa menunggu jawaban dari sang pemilik kamar.

Ibumu membuka pintu sedikit, mengintip dari celah-celah pintu. Mencegah agar ia tidak melihat apa yang seharusnya tidak ia lihat agar tidak membuat namja itu menjadi canggung. Tapi ibumu tersentak begitu melihat kalian berbaring ditempat tidur yang sama—dengan kau berada dalam pelukannya.

“OMO!! Apa yang kau lakukan!?” ibumu berteria dan kali ini kalian berdua sama-sama terbangun. Kau tersentak dan melihat ibumu melihat kalian dalam posisi yang tidak seharusnya. Kau menggigiti bibir bawahmu, bersiap-siap menerima omelan dari ibumu.

Namja itu meraih kacamatanya yang diletakkan dimeja kecil di samping tempat tidurnya dan menatap ibumu dengan mata yang masih menyipit.

“annyeong haseyo eomonim..” sahut namja itu dengan sopan. Ia memalingkan wajahnya ke samping dan menatapmu dengan tatapan polosnya.

“bagaimana kau bisa ada disini?” tanyanya masih sambil terus menatapmu. Kau memutar bola matamu, sudah tau apa yang sedang ia lakukan.

“aigooo, jeongmal mianhaeyo. Anakku ini memang suka sembarang.” Ibumu memcengkram tanganmu dan menarikmu turun dari tempat tidur.

“gweanchana, eomonim. Kurasa ia hanya ngelindur dan sampai dikamarku. Jeongmal gweanchanayo, kumohon eomonim tidak memarahinya.” Namja itu ikut turun dari tempat tidurnya dan membungkuk pada ibumu.

Mulutmu terbuka lebar, bersiap untuk memprotes kelakuan namja itu, tapi dengan cepat ibumu memotong perkataanmu,” aigooo, untung saja kau orang yang sangat baik hati. Akan kupastikan hal ini tidak akan terjadi lagi.”

Oh, astaga, rasanya dunia seperti berputar terbalik. Kaulah korban yang sesungguhnya, tapi dengan lihai namja itu membuatmu terlihat seperti pelaku dan ia menjadi korban yang tidak berdaya. Kaulah si kerudung merah dan namja itulah si serigala yang selalu saja bersiap untuk menerkammu, tapi apa gunanya? Kau tau ibumu tidak akan percaya—semua orang tidak akan percaya karena bagi mereka, namja itu adalah namja paling sopan sedunia.

Ibumu menarikmu keluar dari kamar namja itu. Kau memalingkan wajahmu ke belakang sebelum keluar dari kamarnya. Namja itu menatapmu dan menjulurkan lidahnya kemudian menyeringai puas.

Lihat? Namja itu benar-benar serigala berbahaya.

You’re such a pervert nerd! Makimu dalam hati.

END OF TEASER

Annyeong haseyo^^

Author butuh main cast untuk ff “The Pervert Nerd”

Tertarik? Silahkan isi format dibawah ini =D

RULES :

  1. Hanya dibutuhkan satu main cast (meski tidak menutup kemungkinan akan dibuat ff selanjutnya berdasarkan format yang diisi reader lain)
  2. Rating PG – 16 karena akan ada banyak perv stuff and skinship, kalau tidak suka jangan apply ya^^
  3. Umur minimal 17 th (18 th umur Korea) dan jarak umur maksimal dengan pasangan yang kalian pilih adalah 2 th (baik lebih tua ataupun lebih muda)
  4. Buat karakter kalian menjadi semenarik mungkin agar terpilih (jangan karakter yang terlalu sederhana, sempurna atau terlalu menyedihkan)
  5. Silahkan kirim format yang kalian isi melalui email ataupun dengan komen di sini
  6. Bagi reader yang mengirim melalui email, diharap meninggalkan komen di sini dan tuliskan nama yang kalian gunakan untuk mendaftar (subjek email: APPLY)
  7. Bagi reader yang mengirim melalui komen, diharapkan menulis ulang formatnya (jangan langsung menulis isinya)
  8. Bagi yang terpilih tolong tinggalkan jejak dengan cara komen atau pun like minimal dua part sekali.
  9. Yang tidak terpilih, *bow* mohon maaf, tapi jangan berkecil hati karena author mungkin akan membuat cerita lain menggunakan format kalian =]
  10. Dukung ff ini ya^^

FORMAT 1 (via email) :

    • User name : (id yang kalian pakai untuk komen di wordpress)
    • Nama : (Diwajibkan nama korea lengkap dengan marga)
    • Umur : (sesuai persyaratan diatas)
    • Couple : (pilih salah satu member SHINee yang kamu inginkan sebagai pasanganmu)
    • Kepribadian : kamu adalah karakter gadis yang kuat dan mandiri (untuk selanjutnya, silahkan berkreasi sendiri)
    • Latar belakang : keluargamu adalah keluarga yang sederhana. Ayahmu bekerja disebuah perusahaan besar sementara ibumu ibu rumah tangga biasa. Hubungan kedua orangtua kalian harmonis (untuk selanjutnya, silahkan berkreasi sendiri)
    • Yang disukai : (maksimal 5)
    • Yang tidak disukai : (maksimal 5)
    • Kebiasaan : (maksimal 3)
    • Keahlian : (maksimal 2)
    • Lain-lain : (kritik, saran, other requests?)

FORMAT 2 (via komen) :

    • Nama : (Diwajibkan nama korea lengkap dengan marga)
    • Umur : (sesuai persyaratan diatas)
    • Couple : (pilih salah satu member SHINee yang kamu inginkan sebagai pasanganmu)
    • Kepribadian : kamu adalah karakter gadis yang kuat dan mandiri (untuk selanjutnya, silahkan berkreasi sendiri)
    • Latar belakang : keluargamu adalah keluarga yang sederhana. Ayahmu bekerja disebuah perusahaan besar sementara ibumu ibu rumah tangga biasa. Hubungan kedua orangtua kalian harmonis (untuk selanjutnya, silahkan berkreasi sendiri)
    • Yang disukai : (maksimal 5)
    • Yang tidak disukai : (maksimal 5)
    • Kebiasaan : (maksimal 3)
    • Keahlian : (maksimal 2)
    • Email : (masukkan email yang bisa dihubungi)
    • Lain-lain : (kritik, saran, other requests?)

Ditunggu ya formatnya…

Apply akan ditutup 4 hari setelah ff ini dipublish karena author ingin segera menulis ceritanya supaya bisa cepat dipublish oleh para admin^^

Dan bagi yang gak terpilih sebagai main cast di ff ini, be ready anytime, nama kalian mungkin akan muncul sebagai minor, gomawo^^

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

Advertisements

94 thoughts on “{TEASER} The Pervert Nerd”

  1. annyeong. . Reader bru disini..
    Waduh. . Aq yg paling telat komen nih

    Bru teaser.y aj udh seru bgt!!
    Nice ff 🙂

  2. huwaaaa…
    aku telat bacanya…
    derita reader baru ini…

    hiksss… ceritanya menggoda banget nieh!
    si cowok asli ye, ngebayangin si onew yang begituuu~~~

    aishh…
    aku mau ke part 1 ya.. xd!

Leave a Reply to CoFFiee~ Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s