RAINBOW – Part 12

RAINBOW

PART 12

Author            : Wigaondubu

Rating             : PG 15

Cast                : Onew, Choi Minho, Kim Jonghyun, Yui dan Park Nada

Genre              : Friendship, Romance, Sekuel

Cerita sebelumnya :

Donghae dan teman-temannya menculik Nada untuk memancing Minho datang ke tempat mereka. Rencana mereka berhasil,Minho nekat mendatangi tempat itu seorang diri. Karena dendam, Donghae dan Eunhyuk memukuli Minho dengan brutal, dengan mengancam akan menyakiti Nada jika Minho melawan. tak lama kemudian,Onew datang, mencoba melawan dan menyelamatkan Minho, Namun terlambat, keadaan Minho sudah tidak sadar sepenuhnya akibat hantaman keras dikepalanya. sementara itu Nada pun terluka karena mencoba menyelamatkan Onew yang hampir tertusuk pisau.

************

Selama 3 hari berikutnya keadaan Nada semakin membaik. Kibum dan Taemin bergantian dengan Yui dan Jonghyun menjaga Minho sedangkan Onew tidak pernah beranjak dari sisi tempat tidur Nada. beruntung bulan ini mereka semua sedang off kuliah.

“ Makan yang banyak Nada.. kamu kurus sekali..” gumam Onew, sambil mengupas apel dan memotong nya kecil-kecil.

“ Ne oppa…” kata Nada pelan, sangat sulit baginya untuk makan banyak, karena jika ada pergerakan sedikit saja, perutnya langsung terasa sakit luar biasa.

“Bagaimana keadaan Minho oppa??”

“ Dia masih koma, namun kondisinya stabil,,,”

“ Nggg.. bagaimana dengan ketiga namja itu??”

“ Mereka semua sudah ditahan oleh pihak yang berwajib, setelah Minho sadar, dan kau sembuh total, kita akan menjadi saksi di pengadilan.. saat ini polisi sedang mengumpulkan bukti-bukti, ada lagi yang ingin kau tanyakan lagi jagi.. mmhh.. Nada..?” tanya Onew sedikit gugup, hampir saja Ia kelepasan saat mengucapkan kalimat terakhir.

“ Anniyo oppa..” ucap Nada pelan, pipinya memerah.

“ Nggg.. sudah jam sepuluh malam,, tidurlah.. kau harus banyak istirahat..” kata Onew pelan, Ia mengusap lembut kepala Nada.

“Mianhae.. jika aku selalu merepotkanmu.. “

“ Gwenchana Nada.. tidurlah, aku akan disini terus menemanimu..”

************

“ Kau siap Nada..” tanya Onew menggenggam kedua tangan Nada.

“ Ne, oppa..” jawab Nada pelan. Onew membimbing tangan Nada ke arah lehernya.

“ Peluk aku..” bisik Onew.

Nada mengangguk,

“ Tahan sebentar yaa..” kata Onew pelan, memandang khawatir wajah Nada yang masih pucat.

“ Pelan-pelan oppa..” rintih Nada, Ia mengeratkan pelukannya dileher Onew.

“ Percayalah padaku, tak akan sakit..”.

Nada menggeleng lemah, kini sakitnya mulai terasa, saat ada pergerakan ditubuhnya.

“ Sedikit lagi, Nada bertahanlah..” Onew perlahan mulai bergerak.

“Oppa.. sakitt..” Nada meringis pelan, air matanya hampir jatuh menahan sakit.

“ Sediikiit lagii.. naaah.. sudah kan..”desah Onew lega saat berhasil memindahkan tubuh Nada dari tempat tidur ke kursi roda.

Nada belum melepaskan pelukannya pada Onew, perutnya terasa sangat sakit dan perih. tanpa suara Ia menangis.

“ Ssshhh.. uljima.. nanti jika kau sudah terbiasa duduk, rasa sakitnya pasti akan hilang..” bisik Onew lembut, ia mengusap lembut kepala Nada, membiarkan Nada bersandar dibahunya.

“ Tuhaan.. tolong hentikanlah waktu untuk beberapa saat.. aku ingin terus seperti ini. selalu bersamanya..” bisik Onew dalam hati.

Onew memejamkan matanya, ia terus mengusap lembut kepala Nada, menikmati setiap detik bersamanya.

“ Ssshh.. Nada, uljimaa.. “

************

“ Kau sudah tidak apa-apa Nada..” tanya Onew lembut saat Nada berhenti menangis.

“ Ne.. oppa..” bisik Nada pelan, Ia merasa sangat nyaman bersandar pada namja didepannya, rasa sakitnya berangsur-angsur menghilang.

“ Kalau begitu.. kita bisa berangkat kesana sekarang, princess??” goda Onew sambil mengacak lembut rambut Nada.

“ Oppa…” kata Nada sambil menahan senyum, wajahnya terlihat merona seketika. Ia menyeka pelan air matanya yang masih tertinggal di sudut matanya.

Onew mendorong kursi roda itu melewati pintu kamar Nada, dan terus menyusuri koridor.

“ Kita mau kemana oppa..” kata Nada pelan, sambil memegang erat sandaran tangan di kursi roda,mencoba menahan guncangan yang menyebabkan sakit pada perutnya.

“ Melihat matahari terbenam.. melihat bintang.. mmm.. mencari udara segar.. kau bosan kan, berada di kamar terus??” tanya Onew pelan diikuti dengan anggukan dari kepala Nada.

Sambil terus mengarahkan kursi roda kearah taman, Onew terus-terusan melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya. tinggal dua puluh lima menit lagi..

Dua puluh lima menit lagi matahari akan terbenam, dan dua puluh lima menit lagi.. hidupnya akan berubah.. Ia mengajak Nada ke taman bukan tanpa alasan.

Sama seperti beberapa waktu lalu, saat Onew mengajak Nada ke balkon kampusnya.. Namun kali ini tujuan nya berbeda.. bukan pernyataan cinta, karena Nada sudah tahu perasaannya.

Ia merogoh kantung celananya, mengusap lembut kotak kecil beludru yang ada di dalamnya..senyumnya mengembang lagi.

Masih sangat jelas di ingatannya kata-kata terakhir yang keluar dari bibir mungil yeoja itu sebelum menutup mata akibat tertusuk pisau. Onew sungguh yakin. telinganya tidak salah mendengar. Tiga kata yang terucap. Dalam bisikkan. Dalam air mata.. Tiga kata terindah yang pernah Ia dengar semasa hidupnya.. tiga kata.. “Onew Oppa Saranghae..”

“ Kita sudah sampai.. “ kata Onew pelan, Ia memberhentikan kursi rodanya tepat di depan sebuah bangku taman panjang berwarna putih.

“ Oppa.. ini.. indah sekali..” ucap Nada pelan.Matanya memandangi takjub sekeliling taman yang di penuhi dengan kuncup-kuncup mawar putih yang sedang mekar. suatu hal yang mengherankan untuknya, bahwa tak ada satu pun pohon mawar di taman ini. Namun ratusan mawar putih tersebar, menempel di batang-batang pohon, menyelip diantara ranting-ranting dan menyembul manis disela-sela rimbunan daun yang tumbuh tidak terlalu tinggi. Belum lagi tangkai-tangkai mawar yang menyebar begitu saja di atas rumput-rumput liar.

Onew membantu Nada berdiri dan mendudukkannya di kursi taman.

“ hati-hati, Nada..” bisik namja itu di telinga Nada.

Ia duduk disebelah Nada, saat yeoja itu masih takjub dengan keadaan disekelilingnya,

“ kamu suka, Nada..?” bisiknya pelan matanya tak lepas dari wajah yeoja yang duduk disampingnya, memandangi nya lekat-lekat penuh harap.

“ nee.. ini indah sekali.. ” gumam Nada.

“ aku, menyiapkannya khusus untukmu.. Nada..”

Nada terdiam saat kedua mata mereka bertemu, kata-kata yang ingin keluar dari bibirnya tiba-tiba menguap begitu saja, berganti dengan irama detak jantungnya yang semakin lama semakin kencang.

Nada menyerah, Ia tidak ingin mengambil resiko jantungnya berhenti berdetak, Ia menunduk menghindari tatapan mata Onew. tangan nya terasa basah oleh keringat, apa yang terjadi dengan nya..?

“ aku senang jika kau suka..” kata Onew pelan, tangan nya perlahan menyentuh punggung tangan Nada. hati nya berteriak senang saat yeoja itu tidak menolak atau menghindar dari sentuhan tangan nya. Ia memberanikan diri untuk menggengam lembut tangan mungil tersebut.

“ lihat.. sebentar lagi matahari terbenam.. pemandangan disini sangat indah ketika sunset..” ucap namja itu pelan, berusaha mengalihkan rasa gugupnya dengan berbicara ataupun sekedar melihat jam ditangan nya.

Beberapa menit lagi matahari terbenam..

Beberapa menit lagi langit akan berubah gelap dan bintang akan bermunculan..

Dan beberapa menit lagi, lampu-lampu taman akan dinyalakan..

“ Beberapa menit lagi.. hidupku akan berubah Nada..” bisik Onew dalam hatinya.

Tangan nya menggenggam tangan Nada erat, satu tangan nya lagi menggenggam kotak kecil beludru di kantung celananya.

“ Ok.. tinggal katakan padanya.. Nada.. lihatlah, bintang indah sekali.. atau apapun yang membuat dia melihat ke arah langit.. dan rangkaian bunga mawar putih yang sudah kusiapkan akan terlihat.. c’mon Onew.. fighting!!” serunya dalam hati menyemangati diri sendiri. sekilas, Ia melihat ke atas, rangkaian bunga yang sudah ia rangkai sedemikian rupa bertuliskan “ would you marry me..” masih tertata indah di dahan tertinggi pohon tersebut.

Onew menghela napasnya pelan..

inilah saatnya..

“ Nada.. ngg.. bintang..” belum selesai Ia berbicara, tiba-tiba terdengar suara napas terengah-engah dari seseorang yang tampak nya habis berlari jauh. ternyata orang itu adalah Taemin.

“ hh.. hhhh.. Onew hyung, Nada.. Ternyata kalian disini!!” serunya sambil mengatur napas dan menyeka keringat.

“ Minho hyung sudah sadar..!! Ia sudah membuka matanya..!! beberapa menit lalu.. Ia terus memanggil namamu, Nada..”

************

“ Jinjja??” bisik Onew tak percaya.

“ Nee.. tadi dokter memeriksanya sebentar. sampai saat ini kondisinya masih normal, mungkin nanti akan ada pemeriksaan lebih lanjut. aku bersyukur ia tidak kehilangan ingatannya.. kalian mau melihat keadaannya??” ucap Taemin panjang lebar.

Onew terdiam beberapa saat, Ia menunduk..

“ Padahal hanya tinggal beberapa detik lagi..” desahnya pelan..

Ia menyentuh sekilas kotak beludru kecil berwarna merah yang ada dikantung celana jeansnya. tampaknya kejutan itu harus sedikit tertunda.

“ Ehm.. Nada.. kamu mau melihat Minho?” tanya jinki pelan.

Nada mengangguk dan tersenyum datar. namun entah apa arti dari senyum yang tersungging di bibir yeoja itu. Senangkah dirinya mendengar kabar bahwa Minho sudah sadar? sedih? bahagia? takut? mengingat sebelum penculikan itu terjadi, Minho membuat Nada menangis di kamarnya. tapi senyum Nada tak terbaca maknanya. abstrak.

Dengan berat hati, Onew mendorong kursi roda ke arah kamar Minho yang masih terletak di ruang ICU.

“ Tok.. tok..”

Taemin membuka pintu ruangan itu pelan, ruangan itu terlihat ramai, sudah ada Kibum, Jonghyun dan Yui disana, juga dua orang yang paruh baya yang tidak dikenal. tampaknya mereka adalah orang tua Minho. Onew mendorong kursi roda Nada lebih dekat ke sisi tempat tidur Minho. Taemin bergeser sedikit memberikan ruang bagi Nada.

“ Nada..” bisik Minho serak, sambil terus memandangi yeoja yang kini tampak pucat disampingnya.

“ Umma.. Appa.. ini Nada.. yeoja yang sering ku ceritakan itu..” kata Minho pelan, memperkenalkan Nada kepada kedua orangtuanya.

“ Annyeong haseyo.. Nada imnida..” Nada berkata pelan sambil menundukkan kepalanya, terasa nyeri lagi di bagian perutnya.

“ Annyeong Nada.. aku Choi Minna..senang berkenalan denganmu..” kata seorang wanita berwajah sembab, yang tampaknya habis menangis. wanita itu terlihat sangat ramah bahkan ketika habis menangis.

“ Minho sering sekali bercerita tentangmu.. tentang hubungan kalian..” wanita itu tersenyum sambil mengusap ujung kepala Minho.

Nada menunduk, tak ada satu kata pun terucap dari bibirnya.

“ Minho..Bagaimana keadaanmu??” Onew berkata pelan, mencoba mencairkan suasana yang sedikit kaku sejak kedatangannya.

“ Nada.. mengapa kau duduk dikursi roda??” tanya Minho tidak mengindahkan pertanyaan Onew, Ia bahkan tidak menatap namja itu sedikitpun. matanya terus memandangi yeoja mungil yang kini ada dikursi roda disampingnya.

Nada terdiam sesaat sebelum akhirnya menjawab.

“Aku.. Tidak apa-apa, Oppa..”

“ Kau ingin membohongi ku?? Bagaimana mungkin kau tidak apa-apa padahal kau duduk di kursi roda?? Apa yang bastard-bastard itu lakukan padamu, Nada.. Aaiissshh kepalaku sakit..” desak Minho sambil memegangi kepalanya.

Yeoja yang ditanya hanya diam menunduk. begitu juga teman-temannya, tak ada yang berani buka suara. mereka semua berpikir, bagaimana reaksi Minho jika mendengar yeoja yang selama ini dikejarnya rela membiarkan dirinya terluka demi menyelamatkan rivalnya. mereka lebih memilih diam.

“ Nada.. Jawab aku..” Minho terus mendesak Nada.

“ Aku.. Tertusuk pisau oppa..”  Yeoja itu menjawab sambil menunduk.

“ Tertusuk?? Bagaimana bisa??” tanyanya lagi.

“ Mollayeo.. terjadi begitu saja..” dengan saangaaat pelan.

Minho terdiam. Ia mengingat kejadian saat itu memang sungguh kacau. Asumsinya Mungkin Nada terluka karena ingin kabur dari penjahat-panjahat itu, ataupun mungkin saja ia ingin melindungi dirinya sehingga Ia tertusuk. tapi mungkin Nada terlalu malu untuk mengatakannya. yah.. typical Nada.. yeoja itu terlalu malu untuk mengungkapkan sesuatu.

Perlahan, Minho meraih tangan Nada, dan menggenggamnya erat. Nada tidak menolak. Ia tidak bisa menolak.

“ Nada.. Saat itu.. Aku  benar-benar tidak melawan mereka, karena aku tidak mau terjadi sesuatu padamu.. aku..sama sekali tidak takut jika aku harus mati.. asalkan mereka tak menyentuhmu” Minho menghentikan kata-katanya sejenak. Ia telah mengungkapkan cintanya saat di GOR, Nada tidak pernah menjawab pernyataan cintanya, Namun saat kejadian itu, saat dirinya dipukuli, Ia dengan jelas mendengar, Nada terus menerus berteriak dan menangis menyebut namanya, memohon agar bastard-bastard itu tidak memukulinya lagi. Ini kah perasaan Nada sesungguhnya??

“ Nada.. Kau tahu,, Aku mencintaimu.. Sangat mencintaimu.. Lebih dari hidupku sendiri.. aku mencintaimu lebih besar dari orang lain yang pernah mencintaimu..yang bahkan tidak ada disana untuk menolongmu..” Ia melirik Onew yang menunduk sekilas. bukan.. bukan maksudnya menyindir Onew di depan Nada, Namun Ia hanya ingin menegaskan. Jika Park Nada itu adalah miliknya.

“ Nada, aku.. Ingin.. Setelah aku sembuh total.. Kita menikah..”

pernyataan yang membuat Nada dan seluruh orang yang ada disana terkejut. tak hanya Onew, namun ke empat temannya, beserta orang tua Minho pun ikut terkejut.

“ Aku berjanji.. Akan membuatmu selalu bahagia..”

Namja itu makin mempererat genggaman tangan nya pada Nada.

**************

Onew menunduk, matanya terus menatap Nada yang juga tengah menunduk.

“Kumohon.. Katakan tidak.. Katakan tidak.. Kumohon Nada.. Jangan diam saja seperti ini..” hati namja itu terus berteriak. entah apa yang dipikirkan seorang Choi Minho hingga dia nekat berkata seperti itu. memutuskan untuk menikahi Nada.. di depan kedua orang tuanya..

“ Nak.. apa keputusan mu tidak terlalu cepat??” Pria paruh baya itu membuka suara menatap anaknya tajam. bagaimana pun juga keputusan untuk menikah tidaklah main-main.

“ Tidak Appa.. aku sadar dengan apa yang ku katakan barusan.. aku tidak ingin menundanya terlalu lama.. Aku yakin dengan pilihanku.. Aku sudah mantap dengan keputusanku..  Aku ingin secepatnya menikah dengan Nada..” Minho berkata tegas.

“ Jika itu keputusanmu.. Appa dan Umma akan mendukungmu.. Cepatlah sembuh Minho.. agar persiapan pernikahan bisa segera dilakukan..” kali ini Ummanya Minho yang berbicara.

“ Nada.. mengapa kau diam saja? Apa kau keberatan..?” Wanita itu melanjutkan lagi.

Tapi yeoja yang ditanya itu hanya terdiam. mulutnya mengatup dan tatapannya meredup. Ia terus menunduk, tanpa merespon apapun yang dikatakan orang-orang disekitarnya.

Yui, Jonghyun, Taemin, Kibum dan Onew terus memandangi Nada. menunggu kata-kata yang keluar dari bibirnya.

“ Aku..” Satu kata keluar.. namun kata-kata selanjutnya masih tertahan.

“ Umma.. Nada memang seperti ini.. dia diam, itu menandakan bahwa dirinya juga setuju dengan keputusanku..” desah Minho pelan. membuat Nada memandang dirinya seakan tidak percaya.

kata-kata Minho yang terakhir membuat Onew semakin putus asa.

“ Benarkah demikian?? Nada diam.. menandakan bahwa dirinya setuju dengan keputusan Minho untuk menikahinya?? mengapa Ia tidak membantahnya?? mengapa Nada diam saja?? mengapa?? Bukan kah Ia mencintaiku?? “ pertanyaan itu terus menggema di kepala Onew.

**************

Tes..

Tes..

Tes..

Rintik-rintik hujan dengan cepat jatuh dari langit, awalnya pelan namun semakin lama-semakin deras. sungguh mengherankan, padahal tadi sore tak ada tanda-tanda akan turun hujan.

Namja itu terduduk di bangku taman, Ia terus menunduk melihat hamparan mawar disela rumput-rumput liar itu basah oleh air hujan. Suara petir, tiupan angin, ataupun dinginnya angin malam tidak membuatnya pergi dari tempat itu.

sudah tiga jam Ia duduk disini.. sendiri.. basah.. dan kedinginan..

Namun yeoja itu bahkan tidak mencarinya.

Butiran air mata itu kini jatuh lagi, Namun tak terlihat jelas karena bercampur dengan air hujan.

“ Sudah dua kali, Nada.. Dua kali kamu menyakiti hatiku..”

Teringat kejadian pasca pertandingan Minho di GOR. saat Minho menyatakan cinta, berjalan kearahnya, mengalungkan medali emas dilehernya, memeluknya, bahkan membawanya pergi..

Saat itu Nada tidak menolak..

Dan kini..

Nada pun tidak menolak..

“ lalu apa artinya semua yang telah kau ucapkan kepadaku Nada…” katanya setengah berteriak.

“ aarrrggghhh…”

Ia berdiri, menginjak-injak seluruh mawar yang ada, tangan nya mencabik kasar rangkaian mawar yang Ia susun, Ia berteriak, menangis dan berlutut..

putus asa..

jika selama ini Nada mencintai Minho,,,

lalu apa artinya saat Nada merelakan dirinya yang tertusuk pisau?? Apa artinya wajah yang selalu terlihat merah dan menunduk malu jika Ia berada disampingnya?? Apa artinya??? Apakah yeoja itu sedang bermain dengan perasaan nya.?? Tahukah Nada, bahwa kini hatinya sakit luar biasa??

Namja itu mengepalkan kedua tangan nya. rasa emosi dan kecewa lagi-lagi menyelimuti hatinya.

“ aku harus melupakan Nada!! harus..!!”

***************

“ sudah jam dua pagi.. mengapa Onew hyung belum pulang juga hyung!!” ujar Taemin sambil menguap.

“ entahlah, mungkin dia menenangkan diri.. wajar jika dia kecewa.. “ kata Kibum lemah, Ia menyandarkan kepalanya di sofa.

“ aku tak percaya Nada akan diam saja saat Minho mengatakan itu.. hhh.. yeoja itu.. entah takut, atau plin plan.. kita semua tahu jika Nada mungkin mempunyai rasa terhadap Onew, tapi.. “ Jonghyun mulai berkata-kata sebelum akhirnya Yui menyela semua ucapannya.

“ Oppa!! Nada sama terkejutnya dengan kita.. tapi dia berpikir lebih jauh.. kau kira bagaimana reaksi Minho jika Nada menolaknya?? Minho baru sadar dari koma, dan Nada menolaknya!! hah!! Pernahkah kau bayangkan jika hal itu benar-benar terjadi?? hanya Nada yang berpikir sejauh itu..” tukas Yui sebal.

“ Tok.. Tok.. Tok..” tiba-tiba terdengar suara ketukkan yang tidak beraturan di pintu depan.

“ Itu pasti Onew hyung!!” seru Taemin seraya berlari membuka pintunya.

“ O.. Onew hyung!!” Taemin berkata heran memandang Onew yang sudah tidak sepenuhnya sadar di papahan seorang wanita berpakaian minim.

“ ada apa taem.. mengapa teriak-teriak!!” Kibum, Jonghyun dan Yui segera menghampiri Taemin yang hanya berdiri mematung melihat keadaan hyungnya.

“ WOOH!! siapa kamu??” Jonghyun hampir berteriak melihat yeoja yang tidak dikenalnya itu.

“ easy boys.. aku cuma mengantarkan temanmu yang mabuk parah dan hampir memuntahi seluruh pakaianku..” gumam sang yeoja yang tampaknya agak mabuk. Ia melepaskan tubuh Lee Jinki dari pelukannya  dan mendorongnya kearah jonghyun yang berdiri tepat dihadapannya.

“ aku  mengambil dua ratus ribu won dari dompetnya, untuk membayar taksi, dan juga tarifku selama dua jam.. oh.. ya, dan satu lagi.. ini miliknya kukembalikan..”

Yeoja itu berusaha melepaskan sebuah cincin emas putih dari jari manisnya.

“ itu milik Onew hyung??” terdengar suara Taemin nyaring.

“ Yaa.. saat mabuk tadi Ia memaksaku mengenakan ini, dan terus-terusan berkata Jebal Park Nara.. Jebal Park Nara.. Menikahlah dengan ku.. jangan sakiti hatiku lagi seperti ini..” Yeoja itu memejamkan matanya berusaha mengingat kejadian di bar.

“ Park Nara??” Kini giliran suara Kibum yang terdengar nyaring.

“ Aaiisshh.. aku lupa.. Park Nara? Park Nana? Park Dana?? Entah lah.. terdengar seperti itu di telingaku.. ok boys.. aku harus pergi.. langgananku sudah menunggu, kecuali jika kalian membayarku perjamnya untuk interogasi ini..” wanita itu tampak menimbang sesaat sambil terus menatap Jonghyun dengan tatapan menggoda.

“ Tidak, terima kasih..” Sahut Yui ketus seraya menutup pintu.

*************

Namja itu bangun dengan kepala berat, sangat berat. Pusing dan mual yang amat sangat tiba-tiba menyergapnya.

Ia mencoba mengingat-ingat kejadian semalam..

Dalam kondisi galau, Ia melangkahkan kakinya ke bar.. berusaha melupakan yeoja yang telah membuat hatinya hancur berkeping-keping dengan menenggak alcohol sebanyak-banyaknya. Ia menghampiri seorang yeoja dewasa berpakaian minim yang sedang duduk sendirian. Seingat nya Ia dan yeoja itu minum banyak malam itu. Apakah terjadi sesuatu??

“ Tidak mungkin.. aku tidak mungkin melakukan apa-apa..” desahnya pelan.

Seketika bayang-bayang Nada menghampirinya, bermain dipikirannya membuat rasa sakit kembali menguak dihatinya.

Sekeras apapun Ia berusaha melupakan Nada, namun tidak bisa. Semakin keras Ia mencoba rasa sakit dihatinya terasa lebih besar dari sebelumnya.

“ hhhh.. “ namja itu menarik napasnya dalam-dalam.

“eotteokhe??”

********

Namja itu tersenyum..

Seluruh rasa sakit yang terasa di kepalanya hilang, berganti dengan rasa hangat dan menenangkan yang sungguh membuatnya nyaman.

“ aku mencintainya Umma.. dia gadis pertama yang membuatku jatuh cinta..”

Choi Minna mengangguk sambil tersenyum.

“ dia yang membuatmu berubah sampai sejauh ini, nak?”

“ Maksud Umma??”

“ ya, hanya dalam waktu satu tahun kau berubah.. “ wanita itu menghentikan ucapannya sesaat. Tangan nya mengelus pipi anak satu-satunya dengan lembut.

“ setahun yang lalu kau sangat keras kepala, selalu bertengakar denganku dan appamu. Membolos, selalu berkelahi, ketua geng motor, balapan liar, berandalan sekolah, nilai terendah seangkatan, hampir di drop out,,, ya tuhaan.. aku sering menangis jika mengingat betapa buruknya kelakuanmu saat itu.”

Namja jangkung itu menahan senyumnya, ia menatap ummanya berbinar.

“ jinjja umma??”

“ nee.. tapi yang kulihat namja di hadapanku kini sudah jauh dewasa, tidak pernah sekalipun berbuat onar, tidak pernah lagi terlibat kasus perkelahian, nilai pelajaranmu pun tertinggi sejurusan. Belum lagi kemenangan mu pada waktu turnamen taekwondo yang mengharumkan nama universitasmu.. kau sungguh membuatku sangat bangga nak..” wanita paruh baya itu terlihat berkaca-kaca.

“ Park Nada gadis yang baik nak.. jangan pernah sekalipun kau lepaskan dia..” bisik choi minna sambil tersenyum.

“ Tidak akan umma..

Tidak akan pernah ku lepaskan…”

********

Empat hari berikutnya, keadaan Minho dengan cepat membaik , Ia pindah dari Ruang ICU ke kamar inap biasa. Umma dan Appa nya dengan rutin menjaga Minho, bergantian dengan Kibum dan Taemin. Dan atas permintaan Minho kini hanya Yui dan Jonghyun yang menjaga Nada.

“ Nada.. mengapa makanannya tak kamu makan? makanlah walaupun sedikit.. kamu sangat kurus..” desah Yui pelan melihat sahabatnya hanya memandangi makanannya tanpa selera.

“ tadi Minho melihat keadaanmu sebentar, saat kau sedang tertidur.. kau tahu??”

tentu saja dia tahu, saat Ia mendengar suara Minho dia ambang pintu, seketika itu juga Nada langsung memejamkan mata, ia tidak ingin melihat, bertemu, atau berbicara dengan Minho. Ia berusaha keras untuk tertidur agar namja itu tidak mengganggunya.

“ Nada.. mengapa kamu diam saja?? kamu mengantuk??” tanya Yui menyingkirkan nampan makanan Nada yang sama sekali belum tersentuh.

“ Yui..” Nada akhirnya mengeluarkan suara. matanya terasa panas dan dadanya terasa sangat sesak. Ia terlalu lelah menyimpan segalanya sendirian.

“ Hey.. kenapa menangis..??” Yui menghampiri Nada dan duduk di pinggir tempat tidurnya. Ia memeluk tubuh yeoja itu dengan lembut, membiarkan sahabatnya menangis di bahunya.

“ aku tidak tahu Nada, sebetulnya kau bahagia atau tidak dengan pernyataan Minho yang terlalu mendadak. hanya kurasa.. semakin hari kau terlihat semakin tertekan. kau hampir tidak pernah keluar kamar, tidak menyentuh makananmu, dan tidak mau berbicara dengan siapapun.. kau membuat kita semua khwatir.. tapi kau selalu tertidur saat kami hendak berbicara dengan mu.. kau tidak apa-apa??”

Yui terdiam beberapa saat, tangan nya mengelus pelan rambut Nada. berusaha ikut merasakan apa yang Nada rasakan.

“ Nada.. jujurlah pada perasaanmu.. jika kau tak mencintai Minho, katakan padanya.. jangan paksakan dirimu Nada..” bisik Yui pelan.

***********

Waktu seakan berlari cepat untuk Nada, Ia belum siap dengan perubahan yang sangat drastis dalam hidupnya. seperti baru kemarin ia merasakan sakit pasca operasi, kini dirinya sudah dinyatakan sehat dan boleh pulang esok hari. Jahitan di perutnya belum seratus persen mengering, Namun dokter menyarankan agar Nada beristirahat dirumah sambil tetap control kerumah sakit mengecek jahitan bekas operasinya.

Namun tidak dengan Minho, namja itu bahkan sudah terlihat segar di hari keempat Ia keluar dari Ruang ICU. Ia menyempatkan diri setiap pagi berjalan-jalan disepanjang koridor atau di pinggir taman rumah sakit. dan pada siang hari, Ia selalu berkunjung ke kamar Nada.

tiga hari sebelum kepulangan Nada, suasana di kamar Nada selalu terlihat ramai. Choi Minna, ibunda dari Choi Minho tak henti hentinya berkunjung keruangan Nada. mendiskusikan model gaun pengantin, desainer yang terkenal, aksesoris yang akan dipakai, ataupun menu yang akan dihidangkan.

Choi Minna terlihat sangat bersemangat, bagaimana pun juga ini adalah pernikahan putra satu-satunya, putra yang sangat Ia sayangi. Choi Minna selalu berpikir anaknya berubah semenjak menjalin hubungan dengan Nada. Alangkah hebatnya kekuatan cinta. maka dari itu ia mendukung habis-habisan pernikahan anaknya dengan Nada.

“ Nada.. sayang.. kamu ingin pesta dilangsungkan di rumah Minho, di hotel, gedung pernikahan, atau di gereja?? aku sudah bicara by phone dengan umma mu.. dia bilang, semuanya terserah padamu..” tanya choi Minna lembut. Ia menyerahkan pada Nada brosur-brosur dekorasi pernikahan yang mewah dan elegan

“ aku.. nggg.. aku..” Nada mencoba berbicara, Namun entah mengapa dari tadi semua kata yang ingin Ia ucapkan selalu tertahan di tenggorokannya.

“ begini saja, setelah pembaptisan di gereja, kita adakan resepsi di hotel termewah di seoul. mungkin pesta yang diadakan di pinggiran kolam renang akan berkesan romantis.. bagaimana sayang??” Choi Minna mengambil alih.

Nada hanya terdiam, bahkan ia sama sekali tak melirik brosur yang diberikan oleh Choi Minna. pikirannya sungguh kacau. tangan nya terkepal erat dan bergetar. Ingin rasanya Ia berteriak. INI BUKAN YANG KU INGINKAN!!!!!

*************

Malam ini adalah malam terakhir Nada berada di rumah sakit, esok hari Ia sudah harus kembali ke dormnya untuk beristirahat total, karena sebulan lagi pesta pernikahannya akan diadakan. Gaun pengantin sudah dipesan dari desainer ternama, begitu juga gereja dan hotel bintang lima. Choi Minna sudah membooking kedua tempat itu tadi siang. pastur yang akan menikahkan mereka, catering, undangan, cinderamata, tiket bulan madu, segala pernak pernik pernikahannya sudah ditentukan sendiri oleh Choi Minna.

Nada melangkah pelan kearah taman, jam segini taman terlihat sangat sepi. tak ada orang. mungkin hanya dia sendiri yang ada disana. Ia mengadahkan wajahnya kelangit hanya ada satu bulan yang ditutupi awan hitam tebal. dan satu bintang yang bersinar redup.

malam ini mendung. mungkin akan turun hujan.

“ hhhh.. hhh…” Nada terus-terusan menghela napasnya. dadanya terasa semakin sakit jika mengingat kebodohannya beberapa waktu lalu.

Semuanya terjadi karena Ia terlalu takut untuk menolak,,

Terlalu pengecut untuk mengatakan tidak,,

Terlalu lemah untuk melihat orang lain sakit karenanya,

Terlalu bodoh untuk bersikap,,

Jika sedari awal Ia menolak, berani berkata tidak, berjuang demi kebahagiaannya sendiri, dan bersikap tegas, mungkin tidak seperti ini jadinya.

Ia benar-benar membenci dirinya sendiri.

“ hhh…hhh..” Yeoja itu menghela napasnya lagi. kini ia dalam posisi tak bisa lari dari masalah . tak ada kekuatan, tak ada waktu, dan tak ada kesempatan.

“ Onew oppa..” bibirnya mendesahkan sebuah nama. sebuah nama yang sangat Ia rindukan. sebuah nama yang bisa menghangatkan hatinya. menenangkan pikirannya. mendamaikan jiwanya,  bahkan ketika keadaan yang paling rumit sekalipun. Kemana namja itu?? Belakangan ini Ia sama sekali tak terlihat?? Ada rongga besar dihatinya saat mengingat namja itu.. apa yang terjadi dengan Nada. mengapa hatinya semakin sakit jika memikirkan Onew??

“ Onew oppa..”

Air matanya jatuh. satu persatu menetes mengalir di pipinya tanpa bisa ia hentikan. Ia menangkupkan kedua tangan nya dan menangis sejadi-jadinya disana.

************

“ Dengar Yui.. aku tidak melarangmu untuk mengatakan itu padanya.. tapi bukan kah jika kita seperti ini sama saja kita mencampuri urusan mereka??” Jonghyun berkata lembut.

“ Oppa!! bagaimana mungkin kau berbicara seperti itu?? kau tahu masalahnya!! kau lihat semua yang terjadi!! aku tak bisa diam saja oppa!!”

“ Yui.. dengar.. “ Jonghyun berusaha menenangkan gadis yang hampir menangis di hadapannya. Ia sangat mengenal Yui. gadis itu tidak pernah menangis. sebesar apapun masalahnya, Yui selalu bisa menyelesaikannya dengan senyuman. Jonghyun hanya sekali melihat Yui menangis, saat Nada sekarat… hanya sekali.

“ Aku tidak mau dengar oppa!! Nada sudah terlalu baik!! sadarkah dirimu dengan apa yang sudah Nada lakukan untuk kita!! dia.. hhh… dia terlalu banyak berkorban.. dia terlalu banyak disakiti.. hiks.. dia.. hiks.. dia pantas bahagia oppa…” air mata yeoja itu tak terbendung lagi. dadanya bergemuruh  saat memikirkan sahabatnya.

Jonghyun memeluknya erat. mengusap kepalanya dengan lembut dan berbisik pelan.

“ aku akan selalu disampingmu Yui, lakukanlah apa yang terbaik untuknya..”

*************

Namja itu terus melangkahkan kakinya. entah mengarah kemana.. pikirannya kacau, Ia tidak bisa berpikir jernih. Nada.. Nada.. Nada.. satu Nama itu terus berdengung di telinganya, membayangi pikirannya, bermain di pelupuk matanya, seakan menghipnotis dirinya untuk tidak memikirkan hal lain selain dia… hanya dia..

Seminggu ini dirinya sulit sekali menemui Nada. dikamar Nada selalu ada Minho, bergantian dengan Choi Minna. tak ada kesempatan untuk bertemu dengan Nada. Ia hanya bisa melihat Nada dari kejauhan. Dari jendela ataupun dari celah pintu kamarnya. Yeoja itu semakin kurus setiap harinya, wajahnya pucat dan pipinya tirus. tak ada cahaya dimatanya. apakah dia tidak bahagia menjelang hari pernikahannya?? Ataukah Ia hanya terkena syndrome pre wedding??

Tapi Onew tidak mau menerka-nerka. Hatinya sakit memikirkan kejadian minggu lalu. saat Minho memutuskan untuk menikahinya dan Nada diam saja, seolah berkata ‘iya’. hatinya benar-benar terasa sungguh sakit.

“ hhh.. Nada..” namja itu terus menghela napas sambil berjalan. tak terasa sudah setengah jam ia melangkah. Ia terus berputar-putar ditaman sebelum akhirnya kakinya memutuskan untuk melangkah ke sudut taman yang lebih tenang.

telinganya mendengar suara isakan pelan. isakan yang menyayat hati. isakan yang sangat Ia kenal. kakinya terus melangkah hingga tiba di depan seorang yeoja berpakaian putih yang tengah menangis sendirian di bangku rumah sakit.

Love took me by the hand..

Love took me by surprise..

Love lead me to you..

Love opened up my eyes…

*************

Yui bergandengan tangan dengan Jonghyun, mereka berjalan kearah kamar no 113.. tanpa mengetuk pintu, mereka memasuki ruangan itu sudah ada Choi Minho yang sedang berbincang Taemin dan Kibum.

“ hey..!! Jonghyun hyung..!!kemari lah..!! untung kau kesini.. aku bingung menentukan tempat berbulan madu nanti.. kalian ada ide?? ummaku menyarankan agar kita ke Venice, tempat paling romantis di seluruh dunia, namun appa ku bilang keliling eropa lebih baik. tapi kupikir Indonesia juga cukup eksotis.. menurut kalian bagaimana??” seru Minho bersemangat.

Yui melihat Kibum dan Taemin sejenak. terlihat jelas raut wajah mereka menyiratkan kejengkelan yang amat sangat. Yui tersenyum kepada keduanya. “ tolong.. kali ini dukung aku.. beradalah disisiku..” hatinya terus berharap. tangan nya menggengggam tangan Jonghyun lebih erat.

Yui menghela napasnya sejenak. meredakan guncangan di dadanya.

“ berhentilah Minho Oppa.. kumohon..” Ia berkata pelan namun terdengar tegas.

Minho terdiam. Ia masih belum mengerti. berhenti untuk apa?? membicarakan tentang bulan madu??

“ Yui.. aku tidak..”

“ KUMOHON.. BERHENTILAH MEMBOHONGI DIRIMU SENDIRI..!!” kini suara Yui terdengar lebih kencang. mengagetkan Minho, maupun Taemin dan Kibum.

“ berhentilah bersikap bahwa semuanya baik-baik saja!! aku tahu kau melihat semuanya dengan jelas!! kumohon!! berhenti..!! demi Nada..” Yui hampir tidak dapat menahan emosinya, suaranya sedikit bergetar.

“ Yaa!! kau bicara apa Yui!!” Minho memandang Yui tajam, seolah menantangnya.

“ KAU TAHU APA YANG KUBICARAKAN OPPA!! KAU TAHU!! sadarkah kah kau bahwa selama ini kau membohongi dirimu sendiri!! kau sadar
Nada tidak mencintaimu!! kau sadar itu oppa!! tapi mengapa kau bertindak sampai sejauh ini!! memaksanya menikah dengan mu!!” akhirnya air mata yang dari tadi ditahannya jatuh.

“ ANDWAE!! Nada setuju dengan pernikahan ini!! kalian semua melihatnya!! dia tidak menolak, karena dia mencintaiku!! kau jangan asal bicara!!” Minho tersulut emosinya, Ia berdiri dari ranjangnya.

“ NADA TIDAK MENOLAK BUKAN KARENA DIA SETUJU OPPA!! kau tahu kelemahannya!! dia tidak bisa menolak!! dia tak ingin menyakitimu!! dia..”

“ BERHENTI BICARA YUI!!” Minho berteriak keras.

“ AKU TAK AKAN BERHENTI BICARA!! BUKA MATAMU OPPA!! APAKAH KAU LIHAT NADA TERSENYUM SEMENJAK KAU SADAR?? TIDAK!! JIKA KAU INGIN TAHU, DIA BAHKAN TIDAK PERNAH BERBICARA!! TAK MENYENTUH MAKANAN NYA!! DIA SAKIT OPPA!! HATI NYA SAKIT!!”

“ ANDWAE!!”

“ HATINYA SAKIT KARENA KAU DAN KELUARGAMU TERLALU MENEKANNYA!! MEMBUATNYA TAK PUNYA PILIHAN!! “

“ ANDWAE!! BERHENTI BICARA ATAU..” Minho berjalan ke depan, menuju ke arah Yui dan Jonghyun tampaknya Ia benar-benar kehilangan kendalinya, tangan nya bergerak kearah Yui. Namun Taemin dan Kibum dengan cepat menahannya.

“ ATAU APA?? KAU AKAN MEMUKUL KU?? aku tidak takut, oppa.. kau boleh memukulku sepuas hatimu jika itu bisa membuka matamu..” gadis itu tak takut sedikitpun dengan namja di hadapannya.

“ Yui.. kau sudah terlalu jauh mencampuri urusanku.. dengar.. aku tak peduli dengan apa yang kau katakan.. aku akan tetap menikahi Nada..” desis Minho tajam. Ia tidak ingin gegabah. memukul Yui karena dapat membuat Nada membencinya. Ia harus tenang, harus…

**************

“ Nada..”

Namja itu berbisik pelan, sangat pelan.. bahkan Ia tidak bisa mendengar suaranya sendiri. selangkah demi selangkah kakinya bergerak kearah yeoja yang menangis dan menutupi wajahnya.

“ Nada..” bisiknya lagi, tangannya bergerak sendiri kepuncak kepala gadis itu, mengusapnya perlahan dan lembut. “ uljimaa..”

Yeoja itu mendengar suara yang sangat Ia rindukan, merasakan hangat sentuhan di puncak kepalanya. Namun Ia belum berani membuka matanya. mimpikah Ia?? atau kini para malaikat sedang mengejeknya?? menciptakan ilusi dan fatamorgana.. tapi mengapa terasa sangat nyata??

Sementara itu sang namja mencoba membuat yeoja itu berdiri dengan kedua tangannya. menuntun yeoja itu agar selangkah lebih dekat denganya. perlahan, dengan tangan gemetar ia mencoba untuk menyingkirkan kedua tangan Nada yang masih menutupi wajahnya.

“ Nada.. uljima..” sungguh sangat sulit baginya untuk mengeluarkan suara. gadis yang begitu rapuh dihadapannya sekali lagi membuat syaraf, otak, dan anggota tubuhnya bekerja kacau. hanya sakit yang bisa Ia rasakan ketika melihat airmata itu jatuh. lagi..

dan lagi..

perlahan, yeoja itu membuka kedua matanya..

“Oppa..”

Tangis nya kembali tumpah melihat wajah namja yang begitu ingin ditemuinya. wajah itu begitu sendu, menyiratkan begitu banyak kepedihan.. tulang pipinya tampak lebih menonjol dibandingkan terakhir kali bertemu dan wajahnya pun agak pucat. namja ini terlihat jauh lebih kurus sekarang. hanya dalam waktu satu minggu sudah berapa banyak bobot tubuhnya hilang. sakit kah Ia??

“ Uljimaa..” namja itu tidak bisa bertahan, dadanya terasa sangat sakit, seakan ada palu besar yang tak terlihat terus menghantam di tempat yang sama. rasa sakit, marah, khawatir, rindu, sedih, takut kehilangan, ingin memiliki, semua bercampur menjadi satu. air mata menggenang di kedua matanya Namun Ia tak ingin yeoja itu melihatnya menangis.

Dengan sekali gerakan, Onew menarik tubuh mungil Nada, mendekapnya erat kedalam pelukannya. menekan tubuh Nada semakin dalam, membuatnya bersatu dengan tubuhnya. Ia menunduk, menyusupkan kepalanya diantara rambut dan leher Nada. menghirup dalam-dalam aroma yang ada di tubuh tersebut.

“ mengapa kau menangis, Nada.. bukankah sebentar lagi kau akan menikah?? harusnya kau bahagia..” suaranya terdengar parau. hatinya terasa semakin perih mengucap kalimat terakhir. tetes-tetes air mata jatuh dari kedua bola matanya membasahi rambut hitam Nada.

Nada memejamkan matanya. Ia tak peduli rasa sakit yang semakin menjadi-jadi di perutnya ataupun sesak yang terasa didadanya. Ia sungguh tak peduli. hatinya terasa sungguh hangat berada di dalam pelukan orang yang sangat dirindukannya. Ia terus memohon pada tuhan agar waktu berhenti lebih lama lagi untuknya.

“ uljima.. hatiku sakit melihat kau menangis seperti ini..” Onew mendesah pelan, mendorong kepala Nada agar terus bersandar di bahunya.

“ hiks.. bukan ini yang kuinginkan oppa..” isak yeoja itu. bahunya bergetar karena berusaha menumpahkan seluruh beban yang selama ini mengendap dihatinya.

“ jika kau tak ingin, mengapa saat itu kau tidak menolaknya..”

“…”

“ kau tidak ingin melihatnya sakit, iya kan, Nada??”

“ aku..”

Onew mengangkat kepalanya dari bahu Nada, kedua tangannya memegang sisi kepala Nada dan menahannya. dan perlahan Ia mendekatkan wajahnya.. membuat kening mereka saling menempel. dan ujung hidung mereka saling bersentuhan. merasakan tiap desah napas yeoja itu. air matanya menetes lagi.

“ sadarkah kau Nada, saat itu aku yang sakit?? hati ku sangat sakit melihat kau diam dan tidak menolaknya.. ku pikir.. ku pikir kau.. mencintainya..ku pikir kau memilihnya..” kata Onew perih.

Nada menggeleng pelan, bibirnya terasa kelu untuk berkata-kata. Ia hanya menatap mata namja itu lekat-lekat, berharap Ia mengerti bahwa selama ini namja itu yang Ia inginkan.

I was drifting away, like a drop in the ocean..

and now I realize..

that nothing has been as beautiful as when I saw heaven’s skies, in your eyes..**

***************

“ KAU TAK BOLEH MENIKAHINYA!!! KAU TAHU DIA MENCINTAI ORANG LAIN, MENGAPA KAU TERUS MEMAKSANYA MINHO!!” Yui berteriak histeris, Ia menangis dan terus menjerit. berusaha membuka mata namja arogan di hadapannya.

“ BULSHITT!! NADA MENCINTAIKU!!” namja tinggi itu membalas kata-katanya dengan tak kalah kencang. matanya berkilat tajam. mungkin, jika Yui bukan sahabat terdekat Nada, mungkin Minho sudah merobek mulutnya dari tadi.

“ Yui sudah lah.. sia-sia berbicara dengan orang keras kepala seperti dia..” kata Jonghyun pelan berusaha menenangkan Yui.

“ Andwaeee oppa!! apapun akan aku lakukan agar sahabatku bahagia!! aku tak akan rela jika Nada mengorbankan kebahagiaannya demi orang ini!!” isak gadis itu keras.

“ hyung.. kurasa Yui benar..” seseorang berbicara walaupun terdengar pelan.

“ ohh, jadi sekarang kau juga dipihak mereka, taem..?” gertak Minho pada teman sekamarnya. Taemin menghela napas sebentar, berusaha memikirkan kalimat yang tepat untuk membuat namja itu sadar. ada satu hal yang Minho tidak tahu.

“ kau harus lihat keadaan Nada saat ini hyung, bahkan dia tidak pernah terlihat bahagia semenjak kau memintanya menikah.. aku.. tahu.. dia mencintai orang lain hyung..”

“ ANDWAE!!! KAU MENGADA-ADA!!”

“ DIA TIDAK MENGADA-ADA MINHO!! KITA SEMUA TAHU, KAU PUN TAHU JIKA NADA MENCINTAI ONEW!!” kali ini Kibum yang angkat bicara.

“ ANDWAEE!! KALIAN GILA!! KALIAN..” Minho menggelengkan kepalanya tak percaya.

“ NADA MENCINTAI ONEW, ITU TERLIHAT JELAS DIMATANYA… KAU KIRA NADA TERTUSUK BEGITU SAJA?? KAU PIKIR IA MENDAPATKAN LUKA ITU DENGAN SENGAJA??  KAU HARUS TAHU, LUKA ITU NADA DAPATKAN KARENA IA MELINDUNGI ONEW!! IA LEBIH MEMILIH DIRINYA YANG TERLUKA DIBANDING ORANG YANG DICINTAINYA…”

“BUUUGGG”

belum selesai Kibum berbicara tangan Minho sudah melayang mengenai rahangnya, tidak terlalu keras namun cukup untuk membuatnya melangkah mundur.

“ kalian semuaa.. gilaa.. apa yang kalian bicarakan.. tak masuk akal..” namja itu mendesah pelan, tangan nya bergetar menahan amarah yang sangat besar melanda dirinya. Minho terlihat semakin goyah.

*************

“ Saranghae.. saranghae.. saranghae.. Nada.. Jeongmal saranghae..” terisak, namja itu terus membisikkan kata berulang-ulang di telinga Park Nada. menumpahkan segala emosi yang sekian lama di pendamnya. Pelukkannya semakin erat ketika Ia merasakan tubuh mungil Park Nada bergetar pelan.

“ Ikutlah denganku..” Namja itu berkata pelan.

Ia menyentuh ujung dagu Nada dan mengangkatnya hingga kedua mata mereka bertatapan.

“ Jika kau tak ingin menikah dengan nya, aku akan membawamu pergi dari sini sekarang.. kumohon.. ikutlah denganku..”

*************

TBC

P.S: maaf ya aku telat publishnya mwuahaahah.. aku lupa belum di jadwalin (≧▽≦)


Advertisements

98 thoughts on “RAINBOW – Part 12”

  1. nangis demi apapun nangis bacanya
    minho egois terlalu mentingin diri dia sendiri dibandingin perasaan nada, onew nya kan kasian ancur lebur hatinya >..<
    lanjut ya thor jangan lama2 ^^

  2. Waaa Udah ada part 12nya ya ?
    Minhoku Sayang .. Udah gak usah maksa ,udah ada aku khan !! XD
    Relakan saja Park Nada sma Onew yaa ..yaa ?!!
    Wiga sorry bru comment ya ,ni aq Chili yg tmnan d fb ma qm ,miaan .. 🙂

  3. ini PART aku aku SUKAAA………

    Onew kau baik sekali, jadi menghayal Nada tu bahagiaaaaaaa banget ma Onew…

  4. Minho,kau terlalu egois!! biarkanlah Nada sm Onew. mereka bahagia

    author yg baik hati *colek2* next part nya jgn lama2 ya

  5. nangis iniih, ngebayangin Nada nangis sampe segitunya..
    author tanggung jawaaaab… :”””””(
    lanjutannya harus cepet d publish… heuuuu

  6. aiiishhhh wiga eon jangan semi hiatus dong!!!! T.T
    minho kok kamu egois gitu sih??? hrusnya kau ngerasain gmana disakiti, biar tau untuk lebih menghargai perasaan orang lain!!!
    aiggghhh nih FF daebak banget sumpah, lanjutannya!!!!!!
    moga-moga bulan ini di post…. amin…

  7. demi apa aye merinding bcnya.. aigo onew km tuh baik bgt sh, tulus bgt cintanya

    sebel sm minho, minho egois bgt.. nada jg, apa susahnya sh blg enggak err gemez sama nada

    please wiga,, ff ini dlanjut… aye penasaran sm minho sm ortunya,, sprtnya mrk gak rela kalu nada gak jd nikah sm minho dan mw ngelakuin apa aja demi minho x nada nikah…

    please! dlanjut ya wiga 😉

  8. ini ff bakal lanjut lagi ga sih? sumpah udh lama banget aku nungguin nya. kan galucu udh dari part 1 ampe 12 aku baca, ending nya ga ada T____T

  9. Onew oppa romantis gelaaak, dr dulu persiapannya slalu matang, pengenn…

    Nada-yaa, minho kan uda sembuh, kq ga terus terang terus(?) si??
    Aq ikutan nyesek sama sikap kamu… ToT

    Minho, adem dikit knapa…

    K wigaa, kapan balik, hiks hiks…

  10. Ini kedua kalinya aku baca rainbow dan reaksinya tetep sama, sama sama nyesek:'(
    Sayang banget sampe sekarang gaada lanjutannya, padahal ini udh sampe klimaks banget:'((

    Minho tuh maksa banget-_-jadinya gregetaann huhh. Setiap dia ngambil keputusan sepihak rasanya pengen dijejelin sambel-_-
    Nada juga, susah banget kayanya bilang ‘nggak’ kesannya jadi mainin walopun sebenernya dia cuma gak berani nolak..
    Onew yaampoooonnn:'(:'( susah banget perasaan mau bahagia sama nada… Seru banget tuh yg dia ngajak pergi jauh itu wkwkkw

    Aku suka banget rainbow, nyessss nya tuh dapet banget, sayang nih gak dilanjut-lanjut:( kalo suatu saat mau dilanjutin, lanjutin sampe selesai ya kak! Hihihi

  11. Aku suka banget sama ceritanya ihh sayaang ga ada kelanjutannya..
    Sebel banget sama karakter minho disini ya ampun minho egois banget ga bisa nerima kenyataan pliss sadar~
    Nada juga kenapa ga bisa tegas sih..
    Over all ff ini daebaak sayang ga ada kelanjutannya 😦

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s